Anda di halaman 1dari 71

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Mata pelajaran Bahasa Inggris mempunyai karakteristik yang berbeda
dengan mata pelajaran lain. Perbedaan ini terletak pada fungsi bahasa sebagai
alat komunikasi. Selain diperlukan penguasaan kosa kata dan tata bahasa, juga
diperlukan

keterampilan

dalam

mengaplikasikannya

dalam

kegiatan

komunikasi, baik lesan maupun tulis (Depdiknas, 2006:2). Pada pembelajaran


kompetensi atau aspek writing, yang tujuan akhirnya adalah memproduk atau
menghasilkan tulisan atau teks baik fungsional maupun monolog berdasarkan
genre atau jenis teks, diharapkan siswa dapat memahami ciri-ciri dari suatu
teks, dan dapat mengekspresikannya dengan kosa kata dan tata bahasa yang
benar.
Di SMK Negeri 2 Panyabungan, banyak siswa khususnya kelas I yang
merasa kesulitan dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris khususnya pada
aspek writing. Sebagai contoh, pada waktu diberi tugas menulis teks monolog
berbentuk descriptive yang sudah ditentukan tema atau judulnya, kebanyakan
siswa tidak segera melaksanakan, bahkan malah ditinggal ngobrol dengan
teman di dekatnya. Nampak tidak serius dan malas mengerjakannya. Waktu
diperingatkan dan ditanya kenapa tidak segera dikerjakan, jawaban mereka :
Sebentar ..., Nanti dulu, bu,, Sulit, bu,, Buat PR aja, bu ...dan
seterusnya yang intinya ingin menghindari tugas itu. Padahal langkah-langkah
menulis descriptive sudah peneliti berikan, seperti pola kalimat simple present

tense, contoh-contoh cara membuat kalimatnya, menentukan kosa kata yang


akan digunakan, yang berkaitan dengan tema yang sedang dipelajari serta
generic structurenya juga sudah diberikan. Contoh descriptive text pun sudah
diberikan dalam pembelajaran aspek reading.
Ada kemungkinan kesulitan itu dikarenakan bahwa selama ini,
kebanyakan siswa menganggap mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai momok
atau mata pelajaran yang sulit dan tidak menarik. Karena sulit dan tidak
menarik, siswa cenderung tidak suka, malas dan ingin menghindarinya.
Akibatnya, siswa malas mengikuti pelajaran itu atau kurang serius dan malas
mengerjakan tugas yang dibebankan oleh gurunya. Kamus, sebagai sarana
pendukung yang penting dalam belajar bahasa asing, juga jarang yang
memilikinya. Ada yang memiliki, tapi malas membawanya karena berat. Itu
semua terjadi karena kurangnya motivasi dan kurang minatnya terhadap mata
pelajaran Bahasa Inggris. Ada siswa yang sudah mulai menulis, kemudian
macet di tengah jalan, hal ini dikarenakan kesulitan memunculkan ide, padahal
tema atau judul sudah ditentukan. Akibatnya tugas writing banyak yang tidak
dikumpulkan. Sudah dibuat PR pun, masih banyak yang tidak mengumpulkan.
Sampai suatu saat, peneliti pernah memaksa, bahwa semua siswa harus
mengumpulkan tugas writing. Apa yang terjadi? Semua siswa benar-benar
mengumpulkan tugas itu. Tapi setelah diperiksa, ternyata banyak pekerjaan
siswa yang sama persis. Itu berarti banyak siswa yang tidak mengerjakan,
melainkan hanya menyontek pekerjaan temannya.
Nampaknya masalah yang dihadapi kebanyakan siswa kelas I SMK
Negeri 2 Panyabungan pada pembelajaran aspek writing ini cukup kompleks.

Mulai dari kurangnya minat, kurangnya sarana, kurangnya motivasi sehingga


kurang serius dalam mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris sehingga
berdampak pada lemahnya penguasaan kosa kata dan tata bahasa yang sangat
diperlukan dalam pembelajaran aspek writing ini. Kalau melihat macetnya
penulisan, itu berarti karena kurangnya pengorganisasian pokok pikiran.
Benar-benar memprihatinkan. Terlebih lagi, Bahasa Inggris termasuk
mata pelajaran yang diUNkan. Kalau tidak ada hal yang dapat menarik
perhatian siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris, entah itu metode,
strategi, ataupun approach, nampaknya mereka akan semakin jauh atau benci
dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Yang pada gilirannya akan
menurunkan kompetensi dan prestasi Bahasa Inggris mereka. Seperti itulah
gambaran betapa beratnya tugas guru Bahasa Inggris menghadapi tantangan
UN dan siswa yang seperti itu kondisinya.
Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut di atas, peneliti
mencoba menggunakan metode mind mapping untuk mengatasi sebagian dari
permasalahan-permasalahan itu. Berdasarkan pemahaman peneliti, dari materi
metode mind mapping bahwa metode ini dapat memunculkan ide, dapat
mengembangkan ide dan menarik, karena dapat diberi gambar-gambar yang
menarik sesuai dengan ide yang muncul serta dapat diberi warna-warna yang
menarik pula. Dengan digunakannya metode ini diharapkan para siswa
menjadi lebih tertarik untuk mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris. Bagi
siswa yang suka menggambar, dapat mengekspresikan gagasannya melalui
gambar yang beraneka ragam dan warna dalam mind mappingnya. Kalau
siswa sudah merasa tertarik, guru akan lebih mudah dalam menyampaikan

materi kepada siswa. Yang akibatnya diharapkan siswa tidak lagi merasa
kesulitan dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris khususnya pada
kompetensi atau aspek writing ini.

B. PERUMUSAN MASALAH
Dari penjelasan tentang latar belakang masalah di atas, diketahui bahwa
ruang ligkup penelitian ini meliputi kajian pembelajaran, khususnya pada
implementasi metode mind mapping dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada
aspek writing. Selanjutnya dalam laporan penelitian ini dibahas tatacara
penggunaan metode mind mapping dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada
aspek writing.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah implementasi metode mind mapping dalam pembelajaran aspek
writing dapat menarik minat siswa terhadap mata pelajaran Bahasa
Inggris?
2. Apakah implementasi metode mind mapping dalam pembelajaran aspek
writing dapat meningkatkan kompetensi dan prestasi writing siswa?
3. Bagaimana respon siswa terhadap implementasi metode mind mapping
dalam pembelajaran aspek writing?

C. TUJUAN PENELITIAN

Implementasi metode mind mapping dalam pembelajaran aspek writing


ini dilakukan dengan tujuan untuk :
1. Untuk mengetahui keberhasilan implementasi metode mind mapping
dalam pembelajaran aspek writing untuk menarik minat siswa terhadap
mata pelajaran Bahasa Inggris.
2. Untuk mengetahui keberhasilan implementasi metode mind mapping
dalam pembelajaran aspek writing untuk meningkatkan kompetensi dan
prestasi writing siswa.
3. Untuk mengetahui sejauh mana respon siswa terhadap implementasi
metode mind mapping dalam pembelajaran aspek writing.)

D. MANFAAT HASIL PENELITIAN


Manfaat yang dapat dipetik dari hasil penelitian ini adalah :
1. Bagi Siswa :
a. Dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran
Bahasa Inggris.
b. Dapat memunculkan atau menumbuhkan daya kreatifitas siswa.
c. Dapat meningkatkan kompetensi dan prestasi writing siswa.
2. Bagi Guru :
a. Dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru dalam
pembelajaran
b. Dapat memacu kreatifitas dan daya inovatif guru dalam
merancang program pembelajaran (RPP).

c. Memperoleh pengalaman yang sangat berarti.


3. Bagi Sekolah :
a. Dapat digunakan sebagai umpan balik untuk meningkatkan
efektifitas dan efisiensi pembelajaran.
b. Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
c. Dapat meningkatkan prestasi sekolah melalui peningkatan
prestasi belajar siswa dan kinerja guru.

BAB II
KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. KAJIAN TEORI
1. METODE MIND MAPPING
a. Menurut arti katanya, mind mapping dapat diartikan sebagai
pemetaan pikiran. Untuk memetakan pikiran, kita perlu melibatkan
imajinasi, asosiasi, pengulangan dan visualisasi. Kemudian kita buat
catatan-catatan yang divisualisasikan dalam bentuk password. Metode
mind mapping adalah metode meringkas yang menggunakan segala
macam metode untuk memudahkan mengingat, tapi hanya passwordpassword saja yang diletakkan pada mind mapping.

(Diklat

Peningkatan Mutu dan Profesionalisme Guru, 2006, Neuroscience


Super Teaching: 55).Beberapa hal penting dalam membuat mind
mapping atau peta pikiran menurut Neuroscience Super Learning
adalah sebagai berikut :
1) Kertas : horizontal
2) Judul : di tengah, sub judul : dimulai dari atas, ke kanan searah
jarum jam.
3) Linking atau penghubungnya, menggunakan : anak panah, spiral
yang diregangkan, lingkaran-lingkaran yang disambung-sambung,
dari besar ke kecil, atau gambar sudut lancip tapi garisnya
lengkung (luwes, tidak kaku).
4) Tulisan : tegak.

5) Penyebaran materi : seperti ranting pohon (makin jauh makin kecil


6) Pewarnaan : dominankan warna cerah kecuali merah (emosi) dan
bedakan warna judul dengan bagian-bagiannya.
7) Memuat berbagai metode.
8) Dapat memunculkan ide.
b. Mind mapping bisa dikatakan sebagai tehnik untuk menulis dan juga
membaca. Namun dibalik itu, ada semacam cara berpikir baru yang
dibawa mind mapping, kata Buzan, yang disampaikan oleh Hernowo
di Portal Dunia Guru, 3 Desember 2007. Temuan Buzan ini didasarkan
pada hasil riset Roger Sperry ahli Biologi peraih hadiah nobel dalam
bidang fisiologi dan kedokteran yang menunjukkan bahwa otak
memiliki 2 belahan yang masing-masing belahan bekerja secara sangat
berbeda. Secara ringkas, otak kiri bersifat rasional dan otak kanan
lebih emosional. Menurut Buzan, dengan memanfaatkan gambar dan
teks ketika kita mencatat atau mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam
diri, maka kita telah menggunakan dua belahan otak secara sinergis.
Apalagi jika dalam peta pikiran itu, kemudian ditambahkan warna dan
hal-hal

yang

memperkuat

www.duniaguru.com/index.php

emosi.

(http

//

Hernowo (2007) Brain-Based

Writing
c. Seorang dosen Seni Kreatif Bahasa Inggris di Universitas San Jose,
Gabrielle Luser Rico, mengembangkan metode mind mapping untuk
menulis secara mengasyikkan. Dia kemudian menamakannya sebagai
metode clustering . Metode clustering, kata Rico, membuat anda

dapat berhubungan dengan pikiran bawah sadar anda. Melalui metode


ini, tulisan anda akan menjadi lebih beremosi, lebih berwarna dan lebih
berirama. Bahkan jika anda terus berlatih secara kontinyu dan
konsisten dengan menggunakan metode ini, tulisan anda akan
mencerminkan ciri khas pribadi anda secara lebih akurat Orang yang
memiliki kebiasaan menulis, memiliki kondisi mental lebih sehat
dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya (James
Pennebaker, Ph.D dan Janet Seagal, Ph.D, University of Texas, Austin
dalam journal of Clinical Psychology Hernowo, 2007 :
index.php.htm)
d. Menurut Anton, Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode
mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini
didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi
dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan
pada sel-sel saraf yang berbercabang-cabang yang apabila dilihat
sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon. Beberapa hal
penting dalam membuat mind mapping menurut Anton :
1) Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah
2) Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih
berkaitan dengan tema utama
3) Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis,
warna atau simbol

4) Gunakan huruf besar Huruf besar akan mendorong kita untuk


hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain
itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah
apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan
huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya
menjelaskan poin kunci.
5) Buat peta pikiran di kertas polos dan hilangkan proses edit
Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya
gunakan

kertas

polos

dan

jangan

mudah

tergoda

untuk

memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila


kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka
sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat
penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.
6) Sisakan ruangan untuk penambahan tema Peta Pikiran yang
bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan
tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah
menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan
menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poinpoin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran
untuk penambahan tema. (http : //www.film pendek.org/Category29/463-Peta-Pikiran-Mind-Mapping,html)
e. Menurut SEPIA (http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map). Mind Map
berfungsi sebagai alat bantu untuk memudahkan otak bekerja. Manfaat
mind map adalah :

10

1)

Mempercepat pembelajaran

5)

Membantu brainstorming

2)

Melihat gambaran besar

6)

Menyederhanakan struktur

3)

Melihat koneksi antar topik

7)

Memudahkan ide mengalir

yang berbeda

8)

... dan lain-lai

4)

Memudahkan mengingat

CONTOH-CONTOH MIND MAPPING


PR AWAL
PR AWAL

SUB 1

SUB 5
PR AKHIR

PR AKHIR
JUDUL

PR AWAL

PR AWAL

SUB 4

SUB 2
SUB 3

PR AKHIR
PR AKHIR
PR AKHIR

PR AWAL
11

Keterangan : PR = Paragraf,

In
Karang
field

Hero

Playing
football

Sunday
3
pm

Readin
g
comics

Harves
t moon
Bambang
s
Hobbies
Playing
game

Buy in
Gramedia
In spare
time

In my
room

B. TINDAKAN YANG AKAN DILAKUKAN


Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menggunakan metode mind mapping
dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada kompetensi writing. Penelitian ini
dilaksanakan dalam 2 siklus, karena dalam 1 semester hanya ada 2 macam teks
monolog.
Sebelum penelitian dimulai, terlebih dahulu disosialisasikan bahwa di kelas ini
akan diadakan PTK yang melibatkan seluruh siswa, peneliti dan seorang pengamat

12

atau kolaborator (guru Bahasa Inggris lain) dan siswa menyetujui (tidak ada yang
complain). Maka pada waktu pelaksanaan penelitian, peneliti selalu hadir bersama
kolaborator Ibu Nuraini SPd di kelas selama penelitian berlangsung. Pada pertemuan
pertama penelitian dilakukan tes minat terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris dengan
cara mengisi angket, yang harus diisi dengan jujur dan tanpa diberi identitas. Setelah
selesai, dikumpulkan dan selanjutnya dibagikan kertas kosong untuk menulis deskripsi
atau karangan dengan judul My hobby atau My Hobbies, sebagai pretes, dengan
diberi penjelasan seperlunya.
Pada pertemuan berikutnya diperkenalkan metode mind mapping, kegunaan
metode ini dan tata cara pembuatannya. Lalu menerapkan metode tersebut untuk
mempelajari kembali atau mereview descriptive text yang pernah dipelajari dalam
pembelajaran reading. Selanjutnya mempelajari pola kalimat yang terdapat dalam teks
deskriptif, yaitu pola kalimat simple present tense, dan berlatih membuat kalimat
simple present tense yang dikaitkan dengan tema yang sedang dipelajari yaitu Hobby.
Untuk mempermudah dan memperlancar tugas siswa, dibentuk kelompok belajar,
yang terdiri dari 4 siswa. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seorang ketua
kelompok, yang ditentukan oleh guru berdasarkan nilai pretes. Ranking 1 sampai 9
dijadikan ketua kelompok, dan anggotanya, ketuanya dipersilahkan memilih sendiri.
Tujuan dibentuknya kelompok dengan penyebaran siswa pandai ini, adalah agar
supaya semua kelompok dapat melaksanakan tugas seperti yang diharapkan.
Penilaian dilakukan secara periodik dan berkesinambungan. Penilaian pertama
dilakukan setelah siswa mengisi angket. Hasil angket diformulasikan kedalam 4
kategori, berdasarkan jumlah perolehan angka atau skor. Skor tertinggi 33 s/d 40
masuk kategori Sangat Berminat, skor 25 s/d 32 masuk kategori Berminat, skor 17

13

s/d 24 masuk kategori Kurang Berminat dan skor terendah 10 s/d 16 masuk kategori
Tidak Berminat.
Penilaian kedua adalah penilaian pretes. Penilaian ini dilakukan berdasarkan
Pedoman Penilaian yang peneliti buat; yang nantinya juga digunakan untuk menilai
tugas kelompok dan ulangan individu sebagai postes. Penilaian ketiga adalah penilaian
tugas kelompok dalam proses pembelajaran berdasarkan pedoman penilaian yang
peneliti buat.. Dan penilaian keempat adalah penilaian proses pembelajaran yang
dicatat berdasarkan pengamatan kolaborator dan peneliti sendiri dan pertanyaan
review materi yang ditujukan kepada siswa yang pandai dan siswa yang tergolong
slow learners.

C. HIPOTESIS TINDAKAN
Berdasarkan kajian teori di atas, disebutkan bahwa SMK Negeri 2 Panyabungan
menggunakan kurikulum KTSP. Penelitian ini meneliti kompetensi writing. Dalam
teori di atas disebutkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis memiliki
kondisi mental lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tidak biasa
melakukannya (Hernowo, 2007 : index php htm). Menulis itu perlu dibiasakan. Dalam
penelitian ini menulis topik yang sama dilakukan sampai 3 kali dalam 1 siklus, 2 kali
bersama kelompok dan 1 kali untuk ulangan individu (sebagai nilai ulangan harian dan
postes penelitian); tujuannya juga agar menjadi terbiasa, terlatih dan secara tidak
langsung akan dapat meningkatkan kesehatan mental siswa.
Implementasi metode mind mapping dalam pembelajaran writing ini juga tepat,
karena dalam kajian teori di atas, semua mendukung ke arah keberhasilan tindakan
penelitian ini. Dengan memanfaatkan gambar dan teks ketika kita mencatat atau

14

mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam diri (gagasan), maka kita telah menggunakan
dua belahan otak secara sinergis. Apalagi jika dalam mind mapping itu kemudian
ditambahkan warna dan hal-hal yang memperkuat emosi. Bagi siswa yang suka
menggambar dapat mengeluarkan gagasannya melalui gambar serta pewarnaan yang
menarik sesuai daya kreatifitas masing-masing.
Kalau melihat kondisi kebanyakan siswa kelas I SMK Negeri 2 Panyabungan
seperti yang dikemukakan dalam latar belakang masalah, yang kesulitan dalam
memunculkan ide, macet setelah menulis judul, dan tidak tertarik dengan mata
pelajaran Bahasa Inggris, diharapkan akan teratasi segala permasalahan itu dengan
metode mind mapping. Pengenalan metode mind mapping oleh peneliti, sudah dapat
menarik perhatian siswa, terlihat dari seluruh siswa memperhatikan, ketika metode
mind mapping dijelaskan. Kemudian ketika peneliti memberikan contoh, selalu
berusaha melibatkan sebanyak-banyaknya siswa, membuat siswa merasa diperhatikan.
Juga penghargaan peneliti terhadap siswa ketika siswa dengan senang hati menjawab,
menyeletuk dan berkomentar, yang menandakan bahwa siswa sudah mau ikut
melibatkan diri dalam pembelajaran, merupakan indikasi akan berhasilnya penelitian
ini. Dengan adanya reaksi positif dari siswa ini, diharapkan peneliti akan dengan
mudah menyampaikan materi pelajaran. Sehingga diharapkan siswa akan dapat
menyerap materi yang diberikan, daya kreatifitasnya akan muncul dan pada akhirnya
akan dapat meningkatkan kompetensi dan prestasi writing siswa (sesuai dengan tujuan
penelitian ini)

15

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. SETTING PENELITIAN
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Panyabungan, lebih
tepatnya lagi di kelas I AV2 SMK Negeri 2 Panyabungan.
Waktu pelaksanaan, pada semester 2 tahun pelajaran 2014 / 2015, tepatnya penelitian
ini dimulai pada pertengahan bulan Januari sampai dengan akhir Maret 2015.
Sebagai subyek penelitian, yaitu para siswa yang peneliti ambil sebagai sampel
penelitian, adalah siswa kelas I SMK Negeri Panyabungan. Pengambilan sampel ini
adalah secara acak, jadi sembarang kelas I yang peneliti ajar. Karakteristik kelas I AV2
ini juga hanya secara kebetulan. Jumlah siswa di kelas I AV2 ini ada 35 siswa, dengan
komposisi 16 putra dan 19 putri. Nomer urut siswa diurutkan berdasarkan abjad, tanpa
memandang jenis kelamin.
Sebagai kolaborator atau pengamat, peneliti meminta seorang teman sejawat,
seorang guru Bahasa Inggris di SMK Negeri 2 Panyabungan yaitu Ibu Nuraini SPd.

16

Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum SMK Negeri 2 Panyabungan atau yang
lebih populer disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Metode
kuantitatif digunakan untuk mengetahui seberapa hasil belajar atau prestasi belajar
siswa setelah menggunakan metode mind mapping ini. Dan metode kualitatif
digunakan untuk mengetahui bagaimana hasil tes minat siswa terhadap mata pelajaran
Bahasa Inggris melalui pengisian angket, sebelum dan sesudah diimplementasikannya
metode mind mapping di kelas ini.

B. PROSEDUR PENELITIAN
Dalam penelitian ini, prosedur penelitianya menggunakan prosedur penelitian
model Kemmis dan Mc Taggart (1982 : 11). Setiap tahap atau siklus terdiri dari
perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.
1. Perencanaan
Penelitian ini direncanakan dilaksanakan dalam 2 siklus, dengan tujuan masingmasing siklus : meningkatkan minat belajar siswa, meningkatkan kompetensi dan
prestasi

writing

siswa

serta

mengetahui

respon

siswa

setelah

diimplementasikannya metode mind mapping sebagai penelitian tindakan kelas.


Setelah menentukan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan diteliti
sesuai dengan KTSP dan jumlah jam tatap muka yang diperlukan dengan mengacu
pada implementasi metode mind mapping. (RPP terlampir).
2. Tindakan

17

Pada siklus pertama, dilaksanakan pembelajaran writing dengan materi


descriptive text yang dilksanakan dalam 8 kali pertemuan. Setiap minggunya kelas
I AV2 bertatapmuka sebanyak 2 kali, yaitu setiap hari Rabu dan Sabtu. Setiap
pertemuan 2 jam @ 40 menit. Sebelum penelitian dimulai terlebih dahulu
diberitahukan bahwa di kelas ini akan diadakan penelitian tindakan kelas oleh
peneliti, yang melibatkan seluruh siswa kelas I AV2 dan seorang pengamat, yaitu
guru Bahasa Inggris lain. Tindakan yang akan dilakukan meliputi pengisian angket,
pretes, postes, tugas kelompok, tugas individu dan refleksi dengan siswa maupun
dengan pengamat atau kolaborator.
Untuk siklus kedua, dilaksanakan pembeljaran writing dengan materi procedure
text. Pembelajaran ini dilksanakan dalam 7 kali pertemuan. Langkah-langkah
pembelajarannya seperti langkah-langkah pada siklus pertama dengan perubahan
yang sifatnya menyempurnakan siklus pertama, berdasarkan hasil refleksi dengan
siswa dan kolaborator pada siklus pertama. Di akhir penelitian, setelah ulangan
harian yang berfungsi sebagai postes siklus kedua, kemudian refleksi, lalu mengisi
angket lagi seperti pada permulaan penelitian. Tujuannya untuk mengetahui apakah
ada perubahan atau tidak setelah diadakannya tindakan. Kalau ada, perubahannya
kearah mana.
3. Observasi
Observasi atau pengamatan penelitian, dilakukan oleh kolaborator, testee, yaitu
siswa yang diteliti dan peneliti sendiri. Kolaborator mengamati setiap pertemuan
dan mencatat atau mengisi lembar pengamatan yang disediakan peneliti. Siswa
bersama guru (peneliti) melaksanakan pembelajaran dengan langkah-langkah
sesuai RPP yang dibuat dengan mengacu pada implementasi metode mind

18

mapping. Hasil pengamatan siswa dicatat oleh peneliti pada waktu refleksi dengan
cara tanya jawab secara lisan.
Alat observasi berupa lembar pengamatan yang diberikan kepada kolaborator
untuk diisi pada waktu mengamati jalannya pembelajaran selama penelitian. Alat
kedua berupa sejumlah pertanyaan yang dilontarkan kepada testee atau siswa pada
waktu refleksi. Lembar pengamatan dan daftar pertanyaan untuk refleksi dapat
dilihat pada lampiran.
4. Refleksi
Refleksi dengan siswa dilakukan di kelas. Caranya, dengan tanya jawab langsung
dengan siswa, seputar implementasi metode mind mapping yang baru dilksanakan.
Untuk memperlancar refleksi, peneliti menyiapkan sejumlah pertanyaan yang akan
dilontarkan kepada siswa pada waktu refleksi. Respon atau jawaban siswa, peneliti
catat sebagai hasil refleksi dengan siswa, yang akan digunakan untuk
merencanakan atau memperbaiki tindakan pada siklus kedua.
Refleksi dengan kolaborator dilakukan di kantor guru di luar jam pelajaran.
Peneliti mendiskusikan rencana siklus kedua bersama kolaborator berdasarkan
catatan hasil pengamatan kolaborator dan peneliti sendiri serta mempertimbangkan
hasil refleksi dengan siswa.

C. TEHNIK PENGUMPULAN DATA


Data penelitian dikumpulkan melalui :
1. Pengamatan pembelajaran sebelum penelitian, yang terasa begitu berat dalam
mengajarkan writing di kelas I AV2 SMK Negeri 2 Panyabungan.
2. Pengisian angket oleh siswa sebelum dan sesudah penelitian dilakukan.

19

3. Pengisian lembar pengamatan proses pembelajaran selama penelitian oleh


kolaborator dan peneliti sendiri.
4. Melalui tes (pretes dan postes) materi penelitian sebelum dan sesudah tindakan
dilakukan.
5. Tanya jawab langsung dengan siswa pada waktu refleksi sesudah proses
pembelajaran dengan tindakan dilaksanakan.
6. Diskusi dengan kolaborator untuk merencanakan langkah-langkah siklus kedua.

B. TEHNIK ANALISIS DATA


Analisis data penelitian dilakukan dengan tehnik analisis deskriptif.

C. KRITERIA KEBERHASiLAN TINDAKAN


Berdasarkan tujuan penelitian yang pertama yaitu meningkatkan minat belajar
Bahasa Inggris siswa, apabila ada peningkatan minat berdasarkan hasil angket sebelum
dan sesudah penelitian dilakukan, maka tindakan dianggap berhasil.
Berdasarkan tujuan kedua, meningkatkan kompetensi dan prestasi writing siswa,
apabila ada peningkatan hasil atau prestasi atau nilai berdasarkan hasil pretes dan
postes penelitian yang dilaksanakan. Atau menurut St Singgih (1998) apabila 85%
siswa berhasil mencapai nilai KKM (70), pada waktu postes materi penelitian, maka
tindakan dianggap berhasil (Singgih St, 1998 : ...).
Dan untuk tujuan ketiga, mengetahui bagaimana respon siswa terhadap
implementasi metode mind mapping dalam pembelajaran aspek writing, apabila
berdasarkan pengamatan oleh kolaborator dan peneliti, siswa nampak suka dengan
metode mind mapping ini, siswa tidak lagi menghindari pembelajaran dengan berbagai

20

alasan seperti dikemukakan dalam latar belakang masalah, serta refleksi dengan siswa,
menunjukkan respon yang positif, maka tindakan dianggap berhasil.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
1. Siklus Pertama
a. Perencanaan
Pada siklus pertama, proses pembelajaran direncanakan dilaksanakan dalam 8
kali pertemuan seperti dalam jadwal kegiatan penelitian berikut :
No

Tanggal

Juml

Kegiatan Pembelajaran

21

Keterangan

1
2
3

14-1-15
17-1-15
21-1-15

jam
2
2

Pengisian agket dan pretes


Pengenalan metode mind mapping dan implementa-

Klasikal
Klasikal

sinya dalam pembelajaran descriptive text. Ada PR


Mempelajari pola klimat dalam descriptive text :

Klasikal dan

Simple Present Tense dan latihhan membuat

berpasangan
Tugas

24-1-15

kalimatnya dikaitkan dengan tema Hobby.


Pembentukan kelompok untuk mengerjakan latihan

04-02-15

soal yang mendukung penulisan descriptive text.


kelompok
Membuat mind mapping untuk menulis deskripsi Tugas

07-02-15

dilanjutkan penulisan deskripsinya.


Membahas tugas kelompok dan mengerjakan tugas

kelompok
Klasikal dan

11-02-15

berikutnya .
Ulangan Harian writing dengan metode mind

tugas kel.
Ulangan

14-02-15

mapping.
Refleksi dengan siswa dan persiapan kegiatan

individu
Klasikal

siklus kedua
Semua kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana tersebut di atas.

b. Pelaksanaan
Pertemuan pertama : Proses pembelajaran dilakukan seperti biasanya.
Diawali dengan pemberian motivasi, apersepsi dan penyampaian tujuan belajar
hari itu. Kemudian sebelum tindakan dilaksanakan, kepada siswa dibagikan
angket yang harus diisi dengan jujur. Agar supaya benar-benar jujur, identitas
siswa tidak perlu dicantumkan. Dengan asumsi, kalau nama siswa
dicantumkan, siswa akan kurang leluasa dalam mengisi angket, karena takut
akan mempengaruhi nilai Bahasa Inggris mereka. Sedang kalau tanpa nama,
siswa akan lebih leluasa dalam mengisi angket sesuai dengan kenyataan.
Setelah pengisian angket selesai, lalu dikumpulkan. Ketika menyerahkan
angket, kebanyakan siswa memilih diletakkan di bawah, supaya tidak

22

kelihatan. Hasil angket sebelum tindakan dilaksanakan : dari 35 siswa, ada 3


siswa yang sangat berminat terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris dengan
skor 33, 34 dan 35. Yang berminat ada 20 siswa, dengan skor mulai dari 25
sampai dengan 32. Yang kurang berminat ada 11 siswa dengan skor 21, 22, dan
23. Dan yang tidak berminat ada 1 siswa dengan skor 16.
Setelah angket dikumpulkan, lalu dibagikan soal pretes dengan diberikan
penjelasan seperlunya. Topik dalam soal, semuanya sudah diberikan Soal
pretes sama dengan soal postes seperti di bawah ini :

PRETEST & POSTEST (WRITING TEST)


Write a description about the topics below. Please choose one of
them or you can creat by your selves. Untuk postest ditambah
Make the mind mapping before writing.
My Family
My School
My Hobby / Hobbies
My Best Friend /Friends
My Bag / My Hand Phone or
Up to you

Hasil pretes adalah sebagai berikut : dari 35 siswa, satu siswa mendapat nilai
85, dua siswa mendapat 83, dua siswa mendapat 81, delapan siswa mendapat
79, tiga siswa mendapat 77, tujuh siswa mendapat 76, dua siswa mendapat 75 ,
enam siswa mendapat 73, dua siswa mendapat 66 dan dua siswa mendapat nilai
62. Berarti ada empat siswa yang belum mencapai nilai KKM. Kepada keempat
siswa tersebut diminta memperbaiki atau membuat deskripsi yang lain di
rumah, setelah deskripsi sebelumnya dibahas. Perbaikan dapat dikumpulkan
pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan kedua : Setelah diberi motivasi, apersepsi dan disampaikan tujuan
pelajaran hari itu, kemudian diperkenalkan metode mind mapping. Di sini

23

dijelaskan tentang apa itu metode mind mapping, kegunaannya, aturanaturannya serta cara pembuatannya. Semua siswa nampak tertarik dan
memperhatikan ketika metode baru ini diperkenalkan. Mungkin karena
sebelumnya belum pernah diperkenalkan suatu metode, atau karena ada
kolaborator atau karena metodenya memang menarik bagi mereka. Yang
penting, pada langkah pertama ini sudah kelihatan ada perubahan yang positif
pada siswa.

Lalu diikuti dengan implementasi metode tersebut dalam

mempelajari descriptive text yang sudah pernah dipelajari dalam pembelajaran


aspek reading. Di sini siswa juga nampak aktif menjawab pertanyaanpertanyaan peneliti. Apalagi dalam mereview materi yang lalu itu, peneliti
berusaha melibatkan sebanyak-banyaknya siswa, dengan memanggil namanama siswa dari segala penjuru kelas, walaupun mereka masih banyak yang
diam dan yang menjawab hanya siswa-siswa yang pandai saja. Di akhir
pembelajaran, siswa diberi tugas rumah (PR), mencari teks lain yang berbentuk
deskriptif.
Pertemuan ketiga : Setelah diberi motivasi, apersepsi dan disampaikan tujuan
pembelajaran hari itu, siswa diminta mengeluarkan PRnya kemarin. Setelah
diperiksa, ada yang sudah benar, ada yang keliru dengan report, ada yang belum
menemukan dan ada yang belum mencari. Setelah itu siswa diajak meneliti pola
kalimat yang terdapat dalam descriptive text. Yaitu pola kalimat Simple Present
Tense. Lalu diterangkan pola-pola kalimat tersebut beserta contohnya Dalam
memberikan contoh, peneliti selalu melibatkan siswa untuk menarik
perhatiannya. Lalu siswa diminta berlatih membuat kalimat yang dikaitkan
dengan tema HOBBY dan boleh dikerjakan bersama teman satu meja. Di

24

akhir pelajaran diberi PR : menulis 5 macam hobi dalam Bahasa Inggris dan
Indonesia.
Pertemuan keempat : Setelah dilaksanakan kegiatan awal pembelajaran
seperti biasa, peneliti mengumumkan 9 siswa yang meraih nilai pretes tertinggi.
Kesembilan siswa diminta maju kedepan dan satu persatu diminta memilih satu
persatu teman yang akan dijadikan anggota kelompoknya. Siswa yang dipilih
langsung diminta maju kedepan, berdiri di belakang ketuanya. Kesempatan
memilih dibuat sama, satu persatu, supaya adil. Setelah semua kelompok
terbentuk, semua siswa diminta duduk satu meja bersama kelompoknya.
Kepada masing-masing kelompok, lalu dibagikan LKS yang harus dikerjakan
bersama kelompoknya. Tujuan diadakannya belajar kelompok adalah supaya
siswa yang lemah bisa tertolong oleh siswa yang

pandai. Dan juga dapat

meringankan tugas guru (peneliti). LKS terlampir. Setelah selesai, LKS


dikumpulkan untuk dinilai.
Pertemuan kelima : Pada pertemuan ini dilaksanakan pembelajaran writing
dengan metode mind mapping. Mula-mula peneliti memberikan contoh cara
menulis dengan menggunakan metode mind mapping. Dengan bertanya tentang
hobi kepada seorang siswa, peneliti menuliskan kata kuncinya pada mind
mapping yang akan dibuat deskripsinya berdasarkan jawaban siswa tersebut.
Judul ditulis di tengah dan penjelasnya ditulis di sekelilingnya sesuai arah
jarum jam. Setelah mind mapping jadi /cukup, lalu ditulis deskripsinya. Siswa
mengikuti dengan baik. Lalu peneliti memberi waktu kepada siswa untuk
menanyakan yang kurang jelas. Kemudian peneliti menawarkan latihannya
akan dikerjakan sendiri-sendiri atau kelompok? Kebanyakan memilih

25

kelompok, lalu siswa dipersilahkan berkumpul dengan kelompoknya masingmasing untuk menulis deskripsi yang diawali dengan pembuatan mind mapping
seperti yang baru dicontohkan. Pekerjaan yang selesai dikumpulkan dan yang
belum (2 kelompok) dilanjutkan di rumah.
Pertemuan keenam : Pada pertemuan ini dibahas semua tugas kelompok yang
dikerjakan pada pertemuan sebelumnya. Untuk mind mapping kebanyakan
sudah benar, tapi untuk karangan, ada yang sudah baik, tapi kebanyakan masih
perlu diperbaiki. Kebanyakan kesalahan terdapat pada grammar dan pemilihan
kosa kata. Lalu diulas lagi grammarnya, dan pilihan kata yang benar. Setelah itu
diberi tugas lagi, karena masih banyak yang salah. Tugas dikerjakan dalam
kelompok lagi, dikumpulkan dan dinilai berdasarkan pedoman penilaian seperti
pretes. Hasilnya : satu kelompok mendapat nilai 89, dua kelompok mendapat
nilai 82, dua kelompok mendapat nilai 80, satu kelompok mendapat nilai 78,
satu kelompok mendapat nilai 74, satu kelompok mendapat nilai 72 dan satu
kelompok mendapat nilai 62. Dari 9 kelompok, ada 1 kelompok yang belum
mencapai nilai KKM (70). Untuk kelompok ini diminta memperbaiki di rumah
dan diserahkan pada pertemuan berikutnya. Nilai perbaikan, maksimal 70, =
nilai KKM.
Pertemuan ketujuh : Pada pertemuan ini diadakan ulangan harian, yang juga
berfungsi sebagai postes siklus pertama. Soal seperti pretes dengan tambahan
mind mapping, karena sudah diperkenalkan mind mapping. Penilaiannya
berdasarkan pedoman penilaian yang menyeluruh seperti dalam lampiran, mind
mapping juga dinilai. Hasilnya adalah sebagai berikut : Untuk ulangan harian
pada siklus 1, hasilnya : satu siswa mendapat nilai 90, dua siswa mendapat nilai

26

87, dua siswa mendapat nilai 85, delapan siswa mendapat nilai 82, tiga siswa
mendapat nilai 80, enam siswa mendapat nilai 76, dua siswa mendapat nilai 75,
empat siswa mendapat nilai 74, tiga siswa mendapat nilai 71, dua siswa
mendapat nilai 66 dan dua siswa mendapat nilai 62. Ada empat siswa yang
belum mencapai nilai KKM (70). Kepada siswa yang belum tuntas belajar,
diminta mengikuti program perbaikan, dengan mengulangi ulangan tersebut di
rumah dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan

kedelapan

Pada

pertemuan

ini,

setelah

pemberian

motivasi,apersepsi dan ulasan ulangan yang baru lalu, kemudian diadakan


refleksi. Peneliti mengajukan berbagai pertanyaan seputar implementasi metode
mind mapping secara lisan kepada seluruh siswa. Jawaban siswa dicatat,
sebagai pertimbangan dalam merencanakan kegiatan siklus kedua. Daftar
pertanyaan ada dalam lampiran
c. Observasi :
Observasi dilakukan oleh kolaborator (Ibu Nuraini SPd) dan peneliti sendiri
berdasarkan Lembar Pengamatan yang telah disiapkan. Adapun hasilnya adalah
sebagai berikut :

Hasil Pengamatan siklus Pertama :

1) Waktu pengamatan : Pertemuan 1 7 (14 Januari s/d 14 Februari 2015).


2) Tempat pelaksanaan : Ruang kelas I AV2 SMK Negeri 2 Panyabungan.
3) Catatan Pelaksanaan :

a. Siswa :
1) Secara umum seluruh siswa mengikuti pelajaran dengan baik dan tertib.
2) Sebagian besar siswa nampak tertarik dengan metode, materi dan cara
penyampaian materi yang lain dari biasanya. Siswa selalu dilibatkan.
3) Siswa nampak lebih senang belajar dalam kelompok.

27

b. Guru (Peneliti) :
1) Sudah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP.
2) Selalu berusaha menarik minat siswa dengan cara melibatkan banyak
siswa dalam menjelaskan materi.
3) Sudah bagus dalam membentuk kelompok belajar, sudah adil.
4) Sudah berusaha memunculkan kretifitas siswa dengan membebaskan
siswa dalam memberi nama kelompok, memilih kertas dan ukurannya,
serta pewarnaan dalam pembuatan mind mapping.
c. Sarana dan Prasarana Sekolah :
1) Untuk penerangan, kurang, banyak lampu yang mati, sehingga pada
waktu mendung pembelajaran di kelas kurang terang.
2) Stop

kontak

di

kelas

ini

tidak

berfungsi

sehingga

tidak

dapat

menggunakan media elektronik.


d.

Kejadian-kejadian :

1)

Pada pertemuan keempat, ada 1 kelompok siswa laki-laki yang ramai,


ternyata mereka belum dapat menentukan nama kelompoknya,
karena

keempat anggotanya menginginkan nama usulannya

dipakai. Akhirnya guru menengahi dengan memanggil seorang siswa


perempuan untuk mengundi nama-nama yang diusulkan. Peristiwa
ini menarik perhatian semua siswa dan guru di kelas itu.
2)

Pada pertemuan keempat pula, ada instruksi yang lupa disampaikan,


sehingga disampaikan pada waktu siswa sedang asyik mengerjakan
tugas

kelompok,

menurut

kolaborator

hal

ini

mengganggu

konsentrasi siswa.

e.

Penilaian Proses :
1) Secara keseluruhan proses pembelajaran pada siklus 1 sudah
cukup baik,

28

2) Topiknya terlalu luas, dalam siklus 1 nampak ada 3 topik yang


dipelajari yaitu School Life, Family Life dan Hobbies.
Sebaiknya 1 topik saja
f.

Saran-saran :
1) Semua

instruksi

hendaknya

disampaikan

sebelum

siswa

mengerjakan tugas.
2) Setelah memberi instruksi hendaknya dicek, apakah instruksi itu
sudah dipahami oleh siswa secara keseluruhan, dengan bertanya
kepada siswa.
3) Untuk topic, hendaknya tidak terlalu luas, 1 KD cukup 1 topik saja.
Kolaborator
Nuraini SPd

d. Refleksi :
Hasil refleksi dengan siswa dan kolaborator pada siklus pertama adalah :
1) Kebanyakan siswa kenal metode mind mapping sejak semester 1.
2) Yang pertama kali memperkenalkan adalah guru IPS
3) Kebanyakan siswa menyukai metode ini dan ada yang biasa saja.
4) Kebanyakan siswa mengatakan mind mapping dapat mempermudah
penulisan, tapi 1 siswa mengatakan tambah pusing..
5) Yang menarik dari mind mapping adalah gambar, warna dan pembuatannya.
6) Kebanyakan siswa menyukai belajar kelompok, karena bisa bekerjasama dan
tugas jadi ringan. Yang suka individu, alasannya teman-temannya tidak mau
bekerja.
7) Peneliti merencanakan untuk ulangan pada siklus 2 nanti, Kertas disediakan
oleh peneliti supaya sama ukurannya dan kolaborator menyetujui.

29

2. Siklus kedua
a

Perencanaan
Siklus kedua direncanakan dilaksanakan dalam 7 kali pertemuan. Langkahlangkahnya tetap sama, hanya ada penekanan tindakan seperti siswa yang
mengatakan dengan mind mapping tambah pusing didekati dan dibimbing
tersendiri. Waktu kerja kelompok lebih dipantau lagi supaya tidak ada siswa yang
tidak mau bekerja lagi. Kertas ulangan disediakan oleh peneliti. Adapun jadwal
kegiatannya adalah sebagai berikut :
No Tanggal

Juml

Kegiatan Pembelajaran

Keterangan

jam

1.
2.

18-2-15
21-2-15

2
2

Pretes materi penelitian (procedure text)


Mempelajari kosakata yang berhubungan

Di kelas
Penilaian

dengan teks & mempraktekan berdasarkan Proses (in


3.

28-2-15

instruksi, lalu mengerjakan latihan


pairs)
Menjelaskan struktur generik, fungsi sosial Penilaian
dan ciri-ciri lain dari teks dan menuliskan Proses,
kembali procedure text dalam bentuk PR : tugas

4.

12-3-15

kolom-kolom berdasar bacaan dan gambar kel 4 orang


Membahas PR (tugas kelompok) dan (Tugas kel)
mengerjakan tugas selanjutnya (membuat & dibahas

5.

16-3-15

procedure text dengan mind mapping)


Ulangan menulis procedure text dengan Penilaian

19-3-15

metode mind mapping


individu
Refleksi dengan siswa dan kolaborator di Di luar & di

depan kelas dan Pengisian angket kedua.


Ulangan & Pengisian angket susulan

23-3-15

30

dalam kelas
Bagi yg blm

b Pelaksanaan
Pada pertemuan pertama siklus ke 2, langsung diberikan pretes membuat
procedure text. Siswa diminta menulis prosedur cara memasak atau membuat
minuman dalam Bahasa Inggris. Metode yang baru dipelajari (metode mind
mapping) juga diingatkan supaya digunakan untuk mempermudah penulisan.
Langkah-langkah pembelajaran Three phase techniques juga tetap dilakukan.
Pada pertemuan kedua, diberikan 10 kosakata yang berkaitan dengan teks yang
akan dipelajari, siswa diminta mencari artinya di kamus. Kemudian kata-kata
tersebut dibuat kalimat imperative, dan dicoba untuk dipraktekkan. Kemudian
mengerjakan soal latihan yang menyertainya secara berpasangan (mencari kata
kerjanya). Juga soal-soal reading diberikan untuk mempermudah menulis.
Pada pertemuan ketiga, pembelajaran klasikal menjelaskan tentang apa itu
procedure text beserta contoh dan retorikanya. Ciri-ciri umumnya, seperti jenis
kalimat yang digunakan, kata sambung yang biasa digunakan, pola kalimat yang
digunakan yang berkaitan dengan procedure text. Kemudian siswa diberi tugas
kelompok untuk menulis prosedur cara membuat teh berdasarkan gambar yang
diberikan dan didahului dengan membuat mind mappingnya. Setelah selesai
dikumpulkan.
Pertemuan keempat membahas tugas kelompok yang baru lalu.Untuk materi ini
relatif lebih mudah, sehingga kesalahan yang diperbuat siswapun relatif lebih
sedikit. Selain itu, juga karena sudah mempunyai pengalaman pada siklus
pertama. Kesalahan yang masih terjadi adalah kesalahan grammar dan kurang
tepat dalam menggunakan kosakata. Setelah semua dibahas, tugas kelompok

31

selanjutnya adalah membuat procedure lagi, dengan judul How to make jelly.
Selain dibuat mind mappingnya juga digambar prosesnya. Boleh diwarnai
sebagus mungkin.
Pada pertemuan kelima diadakan evaluasi atau ulangan harian. Ulangan ini
ulangan individu, kertas disediakan peneliti, siswa cukup membawa alat tulis dan
pewarna saja. Tugasnya adalah menulis prosedur memasak atau membuat
minuman seperti pada pretes. Hasilnya adalah : tiga siswa mendapat nilai 90, dua
siswa mendapat nilai 89, dua siswa mendapat nilai 85, delapan siswa mendapat
nilai 83, tiga siswa mendapat nilai 80, lima siswa mendapat nilai 78, dua siswa
mendapat nilai 75, dua siswa mendapat nilai 73, tiga siswa mendapat nilai 72,
dua siswa mendapat nilai 71 dan tiga siswa mendapat nilai 65. Masih ada 3 siswa
yang belum mencapai nilai KKM (70). Kepada 3 siswa yang belum tuntas
belajar, diminta mengikuti program perbaikan, dengan mengulangi ulangan
tersebut di rumah.
Pada pertemuan keenam, setelah evaluasi, kini tiba saatnya untuk refleksi.
Refleksi kali ini dilakukan di luar kelas supaya lebih santai, suasana lebih rileks
dan tidak membosankan. Anak laki-laki duduk di bangku taman di depan kelas
dan anak perempuan duduk di bangku di depan kelas. Guru dan kolaborator
berdiri diantara mereka. Guru mulai bertanya, siswa menjawab. Jawaban siswa
dicatat. Setelah refleksi selesai, siswa diminta masuk ke dalam kelas. Kegiatan
selanjutnya adalah pengisian angket kedua. Setelah selesai dikumpulkan. Sisa
waktunya digunakan untuk ngobrol seputar penelitian..
Pada pertemuan ketujuh diadakan ulangan susulan dan pengisian angket
susulan bagi yang belum ulangan dan mengisi angket.. Supaya tidak terganggu,

32

ulangan dan pengisian angket dilakukan di perpustakaan sekolah. Setelah selesai


dikumpulkan dan penelitian selesai. Selanjutnya pelajaran biasa di luar
penelitian.
c

Observasi atau Pengamatan


Observasi dilakukan oleh kolaborator dan peneliti pada setiap pertemuan. Yang
penting adalah mencatat kejadian-kejadian penting, penilaian proses dan saran.
Hasilnya adalah :

Hasil Pengamatan siklus Kedua :

1) Waktu pengamatan : Pertemuan 1 7 (19 Februari - 23 Maret 2015).


2) Tempat pelaksanaan : Ruang Kelas I AV2.
3) Catatan Pelaksanaan :
a. Siswa :
-

Siswa melaksanakan tugas dengan baik, kelas terkendali, tertib dan lancar.

Siswa nampak menikmati pembelajaran dengan metode ini, terbukti lebih


banyak siswa yang membawa pewarna lebih banyak daripada sebelumnya.

b. Guru :
-

Sudah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran dengan lebih baik.

Dapat mengendalikan kelas, pembelajaran berjalan dengan baik dan


menyenangkan.

c. Sarana dan prasarana sekolah :


-

Masih seperti sebelumnya, tetapi sudah cukup.

d. Kejadian-kejadian :
-

Kesenangan bagi siswa yang suka menggambar bertambah karena materi


yang kedua ini memerlukan gambar-gambar untuk memperjelas teks.

Bagi yang kurang terampil menggambar, mereka juga terlihat kreatifitasnya


dengan mengguntingi gambar-gambar dari bungkus supermi, lalu ditempelkan
di kertas pekerjaannya. Bagus-bagus hasilnya.

e. Penilaian proses :
-

Proses pembelajaran pada siklus 2 lebih baik dan lebih sempurna dari pada

33

siklus pertama.
f.

Saran :

Teruskan gunakan metode ini, termasuk untuk aspek atau kompetensi yang
lain.
Kolaborator

d Refleksi
Pada akhir siklus 2 diadakan lagi refleksi dengan siswa. Hasilnya adalah :
1. Ada siswa yang suka dengan metode mind mapping, ada pula yang biasa saja.
2. Kebanyakan siswa mengatakan lebih mudah menulis dengan membuat mind
mappingnya terlebih dahulu. Sudah tidak ada yang mengatakan tambah pusing.
3. Yang menarik dari mind mapping adalah gambar, warna dan pembuatannya.
4. Belajar kelompok lebih disukai.
5. Dengan pemantauan yang lebih intensif, semua siswa sudah mau bekerja.

34

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Setelah pembelajaran dengan metode mind mapping dilaksanakan, peneliti mengambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Metode mind mapping sangat diperlukan dalam pembelajaran Bahasa Inggris
khususnya pada kompetensi writing. Dengan membuat kerangka karangan dalam
bentuk mind mapping yang dapat digambari dan diwarnai sesuka hati, dapat
memotivasi siswa untuk mengekspresikan gagasannya melalui gambar yang
beraneka ragam dan warna. Mind mapping juga dapat memunculkan ide, sehingga
mempermudah siswa dalam menulis /mengarang. Selain itu, mind mapping juga
dapat memunculkan kreatifitas, yang terlihat dari hasil karya siswa kelas I AV2
SMK Negeri 2 Panyabungan yang bagus dan menarik, diluar dugaan peneliti.
2. Implementasi metode mind mapping dalam penulisan teks monolog berbentuk
descriptive dan procedure benar-benar menarik minat siswa. Hal ini dibuktikan
dengan catatan hasil pengamatan kolaborator Nuraini SPd, guru Bahasa Inggris
SMK Negeri 2 Panyabungan, yang memberi catatan bahwa siswa sangat senang

35

atau antusias dalam mengikuti pelajaran dengan metode mind mapping. Siswa juga
sangat aktif dalam mengikuti pelajaran. Penampilan guru dan materi yang
disajikan cukup baik, mengena dan mudah diterima siswa. Pada waktu ulangan,
semua siswa terlihat asyik dalam mengerjakan tugas dan semua siswa dapat
menyelesaikan tugas itu dengan baik.
3. Berdasarkan analisis hasil ulangan pada siklus pertama, dari 35 siswa, ada 31 siswa
yang dapat mencapai nilai KKM. Berarti ketuntasan belajar klasikalnya = (31 : 35)
x 100% =

89%. Kelas dikatakan tuntas belajarnya apabila minimum 85%

siswanya dapat mencapai nilai KKM. Berarti kelas ini tuntas belajarnya. Sedang
pada siklus kedua, dari 35 siswa, ada 32 siswa yang dapat memperoleh nilai lebih
besar sama dengan nilai KKM. Ada kenaikan ketuntasan belajar sebanyak (3:35) x
100% = 6%. Daya serap siklus pertama = 70,69%, dan daya serap siklus kedua =
76%.

B. SARAN
Dari uraian dan kesimpulan di atas, peneliti menyarankan agar :
a. Guru Bahasa Inggris SMK dan SMA supaya mencoba menggunakan metode mind
mapping dalam pembelajaran kompetensi writing teks monolog. Selain menarik,
karena dapat diberi gambar-gambar dan warna-warna sekehendak pembuatnya,
juga dapat memunculkan kreatifitas siswa, memudahkan penulisan serta sesuai
pendapat Buzan, dengan memanfaatkan gambar dan teks ketika kita mencatat atau
mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam diri, maka kita telah menggunakan dua
belahan otak secara sinergis. Apalagi jika dalam peta pikiran itu, kemudian
ditambahkan warna dan hal-hal yang memperkuat emosi (Brain-Based Writing)

36

2. Para guru atau pendidik pada umumnya, juga dapat menggunakan metode ini
dalam segala kompetensi pembelajaran, karena metode ini cukup menarik, dapat
memunculkan ide dan kreatifitas, memuat berbagai metode, dan mengajak orang
untuk berpikir global. Yang juga berarti mengaktifkan otak kanan. Orang yang
berpikir dengan kedua belah otaknya (otak kanan dan otak kiri) akan memperoleh
hasil yang maksimal dalam tugas atau pekerjaannya.

DAFTAR PUSTAKA

Agustien, Helena IR. (2006) Kurikulum Bahasa Inggris SMK 2006 . Yogyakarta :
Jogja English Teachers Association.
BSNP. (2006). SK dan KD Bahasa Inggris SMK, dilengkapi : SKL. Jakarta : BSNP.
Depdiknas. (2006). Panduan Pengembangan Silabus Mata Pelajaran BAHASA
INGGRIS SMK. Jakarta : Depdiknas Dirjen Manajemen Dikdasmen Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Depdiknas. (2006). Panduan Pengembangan RPP Mata Pelajaran BAHASA INGGRIS
SMK . Jakarta : Depdiknas Dirjen Menejemen Dikdasmen Direktorat Pembinaan
SMK.
Depdiknas. (2004) Materi Pelatihan Terintegrasi BAHASA INGGRIS Buku 1. Jakarta :
Depdiknas Dirjen Dikdasmen Direktorat Pendidikan Lamjutan Pertama.
Depdiknas. (2007) Buku Saku KTSP SMK. Jakarta : Depdiknas Dirjen Menejemen

37

Dikdasmen Direktorat Pembinaan SMK.


Endang K Haris dkk. (1997). English Students Workshop SLTA Class 1. Bandung :
PT Remaja Rosda Karya.
http : // www.duniaguru.com/index.php Hernowo (2007) Brain-Based Writing
http : //www.film pendek.org/Category-29/463-Peta-Pikiran-Mind-Mapping,html
http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map
Indrotomo dkk. (2004) English On Sky 1 for Senior High School Students. Jakarta :
Erlangga.
Joko Siswanto dkk. (2005) Lets Talk Grade VII for Senior High School (SMK).
Bandung : Pakar Raya.
Kasihani, KE Suyanto dkk. (2005) English In Context 1- untuk SMK Kelas !. Jakarta :
Bumi Aksara
Logis. ( ) Buku Ajar Bahasa Inggris Kelas IX Semester 1. Solo : Pustaka Aditama.
Neuroscience Super Learning. (2006) Neuroscience Super Learning Progam BAHASA
INGGRIS Tahap 1.

38

LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. LEMBAR PENGAMATAN
1. Waktu

pengamatan

2. Tempat pelaksanaan : Ruang kelas I AV2 SMK Negeri 2 Panyabungan/

3. Catatan

Pelaksanaan

a. Siswa :

39

1) Siswa

..
2)

3) dst
b. Guru (Peneliti) :
)1

)2

)3 dst
c. Sarana dan Prasarana Sekolah :
1)

2)

3) dst
d. Kejadian-kejadian :
4)

5)

e. Penilaian Proses :
6)

7)

f.

Saran-saran :

40

8)

9)

Kolaborator
Nuraini SPd

B. ANGKET
Isilah tabel ini dengan memberi tanda silang (X) sesuai dengan pendapatmu.
Isian ini tidak ada sangkut pautnya dengan nilai Bahasa Inggris kalian. Mohon
diisi dengan jujur !

No

SS

= Sangat Setuju

= Setuju

TS

= Tidak Setuju

STS

= Sangat Tidak Setuju

Apa pendapat kalian

1
2

Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang mudah


Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang menarik

3
4
5

Saya malu kalau nilai Bahasa Inggris saya jelek.


Saya senang kalau diberi PR Bahasa Inggris
Kalau ada PR Bahasa Inggris saya selalu

mengerjakan
Saya akan bertanya kepada teman kalau menemui

kesulitan dalam Bahasa Inggris


Saya bangga kalau ada teman bertanya tentang

Bahasa Inggris Kepada saya


Saya mencoba belajar Bahasa Inggris di rumah

41

SS

TS

STS

Saya senang dengan cara mengajar guru Bahasa

10

Inggris saya
Saya setuju kalau jam pelajaran Bahasa Inggris
ditambah / ada les Bahasa Inggris di sekolah
Jumlah Isian = 36 siswa x 10 isian = 360

Keterangan : Dari 4 kategori, sekor terendah 10, sekor tertinggi 40


Sekor 33 - 40

: Sangat berminat

Sekor 17 - 24

: Kurang berminat

Sekor 25 - 32

: Berminat

Sekor 10 - 16

: Tidak berminat

C. DAFTAR PERTANYAAN REFLEKSI SIKLUS PERTAMA


1. Sejak kapan kamu kenal metode mind mapping?
2. Siapa yang memperkenalkan?
3. Sukakah kamu dengan metode mind mapping? Mengapa?
4. Apakah metode mind mapping dapat mempermudah penulisan karangan?
Mengapa?
5. Adakah sesuatu yang menarik dari metode mind mapping? Apanya?
6. Kamu lebih suka belajar sendiri atau belajar kelompok? Mengapa?

DAFTAR PERTANYAAN REFLEKSI SIKLUS KEDUA


1. Sukakah kamu dengan metode mind mapping yang baru kita lakukan?
2. Menurut pendapatmu lebih mudah mana menulis karangan dengan membuat mind
mapping dulu atau langsung ditulis?
3. Menurut pendapatmu apa yang menarik dari mind mapping?
4. Bagaimana dengan belajar kelompok, enak tidak?

42

5. Supaya semua anggota bekerja, tugas harus dibagi, semua anggota diberi tugas.
Sudahkah kalian berbagi tugas?
6. Bagaimana kalau metode ini kita terapkan pada aspek Bahasa Inggris yang lain,
misalnya untuk meringkas bacaan?

D. RPP BESERTA LKS-NYA


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(R P P1)
Nama Sekolah

: SMK Negeri 2 Panyabungan

Mata Pelajaran

: BAHASA INGGRIS

Kelas / Semester : I / 2
Standar Kompetensi

: WRITING / MENULIS

12. Mengungkapkan makna kata dalam teks tulis fungsional dan esai pendek sangat
sederhana berbentuk descriptive dan procedure untuk berinteraksi dengan
lingkungan terdekat.
Kompetensi Dasar :
12.2. Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esai pendek sederhana
dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima
untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat dalam teks berbentuk descriptive
atau procedure
Indikator : KD 12.2 :
1. Menuliskan ciri kebahasaan teks monolog berbentuk Descriptive.
2. Bersama kelompoknya, membuat tabel tentang nama- nama teman satu kelompok
dan hobinya.

43

3. Menulis kalimat-kalimat tentang hobi keempat temannya tsb.


4. Membaca description, menebak hobi dan menuliskannya dalam kalimat

dengan

benar.
5. Menulis description tentang hobi seseorang dengan Mind Mappingnya ( tugas
kelompok ).
6. Menulis description tentang hobi siswa masing-masing dengan Mind Mappingnya
( tugas individu ).
Jenis Teks

: Teks monolog berbentuk descriptive

Aspek / Skill

: Menulis

Alokasi waktu

: 8 x 40 menit ( 4 x Pertemuan )

A. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Pada akhir pembelajaran siswa dapat :
1. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang isi teks deskriptif dan generic
structurenya secara tertulis.
2. Menuliskan kata kerja yang ada di dalam teks, dan nama bentuknya
(Attributive process / Identifying process )
3. Tugas kelompok 4 siswa, membuat tabel tentang keempat nama anggota
kelompok itu dan hobi mereka.
4. Menulis 4 kalimat tentang hobi keempat temannya tsb.
5. Membaca description, menebak hobi dan menuliskannya seperti contoh.
6. Menulis description tentang hobi dengan Mind Mappingnya.
7. Menulis description dengan tema bebas/ yang sudah diajarkan (tugas individu )

44

B. MATERI PEMBELAJARAN :
Teks monolog berbentuk descriptive. Diambil dari buku LETS TALK Grade
I halaman 129, 130, 132 ( modul A )
Teks monolog berbentuk descriptive. Diambil dari buku TALK AND WRITE
Grade I halaman 47 (modul B).
Tabel anggota kelompok belajar dan hobinya masing-masing ( buku
ENGLISH IN CONTEXT 1 halaman 78 79 yang penulis modifikasi
( modul C )
Modul D yaitu modul yang peneliti buat yang peneliti ambil dari berbagai
sumber dan dimodifikasi.

C. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1 :
1. Kegiatan Awal :
a. Motivasi : Tanya jawab berbagai hal terkait dengan kondisi siswa.
b. Apersepsi : secara lisan guru mendeskripsikan gambar yang dibawanya
dan siswa diminta menebak gambar apa itu?

45

c. Penyampaian tujuan pembelajaran : Mengenal teks monolog berbentuk


descriptive.
2. Kegiatan Inti :
a. Membaca teks ( Modul A ) Buku LETS TALK Grade VII halaman 129 dan
Buku TALK AND WRITE Grade I halaman 47.
b. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang isi teks secara tertulis.
c. Mengidentifikasi ciri teks descriptive / generic structurenya.
d. Menulis kata kerja yang ada di dalam teks dan nama bentuknya
( Attributive process / Identifying process )
e. Membentuk Kelompok Belajar. Satu kelompok beranggotakan 4 siswa.
Pemilihan anggota kelompok diserahkan kepada masing-masing siswa..
f. Setelah terbentuk kelompok, 4 setiap kelompok mendiskusikan nama
kelompok yang harus diberi nama dalam Bahasa Inggris.
3. Kegiatan Penutup :
a. Menanyakan kesulitan siswa selama proses pembelajaran.
b. Menyimpulkan materi pembelajaran.
c. Menugaskan siswa untuk mencari teks berbentuk deskripsi di buku-buku teks
lain.
PERTEMUAN 2 :
1. Kegiatan Pendahuluan :
a. Motivasi : : Tanya jawab berbagai hal terkait dengan kondisi siswa.
b. Apersepsi : Tanya jawab tentang kosa kata yang berhubungan dengan topic
( Hobby ) dan mereview generic structure teks descriptive.

46

c. Penyampaian tujuan pembelajaran : Tugas kelompok, menyelesaikan tugas


( modul B )
2. Kegiatan Inti :
a. Guru memerintahkan siswa berkelompok sesuai dengan kelompok yang
sudah dibuat pada pertemuan 1.
b. Membuat tabel tentang nama-nama anggota kelompok dengan hobinya
masing-masing ( seperti contoh ) / Buku ENGLISH IN CONTEXT 1
halaman 78 ( modul B )
c. Menuliskan deskripsi tentang hobi masing-masing anggota kelompok.
d. Menulis kalimat-kalimat tentang hobi seseorang, berdasarkan deskripsi
yang diberikan, seperti contoh.
e. Menyusun kalimat acak menjadi paragraf yang akurat dan berterima.
f. Mengumpulkan hasil karyanya. Satu kelompok satu tugas.
2. Kegiatan Penutup :
a. Menanyakan kesulitan siswa selama proses pembelajaran.
b. Menyimpulkan materi pembelajaran.
c. Menugaskan kepada masing-masing siswa untuk mengidentifikasi kosa
kata beserta maknanya, yang berhubungan dengan hobinya masing-masing

PERTEMUAN 3 :
1. Kegiatan Pendahuluan :
a. Motivasi : : Tanya jawab berbagai hal terkait dengan kondisi siswa.
b. Apersepsi : Guru mendeskripsikan gambar yang dibawanya secara lesan.

47

c. Penyampaian tujuan pembelajaran.: membuat teks descriptive dengan tema


Hobby
2. Kegiatan Inti :
a. Penjelasan tentang strategi Mind Mapping.
b. Penerapan strategi Mind Mapping dalam pembelajaran.
c. Siswa diminta kembali ke kelompok seperti pertemuan yang lalu.
d. Tugas kelompok membuat mind mapping tentang hobi ( boleh hobi salah
satu anggota kelompok sesuai dengan tabel yang dibuat pada pertemuan
yang lalu ) atau yang lainnya.
e. Mendeskripsikan hobi salah satu anggota kelompok, berdasarkan Mind
Mapping yang telah dibuat.
f. Mengumpulkan hasil karya.
3. Kegiatan Penutup :
a. Refleksi : Kesan-kesan siswa terhadap strategi Mind Mapping.
b. Kesimpulan : Banyak siswa yang senang dengan strategi ini.
c. PR : Siswa diminta untuk menyiapkan 1 lembar kertas folio atau kertas
HVS atau kertas gambar serta membawa pensil warna, spidol warna atau
pastel warna dan dibawa pada pertemuan yang akan datang.

PERTEMUAN KE 4 :
1. Kegiatan Pendahuluan :
a. Motivasi : Tanya jawab berbagai hal terkait dengan kondisi siswa.
b. Apersepsi : Mengingatkan kembali persiapan menulis teks ( mengarang )
menggunakan strategi Mind Mapping.

48

c. Penyampaian tujuan pembelajaran : Tugas individu, menulis teks berbentuk


descriptive, dengan tema / judul : bebas atau yang sudah diajarkan.
Contoh : My Hobbies, My House, My School, My Close Friend,
My New Hand Phone dsb
2. Kegiatan Inti :
a. Setelah diberi petunjuk oleh guru, masing-masing siswa mengeluarkan
kertas yang sudah disiapkan dari rumah.
b. Menentukan tema atau judul karangan
c. Membuat Mind Mapping, dengan mencari kata kunci, yaitu kosa kata yang
berhubungan dengan tema / judul. Bisa dibantu dengan Question Words.
Boleh digambari dan diwarnai sekehendak siswa.
d. Menyusun karangan sesuai dengan Mind Mappingnya.
e. Mengumpulkan hasil karya.

Kegiatan Penutup :
a. Refleksi : membahas salah satu atau dua pekerjaan siswa
b. Kesimpulan : grammar / tata bahasa perlu diperdalam
c. Pengisian Angket tentang motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran
Bahasa Inggris setelah menggunakan metode Mind Mapping.

D. METODE :
1. Ceramah

2. Pemberian Tugas

3. Mind mapping

E. SUMBER BELAJAR :
Buku ENGLISH IN CONTEXT 1 halaman 78 79
Buku ENGLISH ON SKY Grade 1 halaman 70, 120 dan 124

49

Buku TALK AND WRITE Grade I halaman 47 49


Buku LETS TALK Grade I halaman 129, 130, 132
Nara sumber ( guru )
F. PENILAIAN :
1. Tehnik : Pemberian Tugas.
2. Bentuk : Porto folio
3. Instrumen : di modul.

LKS

PERTEMUAN 2 :

I. Read the text. Study the generic structure of the text.


Answer the questions that follow.
MY TIMMY
Identification :

I have some pets. However, my favorite pet is Timmy

Description :

Timmy is a male tabby cat. He is very adorable with his


soft stripes fur. He has innocent round eyes and feeble sweet
voice.He always meows when he feels hungry. Actually his voice is

50

not suitable with his giant body. When I come home, he usually
gives me a kiss.
Timmy is a nice playmate. Im happy to spend my time with
him. Most of the time, hes a good boy. Its almost impossible for
me to be angry at him. In the morning, he always wakes up early.
When he wakes up earlier, he waits quietly by my bedside until I
wake up. (Lets Talk Grade VII halaman 129 130)
Questions A :
1. What is the purpose of the text ? To describe something or to entertain
the readers ?
2. What kind of text is it, a descriptive or narrative text ?
How do you know ?
Questions B :
1. Who is Timmy ?
2. What is his characteristic ?
3. What does he do when he wakes up earlier ?
4. When does he usually gives a kiss to the writer ?
5. Why is the writer almost impossible to be angry at his cat ?
II. Read this text and answer the questions below !
Mr Fred has a house in a village. It is a two story house.
The first story has three bedrooms, a diningroom, a livingroom, a kitchen
and two bathrooms. There is a car in the garage beside the house.
The second story has two bedrooms, a diningroom, a bathroom and a
balcony. Mr Freds house is big and beautiful. There is a garden in front of

51

it. (Talk and Write Grade I halaman 47).


3. Where is Mr Freds house ?
4. How many stories does the house have ?
5. Identify the generic structure of the text by rewriting the sentences !
a. Identification :
..
b. Description 1 :

c.Description 2 :
..
a. Description 3 :
..

3.

Rewrite the verbs in the text and name what form each of them is.
a.Attributuve process : ..
b. Identifying process :

LKS PERTEMUAN 4 :
I. Make a table of the members of your group and their hobbies as the example !
Hobbies
Listening to the music

Adi
X

52

II.Write sentences about your friends hobbies !


Example : 1. Adi likes listening to the music
1.
2. .
3. .
4. .
III. Read these descriptions, and guess what their hobbies are !
Example : Andreta has some books of recipes.
Your sentence : Her hobby is cooking or She likes cooking.
1. His favourite athletes are Ronaldo and David Beckham.
.
2. He goes to the library every day.
.........................................................................................................................
3. Dody bought a box of shuttlecocks the day before yesterday.
.
4. Yuni has all kinds of stamps.
.
5. He never misses any music concerts in his town.
.
IV. Arrange the sentences into a proper descriptive text !
Watching TV as a Hobby
1. People can relax when they watch TV.

53

2. They watch films, music, news and many other things.


3. However watching TV too much is not healthy because people do not move
much.
4. People like watching TV, especially on Sundays.
5. It provides people with the latest information and entertainment.
6. They enjoy a lot of programs on TV.
7. It benefits people.
8. They become passive. (English On Sky 1 halaman 124 dimodifikasi)

LKS

PERTEMUAN 5 :

I. Guru menjelaskan metode Mind Mapping. Kemudian menerapkannya dalam


Pembelajaran Writing bersama dengan siswa.

54

CONTOH MIND MAPPING

II. Pemberian Tugas Writing :


In group, creat a description
Describe one of the members hobby / hobbies in your group. And make
the Mind Mapping ! (1 group makes 1 paper)
III Submit your paper to your teacher !

LKS

PERTEMUAN 6 :

Study the following examples ! (English On Sky 1 halaman 120 dimodifikasi)

1. Hello, my name is Fauzan. I like swimming. It is very good for my health. I go


swimming in a swimmingpool near my house. I swim with my classmates

55

Mike(42)

Dessy(36)

Antonio(15)

Mita(12)

2. There are four people in Mr Mikes family. .Mr Mike has two children : one son
and one daughter. Mita is his daughter, and Antonio is his son. .Mita is twelve
years old. And Antonio is fifteen years old. Mr Mikes wife is Dessy. She is thirty
six years old. (English On Sky 1 halaman 70 dimodifikasi)

3. Hello, friends. Id like to tell you about my mom. She is a teacher at a junior high
school. You know she teaches Biology.She works until one or two oclock in
the afternoon. Her students like her. She is very patient to her students. Well, she
explain the lessons clearly. We all agree she is a very good teacher. (Lets Talk
Grade I halaman 95)

Group Task (Tugas Kelompok):


Take your paper and write a monolog descriptive text.

56

a. Theme : up to you. For examples : My Hobby / Hobbies, My Family, My


School, My Favorite Food etc.
b. Make the Mind Mapping before writing. You can also give pictures on it and color
it as you like.
c. Then write a description based on the Mind Mapping.

PEDOMAN PENILAIAN
UNTUK LKS PERTEMUAN 2 :
I. * Menulis 4 macam hobi. Tiap hobi benar, sekornya 3
* 4 hobi benar, skornya

= 12

II. Setiap nomor, skor maksimumnya 2.


Jumlah soal ada 4, jadi jumlah sekor maksimumnya

= 8

III. Setiap nomer, skor maksimumnya 2


Jumlah soal ada 5, jadi jumlah sekor maksimumnya
IV. * Untuk judul, skor maksimumnya 2

= 10
= 2

* Untuk bentuk, skor maksimumnya 2

= 2

* Ada 8 kalimat, untuk setiap kalimat benar, skor maksimum 2


Jadi skor maksimum untuk menyusun paragraf dengan benar = 16
Jumlah skor keseluruhan (I + II + III + IV) = 12 + 8 + 10 + 2 + 2 + 16 = 50
Jumlah Nilai maksimum = jumlah skor keseluruhan X 2 = 50 X 2

57

= 100

RUBRIK PENILAIAN UNTUK WRITING


LKS PERTEMUAN 5 DAN 6
PENILAIAN :
I. KESESUAIAN MIND MAPPING ( 30% ) :

jika Mind Mapping benar, bentuk dan warnanya menarik, nilainya : 30 --- 26

jika ada sedikit kesalahan, bentuk dan warnanya menarik, nilainya : 25 --- 21

jika hanya benar separo, nilainya : 21 --- 17

jika benar kurang dari separo / tidak konsisten, nilainya : 16--- 0

II. KESESUAIAN LANGKAH RETORIKA ( 25% ) :

jika judul, bentuk dan isi paragrafnya benar, nilainya : 25 - 23

jika ada 1 kesalahan dari ketiga unsur diatas, nilainya : 22 - 20

jika ada 2 kesalahan dari ketiga unsur diatas, nilainya : 19 - 16

jika ketiga unsur di atas salah /tidak bisa dipahami sama sekali, baik bentuk teks
maupun penataannya, nilainya : 15 --- 0

III. KESESUAIAN TATA BAHASA ( 25 % ) :

Bahasa yang digunakan sangat sesuai dengan bentuk teks, nilainya : 25 --- 22

Bahasa yang digunakan umumnya sesuai dengan teks, nilainya : 21 --- 18

Bahasa yang digunakan tidak konsisten dengan bentuk teks, nilainya : 17 -- 14

Bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan bentuk teks, nilainya : 13 --- 0

IV. KELAYAKAN EJAAN ( 20 % ) :

Ejaan / tulisan benar 100%, nilainya : 20 --- 18

Ejaan / tulisan benar 80%, nilainya : 17 --- 15


58

Ejaan / tulisan benar 60%, nilainya : 14 --- 12

Ejaan / tulisan benar, kurang dari 60%, nilainya : 11 --- 0

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(R P P2)
Nama Sekolah

: SMK Negeri 2 Panyabungan

Mata Pelajaran

: BAHASA INGGRIS

Kelas / Semester

: I/2

Standar Kompetensi : WRITING / MENULIS


12. Mengungkapkan makna kata dalam teks tulis fungsional dan esai pendek sangat seder
hana berbentuk descriptive dan procedure untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.
Kompetensi Dasar

12.2. Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esai pendek sederhana dengan
menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi
dengan lingkungan terdekat dalam teks berbentuk descriptive atau procedure.
Indikator

: KD 12.2 :

1. Menuliskan ciri kebahasaan teks monolog berbentuk procedure.


2. Menulis kalimat-kalimat imperative.
3. Menulis procedure dalam bentuk lain.
4. Membuat mind mapping dan prosedur cara membuat masakan atau minuman.
Jenis Teks

: Teks monolog berbentuk procedure

Aspek / Skill

: Menulis

Alokasi waktu

: 6 x 40 menit ( 3 x Pertemuan )

59

A. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Pada akhir pembelajaran siswa dapat :
1. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Procedure Text dengan benar.
2. Menuliskan kembali Procedure Text dalam bentuk yang lain berdasarkan teks yang
diberikan dengan benar.
3. Menuliskan kembali Procedure Text dalam bentuk yang lain berdasarkan gambar
yang diberikan dengan benar.
4. Secara berkelompok memilih menu masakan dan membuat mind mapping beserta
cara pembuatannya dengan benar.
5. Secara individu memilih menu masakan dan membuat mind mapping beserta cara
pembuatannya dengan benar

B.MATERI PEMBELAJARAN :
Teks monolog berbentuk Procedure . Diambil dari buku Buku Ajarhal 7-8.
Latihan Soal yang diambil dari buku Buku Ajarhal 13, 15, 17.
Mind mapping pembuatan masakan atau minuman (kreasi peneliti terlampir)

C. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1 :
1. Kegiatan Pendahuluan :
a. Motivasi : : Tanya jawab berbagai hal terkait dengan kondisi siswa.
b. Apersepsi : Guru bertanya siapa yang suka memasak? Bagaimana caranya?
c. Penyampaian tujuan pembelajaran.: mengenal teks procedure

60

2. Kegiatan Inti :
a. Membahas kosa kata terkait teks.
b. Melaksanakan instruksi guru bagaimana cara meraut pensil.
c. Mengerjakan latihan tentang procedure text.
3. Kegiatan Penutup :
a. Menanyakan kalau ada hal yang belum jelas dari materi yang baru dipelajari.
b. Mengecek pemahaman siswa dengan bertanya kepada siswa yang lemah.
c. Memberi PR : Mencari teks prosedur yang lain.

PERTEMUAN 2 :
1. Kegiatan Pendahuluan :
a. Motivasi : : Tanya jawab berbagai hal terkait dengan kondisi siswa.
b. Apersepsi : Menunjukkan teks dan menanyakan jenis teks apa itu.
c. Penyampaian tujuan pembelajaran.: menulis teks procedure
2. Kegiatan Inti :
a. Membahas PR (semua teks yang dibawa siswa benar, teks procedure
b. Mempelajari cirri-ciri procedure text.
c. Menulis kembali teks prosedur dalam bentuk lain berdasarkan wacana.
d. Menulis kembali teks prosedur dalam bentuk lain berdasarkan gambar.
3. Kegiatan Penutup :
a. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang kurang jelas.
b. Mengecek pemahaman siswa dengan bertanya kepada siswa yang lemah
c. Memberi tugas supaya membuat mind mapping untuk menulis procedure text.

61

PERTEMUAN 3 :
1. Kegiatan Pendahuluan :
a. Motivasi : Tanya jawab berbagai hal terkait dengan kondisi siswa.
b. Tujuan pembelajaran : menulis procedure text dengan metode mind mapping.
2. Kegiatan Inti :
a. Membahas PR : siswa diminta mengeluarkan PRnya (membuat mind mapping)
dan guru memeriksanya satu persatu.
b. Mengomentari mind mapping siswa. Siswa membetulkan yang salah.
c. Guru memberi contoh membuat mind mapping di papan tulis dengan melibatkan
siswa.
d. Bersama siswa mengembangkan mind mapping tersebut menjadi teks prosedur.
e. Memberi tugas kelompok membuat mind mapping beserta teks prosedurnya.
3. Kegiatan Akhir :
a. Memberi kesempatan bertanya untuk materi yang baru dipelajari.
b. Mengecek pemahaman siswa dengan bertanya kepada siswa yang kuat dan
yang lemah.

D. METODE :
1. Ceramah

2. Pemberian Tugas

3. Mind mapping

E. SUMBER BELAJAR :
1. Buku Ajar Bahasa Inggris I halaman 7, 8, 13, 15, 17.
2. Hand out Kurikulum Bahasa Inggris SMK 2006 (Helena) halaman 3.
3. Mind mapping buatan guru.

62

F. PENILAIAN HASIL BELAJAR :


1. Tehnik : Pemberian Tugas.
2. Bentuk : Porto folio
3. Instrumen : di LKS.

LKS UNTUK PERTEMUAN 1 SIKLUS 2

PRETEST & POSTEST (WRITING TEST)


Write a procedure text about the topics below. Please choose one of
them or you can creat by your selves. Make the mind mapping before
writing.
Making Fried Rice
Cooking Soup
Making omelette
Making Fruits Rujak
Making Fruits Juice
Up to you

LKS UNTUK PERTEMUAN 2 SIKLUS 2


Now look up your dictionaries to find these words!
1. sharpen

: meruncingkan

6. goal

2. blunt

: .

7. whether

63

:
:.

3. twist

: .

4. sharp

8. clockwise :

: .

5. hole

9. carefully : .

: .

10. pull out : .

Look at the following text!


Do you have a blunt pencil? Take it and do an action with your
teacher !
The goal

: How to sharpen a pencil

You need

: a blunt of pencil, a pencil sharpener and a sheet of tissue.

You do

1. Take a pencil.
2. Check it whether it is blunt or not.
3. Take a pencil sharpener.Insert the pencil into the hole of the pencil
sharpener.
4. Twist the pencil clockwise carefully.
5. Pull out the pencil.
6. Check it whether it is already sharp or not.
7. Clean up the mess withtissue.

Read the text below and do the exercise.


How to make milk avo
Materials : avocadoes, 1 sachet of chocolate milk,a glass of water
and 3 tables
spoon of sugar.
Tools
Steps

: knife, spoon, blender, glass and drinking straw.


: First cut the avocadoes into halves and take out the seed.

64

Scond
pick the avocadoes flesh with spoon. Put them into the
blender, pour
the sugar, and water too. Third blend them well for two
minutes.
Fourth pour the juice into the glass and give some chocolate
milk on
it. Milk Avo is ready for you.
1. What kind of text is it?
a. recount
2.

b. procedure

c. descriptive

d. narrative

What is part number 1 of the text called?


a. title

b. content

c. goal

d. identification

3. How many kind of materils do you need to make juice?


a. one

b. two

c. three

d. four

4. How much sugar do you need to make two glases of Milk Avo juice?
a. six table spoons

c.nine table spoons

c. three table spoons

d. twelve table spoons

5. What material is not put into the blender?


a. sugar

b. milk

c. water

avocado.

LKS UNTUK PERTEMUAN 4 SIKLUS 2

MAKING ICED LEMON TEA


To make ice lemon tea, you need a glass of tea, 2 teaspoon of sugar,
ice cubes, and a slice of lemon. Make the tea a bit strong because

65

when you add the lemon it will get thinner. After the tea is ready,
squeeze the lemon according to your own taste, add some iced cubes
and your iced lemon tea is ready.
Materi Pelatihan Terintegrasi Depdiknas.
Rewrite the recipe to make iced lemon tea in this way!
Goal
Materials

Steps

Look at the pictures to make a procedure

Goal
Materials

Steps

66

LKS UNTUK PERTEMUAN 6 SIKLUS 2 = PERTEMUAN 1


(POSTES = PRETES)

DAFTAR NILAI
DAFTAR PEMBAGIAN KELOMPOK BELAJAR
DAN NILAI KERJA KELOMPOK SIKLUS 1 & 2
KELAS IAV2
NO
1
2

SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Group & Anggota


Group Purple Forever
Abdul Hadi Nst
Agustina Nisahara

I
Maks 30
25

II
Maks 25
22

67

III
Maks 25

IV
Maks 20

Nilai Total
Maks 100

22

20

89

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

Ahmad Zulkarni
Ali Ikhsan Umar
Group Cute
Anggi Firmansayah
Elda sari
Elpi Yuliana
Fadli Hamdi Situmorang
Group Leopard
Fitri Ani Rambe
Indah
Intan Purnama
Ita Wahyuni
Group Titans
Juni Hera Sari
Khoirul Ikhsan
Muhammad Adam Saleh
Nike Maharani
Group Smart
Muhammad Husein Plng
Nur Ainun
Muhammad Ilhamsyah
Nurhalimah
Group White Spirit
Muhammad Ilyas Lubis
Nur Padilah
Muhammad Safii
Nurhalisah
Group Blue Ice
Nurul Mutiah
Rahmad Kai Saputra
Rahmi Atikah
Rendy Yolanda
Group Zerroween
Risal Afandi
Risman
Riza Mariana
Samsul Bahri Hsb
Group Straight
Selviana
Siska
Winda Sari Batubara

25

23

22

20

90

22
25

20
22

20
18

20
20

82
85

24
20

16
23

20
20

20
19

80
82

22
26

20
19

20
21

20
20

82
86

23
25

17
20

20
20

20
18

80
83

24
21

18
20

18
20

18
19

78
80

22
22

14
17

18
20

20
18

74
77

21
20

16
17

20
22

15
17

72
76

18
23

12
20

12
20

20
20

62
83

68

DAFTAR NILAI UH WRITING


Kelas : I AV2 SMK Negeri 2 Panyabungan

Semester

: 2 (Genap)

Hasil Pretes dan Ulangan Siklus 1 dan Siklus 2

Tahun Pelajaran : 2014/2015


TUNTAS/

NO

NILAI

N Ulangan

N Ulangan

RATA-

PRETES

SIKLUS 1

SIKLUS 2

RATA S1&2

NAMA

BELUM

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Abdul Hadi Nst


Agustina Nisahara
Ahmad Zulkarni
Ali Ikhsan Umar
Anggi Firmansayah
Elda sari
Elpi Yuliana
Fadli Hamdi Situmorang
Fitri Ani Rambe
Indah
Intan Purnama
Ita Wahyuni
Juni Hera Sari
Khoirul Ikhsan
Muhammad Adam Saleh
Nike Maharani
Muhammad Husein Plg

79
76
73
73
73
85
83
73
83
81
79
81
79
79
75
79
76

80
85
76
87
71
90
80
62
76
80
85
82
82
82
87
76
82

89
83
71
90
72
90
90
75
72
89
73
85
85
83
72
83
83

18

Nur Ainun

66

62

65

19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

Muhammad Ilhamsyah
Nurhalimah
Muhammad Ilyas Lubis
Nur Padilah
Muhammad Safii
Nurhalisah
Nurul Mutiah
Rahmad Kai Saputra
Rahmi Atikah
Rendy Yolanda
Risal Afandi

62
79
79
77
77
79
73
76
77
76
73

66
82
82
76
74
82
75
75
76
76
74

65
83
83
80
75
83
73
75
83
78
80

82,7
81,3
73,3
83,3
72,0
88,3
84,3
70,0
77,0
83,3
79,0
82,7
82,0
81,3
78,0
79,3
80,3

TUNTAS
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Belum

64,3
Tuntas
Belum
64,3

69

81,3
81,3
77,7
75,3
81,3
73,7
75,3
78,7
76,7
75,7

Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas

Belum
65,7
30
31
32
33
34
35

Risman
Riza Mariana
Samsul Bahri Hsb
Selviana
Siska
Winda Sari Batubara

JUMLAH
RATA-RATA

66
76
75
76
62
76

66
82
74
74
71
71

65
80
78
78
78
78

79,3
75,7
76,0
70,3
75,0

2652
75,8

2701
77,2

2761
78,9

2652
75,8

BIODATA PENELITI

Nama

: YULIA, SP.d

NIP

: 19840622 201001 2 011

Pangkat / Golongan

: Penata Muda Tk 1 /III/b

Jabatan

: Guru Kelas

Tempat / Tanggal Lahir

: / 12 April 1963

Pendidikan / Tahun

: Sarjana Pendidikan / S1 / 1988


70

Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas

Jurusan / Program Studi

: BAHASA INGGRIS

Instansi

: SMK Negeri 2 Panyabungan

Alamat

: Jl Syekh A. Kadir Mandili No 59

Masa Kerja

: Januari 2010

Alamat Rumah

: Gambiran UH V / 289C -RT 41/ RW 10


Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta 55161

Nomer HP

: 08985066574 / 08886929667

Suami

: Drs Soni Susiyanto

Anak

: 1. Syefi N F (18)- F Farmasi UGM 2008


2. Dieny N S (16)- SMA N 8 Yk 2008
3. Laily N A (13)- SMP N 5 Yk 2008
4. Ahmad N Arif A (9)- MIN II Yk 2004

71