Anda di halaman 1dari 5

BAB III

KERANGKA KONSEP

3.1. Kerangka Konsep


Variabel bebas
Variabel terikat

FAKTOR
LINGKUNGAN
1. Alergen
2. Polusi udara
3. Perubahan cuaca

1.
2.
3.
4.
5.

6.

KUNJUNGAN ASMA

Variabel Perancu
Exercise (latihan)
Infeksi pernafasan
Masalah pada hidung dan sinus
Sensitif terhadap obat dan
makanan
Faktor dari pejamu (riwayat
atopi, etnis, sosioekonomi, jenis
kelamin)
Ekspresi emosi (stress, depresi)

Gambar 3.1. Kerangka Konsep Penelitian


Keterangan:
Pada kerangka konsep penelitian ini menentukan faktor lingkungan sebagai
variabel bebas dan serangan asma sebagai variabel terikatnya. Variabel faktor
lingkungan yang diamati meliputi parameter paparan alergen, polusi udara, dan
perubahan cuaca.

Beberapa variabel lain yang tidak berhubungan dengan kondisi lingkungan


rumah tidak diamati karena merupakan variabel perancu. Variabel perancu
(confounding) dinyatakan oleh Sastroasmoro (1995) sebagai variabel yang tidak
diteliti, namun dapat mempengaruhi hasil penelitian karena berhubungan dengan
variabel bebas dan variabel terikat dan bukan merupakan variabel antara. Variabel
perancu pada penelitian ini diantaranya exercise (latihan), infeksi pernafasan,
masalah pada hidung dan sinus, sensitif terhadap obat dan makanan, faktor dari
pejamu (riwayat atopi, etnis, sosioekonomi, jenis kelamin), ekspresi emosi (stress,
depresi).

3.2. Hipotesis
Hipotesis pada penelitian ini adalah:
a. Hipotesis Mayor
Ada hubungan antara faktor lingkungan dengan kunjungan berulang asma.
b. Hipotesis Minor
1. Ada hubungan antara paparan alergen dengan kunjungan berulang asma.
2. Ada hubungan antara paparan polusi udara dengan kunjungan berulang
asma.
3. Ada hubungan antara perubahan cuaca dengan kunjungan berulang asma.

3.3. Definisi Operasional


Tabel 3.1. Definisi Operasional
No

Variabel

Definisi

Alat dan Cara

Hasil Ukur

Skala

1.

Alergen

2.

Polusi
udara

Operasional
Alergen
merupakan
faktor
pencetus atau
pemicu asma
yang sering
dijumpai pada
pasien asma,
menimbulkan
reaksi alergi,
yang dapat
masuk ke
dalam tubuh
melalui
makanan atau
minuman,
hirupan, atau
tempelan.
Alergen bisa
berasal dari
dalam
ruangan dan
dari luar
ruangan.

Kondisi yang
tercemar oleh
berbagai
variasi zat
seperti
industri, asao
rokok, asap
kendaraan,
peningkatan
ozon, sulfur
dioksida dan

Ukur
Alat ukur:
kuesioner (butir
no.1)
Cara ukur:
Menanyakan
apakah responden
terpapar alergen
baik dari dalam
maupun luar
ruangan dan
berapa sering
terpapar
(frekuensi
terpapar).
Pengisian
kuesioner melalui
wawancara oleh
peneliti
(responden
dibantu mengisi
kuesioner oleh
peneliti) atau
responden
mengisi sendiri
atau responden
mengisi dibantu
oleh keluarga,
disesuaikan
dengan kondisi
responden.
Alat ukur:
kuesioner (butir
2)
Cara ukur:
Menanyakan
apakah responden
terpapar udara
yang tercemar
dalam frekuensi
tertentu dan
berapa sering

Jawaban pada
Ordinal
kuesioner
dibagi menjadi
3 rentang: 1.
Tidak pernah
2. Jarang/
kadang-kadang
3. Sering.
Berdasarkan
nilai median
dicari skor
total yang
dibagi 2 yaitu:
Skor lebih dari
7 (kategori
paparan tinggi)
dan skor 7 atau
kurang
(kategori
paparan
rendah).

Jawaban pada
Ordinal
kuesioner
dibagi menjadi
3 rentang: 1.
Tidak pernah
2. Jarang/
kadang-kadang
3. Sering.
Berdasarkan
nilai median
dicari skor

nitrogen
dioksida
dapat menjadi
pencetus
serangan
asma

3.

Perubaha Perubahan
n cuaca
kondisi udara
panas
maupun
dingin

terpapar.
Pengisian
kuesioner melalui
wawancara oleh
peneliti
(responden
dibantu mengisi
kuesioner oleh
peneliti) atau
responden
mengisi sendiri
atau responden
mengisi dibantu
oleh keluarga,
disesuaikan
dengan kondisi
responden.
Alat ukur:
kuesioner (butir
no.3)
Cara ukur:
Menanyakan
apakah responden
mengalami
perubahan
kondisi udara
panas atau dingin
dan berapa sering
terpapar oleh
kondisi tersebut.
Pengisian
kuesioner melalui
wawancara oleh
peneliti
(responden
dibantu mengisi
kuesioner oleh
peneliti) atau
responden
mengisi sendiri
atau responden
mengisi dibantu

total yang
dibagi 2 yaitu:
Skor lebih dari
2 (kategori
paparan tinggi)
dan skor 2 atau
kurang
(kategori
paparan
rendah)..

Jawaban pada
Ordinal
kuesioner
dibagi menjadi
3 rentang: 1.
Tidak pernah
2. Jarang/
kadang-kadang
3. Sering.
Jawaban pada
kuesioner
dibagi menjadi
3 rentang: 1.
Tidak pernah
2. Jarang/
kadang-kadang
3. Sering.
Berdasarkan
nilai median
dicari skor
total yang
dibagi 2 yaitu:
Skor lebih dari
2 (kategori
paparan tinggi)
dan skor 2 atau

oleh keluarga,
disesuaikan
dengan kondisi
responden.

kurang
(kategori
paparan
rendah).