Anda di halaman 1dari 11

1

Penatalaksanaan Diare
Saat ini WHO menganjurkan 4 hal utama yang efektif
dalam menangani anak- anak yang menderita diare akut, yaitu
penggantian cairan (rehidrasi), cairan diberikan secara oral
untuk mencegah dehidrasi yang sudah terjadi, pemberian
makanan

terutama

ASI

selama

diare

dan

pada

masa

penyembuhan diteruskan, tidak menggunakan obat antidiare,


serta petunjuk yang efektif bagi ibu serta pengasuh tentang
perawatan anak yang sakit di rumah, terutama cara membuat
dan memberi oralit, tanda-tanda yang dapat dipakai sebagai
pedoman untuk membawa anak kembali berobat serta metoda
yang efektif untuk mencegah diare (Suraatmaja, 2007)
Pemakaian oralit merupakan salah satu kemajuan dalam
bidang pelayanan kesehatan di dunia selama dasawarsa yang
lalu. Cara ini dipandang lebih efektif, aman, tidak memberikan
rasa nyeri, dan biayanya lebih murah dibandingkan dengan
terapi rehidrasi intravena (pemberian infus cairan). American
Academy of Pediatrics, World Health Organization (WHO) dan
Centers

for

Disease

merekomendasikan

Control

penggunaan

and

Prevention

oralit sebagai terapi pilihan

bagi sebagian besar kasus dehidrasi karena diare.


1.

Rehidrasi
Bila pasien keadaan umumnya baik dan tidak dehidrasi,
asupan cairan yang adekuat dapat dicapai dengan minuman
ringan, sari buah dan sup. Tetapi bila pasien kehilangan
cairan banyakdengan dehidrasi, maka beri cairan intavena
atau rehidrasi oral dengan cairan isotonik yang mengandung
elektrolit dan gula.

Cairan diberikan 50-200 ml/kg BB/24

jam tergantung kebutuhan dan statu hidrasi.

Macam-macam
cairan :

pemberian

1.
BJ plasma dengan
rumus :
Kebutuhan cairan = BJ plasma 1,025
0,00
1

x BB x 4 ml

2. Metode Pierce, berdasarkan


klinis :
a.

Dehidrasi ringan, kebutuhan cairan =

5% x BB (kg) b.

Dehidrasi sedang,

kebutuhan cairan = 8% x BB (kg) c.


Dehidrasi berat, kebutuhan cairan

3.

Metode Daliyono, berdasarkan skor klinis :

Tabel 2.1. Skor Penilaian Klinis Dehidrasi

Klini
s

Sko
r

Rasa haus/ muntah

TD sistolik 60-90

mmHg TD sistolik

< 60 mmHg

Frekuensi nadi >120


x/menit

Kesadaran apatis
Kesadaran somnolen,
sopor/koma Frekuensi nafas
>30 x/menit

2
1
2
2

Facies
cholerica
Turgor kulit

menurun Washer

woman hand

Ekstremitas

dingin Sianosis

tahun

Umur 50-

Kebutuhan cairan =
BB x 1 liter

skor

x 10% kg

15

Bila skor kurang dari 3 dan tidak ada syok, beri cairan per oral
sebanyak mungkin tetapi sedikit demi sedikit dan bila skor lebih dari 3
disertai syok maka beri cairan per iv.

Bila

dehidrasi

pembuluh

sedang/berat

pasien

diberi

cairan melalui

infus

darah, sedangkan bila dehidrasi ringan maka pasien dapat

diberi cairan peroral/selang nasogastrik kecuali bila ada kontraindikasi.

Pemberian
cairan
terbagi atas :
1.

dehidrasi

2 jam pertama (rehidrasi inisial) diberikan jumlah total


kebutuhan cairan menurut rumus diberikan langsung.

2.

1 jam berikutnya pemberian diberikan berdasarkan kehilangan


cairan selama 2 jam pemberian cairan rehidrasi inisial
sebelumnya.

3.

Jam berikutnya pemberian cairan diberikan berdasarkan


kehilangan cairan melalui tinja dan Insensible Water Loss (IWL)

Pada keadaan dehidrasi ringan, rehidrasi dapat dilakukan oleh ibu


dengan menggunakan prinsip penanganan diare di rumah, yaitu:
1.

Beri cairan tambahan sebanyak anak mau, dengan memberi


penjelasan kepada ibu:
a.
b.

ASI lebih sering dan lebih lama pada setiap kali pemberian.
Jika anak tidak memperoleh ASI eksklusif, beri oralit
atau air matang sebagai tambahan.

c. Jika anak tidak memperoleh ASI eksklusif berikan 1 atau


lebih cairan oralit, larutan gula garam, kuah sayur, air
tajin dan air matang.

Anak harus diberi oralit di rumah jika:


a.

Anak telah diobati dengan rencana terapi C dalam

kunjungannya b.

Anak tidak dapat kembali ke klinik

jika diare bertambah parah.


Ajari ibu mencampur dan memberi oralit dengan memberi 6
bungkus oralit
(200 ml) untuk digunakan di rumah.
Tunjukkan kepada ibuberapa banyak cairan termasuk
oralit yang harus diberikan sebagai tambahan bagi
kebutuhan cairannya sehari-hari :
a.

Sampai umur 1 tahun = 50-100 ml

setiap kali berak. b.

Umur 1-5 tahun = 100-

200 ml setiap kali berak Katakan pada ibu:


a.

Agar meminumkan sedikit demi sedikit tetapi

sering dari cangkir. b.

Jika anak muntah, tunggu 10

menit kemudian lanjutkan lagi.


c. Lanjutkan pemberian cairan tambahan sampai diare
berhenti.
2.

Lanjutkan pemberian makanan.

3.

Kapan harus kembali ke Puskesmas (Depkes, 2006)

2.

Diet
Pasien tidak dianjurkan puasa, kecuali bila muntah berat.
Pasien dianjurkan minum sari buah, minuman tidak bergas
dan makanan yang mudah dicerna seperti pisang, nasi dan
kuah sup.

3.

Antibiotik
Pengobatan empirik diindikasikan pada pasien yang
diduga mengalami infeksi bakteri invasif. Obat pilihan yaitu
Kuinolon (misalnya Ciprofloksasin
500 mg selama 5-7 hari). Metronidazol 250 mg 3 kali sehari
selama 7 hari diberikan bagi yang dicurigai giardiasis
(Depkes, 2006).

Suplemen zink merupakan strategi penatalaksanaan yang


baru untuk diare dan menjanjikan untuk penatalaksanaan diare.
Suplemen zink ini telah direkomendasikan oleh WHO, UNICEF,
dan beberapa negara di dunia untuk pengobatan diare pada
anak.

Zink mikronutrien yang penting untuk kesehatan dan

perkembangan anak. Mengganti zink yang hilang penting untuk


membantu anak-anak memulihkan dan menjaga kesehatan anak
di bulan-bulan mendatang (WHO, 2005)

2.2.2 Komplikasi
Hiponatremia, hipernatremia, demam, edema, asidosis,
hipokalemia, kejang, ileus paralitikus, intoleransi laktosa, dan
gagal ginjal (Suraatmaja, 2007)

2.2.3

Pencegahan
Tujuh intervensi

pencegahan diare yang efektif adalah

pemberian ASI, memperbaiki makanan sapihan, menggunakan


air bersih yang cukup banyak, mencuci tangan, menggunakan
jamban keluarga, cara membuang tinja yang baik dan benar
serta pemberian imunisasi campak (Suraatmaja, 2007).

2.2

Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia terhadap objek
melalui indera yang dimilikinya, seperti mata, hidung, telinga, dan
alt indera lainnya.

Dengan sendirinya, pada waktu penginderaan

sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi


oleh

intensitas

perhatian

(Notoatmodjo, 2005).

dan

persepsi

terhadap

objek

Sedangkan menurut Tarigan (1992),

pengetahuan adalah suatu terminologi generik yang mencakup


semua bentuk ketahuan manusia yang diperolehnya melalui
pengalaman, perasaan, dengan akal pikiran dan intuisinya

tentang segala sesuatu yang dihadapinya termasuk dirinya


sendiri.

Jadi dapat diambil

adalah

suatu

hasil

yang

kesimpulan

bahwa

pengetahuan

diperoleh manusia melalui proses

penginderaan, pengalaman, perasaan, akal pikiran dan intuisinya


tentang segala sesuatu yang dihadapi.
Menurut Notoatmodjo (2003) pengetahuan atau kognitif
merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya
tindakan

seseorang. Pengetahuan

yang

dicakup

di

dalam

domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu :


a.
Tahu
(know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suetu materi
dipelajari

sebelumnya.

Termasuk

ke

dalam

yang telah
pengetahuan

tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu


yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau yang
telah diterima.

Oleh sebab itu, tahu ini merupakan tingkat

pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur


bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain
menyebutkan,

menguraikan,

mengidentifikasi,

menyatakan,

dan sebagainya.
b.
Memahami
(comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan
dan dapat menginterpretasikan
objek/materi
terhadap

yang

secara

diketahui. Orang

objek/materi

harus

benar

yang
dapat

telah

tentang
paham

menjelaskan,

menyebutkan contoh, menyimpulkan, dsb.


c.
Aplikasi
(application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan
materi

yang

telah

dipelajari

pada

situasi

dan

kondisi

sebenarnya.
d.
Analisis
(analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi
atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih

dalam suatu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu


sama lain.
e.
Sintesis
(synthesis)

Sintesis

merupakan

menghubungkan

kemampuan

bagian-bagian

keseluruhan yang baru.

untuk
di

meletakkan

dalam

suatu

atau

bentuk

Dengan kata lain, sintesis itu suatu

kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasiformulasi yang ada.


f. Evaluasi
(evaluation)
Evaluasi merupakan kemampuan untuk melakukan justifikasi
atau penilaian terhadap suatu materi/objek.

Penilaian-

penilaiam itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan


sendiri atau dengan menggunakan criteria yang telah ada.
Menurut
seseorang

Notoatmodjo

(2003),

pengetahuan

dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

a.
Pengalaman
Pengalaman dapat diperoleh dari pengalaman sendiri atau
orang lain. Pengalaman yang sudah diperoleh

dapat

memperluas pengetahuan seseorang.


b.
Umur
Makin tua umur seseorang maka proses perkembangan
mentalnya bertambah baik, akan tetapi pada umur tertentu,
bertambahnya

proses

perkembangan

mental

secepat seperti ketika berumur belasan tahun.


daya

ingat seseorang

dipengaruhi

ini

tidak

Selain itu,

oleh umur.

Dari

uraian ini maka dapat kita simpulkan bahwa bertambahnya


umur seseorang dapat berpengaruh pada pertambahan
pengetahuan yang diperolehnya, akan tetapi pada umurumur tertentu mengingat atau menjelang
kemampuan

penerimaan

atau

usia lanjut

mengingat

suatu

pengetahuan akan berkurang.


c.
Tingkat
pendidikan
Pendidikan dapat memperluas wawasan atau pengetahuan
seseorang. Secara
berpendidikan

lebih

umum,
tinggi

akan

seseorang

yang

mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibandingkan


dengan

seseorang

yang

tingkat

pendidikannya

lebih

rendah.
d.

Keyakinan
Biasanya keyakinan diperoleh secara turun temurun dan
tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. Keyakinan ini
bisa

mempengaruhi

pengetahuan

seseorang

baik

keyakinan itu bersifat positif atau negatif.


e.

Sumber informasi
Meskipun seseorang memiliki pendidikan yang rendah
tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik maka
pengetahuan
informasi

seseorang

yang

akan

dapat

meningkat.

mempengaruhi

Sumber
pengetahuan

seseorang, misalnya radio, televisi, majalah, koran, dan


buku.

f.

Penghasilan
Penghasilan

tidak

pengetahuan

berpengaruh

seseorang.

langsung

Namun

bila

terhadap
seseorang

berpenghasilan cukup besar maka dia akan mampu untuk


menyediakan

atau

membeli

fasilitas-fasilitas

sumber

informasi.

g.

Sosial budaya
Kebudayaan

setempat

dan

kebiasaan

dalam

keluarga

dapat mempengaruhi pengetahuan, persepsi, dan sikap


seseorang terhadap sesuatu.
Pengukuran
wawancara

pengetahuan

dapat

dilakukan

dengan

atau angket yang menanyakan tentang isi materi

yang ingin diukur dari subjek penelitian atau responden.


Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ukur dapat disesuaikan
dengan tingkat-tingkat pengetahuan di atas (Notoatmodjo, 2003)