Anda di halaman 1dari 9

Borang Portofolio

Kasus 1
Topik: Cutaneus Larva Migran
Tanggal (kasus): 20 September 2016

Peserta: dr. Tulus Anugrah

Tanggal presentasi: 27 September 2016 Pendamping: dr. H. Syaifullah


Tempat presentasi: Puskesmas Murung Pudak
Obyektif presentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Diagnostik

Manajemen

Neonatus

Bayi

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Masalah

Istimewa

Anak

Remaja

Dewasa

Lansia

Deskripsi: Ny Y 28 tahun dengan Cutaneus Larva Migran


Tujuan: Memahami manajemen dan masalah terkait Cutaneus Larva Migran
Bahan bahasan:

Tinjauan Pustaka

Cara membahas:

Diskusi

Riset
Presentasi dan diskusi

Kasus
Email

Audit
Pos

Bumil

Data pasien:

Nama: Ny. Y

Nama Wahana: Puskesmas Murung


Pudak

Telp:

Nomor Registrasi: 3081.k

Terdaftar sejak:

Data utama untuk bahan diskusi:


1. Diagnosis/ Gambaran Klinis:
Cutaneus Larva Migran, Gatal disekitar punggung bawah benjol memanjang sejak 5 hari yang lalu
2. Riwayat Pengobatan:
Belum pernah di obati sebelumnya
3. Riwayat kesehatan/ Penyakit:
Belum pernah mengalami penyakit serupa sebelumnya.
4. Riwayat keluarga:
Keluhan serupa disangkal.
5. Riwayat pekerjaan:
- Pasien sehari-harui berkebun
6. Lain~lain :
Kebiasaan sehari hari memang sering aktif kontak dengan tanah
Daftar Pustaka:

a.

Turtington cutaneus larva migran ;htttp healthyline.com di akses 21 oktober 2016

b. Aisah S Creping erupotion dalam juanda. A. Editor penyakit kulit dan kelamin Fakultas Kedokteran Indonesia
Hasil pembelajaran:
1. Etiologi Cutaneus Larva Migran
2. Pendekatan Cutaneus Larva Migran
3. Tatalaksana Cutaneus Larva Migran
4. Komunikasi, informasi, edukasi mengenai Cutaneus Larva Migran

1 Subyektif: Gatal disekitar punggung bawah benjol memanjang sejak 5 hari yang lalu.
2. Objektif: Diagnosis Cutaneus Larva Migran berdasarkan keluhan yang muncul, pasien mengeluh gatal sekitar punggung berlangsung
sekitar 5 hari yang lalu,dengan bentuk berkelok-kelok atau creping eruoption yaitu gejala khas yang terjadi pada CLM.
3. Assesment: Creeping eruption adalah kelainan kulit khas berupa garis lurus atau berkelok-kelok, progresif, akibat larva yang kesasar.
Sedangkan creeping eruption, istilah ini digunakan pada kelainan kulit yang merupakan peradangan berbentuk linear atau berkelok-kelok,
menimbul dan progresif, disebabkan oleh invansi larva cacing tambang yang berasal dari anjing dan kucing. Cutaneous larva migrans dapat
juga disebut creeping eruption, dermatosis linearis migrans, sandworm disease (di Amerika Selatan larva sering ditemukan ditanah pasir atau
di pantai), ataustrongyloidiasis (creeping eruption pada punggung).
Pada kasus ini, pasien mengeluh gatal dan muncul ruam sekitar 5 hari yang lalu, makin hari gatal dirasakan makin hebat dan ruam berkelok
kelok makin memanjang. Sebelumnya pasien belum pernah mengalami keluhan atau penyakit serupa, sehari hari pasien bekerja sebagai tukang
kebun yang aktif kontak dengan tanah, berdasarkan hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik ditemuklan creping eruption yaitu berupa ruam
kemerahan berkelok kelok di sekitar punggung, jelas gejala tersebut khas dari penyakit Cutaneus Larva Migran

4.Plan:
Diagnosis: Pasien di diagnosis Cutaneus Larva Migran
Pengobatan: Prinsip tata laksana t Cutaneus Larva Migran adalah sebagai berikut.
1. Menghindaeri kontak dengan tanah dan jaga kebersihan
2. Semprot Clor etil setiap kali kontrol
3. Jaga kontak dengan tanah atau binatang peliharaan
4. Albendazol 400mg 1x1 selama 3 hari
Pendidikan: Penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, mengenal gejala komplikasi yang mungkin terajdi

4. Plan: 1)Pengobatansistemik (oral Obatoraltiabendazoldigunakandengandosis2550mg/kgBBduakalisehariselama24hari


dengandosismaksimal24gramsehari.TerapiinidiberikanjikalesiluasdanterapitopikaltidakberhasilEfeksampingberupapusing,kram,
mualdanmuntah.Jugadapatdigunakanalbendazol400mgperoral,dosistunggalselama2hariberturutturutGataldapathilangdalam2448
jamestelaterapidimulaidandalamseminggusebagianlesiatauterowongandapatdiresolusi.
2)Pengobatantopikal
Obatpilihanberupatiobendazoltopikal10%,diaplikasi4kalisehariselamasatuminggu.Topikalthiabendazoleadalahpilihanterapipada
lesiyangawal,untukmelokalisir lesi.,menurangi lesimultiple daninfeksifolikel olehcacingtambang.Obatiniperludiaplikasikan di
sepanjanglesidanpadakulitnormaldisekitarlesi.Dapatjugadigunakansolutiotiobendazol2%dalamDMSO(dimetilsulfoksida)atau
tiobendazoltopikalditambahkortikosteroidtopikalyangdigunakansecaraoklusidalam2448jam.
3)Cryotheraph
Terapilama,yaitupembekuanlesi,menggunkanetilkloridaataudryice.Terapiiniefektifbilaepidermisterkelupasbersamaparasit.
Seluruhterowonganharusdibekukankarenaparasitdiperkirakanberadadalamteroongan.Carainibersifattraumatikdanhasilnyakurang
dapatdipercaya.
Berikuttabelbeberapaobatantihelmintesyangbisadigunakan

Edukasi
DDapatdicegahdenganmeningkatkansistemsanitasiyangbaikterutamayangterkaitdenganfeses.Pemakaiansepatupadaareadimanabanyak
terdapat penyakit cacing tambang. Memperhatikan kebersihan dan menghindari kontak yang terlalu banyak dengan hewanhewan yang
merupakankariercacingtambang.