Anda di halaman 1dari 13

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN FILSAFAT DAN ILMU

PERSAMAAN:

Keduanya mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki obyek selengkaplengkapnya sampai ke-akar-akarnya

Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara
kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab-akibatnya

Keduanya hendak memberikan sistesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan

Keduanya mempunyai metode dan sistem

Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari


hasrat manusia [obyektivitas], akan pengetahuan yang lebih mendasar.

PERBEDAAN:

Obyek material [lapangan] filsafat itu bersifat universal [umum], yaitu segala sesuatu
yang ada [realita] sedangkan obyek material ilmu [pengetahuan ilmiah] itu bersifat
khusus dan empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing
secra kaku dan terkotak-kotak, sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam
disiplin tertentu
Obyek formal [sudut pandangan] filsafat itu bersifat non fragmentaris, karena mencari
pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas, mendalam dan mendasar.
Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik, dan intensif. Di samping itu, obyek
formal itu bersifatv teknik, yang berarti bahwa cara ide-ide manusia itu mengadakan
penyatuan diri dengan realita

Filsafat dilaksanakan dalam suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi,


kritis, dan pengawasan, sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial
and error. Oleh karena itu, nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis, sedangkan
kegunaan filsafat timbul dari nilainnya

Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman
realitas sehari-hari, sedangkan ilmu bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis,
yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu

Filsafat memberikan penjelasan yang terakhri, yang mutlak, dan mendalam sampai
mendasar [primary cause] sedangkan ilmu menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu
mendalam, yang lebih dekat, yang sekunder [secondary cause]

Perbedaan Filsafat, Ilmu Pengtahuan dan Agama


1. Gambaran umum
a. Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menuangkan (mengembarakan atau
mengelanakan ) akal budi secara radikal (mengakar) dan integral, serta universal (mengalam),
tidak merasa terikat oleh ikatan apapun, kecuali oleh ikatan tangannya sendiri yang bernama
logika.
b. Ilmu pengetahuan mencari kebenaran dengan jalan penyelidikan (riset, research), pengalaman
(empiri), dan percobaan (eksperimen) sebagai batu ujian.
c. Manusia mencari dan menemukan kebenaran dengan dan dalam agama dengan jalan
mempertanyakan (mencari jawaban tentang) berbagai masalah asasi dari atau kepada kitab suci,
kodifikasi firman ilahi untuk manusia
2. Obyek material (lapangan)
a. Filsafat itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada (realita).
b. Ilmu (pengetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris juga bersifat eksperimental. Artinya,
ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secara kaku dan terkotak-kotak,
sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu.
c. Agama dipraktekkan oleh orang yang beriman
3. Obyek formal (sudut pandangan)
a. Filsafat itu bersifat non fragmentaris, karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu
secara luas, mendalam dan mendasar.
b. Ilmu pengetahuan bersifat fragmentaris, spesifik, dan intensif. Di samping itu, obyek formal itu
bersifat teknik, yang berarti bahwa cara ide-ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan
realita.
c. Agama memberikan kejelasan tentang fenomena yang terjadi
4. Cara mendapatkan sesuatu
a. Filsafat dilaksanakan dalam suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi, kritis, dan
pengawasan, kegunaan filsafat timbul dari nilainnya
b. Ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error. Oleh karena itu, nilai ilmu terletak
pada kegunaan pragmatis.

c.

Agama dilakukan dengan melihat sumber-sumber hukum agama yang terkait yang sudah

dipastikan kebenarannya karena bersumber dari Tuhan.


5. Isi yang dimuat
a. Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman
realitas sehari-hari,
b. Ilmu bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis, yang dimulai dari tidak tahu menjadi
tahu.
c. Agama, memperjelas tentang semua yang terjadi di alam ini bahwa semua itu adalah kehendak
Tuhan yang sudah digariskan oleh Tuhan
6. Hal yang ditunjukan
a. Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir, yang mutlak, dan mendalam sampai mendasar
(primary cause)
b. Ilmu menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam, yang lebih dekat, yang sekunder
(secondary cause).
c. Agama memberikan kejelasan tentang semua yang terjadi
7. Sumber
a. Filsafat bersumber pada kekuatan akal,
b. Ilmu bersumber pada kekuatan akal
c. Agama bersumber pada wahyu.
8. Sebab terjadinya
a. Filsafat didahului oleh keraguan,
b. Ilmu didahului oleh keingintahuan,
c. Agama diawali oleh keyakinan dan keimanan
9. Hal yang diungkap
a. Filsafat mengungkapkan makna dan kebenaran hidup
b. Ilmu pengetahuan mengungkapkan kebenaran hidup
10. Metode Pencapaian Kebenaran
a. Filsafat dengan wataknya sendiri yang menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupun
tentang manusia (yang belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu, karena diluar atau di atas batas
jangkauannya), ataupun tentang tuhan.
b. Ilmu pengetahuan dengan metodenya sendiri mencari kebenaran tentang alam dan manusia.
c. Agama dengan karakteristiknya memberikan jawaban atas segala persoalan asasi yang
dipertanyakan manusia ataupun tentang tuhan.
Daftar Pustaka
Gueems Blog. 2010. Hubungan antara Ilmu, Filsafat dan Agama. Tersedia :
http://gueem.wordpress.com/hubungan-antara-ilmu-filsafat-dan-agama/. [26 Nopember 20 12]

Munasir, S.Pd. 2009. Persamaan dan Perbedaan Filsafat, Ilmu dan Agama . Tersedia :
http://suksespend.blogspot.com/2009/06/makalah-agama-filsafat-dan-ilmu.html. [26 Nopember
20 12]
Widya Ulfa, Syarifah. 2010. Persamaan dan Perbedaan Filsafat. Terdapat :
http://biologimaterial.blogspot.com/2010/09/persamaan-dan-perbedaan-filsafat.html.
syarifah.
2012 [26 nopermber 2012]

Filsafat menggarap bidang yang luas dan umum, sedangkan ilmu pengetahuan
membahas bidang-bidang yang khusus dan terbatas. Tujuannya pun lain, filsafat
bertujuan mencari pemahaman dan kebijaksanaan atau kearifan hidup. Sedangkan
ilmu pengetahuan bertujuan untuk mengadakan deskripsi, prediksi, eksperimentasi,
dan mengadakan kontrol. Obyek material (lapangan) filsafat itu bersifat universal
(umum), yaitu segala sesuatu yang ada (realita) sedangkan obyek material ilmu
pengetahuan itu bersifat khusus dan empiris. Artinya ilmu pengetahuan hanya
terfokus pada disiplin bidang masing-masing secara kaku dan terkotak-kotak,
sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu. Obyek formal
(sudut pandangan) filsafat itu bersifat non fragmentaris, karena mencari pengertian
dari segala sesuatu yang ada itu secara luas, mendalam, dan mendasar. Sedangkan
ilmu pengetahuan bersifat fragmentaris, spesifik, dan intensif. Di samping itu, obyek
formal ilmu pengetahuan bersifat teknik, yang berarti bahwa cara ide-ide manusia
itu mengadakan penyatuan diri dengan realita. Filsafat dilaksanakan dalam
suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi, kritis, dan pengawasan.
Sedangkan ilmu pengetahuan haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and
error. Oleh karena itu, nilai ilmu pengetahuan terletak pada kegunaan pragmatis,
sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainya. Filsafat memuat pertanyaan lebih
jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari,
sedangkan ilmu pengetahuan bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis
yang di mulai dari tidak tahu menjadi tahu. Filsafat memberikan penjelasan yang
mutlak dan mendalam sampai mendasar (primary cause) sedangkan ilmu
pengetahuan menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam, yang lebih
dekat, dan yang lebih sekunder (secondary cause). Batas kajian filsafat adalah
logika atau daya pikir manusia sedangkan batas kajian ilmu pengetahuan adalah
fakta. Ilmu pengetahuan menjawab pertanyaan why dan how sedangkan filsafat
menjawab pertanyaan why, why, dan why dan seterusnya smpai jawaban paling
akhir yang dapat diberikan oleh pikiran atau budi manusia.

b. Persamaan dan Perbedaan Antara Filsafat Dan Pengetahuan


Persamaan:

kedunya memiliki pemikiran yang real


hasil pemikiran yang benar-benar sesuai dengan apa yang dilihat
Keduanya mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki objek selengkaplengkapnya sampai keakar-akarnya.
Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara
kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-sebanya.
Keduanya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan.
Keduanya mempunyai metode dan sistem.
Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari
hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang lebih mendasar.
Perbedaan:
Filsafat berusaha mencoba merumuskan pertanyaan atas jawaban. mencari prinsipprinsip umum, tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang
segala sesuatu secara umum dan keseluruhan sedangkan Pengetahuan adalah
penguasaan lingkungan hidup manusia.
Filsafat hanya Bertugas mengintegrasikan ilmu-ilmu sedangkan pengetahuan dapat
mengkajinya sampai pada kebenaran melalui kesimpulan logis dari pengamatan
empiris
c. Persamaan dan Perbedaan Antara Ilmu Pengetahuan Dan Pengetahuan
Persamaan:
Ilmu pengatahuan dan Pengetahuan pada dasarnya memiliki arti yang sama yaitu
analisa terhadap suatu hal berdasarkan metode ilmiah hanya saja penggunaannya
tergantung dari sifat dan tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan keilmuan tersebut.
Keduanya sangat sulit untuk dipisahkan karena merupakan pengetahuan tentang
sesuatu hal atau fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan
masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu artinya bahwa setiap
ilmu merupakan pengetahuan tentang sesuatu yang menjadi objek kajian dari ilmu yang
terkait.
keduanya memiliki peran yang sangat berkaitan satu sama lain.
memiliki pandangan yang sama sama menguntungkan bagi manusia
Perbedaan:
ilmu pengetahuan adalah kerangka konseptual atau teori yang saling berkaitan yang
memberi tempat pengkajian dan pengujian secara kritis dengan metode ilmiah oleh ahliahli lain dalam bidang yang sama, dengan demikian bersifat sistematik, objektif, dan
universal. Sedang pengetahuan adalah hasil pengamatan yang bersifat tetap, karena
tidak memberikan tempat bagi pengkajian dan pengujian secara kritis oleh orang lain,
dengan demikian tidak bersifat sistematik dan tidak objektif serta tidak universal atau
lebih kepada kemampuan setiap orang dalam menanggapi sesuatu yang berbeda.
Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dapat kita peroleh melalui proses yang
disebut pembelajaran atau dengan kata lain hasil dari pembelajaran, berbeda dengan
Pengetahuan yang dapat kita peroleh tanpa melalui proses pembelajaran dan memiliki
cara berfikir yang berbeda.

Ilmu pengetahuan merupakan kumpulan dari berbagai pengetahuan, dan


kumpulan pengetahuan dapat dikatakan ilmu setelah memenuhi syarat-syarat objek
material dan objek formal
PERBEDAAN KETIGANYA
pengetahuan
yang
dipelajari
terbatas,karena hanya
sekedar kemampuan
yang ada dalam diri
kita untuk m,engetahui
sesuatu hal

Filsafat
Mencoba
merumuskan
pertanyaan atas jawaban.
Mencari
prinsip-prinsip
umum, tidak membatasi
segi
pandangannya
bahkan
cenderung
memandang
segala
sesuatu secara umum
dan keseluruhan
Obyek penelitian yang Keseluruhan yang ada
terbatas

Ilmu Pengetahuan
cenderung kepada hal
yang di pelajari dari
sebuah buku panduan

Ilmu
pengetahuan
adalah kajian tentang
dunia material.
Tidak menilai obyek Menilai obyek renungan Ilmu
pengetahuan
dari suatu sistem nilai dengan suatu makna, adalah
definisi
tertentu.
misalkan
,
religi, eksperimental
kesusilaan, keadilan dsb.
Bertugas memberikan Bertugas
Ilmu
pengetahuan
jawaban
mengintegrasikan ilmu- dapat sampai pada
ilmu
kebenaran
melalui
kesimpulan logis dari
pengamatan empiris
PERSAMAAN KETIGANYA
Ketiganya mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki objek
selengkap-lengkapnya sampai keakar-akarnya.
Ketiganya memberikan pengertian mengenai hubungan yang ada antara
kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebabsebabnya.
Ketiganya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang
bergandengan.
Ketiganya mempunyai metode dan sistem.
Ketiganya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya

timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang lebih


mendasar.

PERBEDAAN FILSAFAT, PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN


FILSAFAT PENGETAHUAN ILMU PENGETAHUAN
Mencoba merumuskan pertanyaan atas jawaban. Mencari prinsip-prinsip umum, tidak
membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan
keseluruhan. Segi-segi yang dipelajari dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti.
Ilmu pengetahuan adalah penguasaan lingkungan hidup manusia.
Menilai obyek renungan dengan suatu makna, misalkan , religi, kesusilaan, keadilan dsb. Tidak
menilai obyek dari suatu sistem nilai tertentu. Ilmu pengetahuan adalah definisi eksperimental.
Bertugas mengintegrasikan ilmu-ilmu. Bertugas memberikan jawaban. Ilmu pengetahuan dapat
sampai pada kebenaran melalui kesimpulan logis dari pengamatan empiris.
PERSAMAAN FILSAFAT, PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
Ketiganya mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki objek selengkap-lengkapnya
sampai keakar-akarnya.
Ketiganya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadiankejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-sebanya.
Ketiganya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan.
Ketiganya mempunyai metode dan siStem.
Ketiganya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat
manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang lebih mendasar.

Persamaan (Similiriti) Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan,


Biologi/Pendidikan Biologi dan Agama
Filsafat dan Ilmu Pengetahuan. Ilmu Sejarah telah dapat membuktikan tentang
pengungkapan ilmiah manusia yang sangat menonjol di dunia adalah di zaman Yunani Kuno
(abad IV dan V S.M). Bangsa Yunani ditakdirkan Allah sebagai manusia yang mempunyai akal
jernih. Bagi mereka ilmu itu adalah suatu keterangan rasional tentang sebab-musabab dari segala
sesuatu didunia ini. Dunia adalah kosmos yang teratur dengan aturan kausalitas yang bersifat
rasional. Demikianlah tiga dasar yang menguasai ilmu orang Yunani pada waktu itu, yaitu:
Kosmos, Kausalitas dan Rasional.
Pada hakikatnya kelahiran cara berfikir ilmiah itu merupakan suatu revolusi besar dalam
dunia ilmu pengetahuan, karena sebelum itu manusia lebih banyak berpikir menurut gagasangagasan magi dan mitologi yang bersifat gaib dan tidak rasional. Dengan berilmu dan berfilsafat
manusia ingin mencari hakikat kebenaran daripada segala sesuatu Dalam berkelana mencari
pengetahuan dan kebenaran itu menusia pada akhirnya tiba pada kebenaran yang absolut atau
yang mutlak yaitu Causa Prima daripada segala yang ada yaitu Allah Maha Pencipta, Maha
Besar, dan mengetahui.
Oleh karena itu kita setuju apabila disebutkan bahwa manusia itu adalah mahluk pencari
kebenaran. Di dalam mencari kebenaran itu manusia selalu bertanya. Dalam kenyataannya makin
banyak manusia makin banyaklah pertanyaan yang timbul. Manusia ingin mengetahui perihal
sangkanparannya, asal mula dan tujuannya, perihal kebebasannya dan kemungkinankemungkinannya. Dengan sikap yang demikian itu manusia sudah menghasilkan pengetahuan
yang luas sekali yang secara sistematis dan metodis telah dikelompokan kedalam berbagai
disiplin keilmuwan. Namun demikian karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka
sejumlah besar pertanyaan tetap relevan dan aktual seperti yang muncul pada ribuan tahun yang
lalu, yang tidak terjawab oleh Ilmu pengetahuan seperti antara lain: tentang asal mula dan tujuan
manusia, tentang hidup dan mati, tentang hakikat manusia sebagainya.
Ketidakmampuan Ilmu pengetahuan dalam menjawab sejumlah pertanyaan itu, maka Filasafat
tempat menampung dan mengelolahnya. Filsafat adalah ilmu yang tanpa batas, tidak hanya
menyelidiki salah satu bagian dari kenyataan saja, tetapi segala apa yang menarik perhatian
manusia.

J. Arthur Thompson dalam bukunya An Introducation to Science menuliskan bahwa ilmu


adalah diskripsi total dan konsisten dari fakta-fakta empiri yang dirumuskan secara bertanggung
jawab dalam istilah- istilah yang sederhana mungkin. Untuk menjelaskan perbedaan antara Ilmu
Pengetahuan dan Filsafat, baiklah dikemukakan rumusan Filsafat dari filsuf ulung Indonesia
Prof. DR. N. Driyarkara S.Y., yang mengatakan Filsafat adalah pikiran manusia yang radikal,
artinya yang dengan mengesampingkan pendirian-pendirian dan pendapat- pendapat yang
diterima saja, mencoba memperlihatkan pandangan yang merupakan akar dari lain-lain
pandangan dan sikap praktis. Jika filsafat misalnya bicara tentang masyarakat, hukum, sisiologi,
kesusilaan dan sebagainya, di satu pandangan tidak diarahkan ke sebab-sebab yang terdekat,
melainkan yang terakhir sepanjang kemungkinan yang ada pada budi manusia berdasarkan
kekuatannya itu.
Filsafat adalah ilmu Pengetahuan dan Teknologi, filsafat tidak memperlihatkan banyak
kemajuan dalam bidang penyelidikan. Ilmu pengetahuan dan Teknologi bahkan melambung
tinggi mencapai era nuklir dan sudah diambang kemajuan dalam mempengaruhui penciptaan dan
reproduksi manusia itu sendiri dengan revolusi genitika yang bermuara pada bayi tabung I di
Inggris serta diambang kelahiran kurang lebih 100 bayi tabung yang sudah hamil tua.
Di satu pihak fakta yang tak dapat dipungkiri bahwa peradaban manusia sangat berutang kepada
ilmu pengetahuan dan teknologi, berupa penciptaan sarana yang memudahkan pemenuhan
kebutuhan manusia untuk hidup sesuai dengan kodratnya. Inilah dampak positifnya disatu pihak
sedangkan dipihak lainnya bdampak negatifnya sangat menyedihkan.
Bahwa ilmu yang bertujuan menguasai alam, sering melupakan faktor eksitensi manusia,
sebagai bagian daripada alam, yang merupakan tujuan pengembangan ilmu itu sendiri kepada
siapa manfaat dan kegunaannya dipersembahkan. Kemajuan ilmu teknologi bukan lagi
meningkatkan martabat manusia itu, tetapi bahkn harus dibayar dengan kebahagiaannya.
Berbagai polusi dan dekadensi dialami peradaban manusia disebabkan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi itu. Dalam usahanya pendidikan keilmuwan bukanlah semata-mata
ditujukan untuk menghasilkan ilmuwan yang pandai dan trampil, tetapi juga bermoral tinggi dan
manusia dapatlah menghitung dan mengukur, karena perbuatan menghitung. dan mengukur itu
mungkin lebih dari semua gejala dan semua perubahan dengan menutup indera mata Adapun
jenis pengetahuan yang dihasilkan oleh abstraksi ini disebut 'matesis' (matematika) (kata

Yunani'mathesist = pengetahuan ilmu) bahwa semua jenis pengamatan tidak berguna lagi.
Adapun jenis berpikir ini disebut 'teologi' atau filsafat pertama
Ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang telah teruji kebenarannya secara empiris. Batas
penjelajahan ilmu sempit sekali, hanya sepotong atau sekeping saja dari sekian permasalahan
kehidupan manusia, bahkan dalam batas pengalaman manusia itu, ilmu hanya berwenang
menentukan benar atau salahnya suatu pernyataan. Demikian pula tentang baik buruk, semua itu
(termasuk ilmu). Relativitas atau kenisbian ilmu pengetahuan bermuara kepada filsafat dan
relativitas atau kenisbian ilmu pengatahuan serta filsafat bermuara kepada agama.
Filsafat ialah ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat
dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah itu berada di luar atau di atas
jangkauan ilmu pengetahuan biasa. Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal
budinya untuk dapat memahami dan mendalami. Ilmu pengetahuan mencari kebenaran dengan
jalan penyeledikan, pengalaman (empiri) dan percobaan (eksperimen) sebagai batu ujian. Filsafat
menghampiri kebenaran dengan cara mengelanakan atau mengembarakan akal budi secara
redikal (mengakar), dan integral (menyeluruh) serta universal (mengalam),tidak merasa terikat
oleh ikatan apapun, kecuali ikatan tangannya sendiri yang disebut logika Manusia dalam
mencari dan menemukan kebenaran dengan dan dalam agama dengan jalan mempertanyakan
pelbagi masalah asasi dari suatu kepada kitab Suci, kondifikasi Firman Allah untuk manusia di
permukaan

planet

bumi

ini.

Kebenaran ilmu pengetahuan ialah kebenaran positif, kebenaran filsafat ialah kebenaran
spekulatif (dugaan yang tak dapat dibuktikan secara empiri, riset, eksperimen). Kebenaran ilmu
pengetahuan

dan

filsafat

keduanya

nisbi

(relatif).

Dengan demikian terungkaplah bahwa manusia adalah mahluk pencari kebenaran. Di dalam
mencari, menghampiri dan menemukan kebenaran itu terdapat tiga buah jalan yang ditempuh
manusia yang sekaligus merupakan institut kebenaran yaitu : Ilmu, filsafat dan Agama.
Persamaan:

Semuanya

mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki obyek selengkap-

lengkapnya sampai ke-akar-akarnya

Filsafat dan ilmu pengetahuan memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren
yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebabakibatnya

Semuanya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan

Filsafat dan ilmu pengetahuan mempunyai metode dan sistem

Semuanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari


hasrat manusia obyektivitas, akan pengetahuan yang lebih mendasar.

2.3 Perbedaan

(Distingsi)

Filsafat,

Filsafat

Ilmu

Pengetahuan,

Ilmu

Pengetahuan,

Pengetahuan, Biologi/Pendidikan Biologi dan Agama


Perbedaan:

Obyek material lapangan filsafat itu bersifat universal umum, yaitu segala sesuatu yang
ada realita sedangkan obyek material ilmu pengetahuan ilmiah] itu bersifat khusus dan
empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secra kaku dan
terkotak-kotak, sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu
Obyek formal sudut pandangan filsafat itu bersifat non fragmentaris, karena mencari
pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas, mendalam dan mendasar.
Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik, dan intensif. Di samping itu, obyek
formal itu bersifatv teknik, yang berarti bahwa cara ide-ide manusia itu mengadakan
penyatuan diri dengan realita

Filsafat dilaksanakan dalam suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi,


kritis, dan pengawasan, sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial
and error. Oleh karena itu, nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis, sedangkan
kegunaan filsafat timbul dari nilainnya

Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman
realitas sehari-hari, sedangkan ilmu bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis,
yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu

Filsafat memberikan penjelasan yang terakhri, yang mutlak, dan mendalam sampai
mendasar sedangkan ilmu menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam, yang
lebih dekat, yang sekunder.

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan

1. filsafat memerlukan kebenaran dalam membuktikan kebenaran dari filsafat tersebut.


2. Ilmu pengetahuan adalah suatu hasil yang diperoleh oleh akal sehat, ilmiah, empiris dan logis.
3. Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang.
Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan
prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Biologi merupakan ilmu
pengetahuan yang berhubungan dengan makhluk hidup yang kebenaran ilmunya melalui filsafat.
4. Agama maupun filsafat berhubungan dengan realitas yang sama. Keduanya terdiri dari subjeksubjek yang serupa dan samasama melaporkan prinsip-prinsip tertinggi wujud (yaitu, esensi
Prinsip Pertama dan esensi dari prinsip-prinsip kedua nonfisik).
5. Persamaan Filsafat dan ilmu pengetahuan memberikan pengertian mengenai hubungan atau
koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebabakibatnya. Perbedaan Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan
pada pengalaman realitas sehari-hari, sedangkan ilmu bersifat diskursif, yaitu menguraikan
secara logis, yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu.
3.2

Saran

Dengan adanya makalah ini, kita diharapkan agar dapat membantu kita untuk mengerti
dan dapat membedakan filsafat dan ilmu pengetahuan. Dan dapat mencari persamaan dan
perbedaan filsafat, filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, pengetahuan, biologi dan
pendidikan biologi dan agama.

Anda mungkin juga menyukai