Anda di halaman 1dari 22

SUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI

TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA


RSIA AL HASANAH MADIUN

YAYASAN AL HASANAH
Jl. Sri Rejeki No. 91 B Telp (0351) 463173, 7705075 Fax : (0351) 467733

KOTA MADIUN

YAYASAN AL HASANAH
Sekretariat Jl. Sri Rejeki No. 91B Telp (0351) 463173, Fax : (0351) 467733 Madiun
Rumah Sakit Ibu dan Anak
Tempat Penitipan Anak
Melatih dan Membimbing Tumbuh Kembang Anak

KEPUTUSAN KETUA YAYASAN AL HASANAH MADIUN


NOMOR : 004 / Y.AH MN / XI / 2014 / 02
TENTANG
SUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI
DAN TATA KERJA
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AL HASANAH MADIUN
KETUA YAYASAN AL HASANAH MADIUN
Menimbang

a. Bahwa adanya peningkatan kegiatan pelayanan kesehatan yang semula


Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak Al
Hasanah.
b. Bahwa sebagaimana dimaksud dalam huruf a diatas dipandang perlu untuk
dilakukan penataan ulang terhadap susunan struktur organisasi, tugas pokok,
fungsi dan tata kerja yang telah ada.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b diatas dipandang perlu
untuk ditetapkan suatu Susunan Struktur Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi
dan Tata Kerja Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Hasanah Madiun dengan
Keputusan Ketua Yayasan Al Hasanah Madiun.

Mengingat

a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit.
c. Peraturan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor

1045/MENKES/PER/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit Di


Lingkungan Departemen Kesehatan.
d. Surat Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Madiun
Nomor : 503 401.303 / 1107 / 2014 Izin Operasional Rumah Sakit.

YAYASAN AL HASANAH
Sekretariat Jl. Sri Rejeki No. 91B Telp (0351) 463173, Fax : (0351) 467733 Madiun
Rumah Sakit Ibu dan Anak
Tempat Penitipan Anak
Melatih dan Membimbing Tumbuh Kembang Anak

MEMUTUSKAN
Pertama

Menetapkan Susunan Struktur Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja
Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Hasanah Madiun.

Kedua

Keputusan ini agar diberlakukan dan dilaksanakan Direktur beserta jajarannya


yang terkait dalam unsur-unsur Struktur Organisasi Rumah Sakit Ibu dan Anak
Al Hasanah Madiun.

Ketiga

Keputusan ini berlaku sejak Tanggal Ditetapkannya, dan apabila dikemudian hari
diketemukan adanya kesalahan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di

: MADIUN

Pada Tanggal

: 01 NOVEMBER 2014
YAYASAN AL HASANAH MADIUN

NY. ISTINI
Ketua

YAYASAN AL HASANAH
Sekretariat Jl. Sri Rejeki No. 91B Telp (0351) 463173, Fax : (0351) 467733 Madiun
Rumah Sakit Ibu dan Anak
Tempat Penitipan Anak
Melatih dan Membimbing Tumbuh Kembang Anak
Lampiran
Nomor
Tanggal

: Keputusan Ketua Yayasan Al Hasanah Madiun Tentang


Susunan Struktur Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata
Kerja Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Hasanah Madiun
: 004 / Y.AH MN / XI / 2014 / 02
: 01 November 2014

SUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA


RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AL HASANAH MADIUN
BAB I
KETENTUAN UMUM
Dalam Keputusan yang dimaksud dengan :
1. Rumah Sakit adalah Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan
perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat
darurat.
2. Rumah Sakit Khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau
satu jenis penyakit tertentu, berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit atau
kekhususan lainnya.
3. Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Hasanah Madiun adalah Institusi pelayanan kesehatan yang kegiatan
utamanya memberikan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak yang mencakup rawat jalan
(pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan penyakit kandungan dan kebidanan, pelayanan KB,
pemeriksaan bayi dan anak, tumbuh kembang bayi dan anak dan pelayanan imunisasi) dan rawat
inap (pertolongan persalinan normal dan cecarea, tindakan penanganan penyakit kandungan dan
kebidanan dan rawat bayi dan anak sakit).
4. Direktur adalah Pejabat yang berpengalaman dan mempunyai kompetensi dibidang perumahsakitan
yang ditunjuk dan diangkat oleh Ketua Yayasan Al Hasanah sebagai pimpinan tertinggi di rumah
sakit yang mempunyai tugas memimpin, menetapkan kebijakan, membina, mengkoordinasikan dan
mengawasi serta melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan tugas rumah sakit.
5. Komite Medik adalah perangkat rumah sakit untuk menerapkan tata kelola klinis (clinical
govermance) agar staf medis di rumah sakit terjaga profesionalismenya melalui mekanisme
kredensial, penjagaan mutu profesi medis dan pemeliharaan etika dan disiplin profesi medis.
6. Komite Keperawatan adalah wadah non struktural rumah sakit yang mempunyai fungsi utama
mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan melalui mekanisme
kredensial, penjagaan mutu profesi, dan etika dan disiplin profesi.
7. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi adalah suatu wadah yang bertanggung jawab
langsung kepada Direktur atas semua pengelolaan Progra Pencegahan dan Pengendalian infeksi
(PPI) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Hasanah Madiun.

8. Bagian tata usaha adalah suatu wadah yang mempunyai tugas membantu Direktur dalam
menjalankan tugasnya dibidang ketata usahaan yang meliputi usulan perencanaan, evaluasi dan
pelaporan administrasi umum dan pegeawaian, keuangan, pendidikan dan pelatihan serta hukum
dan kehumasan.
9. Bidang Pelayanan adalah suatu wadah yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan
teknis dibidang pelayanan, pengkoordinasian pelaksanaan pembinaan, pengendalian dan evaluasi
pelaksanaan tugas dibidang pelayanan medis dan keperawatan.
10. Bidang Penunjang adalah suatu wadah yang mempunyai tugas perumusan kebijakan teknis
dibidang penunjang, pengkoordinasian pelaksanaan pembinaan, pengendalian dan evaluasi
pelaksanaan tugas dibidang penunjang medis dan non medis.

BAB II
SUSUNAN ORGANISASI
Susunan Organisasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Hasanah :
Direktur
Komite Medik
Komite Keperawatan
Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Bagian Tata Usaha
Sub Bagian Kepegawaian
Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Pendidikan dan Pelatihan
Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan
IGD
Pelayanan Kamar Operasi
Pelayanan Rawat Jalan
Pelayanan Rawat Inap
Bidang Pelayanan Penunjang
Unit Rekam Medis
Unit Farmasi
Unit Laboratorium
Unit Gizi
Unit Elektromedis
Unit Sterilisasi Alat
Unit Laundry dan Cleaning Service
Unit Pengelolaan Limbah Rumah Sakit

BAB III
RUMAH SAKIT, MOTTO, FALSAFAH, VISI, MISI, TUGAS DAN FUNGSI
Pasal 1
RUMAH SAKIT
Yang dimaksud Rumah Sakit disini adalah :
Nama

: Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Hasanah Madiun

Kelas Rumah Sakit

: Kelas C

Nomor Registrasi

: 3577052

Alamt

: Jalan Sri Rejeki No. 91 B Kelurahan Sukosari Rt. 001 Rw. 001
Kec. Kartoharjo Kota Madiun

Telepon

: (0351) 463173

Fax

: (0351) 467733

E-Mail

: rsbalhasanah@yahoo.co.id

Penyelenggara

: Yayasan Al Hasanah Madiun

Status

: Milik Swasta

Jumlah Tempat Tidur

: 36 TT

Pasal 2
MOTTO
Senyum Anda adalah Kepuasan Kami
Pasal 3
FALSAFAH
Bersama Mensyukuri apa yang telah dianugerahkan dan mengikhtiari harapan hidup dan kehidupan
yang sehat wal afiat.
Pasal 4
VISI
Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak melalui pelayanan medik yang prima.
Pasal 5
MISI
1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak.
2. Memberikan pelayanan kehamilan, persalinan secara professional dan paripurna.
3. Mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak
4. Mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
5. Meningkatkan sumber daya kesehatan dibidang pelayanan kesehatan ibu dan anak

Pasal 6
TUGAS
Melaksanakan upaya kesehatan dibidang kesehatan ibu dan anak, upaya kesehatan secara berdayaguna
dan berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara
serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan.

Pasal 7
FUNGSI
1. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perseorangan melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak
secara paripurna.
2. Pelaksanaan tugas teknis operasional bidang pelayanan kesehatan ibu dan anak yang meliputi
pelayanan medik dan keperawatan, pelayanan penunjang serta sarana dan prasarana.
3. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dalam rangka peningkatan SDM dalam
pemberian pelayanan kesehatan ibu dan anak.
4. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam
rangka peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
5. Pelaksanaan administrasi rumah sakit.

BAB III
TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Pasal 8
DIREKTUR
1. Direktur Rumah sakit Ibu dan Anak Al Hasanah mempunyai tugas pokok memiimpin
penyelenggaraan, menyusun kebijakan, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan program
kegiatan rumah sakit sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) diatas Direktur
mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan rumah sakit.
b. Perumusan rencana strategis rumah sakit.
c. Perumusan program kerja rumah sakit.
d. Melaksanakan semua program dan kegiatan rumah sakit sesuai yang telah ditentukan.
e. Menganalisa, memberi petunjuk, arahan dan pembinaan serta mengevaluasi pelaksanaan
pekerjaan bawahan.
f. Memimpin segala kegiatan kedinasan.
g. Memberi saran atau pertimbangan kepada Ketua Yayasan mengenai langkah-langkah yang perlu
diambil dalam rangka pengembangan rumah sakit.

h. Melakukan koordinasi dan hubungan kerjasama antar instansi untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
i. Melaporkan segala kegiatan di rumah sakit kepada Ketua Yayasan.
j. Melaksanakan kegiatan kedinasan lainnya yang diberikan Ketua Yayasan.
k. Pengkoordinasian pelayanan medik rumah sakit.
l. Pengkoordinasian pelayanan penunjang rumah sakit.
m. Pengkoordinasian pelayanan dan asuhan keperawatan rumah sakit.
n. Pengkoordinasian pelayanan rujukan rumah sakit.
o. Pengkoordinasian Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan rumah sakit.
p. Pengkoordinasian pelaksanaan penelitian, pengembangan dan pemasaran rumah sakit.
q. Perngkoordinasian pelaksanaan ketata usahana, keuangan dan kepegawaian, rumah sakit.

Pasal 9
KOMITE MEDIK
1. Komite Medik mempunyai tugas pokok meningkatkan profesionalisme staf medis yang bekerja di
rumah sakit dengan cara :
a. Melakukan kredensial bagi seluruh staf medis yang akan melakukan pelayanan medis di rumah
sakit.
b. Memelihara mutu profesi staf medis.
c. Menjaga disiplin, etika dan perilaku profesi staf medis.
2. Dalam melaksanakan tugas pokok kredensial komite medik memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan dan pengkompilasian daftar kewenangan klinis sesuai dengan masukan dari
kelompok staf medis berdasarkan norma keprofesian yang berlaku.
b. Penyelenggaraan pemeriksaan dan pengkajian :
-

kompetensi

Kesehatan Fisik dan Mental

Perilaku

Etika Profesi

c. Evaluasi data pendidikan professional kedokteran / kedokteran gigi berkelanjutan.


d. Wawancara terhadap pemohon kewenangan klinis.
e. Penilaian dan pemutusan kewenangan klinis yang adekuat.
f. Pelaporan hasil penilaian kredensial dan menyampaikan rekomendasi kewenangan klinis
kepada komite medis.
g. Melakukan proses rekomendasi pada saat berakhirnya masa berlaku surat penugasan klinis dan
adanya permintaan dari komite medik dan
h. Rekomendasi kewenangan klinis dan penerbitan surat penugasan klinis.
3. Dalam melaksanakan tugas pokok memelihara mutu profesi staf medis komite medik memiliki
fungsi sebagai berikut :
a. Pelaksanaan audit medis.

b. Rekomendasi pertemuan ilmiah internal dalam rangka pendidikan berkelanjutan bagi staf
medis.
c. Rekomendasi kegiatan eksternal dalam rangka pendidikan berkelanjutan bagi staf medis rumah
sakit dan
d. Rekomendasi proses pendampingan (proctoring) bagi staf medis yang membutuhkan.
4. dalam melaksanakan tugas pokok menjaga disiplin, etika dan perilaku profesi staf medis komite
medik memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Pembinaan etika dan disiplin profesi kedokteran.
b. Pemeriksaan satf medis yang diduga melakukan pelanggaran disiplin.
c. Rekomendasi pendisiplinan pelaku professional di rumah sakit dan
d. Pemberian nasehat / pertimbangan dalam pengambilan keputusan etis pada asuhan medis
pasien.
5. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya komite medik berwenang :
a. Memberikan rekomendasi rincian kewenangan klinis (delineation of clinical privilege).
b. Memberikan rekomendasi surat penugasan klinis (clinical appointment).
c. Memberikan rekomendasi penolakan kewenangan klinis (clinical privilege) tertentu dan
d. Memberikan rekomendasi perubahan / modifikasi rincian kewenangan klinis (delineation of
clinical privilege).
e. Memberikan rekomendasi tindak lanjut audit medis.
f. Memberikan rekomendasi pendidikan kedokteran berkelanjutan.
g. Memberikan rekomendasi pendampingan (proctoring) dan.
h. Memberikan rekomendasi pemberian tindakan disiplin.
Pasal 10
KOMITE KEPERAWATAN
1. Komite Keperawatan mempunyai tugas pokok meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan
yang bekerja dirumah sakit dengan cara :
a. Melakukan kredensial bagi seluruh tenaga keperawatan yang akan melakukan pelayanan
keperawatan dan kebidanan di rumah sakit.
b. Memelihara mutu profesi tenaga keperawatan dan.
c. Menjaga disiplin, etika dan perilaku profesi perawat dan bidan.
2. Dalam melaksanakan tugas pokok kredensial lomite keperawatan memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Menyusun daftar rincian kewenangan klinis dan buku putih.
b. Melakukan verifikasi persyaratan kredensial.
c. Merekomendasikan kewenangan klinis tenaga keperawatan.
d. Merekomendasikan pemulihan kewenangan klinis.
e. Melakukan kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan.
f. Melaporkan seluruh proses kredensial kepada ketua komite keperawatan untuk diteruskan
kepada kepala / direktur rumah sakit.

3. Dalam melaksanakan tugas pokok memelihara mutu profesi komite keperawatan memiliki fungsi
sebagai berikut :
a. Menyusun data dasar profil tenaga keperawatan sesuai area praktek.
b. Merekomendasikan

perencanaan

pengembangan

professional

berkelanjutan

tenaga

keperawatan.
c. Melakukan audit keperawatan dan kebidanan dan.
d. Memfasilitasi proses pendampingan sesuai kebutuhan.
4. Dalam melaksanakan tugas pokok menjaga disiplin dan etika profesi tenaga keperawatan komite
keperawatan memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan.
b. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan.
c. Merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin dan masalah etik dalam
kehidupan profesi dan pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan.
d. Merekomendasikan pencabutan kewenangan klinis dan.
e. Memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam asuhan keperawatan dan
kebidanan.
5. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya komite keperawatan berwenang :
a. Memberikan rekomendasi rincian kewenangan klinis.
b. Memberikan rekomendasi perubahan rincian kewenangan klinis.
c. Memberikan rekomendasi penolakan kewenangan klinis tertentu.
d. Memberikan rekomendasi surat penugasan klinis.
e. Memberikan rekomendasi tindak lanjut audit keperawatan dan kebidanan.
f. Memberikan rekomendasi pendidikan keperawatan dan pendidikan kebidanan berkelanjutan
dan.
g. Memberikan rekomendasi pendampingan dan memberikan rekomendasi pemberian tindakan
disiplin.
Pasal 11
KOMITE PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)
1. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) mempunyai tugas pokok melaksanakan
pengelolaan, pengendalian dan pengembangan muru PPI rumah sakit.
2. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) Komite
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi mempunyai fungsi :
a. Menyusun dan menetapkan serta mengevaluasi kebijakan PPI.
b. Melaksanakan sosialisasi kebijakan PPIRS agar kebijakan dapat dipahami dan dilaksanakan
oleh petugas kesehatan rumah sakit.
c. Membuat SPO PPI.
d. Menyusun program PPI dan mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.
e. Bekerjasama dengan Tim PPI dalam melakukan investigasi masalah atau KLB infeksi
nosokomial.

f. Memberikan usulan untuk mengembangkan dan meningkatkan cara pencegahan dan


pengendalian infeksi.
g. Memberikan konsultasi pada petugas kesehatan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya dalam PPI.
h. Mengusulkan pengadaan alat dan bahan yang sesuai dengan prinsip PPI dan aman bagi yang
menggunakan.
i. Mengidentifikasi temuan dilapangan dan mengusulkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan
sumber daya manusia (SDM) rumah sakit dalam PPI.
j. Melakukan pertemuan berkala, termasuk evaluasi kebijakan.
k. Menerima laporan dari Tim PPI dan membuat laporan kepada Direktur.
l. Berkoordinasi dengan unit terkait lain.
m. Memberikan usulan kepada Direktur untuk pemakaian antibiotika yang rasional di rumah sakit
berdasarkan hasil pantauan kuman dan resistensinya terhadap antibiotika dan menyebarluaskan data
resistensi antibiotika.
n. Menyusun kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
o. Turut menyusun kebijakan clinical govermance dan patient safety.
p. Mengembangkan, mengimplementasikan dan secara periodik mengkaji kembali rencana
manajemen PPI apakah telah sesuai kebijakan manajemen rumah sakit.
q. Memberikan masukan yang menyangkut konstruksi bangunan dan pengadaan alat dan bahan
kesehatan, renovasi ruangan, pemrosesan alat, penyimpanan alat dan linen sesuai dengan prinsip
PPI.
r. Menentukan sikap penutupan ruang rawat bila diperlukan karena potensial menyebarkan infeksi.
s. Melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari standar prosedur /
monitoring suveilans proses.
t. Mlakukan investigasi, menetapkan dan melaksanakan penanggulangan infeksi bila ada KLB di
rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Pasal 12
BAGIAN TATA USAHA
1. Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok menyelenggarakan sebagian tugas rumah sakit
dibidang ketata usahaan umum, kepegawaian, keuangan dan Diklat.
2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) Bagian Tata Usaha
mempunyai fungsi :
a. Menyelenggarakan pengelolaan ketatausahaan.
b. Menyusun rencana dan program kerja ketatausahaan.
c. Menyusun petunjuk teknis atau prosedur tetap pengelolaan katatausahaan.
d. Menyiapkan bahan dan data untuk menyusun kebijakan, rencana strategis, program dan laporan
tahunan rumah sakit.
e. Menyebarluaskan kebijakan Direktur rumah sakit.
f. Penyusunan laporan hasil kegiatan ketatausahaan.

g. Pengawasan dan evaluasi kegiatan ketatausahaan.


h. Penerimaan, pendistribusian dan pengiriman surat menyurat dan naskah-naskah dinas.
i. Meneliti / mentelaah dan meneruskan surat-surat masuk dan keluar atau naskah dinas rumah
sakit kepada Direktur.
j. Penyimpanan, pengaturan dan pemeliharaan arsip.
k. Pengelolaan perpustakaan rumah sakit.
l. Pelaksanaan urusan rumah tangga dan perjalanan dinas.
m. Penyiapana kelengkapan untuk keperluan rapat-rapat dinas.
n. Pelaksanaan pemantauan pengumpulan dan pengolahan data serta dokumentasi rumah sakit.
o. Pengelolaaan publikasi dan keprotokolan rumah sakit.
p. Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan Direktur.

Pasal 13
Bagian Tata Usaha membawahi :
1. Sub. Bagian Kepegawaian
2. Sub. Bagian Keuangan
3. Sub Bagian Umum
4. Sub. Bagian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)

Pasal 14
SUB. BAGIAN KEPEGAWAIAN
1. Sub. Bagian Kepegawaian mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengelolaaan kepegawaian.
2. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) Sub Bagian
Kepegawaian mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana kegiatan dan program kerja kepegawaian.
b. Pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengelolaan administrasi kepegawaian.
c. Penyusunan petunjuk teknis atau prosedur tetap pengelolaan administrasi kepegawaian.
d. Pengelolaan administrasi kepegawaian yang meliputi penyusunan bahan penunjukan jabatan
dilingkungan rumah sakit, cuti dan kenaikan gaji berkala.
e. Menyusun daftar induk kepegawaian sesuai juklak atau juknis untuk tertibnya administrasi
kepegawaian.
f. pengolahan data atau file kepegawaian.
g. Penyusunan daftar urutan jabatan di lingkungan rumah sakit.
h. Pengelolaan administrasi daftar penilaian kinerja pegawai di rumah sakit.
i. Menyusun rencana kebutuhan pegawai sesuai kebutuhan, optimalisasi dan pelaksanaan kerja
unit.
j. Menyusun usulan perminataan pegawai sesuai kebutuhan untuk kelancaran pelaksanaan tugas
unit.
k. Penyusunan rencana rekrutmen dan pemberhentian pegawai

l. Pengelolaan kesejahteraan pegawai.


m. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai.
n. Pengembangan kemampuan dan karier pegawai
o. Pengeelolaan dan pengembangan sistem informasi kepegawaian.
p. Penyiapan bahan pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan dinas.
q. Pengkoordinasian pengelolaan administrasi kepegawaian dengan unit kerja terkait.
r. Penyusunan laporan hasil kegiatan di Sub. Bagian Kepegawaian.

Pasal 15
SUB. BAGIAN KEUANGAN
1. Sub. Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan..
rumah sakit.
2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) Sub. Bagian
Keuangan mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana kegiatan dan program kerja administrasi keuangan
b. Menyusun anggaran pendapatan dan belanja rumah sakit.
c. Menyusun petunjuk teknis atau prosedur tetap pengelolaan administrasi keuangan.
d. Mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan dibidang keuangan dan anggaran mulai dari
masukan / proses dan keluaran serta umpan balik sesuai standar pelayanan dan prosedur yang
telah ditetapkan.
e. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran rumah sakit.
f. Menyusun rencana pembayaran kepada pihak ketiga.
g. Pengkoordinasian penyusunan anggaran rumah sakit.
h. Pengelolaan perbendaharaan dan mobilisasi dana rumah sakit.
i. Pengelolaan akuntansi dan verifikasi keuangan rumah sakit.
j. Pemantauan dan pengendalian pengelolaan keuangan rumah sakit.
k. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka pelaksanaan tugas.
l. Penyusunan laporan hasil kegiatan administrasi keuangan.

Pasal 16
SUB BAGIAN UMUM
1. Sub. Bagian Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan penyelenggaraan dan pengelolaan
kegiatan pelayanan Bidang Umum yang mencakup Pelayanan Ambulance, Pelayanan Kamar
Jenazah dan Keamanan (Security).
2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) Sub. Bagian Umum
mempunyai fungsi :
m. Mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan Pelayanan Sub Bagian Umum yang
mencakup Pelayanan Ambulance, Pelayanan Kamar Jenazah dan Keamanan.

n. Menyusun Laporan Rutin Kegianan Pelayanan Sub Bagian Umum yang mencakup Pelayanan
Ambulance, Pelayanan Kamar Jenazah dan Ambulance.
o. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Direktur.
Pasal 17
SUB. BAGIAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT)
1. Sub. Bagian Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas pokok merencanakan, mengembangkan,
mengkoordinasikan,

menyelenggarakan,

memantau

dan mengevaluasi

pendidikan

klinik,

pendidikan dan pelatihan profesi, pelatihan mandiri serta koordinasi unit dan perumusan kebijakan.
2. Dalam melaksanakn tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) Sub. Bagian
Pendidikan dan Pelatihan mempunyai fungsi :
a. Pengkoordinasian perencanaan program dan kegiatan pendidikan klinik, pendidikan dan
pelatihan profesi serta pelatihan mandiri.
b. Pengkoordinasian pengembangan pendidikan klinik, pendidikan dan pelatihan profesi serta
pelatihan mandiri.
c. Pengkoordinasian dengan unit dalam rangka menyusun petunjuk teknis atau prosedur tetap
penyelenggaraan pelayanan pendidikan klinik, pendidikan dan pelatihan profesi serta pelatihan
mandiri.
d. Perencanaan dan pelaksanaan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM
rumah sakit dengan institusi lain.
e. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan
SDM rumah sakit.
f. Pengkajian kebutuhan pendidikan dan pelatihan bagi pengembangan SDM rumah sakit.
g. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun biaya satuan penyelenggaraan pendidikan
dan pelatihan SDM rumah sakit.
h. Pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait sehubungan dengan penugasan pendidikan dan
pelatihan SDM rumah sakit.
i. Menyiapkan administrasi penugasan pendidikan dan pelatihan bagi SDM rumah sakit.
j. Mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyusun database pelaksanaan pendidikan dan
pelatihan SDM rumah sakit.
k. Mengelola sistem informasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM rumah sakit.
l. Menyusun peta kompetensi SDM rumah sakit sebagai bahan pertimbangan penugasan
pendidikan dan pelatihan.
m. Monitoring, evaluasi dan menyusun laporan kegiatan pendidikan klinik, pendidikan dan
pelatihan profesi serta pelatihan mandiri.

Pasal 18
BIDANG PELAYANAN MEDIK DAN KEPERAWATAN

1. Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan dan
menyelenggarakan pelayanan medik dan keperawatan secara efektif, bermutu dan efisien.
2. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) diatas Bidang
Pelayanan Medik dan Keperawatan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan kebijakan teknis dan program kerja dibidang pelayanan.
b. Penyusunan rancangan anggaran tahunan pelayanan.
c. Penyususnan usulan formasi staf pelayanan.
d. Penyusunan satndar pelayanan medik dan keperawatan.
e. Penilaian kualitas pelayanan.
f. Penyusunan pengembangan pelayanan medik dan keperawatan.
g. Pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan kegiatan pelayanan medik dan keperawatan.
h. Pelaksanaan loordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka pelaksanaan tugas.
i. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan dibidang pelayanan.

Pasal 19
Bidang Pelayanan membawahi :
IGD
Pelayanan Kamar Operasi
Pelayanan Rawat Jalan
Pelayanan Rawat Inap

Pasal 20
INSTALASI GAWAT DARURAT
Instalasi Gawat Darurat mempunyai tugas pokok dan fungsi :
1. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun bahan perumusan kebijakan, perencanaan
dan pengembangan instalasi gawat darurat.
2. Menghimpun dan menginventarisasi standar pelayanan instalasi gawat darurat.
3. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun standar kebutuhan peralatan, sarana
prasarana dan SDM instalasi gawat darurat.
4. Melaksanakan, memantau, mengevaluasi dan menyusun pelaporan pelaksanaan kegiatan pelayanan
instalasi gawat darurat.
5. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun biaya satuan pelayanan instalasi gawat
darurat.
6. Melaksanakan pengukuran kinerja pelayanan instalasi gawat darurat.
7. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang.

Pasal 21
PELAYANAN KAMAR OPERASI

Pelayanan Kamar Operasi mempunyai tugas pokok dan fungsi :


1. Melakukan Pengelolaan, Supervisi dan Evaluasi terhadap terlaksananya asuhan keperawatan di unit
kamar operasi.
2. Melakukan koordinasi dengan profesi lain yang dapat mendukung dan menunjang pelayanan unit
kamar operasi yang optimal.
3. Melakukan pengawasan, evaluasi, memberikan motivasi kepada staf dalam rangka
terselenggaranya pelayanan unit kamar operasi yang bermutu.
Pasal 22
PELAYANAN RAWAT JALAN
Pelayanan Rawat Jalan mempunyai tugas pokok dan fungsi :
1. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun bahan perumusan kebijakan, perencanaan
dan pengembangan pelayanan rawat jalan.
2. Menghimpun dan menginventarisasi standar pelayanan pelayanan rawat jalan.
3. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun standar kebutuhan peralatan, sarana
prasarana dan SDM pelayanan rawat jalan.
4. Melaksanakan, memantau, mengevaluasi dan menyusun pelaporan pelaksanaan kegiatan pelayanan
rawat jalan.
5. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun biaya satuan pelayanan rawat jalan.
6. Melaksanakan pengukuran kinerja pelayanan rawat jalan.
7. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang.

Pasal 23
PELAYANAN RAWAT INAP
Pelayanan Rawat Inap mempunyai tugas pokok dan fungsi :
1. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun bahan perumusan kebijakan, perencanaan
dan pengembangan pelayanan rawat inap.
2. Menghimpun dan menginventarisasi standar pelayanan pelayanan rawat inap.
3. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun standar kebutuhan peralatan, sarana
prasarana dan SDM pelayanan rawat inap.
4. Melaksanakan, memantau, mengevaluasi dan menyusun pelaporan pelaksanaan kegiatan pelayanan
rawat inap.
5. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun biaya satuan pelayanan rawat inap.
6. Melaksanakan pengukuran kinerja pelayanan rawat inap.
7. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang.

Pasal 24
BIDANG PENUNJANG

1. Bidang Penunjang mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi, memberikan petunjuk dan
bimbingan teknis bagi pelayanan penunjang yang mencakup penunjang medis dan non medis yang
efekti, bermutu dan efisien.
2. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) diatas Bidang
Penunjang mempunyai fungsi :
a. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun bahan perumusan kebijakan, perencanaan
dan pengembangan bidang penunjang.
b. Menghimpun dan menginventarisasi standar pelayanan bidang penunjang.
c. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun standar kebutuhan peralatan, sarana
prasarana dan SDM bidang penunjang.
d. Melaksanakan, memantau, mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bidang
penunjang.
e. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun biaya satuan bidang penunjang.
f. Melaksanakan pengukuran kinerja bidang penunjang..

Pasal 25
Bidang Penunjang membawahi
1. Unit Rekam Medis
2. Unit Farmasi
3. Unit Laboratorium
4. Unit Gizi
5. Unit Elektromedis
6. Unit Sterilisasi Alat
7. Unit Laundry dan Cleaning Service
8. Unit Pengelolaan Limbah

Pasal 26
UNIT REKAM MEDIS
1. Unit Rekam Medik mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan mengkoordinasikan pelayanan
rekam medis dan pemantauan mutu rekam medis diseluruh unit pelayanan yang mencakup IGD,
unit pelayanan rawat jalan dan unit pelayanan rawat inap.
2. Unit Rekam Medis dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu)
diatas mempunyai fungsi :
a. Menentukan standart dan kebijakan pelayanan rekam medis.
b. Mengusulkan bentuk formulir rekam medis.
c. Melakukan evaluasi formulir rekam medis.
d. Mengusulkan upaya yang diperlukan dalam penanggulangan masalah pelayanan rekam medis.

e. Menganalisis secara teratur isi rekam medis untuk menentukan apakah informasi klinik sudah
cukup dalam asuhan pasien.
f. Membuat laporan dan melaporkannya kepada Direktur.
g. Menyelenggarakan rapat rutin rekam medis.

Pasal 27
UNIT FARMASI
1. Unit Farmasi mempunyai tugas pokok :
a. Melangsungkan pelayanan farmasi yang optimal.
b. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan farmasi professional berdasarkan prosedur kefarmasian
dan etika profesi.
c. Melaksanakan Kmunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kefarmasian.
d. Memberi pelayanan bermutu melalui analisa dan evaluasi untuk pengembangan mutu
pelayanan farmasi.
e. Melakukan pengawasan kegiatan kefarmasian berdasarkan aturan-aturan yang berlaku.
f.

Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang farmasi.

g. Mengadakan penelitian dan pengembangan pelayanan farmasi.


h. Memfasilitasi dan mendorong tersusunnya standar pengobatan dan formularium rumah sakit.
2. Unit Farmasi dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu)
mempunyai fungsi :
a. Pengelolaan perbekalan farmasi.
b. Pelayanan kefarmasian dalam penggunaan obat dan alat kesehatan.

Pasal 28
UNIT LABORATORIUM
1. Unit Laboratorium mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan
pelayanan laboratorium diseluruh unit pelayanan yang mencakup IGD, unit pelayanan rawat jalan
dan unit pelayanan rawat inap.
2. dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) diatas Unit
Laboratorium mempunyai fungsi :
a. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan laboratorium yang optimal dan professional.
b. Menetapkan dan menyusun petunjuk teknis atau prosedur tetap pelaksanaan tugas
laboratorium.
c. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun standar kebutuhan peralatan, sarana
prasarana dan SDM Laboratorium.
d. Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun biaya satuan pelayanan laboratorium.
e. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang laboratorium.
f.

Melaksanakan, memantau, mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan


pelayanan laboratorium.

Pasal 29
UNIT GIZI
1. Unit Gizi mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan pelayanan
Gizi di rumah sakit.
2. dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka 1 (satu) diatas Unit Gizi
mempunyai fungsi :
g. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan Gizi yang optimal dan professional.
h. Menetapkan dan menyusun petunjuk teknis atau prosedur tetap pelaksanaan tugas di unit Gizi.
i.

Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun standar kebutuhan peralatan, sarana dan
prasarana pelayanan gizi.

j.

Menghimpun, mengolah, menganalisis dan menyusun biaya satuan pelayanan gizi.

k. Melaksanakan, memantau, mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan


pelayanan gizi.

Pasal 30
UNIT ELEKTROMEDIK (ATEM)
1. Unit Elektromedik (ATEM) mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan mengkoordinasikan
kegaiatan pelayanan elektromedik rumah sakit.
2. Unit Elektromedik (ATEM) dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam angka
1 (satu) diatas mempunyai fungsi :
a. Melakukan operasi alat kedokteran / kesehatan (teknis aplikasi).
b. Melakukan pemeliharaan alat kedokteran / kesehatan.
c. Melakukan repair dan trouble shooting alat kedokteran / kesehatan.
d. Melakukan inspeksi unjuk kerja alat kedokteran / kesehatan.
e. Melakukan uji laik pakai alat kedokteran / kesehatan.
f. Melakukan kalibrasi alat kedokteran / kesehatan.
g. Melakukan registrasi dan penapisan alat kedokteran / kesehatan yang di impor dari luar negeri.
h. Melakukan uji produksi dalam negeri alat kedokteran / kesehatan.
i. Melakukan fabrikasi alat kedokteran / kesehatan.
j. Melakukan penyuluhan / pengajaran / penelitian alat kedokteran / kesehatan.
k. Melakukan sales angineering alat kedokteran / kesehatan.
l. Melakukan perakitan instalasi alat kedokteran / kesehatan.
m. Melakukan perancangan teknologi tepat guna alat kedokteran / kesehatan.

Pasal 31
UNIT STERILISATOR ALAT

BAB IV
TATA KERJA
Pasal 30
Hal-hal yang menjadi tugas pokok Direktur merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Pasal 31
Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan rumah sakit wajib
menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi di dalam lingkungannya masing-masing serta
dengan unit-unit lainnya.
Pasal 32
Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahan dan apabila terjadi penyimpangan wajib
mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Pasal 33
Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya
dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.
Pasal 34
Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab
kepada atasannya serta menyampaikan laporan berkala pada waktunya.
Pasal 35
Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagai
bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.
Pasal 36
Direktur, Ketua Komite, Kepala Bidang, Kepala Sub Bidang dan Kepala Unit wajib menyampaikan
laporan berkala kepada atasannya masing-masing.

Pasal 37
Dalam menyampaikan laporan kepada atasannya, tembusan laporan lengkap dengan semua
lampirannya disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai
hubungan kerja.
Pasal 38
Dalam rangka pemberian bimbingan dan pembinaan kepada bawahan masing-masing pimpinan satuan
organisasi wajib mengadakan rapat Berkala.

BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 39
Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja ini ditetapkan oleh Ketua Yayasan Al Hasanah.
Pasal 40
Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan agar dapat diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh
susunan organisasi RSIA Al Hasanah Madiun.

Ditetapkan di

: MADIUN

Pada Tanggal

: ...................................................
YAYASAN AL HASANAH MADIUN

NY. ISTINI
Ketu