Anda di halaman 1dari 3

Hipertensi

Suatu keadaan klinis dimana tekanan darah seseorang lebih tinggi dari tekanan
darah normal
Macam Hipertensi
Hipertensi esensial adalah hipertensi yang sebagian besar tidak diketahui penyebabnya
Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui sebab-sebabnya : Sebagian besar
behubungan dengan ginjal seperti, Penyakit Ginjal Kronik, Obstruksi saluran kemih.
Faktor Yang meningkatkan resiko Hipertensi
Keturunan (tidak bisa dikendalikan) Jika seseorang memiliki orang tua atau saudara yang
memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih
besar.
Usia (tidak bisa dikendalikan) Diperkirakan 20% orang dewasa didunia mempunyai hipertensi
dan meningkat resikonya pada umur 60 tahun keatas
Garam (bisa dikendalikan) Meningkatkan tahanan cairan dalam tubuh
Kolesterol (bisa dikendalikan) Penyempitan Pembuluh darah
Obesitas/Kegemukan, Rokok (bisa dikendalikan) Dapat meningkatkan resike penyakit
degeneratif ( Hipertensi, DM, Penyakit Jantung)
Stres (bisa dikendalikan) Dapat memicu tekanan darah tinggi
Alkohol (bisa dikendalikan) Dapat merusak hati yang kemudian akan menimbulkan penyakit
darah tinggi
Kurang Olahraga (bisa dikendalikan) Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan
tekanan darah dalam tubuh meningkat
Hal yang dilakukan sebelum mengukur tekanan darah dan cara mengukur
tekanan darah menurut JNC8

Mengosongkan kandung kemih dan


duduk terlebih dahulu selama 5 menit
dengan keadaan punggung menyandar
dan kaki menempel ke tanah ( bukan
bersila)
Tangan yang diukur di letakkan di meja
setinggi jantung

Cek tensi sambil berdiri pada menit pertama dan


ke 3 untuk mengecek postural hipotensi

Klasifikasi
Pada pasien yang menderita hipertensi tekanan darah sistole 140-159 dan atau
diastole 90-99 , tanpa faktor risiko kardiovaskular lain, maka strategi pola hidup
sehat merupakan tatalaksana tahap awal yang dianjurkan, yang harus dijalani
setidaknya selama 4 6 bulan
Target tekanan darah yang dituju (JNC8, Rekomendasi A)
Pada populasi umum yang berumur 60 tahun, terapi farmakologi dimulai ketika
tekanan darah sistolik 150 mmHg dan diastolik 90 mmHg. Target terapi adalah
menurunkan tekanan darah sistolik menjadi < 150 mmHg dan diastolik menjadi <
90 mmHg.
Pada populasi umum berumur < 60 tahun, terapi farmakologi dimulai ketika
tekanan darah diastoliknya 90 mmHg. Target penurunan tekanan darahnya
adalah < 90 mmHg. (Untuk umur 30 59 tahun)
Pola hidup sehat yang dianjurkan

Penurunan berat badan. Mengganti makanan tidak sehat dengan


memperbanyak asupan sayuran dan buah-buahan dapat memberikan
manfaat yang lebih selain penurunan tekanan darah, seperti menghindari
diabetes dan dislipidemia.
Mengurangi asupan garam. Di negara kita, makanan tinggi garam dan lemak
merupakan makanan tradisional pada kebanyakan daerah. Tidak jarang pula
pasien tidak menyadari kandungan garam pada makanan cepat saji,
makanan kaleng, daging olahan dan sebagainya. Tidak jarang, diet rendah
garam ini juga bermanfaat untuk mengurangi dosis obat antihipertensi pada
pasien hipertensi derajat 2. Dianjurkan untuk asupan garam tidak melebihi
2 gr/ hari
Olah raga. Olah raga yang dilakukan secara teratur sebanyak 30 60 menit/
hari, minimal 3 hari/ minggu, dapat menolong penurunan tekanan darah.
Terhadap pasien yang tidak memiliki waktu untuk berolahraga secara khusus,
sebaiknya harus tetap dianjurkan untuk berjalan kaki, mengendarai sepeda
atau menaiki tangga dalam aktifitas rutin mereka di tempat kerjanya.
Mengurangi konsumsi alcohol. Walaupun konsumsi alcohol belum menjadi
pola hidup yang umum di negara kita, namun konsumsi alcohol semakin hari
semakin meningkat seiring dengan perkembangan pergaulan dan gaya
hidup, terutama di kota besar. Konsumsi alcohol lebih dari 2 gelas per hari
pada pria atau 1 gelas per hari pada wanita, dapat meningkatkan tekanan
darah. Dengan demikian membatasi atau menghentikan konsumsi alcohol
sangat membantu dalam penurunan tekanan darah.

Berhenti merokok. Walaupun hal ini sampai saat ini belum terbukti berefek
langsung dapat menurunkan tekanan darah, tetapi merokok merupakan salah
satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, dan pasien sebaiknya
dianjurkan untuk berhenti merokok.