Anda di halaman 1dari 2

Diskusi

Kami tela mengkategorikan demografik dan klinikal karakteristik juga VA dari cohort
pada pasien dengan STGD1 yang dilakukan dari studi retrospektif The Progstar
United States dan Eropa. Setengah dari partisipan melaporkan gejala onset pada
umur 30 tahun, itu adalah, onset dewasa STGD1. Di dalam studi kami, lebih dari
35% dari studi mata tidak memiliki atau paling tidak memiliki gejala VI sedang.,
dengan rata-rata BPC VA lebih baik dari partisipan yang di lakukan pada studi
7,9,14.
Namun, seperti yang di laporkan pada studi ini, analisis cross-sectional kami juga
menunjukkan bahwa onset gejala pada umur yang lebih muda berhubungan
dengan VA yang buruk. Sebagai tambahan, seperti yang dilaporkan oleh Testa et
al,9 yang juga di observasi oleh Rotenstreich et al,7 Menimbang partisipan termuda
mempunyai onset gejala lebih cepat, analisis multivariat kami menunjukkan bahwa
umur yang lebih tua berhubungan dengan VA yang buruk, dimana cocok dengan
temuan kami bahwa durasi gejala yang lebih lama berhubungan dengan VA yang
lebih buruk.
Analisis longitudinal kami mengestimasikan 0.3 line loss dari BPC VA per tahun.
Kecepatan perubahan VA yang sama bisa disimpulkan dari analisis survival dari
Rotenstreich et al,7 yang melaporkan rata-rata waktu selama 22 tahun dari VA
20/40 atau mencapai VA 20/200 atau lebih buruk lagi (i.e., w7 lines loss in 22
years). Untuk partisipan dari grup dengan onset gejala <30 tahun, kami
mengestimasikan kecepatan dari VA loss diperkirakan 0.4 lines per tahun.
Kecepatan yang sama di laporkan dalam studi terkini dari Testa et a al9 yang
memfokuskan pada pasien dengan umur onset <30 tahun.
Kami menemukan dasar VA yang lebih baik, semakin cepat kehilangan per waktu :
VA dari mata dimulai dengan tidak ada atau gangguan sedang 1 line per tahun, dan
VA dari mata dengan gangguan kehilangan sedang pada kecepatan yagn lebih
lambat. Mata yang sudah memiliki VA yang lebih buruk dari 20/200 pada dasarnya
menunjukan sedikit tetapi secara statistik signifikan perbaikan VA dalam jangka
waktu tertentu, dimana hal itu berlawanan. Ini dimungkinkan buruknya akurasi
snellen chart dalam mengukur penglihatan buruk.15.
Alasan lainya termasuk kurangnya standarisasi dalam penyinaran, koreksi dari
kesalahan refraksi dan kontras di di tes yang menghasilkan data kami. Akan tetapi,
ada juga kemungkinan biologikal untuk observasi perbaikan di VA sebagai hasil dari
perubahan fiksasi dali lokasi yang seharusnya pada locus retina. 16e19. Fenomena
eksentrik fiksasi ini dan kegunaannya bagi pasien dari waktu ke waktu saat ini
merupakan area yang menarik bagi riset yang sedang berjalan, terutama dalam
konteks rehabilitasi membaca. 20 Dalam kasus STGD1, sangat mungkin untuk locus
retina untuk bergerak dari superior locus retina ke daerah peripapillary bersamaan
dengan bagian sentral scotoma melebar seiring perjalanan penyakit.21
Kemungkinan lainya mungkin adalah fenomena statistik dari regresi dari ratarata itu menjelaskan observasi dari pergeseran lebih kepada mendekati rata rata .
22 dengan mengikuti temuan sebelumnya, setelah mengontrol dasar dari level VA,
onset gejala yang muncul pada umur lebih muda berhubungan dengan lebih
cepatnya kehilangan dari VA.7
Data kami mungkin mempunyai implikasi pada seleksi

.22 In keeping with previous findings, after controlling for baseline VA level,
younger age of symptom onset was associated with faster loss of VA.7
Data kami mungkin memiliki implikasi pada pemilihan ukuran hasil yang sesuai
untuk STGD1 uji klinis di masa depan. Ketajaman visual merupakan hasil yang
penting dan berhubungan langsung dengan para aktivitas sehari hari peserta.23
dan merupakan hasil primer yang umum untuk studi efikasi dari penyakit retina. 24
Perubahan dari paling tidak 15 Tatalaksana retinopati diabetikum dianggap
signifikan.24 studi kami menunjukan bahwa garis besar angka dari penurunan VA
adalah rendah;oleh karena itu, VA tidak cukup sensitifuntuk menunjukkan
perubahan yang berarti selama percobaan tatalaksana. Akan tetapi, kami
menemukan bahwa, pada peserta subgrup dengan tidak ada atau VI sedang (35%
dari cohort), kecepatan kehilangan VA diperkirakan 1 line per tahun, menunjukkan
bahwa, pada percobaan 3 dengan follow up 3 sampai 4 tahun, perubahan klinis
yang signifikan di harapkan pada peserta tersebut. Untuk itu, sebuah terapi
dikatakan menunjukkan perlambatan perburukan pada populasi ini mungkin akan
memberikan manfaat pada pasien dengan STGD1. Satu kelemahan dari temuan ini
adalah bahwa hanya menunjukkan pada pasien yang dilakukan studi retrospektif
yang merupakan pasien yang sudah menunjukkan sedikit kemajuan dahulunya.
Studi kami punya kelemahan lainya . pertama, data di ambil dari review retrospektif
dari rekam medis; oleh sebab itu, VA tidak dilakukan pengukuran terstandarisasi
dari waktu ke waktu di klinik yang sama dan diambil dari studi yang berbeda,
kedua, analisis studi longitudinal kami menggunakan data yang berulang untuk
ukuran perbaikan atau penampakan VA. Karena review dari grafik sering tidak
membedakan natara VA yang paling baik terkoreksi dan Penampakkan VA, ini
sangat mungkin bahwa observasi dari peserta yang menunjukan hasil progresi
penyakit lebih dikarenakan perubahan refraksi. Ketiga, BPC VA tidak secara
konsisten muncul di setiap peserta. Dan hanya 70 % yang melakukan kunjungan
berkali kali mempunya data BPC VA.
measured best-corrected or presenting VA. Because chart review often could not
differentiate between best-corrected VA and presenting VA, it was possible that the
change observed in a participant was due to change in refraction rather than due to
disease progression. Third, BPC VA was not consistently available in all
participants, and only 70% had multiple visits with BPC VA data available.
Perbandingan antara peserta termasuk yang didalam kelompuk dan mereka yang di
keluarkan dr kelompok peserta menunjukkan distribus dari karakteristik peserta
yang dapat dibandingkan, tetapi ada perbedaan ras komposisi dan status suplemen
Vitamin A (Supplemental Table S1, terdapat di www.aaojournal.org).