Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS LOG KUANTITATIF

ANALISIS LOG KUANTITATIF


Untuk analisa log kuantitatif perlu dibedakan antara clean formation dan shaly
formation. Shaly formation membutuhkan perlakuan yang berbeda dalam perhitungan
sifat petrofisikanya dikarenakan kehadiran serpih (shale) yang cukup tinggi dalam
batuan reservoar. Hasil studi pada berbagai cekungan sedimen di dunia menunjukkan
bahwa serpih terutama tersusun atas 50% lempung, 25% silika, 10% feldspar, 10%
karbonat, 3% oksida besi, 1% bahan organik, dan 1% mineral lain (Dewan, 1983).
Analisa log secara kuantitatif mempunyai tujuan yaitu : untuk menghitung
porositas efektif () dan kejenuhan air (Sw) pada suatu batuan reservoar yang
mengandung hidrokarbon. Kedua parameter ini sangat penting dalam estimasi
cadangan HC yang ada pada reservoar tersebut.
POROSITAS EFEKTIF ()
Porositas merupakan fraksi ruang pori yang terdapat pada suatu batuan.
Porositas efektif merupakan fraksi ruang pori yang saling berhubungan yang terdapat
dalam batuan. Porositas ini ditunjukkan sebagai suatu fraksi bulk volume dari suatu
batuan, jadi harganya selalu berkisar dari 0 1. Porositas biasa dinyatakan dalam
persentase atau porosity unit (P.U), misal : suatu batuan yang mempunyai porosits 25%
dapat dinyatakan dalam 25 P.U.
Log untuk mengukur porositas terutama adalah log densitas, neutron, sonic, dan
Rxo (Heyse, 1991). Log-log di atas tidak dapat langsung digunakan untuk menghitung
porositas. Log di atas hanya mengukur parameter tertentu yang kemudian dapat
digunakan untuk menghitung porositas.
Di dalam penghitungan porositas, beberapa asumsi digunakan yaitu matriks dan
fluida. Selain itu pengukuran porositas dilakukan pada zona terinvasi. Halini nantinya
akan mempengaruhi harga porositas yang didapatkan.
Dalam menghitung porositas efektif dan kejenuhan air, parameter tahanan
jenis air (Rw) dan tahanan jenis formasi (Rt) harus dicari terlebih dahulu. Berikut ini
akan dibahas langkah - langkah mendapatkannya.

A. Cara menentukan tahanan jenis air formasi (Rw)


1. Pengukuran langsung dari sampel air formasi, perhitungan dari analisa kimia
terhadap sampel air, atau dengan teknik rasio
2. Dengan menggunakan log SP clean formation dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
Menentukan Tf (dalam F) dengan persamaan :
Y = mx + c

dimana

Y = Tf = suhu formasi pada kedalaman X


m = gradien suhu (F/ft)
x = kedalaman (ft)
c = suhu permukaan (F)

Mencari K (konstanta)
K = (Tf + 505)/8

dimana Tf dalam F

Mencari Rmfe
Rmfe = 0.85 x Rmf

Mencari Rmf dengan persamaan


Rmf = Rmf@ [(T1 + 6.77) / (T2 + 6.77)]
Rmf@ diketahui dari log head (dalam m)
T1 = suhu formasi pada kedalaman 1
Mencari besar nilai log SP pada kedalaman X

Mencari Rwe dengan persamaan


SP = -K [(log(Rmfe/Rwe)]

Diperoleh harga Rw dengan konversi menggunakan Chart Standard

Contoh pengerjaan :
Jika diketahui :

Rmf@ 84,2 F = 0.092 m


Suhu permukaan = 72 F

Gradien suhu = 0.027098 F/ft

Petunjuk :
a. Buat tabel
D

Tf

(F)
1000

Rmf

Rmfe

SP

Rwe

Rw

(m)

(m)

(mV)

(m)

(m)

1002

Rwe rata-rata
b. Ketelitian tiap 2 feet (D)
d. Konversi nilai Rwe rata-rata ke Rw dengan menggunakan Chart Standard
Tentukan nilai kejenuhan air (Sw)
Petunjuk :
a. Buat tabel
D

Rt

Rw

Sw

1000

1002

Sw rata-rata

b. Ketelitian tiap 2 ft (D)

B. Cara menentukan tahanan jenis formasi (Rt)


Nilai Rt dapat diketahui dari pembacaan log ILD (resistivity log). Pembacaan
disesuaikan dengan besar ketelitian. Misal : bila untuk menghitung Rw memakai
ketelitian tiap 2 ft, maka untuk menghitung Rt juga menggunakan ketelitian tiap 2 ft.
C. Cara menentukan porositas efektif ()
Misalkan pada kedalaman X
Menghitung porositas dengan rumus
= [(ma b) / (ma f)]
b dibaca dari log head

ma = densitas matriks ma sand = 2.65 gr/cc


f

= densitas fluida f oil = 0.85 gr/cc


f gas = 0.65 gr/cc

KEJENUHAN AIR (Sw)


Kejenuhan air (Sw) didefinisikan sebagai fraksi dari pori batuan yang
mengandung atau diisi oleh air. Bulk volume dari air merupakan hasil kali dari dan
Sw dan bulk volume hidrokarbon adalah (1 Sw).
Ada berbagai macam metoda untuk mendapatkan harga Sw (Heysse, 1991),
seperti analisa core, metode dielektrik, pulse neutron method, crossplot, metode rasio,
shaly-sands method, dan persamaan Archie. Metode yang dipakai dalam praktikum kali
ini adalah Persamaan Archie.

Berikut adalah langkah kerjanya :


Persamaan Archie :
F = a . m
a = konstanta

dimana :
m = eksponen sementasi

F = faktor formasi

untuk batupasir a = 0.81

m=2

n=2

untuk karbonat a = 1

m=2

n=2

Mencari kejenuhan air (Sw) dengan persamaan :


Sw n = F (Rw/Rt)

dimana Rt tadi didapat dari log ILD

Untuk harga n, didapat dari eksponen di atas.

Chart Standart Untuk Menghitung Rw dari Rwe

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, M., 1973, Petroleum Reservoar Property Evaluation, John M. Campbell and
Co. International Institute Ltd., Oklohama, USA
Dewan, J.T., 1983, Essentials Of Modern Open Hole Log Interpretation, PenWell
Publishing Company, Tulsa, Oklohama, USA
Doll, H.G., 1984, The SP Log : Theoritical Analysis and Principles Interpretation,
Society Of Petroleum Engineers Richardson, New York.
Heysse. D., 1991, Openhole Log Analysis and Formation Evaluation, Haliburton
Logging Service, Houston, Texas, USA
Tixier, M. P., Alger, R.P. and Doh. C.A., 1986, Sonic Logging, Schlumberger Well
Surveying Corporation