Anda di halaman 1dari 4

Langkah Awal Pemanasan DOC / Proses Brooding

POSTED BY AY IRFAN POSTED ON 11.55 WITH 1 COMMENT

Langkah awal pada saat doc datang yang harus dilakukan dalam proses pemanasan atau
proses brooding pada doc atau bibit ayam agar menjaga kehangat suhu tubuh karena pada
ayam broiler rentan pada suhu dingin sehingga dilakukan pemanasan, dalam proses sangat
mempengaruhi dalam proses pertumbuhan ayam itu sendiri. pemanasan banyak cara seperti
pemanasan dengan dengan gasolec, dengan arang ataupun dengan lampu listrik, berukut
langkah - langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam
beternak.

Fokus Brooding

Menyediakan kecukupan oksigen, suhu yang ideal dan hangat , ruang yang cukup, serta akses
terhadap tempat pakan dan minum yang mudah.
Target Pencapaian
Pencapaian Konsumsi Pakan sebanyak mungkin untuk memaksimalkan Pembentukan organ
dalam (pencernaan-pernafasan), Perbanyakan sel, Pembentukan rangka tubuh, Pembentukan
system kekebalan ayam.
Kesalahan Umum

Penanganan awal tidak maksimal, Suhu tidak ideal (kedinginan), Pencahayaan kurang, Jumlah
tempat pakan & minum kurang, pelebaran terlambat, litter jelek (menggumpal, bau).
Berikut Yang Harus Dilakukan
1. Kondisi Area Brooder dan Alas (Serbuk) harus hangat, dengan cara menyalakan
pemanas lebih awal (2 jam) sebelum DOC datang.
2. DOC dihitung total per box dan diseleksi sambil ditebar, jumlah total dicatat.
3. DOC ditimbang (sample) agar tahu bobot rata-ratanya. Target minggu 1 tergantung bobot
DOC.
4. Pemberian glukosa (air gula, sorbitol, dextrose infuse, dll.) atau vitamin agar kondisi
DOC cepat pulih. (DOC diperjalanan mengalami dehydrasi/ kekurangan cairan tubuh).
Glukosa 2-3%. Misal pemberian gula 2%, berarti air 100 liter, gula 2kg. Atau misal
pemberian dextrose, 1 bungkus 500ml, 100 liter air berarti 4 bungkus (2000ml = 2 liter).
5. Pemberian pakan seawal mungkin. Pemakaian koran bila memungkinkan (cukup 24
jam).
6. Tempat pakan box DOC 1 : 100 ekor, ditambah tiap pelebaran.
7. Pemberian antibiotic spectrum luas dan vitamin selama 3 hari pertama.
8. Tempat minum 1 : 100 ekor, ditambah tiap pelebaran.
9. Brooder Harus Hangat (300-340C) dan cukup oksigen. Ayam tidak boleh kedinginan.
10. Pencahayaan seterang mungkin pada saat brooding, untuk meningkatkan aktivitas,
merangsang nafsu makan, sehingga pencapaian Feed Intake (konsumsi pakan) lebih
mudah tercapai.
11. Pemberian pakan di box DOC/ feeder chick sedikit demi sedikit sesering mungkin (4-6 x).
Semakin besar ayam semakin diperbanyak agar tidak sering kosong.
12. Penggunaan Litter (serbuk gergaji) selama minimal 14 hari.
13. Pemakaian pemanas minimal 10-14 hari karena ayam baru bisa mengatur suhu tubuh
setelah 14 hari.
14. Pengaturan kepadatan ayam dengan cara pelebaran secara bertahap setiap 2 hari sekali
dengan luasan yang telah ditentukan. Pelebaran sampai dengan 10 hari masih memakai
litter (serbuk gergaji) atau kulit padi (merang).

Hal - hal Yang Harus Diketahui

Damapak Yang Terlihat Jika Kepanasan


1. Stress, panting, ribut dan kepala berusaha dijulurkan ke luar.
2. Mencari tempat yang lebih dingin terutama dipinggiran dinding.

3. Konsumsi pakan menurun sehingga pertumbuhan terlambat dan keseragaman tidak


baik.
4. Terlihat adanya perubahan warna menjadi merah kehitaman pada otot dada, pial,
jengger dan paha.
5. Sering terjadi kematian tinggi akibat stress panas.
6. Kuning telur tidak terserap karena mongering.
7. Jika kondisi berat akan terjadi kegagalan fungsi jantung.

Dampak Yang terjadi


1. Adanya upaya tubuh untuk membuang panas dengan cara meningkatkan sirkulasi
darah ke daerah paha, sayap, pial dan jengger sehingga panas keluar dari sana
secara evaporasi. Dan pada saat yg bersamaan terjadi panting untuk mengeluarkan
panas tubuh melalui pernafasan. Dan komsumsi pakan akan menurun karena akan
menambah panas melalui mekanisme metabolisme.
2. Mobilisasi air yang berlebihan dari tubuh sebagai upaya untuk mendinginkan suhu
tubuh.
3. Jantung bekerja terlalu berat.

Damapak Yang Terlihat Jika Kedinginan


1. Pada umur 1 hari ditandai oleh tingkat kematian yg tinggi, stress, dehydrasi,
pertumbuhan terlambat, keseragaman jelek, dan adanya ascites.
2. Ayam bergerambol di bawah pemanas, di pinggiran penyekat atau pada tempat
pakan.
3. Isi saluran Cerna encer dan bergas juga terjadi wet dropping (MENCRET).
4. Pertumbuhan bulu tidak sempurna atau terputus.
5.

Kuning telur tidak terserap sempurna.

Dampak Yang terjadi


1. Ayam akan meningkatkan suhu tubuhnya, hal tersebut mudah dilakukan ayam

dengan cara mengkomsumsi pakan secara terus menerus sehingga enegi pakan
tersebut dirubah untuk meningkatkan suhu tubuh. Energi pakan tersebut lebih
banyak dipakai untuk maintanance dibanding untuk pertumbuhan yang pada
akhirnya akan merusak performance.
2. Penyerapan protein yang merupakan komponen terbesar dalam tubuh mengalami

kerusakan karena ayam stress.


3. Akibat kontraksi saluran kuning telur yang disebabkan oleh keadaan dingin.

Ukuran Keberhasilan
Ukuran keberhasilan bisnis ayam dilihat dari efisiensi pakan yang dilihat dari KONVERSI
PAKAN (FCR), dengan cara membandingkan jumlah pakan yang di pakai dengan tonase
daging yang dihasilkan.
1. Semakin kecil FCR semakin efisien; semakin besar FCR semakin tidak efisien
2. Semakin besar FCR biaya produksi semakin besar
3. Dihitung dengan: Total Pakan dibagi Total Daging

Contoh
Pakan sama daging berbeda
Ayam 1000 ekor, habis pakan 64 sak (3200kg) menghasilkan daging sebanyak 1900kg,
berarti FCR nya = 3200kg/1900kg = 1.68
Ayam 1000 ekor, habis pakan 64 sak (3200kg) menghasilkan daging sebanyak 1800kg,
berarti FCR nya = 3200kg/1800kg = 1.77
FCR 1.68 lebih efisien dibandingkan 1.77
Pakan berbeda daging sama
Ayam 1000 ekor, habis pakan 60 sak (3000kg)
menghasilkan daging sebanyak 1800kg,
berarti FCR nya = 3000kg/1800kg = 1.66
Ayam 1000 ekor, habis pakan 66 sak (3300kg)
menghasilkan daging sebanyak 1800kg,
berarti FCR nya = 3300kg/1800kg = 1.83
FCR 1.66 lebih efisien dibandingkan 1.83
Jika harga pakan Rp.6000, selisih FCR 0.01
poin sama saja dengan selisih u
ang 60.