Anda di halaman 1dari 13

1.

Judul : KEBUDAYAAN KITA


2. Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan berbagai warisan budaya di indonesia,
dan mencoba mengungkapkan berbagai permasalahan dan upaya pelestarian yang perlu
dilakukan untuk menjaga warisan budaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif, dengan melakukan observasi di wilayah Makassar , wawancara
dengan berbagai informasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Kota Makassar memiliki warisan budaya dalam bentuk peninggalan bangunan rumah
adat (Balla lompoa) di kassi kebo, Maros selain itu banyaknya sanggar kesenian tersebar
luas yag masih mengembangkan kebudayaan tradisional seperti tari-tarian, rempak
gendang, aru, musik tradisional, dan pementasan teater bertemakan kebudayaan
masyarakat suku bugis-makassar. Warisan budaya tersebut memiliki kondisi yang
beragam, ada yang masih terjaga keutuhan dan permasalahan pokok yang terjadi dalam
pelestarian warisan budaya kota maros tersebut antara lain tidak jelasnya konsep
pelestarian budaya kota maros. Sedangkan upaya yang dapat dilakukan untuk pelestarian
kota maros antara lain; merumuskan prinsip-prinsip pelestarian dalam perencanaan dan
proses pembangunan; mengidentifikasi, memetakan, menilai dan menginterpretasikan
sumber daya budaya kota maros; mempromosikan citra kota maros sebagai pusat sejarah
yang penting bagi identitas Kota Maros.

3. Pendahuluan :
Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar yang saling sambung
menyambung dari sabang sampai merauke dan masing-masing daerahnya memiliki
kebudayaan yang berbeda-beda, dan kebudayaan yang berbeda-beda tersebut yang
menjadi ciri khas setiap daerahnya masing-masing. Indonesia terkenal negara yang
memiliki budaya yang beranekaragam, selain itu juga dikenal sebagai negara dengan
lingkungan sosial budaya yang ditandai dengan nilai-nilai kehidupan yang ramah, orangorang yang memegang sopan santun, dan juga masyarakat yang damai.
Di Indonesia juga banyak peninggalan-peninggalan budaya yang beraneka ragam
baik dalam wujud sesuatu yang kompleks seperti aktivitas manusia, tradisi maupun
sebagai wujud benda, dan semua itu perlu dilestarikan, dijaga dan dimanfaatkan.
Namun seiring berkembangnya zaman dan masuknya dunia kebudayaan kedalam
era globalisasi, telah membawa perubahan yang sangat signifikan dan perubahan tersebut
dapat menuju arah yang positif maupun kearah negatif. Semua perubahan tersebut harus
diwaspadai apabila perubahan tersebut menuju kearah yang negatif, dampak positif yang
dapat dirasakan dari adanya globalisasi adalah kemajuan teknologi yang saat ini telah
memberi kemudahan pada setiap orang untuk berkomunikasi. Sedangkan dampak
negatifnya yaitu seperti nilai-nilai budaya Indonesia saat ini telah terkontaminasi dengan
budaya barat, sehingga hal ini sangat berdampak kepada pola kehidupan manusia,
misalnya tatacara berpakaian, sopan santun, pergaulan yang bebas, makanan dan
minuman terlarang dan yang paling disayangkan adalah mulai lunturnya kepedulian

terhadap kebudayaan daerah yang merupakan sesuatu yang turun temurun seperti adat
istiadat, tari-tarian tradisional, lagu-lagu tradisional.
4. Hasil pembahasan
a. Pembagian kebudayaan di indonesia
Budaya secara umum dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
a. Budaya daerah
Budaya Daerah adalah suatu kebiasaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang
diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu pada generasi berikutnya pada
ruang lingkup daerah tersebut. Budaya daerah ini muncul saat penduduk suatu daerah
telah memiliki pola pikir dan kehidupan sosial yang sama sehingga itu menjadi suatu
kebiasaan yang membedakan mereka dengan penduduk penduduk yang lain. Budaya
daerah sendiri mulai terlihat berkembang di Indonesia pada zaman kerajaan kerajaan
terdahulu.
b. Budaya Nasional
Budaya nasional adalah gabungan dari budaya daerah yang ada di Negara tersebut.
Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan
karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk
mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan
wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan
bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang
berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak
Kebudayaan Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukungnya, Semarang: P&K, 199
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi
kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah puncak-puncak dari
kebudayaan daerah. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin
dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan.
3

Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa
nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya:
yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa
mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional.
Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku
bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk
mewakili identitas bersama. Nunus Supriadi, Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan
Nasional
Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai
puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional
sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang
memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat
unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran
secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan
asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.
Indonesia memiliki banyak obat-obatan tradisional, bahkan jika dibandingkan Negeri
Gingseng Indonesialah yang paling banyak jenis tumbuhan herbal.
Tidak hanya itu saja bahkan para manusia Indonesia pun bisa meneliti dan mengolahnya.
Kebudayaan indonesia bukan hanya dari alat musik, lagu-lagu dan pakaian saja
melainkan juga termasuk upacara adat.
Upacara adat merupakan suatu bentuk tradisi yang bersifat turun-temurun yang
dilaksanakan secara teratur dan tertib menurut adat kebiasaan masyarakat dalam bentuk
suatu rangkaian aktivitas permohonan sebagai ungkapan rasa terima kasih. Selain itu,
upacara adat merupakan perwujudan dari sistem kepercayaan masyarakat yang
mempunyai nilai-nilai universal, bernilai sakral, suci, relijius, dilakukan secara turun-

temurun serta menjadi kekayaan kebudayaan nasional.Unsur-unsur dalam upacara adat


meliputi: tempat upacara, waktu pelaksanaan, benda-benda/peralatan dan pelaku upacara
yang meliputi pemimpin dan peserta upacara. Jenis-jenis upacara adat di Indonesia antara
lain: Upacara kelahiran, perkawinan, kematian, penguburan, pemujaan, pengukuhan
kepala suku dan sebagainya.
b. Tarian
Tari tradisional, bagian dari budaya daerah yang menyusun kebudayaan nasional
Indonesia , tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa
dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat
dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya
dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi.
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia
terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan
di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau
akademi seni yang dijalankan pemerintah. Untuk keperluan penggolongan, seni tari di
Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah, seni
tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era HinduBuddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam
dua kelompok, tari keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat
yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi
dalam dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.
Dari penelitian kami, budaya masyarakat bugis makassar memiliki kesenian tari
tradisional antara lain :
Sulawesi Selatan adalah sebuah propinsi di Indonesia,yang terletak di bagian
selatan pulau sulawesi. Ibukotanya adalah Makassar,dahulu disebut Ujung Pandang.
Kesenian Tari Sulawesi Selatan
5

Tari Patenung
Tari Patenung berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan. Tari ini dipentaskan di
konsulat Indonesia di Perth, Australia Barat pada hari budaya Indonesia. Tari

ini dimainkan oleh Adhelia, Tara, Mira, and Citra.


Tari Pakarena
Tari Pakarena adalah tarian tradisional dari makasar, Sulawesi Selatan,
Indonesia. Pada abad 20, tari ini keluar dari tradisi istana dan menjadi
pertunjukan populer. Ia seringkali dipentaskan di sejumlah acara, seperti
pernikahan, ritual pengobatan dan sunatan. Tari ini sangat energik, terkadang
begitu hingar bingar oleh musik, namun diiringi oleh tarian yang sangat
lambat lemah gemulai dari para penari wanita muda. Dua kepala drum
(gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling (puik-puik)

mengiringi dua penari.


Tari Ma'gellu Toraja SulawesiSelatan
Tarian Ma'gellu awalnya dikembangkan di Distrik Pangalla' kurang lebih 45
km ke arah Timur dari kota Rantepao dan biasanya dipentaskan pada upacara
khusus yang disebut Ma'Bua', yang berkaitan dengan upacara pentasbihan
Rumah adat Toraja/Tongkonan, atau keluarga penghuni tersebut telah
melaksanakan upacara Rambu Solo' yang sangat besar (Rapasaan Sapu
Randanan). Saat ini tarian Ma'gellu' sering juga dipertunjukkan pada upacara
kegembiraan seperti pesta perkawinan, syukuran panen, dan acara penerimaan
tamu terhormat. Tarian ini dilakukan oleh remaja putri dengan jumlah ganjil
dan diiringi irama gendang yang ditabuh oleh remaja putra yang berjumlah
empat orang. Busana serta aksesoris yang digunakan adalah khusus untuk
penari dengan perhiasan yang terbuat dari emas dan perak seperti Keris
Emas/Sarapang Bulawan, Kandaure, Sa'pi' Ulu', Tali Tarrung, Bulu Bawan,
6

Rara', Mastura, Manikkata, Oran-oran, Lola' Pali' Gaapong, Komba Boko' dan
-

lain-lainnya.
Tari Ma'randing Toraja Sulawesi Selatan
Pada pemakaman besar (biasanya orang dengan kasta tinggi), sebuah tari
perang yang bernama Ma'randing dipentaskan. Para penari menggunakan
pakaian perang tradisional dan senjata. Tari ini secara mendasar adalah sebuah
tari partriotik atau tari perang. Kata ma'randing berasal dari randing yang
berarti "mulia ketika melewatkan". Tari ini menunjukkan kemampuan dalam
memakai senjata militer dan menunjukkan keteguhan hati dan kekuatan
seseorang yang meninggal selama hidupnya. Ia ditarikan oleh beberapa orang
yang setiap orangnya membawa perisai besar, pedang dan sejumlah ornamen.
Setiap objek menyimbolkan beberapa makna. Perisai yang dibuat dari kulit
kerbau (bulalang) menyimbolkan kekayaan, karena hanya orang kaya yang
memiliki kerbau sendiri. Pedang (doke, la'bo' bulange, la'bo' pinai, la'bo'
todolo)

menunjukkan kesiapa untuk perang, yang menyimbolkan keberanian.


Tari sirih Pinang
Tari sirih Pinang adalah tarian untuk menjamu tamu, suguhan yang pertama
adalah sirih pinang yang akan melambangkan bahwa tamu yang datang telah

di terima dalam lingkungan keakraban keluarga.


Tari Ganrang Bulo
Tari ini adalah Tari daerah sulawesi selatan tepatnya dikabupaten gowa, yang
menceritakan tentang keceriaan anak-anak dalam bermain dengan kelincahan
dalam memainkan alunan bambu-bambu.

Tari Kipas
Kipas, tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan

kipas samhil mengikuti alunan lagu.


Tari Bosara
Bosara, merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakangerakan badannya sangat luwes.

c. Lagu
Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik
yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat
daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak
diketahui lagi alias noname. Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun
statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai
dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti lagu Anging Mammiri dari Makassar.
Selain lagu daerah, Indonesia juga memiliki beberapa lagu nasional atau lagu patriotik
yang dijadikan sebagai lagu penyemangat bagi para pejuang pada masa perang
kemerdekaan. Perbedaan antara lagu kebangsaan dengan lagu patriotik adalah bahwa
lagu kebangsaan ditetapkan secara resmi menjadi simbol suatu bangsa. Selain itu, lagu
kebangsaan biasanya merupakan satu-satunya lagu resmi suatu negara atau daerah yang
menjadi ciri khasnya. Lagu Kebangsaan Indonesia adalah Indonesia Raya yang
diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman.
d. Musik
Musik di Indonesia sangat beragam dikarenakan oleh suku-suku di Indonesia yang
bermacam-macam, sehingga boleh dikatakan seluruh 17.508 pulaunya memiliki budaya
dan seninya sendiri. Indonesia memiliki ribuan jenis musik, kadang-kadang diikuti
dengan tarian dan pentas. Musik tradisional yang paling banyak digemari adalah

gamelan, angklung dan keroncong, sementara musik modern adalah pop dan dangdut. Di
kota maros kesenian musik yang terkenal adalah antara lain kesok kesok, batti, kecapi,
Pui-pui, Ganrang Bulo, Kere-kere Gallang, Katto-katto,
a. Kesok-kesok
Instrumen gesek berdawai dua. Alat penggeseknya terbuat dari bulu kuda. Cara
menggeseknya ialah dengan menegakkan kesok-kesok tersebut, lalu digesek. Sinrilik
termasuk jenis sastra lisan yang masih hidup di masyarakat Makassar. Sinrilik
biasanya menceritakan tentang perjalanan sejarah, petuah dan kisah tokoh-tokoh
penting yang masih hidup dalam masyarakat. Pembacaan syair (puisi) biasanya
dilakukan sambil diiringi oleh kesok-kesok (rebab) dengan irama tertentu yang
spesifik.
b. Orkes toriolo
Musik ini merupakan perpaduaan beberapa instrumen daerah Makassar dengan
memperdengarkan beberapa lagu asli (turiolo) Makassar yang menghantarkan kita
pada zaman bahari di Sulawesi Selatan.
c. Tunrung Pakkanjara
Merupakan perpaduan irama beberapa bunyi nyanyian klasik (karawitan) terdiri dari
gendang, pui-pui dan gong. Irama gendang ini ditabuh sedemikian rupa hingga
menimbulkan bunyi yang menggebu-gebu diiringi tiupan pui-pui. Pui-pui adalah
seruling khas Gowa yang melengking memekakkan telinga dan bunyi gong,
semuanya akkanja-kanjara bersatu dalam ritme yang disebut pakkanjara.
d. Kecapi
Kecapi merupakan salah satu alat musik petik yang mungkin cara memainkannya
sedikit sulit untuk dipelajari dibanding dengan alat musik lainnya di atas. Kecapi

biasanya digunakan untuk memperkaya suara-suara yang dihasilkan dalam musikmusik tradisional. Kecapi memiliki beberapa senar yang dimainkan dan dipet
e. Batti
Musik yang mempergunakan alat sejenis gambus. Biasanya dipertunjukkan pada
pesta perkawinan, sunatan atau acara-acara lain yang merupakan pesta kegembiraan.
Jenis musik ini berasal dari daerah Selayar.
f. Gandrang
Gendang adalah kesenian musik asli Bugis-Makassar. Bunyi gendang dipadukan
dengan bunyi pui-pui (sejenis suling) dan tarian. Irama yang dihasilkan bermacammacam, tergantung keadaan, ada irama untuk sambutan, perpisahan, pemacu
semangat, pembukaan acara, dan lainnya.Gendang adalah alat musik pukul. Kalau
dipukul pakai tangan disebut tumbuk; kalau dipukul pakai tongkat (babala) disebut
tunrung. Selain itu alat musik khas makassar Lainya seperti Gong, Pui-pui, Ganrang
Bulo, Kere-kere Gallang, Katto-katto, Sikunru, Basing-basing, Genggong, Tendongtendong, Kancing, Baccing
5. METODE PENELITIAN
1. Subjek penelitian
Adanya berita yang di muat oleh Koran Fajar tentang kebudayaan kita dan
kami mengangkatnya sebagai judul untuk membuat jurnal,
Kemudian kami memutuskan objek wilayah peneitian kami di kota MakassarMaros.
2. Tekhnik pengumpulan data
Kami melakukan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan
melakukan observasi di wilayah Makassar , wawancara dengan berbagai
informan, serta studi pustaka mengenai kebudayaan daerah tersebut.
3. Alat pengumpulan data

10

Kami mengumpulkan informasi dari berita yang di muat di Koran, melakukan


wawancara dengan satu narasumber, dan mencari informasi terkait di internet dari
berbagai blog, media sosial, dan wikipidea.
4. Pengelolaan data
Dengan merujuk pada berita yang di muat di Koran Fajar mengenai kebudayaan
kita, kami mengumpulkan beberapa informasi dari berbagai sumber baik dari
hasil wawancara maupun hasil informasi dari internet yang sangat membantu
kami dalam menyelesaikan jurnal.
5. Analisis data
- Menuliskan apa-apa saja kebudayaan dan kesenian yang ada di Indonesia
khusunya di provinsi Sulawesi selatan kota Makassar-Maros, dan
merumuskan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan agar kebudayaan tersebut
-

dapat dilestarikan, dikembangkan dan dipertahankan.


S.M. Alwi Assaggaf, seorang tokoh seniman di kabupaten maros yang telah
kami wawancarai, mengatakan bahwa Indonesia terdiri dari berapa suku
bangsa tentu berbeda adat istiadat danperadaban termasuk budaya masyarakat
yng ada dalam suatu daerah budaya adalah merupakan kebiasaan masyarakat
dalam satu lingkungan yang dipelihara secara terus-menerus termasuk
kesenian daerah yang sering dilakukan dalam satu upacara yang kini sekarang

sudah menjadi budaya nasional,


Kebudayaan adalah suatu bentuk kebiasaan masyarakat terhadap sesuatu baik itu
berupa suatu benda atau perilaku yang secara turun-temurun yang sudah menjadi
kebiasaan dari suatu daerah yang pada akhirnya menjadi budaya nasional
misalnya budaya sipakatau (bahasa daerah bugis artinya saling menghargai) ,
budaya tudang sipulung (bahasa daerah bugis artinya duduk bersama dalam
memecahkan suatu permasalahan), budaya abulo sibatang (kerja sama atau bahu

11

membahu ) inilah yang sekarang sudah mulai terkikis di sebabkan oleh era
globalisasi.
6. SIMPULAN DAN SARAN
Tanpa adanya kebudayaan, suatu Negara tidak dapat mempunyai ciri khas di mata
dunia. Namun yang menjadi kegelisahaan para seniman dan tokoh masyarakat yang
sudah bergaul dengan kebudayan alami Indonesia adalah tidak adanya pengakuan atau
pengukuhan atas berbagai macam suku, budaya, adat dan kekayaan alam Indonesia oleh
pemerintah. Apakah mereka malu dan enggan untuk mengurusi hal seperti ini?
Mungkinkah bagi mereka yang terlebih penting di tangani adalah urusan politik yang
tidak kunjung sembuh , padahal justru semakin membuat bengkak hati-hati para rakyat
Indonesia. Hal ini sebenarnya sudah tidak asing lagi, namun jika di teruskan semakin
ironis melihatnyaa. Akan ada berapa banyak lagi kebudayaan yang akan di akui oleh
Negara luar, Dengan banyaknya kebudayaan daerah tersebut akan menjadi sumber
kebudayaan nasional yaitu Negara Indonesia.

7. DAFTAR PUSTAKA
Sumber: Koran Fajar
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Indonesia&action=edit&section=4
www.ghosasquare.blogspot.com/2009/01/pengertian-budaya-daerah-dan-budaya.html
https://www.facebook.com/permalink.php?
id=371397289605236&story_fbid=123125451209272
http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2014/09/pakaian-adat-sulawesi-selatan.html
8. BIODATA
Ketua Kelompok 4
Nama : Rosmina
Nim : 1288201046
Alamat : jl. Poros Bantimurung, samanggi

12

13