Anda di halaman 1dari 10

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN RAWAT INAP DAN KELUARGA

PADA PENJELASAN FORMULIR GENERAL CONSENT


DI RUMAH SAKIT xxxxxxxxxxxxxxxx

Disusun Oleh:
Monalisa
P1337437114041

PRODI DIPLOMA III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN


JURUSAN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2016

1.

Judul Topik 1 :

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN RAWAT INAP

DAN KELUARGA PADA PENJELASAN FORMULIR GENERAL


CONSENT DI RUMAH SAKIT xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
2.

Dosbing :
a. Pembimbing utama
b. Pembimbing Pendamping

3.

Bidang Minat : Ruang lingkup yang diminati adalah Manajemen Mutu


Informasi Kesehatan (MMIK)

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang
Rumah Sakit bahwa rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah
sakit berupaya meningkatkan mutu pelayanan melalui akreditasi secara
berkala dalam jangka waktu minimal tiga tahun sekali. Pada instrumen
akreditasi rumah sakit standar akreditasi versi 2012 tentang kelompok standar
pelayanan berfokus pada pasien bab dua menyebutkan Hak Pasien dan
Keluarga (HPK).
Standar HPK 6 menyatakan pernyataan persetujuan (Informed Consent)
dari pasien didapat melalui suatu proses yang ditetetapkan rumah sakit dan
dilaksanakan oleh staf yang terlatih, dalam bahasa yang dipahami pasien.
Untuk mendapat persetujuan, pasien harus diberikan penjelasan tentang hal
yang berhubungan dengan pelayanan yang telah direncanakan, terkait dengan
keputusan persetujuan tersebut.
Standar HPK.6.3 menyatakan persetujuan umum untuk pengobatan, bila
didapat pada waktu pasien masuk sebagai pasien rawat inap atau didaftar
pertama kali sebagai pasien rawat jalan, harus jelas dalam cakupan dan batasbatasnya. Banyak rumah sakit memperoleh/ menerapkan persetujuan umum
(daripada persetujuan khusus) untuk pengobatan pada saat pasien diterima
sebagai pasien rawat inap di rumah sakit atau saat pasien di daftar untuk
pertama kali sebagai pasien rawat jalan. Pada persetujuan umum, pasien diberi
penjelasan tentang lingkup dari persetujuan umum, seperti tes dan pengobatan
mana yang termasuk dalam persetujuan umum tersebut.
Persetujuan umum diimplementasikan dengan formulir General Consent
atau biasa disebut formulir pemberian informasi dan persetujuan umum
adalah pernyataan kesepakatan yang diberikan berupa peraturan rumah sakit
3

yang bersifat umum. Persetujuan umum harus jelas ruang lingkup dan
batasannya pada saat pasien masuk rawat inap, rumah sakit harus menetapkan
bagaimana suatu persetujuan umum dapat diketahui dan dimengerti isinya
oleh pasien atau keluarga pasien di rumah sakit dengan regulasi rumah sakit
berupa kebijakan/panduan/SPO tentang penjelasan dan persetujuan umum.
Ketentuan persetujuan umum didokumentasikan dalam rekam medis pasien.
Untuk itu penulis akan meneliti tentang tingkat pengetahuan pasien rawat
inap dan keluarga berdasarkan penjelasan formulir General Consent di Rumah
Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana tingkat pengetahuan pasien rawat inap dan keluarga terhadap
isi

pada formulir

General Consent

di

Rumah

Sakit

Roemani

Muhammadiyah Semarang?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien rawat inap dan keluarga
berdasarkan penjelasan formulir General Consent di Rumah Sakit
xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui karakteristik responden berdasarkan umur, pendidikan dan
pekerjaan
b. Mengetahui tingkat pengetahuan pasien dan keluarga tentang
penjelasan petugas berdasarkan pada formulir General Consent
c. Mengetahui faktor-faktor belum semua petugas pendaftaran
menjelaskan dan menginformasikan isi General Consent
d. Mengetahui sebab-sebab pasien dan keluarga belum memahami atau
mengerti penjelasan isi pada formulir General Consent.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak, yaitu:
1. Bagi rumah sakit
Memberikan masukan dalam upaya perbaikan peningkatan kinerja
bagian rekam medis dalam pelayanan di rumah sakit.
2. Bagi Penulis

Dapat menerapkan teori yang penulis dapat dengan permasalahan yang


penulis temukan, sehingga dapat menambah wacana dan wawasan berfikir
dalam melaksanakan tugas rekam medis yang prefesional.
3. Bagi institusi pendidikan
Penulisan ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk
penelitian dan bahan pertimbangan untuk mahasiswa D-III Rekam Medis
dan Informasi Kesehatan atau pihak lainnya.
E. Keaslian Penelitian
Penelitian yang akan diteliti oleh penulis dengan judul Tingkat
Pengetahuan Pasien Rawat Inap dan Keluarga pada Penjelasan General
Consent di Rumah Sakit xxxxxxxxxxxxxxxxxxx belum pernah dilakukan
sebelumnya. Berikut ini adalah penelitian dengan topik yang sama :
Tabel 3.1 Keaslian Penelitian
Nama Peneliti
dan institusi
pendidikan

Judul

Munawir

Tinjauan Tingkat
Pemahaman
Pasien
Rawat
Inap dan keluarga
pada Penjelasan
General Consent
Di RSUPN Cipto
Mangunkusumo

Metode
deskriptif

Wawancara
dan checklist

Tinjauan
Pelaksanaan
General Consent
Pasien Rawat
Inap di RSUD
Tugurejo
Semarang

Survei
deskriptif

Accidental
sampling

Observasi,
studi
dokumentasi
dan wawancara
dengan
instrumen

(Universitas Esa
Unggul)

Binta Fatiha
Rahmatina
(Poltekkes
Kemenkes
Semarang)

Metode Penelitian

Waktu
Penelitian
2014

2016

checklist

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Rancangan Penelitian
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian yamg digunakan adalah survei deskriptif dengan
tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu
keadaan secara objektif.
2. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Cross Sectional merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika
korelasi antara faktor-faktor resiko dan efek. Dengan cara pendekatan,
observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time
approach) yang artinya tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja
dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek
pada saat pemeriksaan.

B. Kerangka Konsep
Dalam penelitian ini peneliti ingin meneliti mengenai tingkat pengetahuan
pasien rawat inap dan keluarga pada penjelasan formulir general consent di
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.
Pengetahuan pasien
rawat inap dan keluarga
pada formulir general
consent :

Tingkat
pengetahuan

1. Pengertian
-Baik
general consent
-Cukup
2. Hak dan
-Kurang
kewajiban pasien
3. Legalitas
general consent
4. Penjelasan
Gambar
3.1 Baganisi
kerangka konsep penelitian tingkat pengetahuan pasien
Formulir
general
rawat inap
dan keluarga
pasien pada formulir general consent
consent
C. Cara Pengumpulan Data
1. Angket atau Kuesioner
Pertama peneliti membuat kuesioner yang disusun sesuai dengan
permasalahan yang dihadapi subjek. angket atau kuesioner disini
merupakan suatu teknik dalam mengumpulkanan data secara tidak
langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Dan
Instrumen atau alat dalam pengumpulan datanya juga disebut angket yang
berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon
oleh responden. Responden sendiri mempunyai

kebiasaan untuk

memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya sendiri.


Kuesioner juga merupakan metode penelitian yang harus dijawab oleh
responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan.
Kuesioner ini berisi pertanyaan-pertanyaan mendasar. Tahap persiapan
selanjutnya adalah peneliti membuat pedoman observasi yang disusun

berdasarkan

hasil

observasi

terhadap

perilaku

subjek

selama

berlangsungnya kuesioner.
Peneliti selanjutnya mencari subjek yang sesuai dengan karakteristik
subjek penelitian.
2. Observasi
Disamping kuesioner, penelitian ini juga melakukan metode observasi.
Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan
pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam
suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah
mendeskripsikan

setting

yang

dipelajari,

aktivitas-aktivitas

yang

berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna


kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang
diamati tersebut.
Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) salah satu hal yang penting,
namun sering dilupakan dalam observasi adalah mengamati hal yang tidak
terjadi. Dengan demikian Patton menyatakan bahwa hasil observasi
menjadi data penting karena :
a.

Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks


dalam hal yang diteliti akan atau terjadi.

b.

Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka,


berorientasi

pada

penemuan

dari

pada

pembuktiaan

dan

mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif.


c.

Observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh subjek


penelitian sendiri kurang disadari.

d.

Observasi memungkinkan peneliti memperoleh data tentang halhal yang karena berbagai sebab tidak diungkapkan oleh subjek
penelitian secara terbuka dalam wawancara.

e.

Observasi memungkinkan peneliti merefleksikan dan bersikap


introspektif terhadap penelitian yang dilakukan. Impresi dan perasan

pengamatan akan menjadi bagian dari data yang pada giliranya dapat
dimanfaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti.
D. Teknik dan Analisis Data
Analisis data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi
informasi sehingga karakteristik data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat
untuk solusi permasalahan, tertutama masalah yang berkaitan dengan
penelitian. Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan variabel
penelitian melalui pengukuran.
E. Waktu dan Tempat Penelitian
Dalam ruang lingkup penelitian menjelaskan tentang batasan penelitian
bersangkutan dari sudut tempat dan waktu.
1. Lingkup lokasi
Penelitian ini akan di lakukan di Rumah Sakit Roemani
2. Lingkup waktu
Penelitian ini akan dilakukan pada bulan april sampai mei 2017

10