Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN

RONDE KEPERAWATAN
DI RUANG IMAM BONJOL RSUD KANJURUHAN
KEPANJEN MALANG

Disajikan Dalam Rangka Praktik Manajemen Keperawatan

Oleh:
RIZALUL GHAIB
NIM:
201420461011054
JB. DEWI PUTRI L.M.
NIM:
201420461011060
DEWI HANDAYANI NIM:
201420461011066
WIDYASTUTI R.
NIM:
201420461011067

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
PROFESI NERS
2016

LEMBAR PENGESAHAN
Ronde Keperawatan Dengan Kasus Dyspepsia
Di Ruang Imam Bonjol RSUD Kanjuruhan Kepanjen-Malang
Telah Disetujui Oleh Pembimbing Dan Dibahas Pada:
Hari

: Senin

Tanggal

: 18 Januari 2016

Tempat

: Ruang Imam Bonjol

Oleh

Mahasiswa :
1.
2.
3.
4.

Rizalulu Ghaib
JB. Dewi Putri LM
Dewi Handayani
Widyastuti Rahayu

5.
6.
7. Nelly
8.

Kiki Kusdiahsari
Puput Agus P
Yulianty
Muhammad Zaini

Profesiional :
1.
2.
3.
4.
5.

Abdul Rohim (Psikolog)


Qoyimah (Nutrition)
Uma Wahyuni (CCM)
Ners Sudarsono (Supervisior)
Rohmah Susanto (Pembimbing Institusi)

Mengetahui

Pembimbing Ruangan

Pembimbing

Institusi

Ners Sudarsono
S.Kep., Ns
Nip. 19590610.198303.1.016

Rohmah Susanto
NIK.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan
proaktif

dalam

menjalankan

suatu

kegiatan

organisasi.

Managemen mencakup kegiatan perorganisasian dan supervisi


terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan.
Managemen

keperawatan

difokuskan

terutama

kepada

keselamatan dan kepuasaan pasien.


Adanya tuntutan pelayanan keperawatan yang profesional
oleh

masyarakat,

diperhatikan

oleh

merupakan
profesi

salah

satu

keperawatan.

faktor
Untuk

yang
itu

harus

perawat

diharapkan memiliki kompetensi manajerial yang baik, salah


satunya

adalah

mampu

mengaplikasikan

kegiatan

ronde

keperawatan sebagai strategi untuk mengoptimalkan peran dan


fungsi perawat dalam pelayanan keperawatan.
Ronde keperawatan adalah salah satu strategi pemecahan
masalah di dalam managemen keperawatan. Untuk itu salah satu
kompetensi

adalah

mahasiswa

dituntut

bisa

mengaplikasikan

secara nyata ronde keperawatan dalam manajemen keperawatan.


B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa mampu memecahan masalah pasien
yang komplek

dengan

melibatkan

profesional

lain

secara

komperhensif.
2. Tujuan Khusus
Diharapkan mahasiswa mampu memecahkan masalah pasien
dengan menggunakan :
a. Metodologi manajemen keperawatan
b. Metodologi asuhan keperawatan
c. Sistem kolaboratif dengan profesional lain
d. Melibatkan sumber daya yang ada
e. Melibatkan pasien beserta keluarga

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian
Ronde

keperawatan

merupakan

suatu

kegiatan

yang

bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan pasien yang


dilaksanakan oleh perawat. Disamping pasien dilibatkan untuk
membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan, pada kasus
tertentu harus dilakukan oleh perawat primer atau konselor, kepala
ruangan, perawat pelaksana dan perlu juga melibatkan seluruh
anggota tim kesehatan (Nursalam, 2012).
B. Karakteristik
1. Pasien dilibatkan secara langsung
2. Pasien merupakan fokus kegiatan
3. Kepala ruang, ketua tim, perawat pelaksana (PP), dan konselor
melakukan diskusi bersama
4. Konselor memfasilitasi kreatifitas
5. Konselor membantu mengembangkan

kemampuan

perawat

asosiet, perawat primer untuk meningkatkan kemampuan dalam


mengatasi masalah
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Diskusi untuk memecahkan masalah pasien dengan melibatkan
berbagai profesi yang relevan.
2. Tujuan Khusus
Komunikasi berfokus pada masalah kesehatan pasien
Mengintegrasikan pemecahan masalah
Penyamaan pemahaman tentang masalah kesehatan pasien
Menumbuhkan cara berpikir kritis dan sistematis
Menumbuhkan pemikiran yang berfokus pada masalah pasien
Meningkatkan kemampuan validasi data dan tindakan pada

pasien
Menilai kemampuan justfikasi
Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja
Meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi rencana

asuhan perawatan
Meningkatkan
kemampuan

keperawatan
D. Manfaat

menentukan

diagnosis

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mempercepat proses penyembuhan pasien


Masalah pasien dapat teratasi
Kebutuhan pasien dapat terpenuhi
Terciptanya komunikasi keperawatan yang profesional
Terjadinya kerjasama antar tim kesehatan
Perawat dapat melaksanakan model asuhan keperawatan
dengan tepat dan benar

E. Kriteria Pasien
1. Pasien yang mempuanyai masalah keperawatan yang belum
teratasi, meskipun sudah dilakukan tindakan keperawatan
2. Pasien dengan kasus baru atau langkah
F. Peran
Metode tim didasarkan pada keyakinan bahwa setiap anggota
kelompok

mempunyai

kontribusi

dalam

merencanakan

dan

memberikan asuhan keperawatan, sehingga pada perawat timbul


motivasi dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Dengan demikian,
diharapkan mutu asuhan keperawatan semakin baik. Pelaksanaan
metode tim harus berdasarkan konsep berikut :
a. Ketua Tim
Sebagai
perawatan
profesional

harus

mampu

menggunakan berbagai teknik kepemimpinan. Ketua tim


harus

dapat

membuat

keputusan

tentang

prioritas

perencanaan, supervisi dan evalauasi asuhan keperawatan.


Pelaksanaan konsep tim sangat tergantung pada filosofi
ketua tim, yakni apakah berorientasi pada tugas atau pada
pasien. Tanggung jawab ketua tim adalah :
Mengkaji setiap pasien dan menetapkan rencana
asuhan keperawatan
Mengkoordinasikan rencana

asuhan

keperawatan

dengan tindakan medis


Membagi tugas yang harus dilaksanakan dengan oleh
setiap anggota kelompok dan memberikan bimbingan
melalui konferensi
Mengevaluasi pemberian asuhan keperawatan dan

hasil yang dicapai serta mendokumentasikannya


Komunikasi yang efektif penting agar kontinuitas rencana
asuhan keperawatan terjamin. Komunikasi yang terbuka

dapat dilakukan melalui berbagai cara, terutama melalui


rencana asuhan keperawatan tertulis yang merupakan

pedoman pelaksanaan asuhan, supervisi dan evaluasi.


Anggota tim harus menghargai kepemimpinan ketua tim.
Ketua tim membantu anggotanya untuk memahami dan

melakukan tugas sesuai dengan kemampuan mereka.


b. Kepala Ruang
Peran kepala ruangan penting dalam metode tim, metode
tim akan berhasil baik, apabila didukung oleh kepala ruangan.
Untuk itu, kepala ruangan diharapkan telah :
Menetapkan standar kinerja yang diharapkan dari
staf
Membantu

staf

menetapkan

unit/ruangan
Memberi kesempatan

kepada

sasaran
ketua

tim

dari
untuk

mengembangkan kepemimpinan
Mengorientasikan tenaga yang baru tentang fungsi
metode tim keperawatan
Menjadi narasumber bagi ketua tim
Mendorong staf untuk meningkatkan kemampuan
melalui riset keperawatan
Menciptakan iklim komunikasi yang terbuka
c. Perawat primer dan perawat asosiet (anggota tim).
Dalam menjalankan pekerjaannya perlu adanya sebuah
peranan yang bisa untuk memaksimalkan keberhasilan yang
bisa disebutkan antara lain :
Menjelaskan keadaan dan data demografi pasien
Menjelaskan masalah keperawatan utama
Menjelaskan diagnosa keperawatan
Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan
Menjelaskan hasil yang didapat
Menjelaskan alasan ilmiah (rasional) tindakan yang diambil
Menggali masalah-masalah pasien yang belum terkaji
d. konselor
Memberikan justifikasi
Memberikan reinforcement
Menilai dan memvalidasi kebenaran dari sutau masalah,
intervensi keperawatan serta tindakan yang rasional

Mengarahkan dan koreksi serta revisi


Mengintegrasikan teori dan konsep yang telah dipelajari
e. Profesional lain ( tim kesehatan lain)
Memberikan kontribusi sesuai dengan bidang ilmunya
Kolaboratif yang berfokus pada masalah pasien
G. Langkah-Langkah
Langkah-langkah dalam

ronde

keperawatan

adalah

sebagai

berikut :
1. Persiapan
Penetapan kasus dan topik minimal 1 hari sebelum waktu

pelaksanaan ronde
Menentukan tim ronde
Mencari sumber dan literatur
Memberikan proposal
Persipan pasien : melakukan KIE dan melakukan informend

consent kepada pasien atau keluarga


Diskusi tentang diagnosis keperawatan,

data

yang

mendukung, asuhan keperawatan yang dilakukan, dan


hambatan selama perawatan
2. Pelaksanaan Ronde
Penjelasan tentang pasien oleh
difokuskan

pada

masalah

perawat

keperawatan

primer, yang
dan

rencana

tindakan yang akan atau telah dilaksanakan dan memilih

prioritas yang perlu didiskusikan.


Pemberian justifikasi oleh perawat yang berfokus pada

masalah pasien
Merencanakan tindakan yang akan dilakukan
Melakukan tindakan yang sudah ditetapkan
3. Pasca Ronde
Evaluasi, revisi, dan perbaikan
Kesimpulan dan rekomendasi penegakan

diagnoasis;

intervensi keperawatan selanjutnya


H. Kriteria Evalauasi
1. Struktur
Persyaratan administratif

(informerd

consent,

dokumen

rekam medik)
Tim ronde keperawatan hadir ditempat pelaksanaan ronde

keperawatan
Persiapan dilakukan sebelumnya

2. Proses
Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
Seluruh peserta berperan akif dalam kegiatan ronde sesuai
peran yang telah dilakukan
3. Hasil
Pasien merasa puas dengan hasil pelayanan
Masalah pasien dapat teratasi
Perawat dapat :
Menumbuhkan cara berfikir yang kritis dan sistematis
Meningkatkan kemampuan validasi data pasien
Meningkatkan
kemampuan
menentukan
diagnosis
keperawatan
Menumbuhkan pemikiran yang berorientasi pada maslah
pasien
Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan
keperawatan
Meningkatkan kemampuan justifikasi
Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja

PELAKSANAAN RONDE
Waktu

Taha
p

Kegiatan

Pelaksan

Kegiat

aan

an

Tempat

pasien
1 hari

Pra

sebelu

ronde

m
ronde

Rond

menit

Pra ronde :

Menentukan kasus
Menentukan tim ronde
Menentukan literatur
Membuat proposal
Mempersiapkan pasien
Diskusi rencana

pelaksanaan
Pembukaan :

a, CI,

station

Karu,
CCM
supervisor

Nurse

Salam pembuka
Memperkenalkan tim

a, CI,

station

ronde
Menyampaikan

CCM,

pasien
Menjelaskan tujuan

menit

Nurse

Mahasisw

identitas dan masalah

10

Mahasisw

ronde
Penyajian masalah :
Memberi salam dan

Karu,
supervisor,
profesi
lain
Mende

Ruang

ngarka

pasien

memperkenalkan

n dan

pasien serta keluarga

klarifik

kepada tim ronde


Menjelaskan riwayat
penyakit
Menjelaskan masalah
pasien dan rencana
tindakan yang telah
dilaksanakan serta
menetapkan prioritas
yang perlu
didiskusikan
Validasi data :
Mencocokkan dan
menjelaskan kembali
data yang telah
disampaikan

asi

Diskusi antar anggota


tim dan pasien tentang
masalah keperawatan
Pemberian justifikasi
oleh PP atau konselor
atau karu tentang
masalah pasien serta
rencana tindakan yang
akan dilakukan
Menentukan tindakan
keperawtan pada
maslah prioritas yang
10

Post

menit

Rond
e

telah ditetapkan
Evaluasi dan

Mahasisw

rekomendasi intervensi a, CI,


keperawatan
Penutup

Karu,
CCM,
supervisor,
profesi
lain.

Nurse
station

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A. Identitas Pasien
Nama
: Ny. S
Umur
: 38 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SD
Status
: Menikah
Pekerjaan
: Petani
Alamat
: Gedangan, Kab. Malang
MRS
: 11 Januari 2016
Diagnosa Medis
:
Di IGD
: Dyspepsia + Suspect Hypertiroid
Di Ruangan : Dyspepsia + Hypertiroid
B. Keluhan utama
Tidak bisa tidur 2 bulan, Mual.
C. Riwayat Penyakit Sekarang
Sejak 2 bulan yang lalu pasien mengeluh tidak bisa tidur dan
mual lalu berobat ke Poli Umum RSI gondanglegi sebanyak 5 kali
dan dilakukan USG abdomen dengan hasil Normal.
Dirasa tidak ada hasilnya, pasien berobat ke dokter spesialis
penyakit dalam dan diagnosa menderita gejala tipoid.
Karena keluhan tidak berkurang, maka Pada tanggal 11
Januari 2016 pasien dibawa ke IGD RSUD Kanjuruhan dengan
keluhan

yang

sama

disertai

badan

gemetaran.

Setelah

mendapatkan terapi Ondansentron 4 mg Kemudian pasien MRS di


ruang Imam Bonjol.
Saat pengkajian pasien masih mengeluh tidak bisa tidur
(tidur hanya 1-2 jam / hari), mual dan mulut terasa asam saat

makan/minum, merasa cemas karena tidak bisa tidur, nyeri tekan


pada perut kanan bawah dengan skala 1. Terkesan pasien
mengalami kecemasan sedang.
D. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak pernah MRS, tidak pernah menderita sakit
kronis maupun menular, hanya pernah mengalami flu atau batuk
biasa saja.
E. Riwayat Penyakit Keluarga
Ayah menderita hipertensi, dan ibu menderita glaukoma.
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti
pasien maupun penyakit menular.
F. Pemeriksaan Fisik (Tgl. 18 Januari 2016)
TTV :
Tekanan Darah : 130/90 mmHg
Suhu
: 36,1 C
Nadi
: 92x/menit
Respirasi Rate
: 22x/menit
1. Sistem Pernafasan (B1 : Breath)
Pola nafas normal, RR 22x/menit .
2. Sistem Kardiovaskuler (B2 : Bleed)
Irama jantung reguler, bunyi jantung I dan II tunggal.
3. Sistem Persyarafan (B3 : Brain)
Kesadaran Compos Mentis, GCS: 456
4. Sistem Pencernaan (B4 : Bladder)
b.a.b 2 kali selama 8 hari di RS, asupan nutrisi diet lambung
0

1 porsi habis plus buah Mual (+), bising usus (9x/menit).


5. Sistem Perkemihan (B5 : Bowel)
b.a.k 4-6 kali sehari, warna kuning jernih. Minum air putih
1500cc/hari.
6. Sistem Muskuloskeletal (B6 : Bone)
Pergerakan sendi bebas, merasa lemah karena tidak bisa
tidur, kekuatan otot 5/5/5/5.
7. Sistem Endokrin
Tidak ada kelainan
Hasil Lab (tgl. 12 Januari 2016)
T3 : 1,74 nmol/L
N (0,95-2,50)
T4 : 114,23 nmol/L N (60-120)
TSH : 0,85 uIU/mL N (0,25-5)
8. Personal Hygine

Mandi (Diseka) 1 kali/hari, sikat gigi 1x/hari, belum keramas


selama di RS, kuku tampak kotor.
9. Psikososial Spiritual
Tampak sedih dengan keadaanya

dirirnya,

mengeluh

mengantuk tapi tidak bisa tidur sejak 2 bulan yang lalu.


Kebutuhan spiritual rutin tidak terpenuhi hanya berdoa saja,
karena hambatan aktifitas (terpasang infus). Pasien merasa
tidak berdaya dibidang finansial semenjak suaminya post
operatif BPH setahun yang lalu oleh karena, punya tanggung
jawab pendidikan 3 orang putranya, dimana anak sulung di
perguruan tinggi yang saat ini sedang KKN.
10. Pemeriksaan Penunjuang
a. Radiologi (Tgl. 11 januari 2016)
Foto thorax : adanya Cardiomegaly
b. Laboratorium
Endokrin (tgl. 12 Januari 2016)
T3 : 1,74 nmol/L
N (0,95-2,50)
T4 : 114,23 nmol/L N (60-120)
TSH : 0,85 uIU/mL N (0,25-5)
Hematologi
Hemoglobin
15,7)

12,8

mg/dl

(11,7-

Hematokrit

39,8

(35-47)

Eritrosit

4,50

10^6/cmm (3,0-6,0)

Leukosit

6.320

cell/cmm

(4..000-11.000)

Trombosit

267.000

cel/cmm

(150.000-450.000)

Kimia Klinik
GDS

91

mg/dl

(<140)

SGOT

17

U/L

(<36)

SGPT

18

U/L

(<36)

Ureum

19

mg/dl

Kreatinin

0,76

mg/dl

(20-40)
(0,5-0,9)

ANALISA DATA
No

DATA

ETIOLOGI

MASALAH

1.

DS:
- tidak bisa tidur selama 2 bulan.
- tidur 1-2 jam/hari, kurang istirahat.
- pusing

Kurang

Gangguan

kontrol tidur

Pola Tidur

Perubahan

Ansietas

DO:

- k.u : Lemah, wajah lesu


- tampak kurang segar
DS:
- cemas o.k 2 bulan tidak bisa tidur.
- bingung kesulitan tidur.
DO:

dalam

status

kesehatan,
ekonomi.

- tampak waspada dan khawatir saat


diajak berbicara.
- tampak ragu dan tidak percaya diri
saat berbicara
- kesulitan berkonsentrasi.
- Nyeri tekan abdomen: kanan bawah.

Skala 1.
- Mual
DS:
- mual
- nafsu

Mual

Gangguan
rasa nyaman

makan

kurang

tetapi

dipaksakan menghabiskan 1 porsi


makanan.
- mulut terasa asam
DO:
- mukosa mulut : lembab
- Turgor kulit normal

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol tidur
2. Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan dan
ekonomi
3. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan mual
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
No

Diagnosa

Tujuan & Kriteria

Intervensi

Hasil
1.

Ganggguan
berhubungan

NOC:
Istirahat cukup
Kebutuhan tidur cukup
Setelah dilakukan

dengan kurang

tindakan keperawatan

kontrol tidur

selama 1x24 jam pasien

pola tidur

dapat meningkatkan
tidur, dengan kriteria
hasil:
- Jumlah jam tidur dalam
batas normal 6-8

Peningkatan Tidur
1. Jelaskan pentingnya
tidur yang adekuat
2. Fasilitasi untuk
mempertahankan
aktifitas sebelum
tidur (membaca)
3. Ciptakan lingkungan
yang nyaman.
4. Instruksikan untuk
memonitor tidur

jam/hari (5)
pasien.
- Pola tidur kualitas dalam 5. Monitor jarak waktu
batas normal (5)
- Perasaan segar sesudah

2.

Ansietas
berhubungan
dengan
perubahan
status
kesehatan dan
ekonomi.

makan dengan

waktu tidur.
tidur/istirahat (5)
6. Kolaborasi
- Mampu mengidentifikasi
pemberian obat
hal-hal yang
tidur.
meningkatkan tidur (5)
NOC:
Mengurangi ansietas
Kontrol ansietas
1. Gunakan
Setelah dilakukan
pendekatan yang
tindakan keperawatan
menenangkan
selama 1x24 jam,
2. Temani pasien untuk
ansietas dapat

memberikan

berkurang dengan

keamanan dan

kriteria hasil:
- Pasien mampu
mengidentifikasi dan
mengungkapkan gejala
cemas (5)
- Pasien dapat mengontrol
cemas (5)
- Postur tubuh, ekspresi
wajah, bahasa tubuh
dan tingkat aktifitas
menunjukkan

mengurangi takut
3. Motivasi keluarga
untuk selalu
menemani pasien
4. Dengarkan dengan
penuh perhatian
setiap ungkapan
pasien
5. Identifikasi tingkat
kecemasan
6. Motivasi pasien

berkurangnya

untuk

kecemasan. (5)

mengungkapkan
kecemasan,
ketakutan dan
persepsi
7. Instruksikan pasien
untuk menggunakan
tehnik relaksasi
8. Kolaborasi
pemberian obat
untuk mengurangi

3.

Gangguan Rasa
nyaman b.d
mual

NOC:
Tingkat Kenyamanan
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 1x24 jam mual
dapat berkurang,
dengan kriteria hasil:
- Melaporkan bebas dari
mual
- Mengidentifikasi hal-hal
yang mengurangi mual
- Nutrisi adekuat
- Status hidrasi: kulit,
membran mukosa baik,
tidak ada rasa haus
yang abnormal, urin
output normal.

kecemasan
Manajemen Nutrisi
1. Monitor intake
nutrisi
2. monitor kelembapan
membran mukosa
3. anjurkan untuk
makan sedikitsedikit tapi sering
4. berikan KIE untuk
menggunakan nafas
dalam untuk
menekan reflek mual
5. instruksikan untuk
menghindari bau
makanan yang
menyengat
6. kolaborasi
pemberian
antiemetik.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN


Hari,

Diagnosa

Tangg

Keperawat

Implementasi

Evaluasi

al
Senin,

an
Ganggguan

18

pola tidur

pasien tentang

Januari

berhubunga

pentingnya tidur yang

2016

n dengan
kurang
kontrol tidur

1. menjelaskan kepada

adekuat
2. memfasilitasi untuk

S:
Masih tidak bisa tidur
siang meskipun sudah
membaca.
O:
- Wajah pasien tampak

mempertahankan

kurang segar
aktifitas sebelum tidur - k.u lemah
(menganjurkan pasien
untuk membaca)
3. menciptakan
lingkungan yang

A: Masalah belum
teratasi
P: Lanjutkan Intevensi

nyaman dengan
membersihkan/merapi
kan tempat tidur
pasien.
4. menganjurkan
keluarga untuk
memonitor tidur
pasien.
5. memonitor jarak
waktu makan dengan
waktu tidur (pasien
makan malam jam
19.00)
1. melakukan

Senin,

Ansietas b.d

18

perubahan

pendekatan yang

Januari

status

menenangkan pada

2016

kesehatan
dan
ekonomi.

pasien dan keluarga


2. menemani pasien
untuk memberikan
keamanan dan
mengurangi takut
3. memotivasi keluarga

S:
- Sudah bisa
mendeteksi adanya
gangguan tidur o.k
masalah finansial
pendidikan anaknya
- Iingin cepat pulang
O: masih tampak

untuk selalu

waspada saat

menemani pasien

berbicara

4. mendengarkan
dengan penuh
perhatian setiap
ungkapan pasien
5. memotivasi pasien

A: Masalah teratasi
sebagian
P: Lanjutkan
invtervensi

untuk
mengungkapkan
kecemasan yang
dirasakan
6. mengajarkan pasien
untuk menggunakan
tehnik relaksasi tarik
nafas dalam dan
menganjurkan
menghindari stress
7. kolaborasi dengan
Senin,

Gangguan

18

rasa nyaman

Januari

b.d mual

2016

psikolog
1. KIE pentingnya nutrisi S:
2. Memonitor intake
- mual berkurang,
nutrisi
3. Menganjurkan untuk

mulut masih terasa

asam.
makan sedikit-sedikit - Makan 1 porsi habis

tapi sering
4. Memberikan KIE

(makan perlahan)
- tidak tahu hal apa

untuk menggunakan

yang dapat

nafas dalam untuk

mengurangi mual.

menekan reflek mual


5. Menganjurkan untuk
menghindari bau

O:
- Mukosa mulut lembab
- Turgor kulit baik

makanan yang
menyengat

A: Masalah teratasi
sebagian
P: Lanjutkan
intervensi

BAB IV
PEMBAHASAN
KLARIFIKASI DAN VERIFIKASI MASALAH
Setelah

dilakukan

kaji

ulang

oleh

masing

masing

profesional dan dilakukan pembahasan, maka sekaligus dilakukan


koreksi dan revisi serta rencana perlakuan yang akan dilakukan :
1. Pengkajian
a. Perlu dilakukan revisi tentang tingkat kecemasan,
konsep diri dan mekanisme koping.
b. Perlu di anamnese ulang dan observasi asupan nutrisi
dari diet yang disediakan oleh Rumah Sakit .
2. Diagnosa

Dilakukan revisi diagnosa keperawatan sesuai dengan


data fokus dan diperoleh diagnosa tambahan yaitu :
Kurangnya pengetahuan b.d kurangnya pajanan informasi.
3. Rencana Keperawatan
Disesuaikan dengan diagnosa keperawatan yang ada
4. Tindakan Keperawatan
Disesuaikan dengan rencana keperawatan relevan
5. Evaluasi
Mengacu kepada masalah keperawatan yang ada, serta
catatan perkembangan berdasarkan SOAP

BAB V
REVISI HASIL RONDE
Setelah dilakuakn klarifikasi dan verifikasi serta pembahasan,
maka dilakukan revisi terhadap tindakan kepada pasien sesuai
dengan masalah yang ada yaitu :
1. Analisa Data
No
1

Data Fokus

Etiologi
Kurang

DS :
- Cemas

dan

selalu

memikirkam Pajanan

penyakitnya
DO :
- Sering bertanya tentang penyakitnya
yang tidak kunjung sembuh.

Masalah
Kurang
pengetahuan

2. Diagnosa Keperawatan
Kurang pengetahuan b.d kurangnya pajanan informasi

3. Rencana Tindakan Keperawatan


No
4

Diagnosa
Kurang
pengetahuan

Tujuan dan Kriteria Hasil


NOC
Pengetahunan : proses

penyakit
tentang penyakit
Setelah dilakukan
berhubungan
tindakan keperawatan
dengan kurang
selama 1x24 jam tingkat
sumber
pengetahuan pasien
informasi.
meningkat dengan
kriteria hasil sebagai
berikut :
-pasien dan keluaraga
menyatakan tentang
penyakit, kondisi,
prognosis dan program
pengobatan
-pasien dan keluarga
mampu melaksanakan
prosedur yang
dijelaskan secara benar
-pasien dan keluarga
mampu menjelaskan
kembali apa yang

Intervensi
Pembelajaran : Proses
penyakit
1. jelaskan patofisologi
dari penyakit dan
bagaimana hal ini
berhubungan dengan
anatomidan fisiologi
dengan cara yang
tepat
2. gambarkan tanda
dan gejala yang bisa
muncul pada
penyakit dengan
cara yang tepat
3. gambarkan proses
penyakit dengan
cara yang tepat
4. identifikasi
kemungkinan
penyebab dengan
cara yang tepat
5. sediakan informasi

dijelaskan perawat/tim

pada pasien tentang

kesehatan lainnya.

kondisi dengan cara


yang tepat

4. Implementasi dan evaluasi

Tangga

Diagnosa

Implementasi

l
Senin,

Kurang

18

pengetahuan

patofisologi dari

Januari

b.d kurang

penyakit pasien

2016

pajanan

dengan cara yang

informasi

1. Menjelaskan

Evaluasi
S:
- Pasien mengatakan
sudah paham tentang
penyakitnya
O:

tepat
2. Menggambarkan

- Tampak sudah paham

tanda dan gejala

tentang penyakitnya

penyakit secara tepat


3. Menggambarkan
proses penyakit
dengan cara yang
tepat
4. Mengidentifikasi
kemungkinan
penyebab dengan cara
yang tepat
5. Menyediakan
informasi pada pasien
tentang kondisi
dengan cara yang
tepat

BAB VI
PENUTUP

A : Masalah teratasi
sebagaian
P: Lanjutkan intervensi

A. Kesimpulan
1. Pengkajian

keperawatan

kurang

komprehensif

dan

akurat

sehingga berpengaruh pada rencana dan tindakan keperawatan


2. Hasil klarifikasi dan supervisi oleh supervisor masih ditemukan
adanya masalah keperawatan yang aktual
3. Tim Ronde Keperawatan dirasa kurang lengkap oleh karena
tidak dihadiri dari tim medis
B. Saran
1. Perlunya

dilakukan

pengkajian

keperawatan

yang

lebih

komprehensif dan akurat sehingga rencana dan tindakan


keperawatan lebih maksimal.
2. Perlunya analisa dan sintesa data yang rasional dan relevan
sehingga

permasalahan

pasien

bisa

terpecahkan

secara

komprehensif.
3. Perlunya ronde keperawatan disertai tim medis sehingga
masalah dapat diselesaikan secara maksimal dan komprehensif.

DAFTAR PUSTAKA

Nursalam. 2012. Managemen Keperawatan : Aplikasi dalam Praktik


Keprawatan Profesional. Jakarta : Salemba Medika
Russel, M, 2000. Kepemimpinan dan Managemen Keperawatan, Vol I,
EGC : Jakarta
Sitorus R. & Yulia. 2005. Model praktek keperawatan professional di
Rumah Sakit Panduan Implementasi,. EGC, Jakarta.
Wilkinson, Judith. 2012. Buku Saku Diagnosis Keperawatan : Diagnosis
NANDA, Intervensi NIC, Kiteria Hasil NOC. Edisi 9. Jakarta : EGC.