Anda di halaman 1dari 41

PEMBAHASAN PERTAMA

PENGERTIAN ZAKAH AND SADAQAH


I. Zakat menurut Bahasa dan Syariah
Zakat berasal dari kata Zakatun artinya berkembang atau
bertambah. Ketika berbicara tentang seseorang, zakat diartikan menjadi
lebih baik. Bila dihubungkan, maka zakat itu berarti memberkati,
berkembang, membersihkan dan perbaikan. Dalam bahasa arab dikatakan
Asal kata dari kata Zakat artinya membersihkan, berkembang,
memberkati dan memuliakan. Semua arti ini digunakan dalam Quran dan
Hadits. Hal ini sejalan dengan pendapat Al-Wahidi yang menyatakan
bahwa Zakat berarti Meluas dan tumbuh, sebagai contoh, jika
dihubungkan dengan tanaman maka artinya tumbuh dan jika diartikan
dengan barang maka artinya meluas, tetapi karena untuk tumbuh baik itu
perlu terbebas dari serangga dan hama, maka zakat dapat diartikan
bersih dan membersihkan. Jika dihubungkan dengan orang, zakat berarti
perbaikan dan kebajikan. Anda dapat memanggil seseorang dengan
sebutan zaki karena orang tersebut mempunyai karakter yang baik atau
anda bisa menyebut dalam pengadilan istilah saksi yang zakah untuk
menunjukan bahwa saksi tersebut memberikan kesaksian yang benar.
Menurut Syariah, kata zakat berarti memberikan sejumlah harta
yang telah ditentukan oleh Allah kepada golongan yang telah ditetapkan.
Menurut imam nawawi memberikan sejumlah harta disebut zakat karena
zakat dapat meningkatkan harta yang diperoleh dan melindungi harta dari
kehilangan dan kebangkrutan. Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa inti dari
zakat adalah pembayar zakat akan menjadi lebih baik dan hartanya akan
dibersihkan. Tumbuh dan bersih bukan merujuk kepada harta tetapi
merujuk pada orang yang membayar zakat, sesuai dengan ayat At-Taubah
ayat 103



103. ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.
dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
Al-Azhari mengatakan bahwa zakat juga dapat membua
berkembang juga, artinya bahwa zakat membuat oarng kaya tumbuh dan
berkembang baik secara psikologikal maupun secara material. Menurut
Schact, zakat berasal dari bahasa hebrew dan Aramaic, zakut, yang
artinya takut terhadap Tuhan. Pernyataan Schact ini tidak dapat diterima
karena zakat bukan berasal dari Hebrew, Cuma kemiripan bahasa saja
karena nabi belum berkomunikasi secara intens dengan orang yahudi
pada waktu nabi masih di Mekah.
Berikut ini ayat yang memuat kata zakat pada periode awal nabi di
mekah:






156. dan tetapkanlah untuk Kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat;
Sesungguhnya Kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman:
"Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang aku kehendaki dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untuk
orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang
yang beriman kepada ayat-ayat kami".


31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku
berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan
(menunaikan) zakat selama aku hidup; (19:31)


55. dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan
zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya. (19:55)


72. dan Kami telah memberikan kepada-Nya (Ibrahim) lshak dan Ya'qub,
sebagai suatu anugerah (daripada Kami). dan masing-masingnya Kami
jadikan orang-orang yang saleh

4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,


3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan
zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.


39. dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah
pada harta manusia, Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan
apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk
mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orangorang yang melipat gandakan (pahalanya).

3. menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,



7. (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir
akan adanya (kehidupan) akhirat.

Tugas Mandiri: Hapalkan ayat-ayat tentang zakat di atas.

II. Pengertian of Sadaqah


Shadaqoh beberapa kali disebutkan dalam Quran dan Sunnah.
Menurut Al-Mawardi, Sodaqoh sama dengan zakat, Zakat sama dengan
Sodaqoh. Berdasarkan
Sura at Tawbah, 9:103.



103. ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.
dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
10. Sura at Tawbah, 9:58.



58. dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi)
zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang
hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta
merta mereka menjadi marah.
11. Sura at Tawbah, 9:60.




60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir,
orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk
hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang,
untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan,
sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana
Berdasarkan Hadits dari bukhori, Muslim:



(MUSLIM - 1625) : Dan telah menceritakan kepadaku Amru bin
Muhammad bin Bukair An Naqid Telah menceritakan kepada kami Sufyan
bin Uyainah ia berkata, saya bertanya kepada Amru bin Yahya bin Umarah
lalu ia mengabarkan kepadaku dari bapaknya dari Abu Sa'id Al Khudri dari
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak wajib dizakati
bahan makanan pokok yang kurang dari lima Wasq (lima wasaq sama
dengan enam puluh sha'), tidak pula pada binatang ternak yang kurang
dari lima ekor, dan emas perak yang kurang dari lima uqiyah (lima uqiyah
sama dengan dua ratus dirham)." Dan telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Rumh bin Al Muhajir telah mengabarkan kepada kami
Laits -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Amru An Naqid
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris keduanya dari Yahya
bin Sa'id dari Amru bin Yahya dengan isnad ini hadits yang semisal. Dan
telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' Telah menceritakan
kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah
mengabarkan kepadaku Amru bin Yahya bin Umarah dari bapaknya Yahya
bin Umarah, ia berkata, saya mendengar Abu Sa'id Al Khudri berkata;
Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda. Dan
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi isyarat dengan tangannya
beserta lima jari-jemarinya. Kemudian ia menyebutkan hadits yang serupa
dengan haditsnya Ibnu Uyainah.



[BUKHORI 1317] Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yazid telah
mengabarkan kepada kami Syu'aib bin Ishaq telah mengabarkan kepada
kami Al Awza'iy telah mengabarkan kepada saya Yahya bin Abu Katsir
bahwa 'Amru bin Yahya bin 'Umarah telah mengabarkannya dari bapaknya
Yahya bin 'Umarah bin Abu Al Hasan bahwa dia mendengar Abu Sa'id
radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda:
"Tidak ada zakat harta dibawah lima wasaq, tidak ada zakat pada unta
dibawah lima ekor dan tidak ada zakat pada hasil tanaman dibawah lima
wasaq".
Semua dalil di atas menggunakan kata shodaqoh tetapi
bermaksud membicarakan zakat, dan selanjutnya orang yang
mengumpulkan dan menyalurkan zakat disebut musaddiq. Tetapi dalam
perkembangan sejarah islam, kata Sodaqoh digunakan hanya untuk

sumbangan sukarela yang diberikan pada yang meminta-minta dan orang


yang melarat.
Akan tetapi, pengertian tersebut jangan sampai
membingungkan kita sehingga menapikan pemaknaan firman Allah yang
telah disebutkan di atas.
Hakim Abu Bakar bin Al-Arabi menyebutnya zakat sodaqoh, kata
tersebut diambil dari kata Sidq yang artinya kebenaran dalam
merealisasikan sebuah keimanan. Akar kata Sidq berarti merealisasikan
dan mendukung sesuatu dengan sesuatu yang lain. Kata Sodaq berarti
mengamalkan hukum dalam situasi dan kondisi tertentu, kemudian lebih
dikenal dengan sebutan Syariah.
III. Zakah dan Sadaqah
Kata sidq mempunyai beberapa makna. Kata kerja Soddaqo bila
dihubungkan dengan sebuah pernyataan mengandung arti menerima dan
merealisasikan. Kata kerja tasoddaqo bila dihubungkan dengan harta
mengandung arti memberikan sebagai bentuk pengamalan dari
keimanan. Kata kerja asdaqo berarti memberikan mas kawin kepada
wanita dalam perkawinan. Kata sodaqoh diturunkan dari kata sidq karena
sodaqoh menggambarkan memberikan suatu barang dan harta sebagai
bentuk pengamalan dari keimanan terhadap Allah dan pengamalan dari
keimanan terhadap hari kebangkitan. Hal ini merupakan alasan kenapa
Quran menggambarkan zakat ketaatan terhadap perintah Allah dan
penolakan membayar zakat sebagai bentuk kekafiran, dan kedua hal
tersebut akan ada imbalannya. Allah Taala berfirman dalam Sura al Layl,
92:5-10.



5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
6. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),
7. Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
8. dan Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
9. serta mendustakan pahala terbaik,
10. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
Dan dalam hadits Muslim, Nabi berkata: Sodaqoh adalah pembuktian.
Dalam hadits ini jelas bahwa sodaqoh adalah indikator keimanan
seseorang.
Zakah and Sodaqoh dalam Qur'an
Kata zakat disebutkan dalam Quran sebanyak 30 kali. 27 diantaranya
dihubungkan dengan shalat. Dari 30 kali ini 8 diantaranya adalah ayat
makiyah dan sisanya ayat madaniyah. Seadangkan kata sodaqoh dalam
Quran disebutkan 12 kali dalam ayat-ayat madaniyah.

Tugas Mandiri: Cari ayat-ayat tentang zakat dan sodaqoh.

PEMBAHASAN KEDUA
I. SEJARAH PERKEMBANGAN ZAKAT
Islam sangat peduli tentang pengurusan orang yang tidak mampu dan
memberikan penyelesaian masalah kesenjangan sosial antara orang kaya
dengan orang tidak mampu, terbukti dengan banyaknya ayat yang
menginstruksikan untuk mengasihi orang kurang mampu dan adanya
penerapan aturan formal berupa zakat.
A. PERIODE MEKAH

Dalam bulan-bulan pertama setelah Nabi menerima wakyu, asfek sosial


sudah diperhatikan oleh Islam. Konsep sosial ini tertera dengan gamblang
dalam Quran. Berikut diantaranya:
1. Memberi makan orang miskin sebagai salah satu indikator
keimanan
Di dalam surat al Muddathir, salah satu surat yang awal diturunkan,
dijelaskan bahwa salah satu penyebab orang masuk neraka adalah karena
orang tersebut tidak memberi makan orang miskin. Firman Allah Taala:








38. tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
39. kecuali golongan kanan,
40. berada di dalam syurga, mereka tanya menanya,
41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
42. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
43. mereka menjawab: "Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang
mengerjakan shalat,
44. dan Kami tidak (pula) memberi Makan orang miskin,
45. dan adalah Kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orangorang yang membicarakannya,
46. dan adalah Kami mendustakan hari pembalasan,
Dalam surat Al-Qolam, Allah menggambarkan tentang pemilik kebun yang
diberi siksaan yang cepat karena mereka tidak mau hari panennya
diketahui oleh orang miskin. Berikut Firman Allah Taala:











19. lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika
mereka sedang tidur,
20. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.
21. lalu mereka panggil memanggil di pagi hari:

22. "Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik
buahnya".
23. Maka Pergilah mereka saling berbisik-bisik.
24. "Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam
kebunmu".
25. dan Berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi
(orang-orang miskin) Padahal mereka (menolongnya).
26. tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya
kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),
27. bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)
28. berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka:
"Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih
(kepada Tuhanmu)?"
29. mereka mengucapkan: "Maha suci Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami
adalah orang-orang yang zalim".
30. lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela
mencela.
31. mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; Sesungguhnya kita ini adalah
orang-orang yang melampaui batas".
32. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan
(kebun) yang lebih baik daripada itu; Sesungguhnya kita mengharapkan
ampunan dati Tuhan kita.
33. seperti Itulah azab (dunia). dan Sesungguhnya azab akhirat lebih
besar jika mereka mengetahui.
2. Kewajiban mendorong (orang lain) untuk mengurus orang
miskin
Seorang muslim diwajibkan tidak hanya memberi makan orang miskin
tetapi juga adanya kewajiban untuk menganjurkan supaya mengurus
orang-orang miskin karena keimanan seseorang terhadap Allah pasti akan
berhubungan dengan kepeduliannya terhadap sesama, dalam hal ini
berhubungan dengan mendorong orang lain untuk memberi makan orang
miskin. Allah Taala berfirman dalam surah al Haqqah,





25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah
kirinya, Maka Dia berkata: "Wahai Alangkah baiknya kiranya tidak
diberikan kepadaku kitabku (ini).
26. dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
27. Wahai kiranya kematian Itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
29. telah hilang kekuasaanku daripadaku."




30. (Allah berfirman): "Peganglah Dia lalu belenggulah tangannya ke
lehernya.
31. kemudian masukkanlah Dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
32. kemudian belitlah Dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh
hasta.
33. Sesungguhnya Dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Maha
besar.
34. dan juga Dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi Makan
orang miskin.
Dalam ayat di atas diterangkan bahwa orang yang beriman dan orang
yang tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin
akan dimasukan kedalam neraka dan mendapat hukuman yang sangat
berat.
Dalam ayat lain, Allah menyerukan kepada orang yang mengaku-ngaku
beriman bahwa keimanan seseorang itu dapat terlihat dalam hal
memuliakan anak yatim dan memberi makan orang miskin sebagai pokok
ajaran seperti ajaran yang telah disampaikan oleh nabi Ibrahim a.s.:



17. sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak
yatim,
18. dan kamu tidak saling mengajak memberi Makan orang miskin,
Sheikh Muhammad 'Abduh mengartikan ayat ini bahwa anggota
komunitas muslim berkewajiban dalam menjaga solidaritas dan memupuk
kasih sayang satu sama lain sehingga tidak ada ketimpangan dan daapat
memenuhi semua kebutuhan anggota komunitas tersebut.
Selanjutnya dalam surat Al-Maun, Tuhan menyebut orang yang
menghardik anak yatim serta tidak memberi makan orang miskin sebagai
orang yang mendustakan agama.


1. tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?


2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin.
Sheikh Muhammad 'Abduh berkomentar bahwa seseorang yang tidak
mampu untuk memberi makan orang miskin mempunyai kewajiban untuk
mengajak orang yang dianggap mampu supaya memberi makan orang
miskin, mislanya dengan menghimpun dana dari orang kaya.
3. Di dalam harta kita ada hak orang lain yang membutuhkan.

Dalam surat al Dhariyat, Allah Taala berfirman:




19. dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang
meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (orang miskin
yang tidak meminta-minta).
20. dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orangorang yang yakin.
Dalam surat al Ma'arij,





19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
20. apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia Amat kikir,
22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,
24. dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,
25. bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai
apa-apa (yang tidak mau meminta),
Didalam Surat al 'Isra :


26. dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,
kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah
kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
4. Pembayaran Zakat Di Mekah
Ada beberapa contoh dari ayat-ayat makiyah untuk fakir dan miskin
dalam upaya memberikan hak mereka dalam bentuk harta jadi mereka
tidak akan keluar dari komunitas muslim. Ketentuan ini diatur jelas dalam
Quran, terdapat pahala bagi orang yang mengerjakannya serta ada sanksi
bagi yang mengingkarinya.
Dalam Surat ar Rum, Allah memberikan perbandingan mengenai efek riba
yang kelihatannya menambah kekayaan padahal faktanya mengurangi
dan efek dari zakat yang kelihatannya mengurangi padahal hakikatnya itu
bertambah. Allah Taala berfirman:

39. dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah
pada harta manusia, Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan
apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk
mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orangorang yang melipat gandakan (pahalanya).
Dalam awal surat an Naml, Allah menjelaskan bahwa Quran merupakan
petunjuk bagi orang beriman yaitu orang yang mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan percaya penuh pada hari akhir.



1. Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) kitab
yang menjelaskan,
2. untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang
beriman,
3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan
zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
Tugas mandiri : Hal serupa terdapat pada surat Luqman ayat 4 dan al
Muminun ayat 4
Dalam surat al A'raf, Allah berfirman bahwa Rahmat_Nya untuk orang
bertaqwa dan menunaikan zakat dan ornag-orang yang iman terhadap
ayat-ayat_Nya.





156. dan tetapkanlah untuk Kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat;
Sesungguhnya Kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman:
"Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang aku kehendaki dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untuk
orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang
yang beriman kepada ayat-ayat kami".
Dalam surat. Sura Fussilat, Dijelaskan bahwa ciri-ciri orang musyrik adalah
orang yang tidak menunaikan zakat.




6. Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu,
diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha
Esa, Maka tetaplah pada jalan yang Lurus menuju kepadanya dan

mohonlah ampun kepadanya. dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang


yang mempersekutukan-Nya,
7. (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir
akan adanya (kehidupan) akhirat.
Beberapa ahli tafsir memaknai zakat sebagai proses pengorbanan dan
pensucian jiwa dari dosa dan kejahatan. Berdasarkan Ayat
32. Sura al Shams, 91:9.

9. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
33. Sura al A'la, 87:14.

14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan
beriman),

5. Ukuran zakat di mekah


Zakat yang disebutkan pada ayat-ayat makiyah merupakan sumbangan
sukarela. Tidak ada definisi yang spesifik tentang zakat sampai turun ayat
madaniyah yang menerangkan tentang berbagai macam ketentuan zakat.
Pada periode Mekah ini, zakat merupakan salah satu indikator keimanan
yang membedakan antara muslim dan non muslim, mengikat
persaudaraan sesama muslim sehingga tidak ada kesenjangan antara si
kaya dan si miskin serta jumlah yang dibayarkan belum ditentukan.
Beberapa ulama menyimpulkan bahwa pada periode ini dikenal istilah
Hak-hak fakir miskin, Hak untuk miskin yang meminta-minta dan miskin
yang tidak meminta-minta, Hak pengakuan, dimana ketika itu Nabi lah
yang menentukan jumlah zakat yang harus dibayarkan. Tetapi ulama yang
lain berpendapat bahwa zakat ketika itu tidak ditentukan jumlahnya dan
dibayarkan secara sukarela sebagai bentuk pengorbanan seorang muslim
terhadap Islam. Menurut Ibnu Katsir, prinsip zakat sudah dikenalkan dalam
periode Mekah sebagai buktinya terdapat ayat berikanlah haknya pada
hari panen dan ayat- ayat lain yang sudah disebutkan di atas.
B. PERIODE MADINAH
Pada periode Madinah, komunitas muslim telah membangun struktur
masyarakat, struktur politik serta struktur pemerintahan. Dengan
demikian, Islam memerlukan bentuk baru yang sesuai dengan tahap ini.
Islam memerlukan hukum dan kebijakan yang spesifik dan baku. Hal ini
terlihat pada penerapan zakat dimana zakat telah ditentukan jenis harta,
kondisi penerapan, ukuran dan rasio serta golongan-golongan yang
diwajibkan berzakat serta golongan yang berhak menerima zakat, dimana

ada peranan institusi yang mengorganisasi dan mengatur semua aturan


zakat tersebut.
1. BEBERAPA AYAT MADANIYAH YANG MENERANGKAN TENTANG
ZAKAT:
a. Madinan Verses Impose The Obligation of Zakah and Delineate
Its Rules
Dalam surat Madaniyah terdapat petunjuk yang jelas untuk membayar
zakat yang disebutkan dalam beberapa ayat Quran. Pada surat al Baqoroh
dijelaskan secara gamblang tentang kewajiban membayar zakat. Firman
Allah Taala:
38. Sura al Baqarah, 2:110.



110. dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja
yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya
pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha melihat apa-apa yang kamu
kerjakan.
Ayat-ayat madaniyah yang membahas zakat sangat banyak, tetapi dalm
bab ini akan dibahas ayat dalam surat al Tawbah.

b. Surat al Tawbah yang menerangkan tentang Zakah


TUGAS MANDIRI : BUATLAH KESIMPULAN DARI MASING-MASING AYAT DI
BAWAH INI
Sura at Tawbah, 9:5.




5. apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, Maka bunuhlah orangorang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah
mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. jika mereka
bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah
kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sura al Tawbah, 9:11.




11. jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat,
Maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. dan Kami
menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.
Sura at Tawbah, 9:18.




18. hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang
yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan
shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain
kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk
golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Sura at Tawbah, 9:34 and 35.









34. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari
orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan
harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia)
dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan
tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada
mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
35. pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu
dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu
dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan
untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang
kamu simpan itu."
Sura at Tawbah, 9:58-60.








58. dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi)
zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang
hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta
merta mereka menjadi marah.
59. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan
Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi
Kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian
(pula) Rasul-Nya, Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang berharap
kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).
60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir,
orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk
hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang,
untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan,
sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Sura at Tawbah, 9:71.




71. dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian
mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan
Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Sura at Tawbah, 9:67.




67. orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan
sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang
Munkar
dan
melarang
berbuat
yang
ma'ruf
dan
mereka
menggenggamkan tangannya. mereka telah lupa kepada Allah, Maka
Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah
orang-orang yang fasik.
Sura at Tawbah, 9:103.


103. ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.
dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
2. BEBERAPA HADITS MADANIYAH TENTANG ZAKAT:
a. Sunnah menjelaskan zakat didalam Qur'an
Qur'an adalah sumber utama hukum islam yang berisi prinsip utama
hukum tersebut, biasanya tidak disebutkan rincian penerapannya. Sunnah
merupakan praktek dari hukum Quran sebagai penjelasan yang
menggambarkan detail, spesifikasi dan ruang lingkupnya yang
dilaksanakan oleh Nabi berdasarkan panduan Allah. Allah berfirman:



44. keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan
kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa
yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,
Berbicara mengenai zakat, Sunnah sudah menjelaskan sejak periode
Mekah, ketika hijrah ke Abysinia (Ethiopia) Jafar bin Abi Tholib
memberitahukan kepada Raja Ethiopia tentang Nabi yang memerintahkan
kepada semua muslim untuk shalat, membayar zakat dan melaksanakan
shaum. Lebih lanjut, perincian zakat itu terlihat pada Sunnah pada periode
Madaniyah.
b. Sunnah menjelaskan tentang rincian Zakah
Sunnah memberi keterangan kepada kita tentang jenis harta, batasan dan
ukuran zakat. Sunnah juga merinci tentang kategori orang yang wajib
diberi zakat.
Kita telah mengetahui bahwa prinsip-prinsip zakat telah tergambar pada
periode Mekah walaupun belum dijelaskan mengenai detailnya. Maka
pada periode Madinah dirincilah semua hal tentang zakat.
Menurut Imam Nawawi dalam buku al Rawdah menjelaskan bahwa
perincian zakat terjadi pada tahun 2 Hijriah sebelum pemberlakuan puasa
ramadan. Terdapat keterangan lain yaitu berupa hadits dari Ahmad Ibn
Khuzaymah, al Nasai, Ibn Majah, dan Al Hakim, dari Qays bin Sa'id bin
Ubadah, dia berkata: "Rosullulloh memerintahkan kepada kami untuk
membayar sadaqoh al fitri (zakat fitrah) sebelum memberlakukan zakat.
Dari hadits diatas menjelaskan bahwa zakat fitrah diwajibkan sebelum
perincian zakat jenias lain. Ini menunjukan bahwa zakat dirinci setelah
diwajibkannya puasa ramadhan. Pendapat lain, Ibnu al Athir menyebutkan
bahwa zakat dirinci pada tahun 9 Hijriyah. Menurut al Hafiz walaupun
zakat diberlakukan sebelum tahun 9 Hijriah, yaitu tahun 5 Hijriyah, tetapi
Nabi mulai mengutus pekerja untuk mengumpulkan dan membagikan
zakat pada tahun 9 Hijriyah. Sebagai kesimpulan, Nabi mengumpulkan

dan membagikan zakat pastilah pada saat ayat pertama tentang zakat itu
diturunkan.
c. Zakah: Pilar Ketiga Islam
Nabi mulai memberlakukan zakat secara terkoordinir di Madinah. Beliau
menjelaskan kedudukan zakat sebagai suatu pilar dari Islam. Beliau pun
memerintahkan untuk memerangi orang yang menolak membayar zakat.
Penjelasan mengenai zakat sebagai pilar dari Islam terdapat dalam hadits,
diantaranya:








(BUKHARI - 48) : Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata,
Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim telah mengabarkan
kepada kami Abu Hayyan At Taimi dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah
berkata; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari muncul
kepada para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril 'Alaihis Salam yang
kemudian bertanya: "Apakah iman itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu
beriman kepada hari berbangkit". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah
Islam itu?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Islam adalah kamu
menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun,
kamu dirikan shalat, kamu tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa
di bulan Ramadlan". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah ihsan itu?"
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu menyembah Allah
seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya
Dia melihatmu". (Jibril 'Alaihis salam) berkata lagi: "Kapan terjadinya hari
kiamat?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Yang ditanya
tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan terangkan
tanda-tandanya; (yaitu); jika seorang budak telah melahirkan tuannya,
jika para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba
membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui
lamanya kecuali oleh Allah". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
membaca: "Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari
kiamat" (QS. Luqman: 34). Setelah itu Jibril 'Alaihis salam pergi, kemudian
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "hadapkan dia ke sini." Tetapi
para sahabat tidak melihat sesuatupun, maka Nabi bersabda; "Dia adalah
Malaikat Jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama

mereka." Abu Abdullah berkata: "Semua hal yang diterangkan Beliau


shallallahu 'alaihi wasallam dijadikan sebagai iman.





(MUSLIM - 21) : Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz
telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada
kami Ashim -yaitu Ibnu Muhammad bin Zaid bin Abdullah bin Umar- dari
bapaknya dia berkata; Abdullah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Islam dibangun atas lima dasar: Yaitu persaksian
bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah, bahwa
Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan
zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadlan."




(BUKHARI - 1365) : Telah menceritakan kepada kami Umayyah bin
Bistham telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah
menceritakan kepada kami Rauh bin Al Qasim dari Isma'il bin Umayyah
dari Yahya bin 'Abdullah bin Shayfiy dari Abu Ma'bad dari Ibnu 'Abbas
radliallahu 'anhuma bahwa ketika Nabi Shallallahu'alaihiwasallam
mengutus Mu'adz radliallahu 'anhu ke negeri Yaman, Beliau berkata,:
"Kamu akan mendatangi Ahlul Kitab, maka hendaklah da'wah yang
pertama kali lakukan kepada mereka adalah mengajak mereka untuk
ber'ibadah kepada Allah. Jika mereka telah mengenal Allah, maka
beritahukanlah bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu
sehari semalam. Dan jika mereka telah melaksanakannya, maka
beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shadaqah
(zakat) dari harta mereka yang akan diberikan kepada orang-orang faqir
dari mereka. Jika mereka telah menaatinya, maka ambillah dari mereka
(sesuai ketentuannya) dan peliharalah kesucian harta manusia".
d. Kewajiban Memerangi orang yang menolak membayar Zakat
Kelompok yang menolak membayar zakat harus diperangi oleh
pemerintah islam karena ini merupakan bentuk pemberontakan melawan
islam. Walaupun perang itu dapat mengakibatkan pertumpahan darah dan
kerusakan yang dilarang dalam islam, tetapi perang dalam hal ini
diperbolehkan dan diizinkan karena kita akan menegakan keadilan di bumi
ini. Penolakan zakat berarti hilangnya rasa hormat dan hilangnya
perlindungan hidup dan hartanya karena mereka sama saja dengan
menolak perintah Allah dan mengingkari rukun Islam.
























(MUSLIM - 33) : Telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan al-Misma'i
Malik bin Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin
ash-Shabbah dari Syu'bah dari Waqid bin Muhammad bin Zaid bin
Abdullah bin Umar dari bapaknya dari Abdullah bin Umar beliau bersabda:
"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi
bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan
bahwa Muhammad utusan Allah, mereka mendirikan shalat, dan
menunaikan zakat. Maka apabila mereka melakukan hal tersebut, maka
sungguh mereka telah menjaga harta dan jiwanya dari (seranganku),
kecuali disebabkan hak Islam. Dan hisab mereka diserahkan kepada
"Allah.























Telah menceritakan kepada Kami Qutaibah bin Sa'id Ats Tsaqafi, telah
menceritakan kepada Kami Al Laits dari 'Uqail dari Az Zuhri, telah
mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah dari Abu
Hurairah, ia berkata; tatkala Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam
meninggal dan Abu Bakr diangkat sebagai khalifah setelah beliau dan
telah kafir sebagian orang Arab, Umar bin Al Khathab berkata kepada Abu
Bakr; bagaimana engkau memerangi orang-orang tersebut padahal
Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam telah bersabda: "Aku
;diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan
LAA ILAAHA ILLALLAAH. Barang siapa yang mengucapkan; LAA ILAAHA
ILLALLAAH maka ia telah melindungi dariku harga dan jiwanya kecuali
dengan haknya, sedangkan perhitungannya kembali kepada Allah 'azza
wajalla." Maka Abu Bakr berkata; sungguh aku akan memerangi orang
yang memisahkan antara shalat dan zakat, sesungguhnya zakat adalah
hak harta. Demi Allah seandainya mereka menahanku satu 'iqal yang
dahulunya mereka tunaikan kepada Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa
sallam niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya.
Kemudian Umar bin Al Khathab berkata; Demi Allah sungguh aku melihat
Allah 'azza wajalla telah melapangkan dada Abu Bakr untuk memerangi

orang-orang tersebut. Umar berkata; maka aku mengetahui bahwa ia


adalah yang benar. Abu Daud berkata; dan hadits tersebut diriwayatkan
oleh Rabah bin Zaid, dan diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dari Ma'mar dari
Az Zuhri dengan sanadnya. Sebagian ulama mengatakan; 'iqal, sedangkan
Ibnu Wahb dari Yunus meriwayatkannya, ia mengatakan; anak kambing.
Abu Daud berkata; Syu'aib bin Abu Hamzah serta Ma'mar dan Az Zubaidi
dari Az Zuhri berkata; seandainya mereka menolakku satu ekor anak
kambing, sedangkan 'Anbasah telah meriwayatkan dari Yunus dari Az
Zuhri dalam hadits ini, ia berkata; anak kambing. Telah menceritakan
kepada Kami Ibnu As Sarh dan Sulaiman bin Daud mereka berkata; telah
mengabarkan kepada Kami Ibnu Wahb, telah mengabarkan kepadaku
Yunus dari Az Zuhri hadits ini, ia berkata; Abu Bakr berkata; sesungguhnya
haknya adalah menunaikan zakat. Dan ia menyebutkan; 'iqal.








(AHMAD - 317) : Telah menceritakan kepada kami Ibrahim Bin Khalid Telah
menceritakan kepada kami Rabah dari Ma'mar dari Az Zuhri dari
'Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah dari Abu Hurairah, dia berkata; ketika
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat sebagian orang menjadi kafir,
-Abu Hurairah melanjutkan ceritanya; - "maka Umar Bin Al Khaththab
berkata; "Wahai Abu Bakar, bagaimana mungkin kamu bisa memerangi
manusia, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:
"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka
mengucapkan "laa ilaaha illallah, " dan barangsiapa telah mengucapkan
"laa ilaaha illallah, " maka mereka telah melindungi darah dan hartanya
dariku, sedangkan perhitungannya diserahkan kepada Allah." Abu Bakar
menjawab; "Aku akan memerangi orang yang membedakan antara
(kewajiban) shalat dan zakat, karena sesungguhnya zakat adalah haknya
harta, demi Allah seandainya mereka menolak memberikan seekor unta
yang dahulu mereka serahkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya."
Kemudian Umar berkata; "Demi Allah, tidak lain kecuali aku melihat
bahwa Allah telah membukakan hati Abu Bakar untuk memerangi, dan
aku tahu bahwa itulah yang benar."
e. Siksa di Akhirat bagi yang tidak berzakat













(BUKHARI - 1314) : Telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin Nafi'
telah mengabarkan kepada kami Syu'aib telah menceritakan kepada kami
Abu Az Zanad bahwa 'Adur Rahman bin Hurmuz Al A'raj menceritakan
kepadanya bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata;
Telah bersabda Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "(Pada hari qiyamat nanti)
akan datang seekor unta dalam bentuknya yang paling baik kepada
pemiliknya yang ketika di dunia dia tidak menunaikan haknya (zakatnya).
Maka unta itu akan menginjak-injaknya dengan kakinya. Begitu juga akan
datang seekor kambing dalam bentuknya yang paling baik kepada
pemiliknya yang ketika di dunia dia tidak menunaikan haknya (zakatnya).
Maka kambing itu akan menginjak-injaknya dengan kakinya dan
menyeruduknya dengan tanduknya". Dan Beliau berkata,: "Dan diantara
haknya adalah memerah air susunya (lalu diberikan kepada faqir miskin)
". Beliau Shallallahu'alaihiwasallam melanjutkan: "Dan pada hari qiyamat
tidak seorangpun dari kalian yang datang membawa seekor kambing di
pundaknya kecuali kambing tersebut terus bersuara, lalu orang itu
berkata,: "Wahai Muhammad!". Maka aku menjawab: "Aku sedikitpun
tidak punya kekuasaan atasmu karena aku dahulu sudah menyampaikan
(masalah zakat ini). Dan tidak seorangpun dari kalian yang datang
membawa seekor unta di pundaknya kecuali unta tersebut terus bersuara,
lalu orang itu berkata,: "Wahai Muhammad!". Maka aku berkata: "Aku
sedikitpun tidak punya kekuasaan atasmu karena aku dahulu sudah
menyampaikan (masalah zakat ini) ".


{




}


(BUKHARI - 1315) : Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah
telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Aal Qasim telah
menceritakan kepada kami 'Abdurrahman bin 'Abdullah bin Dinar dari
bapaknya dari Abu Shalih As-Saman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu
berkata,:
Rasulullah
Shallallahu'alaihiwasallam
telah
bersabda:
"Barangsiapa yang Allah berikan harta namun tidak mengeluarkan
zakatnya maka pada hari qiyamat hartanya itu akan berubah wujud
menjadi seekor ular jantan yang bertanduk dan memiliki dua taring lalu
melilit orang itu pada hari qiyamat lalu ular itu memakannya dengan
kedua rahangnya, yaitu dengan mulutnya seraya berkata,: 'Aku inilah
hartamu, akulah harta simpananmu". Kemudian Beliau membaca firman
Allah subhanahu wata'ala QS Ali 'Imran ayat 180 yang artinya "(Sekali-kali

janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan


kepada mereka dari karuniaNya menyangka, ").
III. MUZAKKI, MUSTAHIQ DAN INSTITUSI ZAKAT
Muzakki adalah orang yang wajib mengeluarkan Zakat
Mustahiq adalah orang yang berhaq menerima Zakat
Institusi Zakat adalah badan bentukan pemerintah yang berkewajiban
mengurus zakat.
A. Muzakki
Syarat:
1. Waras. Seorang muzakki harus sehat jiwa, atau tidak ada wajib zakat
buat orang gila
2. Dewasa. Muzakki harus sudah mencapai masa balig yaitu wanita
setelah haid dan laki-laki telah mimpi dewasa.
3. Muslim. Non Muslim tidak diwajibkan untuk berzakat
4. Kaya.Dalam islam batas antara kaya dan miskin sudah jelas dengan
adanya nisab. Nisab adalah batasan harta seseorang kena wajib zakat
atau tidak. Hanya orang yang hartanya mencapai nisab lah yang wajib
berzakat
6. Tidak mempunyai utang
B. Mustahiq




60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir,
orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk
hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang,
untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan,
sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana[647].
al-fuqar wal-maskn
Dua perbedaan antara Fakir dan Miskin yaitu:
1. Miskin adalah orang yang tidak mampu dan dia meminta-minta
sedangkan Fakir adalah orang yang tidak mampu tetapi tidak memintaminta
2. Miskin adalah orang yang mempunyai pekerjaan tetapi penghasilannya
per tahun tidak dapat memenuhi kebutuhannya per tahun sedangkan
Fakir adalah orang yang tidak punya penghasilan.

Amiln
Secara garis besar ada dua fungsi pengelolaan zakat yaitu mengumpulkan
dan mendistribusikan zakat. Pengelola zakat dapat memperoleh zakat
tidak bergantung dari tingkat kaya atau miskinnya, dan gajinya itu
disesuaikan dengan keumuman gaji yang diterima pekerja di daerah
tersebut.

muallaft al-qulb
Menurut sejarah, kelompok ini terdiri dari lima tipe orang yaitu:
1. Mantan non muslim yang terasingkan dari masyarakat setelah
memeluk Islam karena bertentangan dengan kepentingan non muslim.
2. Muslim yang terasingkan karena berusaha mempertahankan
keimanannya
3. Non Muslim yang hatinya tertarik pada Islam tetapi merasa ketakutan
karena takut diasingkan oleh masyarakat
4. Siapa saja yang menggunakan pengaruh sosialnya untuk membantu
Islam dan Muslim dalam interaksinya dalam masyarakat
5. Muslim yang imannya lemah karena kondisi dan status sosialnya yang
kurang.
f al-riqb
Uang zakat dapat digunakan untuk membebaskan seseorang dari
perbudakan atau dari dalam penjara. Penggunaan zakat ini sesuai dengan
ajaran Islam dalam memberantas perbudakan sebagai bentuk dari nilai
kemanusiaan dan tanggung jawab.
al-Gharimn
Tiga golongan yang termasuk dalam kategori ini:
1. Yang punya utang sangat membutuhkan bantuan finansial
2. Utang digunakan untuk kebutuhan yang legal secara Islam. Contohnya
seseorang terpaksa ngutang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
3. Utang yang membelitnya itu mendesak harus dibayar.
4. Utang terhadap sesama manusia. Maksudnya utang terhadap Allah
misalnya kifarat atau Dam tidak bisa dibayar dengan zakat.
f sabilillh
yang termasuk golongan ini adalah:
1. Jihad perang di jalan Allah
2. Biaya untuk memerangi orang yang menolak zakat
3. Biaya untuk kepentingan umum dalam upaya untuk menegakan aturan
Allah.
ibn al-sabl
Standar Ibnu sabil dilihat dari standard: tidak adanya akses uang untuk
kebutuhan pokok termasuk diantaranya orang yang berada dalam daerah

konflik, dan tidak ada uang sewaktu ada di perjalanan contohnya adalah
orang yang lagi bepergian.
c. Institusi Zakat
Institusi zakat adalah badan/lembaga yang mengelola zakat dari mulai
menghitung jumlah muzaki, mustahiq, mengumpulkan, menghitung dan
mebagikan zakat.
1. Bagaimana sejarah institusi zakat?
Nabi SAW merupakan orang pertama yang mendirikan institusi zakat.
Beliau menunjuk pengumpul zakat di setiap daerah yang menerima Islam.
Institusi zakat merupakan badan atau lembaga inti dalam ajaran Islam.
2. Apakah pengumpulan zakat itu dilakukan secara lokal atau terpusat?
Menurut sejarah seorang pengumpul zakat mengurusi wilaayah lokalnya
dengan menarik zakat dari orang yang mampu di daerah tersebut
kemudian diberikan pada mustahiq di daerah tersebut pula tetapi
laporannya disampaikan pada institusi zakat di pusat pemerintahan. Jika
harta zakatnya surplus maka harta sisa zakat itu diberikan pada institusi
pusat untuk dibagikan pada daerah lain yang mengalami depisit, dan
begitupun sebaliknya.
PEMBAHASAN KETIGA
ZAKAT HARTA dan ZAKAT FITRAH
I. ZAKAT FITRAH
Zakat fitrah adalah zakat yang dibayarkan setelah selesai saum Ramadlan. Fitrah sendiri ada
beberapa yang mengartikan, diantaranya: sarapan pagi dan kesucian. Inti zakat fitrah adalah
untuk membersihakn dirinya dan keluarganya yang menjadi tanggungannya. Zakat fitrah ini
mulai diberlakukan pada tahun 2 H, tahun yang sama seperti saum Ramadlan.
a. Kewajiban Zakat Fitrah






(IBNUMAJAH - 1817) : Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ahmad bin Basyir
bin Dzakwan dan Ahmad bin Al Azhar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami
Marwan bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Yazid Al Khaulani
dari Sayyar bin 'Abdurrahman Ash Shadafi dari Ikrimah dari Ibnu Abbas ia berkata,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah, ia sebagai pensuci dari
perbuatan sia-sia dan perkataan kotor orang yang berpuasa, dan sebagai pemberian makan
kepada orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat 'ied maka zakatnya
diterima, dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat, maka ia hanyalah salah satu bentuk
sedekah."
b. Ukuran zakat fitrah







(MALIK - 553) : Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' dari Abdullah bin
Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah pada bulan
Ramadan kepada kaum muslimin sebanyak satu sha' kurma atau gandum, baik itu orang
merdeka, bukan laki-laki dan perempuan."
Menurut hadits di atas, jelas bahwa ukuran zakat fitrah adalah satu sha makanan pokok.
1 SHO = 2, 75 LITER
1 SHA= 2,176 KG
c. Muzakki Zakat fitrah
Muzakki zakat fitrah adalah seluruh muslim, baik itu perempuan atau laki-laki, anak kecil
ataupun orang dewasa yang memenuhi syarat sebagai berikut:
Islam
Masih hidup pada hari raya idul fitri atau bayi yang baru lahir sebelum hari raya idul
fitri
Ada kelebihan makanan bagi diri dan keluarganya dalam sehari semalam itu

d. waktu membayar zakat








(IBNUMAJAH - 1817) : Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ahmad bin Basyir
bin Dzakwan dan Ahmad bin Al Azhar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami
Marwan bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Yazid Al Khaulani
dari Sayyar bin 'Abdurrahman Ash Shadafi dari Ikrimah dari Ibnu Abbas ia berkata,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah, ia sebagai pensuci dari
perbuatan sia-sia dan perkataan kotor orang yang berpuasa, dan sebagai pemberian makan
kepada orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat 'ied maka zakatnya
diterima, dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat, maka ia hanyalah salah satu bentuk
sedekah."
e. Mustahiq zakat fitrah
Zakat fitrah harus diberikan kepada muslim yang termasuk dalam:

Fakir,tidak punya pekerjaan dan tidak punya harta


Miskin, punya harta tapi hartanya tidak mencukupi
Amilin, orang yang mengurus zakat
Orang yang baru masuk islam/muallaf
Hamba sahaya
Orang yang punya hutang untuk dijalan Allah
Sabilillah
Orang yang berada di perjalanan.



60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,
pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak,
orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam
perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi
Maha Bijaksana.

II. ZAKAT HARTA


Berikut ini yang termasuk zakat harta:
O. ZAKAT EMAS DAN PERAK
Sura at Tawbah, 9:34 and 35.









34. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari
orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan
harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia)
dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan
tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada
mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
35. pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu
dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu
dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan
untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang
kamu simpan itu."




(ABUDAUD - 1343) : Telah menceritakan kepada Kami 'Amr bin 'Aun, telah
mengabarkan kepada Kami Abu 'Awanah dari Abu Ishaq dari 'Ashim bin
Dhamrah dari Ali 'alaihis salam, ia berkata; Rasulullah shallAllahu wa'alaihi
wa sallam bersabda; Sungguh aku telah memaafkan dari mengambil zakat
kuda dan budak, maka berikan zakat perak dari setiap empat puluh
dirham, satu dirham. Tidak ada zakat sedikitpun pada jumlah seratus
sembilan puluh, kemudian apabila telah mencapai dua ratus maka
padanya terdapat zakat lima dirham. Abu Daud berkata; hadits ini telah
diriwayatkan oleh Al A'masy dari Abu Ishaq sebagaimana yang dikatakan
Abu 'Awanah, dan telah diriwayatkan oleh Syaiban Abu Mu'awiyah dan
Ibrahim bin Thahman dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam seperti itu. Abu Daud berkata; dan hadits An
Nufaili telah diriwayatkan oleh Syu'bah serta Sufyan dan yang lainnya dari
Abu Ishaq dari 'Ashim dari Ali. Mereka tidak merafa'kannya melainkan
mereka memauqufkan kepada Ali.
Pembahasan mengenai zakat emas dan perak perlu dibedakan antara
sebagai perhiasan atau sebagai uang (alat tukar). Sebagai perhiasan E&P
juga dapat dibedakan antara perhiasan wanita dan perhiasan lainnya
(ukiran, souvenir, perhiasan pria dll). Dangkalnya pemahaman fungsi
sebagai alat tukar atau mata uang menyebabkan banyaknya simpanan
uang di kalangan ummat Islam tidak tertunaikan zakatnya.
1. Emas dan Perak sebagai Uang
Emas dan perak telah sejak lama juga pada zaman Rasulullah digunakan
sebagai alat tukar (uang), yaitu uang emas (dinar) dan uang perak
(dirham). Kedua mata uang ini mereka peroleh dari kerajaan-kerajaan
tetanggan yang besar, dinar banyak digunakan penduduk kerajaan
Romawi Bizantinum sedangkan dirham pada kerajaan Persia.
a. Nisab Zakat
1 dirham = 2,975 gram perak
1 dinar = 4,25 gram emas
Nisab untuk perak sekitar 200 dirham setara dengan 595 gram dan untuk
emas adalah 20 dinar atau setara dengan 85 gram, sedangkan untuk

uang kertas atau jenis uang lain yang bukan berbentuk emas dan perak
maka ditetapkan setara dengan 85 gram emas.
b. Ukuran Zakat
Ukuran zakat untuk emas dan perak adalah 2,5 % atau seperempatpuluh
bagian (1/40)
c. Waktu pembayaran zakat adalah setahun sekali
2. Emas dan Perak bukan sebagai Uang
Emas dan perak selain uang biasanya berbentuk perhiasan. Mengenai
perhiasan ada syarat-syarat khusus sehingga perhiasan tersebut dikenai
wajib pajak, yaitu: perhiasan yang disimpan dan dikumpulkan secara
berlebihan.
a. Nisab Zakat
perhiasan emas sebanyak 85 gram dan perhiasan perak 595 gram
b. Ukuran zakat
Ukuran zakat untuk perhiasan emas dan perak adalah 2,5 %
c. Waktu pembayaran zakat yaitu setahun setelah perhiasan tersebut
disimpan
3. Contoh penerapan
Seorang Ibu mempunyai tabungan sebanyak 125 juta rupiah dan
mempunyai simpanan emas seberat 2 ons yang disimpan di Bank selama
satu tahun. Berapakah zakat yang harus dikeluarkan Ibu tersebut?

A. ZAKAT PERTANIAN
HADITS ZAKAT PERTANIAN





267. Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah)
sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang
Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang

buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri


tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata
terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.




141. dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang
tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam
buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak
sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila
Dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya; dan
janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang yang berlebih-lebihan.
1. Jenis hasil pertanian yang harus dikeluarkan zakatnya
Yang dimaksud dengan hasil pertanian adalah segala jenis tanaman yang
dikelola oleh perorangan secara sengaja baik berupa hasil pertanian dan
perkebunan. Jadi tumbuhan yang dibiarkan tumbuh liar tidak dikenakan
zakat.
2. Nisab Zakat
1 WASQ = 60 SHA
1 WASQ = 130, 56 KG
1 WASQ = 165 LITER
1 SHO = 5 1/3 RATL
1 SHO = 4 MUDD
1 SHO = 2, 75 LITER AIR
1 SHA= 2,176 KG
I RATL = 4008 GRAM
JADI NISAB HASIL PERTANIAN ADALAH 652,8 KG ATAU 825 LITER
HASIL PANEN TERSEBUT HARUS DALAM KEADAAN SIAP JUAL.
Penaksiran hasil panen boleh dilakukan dengan tujuan untuk menghitung
dan memperkirakan jumlah hasil panen apakah mencapai nisab atau
tidak. Penaksiran hasil panen ini tidak menjadi acuan untuk menentukan
nisab zakat tetapi hanya sebagai kontrol bila mana ada kecurangan dalam
pembayaran zakat. Zakat tetap dibayarkan pada waktu setelah panen.
3. Ukuran Zakat
Zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian adalah:
1. sepersepuluh (1/10) atau sekitar 10 % untuk pertanian yang dominan
mengunakan pengairan alami.

2. seperduapuluh (1/20) atau sekitar 5 % untuk pertanian yang


penyiramannya dominan menggunakan tenaga, baik tenaga manusia,
hewan atau alat.
Biaya pemupukan, biaya penyemprotan dan biaya-biaya pengelolaan lain
bisa digolongkan terhadap biaya ekstra. Jadi bila ada biaya ekstra
dianalogikan dengan penyiraman menggunakan tenaga berarti ukuran
zakat yang harus dibayarkan sekitar 5 % atau seperduapuluh (1/20).
Jika tanah yang digunakan adalah tanah sewaan maka digolongkan
dengan adanya biaya ekstra dan zakat yang harus dikeluarkannya sama
dengan seperduapuluh (1/20) atau sekitar 5 %.
4. Waktu Pembayaran Zakat
Zakat pertanian dikeluarkan setelah panen dan hasil panen yang
dihasilkan sudah siap jual. Sebagai contoh, jika panen padi, maka gabah
yang ditimbang itu setelah gabah itu dikeringkan tetapi jika hasil panen
yang tidak membutuhkan proses pengeringan maka ditimbang pada hari
panennya (tanpa disimpan terlebih dahulu).
5. Contoh Penerapan
Seorang petani memanen sawah
B. Zakat Ternak
1. Hadits tentang Zakat Ternak




(NASAI - 2412) : Telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah bin Fadhalah
bin Ibrahim An Nasaa'i dia berkata; Telah memberitakan kepada kami
Syuraih bin An Nu'man dia berkata; Telah menceritakan kepada kami
Hammad bin Salamah dari Tsumamah bin 'Abdullah bin Anas bin Malik
dari Anas bin Malik bahwasanya Abu Bakr -radliallahu 'anhu- menulis
untuknya; " ini adalah kewajiban zakat yang Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam wajibkan atas kaum muslimin, yang Allah perintahkan Rasul-Nya
shallallahu 'alaihi wasallam untuk menunaikannya. Barangsiapa di antara
kaum muslimin yang dimintai zakat tersebut berdasarkan aturannya,
hendaklah ia memberikannya; dan barangsiapa yang dimintai lebih dari
itu, janganlah ia memberikannya: Unta yang kurang dari dua puluh lima
ekor, pada setiap kelipatan lima ekor zakatnya satu ekor kambing. Jika
mencapai dua puluh lima ekor hingga tiga puluh lima ekor, zakatnya
seekor unta betina yang umurnya telah menginjak tahun kedua. Jika tidak
ada, zakatnya seekor unta jantan yang umurnya telah menginjak tahun
ketiga. Jika mencapai tiga puluh enam hingga empat puluh lima ekor unta,
zakatnya seekor anak unta betina yang umurnya telah menginjak tahun
ketiga. Jika telah mencapai empat puluh enam sampai enam puluh ekor
unta, zakatnya seekor anak unta betina yang umurnya telah masuk tahun
keempat dan bisa dikawini unta jantan. Jika telah mencapai enam puluh
satu hingga tujuh puluh lima ekor unta, zakatnya seekor unta betina yang
umurnya telah masuk tahun kelima. Jika telah mencapai tujuh puluh enam
hingga sembilan puluh ekor unta, zakatnya dua ekor anak unta betina
yang umurnya telah menginjak tahun kedua. Jika telah mencapai sembilan
puluh satu hingga seratus dua puluh ekor unta, zakatnya dua ekor unta
betina yang umurnya telah masuk tahun keempat dan dapat dikawini unta
jantan. Jika telah melebihi seratus dua puluh ekor unta, maka setiap
empat puluh ekor zakatnya seekor anak unta betina yang umurnya masuk
tahun ketiga; dan setiap lima puluh ekor, zakatnya seekor unta betina
yang umurnya masuk tahun keempat. Jika umur unta-unta yang menjadi
kewajiban zakat berbeda-beda, barangsiapa yang jumlah untanya telah
wajib mengeluarkan seekor unta betina yang umurnya masuk tahun
kelima, namun ia tidak memilikinya dan ia hanya memiliki unta betina
yang umurnya masuk tahun keempat, maka ia boleh mengeluarkan

seekor anak unta yang umurnya masuk tahun keempat ditambah dua ekor
kambing jika hal itu -dirasa- mudah baginya, atau ditambah dua puluh
dirham. Barangsiapa yang jumlah untanya telah wajib mengeluarkan
seekor unta betina yang umurnya masuk tahun keempat, padahal ia tidak
memilikinya dan ia memiliki unta betina yang umurnya masuk tahun
kelima, maka ia boleh mengeluarkan seekor anak unta yang umurnya
masuk tahun kelima dan petugas zakat memberikan kepadanya dua puluh
dirham atau dua ekor kambing jika hal itu -dirasa- mudah baginya.
Barangsiapa yang jumlah untanya telah wajib mengeluarkan zakat seekor
unta betina yang umurnya masuk tahun keempat, namun ia tidak
memilikinya dan ia memiliki unta betina yang umurnya masuk tahun
ketiga, maka ia boleh mengeluarkan seekor anak unta yang umurnya
masuk tahun ketiga ditambah dua ekor kambing jika hal itu -dirasamudah baginya, atau ditambah dua puluh dirham. Barangsiapa yang
jumlah untanya telah wajib mengeluarkan zakat seekor unta betina yang
umurnya masuk tahun ketiga, padahal ia tidak memilikinya dan ia
memiliki unta betina yang umurnya masuk tahun keempat, maka ia boleh
mengeluarkan seekor anak unta yang umurnya masuk tahun keempat dan
petugas zakat memberikan kepadanya dua puluh dirham atau dua ekor
kambing. Barangsiapa yang jumlah untanya telah mewajibkan
mengeluarkan seekor unta betina yang umurnya masuk tahun ketiga,
padahal ia tidak memilikinya dan ia memiliki unta betina yang umurnya
masuk tahun kedua, maka ia boleh mengeluarkan seekor unta yang
umurnya masuk tahun kedua ditambah dua ekor kambing jika hal itu
-dirasa- mudah baginya, atau ditambah dua puluh dirham. Barangsiapa
yang jumlah untanya telah mewajibkannya mengeluarkan seekor unta
betina yang umurnya masuk tahun kedua, padahal ia tidak memilikinya
dan ia memiliki unta jantan yang umurnya masuk tahun ketiga, maka ia
boleh mengeluarkan seekor unta jantan yang umurnya masuk tahun
ketiga dan tidak perlu ditambah yang lain. Barangsiapa yang tidak
memiliki unta kecuali hanya empat ekor, tidak wajib atasnya zakat kecuali
bila pemiliknya. Mengenai zakat kambing yang dilepas mencari makan
sendiri, jika mencapai empat puluh ekor hingga seratus dua puluh ekor
kambing, zakatnya satu ekor kambing. Jika lebih dari seratus dua puluh
hingga dua ratus ekor kambing, zakatnya dua ekor kambing. Jika lebih dua
ratus hingga tiga ratus ekor kambing, zakatnya tiga ekor kambing. Jika
lebih dari tiga ratus ekor kambing, maka setiap seratus ekor zakatnya
seekor kambing. Tidak boleh dikeluarkan untuk zakat hewan yang tua dan
cacat dan tidak boleh dikeluarkan yang jantan, kecuali jika pemiliknya
menghendaki. Tidak boleh dikumpulkan antara hewan-hewan ternak yang
terpisah dan tidak boleh dipisahkan antara hewan-hewan ternak yang
terkumpul karena takut mengeluarkan zakat. Hewan ternak kumpulan dari
dua orang, pada waktu zakat haru kembali di bagi rata antara keduanya.

Jika kambing yang dilepas mencari makan sendiri kurang satu ekor dari
empat puluh ekor, maka tidak ada zakatnya, kecuali jika pemiliknya
menghendaki. Tentang zakat perak, setiap dua ratus dirham zakatnya
seperempat puluhnya (dua setengah persen). Jika hanya seratus sembilan
ratus dirham, maka tidak ada zakatnya, kecuali jika pemiliknya
menghendakinya."
2. Jenis Ternak yang harus dikeluarkan Zakatnya
a. Zakat Unta
b. Zakat Sapi atau Kerbau
c. Zakat Kambing atau Domba
d. Zakat Kuda*
e. Hewan ternak lain*
3. Syarat ternak yang dikenai zakat
a. mencapai nisab
b. mencapai satu tahun
c. binatang yang digembalakan dan atau binatang yang diternakan
dengan tujuan bisnis
d. tidak digunakan untuk bekerja
4. Ternak yang tidak dikeluarkan zakatnya


(MALIK - 532) : Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Tsaur
bin Zaid Ad Dailami dari anak laki-laki Abdullah bin Sufyan Ats Tsaqafi dari
kakeknya Sufyan bin Abdullah, bahwa 'Umar bin khattab pernah
mengutusnya sebagai pemungut zakat. Kemudian ia ingin menyertakan
anak binatang ternak yang baru lahir termasuk dalam hitungan, maka
orang-orang berkata; "Apakah kamu akan menyertakan anak hewan yang
baru lahir termasuk dalam hitungan, padahal engkau tidak
memerlukannya? Ketika Sufyan bin Abdullah menghadap Umar bin
Khattab, maka ia pun menyampaikan hal itu kepadanya. Umar berkata;
"Ya. Kamu perhitungkan anak binatang yang baru lahir, yang dibawa serta
oleh pengembalanya, tapi jangan mengambilnya (sebagai zakat) . Jangan
pula mengambil (sebagai zakat) hewan yang direncanakan untuk
dimakan, hewan yang baru melahirkan dan sedang menyusui anaknya,
hewan yang sedang hamil dan jangan pula hewan pejantan, tapi ambillah

yang berusia dua tahun dan tiga tahun, itu yang pertengahan antara
kambing untuk dimakan dan harta berharganya."


(TIRMIDZI - 569) : Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib
Muhammad bin 'Ala' dan Mahmud bin Ghailan keduanya berkata, telah
menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dan Syu'bah dari Abdullah
bin Dinar dari Sulaiman bin Yasar dari 'Irak bin Malik dari Abu Hurairah dia
berkata, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang
muslim tidak wajib membayar zakat pada kuda tunggangan dan
budaknya." dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ali dan Abdullah
bin Amru. Abu 'Isa berkata, hadits Abu Hurairah merupakan hadits hasan
shahih dan diamalkan oleh ahlul ilmi, mereka berkata, tidak ada kewajiban
zakat pada kuda saaimah (yang mencari makan sendiri) demikian halnya
pada budak yang digunakan untuk melayani tuannya, kecuali jika
diperjualbelikan. Apabila diperjualbelikan maka wajib untuk dikeluarkan
zakatnya setelah satu haul.

5. Nisab Zakat dan Ukuran Zakat


ZAKAT UNTA
Jumlah Unta
Zakat
Dari
Sampai
Ukuran Zakat
1
4
5
9
1 Domba
10
14
2 Domba
15
19
3 Domba
20
24
4 Domba
25
35
1 Unta
36
45
1 Unta

Umur
Berapa saja
Berapa saja
Berapa saja
Berapa saja
1-2 tahun
2-3 tahun

46
61
76
91
121
130

60
75
90
120
129
139

140

149

150
160
170

159
169
179

180

189

190

199

200

209

b. Sapi
ZAKAT SAPI
Jumlah Sapi
Dari
1
30
40
60
70

Sampai
29
39
59
69
79

80
90
100

89
99
109

110

119

120

129

c. Kambing
ZAKAT DOMBA-KAMBING
Jumlah Domba-Kambing
Dari
Sampai
1
39
40
120
121
200
201
300
301
400
401
500
501
600

1
1
2
2
3
1
1
2
1
3
4
1
3
2
2
3
1
4
5

Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta
Unta

3-4
4-5
2-3
3-4
2-3
2-3
3-4
3-4
2-3
3-4
2-3
3-4
2-3
3-4
2-3
3-4
2-1
3-4
2-1

tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun

Zakat
Ukuran Zakat

Umur

1
1
2
1
1
2
3
1
2
2
1
3
4

1
2
1
1
2
2
1
2
1
2
1
2
1

Sapi
Sapi
Sapi
Sapi
Sapi
Sapi
Sapi
Sapi
Sapi
Sapi
Sapi
Sapi (atau)
Sapi

tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun
tahun (atau)
tahun

Zakat
Ukuran Zakat

Umur

1
2
3
4
5
6

Berapa
Berapa
Berapa
Berapa
Berapa
Berapa

Kambing
Kambing
Kambing
Kambing
Kambing
Kambing

saja
saja
saja
saja
saja
saja

Catatan: setiap bertambah jumlah kambing 100, maka jumlah


zakat yang dikeluarkan bertambah 1 kambing
d. Kuda


(TIRMIDZI - 569) : Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib
Muhammad bin 'Ala' dan Mahmud bin Ghailan keduanya berkata, telah
menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dan Syu'bah dari Abdullah
bin Dinar dari Sulaiman bin Yasar dari 'Irak bin Malik dari Abu Hurairah dia
berkata, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang
muslim tidak wajib membayar zakat pada kuda tunggangan dan
budaknya." dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ali dan Abdullah
bin Amru. Abu 'Isa berkata, hadits Abu Hurairah merupakan hadits hasan
shahih dan diamalkan oleh ahlul ilmi, mereka berkata, tidak ada kewajiban
zakat pada kuda saaimah (yang mencari makan sendiri) demikian halnya
pada budak yang digunakan untuk melayani tuannya, kecuali jika
diperjualbelikan. Apabila diperjualbelikan maka wajib untuk dikeluarkan
zakatnya setelah satu haul.
Zakat Kuda dikenai wajib pajak jika peternakan kuda tersebut
digunakan
untuk
tujuan
komersil,
sebagian
ulama
menganalogikan kuda tersebut dengan unta, maka dengan
demikian nisab dan ukuran zakat kuda komersil tersebut sama
dengan unta.
e. Hewan ternak lain
Zakat untuk hewan ternak lain bisa dianalogikan dengan nilai nisab dari
unta atau kambing karena nilai 1 unta itu hampir setara dengan nilai 40
kambing, jadi binatang ternak lain bisa diperbandingkan dengan nisab
pada unta atau kambing.

4. Kondisi ternak yang dibayarkan


Syarat ternak yang dibayarkan adalah sebagai berikut:
a. Sehat.

Ternak harus sehat, tidak patah tulang, tidak terlalu tua dan tidak cacat
baik bawaan lahir maupun karena kecelakaan.
b. Jenis Kelamin.
Unta yang harus dibayarkan adalah unta betina sedangkan sapi dan
kambing yang dibayarkan bisa sapi jantan atau sapi betina.
c. Umur
Umur unta antara 1 dan 5, sedangkan sapi 1-2 dan kambing tidak
ditentukan umurnya.
d. kualitas menengah
Hewan ternak yang akan dibayarkan untuk zakat tidak boleh kualitas jelek
dan tidak boleh juga kualitas super yang paling baik.
5. Waktu Pembayaran Zakat Peternakan
Waktu pembayaran zakat ternak adalah setahun sekali.
6. Contoh Penerapan
Seorang peternak mempunyai 42 ekor unta, 67 ekor sapi dan 300 ekor
kambing. Tentukan zakat yang harus dibayarkan!
C. ZAKAT MADU DAN HASIL TERNAK
1. Zakat Madu dan permasalahannya







(NASAI - 2452) : Telah mengabarkan kepadaku Al Mughirah bin
'Abdurrahman dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin
Abu Syu'aib dari Musa bin A'yan dari 'Amr bin Al Harits dari 'Amru bin
Syuaib dari ayahnya dari kakeknya ia berkata; "Hilal datang menemui
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa sepersepuluh
madunya dan meminta kepada beliau untuk menjaga lembah -yang
dinamakan Salabah-, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
menjaga lembah tersebut untuknya. Saat Umar bin Khaththab menjadi
khalifah, Sufyan bin Wahb menulis surat kepada Umar menanyakan
tentangnya, " maka Umar menulis; 'Jika dia memberikan kepadaku zakat
yang dahulu ia berikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
berupa seperpuluh kurmanya, maka jagalah lebah Salabah tersebut
untuknya. Jika tidak, maka itu hanyalah kurma yang mengikuti curah
hujan dan yang dimakan oleh orang yang menginginkannya."

a. syarat madu diambil zakatnya jika madu tersebut dibudidayakan untuk


tujuan bisnis
b. Nisab madu dianalogikan dengan nisab buah-buahan yang nilainya
sebesar 825 Liter
c. Ukuran zakatnya yaitu 10 %
2. Telur, Sutra dan sejenisnya
Hasil budidaya yang berasal dari hewan bukan wajib zakat maka wajib
dikeluarkan zakatnya, seperti telur dari ayam dan sutera dari ulat.
Ketentuannya dianalogikan dengan madu.
D. ZAKAT HARTA KARUN (HARTA TEMUAN), HASIL TAMBANG
1. Zakat Harta Karun (Harta Temuan)










(MALIK - 520) : Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu
Syihab dari Sa'id bin Musayyab dan dari Abu Salamah bin Abdurrahman
dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Zakat pada barang temuan (harta karun) adalah seperlima."
Tidak ada nisab zakat pada hasil temuan, besar atau kecil, ukuran
zakatnya yaitu 20 % sekitar seperlima bagian dan waktu
mengeluarkannya adalah satu tahun terhitung mulai harta itu ditemukan.
2. Zakat Hasil Tambang
a. Dalil Zakat




267. Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah)
sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang
Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang
buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri
tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata
terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
b. Nisab Zakat
Perhitungan nisab hasil tambang dihitung berdasarkan perhitungan nisab
emas dan perak
c. Ukuran Zakat

Ukuran zakat untuk barang tambang sama dengan harta karun karena
kedua-duanya termasuk RIKAZ.
d. Waktu Pembayaran Zakat
Waktu pembayaran zakat adalah setahun.

E. ZAKAT PROPESI
Propesi secara sederhana diartikan sebagai pekerjaan. Pekerjaan ini
mendatangkan penghasilan baik berupa gaji, upah ataupun honorarium.
Jadi zakat propesi adalah zakat dari gaji/honor/upah yang diperoleh oleh
seorang pegawai.




267. Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah)
sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang
Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang
buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri
tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata
terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

























(MALIK - 514) : Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Muhammad
bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah Al Anshari Al Mazini dari
Bapaknya dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Kurma yang kurang dari lima wasaq, tidak ada
zakatnya. Uang yang kurang dari lima uqiyah tidak ada zakatnya. Dan
unta yang kurang dari lima ekor tidak ada zakatnya."
1. NISAB DAN BESARNYA ZAKAT PROFESI
Seteleh menetapkan harta penghasilan dari profesi adalah wajib zakat,
yang besar nisab buat jenis harta ini, yaitu 85 GRAM EMAS per tahun.
Demikian pula dengan besarnya zakat adalah seperempatpuluh (2.5%).

Syarat nya yaitu si penerima penghasilan tidak mempunyai utang. Jika


mempunyai utang maka pengasilannya tersebut harus dikurangi utang
yang kemudian disebut pendapatan bersih.
Waktu Pembayaran zakat ini per tahun atau bisa dibayar per bulan bagi
pegawai yang mendapat penghasilan bulanan. ( ini merupakan
keringanan supaya pembayaran zakat tidak dirasa besar).
2. Contoh Penerapan
Penerimaan kotor selama setahun : A
Hutang-hutang yang dibayar dalam setahun : B
Penghasilan bersih setahun : A-(B) = D
Bila D > atau = dengan nilai 85 gram mas, maka wajib zakat yaitu 2.5% X
D.
Bila D < nilai 85 gram emas, maka tidak wajib zakat.
Jadi bila kita yakin bahwa perkiraan besarnya D yang kita miliki dalam
setahun adalah lebih besar dari 85
gram emas, maka kita tidak perlu lagi ragu-ragu mengeluarkan zakat
langsung ketika diterima. Misalnya dari gaji bulanan diambil 2.5 % dari
D/12 (karena perbulan).
F. ZAKAT BISNIS
1. Dalil Zakat





267. Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah)
sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang
Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang
buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri
tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata
terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.





















(ABUDAUD - 1335) : Telah menceritakan kepada Kami Muhammad bin
Daud bin Sufyan, telah menceritakan kepada Kami Yahya bin Hassan,
telah menceritakan kepada Kami Sulaiman bin Musa Abu Daud, telah
menceritakan kepada Kami Ja'far bin Sa'd bin Samurah bin Jundab bin
Sulaiman telah menceritakan kepadaku Hubaib bin Sulaiman dari ayahnya
yaitu Sulaiman dari Samurah bin Jundab, ia berkata; adapun selanjutnya,
sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan

Kami untuk mengeluarkan zakat dari sesuatu yang Kami persiapkan untuk
dijual.
NISAB, UKURAN DAN WAKTU PEMBAYARAN ZAKAT
Besar nisab buat jenis harta ini, yaitu 85 GRAM EMAS per tahun. Demikian
pula dengan ukuran besarnya zakat adalah seperempatpuluh (2.5%).
Syarat nya yaitu si penerima penghasilan tidak mempunyai utang. Jika
mempunyai utang maka pengasilannya tersebut harus dikurangi utang
yang kemudian disebut pendapatan bersih.
Waktu Pembayaran zakat ini per tahun.