Anda di halaman 1dari 4

I.

kupan TTD sesuai target 80%

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

Biaya : -

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS TEGALSIWALAN
JL. Raya Tegalsiwalan No. 28 Telp. (0335) 681284

PROBOLINGGO

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)


MONITORING KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI)
PUSKESMAS TEGALSIWALAN TAHUN 2016

Pendahuluan
Status gizi merupakan salah satu faktor utama yang sangat menentukan untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi tujuan pembangunan Indonesia.
Visi pembangunan gizi adalah mewujudkan keluarga mandiri sadar gizi untuk mencapai
status gizi keluarga yang optimal. Keadaan gizi dapat dipengaruhi oleh keadaan fisiologis,
keadaan ekonomi, sosial, politik dan budaya. Pada saat ini, selain dampak dari krisis ekonomi
yang masih terasa, juga dampak dari bencana nasional mempengaruhi status kesehatan pada
umumnya dan status gizi khususnya.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya masalah gizi diantaranya adalah
ketersediaan pangan dalam rumah tangga, asuhan gizi keluarga, pengetahuan terkait gizi,
serta pemanfaatan keluarga terhadap pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas. ( Depkes
RI, 2008 ). Sejalan dengan hal tersebut, maka diambil langkah-langkah dalam upaya
perbaikan gizi masyarakat yang diselenggarakan oleh puskesmas. Upaya peerbaikan gizi ini
merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan kesehatan dasar di tingkat puskesmas.

I.

LATAR BELAKANG
Salah satu upaya dalam perbaikan gizi adalah meningkatkan mutu konsumsi makanan,

sehingga terdapat pada perbaikan status gizi masyarakat. Sasan prpgran ini adalah mewujudkan
pada konsumsi makanan baik sdan benar (PEPKES RI 19950
Sejalan dengan adanya Inpres no.8 thn 1995 tentang gerakan penanggulangan masalah
pangan dan gizi yang berisi 4 strategi utama, yaitu pemberdayaan keluarga, pemberdayaan
masyarakat, pemberdayaan Kerjasama Lintas Sektor, serta peningkan mutu dan cakupan
pelayanan kesehatan. Di dalam Rencana Aksi dan Program Gizi Nasional (RAPGN) 2001 2005,
Undang Undang no.25 Thn 2000 tentang Program .. Nasional (PROPENAS) dan Indonesia
Sehat 2010 di terapkan bahwa 80% keluarga menjadi keluarga sadar gizi, karena keluarga
mempunyai nilai yang amat strategi dan menjadi inti dalam pembangunan seluruh masyarakat
serta menjadi tumpuan dalam pembangunan manusia seutuhnya.
Peningkatan pengetahuan dan praktek ibu rumah tangga tentang indicator KADARZI
seharusnya eiring denagn peningkatan perilaku berupa indicator dalam penyusunan makanan
dengan menggunakan bahan makanan beraneka ragam dalam menu makanan keluarganya.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas yang menjadi permasalahan dalam hal ini
adalah bagaimana penerapan keluarga sadar gizi pada keluarga di Kecamatan Tegalsiwalan.

1.1 VISI dan MISI


A. VISI
Menjadi puskesmas dengan pelayanan Prima
B. MISI
1. Memberikan

pelayanan

kesehatan

kepada

seluruh

masyarakat

secara

professional sesuai kompetensi .


2. Menggerakkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan
1.2 Tata Nilai
Tata nilai puskesmas Tegalsiwalan adalah PEDULI
Prima

: Mengutamakan pelayanan prima

Empati

: Melayani dengan empati

Dedikasi

: Pengabdian sesuai dengan profesi

Unggul

: Mengutamakan keselamatan dan kualitas pelayanan

Inovatif

: Selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman

1.3 Budaya
Budaya karyawan puskesmas Tegalsiwalan adalah melayani masyarakat didahului
dengan senyum sapa salam.
1.4 Kebijakan mutu
Puskesmas Tegalsiwalan memberikan pelayanan prima dan profesional dengan SDM
yang berkualitas sesuai kompetensi, yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
II.

TUJUAN
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui penerapan keluarga sadar gizi (KADARZI) pada keluarga di
Kecamatan Tegalsiwalan.
2. Tujuan Khusus

Untuk mengatasi konsumsi aneka ragam makanan pada keluarga di Kecamatan


Tegalsiwalan.

Untuk mengetahui penggunaan garam beryodium pada keluarga di Kecamatan


Tegalsiwalan

Untuk mengetahui pemberian ASI Eklusif pada keluarga di Kecamatan


Tegalsiwalan.

Untuk mengetahui kebiasaan sar

No.
8

Upaya
Kesehatan
Kadarzi

apan pagi pada keluarga di Kecamatan Tegalsiwalan.

Kegiatan
Pemantauan

Sasaran
Keluarga

Target
80 %

Lokasi

Tenaga

Pelaksanaan

Pelaksana

Masyarakat

Nakes,

Peran
Jadwal
Tiap bulan

Sasaran
Keluarga

Linprog

Linsek

1. Sebagai

Sebagai

Keluarga

Kader dan

monitoring

motivasi

Sadar Gizi

Linsek

pelaksanaan

masyarakat

kegiatan.
2. Membantu
memberikan
dukungan
kegiatan
tersebut.
3. Petugas
wilayah bisa
mengetahui
jumlah
cakupan
wilayah
kerjanya.

III.

SASARAN

di

Sasaran pembinaan keluarga sadar gizi adalah semua keluarga di Wilayah kerja Puskesmas Tegalsiwalan. Namun perhatian utama pembinaan
ditujukan pada keluarga yang memiliki kelainan gizi.
IV.

KEGIATAN DALAM PELAKSANAAN KADARZI


1. Konseling
Dialaog atau konsultasi antar kader dengan keluarga untuk membantu memecahkan masalah prilaku gizi yang belum dapat dilakukan oleh keluarga.
2. Pemetaan Kadarzi
Untuk mengetahui situasi kadarzi di satu wilayah kerja Puskesmas Tegalsiwalan yang dilakukan setiap satu tahun sekali.
V.
Biaya : DAU : Rp. 600.000