Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS TEGALSIWALAN
JL. Raya Tegalsiwalan No. 28 Telp. (0335) 681284

PROBOLINGGO

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)


PEMANTAUAN GARAM BERYODIUM DI SEKOLAH

I.

Pendahuluan

Masalah kekurangan gizi mikro yang masih dihadapi adalah kekurangan yodium atau lebih di kenal
dengan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
sesorang yang mengalami GAKI akan terjadi deficit tingkat kecerdasan sampai 50 dibawah normal.
Dampak selanjutnya adalah produktifitas rendah dan pada akhirnya akan mempengaruhi status
ekonomi masyarakat.
Salah satu upaya penanggulangan GAKI adalah fortifikasi yodium pada garam. Guna mengetahui
tingkat konsumsi garam beryodium di tingkat masyarakat perlu dilakukan monitoring garam
beryodium.
I.1 Latar Belakang
Masalah kekurangan yodium sudah sejak lama dikenal di Indonesia. Yodium merupakan zat gizi mikro
penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembanganmental. Masalah GAKY merupakan masalah yang
serius mengingat dampaknya secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kelangsungan
hidup dan kualitas sumber daya manusia yang mencakup 3 aspek, yaitu aspek perkembangan
kecerdasan, aspek perkembangan sosial dan aspek perkembangan ekonomi.
Hasil Riskesdas tahun 2007, secara keseluruhan (perkotaan dan pedesaan)rumah tangga yang
mengonsumsi garam mengandung cukup yodiummencapai 62,3%, yang mengonsumsi garam kurang
mengandung yodiumsebesar 23,7% dan yang tidak mengandung yodium sebesar 14,0%.Berkaitan
dengan itu Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat,mengeluarkan Surat Edaran Nomor :
JM.03.03/BV/2195/09 tertanggal 3 Juli2009, mengenai Percepatan Penanggulangan Gangguan Akibat
KurangYodium yang antara lain menginstruksikan kepada seluruh Dinas KesehatanKabupaten/Kota
agar meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait dalampeningkatan garam beryodium dan
menghentikan suplementasi kapsulminyak yodium pada sasaran (WUS, ibu hamil, ibu menyusui dan
anakSD/MI). Hal ini diperkuat dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 63tahun 2010 tentang
Pedoman Penanggulangan Gangguan AkibatKekurangan Yodium di Daerah.
Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014
telah menetapkan 4 sasaran pembangunan kesehatan yaitu meningkatkan umur harapan hidup
dari 70,7 ( Proyeksi BPS, 2008) menjadi 72, menurunkan angka kematian bayi dari 34 ( SDKI,
2007) menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup, menurunkan angka kematian ibu dari 228 ( SDKI,
2007) menjadi 118 per 100 ribu kelahiran hidup dan menurunkan gizikurang (termasuk gizi
buruk ) dari 18,4% (Riskesdas, 2007 ) menjadi kurang dari 15% dan menurunkan balita pendek

dari 36,8% ( Riskesdas, 2007) menjadi kurang dari 32%.Untuk mencapai sasaran RPJMN 2010
2014 Bidang Kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menetapkan RENSTRA Kementerian
Kesehatan 2010-2014, yang memuat indikator keluaran yang harus dicapai. Salah satu dari 8
indikator keluaran di bidang Perbaikan Gizi yang harus dicapai pada tahun 2014 yaitu 90 %
rumah tangga mengonsumsi garam beryodium dengan kadungan yodium cukup. Oleh karena
itu program penanggulangan GAKY difokuskan pada peningkatkan konsumsi garam
beryodium.
Untuk meningkatkan konsumsi garam beryodium tersebut perlu disusun Pedomam Pemantauan
Garam Beryodium di Rumah Tangga sebagai acuan para pengelola program di pusat maupun daerah.
Pedoman ini ini digunakan untuk menilai keberhasilan program, perencanaan dan menetapkan
kebijakan dalam rangka penanggulangan GAKY melalui konsumsi garam beryodium
dengan kadungan yodium cukup .

1.2 VISI dan MISI


A. VISI
Menjadi puskesmas dengan pelayanan Prima
B. MISI
1. Memberikan

pelayanan

kesehatan

kepada

seluruh

masyarakat

secara

professional sesuai kompetensi .


2. Menggerakkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan
1.3 Tata Nilai
Tata nilai puskesmas Tegalsiwalan adalah PEDULI
Prima

: Mengutamakan pelayanan prima

Empati

: Melayani dengan empati

Dedikasi

: Pengabdian sesuai dengan profesi

Unggul

: Mengutamakan keselamatan dan kualitas pelayanan

Inovatif

: Selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman

1.4 Budaya
Budaya karyawan puskesmas Tegalsiwalan adalah melayani masyarakat didahului
dengan senyum sapa salam.
1.5 Kebijakan mutu
Puskesmas Tegalsiwalan memberikan pelayanan prima dan profesional dengan SDM
yang berkualitas sesuai kompetensi, yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
II.

Tujuan

Tujuan Umum :

Tersedianya informasi secara terus menerus setiap tahun tentang garam


beryodium yang dikonsumsi oleh anak sekolah.
Tujuan Khusus :
1. Mendapatkan data rumah tangga yang mengonsumsi garam dengan kandungan
yodium cukup (>=30 ppm), kurang ( < 30 ppm) dan tidak mengandung yodium melalui sekolah.
2. Diperolehnya informasi tentang :
a. Jenis garam yang digunakan di rumah tangga.
b. Merk garam yang digunakan di rumah tangga
c. Cara penyimpanan garam beryodium
d. Tempat membeli

No.
9

Upaya

Kegiatan

Kesehatan
Monitoring

Survay

Sasaran
Masyarakat

Target
80 %

Garam

Lokasi

Tenaga

Pelaksanaan

Pelaksana

SD/MI

Nakes,

Jadwal
Bulan tertentu

Kader dan
Linsek

III.

Sasaran

Garam yang dikonsumsi oleh siswa SD klas IV, V dan VI


IV.

Metode

Petugas gizi dibantu petugas kesehatan lainnya mengumpulkan garam yang dibawa oleh anak
sekolah, kemudian menguji dan menganalisa garam tersebut dengan iodine test dihadapan siswa
sekolah.
Tabel . Perubahan warna garam setelah ditetesi yodium tes

No Warna garam
1
. Ungu pekat

Artinya
Garam mengandung cukup yodium

Ungu pucat

Garam tidak mengandung cukup yodium

Putih ( Tidak berubah

Garam tidak mengandung yodium

)
V.

Jadwal Kegiatan

Petugas gizi membuat jadwal kegiatan pelaksanaan pemeriksaan garam beryodium di 1 (satu)
sekolah di tiap Desa di Wilayah Kecamatan Tegalsiwalan:
VI.

Biaya : DAU Rp. 600.000,-