Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Para remaja, baik itu perempuan maupun laki-laki keduanya tentu akan melalui fase
pubertas, yaitu perubahan-perubahan pada tubuh dan hormonal sebagai tanda kematangan
fisik. Khusus bagi para remaja perempuan, pada saatnya ia akan mengalami menarche atau
menstruasi pertama. Menstruasi merupakan tanda kesiapan biologis seorang perempuan
menjalani fungsi kewanitaannya. Peristiwa yang dipahami masyarakat sebagai tanda seorang
gadis memasuki alam kedewasaan, yaitu alam wanita.
.Perempuan yang umumnya terjadi pada sekitar 10-11 tahun. Rangsangan pancaindera
dengan diubah di dalam korteksa serebri dan melalui nukleus amigdala disalurkan menuju ke
hipotalamus, merangsang pembentukan dalam bentuk gonadotrophic releasing factor hormon
yang merangsang hipofisis anterior dengan sistem portal sehingga hipofisis mengeluarkan
hormone estrogen. Keadaan ini terjadi pada perempuan berusia sekitar 8-9 tahun. ketika
munculnya menstruasi pertama, tahapan dalam pematangan perempuan dan indikator
pembangunan fisiologis wanita, kesehatan dan status gizi.
B.
1.
2.
3.
4.
5.

Rumusan Masalah
Apa definisi gizi ?
Apa definisi status gizi ?
Apa yang di maksud dengan menarche ?
Apa menarche irtu sendiri ?
Apa hubungan antara status gizi dengan menarche ?

C. Tujuan
1. Agar dapat mengetahui definisi gizi.
2. Agar dapat mengetahui definisi status gizi.
3. Agar mengetahui apa yang di maksud dengan menarche.
4. Agar dapat mengetahui menarche itu sendiri apa.
5. Agar dapat mengetahui hubungan antara status gizi dengan menarche.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Menarche
Menarche adalah saat haid/menstruasi yang datang pertama kali pada seorang wanita
yang sedang menginjak dewasa. Usia remaja putri pada waktu mengalami menarche berbedabeda, sebab hal itu tergantung kepada faktor genetik (keturunan), bentuk tubuh, serta gizi
seseorang. Umumnya menarche terjadi pada usia 10 15 tahun, tetapi rata-rata terjadi pada
usia 12,5 tahun. Namun, ada juga yang mengalami lebih cepat/dibawah usia tersebut.
Menarche yang terjadi sebelum usia 8 tahun disebut menstruasi precox (Sarwono, 2007).
Menurut Waryana (2010), menarche yaitu biasanya terjadi pada usia 12-13 tahun.
Cepat atau lambatnya kematangan seksual meliputi menstruasi, dan kematangan fisik
individual, juga di pengaruhi faktor ras atau suku bangsa, faktor iklim, cara hidup yang
melingkungi anak. Usia menarche adalah menstruasi pertama yang biasanya terjadi pada
perempuan umur 12-13 tahun dalam rentang umur 10-16 tahun. Dalam keadaan normal
menarche di awali dengan periode pematangan yang dapat memakan waktu 2 tahun.
Menarche merupakan tanda diawalinya masa puber pada perempuan.
Seiring dengan perubahan pola hidup saat ini ada kecenderungan anak perempuan
mendapatkan menstruasi yang pertama kali usianya makin lebih muda. Ada 2 faktor yang
menyebabkan terjadinya menstruasi datang lebih dini, yaitu faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor internal biasanya terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormonal yang
dibawa sejak lahir. Kondisi ini kemudian dipicu pula oleh faktor eksternal, seperti makanan
(terutama junkfood), lingkungan yang modern serta tingkat kemakmuran masyarakat di suatu
daerah (Waryana, 2010).
Kejadian yang penting dalam pubertas adalah pertumbuhan badan yang cepat,
timbulnya ciri-ciri kelamin skunder, menarche, dan perubahan psikis. Menarche merupakan
perbedaan yang mendasar antara pubertas pria dan pubertas wanita. Pengaruh peningkatan
hormon yang pertama-tama nampak adalah perubahan badan anak yang lebih cepat terutama

ekstremitasnya, dan badan lambat laun mendapat bentuk sesuai dengan jenis kelamin.
Walaupun ada pengaruh hormon somatotropin, diduga pada wanita kecepatan pertumbuhan
terutama disebabkan oleh estrogen. Estrogen ini pula yang pada suatu waktu menyebabkan
penutupan garis epifis tulang-tulang, sehingga pertumbuhan badan berhenti. Pengaruh
esterogen yang lain ialah pertumbuhan genetalia interna, genetalia eksterna, dan ciri-ciri
kelamin sekunder. Dalam masa pubertas genetalia interna dan genetalia eksterna lambat laun
tumbuh untuk mencapai bentuk dan sifat seperti pada masa dewasa. Perkembangan dalam
bidang rohani ialah penyesuaian diri dalam alam terlindung serta aman menuju ke arah alam
berdiri sendiri dan bertanggung jawab, dari alam pikiran egosentrik ke alam pikiran yang
lebih matang (Sarwono, 2007).
1. Proses Terjadinya Menstruasi
Pada saat seorang bayi perempuan dilahirkan ovariumnya mengandung ratusan ribu sel telur
tetapi belum berfungsi, ketika seorang perempuan mamasuki usia pubertas dan terjadi proses
yang disebut siklus menstruasi (jarak antara lain hari pertama manstruasi bulan ini dengan
hari pertama menstruasi bulan berikutnya). Siklus terjadi perubahan pada dinding rahim
sebagai akibat dari reproduksi hormon-hormon oleh ovarium, yaitu dinding rahim makin
menebal sebagai persiapan jika terjadi kehamilan. Ketika ada sel telur yang matang akan
mempunyai potensi untuk dibuahi oleh sperma hanya dalam 24 jam. Bila ternyata tidak
terjadi pembuahan maka sel telur akan mati dan terjadilah perubahan pada komposis kadar
hormon yang akhirnya membuat dinding rahim tadi akan luruh disertai perdarahan, inilah
yang disebut menstruasi (Sarwono, 2007)
2. Haid
Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi)
endometrium. Lama haid biasanya antara 35 hari, ada yang 12 hari diikuti darah sedikit-

sedikit kemudian dan ada yang 78 hari. Pada setiap wanita biasanya lama haid itu tetap
(Sarwono, 2007).
3. Siklus Haid
Siklus haid adalah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid
berikutnya. Panjang siklus haid yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik
ialah 28 hari ditambah atau dikurangi 23 hari (Sarwono, 2007).
Satu siklus haid dibagi atas beberapa fase, selama 1 bulan dapat kita bedakan 4 masa
(stadium) :
1) Stadium menstruasi atau deskuamasi (3-7 hari)
2) Stadium proliferasi (7-9 hari)
3) Stadium sekresi (11 hari)
4) Stadium pramenstruasi (3 hari)
4. Hal Hal Yang Perlu Diperhatikan pada Saat Haid
Menurut Sarwono (2007), kejadian menarche dan menstruasi dipengaruhi beberapa faktor
yang mempunyai sistem tersendiri yaitu :
1. Sistem susunan saraf pusat dengan pancaindranya.
2. Sistem hormonal aksis hipotalamo-hipofisis-ovarial.
3. Perubahan yang terjadi pada ovarium.
4. Perubahan yang terjadi pada uterus sebagai organ akhir.
5. Rangsangan estrogen dan progesteron pada pancaindra, langsung pada hipotalamus dan
melalui perubahan emosi

B. Hubungan Status Gizi Pada Menarche


a.

Definisi Gizi

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang di konsumsi secara
normal melalui proses di gesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
b.

Status Gizi
Status gizi adalah merupakan keadaan kesehatan akibat interaksi antara makanan,
tubuh manusia dan lingkungan hidup manusia. Selanjutnya, Mc. Laren menyatakan bahwa
status gizi merupakan hasil keseimbangan antara zat-zat gizi yang masuk dalam tubuh
manusia dan penggunaannya.
Gizi atau nutrisi, merupakan ilmu yang mempelajari perihal makanan serta
hubungannya dengan kesehatan. Ilmu pengetahuan tentang gizi (nutrisi) membahas sifat-sifat
nutrient (zat-zat gizi) yang terkandung dalam makanan, pengaruh metaboliknya serta akibat
yang timbul bila terdapat kekurangan (ketidakcukupan) gizi. Zat-zat gizi tidak lain adalah
senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam makanan yang pada gilirannya diserap dan
digunakan untuk meningkatkan kesehatan tubuh kita
Pertumbuhan normal tubuh memerlukan nutrisi yang memadai, kecukupan energi,
protein, lemak dan suplai semua nutrien esensial yang menjadi basis pertumbuhan.
Pertumbuhan remaja di negara yang sedang berkembang membutuhkan perhatian khusus
pada nutrien vitamin A, seng atau protein selain kebutuhan energi yang adekuat. Berbeda
dengan di negara barat, di sana dilakukan fortifikasi pada produk makanannya sehingga
jarang ditemukan defisiensi nutrient.
Zat-zat nutrien dibagi dalam dua golongan besar yakni makro nutrien (zat gizi makro)
dan mikro nutrien ( zat gizi mikro). Zat gizi makro merupakan komponen terbesar dari
susunan diet serta berfungsi menyuplai energi dan zat-zat gizi esensial yang berguna untuk
keperluan pertumbuhan sel atau jaringan, fungsi pemeliharaan maupun aktivitas tubuh.
Kelompok rentan gizi adalah suatu kelompok didalam masyarakat yang paling mudah
menderita gangguan kesehatannya atau rentan karena kekurangan gizi.
Pada kelompok-kelompok umur tersebut berada pada suatu siklus pertumbuhan atau
perkembangan yang memerlukan zat-zat gizi dalam jumlah yang lebih besar dari kelompok
umur yang lain. Kelompok-kelompok rentan gizi ini terdiri dari :
a.

Kelompok bayi : 0-1 tahun

b.

Kelompok dibawah 5 tahun (balita) : 1-5 tahun

c.

c.

Kelompok anak sekolah : 6-12 tahun

d.

Kelompok remaja : 13-20 tahun

e.

Kelompok ibu hamil dan menyusui.

f.

Kelompok usia lanjut

Usia menarche
Usia menarche adalah ketika munculnya menstruasi pertama, tahapan dalam

pematangan perempuan dan indikator pembangunan fisiologis wanita, kesehatan dan status
gizi.
C. Hubungan Antara Status Gizi Dengan Usia Menarche
Usia menarche sangat bervariasi dan sangat tergantung pada status gizi. Pada
umumnya, remaja yang lebih tinggi dan lebih berat dengan massa lemak tubuh yang lebih
besar cenderung mencapai menarche di usia muda. Faktor ukuran tubuh termasuk tinggi
badan, berat badan, indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh telah lama dibuktikan
berasosiasi kuat dengan mulainya menarche.
Kenaikan berat badan merupakan faktor yang berkait secara konsisten dengan
awalnya kematangan seksual pada dewasa muda dan remaja. Beberapa kajian retrospektif
telah menunjukkan bahawa remaja yang mengalami menarche sebelum usia 12 tahun adalah
lebih berat dan gemuk berbanding dengan remaja yang mengalami menarche kemudiannya.
Menarche adalah suatu periode menstruasi pertama yang merupakan indikator
maturnya sistem reproduksi sekaligus biomarker yang kritis untuk kehidupan reproduksi
seorang wanita :
1)

Usia menarche dapat merefleksikan beberapa aspek kehidupan dalam suatu populasi

termasuk diantaranya kesehatan umum, kematangan seksual, kondisi lingkungan, status


nutrisi dan pertumbuhan, serta tingkat kesejahteraan
2)

Berdasarkan literatur yang telah lalu, menarche biasanya terjadi di usia 14-16 tahun

akan tetapi usia ini dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang signifikan. Sejak
pertengahan abad ke-18, data mengenai usia menarche telah dikumpulkan pada beberapa

lokasi di Amerika dan Eropa. Studi terkini yang dilakukan berdasarkan penelitian di 67
negara sekitar tahun 1960-1990 menunjukkan hasil rata-rata usia menarche adalah 13,53 tahu
3)

Beberapa negara di Eropa Utara seperti Norwegia, Denmark, dan Finlandia

melaporkan terjadinya penurunan usia menarche dari 16 tahun pada abad ke 19 menjadi 13
tahun pada pertengahan abad ke-20, sedangkan di Amerika usia menarche rata-rata 13,75
tahun turun menjadi di bawah 13 tahun
4)

Demikian juga di Indonesia, survei nasional menunjukkan rata-rata usia menarche

kebanyakan wanita Indonesia adalah 12,96 tahun dengan penurunan 0,145 tahun per dekade.
Kebanyakan anak perempuan Indonesia mendapatkan menstruasi pertamanya pada usia 12
tahun (31,33%), 13 tahun (31,30%), dan 14 tahun (18,24%). Rata-rata usia menarche
terendah berada di Yogyakarta (12,45 tahun) dan yang paling tinggi terdapat di Kupang
(13,86)
5)

Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa penurunan usia menarche berhubungan

dengan peningkatan status gizi. Hal ini disebabkan oleh peranan hormon leptin yang diduga
dapat mempengaruhi masa awal pubertas. Leptin adalah hormon peptida yang dilepaskan
oleh sel lemak adiposit setelah seseorang merasa kenyang, hormon ini bekerja menghambat
neuropeptida-Y (NPY). Peningkatan kadar leptin akan menghambat NPY yang berpengaruh
terhadap aktivitas neuronal GnRH di hipotalamus. Hal ini selanjutnya, akan melepaskan
GnRH dari keadaan inhibisi (pada masa sebelum pubertas)
6)

Dalam riset yang dilakukan Su dan Vogiatzi (2002), terdapat hubungan yang kuat antara

leptin dengan usia menarche. Kadar serum leptin sebesar 12,2 ng / mL berhubungan dengan
presentase lemak tubuh sebesar 29,7%. Penambahan 1 kg lemak tubuh menurunkan usia
menarche sebanyak 13 hari. Peningkatan konsentrasi leptin serum sampai tingkat 12,2 ng /
mL dikaitkan dengan penurunan usia menarche. Peningkatan sebesar 1 ng / mL dalam serum
leptin menurunkan usia menarche 1 bulan. Sementara pada literatur yang lain, Su dan
Vogiatzi (2002) menyebutkan data rata-rata usia menarche adalah 11,87 1,1 tahun di
kelompok obesitas, 12,14 0,9 tahun di kelompok overweight, dan 12,20 1,3 tahun di
kelompok normal. Penemuan ini menyimpulkan adanya peran penting dari kenaikan lemak
tubuh dan hormon leptin pada menarche.

Masa remaja adalah periode yang paling rawan dalam perkembangan hidup seorang manusia
setelah ia mampu bertahan hidup, dimana secara fisik ia akan mengalami perubahan fisik
yang spesifik dan secara psikologis akan mulai mencari identitas diri. Dalam proses
pencarian jati diri ini, remaja masih harus dihadapkan pada kondisi lingkungan yang juga
membutuhkan penyesuaian kejiwaan.
Haid atau menstruasi, merupakan peluruhan dinding rahim yang terdiri dari darah dan
jaringan tubuh. Hal ini berlangsung setiap bulan dan merupakan suatu proses normal bagi
perempuan biasa.
Dengan kata lain, menstruasi adalah suatu proses pembersihan rahim terhadap
pembuluh darah, kelenjar-kelenjar dan sel-sel yang tidak terpakai karena tidak adanya
pembuahan atau kehamilan (Panji Irawan 2010).Pada remaja putri banyak hal-hal yang dapat
mempengaruhi menarche, antara lain adanya perubahan hormon yang mempengaruhi
kematangan sel dan asupan gizi yang dkonsumsi saat menjelang datangnya menarche
(Waryana 2010:113). Normalnya, seorang perempuan haid untuk pertama kali pada usia 12
atau 13 tahun.
Tetapi ada juga yang mengalami menstruasi lebih awal (usia 8 tahun) atau lebih
lambat yaitu pada usia 18 tahun. Menstruasi itu sendiri akan berhenti ketika perempuan sudah
berusia sekitar 40-50 tahun, atau yang lebih dikenal dengan istilah menopause. Siklus
menstruasi terjadi setiap 21-35 hari sekali, dengan lama haid berkisar 4-7 hari. Jumlah darah
haid normal berkisar antara 30-40 ml (Panji Irawan 2010). Menarche merupakan tanda
diawalinya masa puber pada perempuan.
Perkembangan seksual sekunder dipengaruhi oleh faktor endogen dan eksogen, antara
lain status gizi, lingkungan, media massa, sosial ekonomi, dan derajat kesehatan secara
keseluruhan. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan seksual sekunder untuk
hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hypothalamus, pituitary, dan ovarium.
Hormon yang berpengaruh terhadap terjadinya menarche adalah estrogen dan
progesterone. Estrogen berfungsi mengatur siklus haid, sedangkan progesteron berpengaruh
pada uterus, yaitu dapat mengurangi kontraksi selama siklus haid (Waryana 2010:117).

Terdapat hubungan antara jumlah tertentu lemak tubuh dengan mulai dan
berlangsungnya menstruasi. Teori ini menekankan bahwa menarche terjadi pada berat badan
tertentu daripada usia tertentu pada seorang wanita. Menstruasi yang dating lebih tinggi
biasanya disebabkan oleh beberapa faktor lain, diantaranya adalah berat badan yang
berlebihan, aktifitas fisik, dan genetik.
Selain itu dipengaruhi rangsangan-rangsangan kuat seperti film, buku-buku
bacaan,dan majalah orang dewasa yang dapat mempercepat datangnya menstruasi lebih dini
(Waryana 2010:117) Sebuah hormon yang disebut hormone pelepas gonadotropin
(Gonadotropin-Releasing Hormon atau GnRH) akan dihasilkan oleh sebuah kelenjar di
bagian otak.
GnRH akan merangsang kelenjar lainnya, yaitu kelenjar pituarita untuk melepaskan
dua jenis hormon lain, yaitu Luteinizing Hormon (LH) dan (Follicle-Stimulating Hormon
atau FSH). Pada perempuan FSH dan LH akan mempengaruhi indung telur (ovarium) untuk
mulai membuat hormon estrogen. FSH, LH, dan estrogen bersama-sama akan terlibat dalam
siklus menstruasi dan sekaligus mempersiapkan rahim agar siap untuk mengandung atau
hamil (Waryana 2010:113).
Makanan yang bergizi tinggi dan berlemak tinggi dan berasal dari hewani akan
mengakibatkan pertumbuhan berat badan pada perempuan remaja. Kadar estrogen akan
meningkat akibat kolesterol tinggi. Bukan hanya lemak dari komposisi tubuh saja tetapi
sebaliknya dipengaruhi oleh faktor asupan makan dan faktor tidak adanya penyakit yang
melemahkan. Suatu hal yang dapat mempengaruhi pembentukan hormone salah satunya
adalah asupan gizi, dengan asupan gizi yang baik dapat mempercepat pembentukan hormonehormon yang mempengaruhi datangnya menarche.
Sehingga dengan perbaikan gizi atau asupan gizi yang baik dapat menyebabkan umur
haid pertama menjadi lebih dini (Depkes RI 1997). Kekurangan nutrisi pada seseorang akan
berdampak pada penurunan fungsi reproduksi. Pada wanita anoreksia kadar hormon steroid
mengalami perubahan yaitu meningkatkan kadar testosterone serum dan penurunan sekresi
17-keto steroid dalam urine, diantaranya androsteron dan epioandrosteron, dampaknya terjadi
perubahan siklus ovulasi (Waryana 2010:118)

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan

Menarche adalah saat haid/menstruasi yang datang pertama kali pada seorang wanita
yang sedang menginjak dewasa. Umumnya menarche terjadi pada usia 10 15 tahun, tetapi
rata-rata terjadi pada usia 12,5 tahun. Dalam keadaan normal menarche di awali dengan
periode pematangan yang dapat memakan waktu 2 tahun. Menarche merupakan tanda
diawalinya masa puber pada perempuan. Ada 2 faktor yang menyebabkan terjadinya
menstruasi datang lebih dini, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal biasanya terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormonal yang
dibawa sejak lahir. Kondisi ini kemudian dipicu pula oleh faktor eksternal, seperti makanan
(terutama junkfood), lingkungan yang modern serta tingkat kemakmuran masyarakat di suatu
daerah (Waryana, 2010).

DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 1997. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995. Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan. Jakarta.
Panji Irawan, C. 2010. Sering Tidak Haid? Bisa jadi Anda Mengalami Amenorrhea. Online.
Available at https://panji1102.wordpress.com/2010/06/03/sering-tidak-haid-bisa-jadi-andamengalami-amenorrhea/ (accessed 04/05/11).
Waryana. 2010. Gizi Reproduksi. Pustaka Rihama. Yogyakarta.