Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS TEGALSIWALAN
JL. Raya Tegalsiwalan No. 28 Telp. (0335) 681284

PROBOLINGGO
KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)
PEMBERIAN PMT PEMULIHAN GIZI BURUK & GIZI KURANG
Pendahuluan
Masalah gizi dapat terjadi pada setiap siklus kehidupan, dimulai sejak janin. hingga menjadi bayi,
anak, dewasa sampai usia lanjut. Saat ini Indonesia menghadapi masalah gizi ganda yaitu gizi kurang
dalam bentuk Kurang energy Protein, kurang vitamin A, Anemia dan gangguan akibat kurang Iodium
dan gizi lebih berkaitan dengan timbulnya penyakit degenerative seperti Diabetes Mellitus,
jantung,hipertensi,dll. Masalah gizi kurang merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi.
Keadaan tersebut secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi gizi balita.
Oleh sebab itu untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat tentang anak balita,
pemerintah mengembangkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam
bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan
memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan
kebutuhan sasaran.

I.

Latar Belakang
Kekurangan Gizi secara langsung maupun tidak langsung akan menurunkan tingkat

kecerdasan anak, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak serta menurunkan


produktivitas. Masalah Gizi Buruk mempunyai dimensi yang sangat luas, baik konsekuensinya
terhadap penurunan kualitas SDM maupun penyebabnya. Dari aspek penyebab, gizi buruk terkait
dengan kemampuan daya beli keluarga, ketersediaan panganditingkat rumah tangga, pendidikan
dan pola asuh keluarga serta sulitnya akses pelayanan kesehatan. Mengingat penyebab yang
komplek maka penanganan gizi buruk harus dilaksanakan secara komprehensip, artinya
penanganan diawali dengan penyebab yang mendasar seperti infeksi / penyakit penyerta diatasi
lebih dahulu baik melalui rawat jalan , rawat inap maupun perkesmas.
Berdasarkan laporan perkembangan gizi buruk pada tiap tahunnya mengalami
peningkatan Hal ini terlihat pada tahun 2013 terdapat kasus 112 kasus (0.08%), tahun 2014
sebanyak 116 kasus (0.09%) dan tahun 2015 mengalami penurunan sebanyak 76 kasus (0.06%).
Sedangakan balita gizi kurus berdasarkan BB/TB ) sebanyak 1.126 anak . Jika hal tidak segera
diatasi maka akan terjadi peningkatan kasus bahkan bisa terjadi KLB gizi buruk .Dengan pemberian
intervensi gizi diharapkan akan terjadi penurunan prevalensi gizi buruk , mencegah KLB ,sehingga
status gizi balita mengalami perbaikan.

1.1 VISI dan MISI


A. VISI
Menjadi puskesmas dengan pelayanan Prima
B. MISI
1. Memberikan

pelayanan

kesehatan

kepada

seluruh

masyarakat

secara

professional sesuai kompetensi .


2. Menggerakkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan
1.2 Tata Nilai
Tata nilai puskesmas Tegalsiwalan adalah PEDULI
Prima

: Mengutamakan pelayanan prima

Empati

: Melayani dengan empati

Dedikasi

: Pengabdian sesuai dengan profesi

Unggul

: Mengutamakan keselamatan dan kualitas pelayanan

Inovatif

: Selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman

1.3 Budaya
Budaya karyawan puskesmas Tegalsiwalan adalah melayani masyarakat didahului
dengan senyum sapa salam.
1.4 Kebijakan mutu
Puskesmas Tegalsiwalan memberikan pelayanan prima dan profesional dengan SDM
yang berkualitas sesuai kompetensi, yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.
II.
Tujuan
Penanganan kasus gizi buruk melalui PMT Pemulihan bertujuan :
1. Memperbaiki status gizi balita gizi buruk sebagai upaya penurunan angka kematian balita
2. Pemberdayaan keluarga yaitu keluarga mengetahui jenis makanan tambahan dalam bentuk
formula 100 / makanan kudapan /minuman yang memenuhi standar gizi balita (pabrikan) untuk
mengatasi masalah gizi kurang dan mau melaksanakan/ meneruskan dalam keluarga
3. Mendidik kemandirian masyarakat / keluarga dalam mengatasi masalah gizi sehinggga tidak
bergantung pada bantuan baik pemerintah / swasta.
4. Terwujudnya keluarga mandiri sadar gizi ( Kadarzi)

No.
5

Upaya
Kesehatan

Kegiatan

Sasaran

Target

Lokasi

Tenaga

Pelaksanaan

Pelaksana

Peran
Jadwal

PMT gizi

Pemberian

Balita Gizi 100 %

Rumah balita

Nakes,

buruk

PMT

Buruk

gizi buruk

Kader dan selama 90 Hma


Linsek

Tiap

Sasaran

bulan Balita
Buruk

Linprog

Linsek

Gizi 1. Sebagai

Sebagai

monitoring

motivasi

pelaksanaan

masyarakat

kegiatan.
2. Membantu
memberikan
dukungan
kegiatan
tersebut.
3. Petugas
wilayah bisa
mengetahui
jumlah
cakupan
wilayah
kerjanya.

di

III.

Sasaran
IV. Sasaran kegiatan : - gizi buruk BB/TB

: 3 kasus

Balita kurang (BB/TB) : 17 anak


V.
VI.
Waktu Pelaksanaan
Jadwal Kegiatan : bulan Maret, April, Mei tahun 2016
Pelaksana
: Pelaksana gizi dibantu Bidan Desa dan Kader
VII.
VIII. OUTPUT
- 3 balita gizi buruk dan 17 balita gizi kurang mendapat PMT-Pemulihan selama 90 hari
- Keluarga mengetahui cara pembuatan PMT Pemulihan sebagai makanan selingan dalam
keluarga (khususnya balita yang mengalami kurang gizi)
IX.
X.
INDIKATOR KEBERHASILAN
- Kasus Gizi buruk dan balita gizi kurang mengalami peningkatan status gizi
- Tidak terjadi KLB gizi buruk.
- Tercapainya keluarga mandiri sadar gizi
XI.
XII.
Biaya : BOK : Rp. 3.040.000,XIII.
XIV.
XV.
XVI.

XVII.