Anda di halaman 1dari 2

Etana adalah sebuah senyawa kimia dengan rumus kimia C2H6.

Senyawa ini
merupakan alkana dengan dua karbon, dan merupakan hidrokarbon alifatik. Dalam temperatur dan
tekanan standar, etana merupakan gas yang tak berwarna dan tak berbau. Dalam industri etana
dihasilkan dengan cara diisolasi dari gas alam, dan sebagai hasil samping dari penyulingan minyak.

Kimia[sunting | sunting sumber]


Di laboratorium, etana dibuat dengan proses elektrolisis Kolbe. Dalam teknik ini, suatu
garam asetat dielektrolisis. Pada anodanya, asetat teroksidasi dan menghasilkan karbon
dioksida dan metil radikal, dan radikal metil yang sangat reaktif bergabung untuk menghasilkan
etana:
CH3COO CH3 + CO2 + e
CH3 + CH3 C2H6
Metode lain, oksidasi anhidrida asetat oleh peroksida, secara konseptual mirip.
Etana dapat bereaksi dengan halogen s, terutama klorin dan bromin, dengan halogenasi
radikal bebas. Reaksi ini berlangsung melalui penyebaran dari radikal etil:
C2H5 + Cl2 C2H5Cl + Cl
Cl + C2H6 C2H5 + HCl
Karena etana terhalogenasi dapat menjalani halogenasi radikal bebas lebih lanjut,
maka proses ini menghasilkan campuran beberapa produk terhalogenasi.

Pembakaran[sunting | sunting sumber]


Proses pembakaran sempurna etana menghasilkan 1559,7 kJ / mol, atau 51,9 kJ
/g, panas, dan menghasilkan karbon dioksida dan air sesuai dengan persamaan
kimia
2 C2H6 + 7 O2 4 CO2 + 6 H2O + 3170 kJ
Pembakaran terjadi dengan serangkaian kompleks reaksi radikal
bebas. Simulasi komputer dari kinetika kimia pembakaran etana telah
menyertakan ratusan reaksi yang ada. Sebuah tahap penting dari reaksi
pembakaran etana adalah bergabungnya etil radikal dengan oksigen, dan
pecahnya peroksida menjadi etoksi dan hidroksil radikal.
C2H5 + O2 C2H5OO
C2H5OO + HR C2H5OOH + R
C2H5OOH C2H5O + OH
Senyawa karbon yang terbentuk dari proses pembakaran etana tak
sempurna adalah karbon tunggal seperti karbon
monoksida dan formaldehida. Salah satu reaksi yang ditempuh
untuk menghasilkan produk karbon tunggal ini adalah dekomposisi
radikal etoksi menjadi radikal metil dan formaldehida, yang
kemudian dioksidasi lebih lanjut:
C2H5O CH3 + CH2O
Beberapa produk samping dari pembakaran tak sempurna
etana diantaranya asetaldehida, metana, metanol, dan
[[etanol]. Pada suhu tinggi (terutama 600900 C),
maka etilena adalah produk terbanyak. Reaksinya adalah:
C2H5 + O2 C2H4 + OOH

Kegunaan[sunting | sunting sumber]


Kegunaan utamanya adalah sebagai bahan mentah untuk
produksi etilena/etena (C2H4) melalui perengkahan
kukus (steam cracking). Etana merupakan bahan yang
baik dalam produksi etilena karena hasil reaksi
perengkahan kukus etana memiliki persentase etilena
yang cukup banyak, sedangkan reaksi hidrokarbon lain
yang lebih berat menghasilkan produk berupa campuran
yang memiliki sedikit etilena, dan lebih
banyak olefina seperti propilena dan butadiena,
serta hidrokarbon aromatik.

Metana (CH4) Etana (C2H6) Propana (C3H8) Butana (C4H10) Pentana (C5H12) Heksana (C6H
na (C16H34)