Anda di halaman 1dari 10

TEGANGAN PERMUKAAN

I. Pengertian
Dalam fisika ini disebut tegangan permukaan cairan dengan jumlah energi yang
diperlukan untuk meningkatkan luas permukaan per satuan area. Definisi ini
menyiratkan bahwa cairan memiliki ketahanan untuk meningkatkan permukaannya.
Efek ini memungkinkan beberapa serangga, seperti (Gerris lacustris), bergerak
melalui air tanpa tenggelam. Tegangan permukaan (manifestasi dari gaya
antarmolekul dalam cairan), dengan kekuatan yang terjadi antara permukaan cair
dan padat di kontak dengan tegangan tersebut, sehingga menimbulkan kapilaritas.
Efeknya adalah elevasi atau depresi dari permukaan cairan di zona kontak dengan
solid.
Definisi lain yang mungkin dari tegangan permukaan: gaya yang bekerja per
satuan panjang tangensial di tepi permukaan bebas cairan dalam kesetimbangan
dan yang cenderung masuk ke dalam kata permukaan.
Tegangan permukaan merupakan sifat dari

permukaan

cairan

yang

memungkinkan untuk melawan kekuatan eksternal. Hal ini terungkap, misalnya, di


beberapa objek mengambang di permukaan air, meskipun lebih padat daripada air,
dan dalam kemampuan yang dimiliki oleh beberapa serangga (misalnya striders air)
untuk berjalan di permukaan air. Sifat ini disebabkan oleh kohesi molekul serupa,
dan menimbulkan banyak perilaku cairan.
Tegangan permukaan memiliki dimensi gaya per satuan panjang, atau energi
per satuan luas. Keduanya setara-tapi ketika mengacu pada energi per unit areal,
orang menggunakan energi pada permukaan adalah istilah yang lebih umum dalam
arti bahwa hal itu berlaku juga untuk makanan padat dan tidak hanya cairan.
Tegangan muka juga bisa didefinisikan sebagai gaya yang dibutuhkan untuk
memperkecil luas permukaan, untuk tiap satuan lebar permukaan. Satuan yang
dipakai dalam perhitungan tegangan muka adalah dyne/cm. Terdapat beberapa

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 1

metode penentuan tegangan muka yang banyak digunakan dan semuanya berdasar
fenomena yang berkaitan dengan tegangan muka, antara lain :
1. Tekanan maksimum gelembung.
2. Kenaikan pipa kapiler
1. Metode Tekanan maksimum gelembung.
Bagian penting dari metode ini adalah penentuan maksimum gelembung yang
bisa diketahui dengan keluarnya gelembung udara pada ujung pipa yang dicelupkan
ke dalam cairan. Karena kenaikan tekanan udara yang sedikit, maka gelembung
akan pecah dengan jari jari mulut pipa. Apabila jari jari gelembung sama dengan
jari jari mulut pipa akibatnya tekanan udara dalam pipa akan mencapai maksimum.
Dengan menyamakan tekanan tekanan yang bekerja pada bejana dan manometer
dalam keadaan seimbang, harga tegangan muka dapat ditentukan. Pada metode
tekanan maksimum gelembung perlu juga diperhatikan syarat dari cairan pengisi
manometer, syarat cairan pengisi manometer yaitu cairan pengisi buret dan
manometer tidak berbeda karakteristik serta bebas dari pengotor.
2. Metode Kenaikan Pipa Kapiler
Berdasarkan rumus: =1/2hgr karena kadang-kadang penentuan jari-jari pipa
kapiler sulit maka digunakan cairan pembanding (biasanya air) yang sudah diketahui
nilai tegangan mukanya.
3. Metode Tetes
Jika cairan tepat akan menetes maka gaya tegangan permukaan sama dengan
gaya yangdisebabkan oleh gaya berat itu sendiri, maka:mg = 2r dengan m =
massa zat cair Harusdiusahakan agar jatuhnya tetesan hanya disebabkan oleh berat
tetesannya sendiri dan bukan olehsebab yang lain. Selain itu juga digunakan metode
pembanding dengan jumlah tetesan untukvolume (V) tertentu Berat satu tetesan = v.
/n
4. Metode Cincin
Dengan metode ini, tegangan permukaan dapat ditentukan dengancepat dengan
hanya menggunakan sedikit cairan. Alatnya dikenaldengan nama tensiometer
Duitog, yang berupa cincin kawat Ptyang dipasang pada salah satu lengan

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 2

timbangan. Cincin inidimasukan ke dalam cairan yang akan diselidiki tegangan


mukanyadengan menggunakan kawat. Lengan lain dari timbangan diberigaya
sehingga cincin terangkat di permukaan cairan Metode Tekanan Maksimum
GelembungDasarnya

adalah

bahwa

tegangan

muka

sama

dengan

teganganmaksimum dikurangi gaya yang menekan gas keluar.


Besarnya tegangan permukaan dipengaruhi oleh gaya tarik menarik antar molekul
di dalam cairan. Umumnya cairan yang mempunyai gaya tarik antar molekulnya
besar seperti raksa, memiliki tegangan permukaannya juga besar.

Sebaliknya

cairan seperti alkohol gaya tarik- menarik antara molekulnya juga kecil ,
tegangan permukaannya juga kecil. Dalam kehidupan sehari-

hari

maka

tegangan

permukaan cairan banyak dimanfaatkan dalam hubungannya dengan kemampuan


cairan tersebut untuk membasahi benda. Deterjen sintetis modern misalnya, di
desain

untuk meningkatkan kemampuan air untuk membasasi kotoran

yang

melekat pada gelas, yaitu dengan menurunkan tegangan permukaannya sehingga


gelas menjadi lebih bersih.
Faktor faktor yang mempengaruhi tegangan muka zat cair :
1. Temperatur cairan
Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena
meningkatnya energy kinetik molekul
2. Rapat massa cairan
salah satu factor yang mempengaruhi besarnya tegangan permukaan adalah
massa jenis/ densitas (D), semakin besar densitas berarti semakin rapat
muatan muatan atau partikel-partiekl dari cairan tersebut. Kerapatan partikel
ini menyebabkan makin besarnya gaya yang diperlukan untuk memecahkan
permukaan cairan tersebut. Hal ini karena partikel yang rapat mempunyai
gaya tarik menarik antar partikel yang kuat. Sebaliknya caiarn yang

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 3

mempunyai densitas kecil akan mempunyai tegangan permukaan yang kecil


pula.
3. Ada tidaknya pelarut atau surfaktan
Dengan penambahan surfaktan, molekul-molekul surfaktan mengalami
orentasi dan teradsorbsi pada permukaan cairan dengan gugus non polar
menghadap ke udara. Dengan demikian, permukaan cairan tertutupi oleh
gugus non polar surfaktan. Semakin besar gaya kohesif pada permukaan
cairan maka tegangan permukaan juga akan semakin besar. Karena gaya
kohesif antar molekul hidrokrbon lebih kecil dari gaya kohesif air maka
tegangan permukaan cairan yang mengandung surfaktan akan lebih kecil.
Sehingga tegangan permukaan cairan yang ditambah surfaktan akan lebih
kkecil dari pada air.
4. Gaya adhesi dan kohesi
Kohesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang sejenis. Kohesi
dipengaruhi oleh kerapatan dan jarak antarpartikel dalam zat. Dengan
demikian, kamu pasti tahu bahwa gaya kohesi zat padat lebih besar
dibandingkan dengan zat cair dan gas. Gaya ini menyebabkan antara zat
yang satu dengan yang lain tidak dapat menempel karena molekulnya saling
tolak menolak.
Gaya kohesi mengakibatkan dua zat bila dicampurkan tidak akan saling
melekat. Contoh peristiwa kohesi adalah : Tidak bercampurnya air dengan
minyak, tidak melekatnya air raksa pada dinding pipa kapiler, dan air pada
daun talas.

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 4

Adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang tidak sejenis.
Gaya adhesi akan mengakibatkan dua zat akan saling melekat bila
dicampurkan.
Pengaruh gaya adhesi dan kohesi terhadap zat cair menyebabkan terjadinya
peristiwa peristiwa:

Meniskus cembung dan meniskus cekung

Jika adhesi lebih besar dari pada kohesi maka permukaan (meniskus) zat cair
dalam pipa kapiler cekung, misalnya pada pipa yang diisi dengan air ( pipa kiri
). sebaliknya jika gaya kohesi lebih besar maka permukaan zat cair dalam
pipa kapiler akan cembung, misalnya pipa yang diisi dengan air raksa ( pipa
kanan).

Pemipetan
Karena pada saat pemipetan terdapat garis meniscus yang berbentuk cekung
karena pengaruh gaya adhesi dan kohesi
Pada Labu Ukur
Pembacaan skala labu ukur menggunakan prinsip Meniskus Cekung AdhesiKohesi.
Pada Gelas Ukur

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 5

Pembacaan skala gelas ukur menggunakan prinsip Meniskus Cekung


Adhesi-Kohesi.

Kapilaritas

Kapilaritas adalah meresapnya zat cair melalui celah-celah sempit atau pipa
rambut yang disering disebut sebagai pipa kapiler. Gejala ini disebabkan karena
adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dan dinding celah tersebut. Zat cair
yang dapat membasahi dinding kaca pipa kapiler memiliki gaya adhesi antara pipa
kapiler dengan dinding pipa kapiler lebih besar. Sedangkan zat cair yang tidak
membasahi dinding kaca pipa kapiler memilki gaya kohesi yang lebih besar. Hal ini
akan mempengaruhi tinggi rendahnya permukaan zat cair pada pipa kapiler.
1.
2.
3.
4.
5.

Pada Sumbu Kompor


Pada Sumbu Api Bunsen
Penyerapan air oleh tumbuhan
Air diatas daun talas
Basahnya dinding dalam rumah ketika dinding luar basah terkena air

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 6

.
Karena adanya tegangan permukaan air. Pada molekul-molekul air di bagian atas,
gaya kohesi antar air menghasilkan resultan gaya yang mengarah ke bawah yang
kemudian menghasilkan semacam "selubung", dan bila berat nyamuk dapat diatasi
oleh kekuatan selubung itu maka nyamuk tidak akan tenggelam saat berjalan di atas
air.
Contoh tegangan permukaan dalam bidang kesehatan:
1. Tegangan Permukaan Cairan Alveoli
Tegangan permukaan (surface tension) terjadi karena tarik menarik antar
molekul air lebih kuat dari pada tarik menadrik antara air-gas (kohesi > adhesi). Hal
ini seperti gelembung busa sabun yang tegangan permukaannya mempertahankan
bentuk gelembung dengan arah berlawanan dengan arah gaya udara didalam
gelembung. Pada alveoli paru, tegangan permukaan membuat alveoli kembali ke
diameter terkecilnya yang seimbang dengan tegangan permukaan. Pada saat
inspirasi tegangan permukaan melawan pengembangan alveoli (paru). Tegangan
permukaan berperan dalam 2/3 kapasitas elastic recoil paru yang mengembalikan
ukuran alveoli saat ekspirasi.
Surfaktan (campuran lipoprotein dan fosfolipid) yang terdapat pada cairan alveoli
akan menurunkan tegangan permukaan alveoli sehingga lebih rendah dari air murni.
Defisiensi surfaktan pada bayi premature menyebabkan respiratory distress
syndrome karena peningkatan tegangan permukaan alveoli. Peningkatan ini

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 7

membuat banyak alveoli kolaps saat akhir ekspirasi sehingga membutuhkan usaha
lebih untuk mengembangkan alveoli yang kolaps.
2. Tonisitas (Tegangan Permukaan dinding eritrosit)
Untuk mempertahankan butir darah merah tetap konstan pada bentuk
normalnya maka butir darah merah harus berada dalam lingkungan yang
mempunyai tekanan osmose sama dengan plasma darah. Jika tekanan osmose
plasma lebih rendah dibandingkan dengan tekanan osmose butir darah merah maka
akan terjadi hemolisa, akibatnya Hb keluar dari butir darah merah dan berada di
media sekelilingnya.
Tekanan osmose plasma yang lebih rendah itu dapat terjadi karena
penambahan larutan garam atau air kedalam darah. Dalam hal ini air masuk ke
dalam butir darah merah secara osmose melalui dindingnya yang semipermiable
dan menyebabkan butir-butir darah merah itu membengkak dan kemudian pecah.
Larutan yang memiliki tekanan osmose lebih rendah dari plasma disebut larutan
hipotonis, misalnya larutan NaCl 0 4 % Sedangkan larutan yang tekanan
osmosenya sama disebut larutan isotonis (tidak terjadi perubahan pada butir darah
merah) misalnya larutan NaCi 0.55 0.9 %. Dan lebih tinggi dari plasma disebut
hipertonis (akibatnya air dari dalam eritrosit keluar secara osmose, sehingga butir
darah merah menjadi keriput = krenasi) misalnya NaCl 2% dan 3%.
3. Tekanan Darah
Darah yg relatif kental akan lebih besar tegangan permukaannya. Sehingga
orang bisa menderita tekanan darah tinggi. maka bagi penderita darah tinggi
dianjurkan salah satunya banyak minum air putih.
4. Pada Pemeriksaan PCV (Part Cell Volume)

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 8

Hematokrit atau volume eritrosit yang dimampatkan (packed cell volume, PCV)
adalah persentase volume eritrosit dalam darah yang dimampatkan dengan cara
diputar pada kecepatan tertentu dan dalam waktu tertentu. Tujuan dilakukannya uji
ini adalah untuk mengetahui konsentrasi eritrosit dalam darah.
Pemeriksaan hematokrit menggambarkan perbandingan persentase antara sel
darah merah, sel darah putih dan trombosit terhadap volume seluruh darah atau
konsentrasi (%) eritrosit dalam 100mL/dL keselurahan darah. Pemeriksaan ini
biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan eritrosit.
Manfaat Pemeriksaan : Semakin tinggi persentase hematokrit berarti
konsentrasi darah semakin kental, dan diperkirakan banyak plasma darah yang
keluar dari pembuluh darah hingga berlanjut pada kondisi syok hipovolemik.
Penurunan hematokrit terjadi pada pasien yang mengalami kehilangan darah akut,
anemia, leukemia, dan kondisi lainnya.
Berdasarkan reprodusibilitas dan sederhananya, pemeriksaan ini paling dapat
dipercaya di antara pemeriksaan yang lainnya, yaitu kadar hemoglobin dan hitung
eritrosit. Dapat dipergunakan sebagai tes penyaring sederhana terhadap anemia.
Hubungan Dengan Tegangan Permukaan(Kapilaritas): Karena pemeriksaan
menggunakan tabung kapiler, jadi darah tersebut akan naik ke tabung, karena
peristiwa kapilaritas. Sehingga darah dapat naik ke dalam tabung kapiler sampai
batas yang ditentukan.

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 9

Tegangan Permukaan kimia fisika

Page 10