Anda di halaman 1dari 34

OKSIGENASI

JARINGAN DAN
PEMANTAUANNYA

Tujuan utama menangani pasien


sakit kritis adalah menjamin
oksigenasi jaringan yang adekwat.
TARGET PENGELOLAAN ADALAH MENCUKUPI KEBUTUHAN O2 SAMPAI
DI TINGKAT SEL (MITOCHONDRIA)
O2 ADALAH OBAT UTAMA DAN SANGAT PENTING & PROSES
OKSIGENASI SEL MUTLAK MENJADI PRIORITAS PERTAMA

Keseimbangan
Oksigen

Delivery

Consumption

Apakah
oxygen delivery mencukupi kebutuhan/ yang dikonsumsi sel ?

OXYGEN
DELIVERY

Berapa banyak oksigen didalam


darah?
CaO2 : Arterial oxygen content
~ darah yang berasal dari jantung

= [1,39 X Hb X ( SaO2/100 )] + 0,003 X


PaO2

Oksigen terikat dg Hemoglobin Oksigen larut dalam plasma

Misalnya :
Hb

15 g %

SaO2

100 %

PaO2

100 mmHg

CaO2

= 1,39 X 15g X 1.0 + 100 mmHg X 0,003


= 20,85 ml O2/dl + 0,30 ml O2/dl
CaO2 = 21,15 ml O2/dl

Berapa besar pasokan oksigen ke


dalam jaringan
DO2 = Oxygen delivery

= CaO2 X CO
= [1,39 X Hb X ( SaO2/100 )] + 0,003 X

PaO2

XCO

Misalnya :
Hb

: 15 g %

SaO2

: 100 %

PaO2

: 100 mmHg

CO

: 5 L / menit

DO2 = CaO2 X CO X 10
= 21,15 ml O2/dl X 5 L X 10
DO2 = 1057 ml O2 / menit

OXYGEN
CONSUMPTION

Berapa banyak oksigen yang


dikonsumsi/digunakan jaringan?
VO2 = Oxygen consumption
Jumlah oksigen yg meninggalkan jantung jumlah
oksigen yang kembali ke jantung.

VO2 = Q x ( CaO2 CvO2 ) ml O2 / menit

Cardiac output
Venous
Arterial
oxygen content
oxygen content

CvO2 : venous oxygen content


~ darah yang kembali ke jantung mixed venous
CvO2 = 1,39 X Hb X SvO2 + PvO2 X 0,003
= 1,39 X 15 X 0,75 + 0,35 X 0,003
= 15,1 ml O2 / dl + 0,11 ml O2/dl

CvO2 = 15,2 ml O2 / dl

Oxygen consumption

O2 = Q ( CaO2 CvO2 )
= 5 L ( 21,15 ml O2 / dl 15,2 ml O2/ dl ) X 10
= 5 X 5,95 X 10 ml O2 / menit

VO2 = 290 ml O2 / menit

umsi O2 = (SaO2 SmvO2) x Hb x 1,39 x10 x CO

Oxygen extraction ratio


Ambilan oksigen dari darah arteri yang

dilakukan oleh jaringan

ErO2 = VO2 / DO2

= 290 mlO2 /menit :1057 ml O2 /menit.


ErO2 = 0,27 ~27%

Oxygen Transport
CaO
CaO22 =
= 17-20
17-20
vol%
vol%
SaO2
SaO2 =
= 9595100%
100%
DO
DO22 =
= 1000
1000
ml/min
CO
ml/min CO

Pulmonary
Pulmonary
Artery
Artery

C
CvvO
O22 =
= 12-15
12-15 vol
vol %
%
SvO2
SvO2 =
= 60-80%
60-80%
DO
DO22 =
= 750
750 ml/min
ml/min

ScvO
ScvO22
=
= 606080%
80%
VO
VO22 =
= CO
CO xx Hb
Hb xx (SaO
(SaO22 SvO
SvO22)) xx 1.34
1.34 =
= 250
250 ml/min.
ml/min.

Pemantauan dasar oksigenasi


jaringan
Pemeriksaan klinis
Analisis gas darah
Pulse oxymeter

Gambaran Klinis Hipoksia


Jaringan
Dispnea
Takhipnea atau hipoventilasi
Aritmia
Vasodilatasi perifer
Hipotensi
Gangguan kesadaran
koma
Mual, muntah , vomiting , gangguan

gastrointestinal
Sianosis
Penurunan urine output

Blood gas analysis


pH
PaO2
PaCO2
Base deficit
Perbedaan P( A-a )O2

Pulse oximetry

FAKTOR PENGGANGGU PULSE


OXIMETRY
1.

2.

False high (SpO2 > SaO2):


a.
Hypoxemia
b.
Carboxyhemoglobinemia
c.
Methemoglobinemia
d.
Sickle cell crises
e.
Skin pigmentation
f.
Bright overhead fluorescent light
g.
Probe malposition

False low (SpO2 < SaO2):

a. Intravenous dye (meth.blue, indigo carmine)


b. Nail polish
c. Chylomycron, intravenous lipid
3. Failure to pick up signal:
a. Low perfusion
b. Shivering
c. Motion artefacts

Pemantauan Oksigenasi Jaringan


Non Specific - Global parameters

Lactate measurement
Mixed venous oxygen tension / saturation
Oxygen delivery - consumption

Specific Regional parameters

Gastric tonometry
Sublingual CO2
Sublingual microcirculation
Near Infrared Spectroscopy
Magnetic resonance spectroscopy
Transcutaneous Transconjuctival PO2

KADAR LAKTAT DARAH


Laktat merupakan variabel cerminan
metabolisme dalam sel
Glukose + O2 (<) laktat + H+

SVO2
Mixed venous oxygen saturation

SvO2 = SaO2 VO2/1,39 X Hb X CO

Penurunan
Penurunan SvO
SvO22 adalah
adalah
merupakan
merupakan salah
salah satu
satu
indikator
indikator yang
yang paling
paling dini
dini
akan
akan adanya
adanya ancaman
ancaman
terhadap
terhadap oksigenasi
oksigenasi
jaringan.
jaringan.

Batasan saturasi oksigen mixed vein (SvO2)


Kadar SvO2

makna

SvO2 > 75%

Ekstraksi normal. pasokan O2 >


kebutuhan O2

75% > SvO2>


50%

Ekstraksi kompensasi.
Peningkatan kebutuhan O2 atau
penurunan pasokan O2

50%>SvO2>30
%
30%>SvO2>25
%
SvO2<25%

Ekstrasi berlebihan, awal asidosis


laktat, pasokan O2 < kebutuhan O2
Asidosis laktat berat
Kematian sel

SvO2 < 60%


DO22 = CO x Hb x SaO22 x 1.39
Penurunan oxygen delivery (DO22)
Penurunan hemoglobin (Hb)
Anemia, hemorrhage
Penurunan arterial oxygen saturation (SaO 22)
Hypoxemia, lung disease
Penurunan cardiac output (CO)
LV dysfunction, shock, hypovolemia

Peningkatan oxygen consumption (VO 22)

Demam, kejang-kejang, menggigil, work of

breathing

Faktor-faktor yang mempengaruhi SvO2

75
%

VO2

DO2

DO2

Stress
Pain
Hyperthermia
Shivering

PaO2

PaO2

Hb

Hb

Cardiac output

Cardiac output

VO2
Hypothermia
Anesthesia

GASTRIC
TONOMETRY

Splanchnic circulation
Karakteristik :
1.
2.

Robert BS,TextBook Of Phys.21ed.1989

Volume darah sekitar 30 %


total volume darah tubuh.
Dalam keadaan
hemodinamika normal 20
30% cardiac output.
Merupakan cadangan
terpenting untuk
mengatasi gangguan
perfusi sistemik (terutama
organ vital) pada waktu
syok

MONITORING SIRKULASI
SPLANKNIK

Dafna Willner, contem crit care , 5 , 2003

GASTRIC TONOMETRY
HiPOPERFUSI JARINGAN

HIPOKSIA JARINGAN
HIPERKAPNEA JARINGAN

PO2 level

PCO2 level

Gastric CO2
Petanda dini hipoperfusi organ
aliran darah gaster
PCO2 gaster
Iskhemia jaringan
MODS
Nilai normal PCO2 gaster
43,5 - 63,5 mmHg

KELEMAHAN GASTRIC
TONOMETRY
1. Gangguan perfusi ke gaster tidak

mencerminkan gangguan perfusi di


tempat lain.
2. Interpertasi perubahan pCO2 (PrCO2)
mukosa tidak mudah, mengingat banyak
faktor yang mempengaruhi.
3. Kenaikan pCO2 akibat gangguan perfusi
gaster (PrCO2) sangat cepat, sehingga
sulit untuk mendeteksi saat awal
gangguan perfusi

RINGKASAN
SYARAT KECUKUPAN OKSIGEN SEL
1.
2.

3.

4.

5.

Fraksi inspirasi O2 (FiO2) cukup: TERAPI OKSIGEN


Fungsi respirasi adekuat :

Jalan nafas baik

Tidal volume cukup

Frekuensi nafas cukup

Irama nafas teratur

Keadaan alveoli baik


Pembawa O2 baik :

Kadar Hb cukup

Sifat Hb baik
Fungsi kardiovaskuler baik :

Volume cairan darah cukup : PRELOAD

Kontraktilitas otot jantung baik : CONTRLITY

Pembuluh darah baik : AFTERLOAD

Irama & frekuensi denyut jtng baik : RHYTHM

Mikrosirkulasi yang baik


Sel masih baik

Stephen Trzeciak:Critical Care 2005, 9(suppl 4):S20-S26

RINGKASAN

www.perdici.org