Anda di halaman 1dari 8

BORANG PORTOFOLIO KASUS MEDIK

Topik :
Haematemesis Melena
Tanggal MRS :
21 Maret 2016
Presenter :
dr. Muhammad Khairul Afif
Tanggal Periksa :
21 Maret 2016
Tanggal Presentasi :
07 April 2016
Pendamping :
dr. Zaenul
Tempat Presentasi :
Ruang Pertemuan RSU Siti Khodijah Sepanjang, Kab. Sidoarjo
Objektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi :
Laki-laki, usia 60 tahun, dengan keluhan: Muntah darah
Tujuan :
Penegakkan diagnosa dan pengobatan yang tepat dan tuntas
Bahan
Tinjauan Pustaka
Riset
Kasus
Audit
Bahasan :
Cara
Diskusi
Presentasi dan Diskusi
E-mail
Pos
Membahas :
Nama : Ny. NC, 58 thn, GCS:456,
Data Pasien :
No. Registrasi : 11.04.xx
TD:120/70mmhg, Nadi:115x/mnt
Nama RS :RSU Siti Khodijah Sepanjang, SDA Telp :
Terdaftar sejak :
Data Utama untuk Bahan Diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis : Pasien Ny. NC usia 58 tahun. Datang dengan keluhan Berak hitam
seperti petis. Sejak siang pasien berak hitam seperti petis sebanyak 4x,. Muntah hitam sebanyak 1x.
Dada terasa sesak dan perut terasa mual. Tidak demam. Makan dan minum sedikit karena pasien mual
dan muntah.
GCS : 456
TTV
TD

:120/70 mmHg

Nadi

: 115 x/mnt

RR

: 22 x/mnt

Suhu ax: 37 x/mnt


KU : baik
K/L : A/I/C/D : +/-/-/ Thorax :
Simetris
Ausk

: suara nafas vesikular simetris, Rh (-) Whez (-)

Abdomen :
Insp

: Rounded, membesar

Ausk

: BU (+)

Perk/palp: nyeri tekan pada regio epigastrium, pembesaran/kelainan organ tdk ditemukan,
Undulasi (+) menandakan terdapat asites.

Eks :
AH +/+ edema -/PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium
Darah lengkap
Hb
4.0
WBC
12.68 x 103
RBC
1.44 x 106
HCT
12.7
Trombosit
176 x 103
MCV
88.2
MCH
27.8
MCHC
31.5
RWD-SD
43.9
RDW-CV
17.0
2. Riwayat Pengobatan : Sudah minum obat-obatan di took untuk mengurangi mual-mual yang sering
dirasakan.
3. Riwayat Kesehatan/Penyakit: Mempunyai sakit lambung sejak lama
4. Riwayat Keluarga :5. Riwayat Pekerjaan : Pasien tidak berkerja.
6. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik : Tidak ada kondisi yang berhubungan dengan penyakit
7. Riwayat Imunisasi :8. Lain-lain : Hasil labolatorium darah lengkap:didapatkan anemia.
Daftar Pustaka :
1. Abdullah, Murdani. Dispepsia. Divisi Gastroenterologi. Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2012
2. Travis, Dr Simon. Guidelines for the management of Upper Gastrointestinal Bleeding.The Victorian
Surgical Consultative Council.2006
3. Palmer, Dr Kevin. Management of Haematemsis and melena. Departement of Gatroenterology,
Western General Hospital Edinburg UK. 2004
4. Albertus, Jacob. Helicobacter pylory infection in Superficial Gastritis Erosive Gastritis and gastric
Ulcer. Departement of Internal medicine faculty of medicine University of Indonesia.
Jakarta.Indonesia. 2010
5. Simadibrata, Marcellus K. Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pylory. Konesensus
nasional. 2014
6. Sutadi, Sri Maryani. Sirosis Hepatitis. Fakultas Kedokteran Bagian Ilmu Penyakit Dalam Universitas
Sumatera Utara. 2003
Hasil Pembelajaran :
1. Penanganan awal Haematemesis Melena
2. Diagnosis banding Haematemesis Melena
3. Haematemesis Melena e.c Varises Esophagus dan Gastritis Erosiva
4. Penegakan diagnosis Haematemesis Melena Varises Esophagus dan Gastritis Erosiva

5. Tatalaksana Varises Haematemesis Melena Esophagus dan Gastritis Erosiva


PEMBAHASAN
Haematemesis: Muntah darah warna hitam yang berasal dr saluran cerna bagian atas.
Melena: BAB warna hitam yang berasa dari saluran cerna bagian atas.

Causes of UGIB ( Hematemesis/Melena)

Endoscopic erosive gastritis

Benign gastric ulcer

Mallory-Weiss tear

Pedarahan SAluran Cerna Bagian Atas


Gejala dan Tanda
Perasaan tidak nyaman diseluruh bagian perut
Hematemesis dan melena
Gejala dan tanda klasik shock
Perubahan vital sign orthostatic
Penanganan
Ikuti tatalaksana umum sesuai guideline.
Bedakan penanganan yang mengancam jiwa dari masalah kronik yang diderita
pasien.

Management Hematemesis Melena


1. Resusitasi
2. Stop Perdarahan
3. Sterilisasi Saluran Cerna
4. Mencegah Perdarahan Ulang
Penatalaksanaan
1. Resusitasi
Perkiraan penilaian kehilangan darah berdasarkan dari tanda-tanda vital
CLASS 1

CLASS 2

CLASS 3

CLASS 4

Blood loss

750
-15%

750-1500
25-30%

1500-2000
30-40%

>2000
>40%

Pulse rate

<100

>100

>120

>140

BP

Pulse pressure

RR

14-20

20-30

30-40

>35

CNS/MENTAL

Slightly
Anxious

Mildly
Anx

Anx/conf

Conf/leth

Fluid replacement

Crystalloid

Crystalloid

Cryst/blood

Cryst/blood

2. Stop Perdarahan
Vasopresin 50 Unit dalam 100 cc D5% (0,5-1 mg/menit/iv selama 20-60 menit selang 3-6
jam, dilanjutkan pemberian per infus 0,1-0,5 U/menit.

Somatostatin, dosis awal bolus 250 mcg, dilanjutkan perinfu 250 mcg/jam selama 8-24

jam atau sampai perdarahan berhenti.


3. Sterilisasi Lambung
Neomycin 4x1 gr atau Kanamycin 4x1 gr
Sorbitol 200 g/400 cc / 24 jam melalui selang NGT
Magnesium Sulfat 15 g/400 cc melalui selang NGT
4. Cegah Perdarahan Ulang
Omeprazole, diawali bolus 80mg/iv kemudian dilanjutkan per infus 8 mg/kgBB/jam selama
24 jam. Di Indonesia, Omeprazol hanya untuk Bolus, perinfus ialah esomeprazol dan
Pantoprazol.
Esophageal Varices
Cause
Portal Hypertension
Chronic alcohol abuse and liver cirrhosis
Ingestion of caustic substances

Esophageal Varices
Signs and Symptoms
Hematemesis, dysphagia
Painless bleeding
Hemodynamic instability
Classic signs of shock
Treatment
Follow general treatment guidelines.
Aggressive airway management
Aggressive fluid resuscitation
Terapi

Menghilangkan sumber racun (misalnya alkohol)


Asupan makanan yang tepat, termasuk vitamin tambahan
Pengobatan komplikasi :
Asites: tirah baring, diawali diet rendah garam + obat diuretik (Spironolakton 100-200mg/hr)
Ensefalopati hepatik: neomisin mengurangi bakteri usus penghasil amonia, diet protein
dikurangi 0,5 kg/BB/hr
Varises esofagus
sebelum & sesudah berdarah propanolol
perdarahan akut somatostatin / oktreotid skleroterapi / ligasi endoskopi
Peritonitis bakterial spontan antibiotika (sefotaksim iv, amoksilin atau aminoglikosida)
Sindrom hepatorenal atasi perubahan sirkulasi darah hepar, atur keseimbangan Na & air

Gastritis

Adalah proses inflamasi pada mukosa dan sub mukosa lambung.


Dibedakan menjadi 3 tipe utama :
1. Gastritis hemorogik dan erosif
2. Gastristis aktif kronis,non erosif
3. Gastritis atrofi
Gastritis Hemoragik dan Erosif
Etiologi
- Penggunaan OAINS
- Iskemia
- Stres
- Penyalahgunaan alkohol
- Trauma(gastroskopi)
- Trauma radiasi
Gastritis aktif kronis non erosif
Akibat kolonisasi bakteri Helicobacter pylori.
Biasanya hanya terbatas pada daerah antrum.

H2 - Receptor Antagonist
FD= blok sec kompetitif R/ H2 (tidak pada R/ H1) hambat sekresi asam lambung (60%)
Indikasi : ulkus Peptik, GERD,
Golongan H2 Reseptor Antagonis :
cimetidine (Tagamet) : inhibitor enzim P450
ranitidine (Zantac)
famotidine (Pepcid)
nizatidine (Axid)
Proton Pump Inhibitors (PPI)
prodrug Saat lingkungan lambung asam terbentuk metabolit aktif sulfenamid
berikatan secara kovalen (irreversibel) dg enzim K +H+ATPase yang berperan pd Proton

Pump hamb pertukaran H+/K+ sekresi H+ (>90%)


Kemampuan
hamb
sekresi
HCL
>>

H2

antagonis

& long duration


Golongan obat :
omeprazole (Prilosec) : inhibitor enz P450
lansoprazole (Prevacid)

Antikolinergik
Bekerja sebagai antagonis R/ M1 hambat sekresi asam dan pepsin
Contoh : pirenzepine (Gastrozepine)
Bukan DOC karena ES >>>
Eradikasi H. Pylori
50-80% mns terinfeksi H. pylori dan 10-20%nya menj ulkus peptik / neoplasma
Hampir semua pasien gastritis &ulkus duod, 80-90% ulkus gaster alami inf H.pylori di

anthrumnya
Rekkurensi ulkus duod 80% jk H. pylori tdk dieradikasi & 5% jk dieradikasi
Eradikasiissue penting saat ini : perkembangan resistensi thd AB sgt cepat
Dual Tx : PPI + oral AB (dulu)
Tripple Tx : PPI+ metro / amox + clarithromicin 14 hr
Quadriplle Tx (kasus resisiten) : PPI+ metro + amox + clarithromicin
Komb PPI menguntungkan : me pH lambung, perbaiki stabilitas & absorbsi AB
Pada Pasien
ini:eradikasi
kemamp
bismuth (Pepto-Bismol)
-Planning:
sbg Tx tunggal: kemamp eradikasi hanya 20%
- dpt mengikat dasar ulkus spt sukralfat

Therapy: (di UGD)


o MRS
o O2 NC 2 Lpm
o Infus (transfusi set) RL 20 tpm
o Inj Ranitidin 1 ampl
o Inj Omeprazole 1 ampl
o Inj Asam Traneksamat 1 ampl
Planning monitoring :
o Keluhan subyektif
o Tanda vital
Edukasi: mengenai kondisi terkini pasien, tatalaksana apa yang akan dilakukan,
komplikasi yang mungkin terjadi, dan pencegahan.