Anda di halaman 1dari 7

KELAS D/

TUGAS 1

DNA DAN RNA

RESUME
Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Genetika Lanjut yang Dibina oleh
Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd

Oleh:
Suparno Putera Makkadafi/140341807266
Akhiruddin/140341807847
Kelas D

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JANUARI 2014

DNA Dan RNA


Penemuan asam nukleat didasari oleh penemuan pertama adanya
kandungan asam nukleat dalam inti sel oleh Friedrich Miescher, fisikawan dari
Swiss yang kemudian kandungan asam tersebut diberi nama nuklein dan
selanjutnya dikenal sebagai asam nukleat. Asam nukleat adalah senyawa organik
kompleks yang ditemukan dalam sel hidup dan terdiri dari nukleotida-nukleotida
yang tersusun dalam rantai yang panjang. Asam nukleat dapat berupa DNA
maupun RNA.

DNA adalah materi genetic yang ada di semua organisme

prokariotik dan eukariotik (BaumBaumgardner, dkk, 1984). DNA terdiri dari


nukleotida yang di dalamnya terdapat timin sebagai salah satu basa nitrogen dan
pentose yaitu deoksiribosa.
RNA

merupakan singkatan dari Ribonucleatid Acid atau Asam

ribonukleat. RNA merupakan substansi genetik yang berperan sebagai perantara


dalam proses pengkodean protein dari gen yang terdapat di dalam DNA. Selain
itu diketahui pula, bahwa pada beberapa kelompok virus, seperti TMV dan virus
influensa, RNA menjadi materi genetik utama, dikarenakan kelompok virus
tersebut tidak memiliki DNA sebagai materi genetiknya. Pada golongan virus
tersebut, RNA menjadi kmponen utama materi genetik yang berperan dalam
mengontrol seluruh aktifitasnya dan menantukan sifat-sifatnnya, RNA yang
seperti ini dinamakan sebagai RNA genom
Informasi genetik pada semua organisme disimpan di dalam DNA kecuali
virus yang RNA. Asam nukleat pertama kali disebut dengan nuklei, karena
mereka diisolasi dari nukleus sel oleh F. Miescher pada tahun 1869. Asam nukleat
ini merupakan makromolekul yang tersusun atas pengulangan subunit nukleotida.
Setiap nukleotida tersusun atas (1) fosfat, (2) gula berkarbon lima/pentosa, (3)
basa nitrogen. Pada DNA, gulanya berupa 2-deoxyribose (deoxyribose nucleic
acid) sedangkan RNA, gulanya adalah ribosa (ribose nucleic acid).

Gambar: Struktur Kimia Asam Nukleat

Ada empat macam basa pada DNA, yaitu adenin, guanin, timin, dan
sitosin sedangkan pada RNA, yaitu adenin, guanin, urasil, dan sitosin. Adenin dan
guanin merupakan basa yang bercincin ganda yang dinamakan purin sedangkan
timin, urasil, dan sitosin basa dengan cincin tunggal yang dinamakan pirimidin.
RNA biasanya dalam bentuk polimer single strand yang tersusun atas sekuen
panjang nukleotida, dan DNA biasanya molekul double strand.

Gambar: Struktur Kimia Purin dan Pirimidin

Double Helix Watson dan Crick


Struktur DNA yang benar pertama kali diperkenalkan oleh Watson dan
Crick pada tahun 1953. Model double helix pada struktur DNA didasarkan atas
bukti-bukti.
1. Komposisi DNA dari berbagai organisme berbeda dianalisis oleh Chargaff dan
rekannya, hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi timin selalu sama dengan
konsentrasi adenin dan konsentrasi sitosin selalu sama dengan konsentrasi
guanin. Rasio (timin + adenin)/(sitosin + guanin) ditemukan sangat beraneka
ragam pada organisme yang berbeda-beda.
2. Ketika X-ray difokuskan melewati makromolekul atau kristal dari molekul
murni yang telah diisolasi, X-ray dibelokkan oleh atom pada molekul dengan
pola spesifik, yang dinamakan pola difraksi, yang memberikan informasi
tentang organisasi komponen molekul. Pola difraksi X-raydapat direkam pada
film yang sensitif terhadap X-ray sebagai pola cahaya fotografi dengan kamera
dan film yang sensitif cahaya. Berdasarkan hasil data kristalografi yang dikaji
oleh Wilkins dan Franklin, mengindikasikan bahwa DNA memiliki keteraturan
yang tinggi, multiple stranded, struktur dengan pengulangan substruktur pada
jarak setiap 3,4 angstrom (1 angstrom = 10-8 cm) sepanjang aksis molekul.

(a)

(b)

Gambar: (a) Struktur Double Helix DNA dan (b) Hasil Difraksi X-ray DNA

Berdasarkan data kimia Chargaf, difraksi X-ray Wilkin dan Franklin, dan
kesimpulan penggambaran model, Crick dan Watson mengusulkan bahwa struktur
DNA adalah double helix yang mana dua rantai polinukleotida menggulung satu
sama lain dengan bentuk spiral. Setiap rantai nukleotida tersusun atas sekuensekuen nukleotida yang terikat bersama dengan ikatan fosfodiester. Dua untai
polinukleotida berikatan bersama dengan ikatan hidrogen antar basa pada sisi
yang berhadapan. Pasangan basa tersebut spesifik, adenin selalu berpasangan
dengan timin dan guanin selalu berpasangan dengan sitosin. Kespesifikan
pasangan basa disebabkan oleh kapasitas ikatan hidrogen basa pada konfigurasi
normal. Pada struktur konfigurasi normal, adenin dan timin membentuk dua
ikatan hidrogen sedangkan guanin dan sitosin membentuk tiga ikatan hidrogen.
Dua untai DNA double helix dinamakan komplementer. Pasangan basa
DNA terpisah pada jarak 3,4 angstrom dengan 10 basa setiap putaran (360)
double helix. Punggung gula fosfat dari dua untai komplementer adalah
antiparalel, mereka memiliki polaritas kimia yang berlawanan. Ikatan fosfodiester

pada satu untai bermula dari karbon 3 dari nukleotida satu ke karbon 5 pada
nukleotida yang berbatasan dan yang lainnya dari 5 ke 3.
Fleksibilitas Konformasi Molekul DNA
Molekul DNA secara luas ditemukan dalam bentuk B-form (pada cairan
yang encer dengan konsentrasi garam rendah). Pada bentuk B-form, memiliki ratarata pasangan nukleotida 10,4 setiap putaran. Ternyata molekul DNA tidak tetap,
mereka memiliki bentuk yang bervariasi. Struktur molekul DNA berubah sesuai
dengan kondisi lingkungan. Pada konsentrasi garam tinggi, DNA dalam bentuk Aform yang memiliki 11 pasangan nukleotida setiap putaran. Sekuen DNA juga bisa
berbentuk Z-DNA (Z untuk garis zigzag pada struktur punggung gula fosfat).
DNA dalam bentuk Z-DNA yang memiliki 12 pasangan nukleotida setiap putaran.

Pertanyaan:
1. Mengapa DNA/RNA juga disebut dengan asam nukelat? Jelaskan!
2. Mengapa pada kondisi normal basa nitrogen adenin hanya mampu berikatan
dengan basa timin sedangkan basa guanin hanya dapat berikatan dengan basa
sitosin? Jelaskan!
Jawaban:
1.

DNA dan RNA disebut asam nukleat karena DNA dan RNA merupakan
materi genetik yang berada di dalam nukleus (inti sel) sehingga dapat
dikatakan bahwa sel yang tidak memiliki inti sel juga tidak memiliki DNA
atau RNA. Gugus fosfat yang berikatan dengan gula ribosa (pada RNA) dan
gula dioksiribosa (pada DNA) memiliki gugus H+ yang bersifat asam. Jadi
kesimpulannya, karena DNA dan RNA berada di nukleus dan bersifat asam

2.

maka keduanya sering disebut dengan asam nukleat.


Kespesifikan pasangan basa disebabkan oleh kapasitas ikatan hidrogen basa
pada konfigurasi normal. Pada struktur konfigurasi normal, adenin dan timin
membentuk dua ikatan hidrogen sedangkan guanin dan sitosin membentuk
tiga ikatan hidrogen.

Daftar Pustaka
Gardner, E. J. 1991. Principle of Genetics. Newyork: John Willey & Sons, inc.
Snustad and Simmons. 2012. Principles of Genetics, Sixth Edition. United States:
John Wiley and Sons, Inc.