Anda di halaman 1dari 4

KELAS D/

TUGAS 1
PERCOBAAN HEINZ FRAENKEL-CONRAT DAN BEA SINGER

RESUME
Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Genetika Lanjut yang Dibina oleh Prof. Dr. Aloysius Duran
Corebima, M.Pd

Oleh:
Suparno Putera Makkadafi/140341807266
Akhiruddin/140341807847
Kelas D

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JANUARI 2015
PERCOBAAN HEINZ FRAENKEL-CONRAT DAN BEA SINGER
(MEMBUKTIKAN BAHWA RNA MENYIMPAN INFORMASI GENETIK PADA BEBERAPA VIRUS)
Virus menjadi lebih nyata yang banyak dari mereka mengandung RNA dan protein, tetapi tidak ada DNA.
di dalam semua kasus yang telah dipelajari pada saat ini, RNA udah jelas bahwa RNA virus seperti RNA pada
organisme lainnya. Penyimpanan informasi genetik di virus terdapat pada asam nukleat didalam protein,

miskipun di dalam virus ini asam nukleatnya adalah RNA. Salah satu dari eksperimen yang pertama bahwa
penyusun RNA material genetik di dalam virus di sebut reconstitution ekperimen dari heinz frankel-conrat dan
coworkers, di publikasikan pada tahun 1957. Penemuanya sederhana tetapi pastinya, eksperimen mereka di
selesaikan dengan tobacco mosaic virus (TMV). Virus yang ukurannya kecil yang tersusun atas singel molecule
RNA di dalam lapisan protein. Perbedaan tekanan dari TMV bisa di identifikasi dari perbedaan yang mendasar di
dalam bahan kimia penyusun dari lapaisan protein mereka (virus)
Sejak banyak virus yang telah teridentifikasi dan dipelajari, hal ini menjadi jelas bahwa beberapa dari
virus tersebut mengandung RNA dan protein, dan tetapi tidak ditemukan DNA. Pada beberapa kasus yang
terbaru, hal ini jelas bahwa virus RNA, seperti organisme lain, menyimpan materi genetiknya pada asam nukleat
dan bukan di protein, walaupun pada virus ini asam nukleatnya adalah RNA. Salah satu penelitian pertama yang
menyatakan bahwa RNA sebagai materi genetik pada virus RNA adalah percobaan rekonstitusi yang dilakukan
oleh Heinz Fraenkel-Conrat dan rekan kerjanya Bea Singer yang dipublikasikan pada tahun 1957. Percobaan
tersebut menggunakan virus pada tembakau yaitu tobacco mosaic virus (TMV), virus yang terdiri dari molekul
RNA tunggal yang berkapsul/terbungkus oleh selubung protein. Strain TMV yang berbeda jenis dapat
diidentifikasi berdasarkan perbedaan komposisi kimia dari selubung proteinnya (Snustad dan Simmons, 2012).
Fraenkel-Conrat dan rekan kerjanya melakukan perlakuan pada partikel TMV pada dua strain yang
berbeda dengan zat kimia yang dapat memisahkan selubung protein virus dari molekul RNA-nya sehingga
protein terpisah dari RNA. Kemudian mereka mencampur protein dari salah satu strain (TMV type B) dengan
molekul RNA dari strain yang lain (TMV type A) dengan kondisi yang menghasilkan rekonstitusi yang lengkap,
virus penginfeksi yang mengandung protein dari satu strain dan RNA dari strain yang lain. Ketika daun tembakau
diinfeksi dengan virus campuran yang terkonstitusi, virus anakan (progeny) menunjukkan fenotip dan genotip
yang identik dengan strain induk dari RNA yang diperoleh, yaitu TMV tipe A (Gambar 1). Dapat juga dikatakan
bahwa virus rekonstitusi atau virus hibrid yang menginfeksi daun tembakau tersebut, merupakan virus anakan
(progeny) yang identik dengan strain pendonor RNA yang diisolasi dan tidak menunjukkan sifat strain pendonor
protein.
Pada tahun 1956, Alfred Gierer dan Gerhard Schramm menunjukkan bahwa RNA yang diisolasi dari
TMV telah cukup mampu untuk menginfeksi tanaman tembakau dengan langsung menghasilkan partikel TMV
yang baru, sehingga menunjukkan bahwa RNA membawa informasi genetik (Pierce, Benjamin A. 2008).
Kesimpulan: Informasi genetik dari tobacco mosaic virus (TMV) disimpan dalam RNA, bukan di protein.

Gambar 1 Materi genetik dari tobacco mosaic virus (TMV) adalah RNA, bukan protein. TMV tidak mengandung DNA, dia
hanya mengandung RNA dan protein saja (Snustad dan Simmons, 2012).

Pertanyaan
Bagaimana cara mengisolasi/memurnikan molekul RNA TMV dari selubung proteinnya?
Jawaban

Metode isolasi RNA dari virus TMV dapat dilakukan dengan menggunakan larutan alkali (basa) lemah atau
asam asetat. Fraenkel-Conrat dan Singer menggunakan deterjen (yang di dalamnya terkandung SDS, sodium
dodecyl sulphate) untuk mendapatkan RNA yang utuh dari TMV, kemudian dicampur dengan endapan
amonium sulfat, campuran tersebut diuji/diinokulasi pada tanaman inang (tembakau) dan menunjukkan
adanya infeksi pada tanaman inang. Ketika diamati di mikroskop elektron, terlihat adanya bentukan seperti
batang dari TMV dengan panjang 300 nm. Hasil tersebut menunjukkan adanya RNA dari TMV (tobacco

mosaic virus) (Fraenkel-Conrat, H. & Singer, B. 1999).


Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Fraenkel-Conrat, Bea Singer, dan A. Tsugita pada tahun 1978
dalam mengsiolasi molekul RNA TMV adalah dengan menggunakan tanah bentonite. Tujuan penggunaan
bentonite adalah untuk mengikat dan menghambat kerja enzim ribonuklease agar diperoleh sediaan RNA
yang stabil. Ketika diuji dengan kadar bentonite yang tingi, RNA TMV menunjukkan infeksi yang tingi pada
daun tembakau. Penggunaan bentonite dalam menghilangkan ribonuklease menyebabkan penurunan kadar
protein 0,5 1 % dari virus TMV yang disiapkan (Fraenkel-Conrat, Singer B. & Tsugita A., 1979).

DAFTAR RUJUKAN

Fraenkel-Conrat, Singer B. & Tsugita A., 1979. Purification of Viral RNA by Means of Bentonite. This Weeks
Citation Classic No. 23. (Online), (http://garfield.library.upennedu.pdf) diakses tanggal 24 Januari 2014.
Fraenkel-Conrat, H. & Singer B. 1999. Virus Reconstitution and The Proof of The Existence of Genomic RNA.
The Royal Society p. 583 586. (Online), (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1692543/)
diakses tanggal 24 Januari 2014.
Pierce, Benjamin A. 2008. Genetics A Conceptual Approach. W.H. Freeman and Company.
Snustad, D. Peter & Simmons, Michael J. 2012. Principles of Genetics Sixth Edition. USA: John Wiley & Sons,
Inc.