Anda di halaman 1dari 2

7 Cara Sederhana Agar Kegiatan UKM

Berjalan Maksimal
by mputrakusuma on September 10, 2016
7 Cara Sederhana Agar Kegiatan Ukm Berjalan Maksimal
Dalam melaksanakan kegiatan di puskesmas tentunya kita memperhatikan kebutuhan dan
harapan masyarakat, kelompok masyarakat maupun individu yang menjadi sasaran kegiatan
UKM puskesmas. Melihat tujuan mulia diatas tentunya kerjasama tim di puskesmas sangat
diperlukan menimbang semua sektor terkait di dalam elemen-elemen pokok kegiatan puskesmas.
Konsultasi dan arahan serta bimbingan dari pimpinan puskesmas menjadi penting karena ini
adalah bagian dari motivasi pimpinan kepada pelaksana yang nantinya akan melaksanakan
kegiatan tersebut di lapangan. Apapun kegiatan itu perencanaan adalah satu tolak ukur
keberhasilan.
Berikut 7 cara sederhana menurut Saya agar kegiatan UKM dapat berjalan secara maksimal
dilapangan :
1. Mengiventarisir semua kegiataan yang masuk dalam pokja UKM. Dalam perannya
pokja UKM terbagi dalam 2 bagian ( permenkes 75 tahun 2014 ). Ada yang esensial dan
pengembangan. Sebaiknya inventarisir dahulu kegiatan yang esensial barulah yang
pengembangan. Diantaranya yang esensial adalah Promkes, Kesling, KAI dan IKB, Gizi,
Pencegahan dan pengendalian penyakit dan UKM pengembangan : upaya yang sifatnya
inovatif dan / bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan sesuai prioritas masalah
pelayanan dan potensi sumber daya di wilayah kerjanya.
2. Membagi habis tugas yang ada sesuai dengan kapasitas dan kemampuan pengelola
program. Tidak ada satu orang pelaksana pun dalam pokja UKM yang tidak kebagaian
tugas dalam menyelesaikan kegiatan UKM. Semua staf mendapat tugas yang sesuai
dengan program dan kapasitas tanggung jawabnya. Ini memang sedikit sulit menimbang
di beberapa puskesmas masih kekurangan SDM. Tetapi setidaknya bisa mensiasati
dengan frekuensi waktu dan jadwal kegiatan yang berimbang.
3. Membuat jadwal kegiatan sesuai dengan agenda dalam rencana kegiatan induk
puskemas. Jadwal kegiatan menjadi penting mengingat kelompok sasaran kita adalah
masyarakat dengan beragam aktifitas. Penjadwalan disesuaikan dengan sasaran yang ada.
Misal, untuk sasaran ibu-ibu bisa dilakukan pada sore hari seperti kelas ibu hamil. Untuk
sasaran penyuluhan bisa dilaksanakan pada malam hari ( seperti yang dilakukan di
Puskesmas Kelapa Kabupaten Bangka Barat ). Pola penjadwalan ini juga tentunya di buat
serinci mungkin sampai pada tempat dan siapa PJ nya.

4. Informasikan ke masyarakat ( bukti sosialisasi ). Setelah jadwal dibuat lalu sampaikan


jadwal tersebut kepada sasaran yang akan dituju berikut dengan kontak person PJ UKM
nya. Karena bila terjadi perubahan jadwal akan dengan mudah mengkonfirmasi nya.
Teknis informasi jadwal ini bisa melalui surat kemudian sarankan di tempel pada papan
pengumuman desa atau kantor desa setempat. Gunakan sistem informasi radio untuk
disiarkan secara berkala.
5. Laksanakan kegiatan sesuai arahan program. Dalam pelaksanaan kegiatan apapun
tentunya ada kerangka acuan dan SOP nya. Maka kerjakan sesuai dengan petunjuknya.
Pun bila dilapangan terjadi hal-hal diluar panduan sebaiknya di kondisikan semaksimal
mungkin sesuai jalur. Catat semua kendala dalam pelaksanaan guna dibahas dalam
evaluasi kegiatan.
6. Rekap semua bukti pelaksanaan pokja UKM ( dokumentasikan ). Setelah kegiatan
berjalan. Dokumentasikan semuanya secara menyeluruh. Seperti bila ada pertemuan
hendaknya dilengkapi dengan surat undangan ( siapkan pula bukti tanda terima undangan
), daftar hadir, notulen rapat, jadwal agenda tentatif dan foto-foto kegiatan. Ini sebagai
bukti otentik guna memenuhi elemen penilaian yang ada.
7. Evaluasi pelaksanaannya. Tahap akhir pelaksanaan kegiatan adalah evaluasi.
Sebetulnya evaluasi masih masuk dalam rangkaian kegiatan yang tidak dapat di pisahkan
dari kegiatan pokoknya. Bahas semua kendala yang timbul dan langsung temukan solusi
efektifnya guna perbaikan pelaksanaan kegiatan yang akan datang