Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL

KETIDAK BERDAYAAN PADA NY. A


DI LAPAS WANITA KELAS II
BANDUNG
INFORMASI UMUM
Inisial Klien
Usia
Jenis kelamin
Suku
Bahasa Dominan
Status Perkawinan
Alamat
Tanggal Masuk
Masa Tahanan
Riwayat Alergi

:Ny. A
:50 Tahun
: Perempuan
:Indonesia
: Indonesia
: Menikah
: JL. Babakan Ciamis No 253-5B, RT 02, RW 03
Bandung.
: 13 September 2016
: Belum Vonis
: Tidak ada

KELUHAN UTAMA
Klien mengatakan bahwa ketika dibawa ke lapas, ia di dijebak oleh orang
besar yang memutar balikan keadaan padahal pada dasarnya klien diminta tolong
membantunya.
PENAMPILAN UMUM DAN PERILAKU MOTORIK
FISIK:
Berat badan
Tinggi badan
Tanda-Tanda Vital

: 55 kg
: 153 cm
: TD: 130/90 mmHg RR: 22x/menit
HR: 89x/menit
T: 35,7 C
Riwayat pengobatan fisik
: Tidak ada
Riwayat kesehatan masalalu : tidak ada riwayat sakit dimasa lalu

Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

TINGKAT ANSIETAS:
Tingkat ansietas klien ringan dimana klien tampak tenang ketika berbicara
dan mengungkapkan perasaannya.
Perilaku

Perilaku

Tenang

Menarik diri

Ramah

Bingung

Pasif

Disorientasi

Waspada

Ketakutan

Merasa
lingkungan
Kooperatif

membernarkan

Hiperventilasi

Halusinasi/delusi

Gangguan perhatian

Depersonalisasi

Gelisah

Obsesi

Sulit berkonsentrasi

Kompulsi

Waspada berlebihan

Keluhan somatik

Tremor

Hiperaktivitas

Bicara cepat

Lainya:

Masalah Keperawatan

KELUARGA

: Ketidak Berdayaan

GENOGRAM

30

Keterangan

: Laki-Laki
: Perempuan
: Tinggal Serumah
: Bercerai
30

: Umur

Klien adalah anak ke 1 dai 4 bersaudara, dan suaminya anak ke 3 dari


3 bersaudara. Orangtua klien tingal di ciamis dan klien tinggal di bandung dengan
anaknya. Klien adalah seorang single parent dimana klien sudah bercerai dengan
suaminya pola asuh dalam keluarga yaitu klien sendiri yang mengasuh anaknya,
klien tidak tinggal dengan orang tuanya melaikn tinggal dengan anaknya di kostkost-an. Yang mengambil keputusan dalam keluarga yaitu ayah dari klien.

TIPE KELUARGA

Tipe keluarga klien yaitu single parent family. Klien bercerai pada
tahun.. dan tinggal berdua dengan anaknya di kost-an.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Orang tua : Klien mengatakan bahwa yang mngambil keputusan
dalam keluarganya yaitu ayahnya.

HUBUNGAN KLIEN DENGAN KEPALA KELUARGA


Klien mengatakan hubungannya dengan ayahnya dan suaminya itu
baik-baik saja sampai sekarang.

KEBIASAAN YANG DILAKUKAN BERSAMA KELUARGA


Klien mengatakan kebisaannya bersama keluarga yaitu jalan-jalan dan
main ke tempat rekreasi atau mall.

KEGIATAN YANG DILAKUKAN KELUARGA DALAM MASYARAKAT


Klien mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan keluarga dengan
masyarakat yaitu kurang bersosialisasi.

Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

RIWAYAT SOSIAL
Pola sosial:
Teman atau orang terdekat

Klien mengatakan hubungan dengan temannya baik-baik


saja tidak ada masalah.

Peran serta dalam kelompok :


Klien mengatakan bahwa dirinya tipe orang yang tidak
terlalu suka berkumpul dengan masyarakat.

Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :


Klien mengatakan bahwa dirinya tidak ada hambatan dalam
bergaul dengan orang lain karena klien adalah tipe orang yang
pendiam sehingga klien lebih suka dirumah dari pada bersosialisasi.

OBAT-OBATAN YANG DIKONSUMSI KLIEN SAAT INI :


Klien mengatakan tidak ada obat-obatan yang dikonsumsi
saat ini. Klien juga mengatakan bahwa sejak masuk ke lapas tidak lagi
mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol.

Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

KONSEP DIRI
1. Klien mengatakan bagian tubuh yang dia sukai yaitu matanya dan yang
tidak disukainya yaitu klien kurang tinggi.
2. Klien adalah single parent dan punya satu anak, Klien mengatakan puas
menjadi seorang wanita, namun klien tidak senang berada dilapas karena
tidak bisa bekerja dan membantu orang tua nya.
3. Peran klien adalah sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah. Klien juga
tulang punggung dalam keluarganya.
4. Klien berharap bisa cepat keluar dan pulang karena klien merindukan
anaknya dan keluarganya. Klien jyga berharap setelah keluar dan pulang
klien tidak di ejek oleh lingkungannya.
5. Hubungan klien dengan orang lain itu baik namun klien tipe orang yang
pendiam dan tidak sering keluar rumah. Klien mengatakan merasa malu
bila pulang nanti malu dengan tetangga dan keluarga namun klien pasrah
saja karena itu sudah terjadi.
Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

STATUS MENTAL DAN EMOSI


Penampilan

1. Klien tidak ada cacat fisik pada anggota tubuhnya


2. Ada kontak mata antara klien dengan perawat dimana klien selalu
menjaga kontak matanya ketika berbicara.
3. Klien tampak rapi, memakai lipstick, rambut di ikat dan bersih,
wangi, memakai kaos kaki, baju bersih, kulit bersih.
4. Klien mengatakan bahwa melakukan perawatan diri seperti mandi
3 kali sehari, memakai lotion, memakai lulur.
Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

TINGKAH LAKU
TINGKAH LAKU
Resah
Agistasi
Letargi
Sikap

Ekpresi wajah

Lain-lainya
Masalah Keperawatan

JELASKAN
Klien tidak merasakan keresahan
Klien tidak merasakan agitasi
Klien tidak merasakan letargi
Klien menjaga sikap dengan cara
berbicara baik dan sopan, ada
kontak mata ketika berbicara
Klien menunjukan ekpresi wajah
ketika sedih klien sedih dengan
meneteskan air mataa dan ketika
bahagia klien bahagia dengan cara
tersenyum.
-

: Ketidak Berdayaan

POLA KOMUNIKASI
POLA KOMUNIKASI
Jelas
Koheren
Bicara kotor
Inkoheren
Neologisme
Asosiasi longar
Flight of ideas
Keterangan

POLA KOMUNIKASI

Aphasia
Perseverasi
Rumination
Tangensial
Banyak bicara atau dominan
Bicara lambat

Sukar berbicara
Klien berbicara dengan cara lambat

ketika mengatakan bahwa klien


teratngkap sednag tidur dan dengan
barang bukti 0,1 sabu di kost-an nya.
Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

MOOD DAN AFEK


PERILAKU
Senang
Sedih

JELASKAN

Klien mengatakan sedih tidak


bisa
berkumpul
dengan
keluarganya, sedih berada disini
jauh dari anak dan orang tua.
Klien hanya pasrah semoga
divonis nanti tidak lama dan
tidak berat.

Patah hati
Putus asa
Gembira
Euporia
Curiga
Lesu
Marah atau bermusuhan
Lain-lain
Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

PROSES PIKIR
PERILAKU
Jelas
Logis
Mudah diikuti
Relevan
Bingung
Bloking
Delusi
Arus cepat
Asosiasi lambat
Curiga
Memori jangka pendek
Memori jangka panjang

Hilang
Hilang

Utuh
Utuh

Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

KOGNITIF
1. Orientasi realita
Waktu
: Wawancara dilakukan pukul 10.30 WIB selama 30 menit
Tempat
: Aula Lapas Wanita Kelas II Bandung
Orang
: Wawancara dilakukan antara klien dengan perawat
Situasi
: Wawancara dilakukan di aula dengan kondisi ramai dan
penuh dengan warga binaan lainya, situasi bising dan
ramai, klien dan perawat duduk berhadapan secara
langsung, disebelah kanan dan kiri klien ada klienlain
yang sedang wawancara.
2. Memori
GANGGUAN
Gangguan daya ingat jangka
panjang

Gangguan daya ingat jangka


pendek

Gangguan daya ingat saat ini

Paramnesia, sebutkan
Hipermnesia, sebutkan
Amnesia, sebutkan

JELASKAN
Klien tidak ada ganggua daya
ingat jangka panjang, dimana
klien mengatakan bahwa dulu
tidak pernah memakai obat
terlarang.
Klien tidak ada ganggua daya
ingat jangka pendek dimana
klien ingat tanggal 13 september
2016 klien di tangkap sedang
tidur di kost.
Klien tidak ada ganggua daya
ingat saat ini, dimana klien
mengatakan bahwa klien ingat
sebelum ke aula klien mandi,
piket, makan lalu ke aula.
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

3. Tingkat konsentrasi dan berhitung


TINGKATAN
Mudah beralih

Tidak mampu berkonsentrasi

JELASKAN
Klien orangnya fokus dan tetap
menjawab apa yang di tanyakan
perawat.
Klien mampu berkonsentrasi

Tidak
mampu
sederhana

berhitung

Masalah Keperawatan

seperti klien ketika ditanya tetap


menjawab dengan fokus
Klien mampu berhitung seperti
10 + 12 + 22

: Ketidak Berdayaan

IDE-IDE BUNUH DIRI


Klien mengatakan tidak ada niat untuk bunuh diri. Klien hanya
mengatakan pasrah dengan keadaan yang sekarang.
Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

KULTURAL DAN SPIRITUAL


Agama yang dianut
1. Bagaimana
kebutuhan
klien
terhadap
spiritual
dan
pelaksanaannya?
2. Apakah klien mengalami gangguan dalam menjalankan kegiatan
spritualnya setelah mengalami kekerasan atau penganiayaan?
3. Adakah pengaruh spritual terhadap koping individu?
BUDAYA YANG DIIKUTI
Klien mengatakan tidak ada budaya yang diikuti dari dulu

Masalah Keperawatan

: Ketidak Berdayaan

INTERVENSI KEPERAWATAN
NO
1

Masalah
Keperawatan
Ketidak
berdayaan

Tujuan
dan Intervensi
Rasional
Kriteria Evaluasi
Klien
Bina
Untuk
mebuat
mampu
hubungan
klien
merasa
membina
saling percaya
nyaman
dan
hubungan
aman
Untuk membantu
saling
Bantu
klien
percaya
klien mengontrol
mengontrol
Klien
perasaannya
perasaan
mempu
supaya
bisa
mengenal
melakukan
ansietas
tindakan
Klien
selanjutnya
Untuk membuat
mampu
Bantu
klien
mengontrol
klien lebih tenang
melakukan
supaya klien bisa
teknik
lebih relax ketika
relaksasi
mengungkapkan
perasaanya.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
N
O
1

Tindakan keperawatan

Evaluasi

Mebina
hubungan S : tarik nafas...lalu hembuskan..
ulangi 3-10 kali
saling percaya

Membantu
klien O:
klien tampak tenang, ramah dan
mengontrol perasaan
kooperatif
dengan
cara
ada kontak mata
memberikan
klien
waktu mengungkapkan
perasaanya kemudian A :
mendorong klien untuk
klien mampu membina hubungan saling
mengatasi perasaanny
percaya
klien mampu mengontrol perasannya
Membantu
klien
klien mampu melakukan tarik nafas
melakukan
teknik
dalam
relaksasi nafas dalam
agar klien lebih relax P : intervensi dilanjutkan
dan bisa melanjutkan
Kaji ulang kegiatan yang lalu
ceritanya
bantu klien mengontrol perasaanya
motivasi klien untuk menghilangkan
ketidak berdayaannya.

Ttd
perawat