Anda di halaman 1dari 5

JURNAL PRAKTIKUM FISIKA MODERN TETES MINYAK MILIKAN (2015) 1-5

Tetes Minyak Milikan


Nisrina Ikbar Rahmawati, Roihatur, Agustin Leni, Eddy Yahya.
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: nara.rina@gmail.com
Abstrak Telah dilakukan percobaan untuk tetes
minyak milikan dengan tujuan untuk menentukan besr
jari-jari tetesan minyak dan untuk menentukan
banyaknya setiap muatan yang ada dalam butiran
minyak. Dalam percobaan ini menggunakan prinsip
Hukum Stoke, Hukum Archimedes, Medan Magnet dan
juga Gaya Berat. Dalam percobaan ini dilakukan
mengamati dengan menggunakan mikroskop gerak ke
atas dan ke bawah dari sebuah butiran minyak parafin
yang telah disemprotkan pada pelat dan dilakukan
dengan variasi tegangan serta pengulangan.Hasil yang
didapat dalam percobaan ini adalah data waktu yang
diperlukan butiran minyak untuk naik dan turun.Dari
data yang diperoleh tersebut dapat dilakukan
perhitungan besar jari-jari, muatan listrik serta jumlah
muatan butiran minyak. Berdasarkan percobaan yang
telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa besarnya
jari-jari yang dihasilkan saat diberi tegangan 200 V
adalah 1,75239E-06 m dengan muatan yang dihasilkan
yaitu 6,83985E-18 C sedangkan pada saat diberi
tegangan 300 V adalah 1,82126E-06 m dengan muatan
yang dihasilkan yaitu 1,09808E-17 C..

Kata Kunci-- Hukum Archimedes, Hukum Stokes dan


Medan Listrik.

I.
PENDAHULUAN
lektron merupakan suatu partikel yang bermuatan
negatif. Semua konsep Fisika yang berhubungan
dengan hal yang sifatnya mekroskopis maka akan
disinggung sifat elektron di antaranya komponen nilai
muatannya. Sehingga peranan nilai muatan suatu elektron
sangat penting, misal dalam aspek kelistrikan, tentang arus
listrik yang dinyatakan sebagai muatan per waktu. Namun,
hal yang paing penting yakni nilai muatan elektron tersebut
diperoleh dari proses apakah dan ternyata prosen penentuan
tersebut diperoleh dari percobaan tetes minyak milikan.
Dapat diketahui bahwa tetes minyak milikan
merupakan sebuah percobaan yang menunjukkan bahwa
muatan elektron memiliki sifat diskrit. Dimana pengertian
diskrit adalah gaya kebawah yang terjadi pada tetes minyak
milikan seperti yang telah dijelaskan bahwa percobaan yang
dilakukan Robert Milikan yaitu menyeimbangkan gaya-gaya
antara gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes minyak
yang ada diantara dua plan konduktor. Saat minyak jatuh
diudara akan mengalami percepatan kebawah yang
bersamaan gerakan tetes minyak dihambat oleh gaya
penghambat. [5]

Tetes minyak milikan akan memunculkan beberapa


gaya. Dengan tidak adanya muatan listrik, akan muncul gaya
kebawah pada tetesan minyak sebesar muatan dikalikan
percepatan gravitasi dan gaya keatas sebesar muatan
dikalikan percepatan gravitasi dan gaya keaas sebesar bv.
Berikut merupakan persamaan gerakan :
Fs = 6 rv ..(1.1)
Fs merupakan gaya stokes
b = 6 a .(1.2)
merupakan koefisien suatu cairan dan r ialah jari-jari,
Medan listrik ditetapkan maka gaya ke atas muatan gn
menjadi
gn m g b v = m (1.3)
Vr = ..(1.4)
Besaran muatan g dari setiap tetes minyak merupakan
kelipatan bulat dari nilai tertentu.
Viskositas atau yang bisa disebut kekentalan dapat
dianggap sebagai gesekan dalam fluida. Fluida memiliki
gesekan internal yang besarnyatertentu disebut viskositas
yang dilambangkan dengan . Faktor-faktor
yang
mempengaruhi suatu viskositas ialah koefisien kekentalan
zat cair. Viskositas berhubungan dengan hokum stokes.
Besarnya yang mempengaruhi gaya tersebut ialah viskositas
fluida, jari-jari bola dan kecepatan relative terhadap fluida,
maka :
f = 6 r v ..(1.5)
Fluida yang memiliki besar viskositas yang
berbeda, sirup lebih kental dari air. Viskositas fluidayang
berbeda dapat dinyatakan secara kuantitatif oleh koefisien
viskositas, yang didefinisikan sebagai satu lapisan tipis
fluida ditempatkan antara dua lempeng yang rata. Satu
lempeng diam dan yang lainnya bergerak dengan laju
konstan. [3]
Fluida yang langsung bersentuhan dengan setiap
lempeng ditahan dan permukaan oleh gaya adhesi antara
molekul zat cair dan lempeng. Dengan demikian permukaan
atas fluida bergerak dengan laju v yang sama seperti pada
gambar 1.1, sementara fluida yang bersentuhan dengan
lempeng yang diam, tetap diam. Lapisan fluida yang diam
menhan aliran lapisan yang persis diatasnya, yang juga
menhan lapisan berikutnya. Kecepatan bervariasi secara
continue dari O sampai V. [3]
Untuk fluida tertentu, gaya dibutuhkan f sebanding
dengan luas fluida yang bersentuhan dengan setiap lempeng.
A dengan laju V. untuk fluida yang berbeda, makin kental
fluida tersebut, makin besar gaya yang diperlukan.
Konstanta pembanding untuk persamaan ini didefinisikan
sebagai koefisien viskositas:

JURNAL PRAKTIKUM FISIKA MODERN TETES MINYAK MILIKAN (2015) 1-5


..(1.6)
Dengan menyelesaikan dapatkan = Fy / VA. Satuan SI
untuk adalah N.s/cm2 = Pa. s (pascal secon). Pada sistim
cgs, satuan tersebut adalah dyne.s/cm2 dan satuan ini disebut
poise (p). [2]
Jika diletakkan muatan listrik pada suatu titik,
maka muatan laian pada setiap titik disekeliling muatan tadi
terdapat medan listrik. Medan gaya listrik tersebut disebut
dengan medan listrik, sehingga medan listrik merupakan
besaran vector. Kuat medan listrik pada suatu titik ialah
gaya yang dialami oleh suatu satuan muatan titik bola
diletakkan pada titik tersebut. [1]
Untuk menentukan kuat medan listrik pada suatu
titik, ditempatkan pada titik tersebut muatan pengetas q
yang kecil sekali, sehingga tidak mempengaruhi muatan
penyebab medan listrik, jika F ialah gaya yang dialami oleh
muatan pengetest q, maka kuat medan listrik dititik
dimana muatan q ditempatkan ialah :
Fe =q (1.7)
Sehingga besarnya dari muatan listrik disuatu titik adalah
E=F/q dan arah dari ialah gaya F yang tindakan dari
positif muatan ujinya. [4]
Percobaan tetes minyak milikan menggunakan prinsip bola
jatuh, di mana bola yang dijatuhkan dari permukaan ke
dalam sebuah wadah berisi cairan akan mengalami gerakan
jatuh ke bawah. Karena gaya gravitasi. Pada saat awal
hingga tertentu gerakan bola yang jatuh dipercepat.Namun
pada saat tertentu hingga akhir gerakan bola diperlambat. Di
dalam fluida diam, suatu benda akan mengalami gaya ke
atas
atau gaya apung sebesar berat fluida yang
dipindahkannya disebut dengan gaya Archimedes [1]
Fa = V g(1.8)
Gaya-gaya yang bekerja pada tetes minyak tersebut adalah,
saya gravitasi yakni gaya ke bawah yang dialami tetes
minyak:
Fg = mm.g
..(1.9)
Ketika butiran minyak pada pelat dipengaruhi oleh
medan listrik, medan listrik ini berpengaruh sebagai
penimbul gaya Lorentz yang dapat menggerakkan muatan
karena ada gaya tersebut sehingga F = qE dan E=V/d.
II.

METODE

Pada percobaan tetes milikan ini digunakan beberapa


alat dan bahan, seperti milikan oil apparatus, sprayer,
minyak parafin, mikroskop, sumber cahaya, sumber
tegangan dan stopwatch.
Dapat dilihat rangkaian alat pada percobaan tetes
minyak milikan, yakni seperti pada gambar 3.1.

Gambar 2.1Rangkaian percobaan tetesan minyak milikan


Langkah pertama yang harus dilakukan dalam
percobaan tetes minyak milikan ini adalah alat dan bahan
semuanya dipersiapkan terlebih dahulu,. Kemudian sumber
cahaya diatur, sehingga butiran minyak dapat terlihat. Lalu,
diatur tegangan input yang digunakan. Kemudian,
dimasukkan minyak parafin ke ruang penyemprotan dengan
sprayer. Lalu, dicari dan ditetapkan salah satu butiran
minyak yang akan dijadikan obyek pengamatan dengan
penggunaan mikroskop. Diatur medan listrik dengan
menggerakkan switch pembalik ke arah atas. Selanjutnya,
diamati dan dicatat waktu tempuh butiran minyak untuk
bergerakdari garis batas bawah menuju garis batas bawah.
Lalu, dikembalikan posisi switch pembalik ke posisi awal.
Dan diamati serta dicatat waktu tempuh butiran minyak
untuk bergerak dari garis batas atas menuju garis batas
bawah. Dan untuk yang terakhir dilakukan pengulangan
sebanyak 5 kali dengan variasi tegangan input yang
diberikan.
Dimana alat dan bahan yang digunakan pada
percobaan ini memiliki fungsi masing-masing. Minyak oil
apparatus yang berguna sebagai tempat melekatnya
mikroskop serta sumber cahaya. Sprayer berfungsi sebagai
alat penyemprot minyak parafin ke dalam ruang
penyemprotan hampa udara. Minyak parafin berfungsi
sebagai objek yang akan diamati. Mikroskop berfungsi
sebagai pembesar suatu objek agar lebih terlihat dan mudah
diamati. Stopwatch berfungsi sebagai alat penghitung waktu
untuk perpindahan setiap butiran minyak dari bawah ke atas
dan sebaliknya.
Untuk melakukan perhitungan jari-jari butiran
minyak dengan menggunakan rumus pada persamaaN:

(2.1)

Dimana v adalah vgravitasi yang didapat dari:


Vg = s/t...(2.1)
Jarak yang digunakan adalah 0,0005 m dan waktu yang
digunakan adalah waktu ketika belum diberikan medan
listrik atau tturun.
Diketahui nilai minyak sebesar 875,3 kg/m-3 dan
udara sebesar 1.29 kg/m-3. Sedangkan nilai udara sebesar
0,000018 poise atau 1,8 10-5 Ns/m2. Dengan demikian

JURNAL PRAKTIKUM FISIKA MODERN TETES MINYAK MILIKAN (2015) 1-5


besar jari-jari butiran minyak pada masing-masing tegangan
ditentukan dalam satuan meter.
Setelah mengetahui nilai q, dapat ditentukan
jumlah muatan pada butiran minyak. Nilai muatan e telah
diketahui sebesar 1,610-19C.

2
3
4
5
6
7

3,92

2,56

4,32

2,98

3,38

2,57

2,19

1,48

2,18

1,6

3,29

1,12

0,005
0,005
0,005
0,005
0,005
0,005

START
Tabel 2. Data percobaan tetesan minyak milikan dengan 300 V

tegangan 300 v

Diatur sumber cahaya


Pengulangan
1
2
3
4
5
6
7

Diatur tegangan input

Dimasukkan minyak
Dicari dan ditetapkan satu butiran
Diatur medan listrik

1,04

1,64

1,42

1,73

1,22

1,66

1,08

1,82

1,3

1,04

d (meter)
0,005

v naik (grafitasi)

v turun (medan)

r naik

r turun

1,09E-06
1,10E-06
1,05E-06
1,18E-06
1,47E-06
1,47E-06
1,20E-06

2,49E-06
1,92E-06
1,78E-06
1,92E-06
2,53E-06
2,43E-06
2,91E-06

0,000289

0,00041

1,65E-06

r turun

Tabel 4. Hasil perhitungan jari-jari butiran minyak dengan


300 V

r naik

Tabel 1. Data percobaan tetesan minyak milikan dengan 200 V

0,000327
0,000195
0,000168
0,000195
0,000338
0,000313
0,000446

v turun (medan)

Setelah melakukan percobaan tetesan minyak


milikan yang bertujuan untuk menentukan besar jari-jari
tetesan minyak dan untuk menentukan banyaknya setiap
muatan butiran minyak, didapatkan data pada tabel berikut:

0,000126
0,000128
0,000116
0,000148
0,000228
0,000229
0,000152

v naik (grafitasi)

Gambar 2. Flow Chart percobaan tetesan minyak milikan

1,53

1,78

Pengulanagan
Ganti

FINISH

3,96

1,22

1
2
3
4
5
6
7

Pengulanagan

Dicatat waktu tempuh dari


batas

tegangan 200 v
t naik
t turun

1,73

d (meter)
0,005
0,005
0,005
0,005
0,005
0,005
0,005

Tabel 3. Hasil perhitungan jari-jari butiran minyak dengan 200 V

Dikembalikan posisi switch

Pengulangan
1

t turun

Data yang telah diperoleh, dapat hitung nilai jarijari butiran minyak, muatan q, dan jumlah banyaknya
muatan yang hasilnya disajikan pada tabel-tabel di bawah:

Dicatat waktu tempuh dari


batas

Tegangan

t naik

1,97E3

JURNAL PRAKTIKUM FISIKA MODERN TETES MINYAK MILIKAN (2015) 1-5

0,000281

0,000305

0,000289

0,000301

0,000481
0,000352
0,00041
0,000463

1,63E-06
1,70E-06
1,65E-06
1,69E-06

0,000275

0,000385

1,61E-06

0,00025

0,000481

1,54E-06

06
2,13E06
1,83E06
1,97E06
2,09E06
1,91E06
2,13E06

2,51E-18

3,43E-18

7,05E-18

6,77E-18

6
7
Ratarata

6,08E-18
4,72E-18

n turun

3,01E-18

9,55E18
5,26E18
4,28E18
5,57E18
1,21E17
1,12E17
1,47E17
8,96E18

26,2323
9
18,7890
9

59,6835
6

15,7174
21,4638
9
44,0796
2
42,2850
4
38,0125
29,5114
2

32,8809
26,7626
7
34,8109
75,8305
3
69,8023
5
92,1362
1
55,9867
3

1,05E-17
9,46E-18

1,17E17
1,38E17
1,02E17

61,2199
2
65,7787
3
59,1108
2

n turun

n naik

9,80E-18

Q (muatan ) turun

Q (muatan) naik

Pengulangan

Tabel 6. Hasil perhitungan Q dan jumlah muatan untuk 300 V

1,09E-17

9,01E-18

9,53E-18

7
Ratarata

9,86E-18

72,9014
86,0555
3
63,5250
1

1,17E17
1,36E17
1,07E17
1,32E17
1,21E17

61,2199
2
68,3383
3
56,3123
8
59,5381
61,6454
6

72,9014
84,7240
2
66,6297
82,5644
9
75,6145
1

Tabel 7. Hasil perhitungan Q rata-rata dan jumlah muatan rata-rata

VOLT

q (rata-rata)

n (rata-rata)

200

6,84E-18
1,10E-17

42,749075
68,629983

300

n naik

4,20E-18

Q (muatan )
turun

Q (muatan) naik

Pengulangan

Tabel 5. Hasil perhitungan Q dan jumlah muatan untuk 200 V

9,80E-18

Pada percobaan tetesan minyak milikan ini setiap


peralatan dan bahan memiliki fungsi bermacam-macam, dan
antara satu alat dengan yang lain memiliki fungsi yang
berbeda-beda. Seperti minyak oil apparatus yang berfungsi
sebagai tempat untuk menyemprotkan minyak parafin.
Sprayer yang berfungsi sebagai alat untuk menyemprotkan
minyak parafin, kemudian sprayer sebagai penghasil
butiran-butiran atau tetesan minyak yang ukurannya sangat
kecil. Dalam percobaan ini minyak parafin digunakan
sebagai bahan atau objek untuk melakukan percobaan.
Karena minyak parafin memiliki nilai viskositas yang cukup
tinggi. Kemudian dalam percobaan ini terdapat mikroskop
yang mempunya lensa cembung, berguna untuk mengamati,
memperjelas dan memperbesar butiran-butiran minyak
parafin yang disemprotkan oleh sprayer tadi. Selanjutnya
terdapat sumber cahaya yang digunakan sebagai penerang
butiran minyak parafin tadi, sumber cahaya yang digunakan
yaitu berupa lampu. Dan yang terakhir terdapat stopwatch,
digunakan sebagai penghitung waktu tempuh yang
dibutuhkan untuk butiran-butiran minyak parafin tadi
bergerak dari batas bawah menuju batas atas, dan sebaliknya
bergerak dari batas atas menuju batas bawah.
Ketiak minyak parafin disemprotkan, makan akan
terdapat butiran-butira minyak yang memiliki ukuran yag
berbeda-beda. Dikarenakan minyak tersebut tidak tunggal
namun berkoalisi. Kemudian, butiran minyak parafin
tersebut diberi medan listrik dengan mengatur switch
pembalik sehingga butiran minyak parafin bergerak naik ke
atas. Koalisi yang besar memiliki waktu yang cepat karena
bila secara analogi, butiran minyak adalah besi yang
semakin besar maka semakin mudah ditarik oleh magnet dan
semakin cepat sehingga nilai t medan yang dihasilkan
berbeda-beda pada variasi tegangan.
Dapat dilihat pda tabel 3 dan 4, pada saat diberi
tegangan yang berbeda yakni 200 V dan 300 V, jari-jari
butiran minyak parafin yang dihasilkan berbeda, hal itu
disebabkan karena beberapa faktor. Karena pada saat
melakukan percobaan ini terdpata beberapa kendala, salah
satunya yaitu pada saat mengamati butiran minyak parafin

JURNAL PRAKTIKUM FISIKA MODERN TETES MINYAK MILIKAN (2015) 1-5


dengan mikroskop. Disebabkan karena mata pengamat tidak
sejajar dedengan mikroskop, sehingga hasil pengamatan
yang tertangkap tidak begitu jelas. Dalam prcobaan ini juga
membutuhkan waktu yang cukup lama, dikarenakan butiran
yang dihasilkan minyak parafintersebut sangat sensitif
terhadap medan listrik. Dan dalam percobaan ini juga
dibutuhkan waktu tempuh yang digunakan butiran itu untuk
bergerak ke batas atas dan bawah. Apabila butiran pecah,
pada saat diberi medan magnet, maka harus dilakukan
pengamatan ulang untuk butiran baru.
III. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa besarnya jari-jari yang dihasilkan saat
diberi tegangan 200 V adalah 1,75239E-06 m dengan
muatan yang dihasilkan yaitu 6,83985E-18 C sedangkan
pada saat diberi tegangan 300 V adalah 1,82126E-06 m
dengan muatan yang dihasilkan yaitu 1,09808E-17 C..
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada asisten
laboratorium fisika modern dalam percobaan tetesan minyak
milikan yaitu Agustin Leny P., Roihatur Rohmah yang telah
bersedia membantu membantu dalam praktikum tetes
minyak milikan ini serta dalam proses pembuatan laporan.
Dan juga kepada tim satu kelompok atas kerja samanya
dalam melakukan percobaan ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Dosen-Dosen Fisika. 2010. Fisika II Listrik Magnet
Gelombang Optika Fisika Modern. Surabaya: Yohanes
Pembina Jurusan Fisika
[2] Cutnel, John D. 2007. 7th Edition Physics. Asia: JohnWiley & Sons, Inc.
[3] Giancoli, Douglas C. 1998. Fisika Edisi kelima.
Jakarta: Erlangga
[4] Haliday, David, dkk. 2011. Fisika Dasar. Jakarta:
Erlangga
[5] Krane, Kenneth S. 1992. Fisika Moder. Jakarta:
Universitas Indonesia