Anda di halaman 1dari 2

Kontrol Positif dan Kontrol Negatif dari Ekspresi Gen

Regulasi dari ekspresi gen, Induksi atau mengaktifkan gen dan represi, atau
menonaktifkan gen dapat dicapai dengan keduanya yaitu mekanisme kontrol positif dan
mekanisme kontrol negatif. Kedua mekanisme tersebut melibatkan partisipasi gen-gen
regulator, gen tersebut yang mengkode produk yang mengatur ekspresi gen lainnya. Pada
mekanisme kontrol positif, produk dari gen regulator diperlukan untuk mengaktifkan ekspresi
satu atau lebih gen struktural (gen yang menentukan urutan asam amino dari enzim atau
protein struktural), sedangkan pada mekanisme kontrol negatif produk dari gen regulator
diperlukan untuk menonaktifkan akspresi dari gen struktural. Regulasi positif dan negatif
diilustrasikan pada keduanya yaitu sistem diinduksi dan direpresi.
Gen diekspresikan ketika RNA polimerase mengikat promotornya dan mensintesis
sebuah transkrip RNA yang mengandung daerah pengkode gen. Produk dari gen regulator
bertindak dengan mengikat ke sebuah situs yang disebut situs pengikat protein regulator
(RBPS) yang berdekatan dengan promotor gen struktural. Ketika produk dari gen regulator
terikat dengan RPBS, transkripsi dari gen-gen struktural akan diaktifkan pada sistem kontrol
positif dan akan dimatikan pada sistem kontrol negatif. Produk dari gen regulator tersebut
dinamakan aktivator karena produk tersebut mengaktifkan ekspresi gen pada sistem kontrol
positif dan dinamakan represor karena produk tersebut menekan ekspresi gen pada sistem
kontrol negatif. Mengikat atau tidaknya protein regulator pada RPBS tergantung pada
keberadaan molekul efektor dalam sel. Efektor biasanya merupakan molekul-molekul kecil
seperti sebagai asam amino, gula, dan metabolit yang sama. Molekul-molekul efektor yang
terlibat dalam induksi ekspresi gen disebut inducer , sedangkan yang terlibat dalam represi
dari ekspresi gen dinamakan co-represor.
Molekul-molekul efektor (induser dan co-represor) mengikat produk gen regulator
(aktivator dan represor) dan menyebabkan perubahan dalam struktur tiga dimensi protein ini.
Perubahan konformasi dalam struktur protein yang dihasilkan dari mengikat molekulmolekul kecil disebut transisi alosterik. Perubahan konformasi dalam protein sering
mengakibatkan perubahan dalam aktivitasnya. Pada kasus aktivator dan represor, transisi
alosterik disebabkan oleh pengikatan molekul efektor yang biasanyaa mengubah kemampuan
molekul efektor untuk mengikat situs regulator protein yang berdekatan dengan promotor gen
struktural yang dikontrol.

Pada mekanisme kontrol negatif, diinduksi, represor bebas mengikat RPBS dan
mencegah transkripsi gen struktural di tidak adanya penginduksi. Ketika penginduksi ada,
penginduksi terikat oleh represor dan represor/penginduksi kompleks tidak dapat mengikat
RPBS tersebut. Dengan tidak adanya represor yang terikat pada RPBS, RNA polimerase
mengikat promotor dan mentranskripsi gen struktural. Pada mekanisme kontrol positif,
diinduksi, aktivator tidak bisa mengikat RPBS kecuali penginduksi hadir, dan RNA
polimerase tidak dapat mentranskripgen struktural kecuali kompleks aktivator/penginduksi
terikat untuk RPBS tersebut. Demikian,transkripsi dari gen struktural hanya dapat diaktifkan
dengan adanya penginduksi.
Pada mekanisme pengaturan direpresi negatif, transkripsi gen struktural terjadi karena
tidak adanya co-represor, tetapi tidak dalam keberadaannya. Ketika kompleks represor / corepresor terikat untuk RPBS, itu mencegah RNA polimerase untuk mentranskripsikan gen
struktural. Dengan tidak adanya co-represor, represor bebas tidak bisa mengikat RPBS.
Dengan demikian, RNA polimerase dapat berikatan dengan promotor dan mentranskrip gen
struktural. Pada mekanisme kontrol positif direpresi produk dari gen regulator, aktivator,
harus terikat pada RPBS agar RNA polimerase mengikat promotor dan mentranskrip struktur
gen. Ketika co-represor hadir, membentuk kompleks dengan protein aktivator, dan kompleks
aktivator / co-represor ini tidak dapat mengikat RPBS. Akibatnya, RNA polymerase tidak
dapat mengikat promotor dan mentranskrip gen struktural.
Adapun untuk memahami detail dari keempat mekanisme regulasi yaitu fokus pada
perbedaan utama diantara keempatnya. (1) Produk gen regulator, aktivator, berpartisipasi
dalam mengaktifkan ekspresi gen pada mekanisme kontrol positif, sedangkan produk gen
regulator, represor terlibat dalam menonaktifkan ekspresik dalam mekanisme kontrol negatif.
(2) Dengan kedua mekanisme kontrol positif dan negatif, ekspresi gen diinduksi atau
direpresi tergantung pada apakah protein regulator bebas atau protein regulator/efektor
molekul kompleks terikat pada situs pengikat pada protein regulator.

Pertanyaan :
1.