Anda di halaman 1dari 34

KALIBRASI OVEN

Ghufron Zaid

Tujuan

Kalibrasi oven dilakukan untuk


mengetahui keseragaman suhu di dalam
ruangan oven dan sebagai acuan untuk
menentukan kelayakan oven untuk tujuan
pemakaian tertentu

Lingkup

Yang dimaksud dengan enklosur adalah sebuah fasilitas


teknik yang memungkinkan diwujudkannya nilai-nilai suhu
udara yang ditentukan secara selektif dalam sebuah volume
tertutup dalam suatu rentang kerja.
Panduan ini berlaku untuk penentuan karateristik suhu oven
yang digunakan di industri. Karakteristik suhu yang dimaksud
ditentukan pada keadaan tanpa beban dalam keadaan tunak
(steady-state).
Penentuan karakteristik suhu ini tidak memperhitungkan
parameter lain seperti kelembaban, aliran udara maupun
emisifitas dinding yang bisa jadi dapat dikendalikan.

Lingkup

Panduan ini berlaku bagi semua oven untuk semua


ukuran/dimensi, rentang suhu, moda operasi,
metode konstruksi maupun jenis dan tujuannya.
Daerah kerja adalah bagian dalam oven yang akan
ditentukan karakteristik suhunya. Untuk sebagian
besar oven, ruang kerja adalah keseluruhan
ruangan bagian dalam oven.

Prinsip kalibrasi

Pengukuran suhu dilakukan pada lokasi-lokasi titik


ukur tertentu di dalam daerah kerja (working space)
oven selama 1 jam atau 5 siklus terhitung setelah
tercapai suhu yang stabil. Variasi total dihitung dari
nilai suhu maksimum dan minimum dari semua
lokasi titik ukur. Variasi total merupakan indikator
unjuk kerja dari oven yang dikalibrasi.
Penentuan jumlah lokasi titik ukur dan jumlah
sensor suhu yang digunakan adalah seperti
diuraikan pada bagian 6.1.

Prinsip kalibrasi

Selama proses kalibrasi berlangsung suhu ambien


tidak boleh berubah lebih dari 10 oC. Sumber daya
listrik tidak boleh berubah lebih dari 10% atau
seperti yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat
oven.
Apabila pembacaan dan/atau perekaman suhu
dilakukan secara manual, pembacaan harus
dilakukan sehingga variasi suhu jangka pendek
(karena pengaruh siklus pengendali suhu) dapat
terekam

Sensor suhu

Sensor suhu yang digunakan harus terkalibrasi


dalam rentang yang sesuai dengan rentang
pemakaian. Sensor suhu dipilih mempunyai
ketidakpastian tidak lebih dari 1/3 (sepertiga) dari
variasi total maksimum yang diijinkan.
Resolusi indikator sensor suhu yang digunakan
tidak boleh lebih dari 1/10 (sepersepuluh) dari
variasi total maksimum yang diijinkan.

Sensor suhu

Sensor suhu harus mempunyai waktu respon yang


lebih cepat dari pada variasi temporal oven.
Semua sensor suhu yang digunakan harus
mempunyai waktu respon yang sama. Misalnya
dengan menggunakan termokopel yang berasal
dari gulungan yang sama.
Sensor suhu ditempatkan pada lokasi titik ukur
dengan tidak menempel pada dinding oven

Prosedur kalibrasi

Tentukan suhu oven dan toleransinya yang akan diuji,


yaitu t t
Nilai toleransi suhu dapat diperoleh dengan salah satu
cara sebagai berikut
Dari spesifikasi oven yang terdapat pada manual
pemilik/pengguna, atau
Apabila tidak informasi dari manual, toleransi dapat
dimintakan dari pelanggan. Dalam hal ini toleransi
suhu diartikan sebagai nilai toleransi yang
diinginkan, yang belum tentu tercapai, atau
Toleransi suhu adalah 1,5x ketidakpastian sensor
suhu yang digunakan.

Prosedur kalibrasi

Hitung variansi total R0 = 2 x t


Catat suhu ruang, truang
Hitung perbedaan suhu oven dengan
suhu ruang : D = t - truang
Hitung grading factor :
f = ( 100 x Ro )/(100 + D )

Prosedur kalibrasi

Carilah dari Tabel 1 nilai grading factor maksimum,


fm yaitu yang paling dekat dan lebih besar daripada
f. Misalkan bila f = 2,5 maka fm = 2,83.
Cari nilai kelas enclosure, G dengan persamaan :

fm = 2

(8 G ) / 2

atau

G = 8 6.64 log 10 fm

Tabel 1 Faktor pengkelasan dan Variasi


Grade
(G)

Maximum
permissible grading

Maximum permissible overall variation (Rm) C

factor (fm)

D = 30

D = 100

D = 300

D = 1000

11.3

15

23

45

120

8.0

10

16

32

88

5.66

7.4

11

23

62

4.00

5.2

8.0

16

44

2.83

3.7

5.7

11

31

2.00

2,6

4.0

8.0

22

1,41

1.8

2.8

5.7

16

1.00

1.3

2.0

4.0

11

0.707

0.92

1.4

2.8

7.8

10

0.500

0.65

1.0

2.0

5.5

11

0.354

0.46

0.71

1.4

3.9

12

0.250

0.33

0.50

1.0

2.8

13

0.177

0.23

0.35

0.71

2.0

14

0.125

0.16

0.25

0.50

1.4

Prosedur kalibrasi

Carilah dari tabel, nilai ekivalen grade dari fm yaitu G.


Misalnya bila fm = 2,83 maka G = 5

Hitung jumlah titik pengujian pada oven, N, yaitu


dengan menggunakan rumus :

N = 3 + 3 . G0,6.V0,2
dimana V = volume oven dalam m3.

Siapkan N buah sensor suhu yang telah terkalibrasi


dengan ketidakpastian tidak lebih dari 0,3.Ro dan bila
memungkinkan lebih kecil dari 0,3.Ro.
Sensor suhu ditempatkan pada lokasi titik ukur dengan
tidak menempel pada dinding oven.

Rectangular enclosure
10A

17E

6A

15F

3A

19E
8F

4F

13A

20E
9A
12F

1C

11F

14A

18E

2A

5A

16E
7F

Position code:
C = Centre
F = Centre of face
A = Corner
E = Centre of edge

Contoh untuk 9 titik pengukuran


6A

3A

8F

4F

9A
1C

2A

5A
7F

Position code:
C = Centre
F = Centre of face
A = Corner
E = Centre of edge

Rectangular enclosure

Garis tengah

16*

18*

0
0

180

1
1

315

11

20

2
3

3
4

4
5

225

90

17*

13

7
9

8
10

225

90

5
6

6
7

135

12

* untuk rasio panjang/diameter lebih besar dari 5

15*

10

9
11

12

270

14*

10
13

11
14

45

315

12
15

180

19

13

14

15

16 (bagian)

135

0 (derajat)

16

270

45

Contoh untuk tiga titik pengukuran


2
1
3

Contoh pemasangan tiga buah termokopel untuk 3 titik pengukuran


2
1

Contoh untuk tujuh titik pengukuran

Prosedur kalibrasi

Tempatkan sensor-sensor pada posisi-posisi tertentu,


dimana pada posisi-posisi tersebut dapat dilakukan
pengukuran suhu-suhu yang ekstrim yang terdapat
pada bidang tempat pengujian yang ada dalam oven.
Pada Gambar 1 ditunjukkan skema distribusi
geometrik sensor di dalam bidang tempat pengujian
yang ada dalam oven.

Nyalakan oven pada suhu yang diminta.

Bila penunjukan oven sudah stabil, yaitu dapat dilihat


dari indikator oven, lakukan pengukuran untuk satu
titik uji. Yang diamati adalah nilai minimum dan
maksimum dan catat pada work sheet berikut ini :

Work Sheet :
Set :

No. TC
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Indikator
Suhu ruang

Penunjukkan standar (C)

tmax

tmin

Besaran yang diperoleh

tmax-tmin

0.5(tmax+tmin)

Evaluasi hasil kalibrasi


Suhu indikator oven = .
Suhu oven yang terukur =
Variasi suhu :

berdasarkan

posisi pada oven = .


berdasarkan perubahan waktu =
total = ..

Suhu ruang =

Evaluasi hasil kallibrasi

Rentang suhu = nilai Maks. nilai Min. =


tmax - tmin
Nilai Tengah = ( tmax + tmin )/2

untuk setiap posisi TC, indikator dan


suhu ruang.

Perhitungan hasil kalibrasi

Suhu indikator oven = Nilai Tengah Indikator


Suhu oven yang terukur =[(tmax)max + (tmin)min]/2
Variasi suhu :
- berdasarkan posisi pada oven = (Nilai Tengah)max - (
Nilai Tengah)min
- berdasarkan perubahan waktu = (tmax tmin)max
- total = (tmax)max (tmin)min
Suhu ruang = Nilai Tengah Suhu ruang

Laporan
Setting
(C)

Suhu
Indikator
(C)

Suhu
Terukur
(C)

Ketidakpastian Total :

Variasi
Spasial
(C)

Variasi
Temporal
(C)

Variasi
Total (C)

ANALISIS KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN


Model pengukuran :
K = ttrue - tindicated
dengan :

K koreksi yang harus diberikan pada


penunjukan indicator enclosure untuk
memperoleh nilai benar temperatur di dalam
enclosure

tindicated penunjukan indicator enclosure

ttrue estimated true temperature di dalam


enclosure

tindicated (AS 2853) = (tmax,indikator,all +


tmin,indikator,all)

sumber ketidakpastian:
a. estimasi true temperature:
a.1. temperatur sensor + indikator standar:
a.1.1. kalibrasi temperatur sensor + indikator standar
a.1.2. drift / instability temperatur sensor + indikator
standar
a.2. variasi measured temperature (overall variation):
a.2.1. variasi spasial
a.2.2. variasi temporal
b. penunjukan indikator enclosure:
b.1. keterbatasan resolusi indikator
b.2. variasi penunjukan indikator

Ketidakpastian baku dari standar


Ketidakpastian baku standar diperoleh dari
sertifikat kalibrasi standar (Ub1) yang
digunakan :

U 95
u b1 =
k
dengan k adalah faktor cakupan

Ketidakpastian baku dari drift standar

Ketidakpastian drift standar diperoleh dari


nilai lama (nold) dan baru (nnew) pada
sertifikat kalibrasi dengan asumsi
distribusinya adalah segi-empat.
1
(nold n new )
ub2 = 2
3

Ketidakpastian baku dari variasi spasial

Ketidakpastian baku dari variasi spasial


diperoleh dari selisih Nilai terbesar dan
terkecil pada pembacaan standar dari
seluruh titik ukur dengan asumsi
distribusinya adalah segi-empat.

ub3 =

1 2 (var iasi _ spasial )


3

Ketidakpastian baku dari variasi temporal

Ketidakpastian baku dari variasi temporal


diperoleh dari selisih maksimum dari Nilai
terbesar dan terkecil pada pembacaan
standar dari satu titik ukur dengan asumsi
distribusinya adalah segi-empat.

ub4 =

1 2 (var iasi _ temporal )


3

Ketidakpastian baku dari pembacaan alat


(indicator)

Ketidakpastian pembacaan indicator pada oven


diperoleh dari Nilai Skala Terkecil (NST) yang
terbaca pada alat tersebut dengan asumsi
distribusinya adalah segi-empat.

1 NST
2
ub5 =
3

Ketidakpastian baku dari variasi indikator

Ketidakpastian baku dari variasi indikator


diperoleh dari selisih Nilai terbesar dan
terkecil pada pembacaan alat dari setiap
titik ukur dengan asumsi distribusinya
adalah segi-empat.

1 (t , max t , min )
ind
ind
2
ub6 =
3

Ketidakpastian gabungan
u gab = ub1 + ub2 + ub3 + ub4 + ub5 + ub6
2

U 95% = K .u gab