Anda di halaman 1dari 13

PERCOBAAN 4

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA FISIKA II
PENENTUAN BERAT MOLEKUL POLIMER
Yang dibina oleh :
Dr. Sumari, M.Si
Yahmin, S.Pd., M.Si., Dr., H
.

Oleh :
Kelompok IX
1) Mukh. Syahrul Jamil
2) Natasha Khilmi
3) Nofita Nafiatul Dinia

(140332604114)
(140332601350)***
(140332605111)

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
September 2016

PENENTUAN BERAT MOLEKUL POLIMER


A. TUJUAN
Dapat menentukan berat molekul polimer secara viskosimetri.
B. DASAR TEORI
Polimer atau kadang-kadang disebut sebagai makromolekul, adalah molekul
besar yang dibangun oleh pengulangan kesatuan kimia yang kecil dan sederhana.
Akibatnya molekul-molekul polimer umumnya mempunyai massa molekul yang sangat
besar. Sebagai contoh, polimer poli (feniletena) mempunyai harga rata-rata massa
molekul mendekati 300.000. Hal ini yang menyebabkan polimer tinggi memperlihatkan
sifat sangat berbeda dari polimer bermassa molekul rendah, sekalipun susunan
kedua jenis polimer itu sama.
Polimer terbentuk dari dua jenis reaksi polimerasi. Yang pertama adalah
Polimerisasi adisi yaitu polimer yang terbentuk melalui reaksi adisi dari berbagai
monomer. Contoh polimer adisi adalah polistirena (karet ban), polietena (plastik),
poliisoprena (karet alam), politetraflouroetena (teflon), PVC, dan poliprepilena (plastik).
Yang kedua adalah Polimerisasi kondensasi yaitu polimer yang terbentuk karena
monomer-monomer saling berikatan dengan melepaskan molekul kecil.
Berdasarkan sumbernya polimer dibedakan menjadi dua jenis. Pertama adalah
polimer alam yang berasal dari alam dan makhluk hidup. Contohnya karet alam,
selulosa (dari monomer-monomer glukosa), protein (dari monomer-monomer asam
amino), amilum dan asam nukleat. Kedua adalah Polimer sintesis/buatan yaitu
polimer yang tidak terdapat di alam dan harus dibuat terlebih dahulu oleh manusia.
Contoh: nilon (dari asam adipat dengan heksametilena), PVC (dari vinil klorida),
polietilena,dan lain-lain.
Berdasarkan jenis monomer dibedakan atas dua jenis yaitu hopolimer dan
kopolimer. Homopolimer

terbentuk

dari

monomer-monomer sejenis. Contoh:

polisterina, polipropilena, selulosa, PVC, teflon. Yang kedua adalah kopolimer


terbentuk

dari monomer-monomer yang tak sejenis. Contoh: nilon 66,

tetoron,

dakron, protein (dari berbagai macam asam amino), DNA (dari pentosa, basa
nitrogen, dan asam fosfat), bakelit (dari fenol dan
urea dan formaldehida).

formaldehida), melamin (dari

Berdasarkan sifat termalnya, polimer dibedakan aatas dua jenis yaitu polimer
termoplas dan polimer termosetting. Polimer termoplas/termoplastis adalah polimer
yang melunak ketika dipanaskan dan dapat kembali ke bentuk semula. Contoh: PVC,
polietilena, polipropilena. Polimer thermosetting adalah polimer yang tidak melunak
ketika dipanaskan dan tidak dapat kembali ke bentuk semula. Contoh: melamin,
selulosa.
Salah satu cara untuk menentukan berat
viskositas

Ostwald.

encer atau

Viscometer

kurang

kental.

molekul

polimer

adalah metode

Oswald digunakan untuk mengukur sampel yang


Berdasarkan

persamaan poisseulle,

dengan

membandingkan waktu alir cairan sampel dan cairan pembanding menggunakan


alat yang sama.
Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang merupakan
gesekan antara molekul-molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan
yang mudah

mengalir

dapat

dikatakan

memiliki viskositas yang rendah, dan

sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang


tinggi. Dalam prakteknya koefisien viskositas [] ditentukan dengan penentuan laju
aliran lewat pipa.

Viskosimeter Brookfield
Berat molekul polimer dapat dihubungkan dengan viskositas larutan
polimer.
Hubungan tersebut dapat digambarkan oleh persamaan berikut:

keterangan:
[]
= viskositas intrinsik
sp
= viskositas spesifik

= 0 - 1 atau
=

0
t

t
t0

= viskositas larutan polimer


= viskositas pelarut murni
= waktu alir larutan polimer antara 2 tanda pada

viskosimeter
t0
= waktu alir pelarut murni antara 2 tanda pada
viskosimeter.
A & K = tetapan, yang harganya tergantung jenis polimer dan
pelarutnya.
M
= berat molekul polimer.
Dengan cara mengalurkan grafik antara sp/C versus C diperoleh
intercept [].
Kemudian dengan memasukan nilai viskositas intrinsik ke dalam
persamaan (1) di atas,
berat molekul polimer dapat ditentukan.

C. ALAT DAN BAHAN


1. Alat

Labu ukur (500 mL, dan 250 mL)

Kaca arloji

Viskosimeter Brookfield

Gelaas kimia 250 mL sebanyak 4 buah


2. Bahan

Polivinil alkohol (PVA)

Aquadest

D. PROSEDUR PERCOBAAN
NO
1

Langkah kerja
Menyiapkan larutan PVA
Ditimbang 5 gram PVA

Setelah itu dimasukkan dalam beaker glass 250 mL

Dilarutkan dengan 200 mL aquades panas sampai semua PVA larut

Dipindahkan dalam labu takar 500 mL dan ditambahkan aquades dingin


sampai tanda batas

Dipindahkan separuhnya dalam labu takar 250 mL dan sisanya dalam beaker
gelas 250 mL. Ditandai larutan dalam beaker gelas sebagai C

Larutan C
Dipindahkan lar.PVA dari labu takar 250 mL ke dalam labu takar 500 mL,

dan diencerkan sampai tanda batas.


Larutan dibagi menjadi dua bagian, dalam labu takar 250 mL dan dalam
gealas beaker 250 mL yang ditandai sebagai larutan 0,5 C

8
9

Diulangi langkah 6 dan 7 untuk membuat larutan PVA 0,25 C dan 0,125 C.
Mengukur Viskositas larutan PVA
Dimasukkan 250 mL aquades dalam sample container. Diukur
viskositasnya sampai diperoleh nilai konstan

10
11

Diukur viskositas larutan PVA dari konsentrasi 0,125C; 0,25C ; 0,5C; dan C
Dalam setiap pengukuran dimasukkan 250 mL larutan dalam sample
container.

E. DATA PENGAMATAN
Penentuan BM menggunakan viskosimeter Brookfield
Diket: Massa PVA

: 5 gram

Volume pelarut aquades

: 500 mL

Jadi didapat,
konsentrasi 1C

0.5 C
0.25 C
0.125 C
0C
Konsentr
asi
Larutan
0C
0.125 C
0.25 C
0.5 C
C

5g
500 mL

= 0.01

g
mL

: 0.5 x 0.01 = 0.005

g
mL

: 0.25 x 0.01 = 0.0025

g
mL
g
mL

: 0.125 x 0.01 = 0.00125


g
mL

: 0 x 0.01 = 0

Konsentr
asi
Larutan
(g/mL)

1.5

1.5

1.5

1.5

0.00125

2.5

2.5

2.3

0.0025

2.5

2.5

2.5

2.5

0.005

2.5

2.8

0.01

3.5

3.5

3.3

F. ANALISA DATA

viskositas
1

Viskositas
Rata-rata

Pada percobaan penentuan berat molekul polimer ini, alat yang


digunakan yaitu viskosimeter Brookfield. Sampel yang digunakan yaitu
polivinil alkohol (PVA) dan didasarkan pada kekentalan larutan. Berat
molekul PVA yang diperoleh nantinya merupakan berat molekul rata-rata.
Viskositas larutan PVA dihitung menggunakan variasi konsentrasi larutan
sebesar 0.125 C, 0.25C, 0.5C, dan C. Digunakan aquades sebagai larutan
pembanding. Pelarutan serbuk PVA dilakukan melalui pemanasan untuk
mempercepat pelarutannya.
Penentukan berat molekul polivinil alkohol (PVA) dilakukan dengan

cara, yang pertama, dibuat kurva hubungan antara


C,dimana

sp

/C dengan

/C sebagai sumbu y dan konsentrasi larutan PVA (C)

sp

sebagai sumbu x.

/C merupakan viskositas tereduksi. Dari grafik

sp

tersebut, dapat ditentukan regresi linearnya. Kedua, dihitung viskositas


intrinsik yang didapatkan dari nilai intercept pada persamaan regresi
linear. Selanjutnya, yaitu dihitung berat molekul polimer PVA dengan
memasukkan nilai

ke dalam persamaan [

KM a , dimana pada

polimer PVA nilai K = 15.6 x 10-2 dan a = 0.76.


Berat molekul PVA secara viskosimetri ditentukan sebagai berikut:
1)Menentukan viskositas tiap larutan PVA
Diketahui:

20o C= 100.9 x

= viskositas murni aquades pada suhu


4

1 1

10

kg

m s

100.9

10

1 1

mm s

Konsentr
asi
Larutan

Konsentr
asi
Larutan
(g/mL)

viskositas

Viskositas
Rata-rata

atau
g

0C
0.125 C
0.25 C
0.5 C
C

1.5

1.5

1.5

1.5

0.00125

2.5

2.5

2.3

0.0025

2.5

2.5

2.5

2.5

0.005

2.5

2.8

0.01

3.5

3.5

3.3

polimer
x [o ]
aquades

2.3
4
1 1
x [100.9 x 104 g mm1 s1 ]
= 154.7 x 10 g mm s
1.5

2.5
x [100.9 x 104 g mm1 s1 ]
1.5

2.8
x [100.9 x 104 g mm1 s1 ]
= 1.5

3.3
4
1 1
x [100.9 x 10 g mm s ]
1.5

4
1 1
= 168.2 x 10 g mm s

4
1 1
= 188.3 x 10 g mm s

= 221.9

x 104 g mm1 s1

2) Menentukan viskositas spesifik tiap larutan PVA


sp
sp 1
sp 2
sp 3
sp 4

1o
o

2o
o

3o
o

4o
o

=
=
=
=

=
( 154.7 x 104 ) (100.9 x 104 )
(100.9 x 104)

( 168.2 x 104 )(100.9 x 104 )


(100.9 x 104 )

( 188.3 x 104 ) (100.9 x 104)


(100.9 x 104 )

( 221.9 x 104 ) (100.9 x 104)


(100.9 x 104 )

3) Menentukan viskositas reduksi tiap larutan PVOH

sp
C

= 0.53
= 0.67
= 0.87
= 1.19

1
2
3
4

sp 1
C

sp 2
C

sp 3
C

sp 4
C

0.53
0.00125

0.67
0.00 25

= 268

0.87
0.00 5

= 174

1.19
0.01

= 119

= 424

4) Menentukan viskositas intrinsik larutan PVOH

konsentrasi

Konsentrasi
(g/mL)

rata-rata

sp

0.53

424

0.67

268

0.87

174

1.19

119

100.9 x

0C
0.125 C

1.5

0.00125

2.3

104
154.7
x 104
168.2

0.25 C

0.0025

2.5

x 10

188.3

0.5 C
C

0.005

2.8

0.01

3.3

x 104
1221.9
4
x 10

Dapat dibuat grafik hubungan antara viskositas reduksi terhadap konsentrasi larutan
PVA seperti berikut.

Hubungan antara Viskositas Reduksi terhadap Konsentrasi Larutan PVA


450
400
350
300 f(x) = - 30212.17x + 387.87
R = 0.77
250
Viskositas Reduksi 200
150
100
50
0
0 0 0.01 0.01 0.01 0.01

Linear (-)
Linear (-)

C (g/mL)

y=mx+n
y = -30212 x + 387.87
n = = 387.87
2
dengan = 387.87, K = 15.6 x 10
dan a = 0.76

maka
M

[
[ ]
= K

M 0.76 =
M

0.76

M=
M

3 87 . 87
2
15.6 x 10

= 2486.346

0.76

2486.346

= 29365.96 g/mol

Dari perhitungan tersebut, didapatkan berat molekul dari PVA yakni


sebesar 29365.96 g /mol

G. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa berat molekul polimer PVA
secara viskosimetri sebesar 29365.96 g /mol .

H. DAFTAR PUSTAKA
Nugraheni , Novi Tri. Penentuan Berat Molekul (Mn) Polimer dengan
Metode
Viskositas.pdf (online),
(http://web.unair.ac.id/admin/file/f_41146_M1A.pdf) diakses pada
tanggal 03 September 2016
Rifat, Muhammad. 2013. Intisari Polimer Makromolekul (online),
(http://rifatkimia.blogspot.co.id/2013/05/percobaan-kimia-dasar-2-organik-c.html)
diakses pada tanggal 06 September 2016
Sumari, dkk. 2016. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika II. Malang: Jurusan Kimia,
FMIPA UM

I. JAWABAN PERTANYAAN
1. Bagaimanakah struktur kimia polivinil alkohol ?
2. Berdasarkan berat molekulnya, dihitung berapa jumlah satuan monomer yang ada
dalam polimer tersebut!
Jawaban :
1. Polivinil alkohol merupakan polimer dari monomer vinil alcohol yang memiliki
struktur molekul sebagai berikut.

Dari struktur tesebut diatas didapat struktur kimia polivinil alcohol :(C2H4O)n
M Polivinil alkohol
2. Jumlah satuan monomer =
M Vinil alkohol
Jumlah satuan monomer =

29365.96 g /mol
44 g /mol

= 667.41 satuan