Anda di halaman 1dari 3

SKALA NYERI FLACC

No.
1.

2.

3.

4.

KATEGORI

SKOR

FACE (WAJAH)

Otot wajah relax

Otot wajah tegang, sesekali meringis/mengerutkan dahi

Otot wajah terus menerus tegang, rahang mengunci

LEG (KAKI)

Posisi normal, relax

Gelisah, tegang

Menendang-nendang, kaki terangkat (lebih gelisah)

ACTIVITY (AKTIFITAS)

Tonus otot normal, bergerak dengan mudah

Tonus otot meningkat, pinggang menggeliat kedepan dan


belakang

Tonus otot kaku, badan melengkung kaku atau menyentaknyentak

CRY (TANGISAN)

Tidak menangis (saat bangun atau tidur)

Mengerang atau merengek, sesekali mengeluh

Terus menerus menangis, menjerit atau terisak-isak, sering


mengeluh

SKALA NYERI FLACC

No.
5.

KATEGORI

SKOR

CONSOLABILITY (MEMBUAT TENANG/NYAMAN)


Mudah ditenangkan

Dapat ditenangkan dengan sesekali sentuhan, pelukan atau diajak


bicara untuk mengalihkan perhatian (distraksi)

Sulit untuk ditenangkan atau dibuat nyaman dengan sentuhan


maupun pelukan

Nilai Total Skor 1-10

.../10

INSTRUKSI :

Observasi tingkah laku pasien dan berikan skor dari masing-masing lima kategori
pengukuran (dari 0,1 atau 2) sesuai dengan penjelasan yang diberikan

Jumlahkan masing-masing kategori yang telah didapat

Dokumentasikan skor .../10


0

= relax dan nyaman

4-6 = nyeri sedang


1-3 = kurang nyaman
7-10 = sangat tidak nyaman/nyeri berat
KRITERIA :
Neonatus dan bayi usia < 3 tahun, pasien dengan keterbatasan perkembangan mental
gangguan jiwa, bisu, tuli dan gangguan lain, lanjut usia yang tidak dapat menggunakan skor
subjektif.

SKALA NYERI FAS


(FUNCTIONAL ACTIVITY SCORE)
SKOR

KETERBATASAN

Tidak ada keterbatasan

Keterbatasan Sedang

Keterbatasan Berat

INSTRUKSI :
Perawat atau physiotheraphi mengobservasi pasien selama melakukan aktifitas pada daerah nyeri dan
memilih skor A, B, atau C
A Aktivitas pasien tidak dibatasi oleh rasa nyeri/faktor lain saat melakukan aktivitas yang
melibatkan
B Aktivitas pasien dapat dilakukan tetapi tidak sepenuhnya karena dibatasi oleh rasa nyeri/faktor
lain saat melakukan aktivitas yang melibatkan daerah nyeri atau disebut juga keterbatasan sedang
dimana kegiatan sebagian besar dapat dilakukan
C Aktivitas pasien sangat dibatasi oleh rasa nyeri/faktor lain saat melakukan aktivitas yang
melibatkan daerah nyeri
Contoh : pasien diminta menarik nafas panjang dan batuk pada pasien dengan masalah thorasic injuri,
atau pasien diminta memindahkan kaki yang terasa nyeri jika masalah nyeri terdapat pada kaki

KRITERIA :
Digunakan untuk semua pasien kecuali neonatus/bayi