Anda di halaman 1dari 4

Fisiologi Refraksi Mata

Refraksi merupakan pembengkokan atau pembiasan cahaya (dapat juga terjadi pada suara,
air, dan gelombang lain} ketika melewati suatu substansi transparan ke substansi lainnya.
Tanpa refraksi, kita tidak akan mampu untuk memfokuskan cahaya ke retina. Cahaya
dibiaskan setiap kali perjalanan pada sudut menjadi zat dengan indeks bias yang berbeda
(densitas optik). Perubahan arah disebabkan oleh perubahan kecepatan. Sebagai contoh,
ketika cahaya bergerak dari udara ke dalam air kemudian diperlambat, akan menyebabkan
sinar terus berjalan pada sudut atau arah yang berbeda.
Pembelokan suatu berkas cahaya (refraksi) terjadi ketika berkas berpindah dari satu medium
dengan kepadatan (densitas) tertentu ke medium dengan kepadatan yang berbeda. Cahaya
bergerak

lebih

cepa

melalui

udara

daripada

melalui

media

transparan

lainnya

misalnya : kaca,air. Ketika suatu berkas cahaya masuk ke medium dengan densitas yang lebih
tinggi, cahaya tersebut melambat (sebaliknya juga berlaku). Berkas cahaya mengubah arah
perjalanannya jika mengenai medium baru pada tiap sudut selain tegak lurus.
Maka pembiasan sinar tergantung pada dua hal:
- Perubahan kecepatan : jika zat menyebabkan suatu cahaya menjadi lebih cepat atau lebih
lambat, itu akan membiaskan (sudut) yang lebih besar.
- Sudut sinar datang : jika cahaya memasuki suatu substansi pada sudut yang lebih besar,
sudut pembiasan juga akan lebih terlihat. Di sisi lain, jika cahaya yang memasuki substansi
tegak lurus (pada 90 ke permukaan), cahaya akan masih melambat, tapi itu tidak akan
mengubah arah sama sekali.

Dua struktur yang paling penting dalam kemampuan retraktif mata adalah kornea dan
lensa.Permukaan kornea, struktur pertama yang dilalui cahaya sewaktu masuk ke mata,yang
melengkung berperan besar dalam reftraktif total karena perbedaan densitas pertemuan udara
dan kornea jauh lebih besar dari pada perbedaan densitas antara lensa dan cairan yang
mengelilinginya.Kemampuan refraksi kornea seseorang tetap konstan karena kelengkungan
kornea tidak pernah berubah.Sebaliknya kemampuan refraksi lensa dapat disesuaikan dengan
mengubah kelengkungannya sesuai keperluan untuk melihat dekat atau jauh. Strukturstruktur refraksi pada mata harus membawa bayangan cahaya terfokus diretina agara
penglihatan jelas.Apabila bayangan sudah terfokus sebelum bayangan mencapai retina atau
belum terfokus sebelum mencapai retina ,bayangan tersebut tampak kabur. Berkas-berkas
cahaya yang berasal dari benda dekat lebih divergen sewaktu mencapaimata daripada berkasberkas dari sumber jauh. Untuk membawa sumber cahaya jauh dan deka tterfokus di retina
(dalam jarak yang sama) , harus dipergunakan lensa yang lebih kuat untuksumber
dekat.Kekuatan lensa dapat disesuaikan melalui proses akomodasi.
Ada dua jenis lensa.: Sebuah lensa bikonveks yang lebih tebal di tengah daripada di tepi. Ini
adalah jenis lensa yang digunakan untuk kaca pembesar. Sinar cahaya paralel dapat
difokuskan ke titik fokus. Sebuah lensa bikonveks disebut lensa konvergen.

Sebuah kurva lensa cekung ganda ( bikonkaf) lebih tipis pada bagian tengah daripada di tepi.
Sinar cahaya akan dibiaskan ke arah luar (menyebar terpisah) saat mereka memasuki lensa
dan ketika meninggalkan lensa. Kekuatan lensa dapat disesuaikan melalui proses akomodasi.

HO memperkirakan bahwa 153 juta orang di seluruh dunia hidupdengan gangguan penglihatan akibat
kelainan refraksi mata. Angka ini tidak termasuk orang yang hidup dengan presbyopia yang tak
mungkin cukupsignifikan, menurut beberapa bukti awal.Hasil Survei Kesehatan Indera
Penglihatan dan pendengaran yangdilakukan oleh Depkes di sejumlah Propinsi di Indonesia
berturut-turut

padatahun

anggaran

2003/2004,

2004/2005,

2005/2006,

2006/2007,

ditemukankelainan refraksi sebesar 22,1% dan menempati urutan pertama dalam 10 penyakit
mata terbesar di Indonesia. Sedangkan angka kelainan refraksi padagolongan usia sekolah
adalah kurang lebih 5%. Kelainan refraksi ini dapatterjadi pada seluruh golongan umur
terutama

pada golongan anak sekolahyang berumur dari 6 sampai 18 tahun.

(http://www.who.int/features/qa/45/en)