Anda di halaman 1dari 3

PASIEN DALAM KEADAAN TERMINAL

STANDAR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

015/RSZ/SPO-42/V/2015

1/3

Tanggal Terbit

PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama RSU Zahirah

OPERASIONAL
01 Mei 2015

PENGERTIAN

Dr. Yulkanti Ruadewi, MARS


NIK : 90010
Keadaan terminal adalah suatu keadaan sakit dimna menurut akal
sehat tidak ada harapan lagi bagi si sakit untuk sembuh.
Kematian adalah suatu keadaan terputusnya hubungan tubuh dengan
dunia luar yang ditandai dengan tidak adanya denyut nadi,tidak
bernafas selama beberapa menit dan ketiadaan segala refleks,serta
ketiadaan kegiatan otak dan sudah dinyatakan oleh dokter yang

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

berwenang.
Agar pasien mendapat ketenangan dalam proses menuju kematian
NO.087/RSZ-DIRUT-PP/SK/V/2015 tentang pedoman manajemen
pasien tahap terminal
Melakukan asesmen tanda tanda klinis menjelang kematian
1. Kehilangan tonus otot,yang ditandai dengan:
a. Relaksasi otot mka sehingga dagu menjadi turun
b. Kesulitan dalam berbicara,proses menelan dan hilangnya
refleks menelan.
c. Penurunan kegiatan traktus gastrointestinal ditandai
dengan:nausea, muntah,perut kembung, obstipasi.
d. Penurunan control spinkter urinary dan rectal.
e. Gerakan tubuh yang terbaras
2. Kelambatan dalam sirkulasi,yang ditandai dengan:
a. Kemunduran dalam sensasi.
b. Cyanosis pada daerah ektrimitas

PASIEN DALAM KEADAAN TERMINAL

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

015/RSZ/SPO-

2/2

42/V/2015
PROSEDUR

c. Kulit dingin,pertama pada daerah kaki,kemudian tangan,


telinga, hidung.
Perubahan perubahan dalam tanda - tanda vital:
a. Nadi lambat dan lemah.
b. Tekanan darah turun.
c. Pernafasan cepat,cepat dangkal dan tidak teratur.
Gangguan sensori
a. Penglihatan kabur
b. Gangguan penciuman dan perabaan
Tanda tanda klinis saat meninggal:
1. Pupil mata melebar
2. Tidak mampu untuk bergerak.
3. Kehilangan refleks.
4. Nadi cepat dan kecil.
5. Pernafasan cyen stoke dan ngorok.
6. Tekanan darah sangat rendah.
7. Mata dapat tertutup atau agak terbuka.
Tanda tanda meninggal secara klinis:
1. Tidak ada respon terhadap rangsangan dari luar secara total.
2. Tidak adanya gerak dari otot,khususnya pernafasan
3. Tidak ada refleks.
4. Gambaran mendatar pada EKG.
Tindakan pada pasien tahap terminal atau menjelang kematian
A ( airways ) : memastikan jalan nafas paten.
- Posisi head tilt chin lift.
- Pasang oropharyngeal tube.
- Pasang nasopharygeal tube.
- Pasang endotracheal tube

PASIEN DALAM KEADAAN TERMINAL


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

015/RSZ/SPO-

3/3

42/V/2015
PROSEDUR

B ( breathing ) : Memastikan bahwa dada bias mengembang


simetris dan adekuat.
- Pemberian oksigen lewat selang maupun masker.
- Pemberian nafas bantuan bila apnea.
C ( circulation ) : Memastikan bahwa sirkulasi cukup,akral

hangat,produksi urin cukup.


-. Pemberian cairan infuse.
- Pemberian obat _ obatan jantung.
- Pemberian obat obatan vasokonstriktor.
- Pemantauan produksi urin melalui cateter urin.
Selain itu pasien berhak untuk:
Kebutuhan kebutuhan jasmaniah
- Menghilangkan rasa neri dengan memberikan anti
-

nyeri,mengubah posisi tidur dan perawatan fisik.


Memenuhi kebutuhan nutrisi melalui cairan infuse,

sonde.
Kebuthan kebutuhan emosi.
- Menenangkan pasien apabila mengalami ketakutan yang
hebat ( kekuatan yang timbul akibat menyadari bahwa
dirinya tak mampu mencegah kematian ).
- Mendampingi pasien yang ingin memperbincangkan tentang
kehidupan dimasa lalu dan kemudian hari.
- Memberikan kesempatan kepada keluarga pasien untuk
membrikan tuntunan menjelang ajal sesuai agama dan
UNIT TERKAIT

kebudayaan setempat.
1. Rawat Inap
2. ICU