Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN

KEPERAWATAN KELUARGA
DENGAN GASTRITIS

OLEH:
RANDI AGUSTIAN
1541312122

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS

GASTRITIS
I.

Definisi:
Gastritis atau lebih dikenal sebagai magh merupakan radang pada
lambung dan usus. Gastroenteritis merupakan gangguan dan jangkitan
pada saluran cerna yang seringkali menyebabkan sakit perut. Gastritis
yang disebabkan oleh jangkitan disebabkan karena mengkonsumsi
makanan atau minuman yang tercemar.Penyakit ini boleh menjangkiti
semua peringkat umur, tetapi lebih berbahaya jika terjadi pada anak-anak
(1 hingga 5 tahun) dan mereka yang berumur 60 tahun ke atas.

II.

Etiologi:
Penyebab gastritis secara umum adalah:
1. Infeksi virus: Virus Norwalk, Adenovirus, enterovirus, Rotavirus,
Norovirus, Cytomegalovirus (CMV), dll.
2. Infeksi Bakteri: Helikobacter pylori
3. Gangguan Nutrisi: Makanan Atau Air yang dicemari oleh bakteri
atau parasit
4. Reaksi terhadap makanan baru.
5. Efek

samping

dari

pengobatan:

OAINS/NSAID,

konsumsi

Alkohol, Kortikosteroid/ kortison / kafein, Aspirin, atau


Antibiotik.

6. Gangguan imunologik
7. Psikosomatik
8. Enzim mukolitik (lisozim), pepsin, Asam lambungk
III.

Patofisiologi:
a. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala meliputi:
- Syndroma Dispepsia: Disfagia, Nyeri dada, Nyeri epigastrium,
Anoreksia, Nausea, Vomitus, Cepat kenyang, kembung
- Kram/ Kejang dan nyeri Abdomen
- Udem, Low-grade fever.
- Diare, Melena, Hematokezia (perdarahan per rektal)
- Mules, colic, BB menurun
- Takikardi, Letih dan Sakit kepala
- Gejala penyebaran: asites, ikterus, obstruksi total, sesak
karena metastase paru, pembesaran KGB, nyeri tulang.
b. Komplikasi
- Dehidrasi: muntah muntah hebat, intake kurang
- Kolik abdomen; nyeri hebat.
- Perforasi/ obstruksi
- Kanker lambung
- Peritonitis (radang selaput rongga perut) karena
appendix yang pecah
- Abses infra-abdomen

IV.

Penatalaksanaan
1. Minum banyak untuk mencegah dehidrasi.
2. Kesenangan kembali ke makan. Secara berangsur-angsur mulai
makan makanan easy-to-digest, seperti kue kering asin, roti panggang,
agar-agar, pisang, beras dan ayam. Perhentian yang makan jika mual
kembali. Hindari susu dan produk susu, kafein, alkohol, nikotin, dan
makanan berbumbu atau berlemak untuk beberapa hari.
3. Pertimbangkan acetaminophen (Tylenol) untuk mengatasi ansietas
kecuali jika kamu mempunyai penyakit hati.
Penatalaksanaan Medis:
Cari bantuan medis jika:
1. Muntah lebih dari dua hari.
2. Diarrhea lebih panjang dlm sehari.
3. Diarrhea berdarah.
4. Demam 101 F atau lebih tinggi.
5. Lightheadedness/ membuat pingsan saat duduk
6. Kebingungan berkembang.
7. Worrisome sakit abdominal berkembang.
Apabila pengeluaran kelenjar mukus tidak mencukupi, maka
dinding usus tidak dapat dipertahankan. Apabila makanan yang
dimakan melalui esofagus, pepsin perut mulai dikeluarkan. Karena
pepsin perut mengandung HCl, maka akan secara langsung
mengikis dinding perut sehingga lambungnya terasa sakit.
Sebagian orang menganggap sakit lambung-usus disebabkan oleh
asam lambung yang meningkat. Sehingga cara perawatannya hanya
dipermukaan saja. Kebanyakan obat sakit lambung mempunyai
antasida untuk menetralkan asam lambung. Apabila asam lambung
berkurang, maka rasa sakit juga berkurang. Tetapi penyakit tersebut
tidak sembuh, melainkan hanya rasa sakit yang berkurang untuk
sementara waktu. Asam lambung merupakan zat yang sangat

bernilai karena dapat menguraikan protein makanan menjadi asam


amino agar dapat diserap usus.
Begitu juga mineral harus dilarutkan oleh asam lambung agar lebih
mudah diserap. Penggunaan obat lambung menyebabkan protein
dan mineral tidak dapat diserap secara normal. Apabila kekurangan
protein ini tidak dapat dipenuhi, maka radang sukar diobati dan
tekanan jiwa bertambah, pada akhirnya penderita terpaksa
menjalani pembedahan.
Menurut penelitian ilmuwan dari Amerika Serikat, penyebab utama
terjadinya radang usus halus disebabkan oleh meradangnya
kelenjar empedu. Walaupun masalah radang usus halus tidak
banyak, tetapi pada umumnya berawal dari meradangnya kelenjar
empedu. Kelenjar empedu biasanya berwarna kuning dan bersifat
alkali. Apabila elemen ber-alkali dalam hati tidak dikembalikan
lagi setelah digunakan, maka kelenjar empedu menjadi asam
sehingga empedu menjadi meradang. Spirulina kaya dengan
elemen beralkali, maka dapat dijadikan sebagai diet yang paling
mujarab.
Jelas bahwa cara radikal untuk merawat radang lambung dan usus
adalah menambah konsumsi protein dan makanan yang kaya
dengan protein. Vitamin Bkompleks berfungsi untuk mengatur asam
lambung. Misalnya, perut buncit karena kekurangan asam
lambung, vitamin B1 dapat menambahkan asam lambung; bila
asam lambung berlebihan, penggunaan asam pantotenat (sejenis
vitamin B) dapat mengurangi asam lambung. Mineral juga dapat
membantu memulihkan fungsi penyerapan hati dan lambung ke
kondisi normal. Vitamin B6 dapat membantu mengubah serin dan
metionin menjadi kolin agar kelenjar empedu menjadi normal.

Spirulina sangat bermanfaat untuk radang karena kaya dengan


protein,

terutama

sistein

(sejenis

asam

amino).

Spirulina juga kaya dengan klorofil. yang sangat bermanfaat untuk


radang organ-organ pencernaan selain juga untuk pencegahannya.
Pada umumnya, setelah penggunaan selama 2 minggu, rasa sakit
akan hilang dan kira-kira 2-3 bulan penyakit tersebut akan pulih.
Para penderita tersebut harus mementingkan makanan kaya
vitamin dan mineral yang bermanfaat dalam pemulihan radang
lambung dan usus :
1. Memperbanyak makan. Kunyah berkali-kali sebelum
ditelan

secara

perlahan-Iahan.

Hindari

merokok,

minuman keras, kopi, teh, garam, makanan pedas dan


buah-buahan asam seperti jeruk, lemon.
2. Makanan lain yang bermanfaat: jus kentang, susu
kambing mentah, minuman lactobacillus, dan ragi arak.
3. Vitamin dan mineral: Vitamin A (karoten dalam Spirulina
akan berubah menjadi vitamin A setelah dimakan. 6g
Spirulina sehari akan menghasilkan vitamin A sebanyak
9000 IU - 20000 lU), vitamin E, klorofil, vitamin
B kompleks . Sebaiknya menggunakan vitamin alamiah.
V.

WOC (terlampir)

Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Gastritis


I.

Identitas Klien

II.

Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien mengatakan pernah mengkonsumsi alkohol dan obat
obatan

seperti

OAINS/NSAID,

Kortikosteroid,

Aspirin.

Pernah mengkonsumsi makanan / minuman yang tercemar


dengan kuman.
b. Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien mengatakan berat badan menurun dari biasanya, nafas
cepat, mudah letih dan sakit kepala. Klien juga tidak mau
makan, nyeri dada, cepat kenyang, nyeri abdomen, kram
abdomen, mules, kembung, gas usus, mual dan muntah,
hematemesis/ BAB hitam/ Berdarah dan perubahan pada
kebiasaan defekasi serta karakteristik feses.
-

Nyeri. Karakteristik, durasi, pola, frekuensi dan waktu


myeri sangat bervariasi, tergantung penyebab penyebaran
nyeri. Faktor lain seperti makanan, istirahat, defekasi, dan
gangguan vaskuler dapat mempengaruhi nyeri secara
langsung.

Indigesti. Indigesti dapat disebabkan gangguan kontrol


saraf lambung atau gangguan saluran GI.

Ketidaknyamanan atau distress abdomen atas yang


berhubungan dengan makanan merupakan keluhan paling
umum. Ini disebabkan oleh gerakan peristaltik lambung
pasien sendiri.

Sendawa/Flatulen (gas Usus). Akumulasi gas dalam


saluran gastrointestinal dapat mengakibatkan sendawa.
Sendawa terjadi bila menelan udara yang dengan cepat
dikeluarkan bila mencapai lambung. Biasanya gas diusus

halus melewati kolon dan dikeluarkan sebagai Flatus.


Pasien sering mengeluh kembung, distensi atau merasa
penuh dengan gas.
-

Mual dan muntah. Muntah biasanya didahului dengan


mual, yang dapat dicetuskan oleh bau, aktivitas dan
masukan makanan.

Perubahan
Karakteristik

pada

kebiasaan

Defekasi

dan

Feses. Diare merupakan peningkatan

cairan abnormal pada feses dan pada berat (volume) feses


harian. Diare terjadi bila isi bergerak terlalu cepat
melalui

usus

dan

kolon

dimana

terdapat

ketidak

adekuatan waktu untuk absorbsi-sekresi gastrointestinal.


Diare dihubungkan dengan nyeri abdomen atau kram dan
mual dan muntah.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Riwayat neoplasma pada keluarga, pola makan dan diet
keluarga, riwayat penyakit DM, penyakit jantung.
III.

Pemeriksaan Fisik
Temuan fisik kemudian dikaji untuk memastikan data
subjektif yang didapat dari pasien. Abdomen diinspeksi,
diauskultasi, dipalpasi dan diperkusi. Tempatkan pasien pada
posisi supine. Kontur dan simetrisitas dari abdomen dilihat
dengan mengidentifikasi penonjolan lokal, distensi, atau
gelombang peristaltik. Auskultasi dilakukan sebelum perkusi
dan palpasi (yang dapat meningkatkan motilitas usus dan
dengan demikian merubah bising usus). Karakter, lokasi dan
frekuensi bising usus dicatat. Palpasi digunakan untuk
mengidentifikasi massa abdomen atau area nyeri tekan.
Pada pemeriksaan pada pasien gastritis umumnya terdapat:

- Turgor kulit menurun, Mata mulai cekung


- Asites (+) BB menurun, Bising Usus Meningkat.
- Membran mukosa mulut tampak kering
- BAK 3-5x/hari, 75 100 cc tiap BAK, warna kuning agak pekat
- BAB encer 2-3 kali atau lebih dalam sehari.
- Hb 10,6 gr% (N : 11-14 gr%)
- Konjungtiva subanemis
- Mukosa bibir pucat, agak kering
- Klien terlihat letih/ lemah dan pucat
IV.

Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan Diagnostik
-

Tes Diagnostik Radiografik

Prosedur Endoskopik; EGD, Kolonoskopi Serat optic,


Enteroskopi Usus Halus.

USG abdomen dapat meningkatkan akurasi diagnosis.

CT-scan, dan lain-lain.

b. Pemeriksaan laboratorium
-

Pemeriksaan jumlah leukosit membantu menegakkan


diagnosa penyakit ini.

Analisis Lambung, Tes stimulasi Asam Lambung dan


pemantauan pH.

Pemeriksaan Feses untuk mencari kuman penyebab.

Kimia Lain: AST (SGOT) meningkat. Hiponatremia,


Hipoproteinemia, dan hipokolesterolemia.

V.

Rencana Keperawatan (terlampir)

DAFTAR PUSTAKA
Angkatan A 2005 PSIK FK UNAND. 2005. Panduan Diagnosa dan
Intervensi Keperawatan Gawat Darurat Berdasarkan NANDA
& NIC. Padang
Brunner & Suddarth, 2001. Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol.2
Ed. 8. Jakarta: EGC.
Doenges, Moorhouse, Geissler, 1999. Rencana Asuhan KeperawatanPedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian Perawatan
Pasien. Ed.3. Jakarta: EGC.
Syamsuhidayat,1997. Ilmu Bedah. Jakarta: EGC.
Mat Bloger Inc. http://www.forumer.com Gasteroenteritis. April. 19, 2005

Lampiran 2
1

Resti kekurangan volume Setelah


cairan

b.d.

dilakukan Mandiri :
kep, 1. Pantau masukan dan haluaran dan Keseimbangan

status intervensi

hipermetabolik, inflamasi/ kekurangan volum

Berat Jenis urin, masukkan semua haluaran

infeksi lambung dan usus cairan

sumber haluaran, misalnya muntah, menunjukkan

keterbatasan

tidak

mjd

masukan aktual.

diare, luka basah.

DS

Klien mengatakan mi- o TTV stabil

serta

sesak.

kulit

kapiler normal
mengatakan o Haluaran

badanya

terasa

lebih

kurus dari sebelum sakit


Klien

mengeluh

letih,

adekuat

dehidrasi

dan

sensitif

terhadap

fluktuasi

keadekuatan

volume

membran mukosa. Perhatikan keluhan Indikator tidak langsung dari status hidrasi
/ derajat kekurangan.

haus.

sampai 3000ml/hari sesuai toleransi Membantu memelihara kebut. cairan dan

Klien mengatakan mulut o Pengisian


Klien

terjadinya

urin

5. Dorong peningkatan masukan cairan

baik

terasa kering.

konsentrasi

4. Kaji turgor kulit dan kelembaban sirkulasi.

mukosa lembab

nafas o Turgor

Pengukuran
Menunjukkan

pengisian kapiler

num sedikit + 2 gls/hari. o Membran


kembung

dan

menurunkan

3. Pantau TTV. Evaluasi nadi perifer, keseimbangan cairan.

Kriteria Hasil ;

karena perut tegang dan

renal

(-)

perlu peningkatan pengantian cairan.

2. Timbang berat badan sesuai indikasi

cairan oral.

cairan

efek samping membahayakan

individu.

urin 6. Observasi
perdarahan,

thdp
misal

kecendrungan
rembesan

dari Identifikasi terhadap masalah (yang dapat

membran mukosa, sisi pungsi; adanya terjadi


ekimosis atau ptekie.

sebagai

akibat

terapi)

memungkinkan utk intervensi segera.

lemah

dan

bertenaga

7. Hindari

tidak

serta

sakit

trauma

dan

pemberian

tekanan pada sisi pungsi.

Mengurangi

kepala. mual dan muntah

potensial

pembentukan

hematom dan perdarahan

dan tidak mau makan

Kolaborasi :

DO:

1. Berikan cairan IV sesuai indikasi

Turgor

kulit

menurun

Diberikan
2. Berikan terapi antiemetik

Mata mulai cekung

untuk

hidrasi

umum

serta

mengencerkan obat antineoplastik.

Minum + 600 ml/hari

Menghilangkan

Asites

memungkinkan peningkatan masukan oral.

(+),

Membran
3. Pantau

mukosa oral kering

pemeriksaan

laboratorium, Memberikan

misal JDL, elektrolit, albumin serum. hidrasi

BAK 3-5x/hari, kuning

Berikan

agak pekat

transfusi

sesuai

informasi

dan

indikasi, menyertai.Mungkin

misalnya SDM, trombosit

Hb 10,6 gr% (N : 11-14

mual

muntah

tentang

kekurangan
diperlukan

dan

tingkat
yang
untuk

memperbaiki jumlah darah dan mencegah


anemia.

gr%)
Konjungtiva subanemis

4. Hindari penggunaan aspirin, irritant Menimbulkan resiko perdarahan

Takikardi
Sindroma Dispepsia(+)
2 Perubahan nutrisi: kurang
dari kebutuhan tubuh b.d

lambung, atau inhibitor trombosit


Setelah dilakukan
keperawatan

Mandiri :
1. Pantau masukan makanan / hari.

Mengidentifikasi

kekuatan

definisi

status hipermetabolik:

diharapkan

2. Ukur tinggi, BB dan ketebalan LILA nutrisi

inflamasi, peningkatan

perubahan nutrisi ;

(alat pengukuran antropometrik lain Membantu

sensasi rasa kenyang akibat

kurang dari

sesuai

penekanan infeksi lambung

kebutuhan tubuh

penurunan BB saat ini. Timbang BB BB dan pengukuran antropometrik kurang

dan usus.

dapat diatasi.

setiap hari atau sesuai indikasi.

Pastikan

dari normal.

nafasnya terasa sesak dan

mendemonstarsi

perutnya tegang

kan berat badan


atau

badanya terasa lebih kurus

perubahan berat

dari sebelum sakit

badan

- Klien mengatakan setiap

metabolik

cairan adekuat. Dorong penggunaan menghilangkan produk sisa).

bisa banyak makan karena Klien

stabil

jaringan

kalori kaya nutrien, dengan masukan ditingkatkan begitu juga cairan (untuk

- Klien mengatakan tidak Kriteria hasil :

mengatakan

mengidentifikasi

jumlah malnutisi protein kalori, khususnya bila

3. Dorong pasien untuk makan diet tinggi Kebutuhan

DS:

- Klien

indikasi).

dalam

prograsif

ke arah tujuan

suplemen dan makanan sedikit tapi


sering.
4. Nilai

diet

sebelumnya

dan segera Keefektifan

penilaian

diet

individual

setelah pengobatan, misal; makanan dalam menghilangkan mual pasca terapi.


bening, cairan dingin, saring, krekels Pasien harus mencoba untuk menemukan
kering,

roti

panggang,

minuman solusi/ kombinasi terbaik.

bikarbonat. Berikan cairan 1 jam


hanya Nilai
sebelum atau 1 jam setelah makan.
mampu
menghabiskan
laboratorium
5. Kontrol faktor lingkungan (mis. Bau
setengah dari porsi yang
dalam
batas
kuat/ tidak sedap atau kebisingan). Dapat mentriger respon mual atau muntah.
diberikan
normal
Hindari terlalu manis, berlemak, atau
- Klien mengeluh mual dan
makan,

klien

muntah jika dipaksakan Bebas dari tanda


untuk menghabiskan satu
porsi makan
- Klien

mengeluh

malnutrisi
Pengungkapan

letih,

lemah dan tidak bertenaga

makanan pedas.
6. Ciptakan suasana makan malam yang Membuat
berbagi makanan dengan keluarga / masukan.

pengaruh

teman.

individual

- Mukosa bibir pucat, agak

spesifik

makn

lebih

menyenangkan, dorong klien untuk menyenangkan dan dapat meningkatkan

pemahaman

DO:

waktu

pada 7. Dorong penggunaan teknik relaksasi, Dapat mencegah awitan / menurunkan


- Hb 10,6 gr%(N: 11-14 gr
vusualisasi,
bimbingan
imajinasi, beratnya mual. Penurunan anoreksia, dan
masukan adekuat
%)
latihan sedang sebelum makan.
memungkinkan klien untuk meningkatkan
Berpartisipasi
- Konjungtiva subanemis
masukan oral.
dalam intervensi
kering
- BB menurun dengan perut
membuncit,
- Klien terlihat letih, lemah

untuk 8. Identifikasi klien yang mengalami


mual / muntah yang diantisipasi
Mual/muntah psikogenok terjadi sebelum
meransang nafsu
kemoterapi mulai, secara umum tidak
maka/
peningkatan

berespon

masukan diet.

antiemetik.Perubahan

dan pucat

terhadap

obat
lingkungan

pengobatan atau rutinitas pasien pada hari


9. Dorong komunikasi terbuka mengenai pengobatan mungkin efektif.
masalah anoreksia.

Sering sebagai sumber distress emosi


khususnya untuk orang terdekat yang
menginginkan

untuk

memberi

makan

pasien

dengan

sering.

Bila

pasien

menolak, orang terdekat dapat merasakan


10. Berikan

antiemetik

pada

jadwal frustasi/ditolak.

reguler sebelum / selama dan setelah Mual/muntah

menurunkan

kemampuan

pemberian agen anti neoplastik dengan dan efek samping psikologis kemoterapi
sesuai.

yang menimbulkan stress.

11. Evaluasi keefektifan antiemetik.


Individu berespon secara berbeda pada
semua

obat-obatan.Antiemetik

mungkin

tidak bekerja, memerlyukan perubahan


pada kombinasi terapi obat.
Kolaborasi :
1. Tinjau
laboratorium

ulang
sesuai

pemerikasaan Membantu
indikasi,

mengidentifikasi

derajat

mis., ketidakseimbangan biokimia/ malnutrisi

jumlah limfosit total, transferin serum dan mempengaruhi pilihan intervensi diet.
dan albumin.

Catt: pengobatan anti kanker dapat juga


mengubah pemerikasaan nutrisi sehingga
semua hasil harus diperbaiki dengan status
klinis pasien.

2. Berikan obat sesuai indikasi :


a.

a.

Mencegah

kekurangan

karena

Vitamin, khususnya A, D, E, penurunan absorbsi vitamin larut dalam


dan B6

lemak.

Defisiensi

B6

memperberat/mengeksaserbasi

dapat
depresi,

peka rangsang.
b.

Meminimalkan

iritasi

lambung

dan

mengurangi resiko ulserasi mukosa.


b.

Antasid
Memberikan rencana diet khusus untuk

Nyeri

berhubungan

dengan
kekakuan

distensi,

3. Rujuk pada tim / ahli diet pebdukung memenuhi


kebutuhan
individu
dan
Tujuan
:
rasa
nutrisi.
menurunkan masalah berkenaan dengan
nyeri teratasi atau
malnutrisi dan defisiensi mikro nutrien.
terkontrol
Kriteria

hasil

pasien
mengungkapkan
penurunan
3

ketidaknyamanan;

:
1. Pertahankan tirah baring pada posisi
yang nyaman; jangan menyangga lutut.
2. Kaji lokasi, berat dan tipe nyeri
3. Kaji keefektifan dan pantau terhadap

menyatakan nyeri

efek samping anlgesik; hindari morfin

pada tingkat dapat

4. Berikan periode istirahat terencana.

ditoleransi,

5. Kaji dan anjurkan melakukan lathan

menunjukkan

rentang gerak aktif atau pasif setiap 4

relaks.

jam.
6. Ubah posisi dengan sering dan
berikan

gosokan

punggung

dan

perawatan kulit.
7. Auskultasi bising usus; perhatikan
peningkatan
berikan

kekauan
enema

atau

nyeri;

perlahan

bila

dipesankan.
8.

Berikan

dan

anjurkan

alternatif penghilang nyeri.

tindakan

Lampiran 1

WOC GASTEROENTERITIS

Usia (1-5 thn)


Usia > 60 tahun

Gangguan Nutrisi:
Makanan/minuman
terkontaminasi
Reaksi terhadap
makanan Baru
Alergi makanan

ES Obat:
OAINS,
Alkohol,
Kortison,
Aspirin,
antibiotik

Gangguan
Imunologis

Psikosomatik

Enzim pencernaan:
mukolitik (Lisozim),
pepsin,
As. Lambung (HCl)

INFEKSI

Infeksi Viral:
V.Norwalk
Adenovirus
Enterovirus
Rotavirus
Norovirus
CMV

Infeksi
Bakteri:
Helicobacter
Pilory

MK: Nyeri
Gg. Rs Nyaman

MK:
- Infeksi
- Diare

GASTRITIS

Syndrome Dispepsia:

Nyeri: Dada
Abdomen/
Epigastrium

MK:
- Gangguan nutrisi < Kebut.Tubuh
- Diare, Ke(-) an Vol.Cairan

Disfagia,
Anoreksia,
Nausea,
Vomitus,
kembung

Diare,
BB ,
Udem,
Lowgrade
fever,

Takikardi
Letih
Sakit
Kepala
Kram
/kejang
abdomen

MK: Nyeri
Gg. Rs Nyaman

Komplikasi:
Dehidrasi
Kolik Abdomen
Obstruksi
Karsinoma
Abses intra
abdomen

Asites, ikterik,
sesak krn metastase paru
KGB >, Nyeri
Tulang