Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada awalnya jembatan dibuat sangat sederhana dengan menggunakan kayu.
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, jembatan mulai
dibuatdengan mengunakan beton atau beton yang dikompositkan dengan baja.
Kemudian,dengan berkembangnya teknologi beton, mulailah orang-orang membuat
jembatandengan menggunakan beton prategang.Jembatan yang merupakan bagian
dari jalan sangat diperlukan dalam sistemjaringan transportasi darat yang akan
menunjang pembangunan nasional di masayang akan datang. Oleh sebab itu
perencanaan, pembangunan dan rehabilitasi serta pabrikasi perlu diperhatikan dengan
efektif dan efisien mungkin, sehingga pembangunan jembatan dapat mencapai
sasaran umur jembatan yang direncanakan..
Suatu hal yang penting dalam perencanaan jembatan adalah menentukan jenis
jembatan yang akan dibangun. Sehingga dibutuhkan kemampuan perencanaan yang
benar-benar matang di bidang rekayasa. Hal tersebut penting sebagai bahan masukan
dalam penentuan material yang akan digunakan, teknik pengerjaan dan waktu serta
perawatan jembatan di kemudian hari.Hal ini dibutuhkan untuk dapat merencanakan
dan membangun suatu konstruksi jembatan yang cukup kuat, ekonomis, mudah
dalam pelaksanaan dan tentunya sesuai dengan waktu yang diharapkan oleh owner.
Dalam dunia jembatan teknologi beton pratekan sangat jelas sekali
manfaatnya. Dalam tugas akhir ini penulis akan merencanakan jembatan denganlebih
ekonomis, karena pada beban dan bentang yang sama dapat digunakan profil girder
yang lebih kecil. Hal ini karena pada beton pratekan memanfaatkan momen sekunder
akibat gaya prategang untuk mengimbangi momen yang ditimbulkan akibat beban
luar. Pemilihan digunakannya profil box girder karena box girder mempunyai
beberapa kelebihan antara lain:

Box girder dapat digunakan untuk jembatan dengan bentang dan panjangnyang
besar

Bentuk interior dari box girder memungkinkannya digunakan untuk penggunaan

lain seperti jalur pipa gas,atau pipa air


Bentuk box girder cukup memenuhi nilai estetika pada jembatan sehingga
penggunaannya mampu menambah keindahan kotamenggunakan struktur box
girder prestressed segmental. Struktur beton pratekan

1. 2 Perumusan Masalah
Dari Latar Belakang Tersebut Maka Akan Direncanakan Jembatan Dengan
Metode Launching Gantry, Permasalahan yang ditinjau antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.

Klasifikasi dan dasar pemilihan pembangunan jembatan


Metode konstruksi jembatan
Kelebihan dan kekurangan dari Metode Launching Gantry
Jenis-jenis Metode Launching Gantry
Mekanisme Pelaksanaan Metode Launching Gantry

I. 3 Maksud Dan Tujuan


Tujuan dari penyusunan Makalah ini adalah untuk menjawab permasalahan yang
ada, antara lain :
1.
2.
3.
4.

Dapat mengetahui metode dan dasar pemilihan pembangunan jembatan


Mengetahui Kelebihan dan kekurangan dari Metode Launching Gantry
Mengetahui Jenis-jenis Metode Launching Gantry
Mengetahui Mekanisme Pelaksanaan perancangan jembatan menggunakan
Metode Launching Gantry

BAB II
STUDI PUSTAKA

2.1. Pengertian Umum Jembatan


Konstruksi jembatan adalah suatu konstruksi bangunan pelengkap sarana
trasportasi jalan yang menghubungkan suatu tempat ke tempat yang lainnya,
yang dapat dilintasi oleh sesuatu benda bergerak misalnya suatu lintas yang
terputus akibat suatu rintangan atau sebab lainnya, dengan cara melompati
rintangan tersebut tanpa menimbun atau menutup rintangan itu dan apabila
jembatan terputus maka lalu lintas akan terhenti. Lintas tersebut bisa merupakan
jalan k endaraan, jalan kereta api atau jalan pejalan kaki, sedangkan rintangan
tersebut dapat berupa jalan kenderaan, jalan kereta api, sungai, lintasan air,
lembah atau jurang. Jembatan juga merupakan suatu bangunan pelengkap
prasarana lalu lintas darat dengan konstruksi terdiri dari pondasi, struktur
bangunan bawah dan struktur bangunan atas, yang menghubungkan dua ujung
jalan yang terputus akibat bentuk rintangan melalui konstruksi struktur bangunan
atas.
Jembatan adalah jenis bangunan yang apabila akan dilakukan perubahan
konstruksi, tidak dapat dimodifikasi secara mudah, biaya yang diperlukan
relatif

mahal

dan

berpengaruh

pada kelancaran lalu lintas pada saat

pelaksanaan peke rjaan. Jembatan dibangun dengan umur rencana100 tahun untuk
jembatan besar, mini mum jembatan dapat digunakan 50 tahun. Ini berarti,
disamping kekuatan dan kemampuan untuk melayani beban lalu lintas, perlu
diperhatikan juga bagaimana pemeliharaan jembatan yang baik.
Karena perkembangan lalu lintas yang ada relatip besar, jembatan yang
dibangun, biasanya dalam beberapa tahun tidak mampu lagi menampung volume
lalu lintas, sehingga biasanya perlu diadakan pelebaran. Untuk memudahkan
pelebaran perlu disiapkan desain dari seluruh jembatan sehingga dimungkinkan
dilakukan pelebaran dikemudian hari, sehingga pelebaran dapat dilaksanakan
dengan biaya yang murah dan konstruksi menjadi mudah.
3

Bagian-bagian struktur utama dari konstruksi jembatan adalah struktur


pondasi,

struktur abutment, struktur pilar, struktur lantai jembatan, struktur

kabel, dan struktur oprit. Bagian metoda konstruksi terpenting dalam konstruksi
jembatan adalah proses erection lantai jembatan, dimana banyak metoda
dimungkinkan untuk melakukan erection tersebut.

Gambar 1. Bagian-bagian struktur jembatan secara umum

2.2. Klasifikasi Jembatan


Seiring dengan perkembangan teknologi

dunia konstruksi, telah

banyak permodelan konstruksi jembatan yang bertujuan untuk menciptakan


suatu konstruksi yang aman, nyaman, ekonomis, dan mudah pelaksanaannya.
Berikut adalah beberapa permodelan konstruksi jembatan yang umum dipakai.
Ditinjau dari berbagai aspek, maka jembatan diklasifikasikan atas :
1. Ditinjau dari material yang digunakan, jembatan bisa dibedak an, yakni :
a. Jembatan Kayu
b. Jembatan Gelagar Baja
c. Jembatan Beton Bertulang
d. Jembatan Komposit
2. Ditinjau dari statika konstruksi, jembatan bisa dibedakan antara lain :
Berdasarkan analisa struktur (statika konstruk si) maka jembatan di bagi atas
4

dua bagian yaitu :


a. Jembatan statis tertentu
b. Jembatan statis tak tertentu
3. Ditinjau dari fungsi atau kegunaannya, jembatan bisa dibedakan antara lain :
a. Jembatan untuk lalu lintas kereta api (railway bridge)
b. Jembatan untuk lalu lintas biasa atau umum (highway bridge)
c. Jembatan untuk pejalan kaki (foot path)
d. Jembatan berfungsi ganda, misalnya untuk lalu lintas kereta api dan
mobil, untuk lalu lintas umum dan air minum, dan sebagainya.
e. Jembatan khusus, misalnya untuk pipa-pipa air minum, pengairan, pipa
gas, jembatan militer dan lain-lain.
4. Ditinjau menurut sifat-sifatnya, jembatan bisa dibedakan antara lain :
a. Jembatan sementara atau darurat
b. Jembatan tetap atau permanen
c. Jembatan bergerak, yaitu jembatan yang dapat digerakkan misalnya agar
penyeberangan kapal-kapal di sungai tidak terganggu.
5. Ditinjau dari bentuk struktur konstruksi, jembatan bisa dibedakan ,yakni :
a. Jembatan gelagar biasa (beam bridge)
b. Jembatan portal (rigid frame bridge)
c. Jembatan rangka (truss bridge )
d. Jembatan gantung (suspension bridge )
f. Jembatan kabel penahan (cable stayed bridge)

2.3.

Dasar Pemilihan Tipe Jembatan


Banyak beberapa faktor yang menentukan pemilihan tipe dari jembatan

yang akan dibangun agar bangunan yang akan dibangun efisien dan ekononis.
Adapun faktor tersebut antara lain :
o Keadaan struktur tanah pondasi
Untuk tanah pondasi lunak adalah kurang cocok bila dibuat suatu
5

jembatan

pelengkung, mengingat gaya horizontal yang besar dan

memerlukan pond asi tiang pancang miring, yang sulit dilaksanakan. Untuk
tanah keras atau batu cadas yang menghubungkan jurang yang dalam,sangat
cocok bila dibangun jembatan pelengkung. Selain itu juga sangat cocok di
bangun di pegunungan yang memiliki tanah pendasar atau pondasi yang
curam. Dengan adanya gaya horizontal pada pondasi, maka gaya geser
vertikal

pada tanah p ondasi

bisa diimbangi

oleh

gaya

horizontal,

sehingga bahaya longsoran dapat dikurangi.


o Faktor peralatan dan tenaga teknis
Perencanaan jembatan gelagar sederhana, tidak memerlukan keahlian
khusus dalam bidang tertentu. Peralatan berat harus dipi kirkan dalam
perencanaan sebuah jembatan beton yangdicor di tempat lain. Jembatan
beton pratekan (pre -cast) dengan bentang 20 meter, yang akan
dibangun di daerah pedalaman atau pegunungan tentunya kurang relevan
karena akan

sulit dalam pengangkutan dan pelaksanaannya yang akan

melalui jalan berliku.


o Faktor bahan dan lokasi
Ada kalanya di sungai tertentu, bila akan dibangun jembatan, dijumpai
banyak sekali batu kerikil yang baik untuk beton dan juga pasir dan batu
koral yang bermutu tinggi. Di sana mungkin akan sangat ekonomis bila
jembatan di buat dari beton bertulang, pondasi dari pasangan batu koral dan
sebagainya. Di daerah pantai laut, dimana udara se keliling mengandung
garam, maka perlu dipertimbangkan pemakaian konstruksi baj a apakah
masih sesuai mengingat faktor perkaratan.
o Faktor lingkungan
Sebaiknya bentuk jembatan harmonis dengan se kitarnya, agar indah
dipandang. Ketentraman bathin menentukan dalam ruang gerak kehidupan
manusia. Bentuk dan warna alam sekitar mempengaruhi ketentraman jiwa.
Selain faktor di atas, maka perlu dipertimbangkan

prinsip pemilihan

konstruksi jembatan, sebagai berikut :


1. Konstruksi Sederhana (bisa dikerjakan masyarakat)
6

2. Harga Murah (manfaatkan material lokal)


3. Kuat & Tahan Lama (mampu menerima beban lalin)
4. Perawatan Mudah & Murah (bisa dilakukan masyarakat)
5. Stabil & Mampu Menahan Gerusan Air
6. Bentang yang direncanakan adalah yang terpendek
7. Perencanaan abutment yang dihindari terlalu tinggi
Tipe jembatan umumnya ditentukan oleh

faktor s eperti beban yang

direncanakan, kondisi geografi sekitar, jalur lintasan dan lebarnya, panjang dan
bentang jembatan, estetika, persyaratan ruang di bawah jembatan, transportasi
material konstruksi, prosedur pendirian, biaya dan masa pembangunan
2.4. Jembatan Box Girder
Jembatan box girder adalah sebuah jembatan dimana struktur atas
jembatan terdiridaribalok- balok penopang utama yang berbentuk kotak
berongga. Box girder biasanya terdiri dari elemenbeton pratekan, baja structural,
atay komposit baja dan beton bertulang. Bentuk penampang dari box girder
umumnya adalah persegi atau trapesium dan dapat direncanakan terdiri atas 1 sel
atau banyak sel.

Gambar 2. Tipe box girder untuk konstruksi je mbatan


Jembatan box girder beton umumnya dipadukan dengan system
prategang. Konsepprategang adalah memberikan gaya tarik awal pada tendon
sebagai tulangan tariknya serta memberikanmomen perlawanan dari eksentrisitas
yang ada sehingga selalu tercipta teg angan total negative baik seratatas maupun
bawah yang besarnya selalu dibawah kapasitas tekan beton. Struktur akan selalu
7

bersifat elastic karena beton tidak pernah mencapai tegangan tarik dan tendon
tak pernah mencapai titik plastisnya.

Gambar 3. Aplikasi stuktur beton prategang pada jembatan box girder


Metode pelaksanaan jembatan box girder juga kompleks dan bervariatif
tergantung dari keadaan tanahnya, jenis tendon pratekannya apakah internal
prestressing atau external prestressing, tergantung juga lekatan kabel dengan
beton apakah bonded ataukah unbounded, pengaturan bentangan jembatan
apakah menerus atau bentang sederhana, tinggi elemen box girder apakah
bervariasi atau constant serta proses pelaksanaan di lapangan apakah cor
ditempat atau pracetak.
Metode pelaksanaan yang umum digunakan adalah metode konvensional
dengan perancah, balance cantilever, atau kombinasinya, dan incremental
launching.
Beberapa kelebihan penggunaan profil box girder :
1.Box girder dapat digunakan untuk jembatan dengan bentang dan
panjangyang besar
2.Bentuk interior dari box girder memungkinkannya digunakan untuk
penggunaan lain seperti jalur pipa gas,atau pipa air
3.Bentuk box girder cukup memenuhi nilai estetika pada jembatan sehingga
penggunaannya mampu menambah keindahan kota
Dari segi ketinggian gelagarnya profil box girder dibedakan menjadi 2 jenis
yaitu :
1. Profil box gider dengan ketinggian konstan ( constant depth)
2. Profil box gider dengan ketinggian bervariasi (variable depth)
8

Sebenarnya tidak ada aturan khusus yang di gunakan untuk menentukan


bentuk box girder yang akan digunakan, cuma tergantung kebutuhan pada
masing-masing kondisi lapangannya, seperti contoh :
1. Jika memungkinkan,ketinggian tetap lebih baik digunakan pada struktur
dengan geometris yang kompleks,dan lebih cocok digunakan pada area
komplex seperti pada daerah perkotaan.
2. Ketinggian bervariasi biasanya digunakan pada jurang yang dalam dan
pada sungai besar.
o Box Girder Dengan Ketinggian Konstan
Untuk struktur dengan bentang utama dengan panjang 65/70 m ,gelagar
dengan ketinggian konstan
ekonomis.Karena

lebih

umum

adanya penghematan

digunakan

karena

lebih

dalam pembuatan bekisting untuk

deck. Pada bentuk ini,ketinggian gelagar antara 1/20 dan 1/25 daripanjang
bentang maximum.Akan tetapi minimal 2,2 m dibutuhkan untuk memudahkan
pergerakan didalam box girder tersebut.

Gambar 4. Jembatan dengan box girder dengan ketinggian konstan


o Box Girder Dengan Ketinggian Bervariasi
Pada bentang utama melebihi 65/70 m akan terjadi beban yang sangat
beban yang sangat besar pada cantilever,dan akan membutuhkan ukuran box
girder yang sangat besar pada bagian pier nya,sedangkan ukuran ini sangatlah
berlebihan jika digunakan pada bagian lain dari bentang.Karena hal ini akan
lebih ekonomis jika digunakan box girde r dengan ketinggian bervariasi.
Standarnya ketinggian box girder pada bagian pier ( hp ) antara 1/16 dan 1/18
dari panjang bentang maksimum. Dan pada bagian tengah ( hc ) biasanya
9

berukuran 1/30 dan 1/35 dari panjang bentang maksimum.

10

Gambar 5. Jembatan dengan box girder dengan ketinggian bervariasi

2.5. Metode Konstruksi Jembatan


Salah satu tantangan dalam perencanaan dan pembangunan konstruksi
jembatan di lapangan adalah menentukan metode konstruksi dari struktur
utama jembatan tersebut. Berikut adalah beberapa metode konstruksi yang
umum dilaksanakan di lapangan :
1.Sistem perancah (falsework)
2.Sistem peluncuran (launching)
3.Ssitem kantilever (balance cantilever)
o Sistem perancah ( falsework )
Pada system ini balok jembatan dicor (cast insitu) atau dipasang (precast)
diatas landasanyang sepenuhnya didukung oleh system perancah , kemudian
setelah selesai perancah dibongkar
a) Kelebihan metode ini :
1. Pelaksanaan di lapangan cukup mudah.
2. Perancah yang telah selesai digunakan bisa ke tempat lain yang
membutuhkan perancah juga jadi pekerjaan relative lebih singkat.
3. Minimnya alat angkat berat (service crane atau gantry) yang diperlukan,
mengingat pengecoran yang dilakukan adalah ditempat.
b)

Kelebihan metode ini :

1. Produktivitas yang relatif rendah, karena pekerjaan cor ditempat menuntut


waktu yang lebih lama untuk proses persiapan (formwork dan peracah) dan
proses setting beton.
11

2. Menurut tipe tanah yang harus baik, dan bila tanah yang ada untuk dudukan
perancah kurang baik maka akan berakibat perlunya struktur pondasi
khusus (luasan telapak yang lebar atau penggunaan pondasi dalam).

Gambar 6. Metode kostruksi dengan menggunakan sistem perancah


o Sistem peluncuran (launching)
Pada sistem ini balok dicor disalah
diluncurkan dengan

satu sis i jembatan,kemudian

cara ditarik atau didorong hingga mencapai sisi lain

jembatan.Untuk bentangtunggal,sisteminimemerlukan jembatan launching, gantri


atau dua buah crane yang bekerja secara bersamaan.Untuk bentang lebih dari
satu, sistem ini memerlukan bantuan launching nose yang disambung didep an
balok.Bila struktur jembatan cukup besar,dan lahan terbatas biasanya digunakan
sistem incrimental launching.
a) Kelebihan metoda ini :
1. Dapat digunakan di daerah yang mempunyai daya dukung tanah
rendah yang tidak memungkinkan dipasangnya perancah
2. Dapat meminimalkan dipakainya perancah sehingga membuat biaya lebih
ekonomis
b) Kerugian metoda ini :
1. Umumnya penggunaan alat berat seperti ini menuntut biaya tinggi
mengingat biaya sewa crane dengan kapasitas angkat tinggi adalah
relative mahal.
2. Perlunya access road yang memadai untuk memobilisasi service crane
12

Gambar 7. Metode kostruksi dengan menggunakan system launching


o Sistem Kantilever (Balance Cantilever)
Pada sistem ini balok jembatan dicor (cast insitu) atau dipasang (precast),
segmen demi segmen sebagai kantilever di kedua sisi agar saling mengimbangi
(balance) atau satu sisi dengan pengimbang balok beton yang sudah
dilaksanakan lebih dahulu.. Pada sistem ini diperlukan kabel prestress khusus
untuk pemasangan tiap segmen.Kabel prestress ini hanya berfungsi pada
saat erection saja, sedangkan untuk menahan beban permanen diperlukan kabel
prestress tersendiri. Kelebihan dan kelemahan metoda balance kantilever
a) Kelebihan metoda ini
Pertama,gelagar jembatan dapat dibangun tanpa adanya kontak dengan
tanah,dan memungkinkan untuk membangun jembatan di atas sungai dengan
masalah utama arus yang deras. Metoda ini juga memungkinkan

untuk

membangun jembatan pada jurang yang sangat dalam. Metode balanced


cantilever dikembangkan untuk meminimalkan acuan perancah atau scaffolding
yang diperlukanuntuk pelaksaaan
sementara

( temporary

shoring)

pengecoran
terlalu

secara

insitu.

Tumpuan

mahal khususnya untuk kasus

jembatan berelevasi tinggi dan penggunaan perancah yang melintasi sungai


sangat beresiko, sehingga diatas jalan air yang padat, lalu lint as jalan atau jalan
kereta api,penggunaan perancah sudah tidak ekonomis lagi. Me tode konstruksi
secara balanced cantilever diterapkan untuk menghilangkan kesuli tan-kesulitan
seperti ini.
b)Kelemahan metoda ini

13

Untuk bentang yang sama,jembatan yang dibangun menggunakan metoda


ini

lebih

berat daripada struktur komposit.Metoda

ini

membutuhkan

perletakan dan fondasi yang lebih besar dibandingkan dengan struktur


komposit.Karena itu metoda balance kantilever kurang menarik khususnya
saat pondasi cuma berkualitas sedang saja atau karena lapangan pekerjaan
berada pada daerah gempa. Kelemahan lain proses pengerjaan j embatan yang
lebih rumit,karena membutuhkan banyak peralatan berteknologi tinggi .Dan
kebanyakan peralatan dan gelagar box girder ini ( jika merupakan box gider
pracetak) mempunyai ukuran yang sangat besar,karena itu untuk membawanya
ke lokasi pekerjaan agaklah susah.Sehingga dalam proses pembawaan ke
lokasi pekerja an dapat mengganggu arus lalu lintas yang ada.
Terdapat beberapa jenis metoda konstruksi untuk metoda balance
kantilever ini :
1. Metoda balance cantilever dengan launching gantry

Gambar 8. Metode kostruksi dengan menggunakan system launching gantry


Metoda ini digunakan untuk balok yang adalah hasil precast dan bukan
hasil pengecoraninsitu. Pada metoda ini digunakan satu buah gantry atau lebih
yang digunakan sebagai peluncur segmen segmen mox girder yang ada.
Kelebihan metoda ini :
a. tidak menggganggu lalu lintas yang ada di bawah pengerjaan jembatan tersebut
b. tidak memerlukan perancah
c. tidak memerlukan banyak tenaga kerja untuk pemasangan di lapangan
14

2. Metoda balance cantil ever dengan rangka pengangkat ( lifting frame)

Gambar 9. Metode kostruksi dengan menggunakan system lifting frame


Pada dasarnya metode ini hampir sama dengan metode launching
gantry. Perbedaaannya cuma pada jenis alat yang digunakan untukmengangkat
segmen segmen jembatannya.
3. Metoda balance cantilever dengan crane

Gambar 10. Metode kostruksi dengan menggunakan system crane


Pada dasarnya metode ini hampir sama dengan metode lifting frame.
Perbedaaannya cuma pada jenis alat yang digunakan untuk mengangkat segmen
segmen jembatan nya. Pada system ini digunakan crane untuk mengangkat tiap
segmen. Sedangkan pada lifting frae digunagan lifting frame untuk mengangkat
tiap segmennya.
15

4. Metoda balance cantilever dengan system fullspan ( bentang penuh )

Gambar 11. Metode kostruksi dengan menggunakan system full span


Pada metoda ini segmen yang diangkat adalah satu segmen penuh untuk
satu bentang. Karena itu metoda ini hanya cocok untuk jembatan dimana jarak
antar tumpuannya tidaklah besar.
5. Metoda balance cantilever dengan form traveler method

Gambar 12. Metode konstruksi dengan menggunakan system form traveler

Metoda ini digunakan untuk pengecoran beton di tempat (insitu).


padametoda ini digunakan form traveler yang digunakan sebagai alat untuk
membetuk segmen jembatan sesuai kebutuhan. Urutan metode konstruksi
kantilever dengan form traveler adalah sebagai berikut:
a) Install dan atur gantry

16

b) Install dan letakkan form traveler dan bekisting menurut elevasi yang tepat
c) Tempatkan penulangan dan saluran duck dari tendon
d) Pengecoran segmen
e) Install tendon penarikan dan lakukan stressing
f) Lepaskan bekisting
g) Majukan gantry pada posisi selanjutnya dan mulailah cycle yang baru.

17

BAB III
PEMBAHASAN

3.1

Metode Launching Gantry


Metode ini digunakan untuk balok yang adalah hasil precast dan bukan

hasil pengecoraninsitu. Pada metode ini digunakan satu buah gantry atau lebih
yang digunakan sebagai peluncur segmen segmen mox girder yang ada.
Kelebihan metoda ini :
a. tidak menggganggu lalu lintas yang ada di bawah pengerjaan jembatan tersebut
b. tidak memerlukan perancah
c. tidak memerlukan banyak tenaga kerja untuk pemasangan di lapangan
Untuk konstruksi jembatan dimana lantai jembatannya berupa struktur
beton precast segmental-box, maka penggunaan alat launching gantry umumnya
dapat digunakan, dimana sistem ini mempunyai kecepatan erection tinggi yang
didukung sistem feeding segmental dari sisi belakang alat (tidak dari bawah
karena pertimbangan lalu lintas, misalnya).
Langkah-langkah pelaksanaan metode konstruksi launching gantry
1. Pertama, semua pilar jembatan ditempatkan di lokasi yang dijadikan
sebagai penyokong launching gantry.
2. Baja pada launching gantry digerakkan dan mempunyai derek untuk
penempatan beton.
3. Memindahkan
bangunan cukup

segmental blok.

Pemindahan segmental

blok ke

mudah karena segmental blok dibuat dengan berat

tertentu dan rata rata dalam ukuran kecil.Alat transport yang biasanya
digunakan adalah truk yang digunakan untuk mengantar segmental blok
melalui jalan atau menyeberangi bangunan jembatan yang hampir jadi.
4. Segmental blok selanjutnya diputar 90 derajat dari posisi semula dan di
puncaknya diberi selang air. Selang air ini digunakan untuk menentukan
apakah segmental blok beradadiposisi yang benar.
18

5. Semua segmental blok diletakkan pada launching gantry setu per satu
sampai rentangannya lengkap.
6. Salah satu sisi jembatan kemudian diberi tendon baja di segmental bloknya
yang kemudian ditarik.
7. Kabel kabel baja tadi kemudian diberikan semacam pemberat. Launching
gantry kemudian dipindahkan ke sisi jembatan yang akan dibangun.
Terakhir ujung dari tendon ditanam.
3.2 Jenis-jenis Metode Launching Gantry
1. Metode Span by Span

Gambar 13. Metode konstruksi span by span


2. Balance Cantilever

Gambar 14. Metode konstruksi cantilever

19

3.3 Bagian-Bagian Gantry Crane

Gambar 15. Bagian-bagian gantry crane


1. Roller
Roller merupakan bagian dari gantry yang berfungsi sebagai pijakan
yang menghubungkan gantry dengan pier. Roller tersebut dapat berpindah
pada saat launching.

Gambar 16. Roller

20

2. Leg
Leg gantry atau dapat disebut juga sebagai kaki dari gantry yang memiliki
2 buah kaki, yaitu kaki depan dan kaki belakang. Kaki tersebut berguna
ketika akan melaksanakan launching,kaki tersebut menyangga gantry ke
segmen jalan layang non- tol ketika roller dipindahkan kedepan.

Gambar 17. Leg


3. Winch
Winch atau disebut juga dengan Lifting Winch berfungsi sebagai alat
pengangkut benda-benda yang dibutuhkan. Sistem katrol dipakai untuk
memindahkan material.
4. Main Girder
Main Girder adalah bagian terbesar dari bagian-bagian gantry yang
lainnya, dan juga merupakan badan dari gantry. Main Girder berfungsi
juga sebagai track dari winch.
3.4 Mekanisme Pelaksanaan Launching Gantry
1. Instalasi Launching Gantry
Fase awal dimana Launcher Gantry terinstalasi di bagian atas jembatan.

21

Pondasi Launcher.
Gantry bertumpu segaris pada pondasi jembatan.

Gambar 18. Instalasi launching gantry


2. Ereksi Launching Gantry
Berikutnya,

Launcher

meluncur

kedepan

untuk

memosisikan

tumpuan pada pondasi berikutnya.

Gambar 19. Ereksi launching gantry


3. Pemindahan Tumpuan Utama (Primary Support)
Primary Support dari Launcher bergerak ke pondasi jembatan berikutnya
sebagai tumpuan pengangkat muatan.
22

Gambar 20. Primary Support


4. Memindahkan struktur
Terakhir, Launcher mengangkat bagian jembatan dari bawah untuk di pasang
dimulai dari ujung pondasi sampai ketengah atau dari ujung pondasi sampai
pondasi berikutnya .

Gambar 21. Pemindahan struktur


3.5 Keuntungan dan Kelemahan Metode Launching Gantry Keuntungan
Metode Launching Gantry
1. Berat sendiri yang ringan serta kemampuan membawa beban

yang besar .
23

Hal ini

dikarenakan Launcher Gantry memiliki struktur rangka batang

sehingga menciptakan struktur yang rigid atau kaku sehingga mampu


membawa beban yang cukup besar.
2. Perletakkan launcher gantry dan Winch yang fleksibel . Perletakkan launcher
gantry yang fleksibel dapat meningkatkan efektivitas dalam

pengerjaan

sebuah struktur jembatan .


3. Sambungan

antar

Launcher Gantry

yang

sederhana dan

handal .

Sambungan yang sederhana memudahkan dalam perakitan launcher gantry


sehingga waktu yang dibutuhkan untuk merakit Launcher Gantry tergolong
cepat.
4. Memiliki kecepatan erection yang tinggi dan sangat cocok untuk
jembatan dimana lantai jembatannya berupa beton precast segmental box.
Kelemahan Metode Launching Gantry
1. Membutuhkan lahan yang cukup luas dikarenakan ukuran Gantry yang cukup
besar dan banyak memakan tempat.
2. Membutuhkan kondisi lahan rata sebagai dasar perletakan Gantry. Hal ini
dilakukan untuk menjaga keseimbangan

Gantry

supaya

tidak

terjadi

pergeseran Main Girder Gantry pada saat proses pengangkatan.


3.6 Pelaksaan Pembangunan Jembatan yang Memakai Metode Launching
Gantry
A. Jembatan Deep Bay Link - Hongkong
The Deep Bay Link menyediakan hubungan strategis 5,4 km dengan
dual 3 lajur ant ara Hongkong Shenzhen Western Corridor (sekarang dikenal
sebagai Shenzhen Bay Bridge) dan Yuen Long Highway. Jalan dibangun sebagai
inisiatif dari ikatan silang Studi Lebih Lanjut, yang menyoroti kebutuhan untuk
lain kendaraan tautan lintas batas antara Hong Kong dan Shenzhen. Pada tanggal
studi (2001), ada tiga penyeberangan perbatasan kendaraan yang ada, terletak di
Lok Ma Chau, Man Kam To dan Sha Tau Kok.
Pada waktu itu, link ini sudah mendekati kejenuhan dan diperkirakan akan
24

mencapai mereka maksimum kapasitas penanganan oleh 2006 Akibatnya,


pemerintah Hong Kong mengusulkan Shenzhen Barat Koridor dan Deep Bay
Link sebagai sebuah perbatasan kendaraan tambahan untuk menyediakan
infrastruktur jalan lintas batas tambahan.
Pemerintah Hong Kong melakukan peni laian dampak lingkungan, dan
menemukan bahwa dampak

lingkungan

dari

Deep

Bay

Link

dan

carriageways terkait tidak akan secara signifikan merugikan. Penilaian


namun mencatat bahwa Teluk Dalam link dapat menyebabkan dampak
lingkungan lokal, lebih rinci dalam Studi Kelayakan untuk Links lintas batas lain.
Oleh karena itu The Deep Bay Tautan diberi izin lingkungan yang diperlukan
dari departemen.
Biaya proyek disetujui Link adalah HK $ 4600000000 (sekitar US $
590.000.000). Konstruksi dimulai pada bulan Juni 2003, dan diselesaikan pada
Juli 2007. Pembangunan jembatan itu dibagi menjadi dua bagian; utara dan
selatan bagian. Gammon Konstruksi Ltd adalah kontraktor utama untuk bagian
utara, dan dibangun sekitar 4 km (2,5 mil) dari jalur lalu lintas. The China
Southern State Joint Venture bertanggung jawab atas bagian selatan.

Gambar 22. Lokasi pembangunan jembatan Deep Bay Link - Hongkong

25

Gambar 23. Penampang jembatan pada section laut


Data Teknis Jembatan Deep Bay Link

Nama Jembatan

: Deep Bay Link

Lokasi Jembatan

: membentang antara kota Hongkong dan Shenzen

Jenis Jembatan

: jembatan beton pratekan

Panjang Jembatan

: 5,4 km

Panjang Tiap Span

: 40 m

Metode Pelaksanaan

: metode Launching Gantry

Fungsi Jembatan

: jalan tol

Nilai Proyek

: HK$ 4,59 milyar

Waktu Pelaksanaan

: 2003

26

Dokumentasi Proses Pembangunan Jembatan Deep Bay Link - Hongkong

27

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari pembangunan Deep Bay Link yang menggunakan metode pelaksanaan
Launcher Gantry tergolong sangat efektif karena :
1. Deep Bay Link merupakan jembatan Fly Over terdiri dari banyak bentang
sehingga sangat sesuai jika menggunakan Launcher Gantry dengan metode
simple span (perletakkan sederhana).
2. Perakitan Launcher Gantry yang tidak memakan waktu banyak.
3. Dengan metode Launcher Gantry, tidak memakan ruang yang terlalu banyak
dibagian bawah jembatan. (tidak mengganggu arus lalu lintas)
4.2 Saran
Pemilihan metode launching gantry pada pembangunan Deep Bay Link
dirasa sangat cocok mengingat kondisi geografis Hongkong yang sangat padat
selain itu juga didukung keberadaan SDM yang sanggup menangani
permasalahan konstruksinya. Keberadaan jembatan i ni diharapkan dapat
menunjang mobilitas penduduk serta miningkatkan taraf eko nomi masyarakat.

28