Anda di halaman 1dari 2

PEMBERIAN ERYTHROPOIETIN PADA

PASIEN YANG MENJALANI


HEMODIALISA
RS . PERMATA BUNDA
Jl. Hayam Wuruk No.24 Telp. No. dokumen No. Revisi Halaman
(0292) 422838
PURWODADI
01 / 025 / HD - 1/2
Ditetapkan oleh
Tanggal terbit Direktur RS. Permata Bunda
SPO
6 September 2016

Dr. H. Iman Santosa, M.Kes

PENGERTIAN Suatu hormon yang dihasilkan oleh ginjal yang memajukan


pembentukan dari sel-sel darah merah oleh sumsum tulang (bone
marrow).

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan


Penatalaksanaan anemia pada pasien gagal ginjal kronik.

KEBIJAKAN Keputusan Direktur No : 05 / 024 / SK / II / 2016 tentang Kebijakan


Pelayanan Hemodialisa RS. Permata Bunda Purwodadi

PROSEDUR 1. Terapi EPO Fase Koreksi :


Tujuan :
Untuk mengoreksi anemia renal sampai target Hb / Ht tercapai
a. Pada umumnya mulai dengan 2000 4000 UI subcutan, 2
3 X seminggu selama 4 minggu.
b. Target respon yang diharapkan : Hb naik 1 2 gr/dL
dalam 4 minggu atau Ht naik 2 4 % dalam 2 4 minggu
c. Pantau Hb, Ht tiap 4 minggu
d. Bila target respon tercapai : pertahankan dosis EPO
sampai target Hb tercapai ( > 10 g/dL ).
e. Bila target respon belum tercapai naikkan dosis 50 %.
f. Bila Hb naik > 2,5 g/dL atau Ht naik > 8 % dalam 4
minggu turunkan dosis 25 %.
g. Pemantauan status besi :
Selama terapi EPO pantau status besi, berikan suplemen
sesuai dengan pantauan terapi besi.
2. Terapi EPO Fase Pemeliharaan
a. Dilakukan bila target Hb sudah tercapai ( > 10 g/dL ).
Dosis : 2 atau 1 kali 2000 IU / minggu
Pantau Hb dan Ht setiap bulan
Periksa status besi setiap 3 bulan.
b. Bila dengan terapi pemeliharaan Hb mencapai > 12 g/dL
( dan status besi cukup ) maka dosis EPO diturunkan 25 %
3. Terapi Besi Fase Pemeliharaan
Tujuan :
Menjaga kecukupan persediaan besi untuk eritropoisis selama.

PEMBERIAN ERYTHROPOIETIN PADA


PASIEN YANG MENJALANI
HEMODIALISA
RS. PERMATA BUNDA No. dokumen No. Revisi Halaman
Jl. Hayam Wuruk No.24 Telp.
(0292) 422838 01 / 025 / HD 0 2/2
PURWODADI

terapi EPO.

a. Target Terapi :
Feritin serum > 100 g/L 20 % 500 g/L atau saturasi
tranferin > 40 %, suplementasi besi dihentikan selama 3
bulan.
b. Bila pemeriksaan ulang setelah 3 bulan feritin serum < 500 g
/ L dan saturasi tranferin < 40 %, suplementasi besi dapat
dilanjutkan kembali dengan dosis 1/3 sebelumnya.

Catatan :

Karena berat badan rata rata pasien HD di Indonesia 50


60 kg maka dosis 80 150 IU /kgBB/minggu setara dengan
2000 4000 IU / kali HD
Pemberian EPO subcutan dapat dilakukan dapat dilakukan
sebelum, saat atau setelah HD selesai

UNIT TERKAIT IGD


Rawat Jalan
Rawat Inap

Anda mungkin juga menyukai