Anda di halaman 1dari 17

DAMPAK EKSPOR KOMODITAS

TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

Disusun untuk memenuhi Salah Satu Tugas UAS


Mata Kuliah Manajemen A-P Tahun Ajaran 2016/2017
Dosen: Dr. Hj. Aini Kusniawati, M.M

Disusun oleh :
ENDRI PEBRIAN
NIM : 3402160391

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN


UNIVERSITAS GALUH
CIAMIS
2016
ABSTRAK

Perekonomian Indonesia tahun depan lebih menjanjikan dan membaik. Sukses


program amnesti pajak (tax amnesty) telah menumbuhkan kepercayaan investor dan
dunia usaha. Keberhasilan amnesti pajak juga akan memberikan ruang fiskal yang lebih
baik, sehingga belanja infrastruktur bakal lebih agresif.
Ekspor diprediksi lebih baik dari tahun ini karena bangkitnya harga komoditas.
Konsumsi masyarakat membaik dan tetap menjadi motor pertumbuhan. Dampak paket
kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah akan terasa pada tahun depan yang
bakal mendongkrak investasi.
Kurs rupiah dan laju inflasi untuk tahun 2017 dan 2018 bakal tetap terkendali
seperti level tahun ini. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal terus
meningkat seiring kenaikan laba para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan tetap
derasnya aliran modal masuk (capital inflow).
Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, perekonomian Indonesia pada 2016, 2017,
dan 2018 akan tumbuh masing-masing 5,1%, 5,3%, dan 5,5%, lebih tinggi dari rata-rata
pertumbuhan emerging economies sebesar 3,5%, 4,4%, dan 4,7%. Sedangkan ekonomi
global diproyeksikan tumbuh 2,4%, 2,8%, dan 3%.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia versi Bank Dunia tahun ini lebih
rendah dari asumsi makro APBN-P 2016 sebesar 5,2%. Namun, proyeksi Bank Dunia
tahun depan lebih tinggi dari ancar-ancar pemerintah. Dalam asumsi makro RAPBN
2017, asumsi pertumbuhan ekonomi dipatok 5,1%.
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan dalam karangan ilmiah ini adalah
meningkatkan SDM karena sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses
pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya
manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia.

Kata kunci: prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017

1
KATA PENGANTAR

Puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanau Wataala yang
telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik. Judul karya ilmiah yang penulis ambil
adalah DAMPAK EKSPOR KOMODITAS TERHADAP PEREKONOMIAN
INDONESIA.
Adapun tujuan dari karya ilmiah ini adalah dalam rangka memenuhi tugas UAS
mata kuliah Manajemen A-P. Ucapan terima kasih tidak lupa penulis sampaikan kepada
semua pihak yang telah membantu, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah
ini yang namanya penulis tidak dapat sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari atas kekurangan kemampuan penulis dalam pembuatan karya
ilmiah ini, sehingga akan menjadi suatu kehormatan besar bagi penulis apabila
mendapatkan kritikan dan saran yang membangun agar karya ilmiah ini sehingga
selanjutnya akan lebih baik dan sempurna serta komprehensif.
Demikian akhir kata dari penulis, semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi
semua pihak dan sebagai media pembelajaran budaya khususnya dalam segi teoritis
sehingga dapat membuka wawasan ilmu budaya serta akan menghasilkan yang lebih
baik di masa yang akan datang.

Banjar, Januari 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

ABSTRAK............................................................................................................ i

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1


A. Latar Belakang..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah............................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 3
A. Kegiatan Ekspor Komoditas Indonesia............................................... 3
B. Jenis Komoditas yang Diekspor Indonesia.......................................... 5
C. Kendala dan Permasalahan yang Dihadapi oleh Eksport Indonesia. . . 7
D. Solusi dari Hambatan yang Dialami Ekspor Indonesia....................... 9
E. Dampak Eksport Komoditas Terhadap Perekonomian Indonesia.......10

BAB III PENUTUP............................................................................................... 12


A. Kesimpulan ......................................................................................... 12
B. Saran ................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA .......................................................13

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ekspor-impor merupakan kegiatan perdagangan Internasioanl. Ekspor
diartikan sebagai kegiatan menjual barang dan jasa yang berasal dari dalam
negeri ke luar negeri sedangkan impor itu membeli atau mendatangkan barang
dan jasa dari luar negeri untuk dijual di dalam negeri. Indonesia merupakan
salah satu negara yang mengandalkan kegiatan ekspor impor sebagai salah
satu sumber pendapatan negara yang menghasilkan devisa (masuknya uang
asing ke negara kita agar dapat digunakan sebgai alat pembayaran barang dan
jasa yang di beli dari luar negeri) karena adanya bea cukai yang menjadi suatu
proses yang harus dilalui dalam perdagangan berskala Internasional tersebut.
Kegiatan ekspor- impor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
Adanya perbedaan sumber daya alam, iklim, geografis, demografi, struktur
ekonomi dan struktur sosial antar satu negara dengan yang lain menimbulkan
kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan berbeda baik secara langsung
maupun tidak langsung sehingga pertukaran barang atau jasa ini dilakukan
oleh tiap- tiap negara dengan cara impor maupun ekspor. Dan negara
melakukan ekspor dengan tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan tidak
hanya dijual terbatas di dalam negeri saja dan dapat dijual di negara lain dan
mendapatkan keuntungan lebih.
Setiap negara baik negara maju maupun negara berkembang, pasti
melakukan kegiatan ekspor import. Negara maju pun juga melakukan impor
karena pada prinsipnya jika suatu negara dapat memproduksi suatu barang
atau jasa lebih murah, maka negara tersebut akan memproduksi barang atau
jasa tersebut. Akan tetapi bila biaya yang produksinya relatif lebih mahal
dibandingkan dengan ongkos produksi negara lainnya, maka barang atau jasa
tersebut lebih baik dibeli atau diimpor, barang dan jasa dengan ongkos
produksi yang lebih rendah tadi dapat dikonsumsi sendiri dan juga diekspor.

1
Dalam pelaksanaannya, baik ekspor maupun impor memerlukan campur
tangan Bea Cukai untuk melegalkan barang yang dijual. Dalam hal ini bea
cukai merupakan sarana pengatur objek cukai tetap beredar dalam pengawasan
serta melindungi industri lokal dari limpahan barang yang datang dari luar
negeri. Indonesia di dalam melakukan kegiatan perdagangan Internasional ini
sudah dilakukan sejak dulu. Agar dapat menambah wawasan mengenai
kegiatan perdagangan ekspor dan impor serta untuk mengetahui pengaruhnya
terhadap Perekonomian Indonesia maka akan dibahas beberapa pokok- pokok
masalah mengenai hal ini.

B. Rumusan Masalah
1. Komoditas apa saja yang diekpsor Indonesia?
2. Negara mana saja yang menjadi tujuan kegiatan Ekspor Indonesia?
3. Apa saja hambatan dan kendala bagi kegiatan ekspor komoditas yang
dialami oleh Indonesia saat ini?
4. Bagaimana cara mengatasi hambatan dan kendala yang dihadapi ekpsor
komoditas Indonesia?
5. Apa dampak eksport komoditas terhadap Perekonomian Indonesia?

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kegiatan Ekspor Komoditas Indonesia


Ekspor Mei 2015 mencapai 12,56 Miliar US Dollar. Pada tanggal 15
Juni 2015 BPS (Badan Pusat Statistik ) menunjukan data mengenai seputar
Ekspor dan Impor Indonesia seperti di bawah ini:
a. Nilai ekspor Indonesia Mei 2015 mencapai US$12,56 miliar atau
mengalami penurunan sebesar 4,11 persen dibanding ekspor April 2015.
Demikian juga bila dibanding Mei 2014 mengalami penurunan sebesar
15,24 persen.
b. Ekspor nonmigas Mei 2015 mencapai US$11,19 miliar, turun 3,87 persen
dibanding April 2015, demikian juga bila dibanding ekspor Mei 2014
turun 10,07 persen.
c. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2015 mencapai
US$64,72 miliar atau menurun 11,84 persen dibanding periode yang sama
tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$56,19 miliar
atau menurun 7,15 persen.
d. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Mei 2015 terhadap April 2015 terjadi
pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$323,8 juta (17,54
persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu
logam sebesar US$408,6 juta (410,84 persen). Ekspor nonmigas ke
Amerika Serikat Mei 2015 mencapai angka terbesar yaitu US$1,28 miliar,
disusul India US$1,15 miliar dan Jepang US$1,14 miliar, dengan
kontribusi ketiganya mencapai 31,94 persen. Sementara ekspor ke Uni
Eropa (27 negara) sebesar US$1,31 miliar.
e. Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Mei 2015
turun sebesar 6,74 persen dibanding periodeperiode Januari yang sama

3
tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 11,18 persen,
sementara ekspor hasil pertanian naik sebesar 1,58 persen.
f. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Mei 2015
berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$10,63periode Januari miliar
(16,43 persen), diikuti Kalimantan Timur sebesar US$8,30 miliar (12,82
persen) dan Jawa Timur sebesar U$7,66 miliar (11,84 persen).
g. Nilai impor Indonesia Mei 2015 mencapai US$11,61 miliar atau turun
8,05 persen dibanding April 2015. Demikian pula jika dibanding Mei 2014
turun 21,40 persen.
h. Impor nonmigas Mei 2015 mencapai US$9,53 miliar atau turun 7,39
persen dibanding April 2015, dan turun 13,87 persen dibanding Mei 2014.
Impor migas Mei 2015 mencapai US$2,08 miliar atau turun 10,95 persen
dibanding April 2015, demikian pula dibanding Mei 2014 turun 43,87
persen.
i. Secara kumulatif nilai impor JanuariMei 2015 mencapai US$60,97 miliar
atau turun 17,90 persen dibanding periode yang sama tahun 2014.
Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$10,52 miliar (turun
42,83 persen) dan nonmigas US$50,45 miliar (turun 9,68 persen).
j. Peningkatan impor nonmigas terbesar Mei 2015 adalah golongan kapal
laut dan bangunan terapung US$0,34 miliar (1.340,48 persen), sedangkan
penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanik
US$0,31 miliar (16,53 persen).
k. Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar JanuariMei 2015 adalah
Tiongkok dengan nilai US$12,08 miliar (23,95 persen), Jepang US$6,01
miliar (11,92 persen), dan Singapura US$3,53 miliar (7,00 persen). Impor
nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,54 persen, sementara
dari Uni Eropa 9,29 persen.
l. Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang
modal selama JanuariMei 2015 mengalami penurunan dibanding periode
yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 14,51 persen; 18,91
persen; dan 14,62 persen.

4
Data di atas di dapat dari web Badan Pusat Statistik Indonesia terbaru
(http://www.bps.go.id/Brs/view/id/1150). Hampir semua data mengalami
penurunan di tahun ini walaupun ada beberapa komoditi yang mengalami
peningkatan. Namun pemerintah tetap perlu menangani mengenai hal ini
lebih serius supaya devisa yang dihasilkan dari kegiatan ekspor tidak turun
terus.

B. Jenis Komoditas yang Diekspor Indonesia


Pada pembahasan akan dijelaskan berdasarkan beberapa point
berdasarkan yang telah disebutkan di dalam rumusan masalah di atas. Adapun
komoditas yang diekpsor oleh Indonesia adalah :
TPT

Tujuan: AMERIKA SERIKAT, JEPANG, JERMAN, TURKI, KOREA


SELATAN, INGGRIS, UNI EMIRAT ARAB, REP.RAKYAT TIONGKOK,
BRASILIA, MALAYSIA, BELGIA, ITALIA, BELANDA, SPANYOL,
KANADA, SAUDI ARABIA, THAILAND, PERANCIS, VIETNAM,
TAIWAN.
Elektronik

Tujuan: SINGAPURA, AMERIKA SERIKAT, JEPANG, HONGKONG,


REP.RAKYAT TIONGKOK, JERMAN, MALAYSIA, BELANDA, KOREA
SELATAN, PILIPINA, PERANCIS, THAILAND, INDIA, AUSTRALIA,
UNI EMIRAT ARAB, INGGRIS, TAIWAN, VIETNAM, BELGIA, ITALIA.
Karet dan Produk Karet

5
Tujuan: AMERIKA SERIKAT, JEPANG, REP.RAKYAT TIONGKOK,
KOREA SELATAN, SINGAPURA, BRASILIA, JERMAN, KANADA,
BELANDA, TURKI, PERANCIS, INDIA, SPANYOL, ITALIA, INGGRIS,
BELGIA, TAIWAN, REP.AFRIKA SELATAN, AUSTRALIA, ARGENTINA.
Sawit

Tujuan: HONGKONG, INDIA, VIETNAM, REP.RAKYAT TIONGKOK,


JERMAN, SINGAPURA, KOREA UTARA, ITALIA, MALAYSIA,
THAILAND, SPANYOL, TAIWAN, JEPANG, KAMBOJA, SRI LANGKA,
REP.AFRIKA SELATAN, PERANCIS, PILIPINA, AMERIKA SERIKAT,
MEKSIKO.
Produk Hasil Hutan

Tujuan: INDIA, REP.RAKYAT TIONGKOK, MALAYSIA, BANGLA DESH,


BELANDA, MESIR, SINGAPURA, ITALIA, SPANYOL, UKRAINE, IRAN,
FEDERASI RUSIA, PAKISTAN, JERMAN, TANZANIA, BRASILIA,
REP.AFRIKA SELATAN, VIETNAM, MYANMAR, KENYA.
Alas Kaki

Tujuan: JEPANG, REP.RAKYAT TIONGKOK, AMERIKA SERIKAT,


KOREA SELATAN, AUSTRALIA, MALAYSIA, TAIWAN, SAUDI
ARABIA, UNI EMIRAT ARAB, INDIA, JERMAN, BELANDA, INGGRIS,
VIETNAM, SINGAPURA, BELGIA, ITALIA, PERANCIS, BANGLA
DESH, THAILAND.

6
Otomotif

Tujuan: AMERIKA SERIKAT, BELGIA, JERMAN, INGGRIS, BELANDA,


ITALIA, JEPANG, MEKSIKO, PERANCIS, BRASILIA, REP.RAKYAT
TIONGKOK, DENMARK, PANAMA, KOREA SELATAN, SINGAPURA,
SPANYOL, AUSTRALIA, FEDERASI RUSIA, CHILI, REP.AFRIKA
SELATAN.
Udang

Tujuan: THAILAND, JEPANG, SAUDI ARABIA, PILIPINA, MALAYSIA,


SINGAPURA, UNI EMIRAT ARAB, REP.AFRIKA SELATAN, BRASILIA,
VIETNAM, REP.RAKYAT TIONGKOK, MEKSIKO, OMAN, KAMERUN,
TAIWAN, INGGRIS, MYANMAR, JERMAN, INDIA, KUWAIT.
Kakao

Tujuan: AMERIKA SERIKAT, JEPANG, REP.RAKYAT TIONGKOK,


INGGRIS, BELGIA, HONGKONG, VIETNAM, SINGAPURA, PERANCIS,
KANADA, AUSTRALIA, MALAYSIA, TAIWAN, FEDERASI RUSIA,
BELANDA, ITALIA, JERMAN, KOREA SELATAN, DENMARK .

Kopi

Tujuan: MALAYSIA, AMERIKA SERIKAT, SINGAPURA, KOREA


UTARA, SPANYOL, JERMAN, PERANCIS, BELANDA, INGGRIS,
AUSTRALIA, PILIPINA, INDIA, KANADA, THAILAND, JEPANG,

7
BRASILIA, UNI EMIRAT ARAB, ESTONIA, FEDERASI RUSIA,
SELANDIA BARU

C. Kendala dan Permasalahan yang Dihadapi oleh Eksport Indonesia


Berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh eksport negara
Indonesia :
1. Kegiatan ekspor di Indonesia tidak terlepas dari kesiapan pembangunan
infrastruktur di pelabuhan. Yang terjadi sekarang ini, aktivitas bongkar dan
angkut barang masih terbilang lama contohnya produk minyak sawit dan
turunannya. Kendala lain yang dihadapi pelabuhan bukan saja dari jam
kerja, melainkan fasilitas pelabuhan yang sangat minim akibatnya
mengganggu proses pengangkutan barang.
2. Adanya isu pelemahan nilai mata uang rupiah yang menyebabkan
berubahnya harga komoditi Impor, baik obyek konsumsi maupun alat
produksi. Harga komoditi Impor biasanya dipatok dengan mata uang
Negara asal, maka apabila nilai mata uang negara tujuan impor jatuh,
maka harga komoditi Impor pun akan meningkat. Sebagai contoh, misal di
nilai tukar Rupiah di Indonesia turun sekitar 14% dari nilai US Dollar
(9000), maka nilai US Dollar pun meningkat menjadi sekitar 10.250
Rupiah, dan harga komoditi Impor pun meningkat sebesar 14%.
Kemudian, harga barang-barang Impor di mall, toko, maupun makanan di
restoran dan kafe pun meningkat drastis dan semakin memperpuruk
perekonomian Indonesia.
3. Kurangnya pengelolaan sumberdaya, kurangnya variasi produk asli
Indonesia, hingga kebutuhan warga Negara Indonesia yang terpancing
dengan Negara-negara besar, seperti Amerika Serikat, Bangsa Eropa,
bahkan bangsa Asia lainnya seperti Jepang, Korea, dan China yang
mendominasi gaya hidup dan fashion, namun meninggalkan produk
buatan Negaranya sendiri ini sangat perlu diperhatikan pemerintah. Warga
Indonesia kini senantiasa mengkosumsi produk-produk impor yang
terkesan mewah dibandingkan produk karya anak bangsa yang kualitasnya
tak jauh beda. Pakaian, Aksesoris, Kendaraan, Makanan dan Minuman,

8
semuanya telah didominasi dengan produk-produk asing. Sebagai contoh,
warga Indonesia cenderung mengkosumsi makanan-makanan fast food
khas Negara Barat seperti Mc Donalds, Kentucky Fried Chicken (KFC),
dan lain sebagainya dibandingkan makanan khas Indonesia seperti Pecel,
Soto, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan pakaian, pakaian bermerk
dari luar tentunya lebih disukai dibandingkan merk lokal yang kualitasnya
tidak jauh beda dari merk-merk luar tersebut.
4. Dumping merupakan suatu tindakan menjual produk-produk impor dengan
harga yang lebih murah dari harga dan ini merupakan pelanggaran
terhadap kesepakatan WTO. Karena kebanjiran impor membuat Indonesia.
Beberapa waktu yang lalu Korea menuduh Indonesia melakukan dumping
woodfree copy paper ke Korsel sehingga Indonesia mengalami kerugian
yang cukup besar. Tuduhan tersebut menyebabkan Pemerintah Korsel
mengenakan bea masuk anti dumping (BMAD) sebesar 2,8 persen hingga
8,22 persen terhitung 7 November 2003. dan akibat adanya tuduhan
dumping itu ekspor produk itu mengalami kerugian. Ekspor woodfree
copy paper Indonesia ke Korsel yang tahun 2002 mencapai 102 juta dolar
AS, turun tahun 2003 menjadi 67 juta dolar. Sehingga Indonesia harus
melakukan yang terbaik untuk menghadapi kasus kasus dumping
semacam ini

D. Solusi dari Hambatan yang Dialami Ekspor Indonesia


Solusi dari hambatan hambatan yang di alami ekspor Indonesia
antara lain:
1. Penuntasan masalah Dweeling Time yang sekarang sedang terjadi.
Presiden Jokowi sekarang ini sudah berupaya untuk mencari solusi
mengenai lamanya bongkar muat di pelabuhan Indonesia yang selama ini
sangat merugikan negara. Barang atau komoditi yang seharusnya bisa
sampai ke negara tujuan dengan cepat, harus tertahan lama di pelabuhan.
Penuntasan masalah dweeling time ini diharapkan kedepannya nanti
sistem pengangkutan Indonesia menjadi lebih baik serta dengan solusi

9
Presiden Jokowi, dengan penambahan pelabuhan juga akan membantu
logistic Indonesia.
2. Meningkatkan kulaitas Sumber Daya Manusia pengelola yang mengolah
proses produksi barang komoditi supaya didapatkan hasil yang lebih baik
dengan harga jual yang tinggi di pasar Internasional.
3. Pemerintah harus tanggap mengenai kasus- kasus yang terjadi pada sektor
perdagangan Internasional karena sektor ekspor- impor memegang peran
penting di dalam pendapatan negara.
4. Pemerintah memberikan modal bagi industri kecil supaya produk- produk
yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk- produk dari luar negeri.
5. Pengendalian terhadap tarif impor dan ekspor juga perlu dikendalikan agar
produk- produk yang dihasilkan dari dalam negeri tidak kalah saing
dengan produk impor. Pemerintah harus dapat melindungi industri kecil
serta dapat melindungi produk- produk dalam negeri.
6. Menjadi eksportir produk manufactur; dalam hal ekspor Indonesia masih
sangat bergantung pada ekspor komoditas (mentah). Hal ini menunjukkan
bahwa Indonesia sangat rentan terhadap dampak volatilitas harga
komoditas di pasar internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, ketika
harga komoditas jatuh, kinerja ekspor Indonesia menurun secara drastis.
Lebih buruk, dalam beberapa waktu mendatang tidak terlihat adanya tanda
akan menguatnya harga komoditas. Untuk mengatasi posisi rentan ini,
Indonesia harus mendiversifikasikan produk ekspor nasional, khususnya
industri hilir untuk produk manufaktur bernilai tambah. Meningkatkan sisi
suplai domestik adalah hal penting karena penduduk Indonesia (yang
dicirikhaskan dengan pertumbuhan pesat masyarakat kelas menengah yang
sekarang berjumlah sekitar 75 juta orang) akan memerlukan produk yang
lebih banyak. Akibat kurangnya manufaktur dalam negeri, situasi ini
menyebabkan inflasi dan kenaikan impor sehingga menimbulkan tekanan
pada neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan. Mengenai ekspor,
penting bagi Indonesia untuk mencari pasar-pasar ekspor yang non-
tradisional. China (salah satu pasar ekspor terbesar untuk produk
Indonesia) sedang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi maka
permintaan dari ekonomi dunia terbesar kedua ikut melemah. Pada

10
akhirnya, harus dicatat bahwa proyek-proyek infrastruktur besar yang
ditargetkan oleh pemerintah akan mendorong impor karena proyek ini
memerlukan bahan impor dalam jumlah besar.

E. Dampak Eksport Komoditas Terhadap Perekonomian Indonesia


1. Memperluas pasar bagi produk Indonesia
Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan produk
Indonesia ke luar negeri.Misalnya, pakaian batik merupakan salah satu
produk Indonesia yang mulai dikenal oleh masyarakat dunia. Apabila
permintaan terhadap pakaian batik buatan Indonesia semakin meningkat,
pendapatan para produsen batik semakin besar.
Dengan demikian, kegiatan produksi batik di Indonesia akan semakin
berkembang.
2. Menambah Devisa Negara
Perdagangan antarnegara memungkinkan eksportir Indonesia untuk
menjual barang kepada masyarakat luar negeri. Transaksi ini dapat
menambah penerimaan devisa negara. Dengan demikian, kekayaan negara
bertambah karena devisa merupakan salah satu sumber penerimaan negara.
3. Memperluas Lapangan Pekerjaan
Kegiatan ekspor akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Dengan semakin luasnya pasar bagi produk Indonesia, kegiatan produksi
di dalam negeri akan meningkat. Semakin banyak pula tenaga kerja yang
dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin luas.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Negara Indonesia untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya dengan cara
melakukan perdagangan Internasional melalu kegiatan ekspor dan impor.
Dalam kegiatan ekspor Indonesia mendapat tambahan pendapatan negara
berupa devisa. Melalui impor, Indonesia mendapat tambahan produk- produk
yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rakyatnya saat negara tidak bisa
memproduksi barang tersebut. Sunber daya alam yang dimiliki Indonesia
memiliki keistimewaan khusus yang dapat mendongkrak kegiatan ekspornya.
Kegiatan ekspor dan impor Indonesia memiliki banyak manfaat bagi negara
Indonesia sehingga sektor ini tidak bisa disepelekan. Dari berbagai sektor
pendapatan negara. Sektor ekspor- impor memiliki peran yang sangat penting
bagi perubahan PDB Indonesia.

B. Saran
Setelah mengetahui pentingnya pengaruh ekspor dan impor bagi
perekonomian Indonesia. Maka hendaknya pemerintah memiliki strategi
khusus di dalam peningkatan kegiatan ini. Bukan tidak mungkin Indonesia
bisa menjadi seperti negara Singapura yang maju dengan perbaikan dan
peningkatan logisticnya. Dalam kepemilikan sumber daya alam tentu
Indonesia jauh lebih kaya dibanding Singapura. Negara Singapura hanya
mengandalkan prestasi logistic dan bidang jasa sehingga bisa menjadi negara
yang maju. Apabila Indonesia mampu memperbaiki kualitas logistic serta
kualitas produknya maka bukan hal yang mustahil untuk menjadi negara yang
maju kedepannya nanti.

12
DAFTAR PUSTAKA

BPS (Badan Pusat Statistik ). http://www.bps.go.id/Brs/view/id/1150

http://mengerjakantugas.blogspot.com/2011/01/manfaat-kegiatan-ekspor-dan-
impor.html

liputan 6.com. http://bisnis.liputan6.com/read/719523/daftar-lengkap-29-


komoditas-pangan-yang-diimporri

Makalah Ekspor Impor Indonesia. http://cafeekonomi.blogspot.com/2009/


05/makalah-ekspor-impor-indonesia.html/ diunduh 30 September 2013.

Menman, 2013. Analisis Data Ekspor Impor Indonesia 2013.


http://nasionalis.me /tag/analisis-data-ekspor-impor-indonesia-2013/
diunduh 10 Oktober 2013.

Wikipedia, 2013. Ekspor. http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspor diunduh 2


November 2013.

13