Anda di halaman 1dari 16

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF MELALUI TEKNIK MENGHAFAL

BERLAPIS BERULANG BERTINGKAT (PAL LAPIS LANGKAT) UNTUK MENINGKATKAN


HASIL BELAJAR SAINS BIOLOGI PADA SISWA KELAS IX D SMPN 1 MEJAYAN
SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Oleh : AGUS JOKO SUNGKONO, S.Pd., Guru SMPN 1 Mejayan

ABSTRAK
Kata Kunci : Model Pembelajaran Aktif, Teknik Menghafal Berlapis Berulang Bertingkat (Pal
Lapis Langkat), Hasil Belajar Siswa.

Mata pelajaran sains bologi seharusnya menjadi mata pelajaran yang menarik bagi semua siswa,
karena selain tidak menggunakan banyak rumus dan hitungan sains biologi mempelajari tubuhnya
sendiri, hewan, tumbuhan dan lingkungan di sekitarnya, sehingga membuat siswa lebih senang dan
lebih tertarik serta tertantang untuk mempelajarinya. Kenyataannya sains biologi belum menjadi
mata pelajaran yang menarik bagi semua siswa, sehingga masih banyak siswa yang belum mampu
belajar biologi dengan baik dengan berbagai macam alasan, misalnya : sains biologi banyak
hafalan, guru kurang kompeten, cara mengajar kurang menarik, dan masih banyak lagi alasan yang
lainnya. Memang pada mata pelajaran sains biologi banyak hafalan, jika cara pembelajaran yang
dilakukan guru hanya ceramah saja bisa menjemukan siswa, jika guru kurang kompeten
menyebabkan cara pembelajarannya sekenanya, tanpa ada tip dan trik yang menarik yang
memudahkan belajar siswa. Untuk mengatasi banyaknya hafalan pada mata pelajaran biologi
diperlukan model pembelajaran yang bisa mengaktifkan semua siswa dan teknik yang holistik,
mudah dan menarik serta mempunyai resistensi daya ingat yang sangat lama. Model pembelajaran
aktif melalui teknik menghafal berlapis berulang bertingkat (pal lapis langkat) bisa digunakan untuk
mengatasi masalah banyaknya hafalan pada mata pelajaran sains biologi.
Dari hasil pengamatan pada siklus I dan II diketahui bahwa terjadi perbaikan aktifitas guru dalam
pembelajaran dari nilai 82 menjadi 94 atau sekitar 12 %, terjadi perbaikan aktifitas belajar siswa
dari nilai 87,56 menjadi 97,69 atau sekitar 10,13 %. Terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebagai
berikut : Nilai tertinggi pada siklus I 98 dan pada siklus II 100, terjadi kenaikan 2 %. Nilai terendah
pada siklus I 75 dan pada siklus II 76, terjadi kenaikan 1 %. Nilai rata-rata kelas pada siklus I 91,84
dan pada siklus II 95,45, terjadi kenaikan 3,61 %. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus I
sebanyak 96,77 % dan pada siklus II 96,77 %. Bisa disimpulkan bahwa penerapan model
pembelajaran aktif melalui teknik menghafal berlapis berulang bertingkat (pal lapis langkat) bisa
meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran sains
biologi.

PENDAHULUAN nilai baik.


Latar Belakang Masalah Namun kenyataannya sampai saat ini sains
Mata pelajaran sains bologi seharusnya biologi belum menjadi mata pelajaran yang
menjadi mata pelajaran yang menarik bagi menarik bagi semua siswa, sehingga masih
semua siswa, karena selain tidak menggunakan banyak siswa yang belum mampu belajar sains
banyak rumus dan hitungan sains biologi biologi dengan baik dengan berbagai macam
mempelajari tubuhnya sendiri, hewan, alasan, misalnya : sains biologi banyak
tumbuhan dan lingkungan di sekitarnya. hafalan, pelajarannya menjemukan, guru
Karena sains biologi merupakan pelajaran kurang kompeten, cara mengajar kurang
yang menarik seharusnya membuat siswa lebih menarik, dan masih banyak lagi alasan yang
senang dan lebih tertarik serta tertantang untuk lainnya.
mempelajarinya. Sehingga jika dilakukan Berbagai alasan yang disampaikan siswa ada
penilaian idealnya semua siswa mendapatkan benarnya. Memang pada mata pelajaran sains
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 1 dari 16
biologi banyak hafalan, jika cara pembelajaran
yang dilakukan guru hanya ceramah saja bisa 3. Indikator keberhasilan
menjemukan siswa, jika guru tidak/kurang Penelitian ini dikatakan berhasil apabila
kompeten menyebabkan cara pembelajarannya 80% jumlah siswa mencapai dan atau
sekenanya. melampaui skor 80.
Untuk mengatasi banyaknya hafalan pada
mata pelajaran sains biologi diperlukan model KAJIAN PUSTAKA
pembelajaran yang bisa mengaktifkan semua A. Pembelajaran Aktif
siswa dan teknik yang holistik, mudah dan Belajar merupakan proses yang aktif, yakni
menarik serta mempunyai resistensi daya ingat melihat, mengamati, dan memahami sesuatu
yang sangat lama. Model pembelajaran aktif serta proses berbuat melalui pengalaman.
(active learning) melalui teknik menghafal Dengan kata lain bahwa dalam proses belajar
berlapis berulang bertingkat bisa digunakan siswa ditandai dengan adanya proses
untuk mengatasi masalah banyaknya hafalan perubahan tingkah laku melalui berbagai
pada mata pelajaran sains biologi. pengalaman yang diperolehnya.
Menurut Suprana (1997) proses belajar
Rumusan Masalah dan Pemecahan mengajar mempunyai ciri-ciri sebagai
Masalah berikut :
a. Rumusan Masalah a. Belajar berarti membentuk makna. Makna
Berdasarkan latar belakang masalah diatas diciptakan oleh siswa dari apa yang mereka
dapat dirumuskan permasalahan sebagai lihat, dengar, rasakan secara alamiah.
berikut: Bagaimanakah penerapan model Konstruksi makna itu dipengaruhi oleh
pembelajaran aktif melalui teknik pengertian yang telah ia miliki sebelumnya.
menghafal berlapis berulang bertingkat b. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan
(pal lapis langkat) bisa untuk meningkatkan fakta melainkan lebih suatu pengembangan
hasil belajar sains biologi siswa kelas IXD pengertian dengan membangun pengertian
SMPN 1 Mejayan semester gasal tahun baru.
pelajaran 2012/2013? c. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman
belajar dengan dunia fisik dan lingkungan-
b. Pemecahan Masalah nya.
Agar peningkatan hasil belajar siswa di Pembelajaran sains biologi yang relevan
kelas IXD SMPN 1 Mejayan berhasil dengan KTSP 2006 salah satunya adalah
dengan baik maka diperlukan upaya pembelajaran aktif (active learning), dimana
tindakan kelas yaitu memodifikasi model siswa diajak untuk melakukan suatu kegiatan
pembelajaran lama dengan menerapkan agar siswa dapat menggunakan koordinasi
model pembelajaran aktif melalui teknik antara otak kanan dan otak kirinya untuk
menghafal berlapis berulang bertingkat (pal mempelajari masalah, memecahkan masalah
lapis langkat) yang terstruktur dengan baik. dan menerapkan apa yang telah dipelajari.
Dengan kegiatan ini diharapkan siswa akan Melalui pembelajaran aktif ini diharapkan
bisa belajar secara mandiri dan juga proses pembelajaran siswa dapat mencapai
berkelompok dengan baik dan aktif, aspek-aspek yang lebih tinggi (analisis,
sehingga hasil belajar siswa akan sintesis, dan evaluasi), beraktifitas membaca,
meningkat. aktif berdiskusi, dan menulis serta mendorong
siswa untuk menggali potensi yang
2. Hipotesis Tindakan dimilikinya.
Jika proses pembelajaran menerapkan
model pembelajaran aktif melalui teknik B. Suasana Pembelajaran Aktif
menghafal berlapis berulang bertingkat (pal Pembelajaran aktif dapat terjadi apabila
lapis langkat) maka akan dapat kegiatan pembelajaran siswa memiliki
meningkatkan hasil belajar sains biologi pengalaman belajar secara langsung, dapat
siswa kelas IXD SMPN 1 Mejayan berinteraksi, berkomunikasi satu dengan yang
semester gasal tahun pelajaran 2012/2013. lainnya, dan melakukan refleksi.
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 2 dari 16
Siswa akan belajar banyak melalui berbuat
(learning by doing). Pengalaman langsung D. Hasil Belajar
mengaktifkan lebih banyak indera daripada Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang
hanya melalui pendengaran. dicapai oleh siswa yang meliputi ranah
Pembelajaran akan tercipta dengan baik dan kognitif, afektif dan psikomotorik dalam
meningkat kualitasnya apabila berlangsung mengikuti proses belajar mengajar sesuai
dalam suasana interaktif, berdiskusi, saling dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan
bertanya, saling menyimak, dan atau saling (Diknas, 2006). Hasil belajar menunjukkan
menjelaskan satu dengan lainnya. tingkat kemampuan seseorang atau siswa
Dalam pembelajaran aktif diharapkan muncul dalam menempuh materi pelajaran selama
adanya komunikasi antar siswa baik mengikuti proses pembelajaran.
komunikasi satu arah, dua arah maupun multi Hasil belajar dari proses pembelajaran siswa
arah untuk mengungkapkan fikiran dan diketahui melalui tes yang merupakan
perasaan baik secara lisan, tulisan maupun pencerminan dari tujuan pembelajaran, standar
kegiatan. Pengungkapan fikiran baik dalam kompetensi, dan kompetensi dasar serta
rangka mengungkapkan gagasan sendiri indikator yang menentukan karakteristik siswa
maupun menyimak dan menilai gagasan orang yang diharapkan.
lain akan memantapkan pemahaman seseorang Hasil belajar kognitif meliputi pengetahuan,
tentang apa yang sedang difikirkan atau pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan
dipelajari. evaluasi. Hasil belajar afektif berupa sikap,
Guru dalam setiap langkah proses kepribadian, nilai, tingkah laku, budi pekerti,
pembelajaran yang terjadi di dalam kelas, proses sosial, dan sebagainya. Sedangkan hasil
perlu melakukan renungan/ refleksi di akhir belajar psikomotorik berupa pencapaian siswa
kegiatan pembelajaran. dalam melakukan tindakan / praktek dan atau
pengamatan.
C. Karakteristik Pembelajaran Aktif
Pada dasarnya anak dilahirkan dengan E. Sistem Memori Pada Manusia
memiliki sifat ingin tahu dan rasa imajinasi. Menurut Lashleys banyak daerah dan struktur
Sifat ingin tahu merupakan modal dasar bagi di otak sebagaimana korteks serebri juga
berkembangnya sikap kritis. Adapun imajinasi berperan dalam belajar dan mengingat. Ingatan
sebagai modal dasar munculnya perilaku juga kelihatannya didistribusikan secara
kreatif. Selama proses belajar siswa berlebihan didaerah korteks.
berlangsung, kedua sifat ini dapat tumbuh dan Untuk mengingat sesuatu manusia harus
berkembang. berhasil melakukan 3 hal yaitu : mendapatkan
Belajar adalah menemukan dan membangun informasi, menyimpannya dan mengeluarkan
makna oleh si pembelajar terhadap informasi kembali (memanggil kembali). Kegagalan
dan pengalaman yang terjadi melalui persepsi, dalam mengingat sesuatu dapat disebabkan
pikiran dan perasaan si pembelajar. Belajar karena gangguan pada salah satu dari ke 3
bukanlah proses menyerap pengetahuan yang proses tersebut. (Bloom 1988).
sudah jadi atau hasil bentukan guru, melainkan
pengetahuan dibangun sendiri oleh si Secara neurobiologi pada proses belajar
pembelajar dalam hal ini adalah siswa (Nana dan ingatan terdapat 4 prinsip dasar, yaitu:
Sudjana, 1988) 1. Ingatan mempunyai beberapa tahap dan
Karakteristik lulusan hasil pembelajaran aktif selalu berubah
memiliki sifat peka, mandiri (termasuk kreatif) 2. Ingatan jangka panjang akan terjadi
dan bertanggung jawab. Peka berarti berfikir perubahan fisik pada otak
tajam, kritis dan tanggap terhadap buah pikiran 3. jejak ingatan didistribusikan diseluruh
dan perasaan orang lain. Mandiri berarti berani sistem saraf
dan mampu bertindak tanpa selalu bergantung 4. Hipokampus dan lobus temporalis
kepada orang lain. Bertanggung jawab berarti kelihatannya mempunyai fungsi yang unik
siap menerima akibat dari keputusan dan dalam proses ingatan manusia.
tindakan yang diambil.
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 3 dari 16
Tahapan ingatan Untuk mengingat sesuatu, seseorang harus
Menurut Donald Hebb (1949), ingatan berhasil melaksanakan 3 hal, yaitu
dibedakan atas ingatan jangka pendek (short mendapatkan informasi, menahan /
term memory) dan ingatan jangka panjang meyimpannya dan mengeluarkannya. Bila kita
(long term memory). Ingatan jangka pendek lupa akan sesuatu, maka gangguan dapat
adalah suatu proses aktif yang berlangsungnya terjadi pada bagian mana saja dari ke 3 proses
terbatas, tidak meninggalkan bekas. Ingatan tersebut. (Bloom, 1988).
jangka pendek ini diperantarai oleh post Ingatan atau memori tidaklah sesederhana
tetanic potensiation atau inhibisi presynaptik. seperti ini. Memori adalah proses aktif, karena
Bentuk belajar jangka pendek yang paling ilmu pengetahuan berubah terus, selalu
sederhana disimpan dalam perubahan fisik diperiksa dan diformulasi ulang oleh pikiran
dalam reseptor perifer yang sifatnya otak kita. Menurut Jerome Bruner manusia
sementara. mempunyai kapasitas dan kecendrungan untuk
Pada percobaan model mengenai proses berubah karena menghadapi kejadian yang
ingatan, digambarkan bahwa input kedalam umum. Ingatan mempunyai beberapa fase;
otak akan diproses dipenyimpanan ingatan yaitu waktunya sangat singkat (extremely
jangka pendek; kemudian melalui beberapa short term) / ingatan segera (immediate
proses akan diubah ketempat penyimpanan memory), item hanya dapat disimpan dalam
jangka panjang yang lebih permanen. Model beberapa detik, ingatan jangka pendek (short
ini juga dilengkapi dengan fungsi untuk term), items dapat ditahan dalam beberapa
mencari tempat penyimpanan ingatan dan menit, ingatan jangka panjang (long term),
membaca kembali informasi yang diperlukan penyimpanan berlangsung beberapa jam
pada keadaan tertentu. sampai seumur hidup.
Proses pemanggilan kembali ingatan yang Ingatan tidak terlokalisir pada struktur tertentu
relatif baru mudah terganggu, kecuali bila dari otak. Menurut Pavlov proses belajar
sudah disimpan dalam penyimpanan ingatan terbatas pada neokorteks, menurut P.S.
jangka panjang, yang relatif lebih stabil. Surrager dan E. Culler 1940 kondisi klasik
refleks sederhana yang tertentu dapat
Ingatan jangka panjang akan menimbulkan diperantarai oleh medula spinalis, walaupun
perubahan fisik pada otak hubungan telah terputus dari otak. Jadi seluruh
Ingatan jangka panjang dihasilkan oleh sistem saraf mempunyai alat yang dibutuhkan
perubahan struktural pada sistem saraf, yang untuk penyimpanan memori.
terjadi karena aktifasi berulang terhadap
lingkaran neuron (loop of neuron). Lingakaran Fungsi otak dalam memori
tersebut dapat dari korteks ke thalamus atau Pada manusia, hipokampus, amigdala dan
hipokampus, kembali lagi ke korteks. Aktifasi struktur yang berhubungan berperan pada
berulang terhadap neuron yang membentuk konsolidasi memori dan pada perubahan
loop tersebut akan menyebabkan synaps deklaratif memori menjadi ingatan jangka
diantara mereka secara fungsional panjang. Daerah thalamus berperan pada
berhubungan. Sekali terjadi hubungan, maka initial coding pada informasi deklaratif
neuron tersebut akan merupakan suatu tertentu. Proses belajar deklaratif pada
kumpulan sel, yang bila tereksitasi pada manusia dilakukan oleh lobus temporalis dan
neuron tersebut akan terjadi aktifasi seluruh bagian dari thalamus. Hipokampus berperan
kumpulan sel tersebut. Dengan demikian dapat dalam mempelajari spatial map.
disimpan dan dikembalikan lagi oleh berbagai Sebagian besar kegiatan manusia berhubungan
sensasi, pikiran atau emosi yang mengaktifasi dengan memori (ingatan) manusia, seperti saat
beberapa neuron dari kumpulan sel tersebut. manusia selalu mengingat semua yang terjadi,
Menurut Hebb perubahan struktural tersebut memori manusia berisi semua pengetahuan
terjadi di sinaps. (Kupferman 1981, Bloom dari urutan perilaku. Memungkinkan
1988). seseorang melakukan tindakan yang berulang,
menggunakan bahasa, menggunakan
Jejak memori didistribusikan secara luas informasi yang baru diterima melalui
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 4 dari 16
inderanya, mengidentifikasi dengan a. informasi berpindah dari memori jangka
menggunakan informasi yang pernah diterima pendek ke memori jangka panjang dengan
dari pengalaman masa lalu. Secara umum ada adanya latihan / ulangan / repetisi
3 jenis/fungsi memori : b. jumlah yang bertahan bersifat proposional
tempat penyaringan (sensor) menurut waktu latihannya
tempat memproses ingatan c. optimalisasikan dengan mengembangkan
(memori jangka pendek) pengetahuan
d. susunan, arti, dan pembiasaan membuat
memori jangka panjang
informasi lebih mudah diingat
Diagram proses memori pada manusia
F. Tujuh Langkah Accelerated
Learning
1. Langkah 1 : Rileks
2. Langkah 2 : Membaca sekilas
3. Langkah 3 : Penyerapan awal
Memori penyaring 4. Langkah 4 : Memproses informasi
Bekerja sebagai tempat penyimpan sementara 5. Langkah 5 : Menanam ingatan
(buffer) untuk menerima rangsang dari indera. dengan perasaan / emosi.
Terdiri dari 3 saluran penyaring : 6. Langkah 6 : Menggunakan
iconik : menerima rangsang informasi
penglihatan (visual) 7. Langkah 7 : Pengulangan secara
echoik : menerima rangsang suara terus menerus. Informasi
haptik : menerima rangsang berpindah dari memori jangka
sentuhan pendek ke memori jangka panjang
Isi memori selalu diperbaharui setiap kali ada dengan adanya latihan / ulangan /
rangsang yang masuk. Informasi akan repetisi
dilanjutkan ke memori jangka pendek dengan
catatan hanya rangsang yang dibutuhkan saat G. Teknik Menghafal Berlapis Berulang
itu, berupa perhatian pikiran pada salah satu Bertingkat (Pal Lapis Langkat)
dari sekian banyak rangsang yang masuk. Yang dimaksud teknik menghafal berlapis
berulang bertingkat (pal lapis langkat) adalah
Memori jangka pendek suatu cara menghafal secara terstruktur dan
Memori jangka pendek/memori kerja berjenjang yang selalu dimulai dari yang
bertindak sebagai tempat menyimpan data dihafal pertama / sebelumnya ditambah satu
sementara, digunakan untuk menyimpan hafalan berikutnya. Syarat menghafalnya
informasi yang hanya dibutuhkan sesaat. menggunakan perasaan senang, tenang dan
Memori dapat diakses dengan cepat 70 ms, telaten. Jika digambarkan sebagai berikut :
penghilangan cepat 200 ms. Kapasitas 1
memori kecil / terbatas 1+1
1+1+1
Memori jangka panjang 1+1+1+1
Memori ini diperlukan untuk menyimpan 1+1+1+1+1
informasi dalam jangka waktu lama. 1+1+1+1+1+1
Merupakan tempat menyimpan seluruh 1+1+1+1+1+1+1
pengetahuan, fakta informasi, pengalaman, Setiap hafal satu bagian ditambah satu bagian
urutan perilaku, dan segala sesuatu yang lagi dan dihafalkan lagi mulai dari awal.
diketahui. Kapasitas besar/tidak terbatas,
kecepatan akses lebih lambat 1/10 detik, PELAKSANAAN PENELITIAN
proses penghilangan pelan Umum
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan
Proses dalam memori jangka panjang Kelas yang merupakan penelitian diagnostik
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 5 dari 16
yang dirancang dengan menuntun peneliti ke e) Mempersiapkan alat-alat / media
arah suatu tindakan. Dalam hal ini peneliti pembelajaran.
melakukan proses pembelajaran aktif melalui f) Melaksanakan proses pembelajaran
teknik menghafal berlapis berulang bertingkat g) Melakukan evaluasi
(pal lapis langkat). Subjek penelitian tindakan h) Melakukan analisis dan refleksi
kelas ini adalah siswa kelas IXD SMPN 1
Mejayan Kabupaten Madiun semester gasal
tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian tindakan 2) Siklus II
kelas ini dilaksanakan mulai bulan Agustus Pada kegiatan perencanaan siklus II
sampai Oktober 2012. dilakukan kegiatan persiapan seperti halnya
pada siklus I dengan beberapa perubahan
Prosedur Penelitian dan perbaikan. Perubahan dan perbaikan
Penelitian ini menggunakan metode penelitian rencana kegiatan didasarkan pada hasil
tindakan kelas yang terdiri dari 4 tahapan analisis dan refleksi pada siklus I
dasar sebagai rangkaian langkah yang a) Mendaftar siswa yang memiliki nilai
membentuk spiral, yaitu perencanaan tindakan rendah atau kurang dari KKM dan
(planning), pelaksanaan tindakan (acting / mencari penyebabnya.
implementing), pengamatan tindakan b) Menyiapkan sejumlah tip dan trik
(observing), dan refleksi (reflecting), kepada siswa yang belum mengikuti
dilakukan selama dua siklus. petunjuk atau aturan dalam teknik
menghafal berlapis berulang bertingkat
Deskripsi Setiap Siklus (pal lapis langkat).
Perencanaan Perbaikan Pembelajaran c) Membuat skenario pembelajaran.
Perbaikan proses pembelajaran direncanakan d) Membuat dan menyiapkan lembar
sebanyak 2 siklus. pengamatan aktivitas pembelajaran guru
a. Masalah yang akan diperbaiki dan aktivitas belajar siswa.
1. Teknik pembelajaran sains biologi yang e) Membuat LKS.
dilakukan Guru. f) Membuat dan menyiapkan alat evaluasi.
2. Teknik belajar sains biologi yang g) Mempersiapkan alat-alat / media
dilakukan oleh siswa. pembelajaran.
b. Cara mengatasi masalah h) Melaksanakan proses pembelajaran.
Melakukan perbaikan pembelajaran dengan i) Melakukan evaluasi.
menerapkan model pembelajaran aktif j) Melakan analisis dan refleksi.
melalui teknik menghafal berlapis berulang
bertingkat (pal lapis langkat). Langkah- Pengamatan, Pengumpulan Data dan
langkah kegiatan perencanaan pembelajaran Instrumen
dilakukan setiap siklus. 1. Pengamatan
1) Siklus I Untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi
Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap kegiatan perbaikan pembelajaran pada
perencanaan tindakan siklus I adalah setiap siklus, dilakukan pengamatan
sebagai berikut : terhadap proses pembelajaran yang sedang
a) Membuat skenario pembelajaran sains berlangsung oleh teman sejawat. Dalam
biologi dengan menerapkan model penelitian ini peneliti meminta bantuan
pembelajaran aktif melalui teknik saudara Didik Purwadi, S.Pd dan saudarai
menghafal berlapis berulang bertingkat Sukati, S.Pd. Adapun hal-hal yang diamati
(pal lapis langkat) yang tertuang dalam adalah aktivitas guru mulai dari kegiatan
RPP siklus I persiapan, pendahuluan, pembimbingan
b) Membuat dan menyiapkan lembar siswa, kegiatan inti, pemanfaatan waktu,
pengamatan aktivitas pembelajaran suasana kelas, sampai dengan menutup
guru dan aktivitas belajar. proses pembelajaran.
c) Membuat LKS Kegiatan pengamatan terhadap aktivitas
d) Membuat dan menyiapkan alat evaluasi guru yang dimaksud adalah mencatat
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 6 dari 16
berbagai kekuatan dan kelemahan guru di berlapis berulang bertingkat (pal lapis
dalam proses pembelajaran siswa dengan langkat) dikatakan berhasil apabila 80%
panduan lembar pengamatan yang sudah jumlah siswa mencapai dan atau
disediakan. Isi catatan ini akan digunakan melampaui nilai KKM 80 sesuai dengan
sebagai bahan pertimbangan dan refleksi yang telah direncanakan dalam RPP.
untuk melakukan kegiatan perbaikan pada 2. Tingkat perhatian dan aktivitas siswa
siklus berikutnya. dalam proses pembelajaran sangat baik dan
Selain aktivitas guru, observer juga aktif serta memenuhi kriteria ketercapaian
mengamati dan mencatat aktivitas siswa 80 %.
pada lembar pengamatan yang sudah
disediakan. Refleksi
2. Pengumpulan Data Dalam kegiatan refleksi, semua yang terlibat
Data yang dikumpulkan berupa data dalam penelitian berkoordinasi sehingga
kualitatif dan data kuantitatif. Data diperoleh bahan masukan yang berharga.
kualitatif berupa deskripsi atau catatan Adapun langkah-langkah kegiatan refleksi
kegiatan baik yang berupa kelemahan yang dilakukan antara lain sebagai berikut :
maupun kekuatan yang dilakukan oleh guru a. Analisis, sintesis, dan interpretasi terhadap
maupun siswa dalam proses pembelajaran. semua informasi yang diperoleh dalam
Sedangkan data kuantitatif berupa nilai pelaksanaan tindakan perbaikan
hasil belajar siswa pada setiap siklus. pembelajaran.
3. Instrumen b. Melakukan evaluasi terhadap keberhasilan
1) RPP, digunakan oleh guru sebagai dan pencapaian tujuan tindakan perbaikan
pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran.
pembelajaran. c. Memperbaiki proses pembelajaran yang
2) Lembar Pengamatan Pelaksanaan telah dilakukan sebagai bentuk pelayanan
Pembelajaran, digunakan oleh pengamat pembelajaran siswa secara berkelanjutan.
untuk mencatat hasil pengamatan
terhadap proses perbaikan pembelajaran HASIL PENELITIAN
yang sedang berlangsung. Siklus I
3) LKS, digunakan oleh siswa dalam Perencanaan (Planning)
melaksanakan aktivitas pribadi dan a. pengamatan pendahuluan untuk mengetahui
kelompok, berisi materi yang berhubung- kondisi awal siswa dan keadaan kelas
an dengan masalah yang dipelajari. penelitian.
4) Naskah Soal Evaluasi, untuk mengukur b. Guru menyusun silabus, RPP dan instrumen
hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran yang meliputi :
tindakan perbaikan pembelajaran. LKS
5) Format Hasil Evaluasi, digunakan untuk Soal uji hafalan
mengumpulkan data hasil tes belajar
Soal evaluasi akhir
siswa.
Lembar pengamatan aktivitas guru
Analisis Data dalam pembelajaran sains biologi
Hal yang akan diajukan sebagai indikator Lembar pengamatan aktivitas siswa
untuk mengukur keberhasilan dalam Penelitian dalam belajar sains biologi
Tindakan Kelas ini adalah tingkat aktivitas dan
hasil belajar siswa dengan menerapkan model Pelaksanaan (Acting)
pembelajaran aktif melalui teknik menghafal a. Tahap pembukaan
berlapis berulang bertingkat (pal lapis Guru melakukan apersepsi awal kepada
langkat). siswa.
Hal ini dapat diukur dengan indikator sebagai Guru melakukan eksplorasi
berikut : Guru memotivasi siswa
1. Pembelajaran menerapkan model pembe- Guru menunjukkan tujuan pembelajaran
lajaran aktif melalui teknik menghafal dan teknik baru yang akan digunakan
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 7 dari 16
dalam proses pembelajaran. penguatan jawaban.
b. Kegiatan Inti Guru memberikan kesempatan kepada
Guru membagi kelompok beranggotakan siswa untuk melakukan perbaikan data
2 orang. hafalan 2 dan atau penguatan di memori
Guru membagikan LKS selama 1 menit.
Guru menjelaskan aturan dalam teknik Hafalan 3 :
menghafal berlapis berulang bertingkat Guru meminta siswa untuk melakukan
(pal lapis langkat). kegiatan menghafal berlapis berulang
Guru membuka sesi tanya jawab untuk pada LKS gambar sistem reproduksi
menanyakan aturan dalam teknik meng- laki-laki, gambar 3, selama 5 menit.
hafal berlapis berulang bertingkat (pal Sambil menunggu siswa menghafal guru
lapis langkat) yang belum dimengerti membagikan lembar uji hafalan 3.
siswa. Setelah 5 menit guru meminta siswa
Hafalan 1 : dalam kelompok untuk saling menyimak
Guru meminta siswa untuk melakukan hafalan temannya, masing-masing
kegiatan menghafal berlapis berulang selama 1 menit.
pada LKS gambar sistem reproduksi Guru meminta siswa untuk mengerjakan
laki-laki, gambar 1, selama 10 menit. lembar uji hafalan 3 selama 1 menit.
Sambil menunggu siswa menghafal guru Guru mengajak siswa untuk mencocok-
membagikan lembar uji hafalan 1. kan hasil uji hafalan 3. Guru
Setelah 10 menit guru meminta siswa memberikan jawaban yang benar dan
dalam kelompok untuk saling menyimak penguatan jawaban.
hafalan temannya, masing-masing Guru memberikan kesempatan kepada
selama 1 menit. siswa untuk melakukan perbaikan data
Guru meminta siswa untuk mengerjakan hafalan 3 dan atau penguatan di memori
lembar uji hafalan 1 selama 2 menit. selama 1 menit.
Guru mengajak siswa untuk mencocok- Hafalan 4 :
kan hasil uji hafalan 1. Guru Guru meminta siswa untuk melakukan
memberikan jawaban yang benar dan kegiatan menghafal berlapis berulang
penguatan jawaban. pada LKS gambar sistem reproduksi
Guru memberikan kesempatan kepada laki-laki, gambar 4, selama 15 menit.
siswa untuk melakukan perbaikan data Sambil menunggu siswa menghafal guru
hafalan 1 dan atau penguatan di memori membagikan lembar uji hafalan 4.
selama 1 menit. Setelah 15 menit guru meminta siswa
Hafalan 2 : dalam kelompok untuk saling menyimak
Guru meminta siswa untuk melakukan hafalan temannya, masing-masing
kegiatan menghafal berlapis berulang selama 2 menit.
pada LKS gambar sistem reproduksi Guru meminta siswa untuk mengerjakan
laki-laki, gambar 2, selama 10 menit. lembar uji hafalan 4 selama 2 menit.
Sambil menunggu siswa menghafal guru Guru mengajak siswa untuk mencocok-
membagikan lembar uji hafalan 2. kan hasil uji hafalan 4. Guru
Setelah 10 menit guru meminta siswa memberikan jawaban yang benar dan
dalam kelompok untuk saling menyimak penguatan jawaban.
hafalan temannya, masing-masing Guru memberikan kesempatan kepada
selama 1 menit. siswa untuk melakukan perbaikan data
Guru meminta siswa untuk mengerjakan hafalan 4 dan atau penguatan di memori
lembar uji hafalan 2 selama 2 menit. selama 2 menit.
Guru mengajak siswa untuk mencocok- c. Kegiatan Penutup
kan hasil uji hafalan 2. Guru Guru melakukan konfirmasi terhadap
memberikan jawaban yang benar dan hasil belajar siswa pada hafalan 1 sampai
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 8 dari 16
hafalan 4, dengan cara meminta siswa ragu dan kembali ke cara lama yang
untuk mengungkapkan hasil belajarnya sering mereka gunakan.
pada hafalan 1 sampai 4 secara acak. c) Siswa belum serius, masih kelihatan
Guru memperkuat jawaban siswa dan malu-malu dalam melakukan tes hafalan
kemudian membimbing siswa untuk dengan kelompoknya/pasangannya.
membuat kesimpulan. d) Siswa masih belum maksimal dalam
Guru membagikan lembar tes untuk melakukan perbaikan data dan atau
mengetahui tingkat keberhasilan belajar penguatan data pada memorinya.
siswa selama 15 menit.
Guru mengoreksi tes hasil belajar siswa. Siklus II
Perencanaan (Planning)
Pengamatan (Observing) Hal-hal yang harus diperhatikan untuk
a. Aktivitas pembelajaran guru. dikerjakan guru pada siklus II yaitu :
Hasil pengamatan aktivitas guru pada a) Guru diharapkan memberikan modal awal
proses pembelajaran siklus I : jumlah skor pengetahuan kepada siswa.
didapat 20, terdiri dari empat aspek b) Guru diharapkan memberikan waktu yang
mendapat skor 3, 10 aspek skor 4 dan 6 cukup kepada siswa untuk menghafal.
aspek skor 5. Rerata nilai yang didapat 82. c) Guru diharapkan memberikan tip dan trik
b. Aktivitas belajar sains biologi siswa. menghafal kepada siswa dengan baik.
Hasil pengamatan aktivitas siswa belajar d) Guru diharapkan memberikan kesempatan
sains biologi siklus I : Jumlah skor didapat yang cukup kepada siswa untuk memper-
217, jumlah nilai didapat 950 dari jumlah baiki data hafalan dan atau pengutan data di
nilai maksimal 1085, nilai rerata 87,56. memori siswa.
c. Data nilai hasil belajar siswa. e) Guru menyusun silabus, RPP dan instrumen
Hasil belajar siswa pada siklus I : jumlah pembelajaran yang meliputi :
siswa yang tuntas belajar sebanyak 30 siswa LKS
dari 31 siswa atau 96,77% sedangkan Soal uji hafalan
jumlah siswa yang tidak tuntas belajar Soal evaluasi akhir
sebanyak 1 siswa dari 31 siswa atau 3,23%. Lembar pengamatan aktivitas guru
Siswa yang tidak tuntas belajar disebabkan dalam pembelajaran sains biologi
salah menyebutkan nama bagian organ dan Lembar pengamatan aktivitas siswa
salah menyebutkan fungsi organ. 1 orang dalam belajar sains biologi
siswa ijin tidak masuk karena pergi.
Pelaksanaan (Acting)
Refleksi ( Reflecting) a. Tahap pembukaan
1) Kelemahan Guru Guru melakukan apersepsi awal kepada
a) Guru kurang memberikan modal awal siswa.
pengetahuan kepada siswa.
Guru melakukan eksplorasi
b) Guru kurang memberikan waktu yang
cukup kepada siswa untuk menghafal. Guru memotivasi siswa
c) Guru kurang memberikan tip dan trik Guru menunjukkan tujuan pembelajaran
menghafal kepada siswa dengan baik. dan mengingatkan kembali tentang
d) Guru kurang memberikan kesempatan teknik baru yang akan digunakan dalam
kepada siswa untuk memperbaiki data proses pembelajaran.
hafalan dan atau penguatan data di b. Kegiatan Inti
memori siswa. Guru membagi kelompok beranggotakan
2) Kelemahan siswa 2 orang.
a) Siswa masih belum terbiasa melakukan Guru membagikan LKS
belajar dengan teknik menghafal berlapis Guru menjelaskan aturan dalam teknik
berulang. menghafal berlapis berulang beserta tip
b) Siswa selama proses kegiatan menghafal dan triknya.
berlapis berulang masih terlihat ragu-
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 9 dari 16
Guru membuka sesi tanya jawab untuk memberikan jawaban yang benar dan
menanyakan aturan dalam teknik penguatan jawaban.
menghafal berlapis berulang yang belum Guru memberikan kesempatan kepada
dimengerti siswa. siswa untuk melakukan perbaikan data
Hafalan 1 : hafalan 2 dan atau penguatan di memori
Guru meminta siswa untuk membuka selama 1 menit.
LKS gambar 1. Guru menerangkan Hafalan 3 :
sekilas tentang gambar 1 sebagai modal Guru meminta siswa untuk melakukan
awal bagi siswa menghafal. kegiatan menghafal berlapis berulang
Guru meminta siswa untuk melakukan pada LKS gambar sistem reproduksi
kegiatan menghafal menggunakan teknik perempuan, gambar 3, selama 5 menit.
berlapis berulang pada LKS gambar Sambil menunggu siswa menghafal guru
sistem reproduksi perempuan, gambar membagikan lembar uji hafalan 3.
1, selama 10 menit. Setelah 5 menit guru meminta siswa
Sambil menunggu siswa menghafal guru dalam kelompok untuk saling menyimak
membagikan lembar uji hafalan 1. hafalan temannya, masing-masing
Setelah 10 menit guru meminta siswa selama 1 menit.
dalam kelompok untuk saling menyimak Guru meminta siswa untuk memperbaiki
hafalan temannya, masing-masing data hafalan gambar 3 selama 1 menit.
selama 1 menit. Guru meminta siswa untuk mengerjakan
Guru meminta siswa untuk memperbaiki lembar uji hafalan 3 selama 1 menit.
data hafalan dengan melihat gambar 1 Guru mengajak siswa untuk mencocok-
selama 1 menit. kan hasil uji hafalan 3. Guru
Guru meminta siswa untuk mengerjakan memberikan jawaban yang benar dan
lembar uji hafalan 1 selama 2 menit. penguatan jawaban.
Guru mengajak siswa untuk mencocok- Guru memberikan kesempatan kepada
kan hasil uji hafalan 1. Guru siswa untuk melakukan perbaikan data
memberikan jawaban yang benar dan hafalan 3 dan atau penguatan di memori
penguatan jawaban. selama 1 menit.
Guru memberikan kesempatan kepada Hafalan 4 :
siswa untuk melakukan perbaikan data Guru memberikan penguatan tentang
hafalan 1 dan atau penguatan di memori struktur dan fungsi organ penyusun
selama 1 menit. sistem reproduksi perempuan.
Hafalan 2 : Guru meminta siswa untuk melakukan
Guru meminta siswa untuk melakukan kegiatan menghafal berlapis berulang
kegiatan menghafal berlapis berulang pada LKS gambar sistem reproduksi
pada LKS gambar sistem reproduksi perempuan, gambar 4, selama 15 menit.
perempuan, gambar 2, selama 10 menit. Sambil menunggu siswa menghafal guru
Sambil menunggu siswa menghafal guru membagikan lembar uji hafalan 4.
membagikan lembar uji hafalan 2. Setelah 15 menit guru meminta siswa
Setelah 10 menit guru meminta siswa dalam kelompok untuk saling menyimak
dalam kelompok untuk saling menyimak hafalan temannya, masing-masing
hafalan temannya, masing-masing selama 3 menit.
selama 1 menit. Guru meminta siswa memperbaiki data
Guru meminta siswa untuk memperbaiki hafalan 4 selama 2 menit.
data hafalan gambar 2 selama 1 menit. Guru meminta siswa untuk mengerjakan
Guru meminta siswa untuk mengerjakan lembar uji hafalan 4 selama 5 menit.
lembar uji hafalan 2 selama 2 menit. Guru mengajak siswa untuk mencocok-
Guru mengajak siswa untuk mencocok- kan hasil uji hafalan 4. Guru
kan hasil uji hafalan 2. Guru memberikan jawaban yang benar dan
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 10 dari 16
penguatan jawaban. sakit.
Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk melakukan perbaikan data Refleksi (Reflecting)
hafalan 4 dan atau penguatan di memori Terjadi peningkatan kualitas aktivitas guru dan
selama 2 menit. siswa menuju ke arah yang lebih baik,
c. Kegiatan Penutup tercermin dari peningkatan nilai dari siklus I
Guru melakukan konfirmasi terhadap ke siklus II. Juga terjadi perolehan nilai hasil
hasil belajar siswa pada hafalan 1 sampai belajar siswa yang sangat baik dan sangat
hafalan 4, dengan cara meminta siswa signifikan.
untuk mengungkapkan hasil belajarnya
pada hafalan 1 sampai 4 secara acak. PEMBAHASAN
Guru memperkuat jawaban siswa dan a. Aktivitas guru dalam KBM
kemudian membimbing siswa untuk Aktivitas guru dalam pembelajaran siklus I
membuat kesimpulan. mendapatkan nilai 82, walaupun tergolong
baik tetapi masih mempunyai beberapa sisi
Guru membagikan lembar tes untuk
lemah, yaitu : Guru kurang memberikan
mengetahui tingkat keberhasilan belajar
modal awal pengetahuan; kurang memberi-
siswa, dikerjakan selama 15 menit.
kan waktu yang cukup untuk menghafal;
Guru mengoreksi tes hasil belajar siswa. kurang memberikan tip dan trik menghafal;
kurang memberikan kesempatan untuk
Pengamatan (Observing) memperbaiki data dan atau penguatan data
a. Aktivitas pembelajaran guru. di memori siswa.
Hasil pengamatan aktivitas guru pada Pada siklus II terjadi perbaikan dalam
proses pembelajaran siklus II : mendapat 6 proses pembelajaran yang dilakukan guru,
aspek skor 4 dan mendapat 14 aspek skor 5, yaitu dari nilai 82 menjadi 94, atau terjadi
jumlah nilai didapat 94 dari nilai maksimal peningkatan 12 %. Perbaikan proses
100. pembelajaran guru terjadi pada aktivitas :
b. Aktivitas belajar sains biologi siswa. 3 Guru menjelaskan teknik menghafal
Hasil pengamatan aktivitas siswa belajar
secara berlapis berulang dengan jelas,
sains biologi siklus II : mendapat 25 buah
4 Guru memberikan waktu yang cukup
skor 4 dan 92 buah skor 5, jumlah nilai
didapat 1060 dari jumlah nilai maksimal kepada siswa untuk menghafal,
1085, rerata nilai didapat 97,69. 5 Guru memberikan kesempatan kepada
c. Data nilai hasil belajar siswa. siswa untuk saling menyimak,
Pada siklus II diperoleh data : jumlah siswa 7 Guru memberikan penguatan pada
yang tuntas belajar sebanyak 30 siswa dari materi yang dihafal siswa,
31 siswa atau 96,77%, sedangkan jumlah 8 Guru memberikan tip dan trik
siswa yang tidak tuntas belajar pada siklus menghafal kepada siswa dengan baik,
II sebanyak 1 siswa dari 31 siswa atau 9 Guru memberikan kesempatan kepada
3,23%. Siswa yang tidak tuntas belajar siswa untuk untuk memperbaiki data
disebabkan salah menyebutkan nama hafalan di memori siswa.
bagian organ dan salah menyebutkan fungsi
organ. 1 orang siswa tidak masuk karena

Tabel 7 : Data peningkatan kualitas aktivitas guru pada PBM dari siklus I ke siklus II

PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 11 dari 16
Skor Siklus
No Aktivitas Guru yang diamati
I II
1 Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan baik 8 8
2 Guru memberikan LKS dengan gambar yang jelas 10 10
3 Guru menjelaskan teknik menghafal secara berlapis berulang dengan jelas 8 10
4 Guru memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk menghafal 6 8
5 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling menyimak 8 10
6 Guru memberikan tes hafalan dengan gambar / soal yang jelas. 10 10
7 Guru memberikan penguatan pada materi yang dihafal siswa 8 10
8 Guru memberikan trik dan trik menghafal kepada siswa dengan baik 7 10
9 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk untuk memperbaiki 7 8
data hafalan di memori siswa
10 Guru memberikan tes akhir dengan soal yang sesuai 10 10
Jumlah nilai didapat 82 94
Jumlah nilai maksimal 100 100

b. Aktivitas siswa dalam KBM memperhatikan penguatan guru; perbaikan


c. Dari hasil pengamatan dan diskusi dan atau penguatan data pada memorinya;
antara peneliti dengan pengamat diketahui mengerjakan tes akhir.
bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I d. Pada siklus II terjadi perbaikan pada
sudah cukup baik, yaitu mendapat nilai 950 motivasi siswa dalam belajar, proses
dari nilai maksimal 1085 atau 87,56 %, menghafal, mengerjakan lembar tes hafalan,
tetapi ada beberapa kegiatan yang masih perhatian terhadap penguatan guru,
perlu perbaikan atau peningkatan aktivitas. perbaikan dan penguatan data di memori,
Aktivitas yang masih perlu peningkatan dan dalam mengerjakan tes akhir. Sehingga
antara lain : motivasi yang baik untuk terjadi peningkatan hasil dari 87,56 menjadi
menghafal melalui teknik menghafal 97,69 atau sekitar 10,13 %.
berlapis berulang; proses menghafal;
e.
f. Tabel 8 : Data peningkatan kualitas aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus
II

PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 12 dari 16
i. Skor
l. Si
g. m. Si
h. Aktivitas Siswa Yang Diamati kl
No kl
u
us
s
II
I
n. o. Siswa mempunyai motivasi yang baik untuk menghafal p. 1 q.
1 melalui teknik menghafal berlapis berulang 2 14
1
r. s. Siswa melakukan proses menghafal dengan baik t. 1 u.
2 3 14
3
v. w. Siswa melakukan kegiatan saling menyimak x. 1 y.
3 5 15
5
z. aa. Siswa mengerjakan lembar tes hafalan dengan baik ab. 1 ac.
4 5 15
0
ad. ae. Siswa memperhatikan penguatan guru af. 1 ag.
5 2 15
2
ah. ai. Siswa melakukan perbaikan dan atau penguatan data pada aj. 1 ak.
6 memorinya 2 15
3
al. am.Siswa mengerjakan tes akhir dengan baik an. 1 ao.
7 4 15
6
aq. 9 ar.
ap. Jumlah skor didapat 5 10
0
at. 1 au. 1
0 0
as. Jumlah skor maksimal
8 8
5 5
aw. 8 ax. 9
7, 7,
av. Nilai rata-rata didapat
5 6
6 9
ay.
az.
ba. Hasil Belajar 31 orang dan pada siklus II 31 orang.
bb. Dari analisis data hasil belajar 2) Nilai tertinggi pada siklus I 98 dan pada
diketahui : siklus II 100, terjadi kenaikan 2 %.
1) Jumlah siswa yang mengikuti proses 3) Nilai terendah pada siklus I 75 dan pada
belajar mengajar pada siklus I sebanyak siklus II 76, terjadi kenaikan 1 %.
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 13 dari 16
4) Nilai rata-rata kelas pada siklus I 91,84 6) Jumlah siswa yang tidak tuntas belajar
dan pada siklus II 95,45, terjadi kenaikan pada siklus I sebanyak 1 dari 31 siswa
3,61 %. atau 3,23 % dan pada siklus II sebanyak
5) Jumlah siswa yang tuntas belajar pada 1 dari 31 siswa atau 3,23 %.
siklus I sebanyak 30 dari 31 siswa atau 7) Jumlah siswa tidak hadir pada siklus I
96,77 % dan pada siklus II 30 dari 31 sebanyak 1 orang karena ijin dan pada
siswa atau 96,77 %. siklus II 1 orang karena sakit.
bc.
bd. Tabel 9 : Data peningkatan nilai hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II
be. Aspek bf. Siklus I bg. Siklus II
bh. Jumlah Siswa Tuntas bi. 30 bj. 30
bk. Jumlah Siswa Tidak
Tuntas bl. 1 bm. 1
bn. Jumlah Siswa Tidak
Hadir bo. 1 bp. 1
bq. Jumlah Nilai br. 2847 bs. 2959
bt. Rata-Rata bu. 91,84 bv. 95,45
bw.Nilai Tertinggi bx. 98 by. 100
bz. Nilai Terendah ca. 75 cb. 76
cc.
cd. Dari data di atas diketahui bahwa siswa kelas IX D SMPN 1 Mejayan
penerapan model pembelajaran aktif Kabupaten Madiun semester gasal tahun
melalui teknik menghafal berlapis berulang pelajaran 2012/2013.
bertingkat (pal lapis langkat) disertai ce. Tren kenaikan / perbaikan kualitas
dengan perbaikan aktivitas guru dalam aktivitas guru dalam proses pembelajaran
proses pembelajaran dan aktivitas siswa dan aktivitas siswa dalam proses belajar
dalam proses belajar sangat efektif untuk serta peningkatan hasil belajar siswa
meningkatkan hasil belajar sains biologi tergambar pada tabel di bawah ini.
cf.
cg.Tabel 10 : Tren kenaikan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam PBM serta nilai hasil
belajar siswa.
ch.
ck. Nila cl. Nila cm.Tren
ci.
i i Ken
N cj. Aktivitas
Sikl Sikl aika
us I us II n
cn. co. Aktivitas Guru cr. 12
1 cp. 82 cq. 94 %
cs. ct. Aktivitas Siswa cu. 87,5 cv. 97,6 cw. 10,1
2 6 9 3%
cx. cy. Nilai Siswa cz. 91,8 da. 95,4 db. 3,61
3 4 5 %
dc.
dd.
de. Kecenderungan kenaikan tren di atas gambaran mengenai materi pelajaran
disebabkan model pembelajaran aktif yang akan dipelajari sebagai modal awal
melalui teknik menghafal berlapis berulang belajar siswa.
bertingkat (pal lapis langkat) mempunyai b. Guru memberikan tip dan trik cara
kelebihan : menghafal berlapis berulang bertingkat
a. Sebelum pembelajaran inti dimulai (pal lapis langkat).
guru terlebih dahulu memberikan c. Melibatkan seluruh siswa untuk aktif
PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 14 dari 16
secara pribadi maupun kelompok untuk gasal tahun pelajaran 2012/2013, maka
saling menghafal dan menyimak hafalan. peneliti memberikan saran sebagai
d. Teknik menghafal berlapis berulang berikut :
bertingkat (pal lapis langkat) melibatkan dm. 1. Kepada Sekolah
tiga macam tipe belajar siswa, yaitu dn. Model pembelajaran aktif melalui
melihat atau membaca, mendengar dan teknik menghafal berlapis berulang
melakukan kegiatan. bertingkat (pal lapis langkat) bisa
e. Diadakan tes akhir di setiap akhir diterapkan pada mata pelajaran sains
proses pembelajaran, sehingga dapat biologi dengan hasil yang sangat baik.
membangkitkan motivasi siswa untuk Disamping itu teknik menghafal berlapis
berusaha lebih baik. berulang bertingkat (pal lapis langkat) ini
df. juga bisa diterapkan pada mata pelajaran
dg. PENUTUP selain sains biologi.
dh. Simpulan do. 2. Kepada guru
di. Berdasarkan analisis data dp. Kepada teman-teman sejawat guru
penelitian dan pembahasan yang telah sains biologi disarankan agar bersedia
dikemukakan di atas, dapat disimpulkan menggunakan teknik menghafal berlapis
bahwa dengan menerapkan model berulang bertingkat (pal lapis langkat),
pembelajaran aktif melalui teknik menghafal utamanya pada SK dan KD yang
berlapis berulang bertingkat (pal lapis langkat) berhubungan dengan struktur dan fungsi
pada pelajaran sains biologi di kelas IX D organ tubuh, baik pada manusia, hewan
SMP Negeri 1 Mejayan Kabupaten Madiun maupun tumbuhan.
semester gasal tahun pelajaran 2012/2013 dq. Teknik menghafal berlapis berulang
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. bertingkat (pal lapis langkat) ini juga bisa
dj. diterapkan oleh teman-teman guru
dk. Saran penjaskes misalnya untuk menghafalkan
dl. Berdasarkan pengalaman selama suatu jurus silat. Juga bisa digunakan oleh
penelitian di kelas IX D SMP Negeri 1 teman-teman guru pengampu pembiasaan
Mejayan Kabupaten Madiun semester yang bersifat afektif.

PAL LAPIS LANGKAT Agus Joko Sungkono SMPN 1 MEJAYAN Halaman 15 dari 16
dr.
ds. DAFTAR PUSTAKA
dt. Anits Lie, 2004. Cooperatif Learning. Jakarta : Grasindo
du. Daryanto, 2005. Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
dv. Hamzah, 2007. Perencanaan Pembelajaran. Bandung : Falah Production
dw. Herman Hudojo, 1990. Strategi Mengajar. Malang : IKIP Malang.
dx. MacGregor. Sandy, 2003. Peace of Mind.Mengaktifkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar
untuk Mencapai Tujuan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
dy. Muhibbin Syah, 2001. Psikologi Belajar. Jakarta : Logos Wacana Ilmu.
dz. Muslimin Ibrahim, 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESA University Press
ea. Sarwiji Suwandi, 2004. Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Strategi Peningkatan
profesionalisme Guru. dalam Jurnal Pendidikan. Vol.10. No 2. Desember 2004. Madiun :
IKIP PGRI Madiun
eb. Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Rineka
Cipta
ec. Suharsimi Arikunto, 2006. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta
ed. Syaiful Bahri Djamarah, 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya : Usaha
Nasional.
ee. Wikibooks Indonesia, 2012. Rahasia Otak Super/Teknik Menghafal.
http://id.wikibooks.org/wiki/Rahasia_Otak_Super/Teknik_Menghafal/ diunduh tanggal 1
September 2012.
ef. Hariz, 2012. Teknik Menghafal Dengan Berkesan. http:// profhariz.com /2010/08/teknik-
menghafal-dengan-berkesan/diunduh tanggal 1 September 2012
eg.