Anda di halaman 1dari 2

1.

Pancasila sebagai prinsip berbangsa


2. Agama sebagai bagian dari jalur komunikasi budaya
KONTEKSTUALISASI ISLAM DAN PANCASILA
Perdebatan tentang falsafah dasar Soekarno berdialog dengan Dalam pandangan SI Semarang,
NKRI tidak pernah surut sepanjang peradaban dunia, yang diambil kelas kapitalis itu sama saja dengan
zaman. Persoalan ideologi negara saripatinya dalam merumuskan membunuh iklim usaha di Indonesa,
menjadi bagian penting dalam Pancasila. yang tidak sesuai dengan prinsip
proses yang terus menerus untuk Jika merunut catatan sejarah, kebersamaan. Demikian pula,
menjadi Indonesia. Inilah tahapan terutama sidang Konstituante dalam kapitalisme dalam pandangan SI
kala sengketa dan kompromi politik merumuskan dasar negara, tentu Semarang merupakan prinsip yang
mencipta dinamika dalam sejarah mengerucut pada perdebatan tidak baik.
negeri ini: sebagai nation state. tentang Islam dan Pancasila. Di
Kisah-kisah perdebatan pada awal tengah sidang Badan Penyelidik Islam dan Pancasila
masa kemedekaan, ketika petinggi Usaha Persiapan Kemerdekaan Di tengah kontestasi ideologi
bangsa merumuskan dasar negara, (BPUPK), pada 29 Mei- 1 Juni negara, meletakkan kembali
sejatinya sampai saat ini masih 1945, Natsir dan Kasman Pancasila sebagai referensi ide
terus berdengung. Singodimedjo bersikukuh menjadi bagian penting dari usaha
Kampanye dan dikusi yang terkait mengaktualisasikan Islam sebagai mempertahankan NKRI. Semangat
dengan dasar negara masih falsafah negara. NKRI harga mati yang
mempertontonkan perdebatan yang Singodimedjo beranggapan Islam didengungkan oleh para kiai dalam
kadang disertai ketegangan antara menjadi bagian penting dari tradisi jajaran NU tidak lantas
Islam dan Pancasila. Panggung berbangsa dan bernegara warga memperbandingkan dengan Islam.
politik masih menyediakan ruang Indonesia. Perdebatan ini ditandai Justru, Pancasila dapat bersanding
kosong bagi perdebatan untuk dengan peristiwa Piagam Jakarta, harmonis dengan nilai-nilai Islam,
merumuskan jawaban atas ideologi tentang 7 kata yang menjadi dengan perspektif yang lebih jernih
negara. Bahkan, pada masa representasi kepentingan kelompok dalam berbangsa dan bernegara.
kontestasi menjelang Pemilu 2014, yang mengusung Islam sebagai Bagi Indonesia dengan keragaman
perdebatan tentang ideologi dasar dasar negara secara formal. budaya dan agama, tentu
negara, masih terus diucapkan. Kubu nasionalis tetap beranggapan menjadikan Pancasila sebagai
Tentu, jika diteruskan perdebatan bahwa lslam sebagai dasar etik, referensi ideologi politik menjadi
tersebut tidak akan pernah surut. yang tidak usah termaktub secara pilihan penting. Strategi berbangsa
Peristiwa debat ide antara Soekarno formal, tetapi menjadi bagian dari dan bernegara, dengan tetap
dan Natsir, masih berkelebat dalam semangat keIndonesiaan. Islam meletakkan prinsip saling
catatan sejarah. Pandangan Natsir sebagai dasar moral, bukan secara menghomati dan mengasihi
tentang Islam Indonesia, yang kaku menjadi dasar hukum formal. merupakan akar sejarah dan
menggunakan kerangka mayoritas, Perdebatan ini terus meruncing, kelahiran Pancasila.
bertemu dengan perspektif bahkan bersisa hingga saat ini. Momentum Hari Kesaktian
Soekarno yang menjawab Islam Lalu, bagaimana merespon falsafah Pancasila, dengan silang sejarah
sebagai ide dan praktik dalam negara, di tengah keterkoyakan yang terus dimaknai dalam riset dan
bernegara. nilai-nilai Pancasila, terutama oleh publikasi, perlu menghadirkan
Di panggung berbeda, perdebatan kontestasi ideologi di negeri ini? semangat untuk menjadikan
Soekarno dengan H. Agoes Salim Setidak-tidaknya, perlu Pancasila sebagai referensi tunggal
terus berdenyut. Ide-ide tentang menyegarkan diskusi tentang kehidupan berbangsa dan
perdebatan ini, masih berjejak penyegaran nilai Islam dan bernegara. Kemudian, nilai-nilai
dalam saripati gagasan antara Pancasila. agama menjadi asas bagi
pendukung Soekarno dan pengikut Selain perdebatan personal, falsafah komunikasi antar personal dan
Agoes Salim. Bagi Agoes Salim, dasar negara juga menyeret komunal.
nasionalisme Islam menjadi pilihan pengurus Sarekat Islam (SI) untuk Pada titik ini, usaha-usaha untuk
penting untuk meredam aksi-aksi melangsungkan diskusi pemikiran. merobohkan nilai-nilai keragaman
sektarianisme dan chauvisime. SI Pusat berkontestasi dalam ranah budaya dan tradisi yang tercermin
ide dengan SI Semarang. SI Pusat pada prinsip Pancasila, tidak
Dasar Negara mengharap kehadiran negara Islam dibenarkan hadir di bumi pertiwi.
Tentu, pilihan ini juga berjejak pada Indonesia yang kuat dengan barisan Sudah saatnya, kita mennyegarkan
pemikiran mendalam, hasil refleksi pengusaha pribumi yang kokoh. kembali pandangan atas ideologi
dan diskusi dengan pelbagai Adapun SI Semarang berkeinginan berbangsa, dengan meletakkan
peradaban dunia. Adapun Soekarno tidak ada kelas dalam horizon secara harmonis Pancasila sebagai
mengajukan argumentasi tentang pengusaha di Indonesia. Pengusaha prinsip berbangsa dan nilai agama
kemungkinan negara menganut pribumi yang kuat memancing sebagai bagian dari jalur
paham nasionalisme sekuler. Ide lahirnya kelas-kelas kapitalis baru. komunikasi budaya.
CATATAN SURAKARTA, 30 JANUARI 2017
Untuk dapat menghafal/mengingat 7(tujuh) jalan di dunia kita singkat ALAS PENGAMAT POLITIK KOTA
agar Pancasila tidak diperdebatkan
1. A Anteng SURAKARTA
2. L Lemah lembut NAWATUNGGAL
3. A Akrab
4. S Semanak
Ditambah 3 (tiga) sembah hanya untuk Tuhan
1. Sembah RAGA
2. Sembah RASA Y. KUNTARBIKO, S.Sos
3. Sembah SUKMA KTA NOMOR 11180400030