Anda di halaman 1dari 11

PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN VARIASI MODEL WORSQOBSI

MELALUI PENDEKATAN JOYFULL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN


HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 DOLOPO
TAHUN PELAJARAN 2008/2009

Oleh: Hery Murotibah, Guru SMP Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun

ABSTRAK
Hery Murotibah, Pembelajaran Kooperatif dengan Variasi Model Worsqobsi melalui
pendekatan Joyfull Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi pada Siswa
Kelas VII SMP Negeri 1 Dolopo Tahun Pelajaran 2008/2009. Hasil Penelitian Tindakan
Kelas, Nopember 2008.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar biologi materi
klasifikasi makhluk hidup pada siswa SMP Negeri 1 Dolopo. Peneliti menduga bahwa
salah satu penyebabnya karena pola pembelajaran yang konvensional. Alternatif
pemecahan masalah yang dapat peneliti lakukan adalah dengan menerapkan variasi
model pembelajaran Worsqobsi. Pelaksanan tindakan dilakukan dalam 2 siklus
tindakan. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Dolopo Kabupaten
Madiun sebanyak 40 anak.
Rumusan permasalahan penelitian ini adalah: (1).Apakah variasi model
pembelajaran Worsqobsi dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran?
(2). Apakah variasi model pembelajaran Worsqobsi dapat meningkatkan hasil
belajar siswa?
Instrumen yang digunakan adalah: (1). Tes hasil belajar, 2). Lembar observasi
siswa, (3). Lembar observasi guru, dan (4). Lembar kuesioner siswa. Teknik analisis
data secara deskriptif untuk mendeskripsikan keaktifan siswa dalam pembelajaran dan
peningkatan hasil belajar siswa .
Berdasarkan analisis deskriptif disimpulkan: (1). Variasi model pembelajaran
Worsqobsi dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Siswa dapat
merasakan bahwa variasi model pembelajaran sangat menyenangkan, oleh karena itu
keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat. (2). Variasi model pembelajaran
Worsqobsi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini sangat mungkin terjadi
karena dengan melakukan observasi siswa mengalami sendiri, pemahaman konsep
materi dimantapkan dengan mengerjakan soal-soal Word square dan diskusi sehingga
pengetahuan yang mereka dapatkan tidak mudah hilang dan akhirnya hasil belajar
siswa meningkat.

Kata Kunci: Hasil Belajar Biologi, Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi

I. PENDAHULUAN hidup adalah metode pembelajaran


Dari hasil evaluasi yang telah yang digunakan kurang menarik atau
dilakukan terhadap siswa dalam satu kurang menyenangkan bagi siswa.
kelas yang dapat memahami betul Selama ini di kegiatan pembelajaran
tentang klasifikasi makhluk hidup tidak Biologi di SMP Negeri 1 Dolopo masih
mencapai angka 75%. Dengan kata lain didominasi guru. Guru yang menjadi
hasil tersebut belum memenuhi Standar pusat pembelajaran, sementara siswa
Ketuntasan Minimal yang telah masih berperan sebagai obyeknya.
ditetapkan sekolah. Siswa tidak secara aktif dilibatkan. Siswa
Berdasarkan pemantauan yang seolah menjadi penonton atau
telah dilakukan, ditemukan bahwa salah pendengar dari semua aktivitas yang
satu penyebab rendahnya hasil belajar dilakukan guru. Kondisi seperti itu
siswa pada materi klasifikasi makhluk menjadikan siswa kurang bersemangat,

Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 14
tidak siap belajar, tidak bergairah, disamakan dengan pengertian
suasana kelas tidak menyenangkan pembelajaran. Secara sederhana
bahkan siswa cenderung ramai karena pengetian pembelajaran adalah "upaya
berbicara dengan temannya dengan untuk membelajarkan siswa" (Degeng,
topik lain yang tidak sesuai materi 1990:2). Upaya tersebut tidak hanya
pembelajaran, interaksi guru dengan berupa bagaimana siswa belajar dengan
siswa sangat kurang apalagi antar siswa sendiri, melainkan bertujuan, dan
dan siswa karena siswa cenderung terkontrol. Lebih lanjut Degeng (1990:2)
pasif . mengemukakan bahwa ungkapan
Proses pembelajaran yang pembelajaran memiliki makna yang
dilakukan pada bidang studi Biologi juga lebih dalam untuk mengungkapkan
masih banyak dilakukan menggunakan hakikat perancangan (disain) upaya
metode ceramah, yang berarti bahwa membelajarkan siswa.
pengajar memberikan materi dalam Pengertian pembelajaran erat
bentuk uraian verbal secara intensif kaitannya dengan pengertian mengajar,
sampai siswa menguasai materi yang namun menurut Sardiman, (1984:7)
diajarkan. Proses pembelajaran yang pengertian mengajar dengan
dilakukan siswa sangat berkaitan erat pembelajaran berbeda. Mengajar
dengan keberhasilan pendidikan. diartikan sebagai perbuatan guru dalam
Pemakaian metode pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran kepada
tepat dan sesuai dengan keadaan siswa murid, dalam konteks ruang secara
sangat diperlukan. Untuk itu dalam formal (kelas). Sedangkan pembelajaran
kegiatan pembelajaran seorang guru pengertiannya lebih luas, menyangkut
dituntut untuk memilih model-model juga kegiatan belajar siswa yang tidak
pembelajaran yang sesuai dengan dihadiri guru secara fisik.
keadaan siswa atau bahkan bila
memungkinkan seorang guru harus B. Pembelajaran Kooperatif
berkreasi membuat model pembelajaran Kauchak dan Eggen (1993:319)
yang kreatif inovatif demi keberhasilan mendefinisikan bahwa belajar kooperatif
siswanya. adalah sebagai kumpulan strategi
Peneliti mencoba mencari alternatif mengajar yang digunakan untuk
pemecahannya melalui Pembelajaran membantu siswa satu dengan lainnya
Kooperatif dengan Variasi Model dalam suatu kelompok untuk
Worsqobsi melalui Pendekatan Joyfull mempelajari sesuatu. Sedangkan Slavin
Learning untuk Meningkatkan Hasil (1995:50) menjelaskan tentang
Belajar Biologi materi klasifikasi pembelajaran kooperatif secara
makhluk hidup pada siswa kelas VII SMP ekstensif. Pendapatnya tersebut didasari
Negeri 1 Dolopo. Model pembelajaran ini teori bahwa siswa akan lebih mudah
melibatkan anak untuk melakukan menemukan dan memahami konsep-
kegiatan pengamatan dan aktif bekerja konsep yang sulit apabila mereka dapat
memecahkan masalah dalam kelompok. mendiskusikan konsep-konsep itu
Siswa dapat belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.
dengan teman sehingga interaksi antar Pembelajaran kooperatif meliputi
siswa dapat terjalin. Selain itu metode suatu kelompok kecil siswa yang bekerja
ini dirancang dalam suasana santai sebagai sebuah tim untuk
karena mengandung unsur bermain menyelesaikan sebuah masalah,
sehingga menimbulkan perasaan menyelesaikan tugas, atau mengerjakan
senang. Upaya ini diharapkan sesuatu untuk tujuan bersama lainnya.
menimbulkan minat yang besar Tidaklah cukup menunjukkan sebuah
terhadap materi pembelajaran, dan pembelajaran kooperatif jika para siswa
akhirnya hasil belajar siswa menjadi duduk bersama di dalam kelompok-
meningkat. kelompok kecil tetapi mereka
menyelesaikan masalah sendiri-sendiri.
II. KAJIAN TEORI Bukanlah pembelajaran kooperatif jika
A. Pengertian Pembelajaran para siswa duduk bersama dalam
Pengertian belajar juga sering kelompok-kelompok kecil dan
Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 15
mempersilahkan salah seorang di terlibat di dalam suatu pengamatan,
antaranya untuk menyelesaikan seluruh makin lengkaplah deskripsi obyek
pekerjaan kelompok.Pembelajaran yang diamati.
kooperatif menekankan pada kehadiran Ketrampilan melakukan
teman sebaya yang berinteraksi antar pengamatan sangat penting untuk
sesamanya sebagai sebuah tim dalam mengembangkan ketrampilan
menyelesaikan suatu masalah atau peserta didik yang lainnya,
tugas. misalnya ketrampilan menafsirkan,
Model pembelajaran kooperatif ketrampilan mengkomunikasikan,
dikembangkan berdasarkan teori belajar ketrampilan membuat prediksi,
kognitif-konstruktivis. Hal ini terlihat mengklasifikasikan, mengukur dan
pada salah satu teori vygotsky, yaitu sebagainya. Pengamatan dilakukan
tentang penekanan pada hakekat dengan menggunakan alat indera.
sosiokultural dari pembelajaran. Lewat indera kita memperoleh
Vygotsky yakin bahwa fungsi mental informasi. Dengan informasi siswa
yang lebih dini muncul dalam dapat termotivasi untuk semakin
percakapan atau kerja sama antar ingin tahu, bertanya, berfikir,
individu sebelum fungsi mental yang membuat penafsiran tentang apa
lebih tinggi terserap kedalam individu yang mereka amati. Selanjutnya
tersebut. Model pembelajaran kooperatif akan mengadakan penelitian lebih
dikembangkan untuk mencapai hasil lanjut untuk memperoleh lebih
belajar akademis dsan juga efektif untuk banyak informasi atau mencari
mengembangkan ketrampilan sosial jawaban atas pertanyaan mereka
siswa. Beberapa ahli berpendapat atau menguji apa yang mereka
bahwa model ini unggul dalam pikirkan.
membantu siswa memahami konsep- 2. Word Square
konsep yang suliat dan para Word Square adalah permainan
pengembang model ini telah kata atau teka-teki yang huruf-
menunjukkan bahwa model struktur hurufnya ditempatkan di dalam kotak.
penghargaan kooperatif telah dapat Word Square mempunyai ukuran yang
meningkatkan penilaian siswa pada bervariasi. Untuk anak-anak kecil
belajar akademik dan perubahan norma dapat menggunakan ukuran 3x3 atau
yang berhubungan dengan hasil belajar. 4x4. Permainan menjadi lebih
menantang apabila jumlah kotak atau
C. Variasi Model Pembelajaran ukurannya dibuat besar. Syarat untuk
WORSQOBSI mengisi Word Square harus dapat
Variasi model pembelajaran menjawab pertanyaan yang
WORCOBSI yang peneliti terapkan disertakan pada teka-teki itu.Word
adalah gabungan dari ketrampilan Square dikerjakan dengan memberi
proses observasi, Word Square Puzzle arsiran pada kotak-kotak yang berisi
(teka-teki Word Square) dan metode huruf sesuai jawaban
Diskusi. pertanyaan.Penggunaan pensil
1. Ketrampilan Proses Observasi berwarna lebih meningkatkan daya
(Pengamatan) tarik siswa. Kelebihan penggunaan
Pengamatan adalah suatu Word Square yaitu melatih siswa
proses untuk mengenal sesuatu disiplin dan meningkatkan
dengan memperhatikan suatu pemahaman siswa terhadap materi
obyek dan peristiwa secara cermat pembelajaran.
(Kadaryanto,2007:8). Pengamatan 3. Pembelajaran Interaksi
yang benar dilakukan dengan Kelompok dengan Metode
melibatkan semua alat indera. Diskusi
Pengamatan yang hanya Diskusi merupakan suatu
menggunakan satu indera tidak percakapan ilmiah oleh beberapa
dapat memberikan deskripsi yang orang yang tergabung dalam satu
lengkap tentang obyek yang kelompok untuk saling bertukar
diamati. Makin banyak indera yang pendapat tentang suatu masalah
Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 16
atau bersama-sama mencari Kekurangan metode diskusi
penyelesaian atas suatu masalah. adalah : 1). pembicaraan terkadang
Sedangkan diskusi sebagai suatu menyimpang, sehingga memerlukan
metode mengajar, merupakan suatu waktu panjang, 2). tidak dapat
cara penyajian bahan pelajaran dipakai pada kelompok yang besar,
dimana guru memberi kesempatan 3). peserta mendapat informasi yang
kepada para siswa atau kelompok- terbatas.
kelompok siswa untuk mengadakan Kelebihan metode diskusi
perbincangan ilmiah guna menurut Aziz Wahab (2002: 6.6)
mengumpulkan pendapat, membuat sebagai berikut: melalui metode
kesimpulan atau menyusun berbagai diskusi siswa memperoleh
alternatif pemecahan atas sesuatu pengalaman melalui partisipasi dan
masalah. Di dalam diskusi, proses interaksi. Dengan menggunakan
belajar mengajar terjadi interaksi metode diskusi dapat dilaksanakan
antara dua atau lebih individu yang pertukaran gagasan, fakta dan
terlibat, saling tukar menukar pendapat diantara siswa, sehingga
pengalaman, informasi, dan menjadkan suasana belajar lebih
memecahkan masalah (Surakhmad, dinamis.
1989: 103).
Diskusi sebagai metode D. Pendekatan Pembelajaran
mengajar lebih cocok dan diperlukan Menyenangkan (Joyfull
dalam proses belajar mengajar Learning)
apabila guru; (a) ingin Belajar yang menyenangkan
memanfaatkan berbagai adalah pembelajaran yang dapat
kemampuan yang ada pada diri menghadirkan situasi dan kondisi yang
siswa, (b) memberikan kesempatan mengundang siswa dengan sukarela
kepada para siswa untuk untuk melakukan tindak belajar. Situasi
menyalurkan kemampuan yang dan kondisi pembelajaran ini dapat
dimilikinya, (c) memperoleh umpan membuat undangan belajar yang
balik dari para siswa tentang apakah berasal dari guru dirasakan oleh siswa
tujuan yang telah dirumuskan telah dari dirinya sendiri. Guru yang mampu
dicapai, (d) membantu para siswa menciptakan situasi dan kondisi
belajar berpikir teoritis dan praktis pembelajaran tersebut dapat dikatakan
lewat berbagai mata pelajaran dan present in absent (hadir dalam
kegiat-an sekolah, (e) membantu ketidakhadiran). Artinya guru tidak hadir
para siswa belajar menilai secara fisik di sekitar anak, tetapi
kemampuan dan peranan diri sendiri undangan, arahan dan bimbingan
maupun orang lain, (f) membantu dirasakan dan tetap konsisten dilakukan
para siswa menyadari dan mampu walaupun ia tidak hadir secara fisik.
merumuskan berbagai masalah dari Present in absent dapat dimiliki
pengalaman sendiri maupun dari oleh guru dari TK sampai perguruan
pelajaran sekolah, dan (g) tinggi (khusus perguruan tinggi guru
mengembangkan motivasi untuk disebut dosen). Hal ini dapat dimengerti
belajar lebih lanjut (Winatapura, anak yang telah menaruh kepercayaan
2002: 4.20). kepada gurunya apa yang dikatakan
Kebaikan metode diskusi merupakan suatu kebenaran. Kebenaran
menurut Arsyad Azhar (2002: 99) yang disampaikan oleh guru tersebut
adalah 1). merangsang kreatifitas apabila terjadi perbedaan dengan apa
anak didik dalam bentuk ide, yang disampaikan orang tua maka anak
gagasan-prakarsa, dan terobosan tetap lebih percaya kepada gurunya
baru dalam pemecahan masalah, 2). daripada orangtuanya. Guru yang
mengembangkan sikap menghargai mampu present in absent dalam diri
pendapat orang lain,3). memperluas anak terutama anak dalam yang tahap
wawasan, dan 4) membina pemgembangan diri didominasi oleh
untuk terbiasa musyawarah mufakat imitasi dan identifikasi terhadap perilaku
dalam menyelesaikan masalah. orang dewasa yang mampu
Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 17
mengakrabkan diri dengan mereka minatnya.
apabila guru mampu berperilaku patut
dicontoh, konsisten, adanya rasa E. Hasil Belajar
kebersamaan dengan anak didik dalam Pengertian prestasi belajar secara
merealisasikan aturan-aturan, keseluruhan adalah sesuatu yang
menciptakan situasi dan kondisi dihasilkan dan pencapaiannya oleh
keterbukaan dan dialog yang dialogis, siswa dalam jangka waktu tertentu
menciptakan suasana dan hubungan serta pelajaran tertentu atau perubahan
yang mesra dengan anak didik tingkah laku yang aktual maupun
(Shochib., 2003: 3). potensial yang telah didapatnya
Ciri-ciri pembelajaran Joyfull kecapakan yang baru karena usaha
Learning adalah sebagai berikut: 1). yang telah dilakukan. Prestasi yang
Aktivitas pembelajaran yang lebih telah dicapai masing-masing individu
bersifat individual, 2). Aktivitas akan berbeda.
pembelajaran yang menyenangkan dan Prestasi dapat didefinisikan sebagai
menggairahkan, 3). Guru memiliki hasil yang telah dicapai siswa selama
kemampuan untuk memasuki dunia menempuh atau mengikuti pelajaran di
anak sehingga mempu memberikan sekolah yang ditulis dalam buku laporan
pengaruh kepadanya. Guru tersebut pendidikan. Dengan prestasi belajar
berarti mampu menggetarkan dawai yang diperoleh siswa dapat dijadikan
kata hati anak didik sehingga tolak ukur sejauh mana mereka
kewibawaan dan keterpercayaan mencapai kemajuan belajarnya.
bergelora dalam diri mereka, 4). Pencapaian hasil belajar juga
Penataan lingkungan fisik dan sosial tergantung pada apa yang dipelajari,
memiliki makna untuk memberikan bagaimana bahan pelajaran itu
kontribusi terhadap mereka untuk dipelajari dan faktor-faktor yang
dijadikan lahan dialog dalam mempengaruhi proses belajar. Adapun
mengembangkan dirinya, 5). Setiap faktor-faktor yang mempengaruhi hasil
hasil karya anak dihargai sebagai belajar adalah 1) Bahan atau hal yang
bentuk kompetisi untuk dirinya sendiri, harus dipelajari yaitu bahan pelajaran,
6). Setiap karya anak memperoleh kesulitan dan manfaat bahan pelajaran
pangharagaan sebagai bentuk ikut menentukan pencapaian belajar, 2)
keberhasilan, 7). Penataan lingkungan Faktor-faktor lingkungan yaitu faktor
ruang kelas, ruang bermain di dalam eksternal dapat berupa: a). Lingkungan
dan di luar kelas dapat membuat alam dan lingkungan fisik, misalnya
interaksi antara guru dengan anak didik sungai, danau, tumbuhan, udara, baru
dan anak didik dengan anak didik dan sebagainya. b) Lingkungan sosial,
semakin akrab dan dekat sehingga misalnya keluarga, masyarakat desa
dapat menjadi wahana saling dan kota, lembaga dan badan sosial
merasakan dan mengakrabkan di antara lainnya. Hasil belajar siswa, kemajuan
mereka, 8). Pelibatan anak didik dalam atau kemundurannya, ditentukan oleh
menetapkan tujuan pembelajaran dan beberapa faktor sosial, baik yang
aturan-aturan, 9). Guru dan anak didik terdapat di dalam sekolah maupun di
merupakan mitra belajar, 10). Media luar sekolah, seperti bakat alam,
belajar dirancang sesuai dengan tuntutan guru, kondisi keluarga,
karakteristik tujuan, materi, dan anak kebudayaan kelompok sebaya dan
didik, 11). Lingkungan sekitar kelas yang pribadi.
nyaman dan aman, 12). Penataan Adapun faktor-faktor yang mem-
tanaman, hewan kesayangan, dan pengaruhi hasil belajar menurut Nana
aroma yang dapat menjadikan anak Sudjana ada 2, yaitu : 1) Faktor dari
didik betah dan nyaman, 13). Penataan dalam diri siswa, terutama kemampuan
musik yang membuat anak didik dapat yang dimilikinya. faktor kemampuan
mengurangi ketegangan dan yang dimiliki siswa ini besar sekali
mengembangkan emosinya, dan 14). pengaruhnya terhadap hasil belajar
Anak memiliki kebebasan untuk memilih yang dicapai. Disamping itu ada faktor
kegiatan sesuai dengan motif dan lainnya seperti motivasi belajar,
Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 18
motivasi dan perhatian siswa, sikap dan Teknik Pengumpulan Data untuk
kebiasaan siswa belajar, ketekunan, masing-masing instrumen yaitu: (1).
sosial ekonomis, faktor fisik dan psikis, Lembar observasi guru, diisi oleh
2) Faktor yang datang dari luar diri siswa kolaborator dengan cara menuliskan
atau lingkungan. Yaitu meliputi kondisi tanda cek list () sesuai dengan
proses belajar mengajar, lingkungan keadaan yang diamati pada setiap butir
sekolah dan lingkungan di luar sekolah. instrumen yang dibuat dan dikumpulkan
(Sudjana, 1991 : 39). oleh kolaborator, (2). Lembar observasi
siswa, diisi dengan menuliskan tanda
III. METODE PENELITIAN cek list () untuk selanjutnya
Penelitian ini dilakukan di SMP dikumpulkan oleh kolaborator, (3).
negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun. Lembar kuesioner , data kuesioner diisi
SMP Negeri 1 Dolopo berada di daerah oleh siswa dan dikumpulkan oleh
kecamatan dengan jumlah kelas paralel kolaborator .Jika siswa menjawab sangat
27 kelas yang terbagi menjadi 9 kelas setuju skornya 4, setuju skornya 3,
untuk kelas VII, 9 kelas untuk kelas VIII cukup setuju skornya 2, dan kurang
dan 9 kelas untuk kelas IX. Tiap kelas setuju skornya 1, (4). Lembar post test :
jumlah siswanya rata-rata 40 siswa. Berupa hasil belajar siswa dan
Pelaksanaan penelitian pada semester I dikumpulkan guru peneliti, (5). Catatan
tahun pelajaran 2008/2009. lapangan, berupa rekaman kejadian-
Subyek penelitian adalah siswa kejadian selama proses pembelajaran
kelas VII I dengan jumlah siswa 40 anak yang dilakukan kolaborator.
terdiri dari 25 siswa perempuan dan 15 Analisa data dilakukan terhadap:
siswa laki-laki. (1). Tes Hasil Belajar. Tes hasil belajar
Penelitian tindakan kelas dilakukan diambil dari nilai post test yang
dalam 2 siklus dan masing-masing siklus diberikan kepada siswa pada setiap
terdiri dari 4 tahap, yaitu:1.Perencanaan akhir siklus. Teknik analisis hasil belajar,
Tindakan, 2. Pelaksanaan Tindakan, 3. dilakukan dengan cara memberikan skor
Pengamatan dan 4. Refleksi. atau nilai berdasarkan jawaban siswa
Kegiatan Perencanaan yang yang benar. Tujuan penelitian dikatakan
dilakukan meliputi : 1. Menetapkan kelas berhasil apabila terdapat sekurang-
dan waktu penelitian, 2. Menyiapkan kurangnya 85% siswa mendapat nilai 65
instrumen penelitian yang terdiri dari: atau lebih, (2). Observasi siswa.
Lembar observasi guru, Lembar
observasi siswa, Lembar kuesioner IV. HASIL PENELITIAN DAN PEM-
siswa, Lembar post test dan Catatan BAHASAN
lapangan 3. Menetapkan materi A. Siklus I
pembelajaran, 4. Menyusun langkah- 1. Perencanaan penelitian
langkah pembelajaran yang a.Satu minggu sebelum pelaksanaan
dituangkan dalam Rencana Pelaksaaan penelitian siswa kelas VII I dibagi
Pembelajaran (RPP), 5. Menyiapkan alat menjadi 10 kelompok, setiap
bantu pendukung pembelajaran. kelompok terdiri 4 siswa. Kemudian
Pelaksanakan tindakan semua siswa diberi tugas
pembelajaran dilakukan sesuai dengan mempelajari materi klasifikasi
langkah-langkah yang telah makhluk hidup.
direncanakan dalam RPP. Meliputi b. Menyiapkan lembar observasi guru
seluruh proses kegiatan pembelajaran dan siswa, kuesioner, post test
kooperatif dengan variasi model maupun catatan lapangan.
pembelajaran WORSQOBSI melalui c. Menyiapkan lembar Word Square
pendekatan Joyfull learning. yang berisi pertanyaan-pertanyaan
Pada tahap Pengamatan, observasi yang berhubungan dengan
dilakukan seorang rekan guru sebagai klasifikasi makhluk hidup.
kolaborator untuk membantu
mengamati dan mengumpulkan data 2. Pelaksanaan penelitian
sesuai dengan instrumen yang sudah Langkah-langkah kegiatan dalam
disiapkan. pelaksanaan penelitian adalah
Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 19
sebagai berikut: mengingatkan siswa yang tidak
a. Peneliti membuka pertemuan, memperhatikan kegiatan observasi
mengabsen, memberi motivasi dan c. Siswa kurang aktif melakukan
apersepsi. observasi.
b. Mempersilakan siswa berkumpul d. Guru kurang dalam memberi
menurut kelompok masing-masing motivasi kepada siswa dalam
dan selanjutnya bersama-sama kegiatan pembelajaran.
menuju perpustakaan sekolah e. Guru tidak memantau kesulitan
untuk mengamati pegawai belajar siswa.
perpustakaan yang menata buku f. Siswa belum mampu berdiskusi
dan buku-buku yang telah diatur dengan baik.
pada rak buku. g. Siswa kurang aktif mengajukan
c. Kemudian siswa diajak kembali pertanyaan, menjawab pertanyaan
masuk kelas dan mempersilakan maupun mengemukakan pendapat.
duduk bersama anggota kelompok. h. Guru belum membantu siswa
Peneliti membagikan lembar Word membuat kesimpulan.
Square yang berisi soal-soal yang i. Siswa yang mendapat nilai 65
berhubungan dengan klasifikasi atau lebih baru mencapai 75%,
makhluk hidup kepada masing- masih sesuai dengan indikator
masing kelompok untuk dikerjakan yang ditentukan yaitu 85% siswa
bersama siswa dalam satu mendapat nilai 65 ke atas.
kelompok.
d. Salah satu kelompok maju ke B. Siklus II
depan kelas untuk 1. Perencanaan Tindakan
mengkomunikasikan hasil kerja Kekurangankekurangan guru
kelompoknya dan 9 kelompok yang yang perlu diperbaiki adalah :
lain menjadi peserta diskusi. a. Guru belum optimal dalam
e. Dengan dibimbing peneliti semua membantu kesulitan siswa dalam
siswa menyimpulkan hasil melakukan observasi.
pembelajaran. b. Guru masih kurang dalam
f. Pembelajaran diakhiri dengan mengingatkan siswa yang tidak
mengerjakan post test. memperhatikan kegiatan observasi
c. Guru lebih aktif dalam memberi
3. Pengamatan motivasi pada siswa dalam
a. Data kemampuan siswa berdiskusi.
melakukan observasi siklus I. d. Guru belum memantau kesulitan
b. Data Keaktifan siswa selama proses belajar siswa.
pembelajaran siklus I. e. Guru belum membantu siswa
c. Data lembar observasi guru siklus dalam menarik kesimpulan.
I.
1) Kemampuan siswa melakukan 2. Pelaksanaan Tindakan
pengamatan. Langkah-langkah kegiatan dalam
2) Keaktifan siswa dalam pelaksanaan penelitian adalah
mengerjakan lembar Word sebagai berikut:
Square dan kegiatan diskusi. a. Peneliti membuka pertemuan,
d. Post test siklus I. mengabsen, memberi motivasi dan
apersepsi.
4. Refleksi b. Mempersilakan siswa berkumpul
Hasil pengamatan yang menurut kelompok masing-masing
dilakukan observer ditemukan dan selanjutnya bersama-sama
beberapa kekurangan seperti menuju halaman depan kelas
dituliskan di bawah ini: untuk mengamati tanaman yang
a. Guru belum optimal dalam telah ditempeli kertas bertuliskan
membantu kesulitan siswa dalam nama ilmiahnya.
melakukan observasi. c. Kemudian siswa diajak kembali
b. Guru masih kurang dalam masuk kelas dan mempersilakan
Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 20
duduk bersama anggota kelompok. maju ke depan kelas untuk
Peneliti membagikan lembar Word mengkomunikasikan hasil kerja
Square yang berisi soal tentang kelompoknya dan 9 kelompok yang
pertanyaan seputar nama ilmiah lain menjadi peserta diskusi.
makhluk hidup kepada masing- e. Dengan dibimbing peneliti semua
masing kelompok untuk dikerjakan siswa menyimpulkan hasil
bersama siswa dalam satu pembelajaran.
kelompok. f. Pembelajaran diakhiri dengan
d. Salah satu kelompok dipersilakan mengerjakan post test.

3. Pengamatan
a. Data kemampuan siswa melakukan observasi Siklus II
Tabel Data Kemampuan Siswa Melakukan Observasi Siklus I dan II
No Prosentase
Kegiatan Siswa
. Sikus I Siklus II
1. Aktif melakukan observasi 80 90
Membawa alat tulis untuk mencatat obyek 90 95
2.
observasi
3. Bertanya tentang obyek observasi 15 25
4. Tidak melakukan kegiatan lain selama observasi 87,5 85
Tidak memperhatikan hal-hal selain obyek 85 90
5.
observasi
6. Tidak ngobrol dengan siswa lain 80 90
7. Mencatat hasil hasil pengamatan observasi 85 85
Jumlah 527 560
Rerata 75,3 80

Terjadi peningkatan Kemampuan siswa dalam melakukan observasi dari rata-


rata 75,3 menjadi 80.

b. Data Keaktifan siswa selama proses pembelajaran pada Siklus II


Tabel Data Keaktifan Siswa Siklus I dan II
No Prosentase
Kegiatan Siswa
. Siklus I Siklus II
1. Aktif mengerjakan soal word 75 80
square
2. Bekerjasama dengan teman lain 87,5
3. Memperhatikan jalannya diskusi 50 80
4. Mengajukan pertanyaan 30
5. Menjawab pertanyaan 50
6. Menyampaikan pendapat 12,5 20
7. Mencatat hasil diskusi 77,5 80
Jumlah 99 432
Rerata 14,14 61,71

Dari tabel hasil keaktifan diketahui bekerjasama dengan teman. Akan


ada beberapa peningkatan kegiatan tetapi untuk kemampuan
yang melibatkan 75% siswa yaitu mengajukan pertanyaan, menjawab
mengerjakan soal-soal word square, pertanyaan serta mengemukakan
memperhatikan jalannya diskusi, pendapat belum mencapai target
mencatat hasil diskusi, dan yang diharapkan.

c. Data lembar observasi guru pada siklus II


Tabel Lembar Observasi Guru Siklus I dan II
No Aspek yang diamati Silus I Siklus II
Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 21
. Ya Tidak Ya Tidak
1. Mengkomunikasikan tujuan v v
pembelajaran
2. Menyiapkan alat bantu pembelajaran v v
3. Mengemukakan alur kegiatan siswa v v
4. Menggunakan alat pembelajaran v v
5. Media sesuai materi pembelajaran v v
6. Memotivasi siswa untuk bertanya v v
7. Memantau kesulitan belajar siswa v v
8. Membimbing siswa membuat v v
kesimpulan

Terjadi peningkatan kegiatan yang meningkatkan kemampuan dalam


dilakukan Guru. Pada siklus II guru berdiskusi, hal ini dapat dilihat dari
sudah melakukan semua kegiatan kemampuan siswa bertanya,
sesuai lembar observasi akan menjawab pertanyaan dan
tetapi motivasi yang diberikan mengeluarkan pendapat masih
masih belum cukup untuk rendah.
mendorong siswa untuk

d. Post test siklus II :


Tabel Hasil Post Test Siklus I dan II
Siklus I Siklus II
Nilai
Jml Siswa Prosentase Jml Siswa Prosentase
Kurang dari 65 10 25 5 12,5
65 atau Lebih 30 75 35 87,5

Dari tabel hasil post test siklus I indikator yang telah ditentukan
dan siklus II dapat diuraikan bahwa bahwa hasil belajar dikatakan
siswa yang mendapat nilai kurang berhasil apabila di dalam satu kelas
dari 65 mengalami penurunan terdapat sekurang-kurangnya 85
sebesar 12,5% dan siswa yang Dari uraian itu dapat dikatakan
nilainya 65 ke atas mengalamai hasil belajar siswa telah tercapai
kenaikan 12,5% yaitu dari 75% pada akhir siklus II.
menjadi 87,5%. Berdasarkan

e. Data kuesioner siswa


Tabel Hasil kuesioner siswa
Skor Kualifikasi Jumlah Prosentase
0-25 Tidak senang 5 12,5
26-50 Cukup senang 3 7,5
51-75 Senang 14 35
76-100 Sangat senang 18 45

Hasil kuesioner yang telah diisi yang senang dan sangat senang
siswa menunjukkan bahwa yang terhadap siswa maka tujuan yang
senang dan sangat senang dengan berhubungan dengan menciptakan
Pembelajaran Kooperatif dengan suasana pembelajaran yang
variasi model pembelajaran menyenangkan tercapai.
WORSQOBSI sejumlah 30 siswa
atau 80%. Dengan acuan indikator
yang telah ditetapkan yaitu V. KESIMPULAN DAN SARAN
sekurang-kurangnya 75% siswa A. Kesimpulan
Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 22
Berdasarkan hasil analisis terhadap variasi model pembelajaran
pelaksanaan tindakan sebanyak 2 WORSQOBSI melalui
kali siklus, dapat diambil simpulan pendekatan Joyfull Learning dapat
sebagai berikut: meningkatkan hasil belajar siswa.
1. Pembelajaran Kooperatif dengan
variasi model pembelajaran B. Saran-saran
WORSQOBSI melalui pendekat- Berdasarkan hasil penelitian
an Joyfull Learning dapat tindakan yang telah dipaparkan dapat
meningkatkan kemampuan siswa dikemukakan saran-saran :
dalam pengamatan. 1. Sebelum melakukan melakukan
2. Pembelajaran Kooperatif dengan tindakan kelas sebaiknya
variasi model pembelajaran memaksimalkan persiapan
WORSQOBSI melalui penyusunan langkah-langkah
pendekatan Joyfull Learning dapat penelitian, agar hasil yang
dapat meningkatkan keaktifan diinginkan lebih memuaskan.
siswa dalam pembelajaran. 2. Pembelajaran Kooperatif dengan
3. Pembelajaran Kooperatif dengan variasi model pembelajaran
variasi model pembelajaran WORSQOBSI melalui pendekatan
WORSQOBSI melalui Joyfull Learning terbukti dapat
pendekatan Joyfull Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa,
menciptakan suasana maka disarankan untuk guru
pembelajaran yang Biologi mau mencoba
menyenangkan. menerapkannya.
4. Pembelajaran Kooperatif dengan

Variasi Model Pembelajaran Worsqobsi Heri Murotibah --- SMPN 1 Dolopo --- Halaman | 23
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 1995. Media Pengajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.


Degeng, I. N. S. 1990. Asumsi dan Landasan Teoritik Desain Pembelajaran,
Jurnal Teknologi Pembelajaran, Teori dan Praktek. Malang. IPTI.
Kadaryanto, dkk. 2007. Biologi 1 Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan.Bogor.
Yudhistira.
Kauchak, Paul dan Eeggen, D.1993. Strategis for Teacher, Teaching Contents and
Thinking Skill. Allyn and Bacon Publisher. Boston.
Sudjana ,Nana.1991.Penilaian Hasil Proses belajar Mengajar.Bandung. PT Remaja
Rosdakarya.
Porter dan Hernacki. 2005.Quantum Learning.Kaifa.Bandung.
Roestiyah NK, 1996. Strategi belajar Mengajar. Jakarta.rineka Cipta.
Slavin, Robert E. 1995. Educational Psichology Theory and Practice. Boston :
Allyn and Bacon.
Surakhmad, Winarno. 1989. Interaksi Belajar Mengajar. Bandung.Tarsito.
Winatapura, Udin, S. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. Universitas terbuka