Anda di halaman 1dari 10

PENGGUNAAN POTONGAN GAMBAR PEMBELAJARAN KOOPERATIF

PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN


KONSEP ORGANISASI KEHIDUPAN

Oleh : Lies Satya Budiarti SMPN 4 Mejayan Kab. Madiun


Email: lies.satya@gmail.com

ABSTRAK
Karya tulis Lies Satya Budiarti yang berjudul Penggunaan Potongan Gambar Model
Pembelajaran Tipe Picture And Picture Untuk Memahami Konsep Organisasi
Kehidupan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang penggunaan media
dan model pembelajaran dalam bentuk potongan gambar dari gabus dalam
pembelajaran Biologi Konsep Organisasi Kehidupan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Subjek penelitian adalah siswa kelas VII F sebanyak 28 siswa.Penelitian ini dilakukan
dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan
(plan), pelaksanaan(do), refleksi (check) dan tindak lanjut (act). Instrumen yang
digunakan berupa lembar tes dan lembar observasi.
Tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa, dan lembar observasi
digunakan untuk mengukur aktivitas siswa, keefektifan media dan penampilan guru
dalam mengajar. Analisa data prestasi belajar dengan menghitung rata-rata skor
ketuntasan individual, ketuntasan klasikal belajar dan analisa data observasi.
Hasil penelitian menunjukkan dengan penggunaan media potongan gambar dengan
model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dapat meningkatkan proses
pembelajaran pada siswa dan guru, serta dapat meningkatkan penguasaan konsep
organisasi kehidupan. Hal tersebut dapat dilihat dari siklus I karena lebih dari
setengah siswa tuntas yaitu 68% dalam pembelajaran dan dapat mencapai nilai
sama dengan atau lebih dari KKM. Pada siklus II terjadi peningkatan hasil
pembelajaran siswa karena 85% siswa telah tuntas.
Hasil observasi terhadap siswa, keefektipan media dan penampilan guru dapat
dilihat dari siklus I hingga II semakin meningkat yaitu rata-rata aktivitas siswa 13,5
dengan kategori cukup baik dan siklus kedua 15,8 dengan kategori baik.
Keefektipan media siklus I 19,25 naik menjadi 19,75 pada siklus II dengan kategori
baik. Penampilan guru juga meningkat dari 33,75 menjadi 34,25. Media sel dan
jaringan dalam bentuk potongan gambar dari gabus efektif digunakan dalam proses
pembelajaran karenail belajar siswa lebih meningkat, siswa lebih termotivasi dan
aktif karena pada umumnya penyusunan potongan-potongan organel sel/jaringan
sangat menarik perhatian siswa. Siswa merasa tidak bosan belajar IPA karena
menimbulkan kesan belajar sambil bermain sehingga pembelajaran tersebut
menjadi lebih menyenangkan.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Picture and picture, media gambar, pemahaman
konsep

PENDAHULUAN keingintahuan, keteguhan hati, dan


juga keterampilan dalam hal
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan
melakukan penyelidikan ilmiah. Biologi
suatu kumpulan pengetahuan yang
yang merupakan salah satu cabang
diperoleh tidak hanya produk saja,
ilmu pengetahuan alam memfokuskan
akan tetapi juga mencakup
pembahasan pada masalah-masalah
pengetahuan seperti keterampilan
Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture --- Lies Satya Budiarti --- Halaman --- 22
biologi di alam sekitar melalui proses dan jaringan dalam bentuk potongan-
dan sikap ilmiah. Sebagaimana hakikat potongan gambar dari gabus ini
IPA yang meliputi produk, proses, dan bertujuan :
sikap ilmiah melalui keterampilan
1. Menyampaikan materi agar lebih
proses. Berdasarkan uraian di atas
menarik sehingga tidak
bahwa pembelajaran IPA biologi lebih
membosankan,
menekankan pada pendekatan
keterampilan proses sehingga siswa 2. Siswa memperoleh gambaran yang
menemukan fakta-fakta, membangun nyata mengenai organel sel dan
konsep-konsep, teori dan sikap ilmiah jaringan,Siswa lebih aktif dan
di pihak siswa yang dapat berpengaruh termotivasi sehingga mencintai
positif terhadap kualitas maupun pelajaran Biologi,
produk pendidikan, sedangkan 3. Meningkatkan pemahaman materi
pembelajaran biologi selama ini lebih dan kemampuan berfikir siswa.
banyak menghafalkan fakta, prinsip,
dan teori saja. Untuk mengantisipasi
hal tersebut perlu dikembangkan Rumusan masalah : Penelitian ini
strategi pembelajaran biologi yang mencoba untuk menjawab salah satu
dapat melibatkan siswa secara aktif masalah utama yaitu Apakah
dalam kegiatan pembelajaran untuk penggunaan model pembelajaran
menemukan dan menerapkan ide-ide kooperatif picture and picture dapat
mereka. Untuk memahami konsep- meningkatkan proses pembelajaran
konsep Biologi secara mendalam dan penguasaan konsep organisasi
dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar kehidupan kelas VIIF SMP N 4 Mejayan?
diri siswa maupun faktor yang datang
dari dalam diri siswa. Hal ini sesuai Tujuan Penelitian : Berdasarkan
dengan pernyataan Ruseffendi (1998) rumusan masalah yang dikemukakan,
berikut ini: Faktor yang tujuan penelitian ini adalah:
mempengaruhi proses belajar dari 1. Menerapkan penggunaan media
dalam diri siswa meliputi kegemaran potongan gambar pada
dan bakat siswa, kemauan dan minat, pembelajaran konsep organisasi
sedangkan faktor luar diri siswa adalah kehidupan,
model penyajian mata pelajaran,
pribadi dan sikap guru, suasana belajar 2. Mengetahui peningkatan proses
kompentensi guru dan kondisi pembelajaran dan penguasaan
masyarakat luar. konsep peserta didik dengan model
pembelajaran kooperatif picture
Salah satunya adalah model and picture pada konsep organisasi
pembelajaran picture and picture, kehidupan.
menurut peneliti dengan menggunakan
visual berupa potongan gambar maka Manfaat Penelitian :
penguasaan konsep siswa dapat a. Bagi Peserta didik:
meningkat dan melalui pembelajaran
kooperatif ini pembelajaran berpusat 1. Dapat meningkatkan minat dan
pada siswa (student centered), yaitu aktivitas peserta didik dalam
peserta didik dapat bekerja sama belajar;
dalam situasi semangat yang 2. Meningkatkan penguasaan
kooperatif, dapat membantu peserta konsep Organisasi kehidupan;
didik memahami konsep-konsep IPA
yang sulit serta menumbuhkan 3. Meningkatkan makna kerjasama;
kemampuan berfikir kritis, dan 4. meningkatkan kreatifitas peserta
mengembangkan sikap sosial peserta didik;
didik.
5. mengurangi kebosanan peserta
Tujuan inovasi media yang dilakukan : didik dalam belajar.
Menyajikan materi dengan
menggunakan media pembelajaran sel
Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture --- Lies Satya Budiarti --- Halaman --- 23
6. Meningkatkan keberanian d. Bagi Pengawas :
peserta didik untuk bertanya
1. Dapat meningkatkan makna
dan mengungkapkan pendapat,
kerjasama dan saling
b. Bagi guru : memberikan masukan ide atau
pendapat;
1. Dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran; 2. Meningkatkan pengetahuan
tentang media dan model-model
2. meningkatkan kemampuan
pembelajaran sehingga dapat
untuk memotivasi peserta didik;
disebarluaskan kepada guru lain
3. meningkatkan keterampilan guru baik guru IPA maupun guru mata
dalam mengadaptasi keragaman pelajaran yang lain ,
metode dan media
pembelajaran yang tepat untuk
membelajarkan IPA khususnya Definisi Operasional :
konsep Organisasi Kehidupan ;
Dalam penelitian ini terdapat beberapa
4. mencari solusi terhadap istilah yang perlu dijelaskan untuk
permasalahan dalam pengajaran memperoleh persamaan persepsi
konsep Organisasi Kehidupan yaitu:
sehingga guru dapat
1. Media potongan gambar yang
mengaktifkan dan memotivasi
dimaksud adalah potongan-
peserta didik sehingga
potongan gambar organel sel dan
pembelajaran menjadi lebih
jaringan yang terbuat dari gabus
bermakna dan hasil belajar
sesuai dengan pola atau bentuk
menjadi lebih baik;
organel sel/jaringan kemudian
5. berupaya untuk diberi cat yang menarik dan diberi
mengkongkritkan pembelajaran perekat pada belakang gabus
yang bersifat abstrak, supaya dapat menempel pada
karpet kemudian siswa menyusun
6. khususnya konsep Organisasi
potongan-potongan tersebut
Kehidupan dengan
sehingga menjadi gambar yang
menggunakan media potongan
utuh.
gambar;
2. Pembelajaran kooperatif tipe
7. meningkatkan minat untuk
Picture and Picture adalah salah
melakukan penelitian dalam
satu bentuk pembelajaran
upaya untuk meningkatkan
kooperatif, peserta didik belajar
profesionalisme dan bersikap
secara berkelompok, berdiskusi
ilmiah,
guna menemukan dan memahami
c. Bagi Guru Lain : konsep-konsep dimana guru
1. Dapat meningkatkan menunjukkan/ memperlihatkan
pemahaman tentang penelitian; gambar-gambar organel sel dan
jaringan kemudian peserta didik
2. menambah pengetahuan secara bergantian
tentang model-model memasang/mengurutkan gambar-
pembelajaran; gambar menjadi urutan yang logis
3. menambah pengetahuan kemudian guru menanyakan
tentang alternatif media alasan/dasar pemikiran urutan
pembelajaran; gambar tersebut. Dari
alasan/urutan gambar tersebut guru
4. meningkatkan minat untuk memulai menamkan konsep/materi
melakukan penelitian dalam sesuai dengan kompetensi yang
upaya untuk meningkatkan ingin dicapai,
profesionalisme dan bersikap
ilmiah, 3. Proses pembelajaran yang
dimaksud meliputi aktivitas peserta

Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture --- Lies Satya Budiarti --- Halaman --- 24
didik serta penampilan guru pengajaran dengan menggunakan
selama pembelajaran dengan media pembelajaran.
menggunakan media potongan
4. Membuat alat evaluasi.
gambar dan model pembelajaran
kooperatif tipe picture and picture,
Pelaksanaan (Do)
4. Penguasaan konsep adalah hasil
Pada tahap ini dilakukan tahap-tahap
belajar yang diperoleh siswa dari
sebagai berikut :
kegiatan pembelajaran.
Pendahuluan : Guru memeriksa
kehadiran siswa, memberi prasyarat
pengetahuan dan memotivasi siswa
METODE
selama 10 menit.
Kegiatan penelitian tindakan kelas ini
Kegiatan inti : Siswa melakukan diskusi
dilaksanakan pada semester 2 tahun
kelompok dengan menggunakan LKS
pelajaran 2012-2013. Penelitian ini
yang dibagikan, dan melakukan diskusi
dilakukan dalam 2 siklus yang
kelas selama 50, menarik kesimpulan
membutuhkan waktu pelaksanaan
selama 5 menit. Post tes : selama 15
selama tiga (3) bulan Februari - April
menit.
2013, pada kelas VIIF SMP Negeri 4
Mejayan, Jl Pisang 100 Desa Blabakan,
Mejayan. Observasi
Observasi dilakukan selama proses
Prosedur Penelitian: Penelitian ini
belajar mengajar yaitu oleh guru IPA,
terdiri atas dua siklus dimana setiap
kepala sekolah dan teman sejawat
siklus mencakup tahapan sebagai
sesuai dengan lembar observasi yang
berikut :
telah disiapkan.
Siklus I :
Perencanaan (Plan) Refleksi (Check).

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap- Berdasarakan hasil observasi dilakukan


tahap perencanaan adalah : refleksi terhadap tanggapan atau saran
dari observer sesudah pelaksanaan
1. Menganalisa kebutuhan dan pembelajaran dilakukan untuk
permasalahan yang dihadapi dalam mengetahui apa yang masih menjadi
pembelajaran tentang Organisasi kesulitan dan kendala dalam
Kehidupan. pembelajaran pada siklus ini, dan akan
a. Mikroskop yang ada kurang diperbaiki pada siklus II.
memadai untuk pengamatan Tahapan Tindak Lanjut (Act).
organel sel sehingga organel- Dari hasil refleksi dapat diperoleh
organel sel tersebut tidak dapat sejumlah pengetahuan baru atau
diamati. keputusan-keputusan penting guna
b. Gambar organel sel yang perbaikan dan peningkatan proses
merupakan gambar dua dimensi pembelajaran.
kurang menarik perhatian siswa
lagi.
Siklus II
2. Menyusun RPP serta membuat Perencanaan :
media pembelajaran yang berupa 1. Merencanakan pembelajaran
potongan gambar organel-organel berdasarkan refleksi tindakan
sel dan jaringan pada daun pertama yaitu membahas tentang
membentuk organ dan system kesulitan dan kendala,
organ. 2. Membuat alat evakuasi,
3. Membuat lembar observasi guru,
siswa dan keefektifan media untuk Pelaksanaan
melihat bagaimana kondisi belajar
mengajar dikelas ketika diterapkan
Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture --- Lies Satya Budiarti --- Halaman --- 25
Pendahuluan : Guru memeriksa Pelaksanaan observasi pada siklus ini
kehadiran siswa, memberi prasyarat sama dengan pada siklus I.
dan motivasi siswa selama 10 menit.
Kegiatan inti : Siswa melakukan diskusi Refleksi :
kelompok, dan diskusi kelas selama 50
Dilakukan evaluasi tentang hal-hal
menit, guru bersama dengan siswa
yang telah dilakukan pada siklus ini,
menarik kesimpulan berdasarkan hasil
jawaban selama 5 menit, siswa
mengerjakan post test selama 15 Tahapan Tindak Lanjut (Act) :
menit. Dari hasil refleksi dapat diperoleh
sejumlah pengetahuan baru atau
keputusan-keputusan penting guna
Observasi :
perbaikan dan peningkatan proses
pembelajaran.

Tabel Kisaran nilai untuk lembar observasi guru, siswa dan keefektifan media
Lembar Observasi
Aspek
Guru Siswa Keefektifan Media
Banyaknya aspek yang 12 7 7
diamati
Skor maksimal tiap aspek 3 3 3
Jumlah skor tertinggi 36 21 21
Kisaran Nilai 12 7 7
25-36 = Baik 15 21 = 15 21 = Baik
13-24 = Baik 8 - 14 = Cukup
Cukup 8 - 14 = 1 - 7 = Kurang
1 -12 = Cukup
Kurang 1 - 7 =
Kurang

HASIL PENELITIAN DAN media organel sel dan jaringan dalam


PEMBAHASAN bentuk potongan-potongan gambar,
Hasil pembelajaran siswa secara
Hasil penelitian yang sudah dilakukan individual sudah cukup baik pada siklus
dengan menerapkan model I karena lebih dari setengah siswa
pembelajaran kooperatif tipe picture tuntas yaitu 68% dalam pembelajaran
and picture dan pengamatan dengan dan dapat mencapai nilai sama dengan
menggunakan media sel/jaringan atau lebih dari KKM sedangkan pada
dalam bentuk potongan-potongan siklus II terjadi peningkatan hasil
gambar pada pembelajaran biologi pembelajaran siswa karena 85% siswa
dalam dua siklus adalah sebagai telah tuntas dan hanya 4 siswa yang
berikut: Siswa : Hasil belajar peserta belum tuntas dan rata-rata nilai
didik berupa penguasaan konsep melebihi KKM.
dikelompokkan ke dalam dua bagian Dari diagram dapat dilihat bahwa
utama yaitu hasil individu berupa hanya satu kelompok yang pencapaian
postest penguasaan konsep pada tiap nilainya dibawah KKM yaitu 62,7
tatap muka selama pembelajaran (kelompok Badan Golgi) pada siklus I,
sebanyak dua siklus dan hasil sedangkan pada siklus II semua
observasi siswa di kelompok masing- kelompok sudah memenuhi bahkan
masing dalam proses pembelajaran melebihi nilai KKM. Hal ini dikarenakan
kooperatif, Hasil Belajar Individual pengelompokan yang berdasarkan
(Post test) dilakukan setelah proses prinsip pembelajaran kooperatif
pembelajaran dengan menggunakan memiliki banyak dampak positif seperti
Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture --- Lies Satya Budiarti --- Halaman --- 26
yang diungkapkan oleh Harry Wong Hasil Observasi siswa di kelompok,
(dalam Partin, 2009: 190) sebagai iklus pertama observasi siswa yang
berikut: Penyebab dari pembelajaran telah dilakukan cukup baik hingga
kooperatif begitu sukses adalah bahwa siklus kedua berlangsung menjadi lebih
konteks sebuah kelompok kerja lebih baik, siswa semakin aktif dalam
penting daripada isi dari kelompok itu. mengikuti proses pembelajaran. Hasil
Jika anda memiliki kelompok orang kerja kelompok lebih difokuskan
yang saling peduli dan memiliki kepada penghargaan kelompok yang
komitmen satu sama lain, maka merupakan hasil proses kooperatif
mereka akan meraih tujuan dari setiap individu. Setiap individu
aktivitas itu jauh lebih cepat ketimbang mempunyai kesempatan yang sama
jika masing-masing berupaya untuk dalam memberikan sumbangan nilai
merampungkan tugas itu seorang diri, pada kelompoknya, Keaktifan peserta
Jadi menurut peneliti dengan didik baik secara individu maupun saat
pembelajaran kooperatif ini siswa bekerja kelompok senantiasa
dapat saling belajar dan bekerjasama mendapatkan pengamatan dan
sehingga terjadi peningkatan hasil, penilaian dari para observer.

Diagram 4.1. Pencapaian nilai rata-rata kelompok


90
80
70
60
50
40
sikluis 1
30
Column1
20
10
0

Keaktifan peserta didik ini meliputi: pertama hingga siklus ke dua, Hasil ini
menjawab pertanyaan dengan berani, memberikan gambaran bahwa peserta
mengerjakan tugas dengan percaya didik mengalami dinamika dan
diri, pembagian tugas yang merata, peningkatan proses pembelajaran yang
menunjukkan sikap senang, mampu memberdayakan kemampuan
menunjukkan keterlibatan dalam penguasaan konsep organisasi
kelompok, melakukan kerjasama, kehidupan. Ini dikarenakan adanya
mengemukakan dan menanggapi perpaduan dua unsur yaitu
pendapat, memperbaiki jawaban yang penggunaan media pembelajaran yang
salah, mengajukan pertanyaan, mampu membantu peserta didik lebih
membuat kesimpulan dengan kalimat aktif dalam proses pembelajaran dan
sendiri, dan pemanfaatan waktu secara membantu memahami konsep
efektif, Keefektifan Media Pengamatan organisasi kehidupan serta penerapan
tentang keefektifan media potongan- model pembelajaran kooperatif tipe
potongan gambar yang digunakan picture and picture baik oleh guru
selama proses pembelajaran dari siklus maupun oleh peserta didik, sehingga
Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture --- Lies Satya Budiarti --- Halaman --- 27
menimbulkan fokus dan motivasi bagi yang di dalamnya terdapat dua aspek
siswa untuk lebih tertarik belajar utama yaitu pelaksanaan model
dengan aktif dan siswa interaktif dalam pembelajaran kooperatif tipe picture
kelompok. Hal di atas membuktikan and picture baik pada kegiatan awal,
bahwa melalui penggunaan media kegiatan inti dan kegiatan akhir, serta
pembelajaran yang sesuai dan pengelolaan kelas
penerapan model pembelajaran Pada awal siklus penampilan guru
kooperatif akan meningkatkan kualitas dalam penerapan model pembelajaran
proses pembelajaran dan akan kooperatif tipe pictute and picture
membuahkan hasil yang optimal maupun pengelolaan kelas mencapai
melalui upaya yang maksimal, 19,25 dengan kategori baik. Namun
Penampilan Guru : Penampilan guru pertemuan berikutnya hingga akhir
dalam mengelola kelas, melaksanakan siklus II penampilan guru mengalami
kegiatan belajar mengajar seperti yang peningkatan 19,75 dengan kategori
telah ditulis dalam silabus atau baik. Hal ini dibuktikan dengan
rencana pelaksanaan pembelajaran semakin sesuainya proses
menjadi salah satu butir yang pembelajaran model picture and
menunjang keberhasilan penelitian ini. picture dan semakin meratanya guru
Dengan kata lain, kesesuaian antara memberikan kesempatan kepada
apa yang telah direncanakan dengan peserta didik untuk aktif bertanya,
apa yang dilaksanakan sangat menjawab, dan mengeluarkan
berpengaruh pada sukses tidaknya pendapat. Guru pun senantiasa
tujuan pembelajaran yang ingin memotivasi peserta didik dengan salah
dicapai. Oleh karena itu selama proses satu caranya yaitu dengan pemberian
penelitian berlangsung, salah satu penghargaan kepada kelompok yang
tugas para pengamat adalah mengisi bekerja dengan baik.
lembar observasi penampilan guru,

Tabel Analisis Hasil Observasi Siswa, Keefektifan Media dan Guru


Observasi siswa keefektifan media Observasi guru
Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II
Rata-Rata 13,5 15,8 19,25 19,75 33,75 34,25
Skor
Kriteria Cukup Baik Baik Baik Baik Baik

40
35
30
25
20
15
10
5 siklus 1
0
Column1

Berdasarkan data diatas, secara yang terdapat selama dalam proses


keseluruhan aktivitas guru, siswa dan pembelajaran di siklus I dikemukakan
keefektifan media yang digunakan dalam Refleksi untuk dapat diperbaiki
adalah Baik. Kendala ataupun masalah disiklus II sehingga terjadi peningkatan

Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture --- Lies Satya Budiarti --- Halaman --- 28
skor dan melalui media Sel/Jaringan menggunakan berbagai teknik dan
dalam bentuk potongan gambar ini media yang dapat membantu dan
motivasi, keaktifan siswa dalam proses mendorong terciptanya proses
pembelajaran meningkat. pembelajaran yang efektif dan efisien
dan menumbuhkan semangat di
kalangan guru untuk melakukan
SIMPULAN DAN SARAN penelitian lain.
Simpulan :
Media dan model pembelajaran sel Saran-Saran
dalam bentuk potongan-potongan Untuk memperlancar kegiatan
gambar organel sel dari bahan gabus pembelajaran IPA di SMP diperlukan
ini membantu siswa mengingat kreativitas guru untuk membuat media
berbagai organel sel dan memudahkan dan memvariasikan model
siswa membedakan sel hewan dan sel pembelajaran sehingga penyampaian
tumbuhan sedangkan potongan organ materi lebih efektif, aktif,
daun membantu siswa memahami menyenangkan dan lebih mudah
pengertian sel, jaringan, organ dan dipahami oleh siswa.
system organ. Media dan model Diharapkan adanya pembiasaan dan
pembelajaran dalam bentuk potongan penerapan pembelajaran kooperatif
gambar dari gabus dapat pada setiap mata pelajaran mengingat
meningkatkan hasil belajar siswa, dampak positif yang diperoleh dari
Siswa lebih termotivasi dan aktif. Siswa model pembelajaran tersebut baik bagi
merasa tidak bosan belajar IPA. Dapat peserta didik maupun bagi guru.
meningkatkan kreativitas guru dalam

DAFTAR PUSTAKA
Akhmad Sudrajat.2008. Media Pembelajaran.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/media-pembelajaran
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2007. Panduan penilaian Kelompok mata
pelajaran
Depdiknas. 2003. Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan
Nasional. Jakarta
Dimyati dan Mujiono.2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta
Ginnis Paul. 2008. Trik dan Taktik Mengajar, PT Indeks, Jakarta
Hamalik Oemar. 1985, Media Pendidikan, Alumni Bandung
Jati Wijaya, dkk. 2005. Sains Biologi 1B, Penerbit Yudhistira.
Kaufeldt Martha. 2008. Wahai Para Guru Ubahlah Cara Mengajarmu, PT Indeks,
Jakarta
Nurhadi, B. Yasin A.G. Senduk. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya
dalam KBK, Penerbit Universitas Negeri Malang: Malang.
Nuryani Rustaman. 2008. Strategi Belajar Mengajar Biologi, UM Press, IKIP Malang
Partin, Ronald L. 2009. Kiat Nyaman Mengajar Di Dalam Kelas. Edisi ke-2. PT
Indeks. Jakarta
Rusefendi. 1988. Pengantar kepada membantu guru mengembangkan
kompetensinya dalam mengajar matematika untuk meningkatkan CBSA,
Tarsito Bandung
Sagala, Syaiful. 2006. Konsep dan makna pembelajaran .Bandung: Alfabeta

Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture --- Lies Satya Budiarti --- Halaman --- 29
Silberman, Melvin L. 2007. Active Learning 101 Stretegi Pembelajaran Aktif. Pustaka
Insan Madani. Yogyakarta.
.Sukidin, Basrowi, dan Suranto. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas.
Surabaya: Insan Cendikia.
Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Jakarta: Pustaka.
Winarsih, Anny. 2008. IPA Terpadu SMP/MTs Kelas VII. Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional, Jakarta

Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture --- Lies Satya Budiarti --- Halaman --- 30