Anda di halaman 1dari 2

Prinsip kerja Raw Mill

Raw Mill merupakan peralatan yang digunakan untuk menghaluskan


raw material menjadi butiran halus hingga berukuran partikel (micron) yang
disebut Raw Meal. Alat utama yang digunakan dalam proses penggilingan dan
pengeringan bahan baku adalah Vertical Roller Mill (VRM). Media
pengeringnya adalah udara panas yang berasal dari suspention-preheater
dengan suhu sebesar 300 400 oC. Vertical roller mills merupakan peralatan
yang tepat untuk penggilingan dan pengeringan material yang relatif basah.
Penggilingan & pengeringan dapat dilakukan secara effisien didalam satu unit
peralatan. Vertical roller mill menjalankan 4 fungsi utama didalam satu unit
peralatan, yaitu :

a. Penggilingan ( Roller & grinding table )


b. Pengeringan (gas buang kiln, cooler, AH1)
c. Pemisahan (Separator)
d. Transportasi (Gas pengering ID Fan)

Bahan baku masuk ke dalam Vertical Roller Mill (Raw Mill) pada
bagian tengah (tempat penggilingan), sementara itu udara panas masuk ke
dalam bagian bawahnya. Material yang sudah tergiling halus akan terbawa
udara panas keluar raw mill melalui bagian atas alat tersebut. Material
akan digiling dari ukuran masuk sekitar 7,5 cm menjadi max 90m.
Penggilingan menggunakan gaya centrifugal di mana material yang
diumpankan dari atas akan terlempar ke samping karena putaran table dan
akan tergerus oleh roller yang berputar karena putaran table itu sendiri.
Prinsip kerja Boiler

Boiler merupakan bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan


ke air sampai terbentuk air panas atau steam berupa energi kerja. Air adalah
media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air
panas atau steam pada tekanan dan suhu tertentu mempunyai nilai energi yang
kemudian digunakan untuk mengalirkan panas dalam bentuk energi kalor ke
suatu proses. Jika air didihkan sampai menjadi steam, maka volumenya akan
meningkat sekitar 1600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk
mesiu yang mudah meledak, sehingga sistem boiler merupakan peralatan yang
harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.

Prinsip kerja boiler sebenarnya cukup. Proses pendidihan air tersebut


akan selalu diiringi proses perpindahan panas yang melibatkan bahan bakar,
udara, material wadah air, serta air itu sendiri. Proses perpindahan panas ini
mencakup tiga jenis perpindahan panas yang sudah sangat kita kenal yakni
konduksi, konveksi, dan radiasi.

Pada boiler pipa air di atas misalnya, sumber panas didapatkan dari
pembakaran bahan bakar di dalam furnace. Energi panas ini sebagian akan
terpancar secara radiasi ke pipa-pipa evaporator sehingga memanaskan pipa-
pipa tersebut. Panas yang terserap oleh permukaan pipa akan secara konduksi
berpindah ke sisi permukaan dalam pipa. Di dalam pipa, mengalir air yang
terus-menerus menyerap panas tersebut. Proses penyebaran panas antar
molekul air di dalam aliran ini terjadi secara konveksi. Perpindahan panas
konveksi antar molekul air, seakan-akan menciptakan aliran fluida tersendiri
terlepas dengan aliran air di dalam pipa-pipa boiler.