Anda di halaman 1dari 4

Lampiran 1

A. Asuhan keperawatan post partum


b. Analisa Data
NO. DATA ETIOLOGI MASALAH
1. Ds : klien mengatakan nyeri Nyeri akut Kerusakan
P: nyeri saat beraktivitas
integritas jaringan
Q: nyeri seperti tertusuk
(Masalah Ronde
R: kemaluan
S: skal 3 Keperawatan)
T: hilang timbul
Do :
-Luka episiotomy sekitar 5 cm
-Tampak kesakitan
-Kulit disekitar luka merah

Enterobacter aerogLeukosit
:
Enterobacter
aerogenesLeukosit
:
15,5 x 10 9
2. Ds : klien mengatakan tidak Kelemahan kelelahan
dapat beraktivitas seperti biasa
Do :
- Tampak lemah
- Kulit lembab
- Berkeringan
- mobilitas
3 Kesiapan
meningkatkan
ds: klien mengatakan ingin
pemberian ASI
menyusui anaknya

3.
3.

1. Diagnosa keperawatan
a. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan faktor mekanik (robekan, tekanan)
ditandai dengan Ada luka pada kaki kanan, keadaan luka bau, bernanah, dan nekrotik
(Masalah ronde Keperawatan)
b. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan gangguan aliran darah
ditandai dengan terdapat ulkus (+), nekrotik(+), ekstrimitas dingin dan pucat (+), pulsasi
arteri dorsalis pedis posterior lemah, CRT >3 detik, kulit kering, kalus (+) pada kaki kiri,
Tidak terdapat rambut atau bulu2 kaki pada kaki kanan.
2. Intervensi Keperawatan
a. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan
faktor mekanik (robekan, tekanan) ditandai dengan Ada luka pada kaki kanan, keadaan
luka bau, bernanah, dan nekrotik. (Masalah ronde Keperawatan)
Tujuan: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2x24 jam, menunjukan perbaikan
integritas jaringan
Kriteria hasil:
1. Keutuhan kulit
2. Tidak ada lesi
3. Tidak terjadi nekrosis
4. Tidak ada tanda infeksi
5. Perfusi jaringan baik
Intervensi:
1) Kaji keadaan luka, catat perubahan ukuran, warna, dan drainage.
Rasional: Untuk memantau kemajuan atau perbaikan proses inflamasi.
2) Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptic.
Rasional: untuk mencegah penyebaran infeksi.
3) Anjurkan individu untuk melakukan mobilitas secara maksimal untuk mencegah
penekanan yang lama.
Rasional: Jika tekanan pada jaringan lunak melebihi tekanan intrakapiler, oklusi
kapiler dan hipoksia yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
4) Kolaborasi dengan dokter untuk melakukan debridemen dan nekrotomi.
Rasional: Debridemen dan nekrotomi berfungsi menghilangkan jaringan mati, dan
mempercepat epitelisasi jaringan baru.
5) Kolaborasi pemeriksaan kultur.
Rasional: Untuk menentukan jenis antibiotik sesuai sensuai sensitivitas kuman.
6) Lakukan kolaborasi pemberian insulin dan antibiotik
Rasional : pemberian insulin untuk menurunkan kadar gula darah dan antibiotok
untuk membunuh kuma

b. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan


dengan gangguan aliran darah ditandai dengan terdapat ulkus (+), nekrotik(+),
ekstrimitas dingin dan pucat (+), pulsasi arteri dorsalis pedis posterior lemah, CRT >3
detik, kulit kering, kalus (+) pada kaki kiri, Tidak terdapat rambut atau bulu2 kaki pada
kaki kanan.
Tujuan: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2x24 jam, menunjukkan
keadekuatan perfusi jaringan perifer.
Kriteria hasil:
a. Denyut nadi perifer teraba kuat
b. Warna kulit sekitar luka tak pucat/sianosis
c. Kulit sekitar luka teraba hangat
d. Oedema tidak terjadi, luka tidak bertambah parah
e. Sensorik dan motorik membaik

Intervensi:
1) Kaji status sirkulasi dan sensasi perifer, seperti kaji nadi perifer, adanya edema,
pengisian ulang perifer, warna dan suhu ekstremitas, adanya tanda parastesia (kebas,
kesemutan).
Rasional: Untuk mengetahuiderajat keadekuatan sirkulasi perifer dan sensasi perifer.
2) Anjurkan pasien untuk tidak mengelevasikan ekstremitas yang terkena.
Rasional: posisi elevasi akan mempersulit aliran darah ke perifer, selain itu akan
mempermudah bakteri yang bersifat anaerob untuk menyebar ke jaringan lain..
3) Anjurkan pasien untuk mengimobilisasikan kaki pasien .
Rasional: mobilisasi kaki yang sudah mengalami kematian jaringan memperburuk
kondisi perfusi ke perifer karena akan memerlukan oksigenyang lebih banyak
4) Kurangi atau hilangkan kompresi vena eksternal seperti menyilangkan kaki dan
letakkan bantal dibawah lutut.
Rasional: Kompresi vena eksternal mengganggu aliran vena
5) Edukasi ke pasien untuk menerapkan pola hidup sehat seperti berhenti merokok dan
menjaga BB tetap ideal.
6) Rasional: Efek nikotin pada sistem kardiovaskular turut menyebabkan penyakit arteri
koroner, strok dan hipertensi, dan penyakit vaskuler perifer. Kondisi BB yang berlebih
meningkatkan beban kerja jantung sehingga menyebabkan hipertesi