Anda di halaman 1dari 13

UA-51213310-1

ahmad riyadi
JUMAT, 16 MEI 2014

ILMU KEPERAWATAN DAN KEMAJUAN IPTEK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Perkembangan Ilmu Keperawatan saat ini sudah sangat pesat , itu dapat kita lihat dalam
praktek Kesehatan di instansi-instansi Kesehatan. Sebelum kita membicarakan lebih lanjut
tentang perkembangan Ilmu Keperawatan, sekilas kita melihat lagi sejarah awal mulanya
Keperawatan muncul dan berkembang.
Perkembangan keperawatan di dunia dapat diawali pertama, sejak manusia itu ada di
mana pada dasarnya manusia di ciptakan telah memiliki naluri untuk merawat dirinya sendiri
itu tercermin pada sifat seorang ibu.
Adapun perkembangan keperawaatan terjadi pada zaman keagamaan , zaman masehi,
zaman permulaan abad 21, setelah itu berkembang pada zaman sebelum perang dunia ke-2
dan pada periode tahun 1950 pada masa ini keperawatan sudah mulai menunjukkan
perkembangan khususnya penataan pada sistem pendidikan.
Pendiri keperawatan pertama kali adalah Florence Nightingale (1820-1910) . Awalnya
ia hanya sekedar membantu para tentara yang terluka di medan perang (1854-
1856), membuat Florence membuka hatinya untuk mendirikan sekolah keperawatan yang
diberi nama Ninghtingale nursing school.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Kemajuan Ilmu Keperawatan dan perkembangan IPTEK


- Bagaimana perkembangan IPTEK dalam ilmu Keperawatan ?
- Bagaimana sejarah perkembangan keperawatan ?

Aplikasi Ilmu keperawatan dalam kehidupan masyarakat.


- Bagaimana perawat menerapkan ilmunya dalam kehidapan bermasyarakat ?

1.3 TUJUAN
Makalah ini dibuat dengan tujuan;
1. Agar mahasiswa dapat menggetahui perkembangan IPTEK dalam dunia keperawatan.
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui sejarah dan perkembangan keperawatan.
3. Agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu keperawatan dalam kehidupan masyarakat.
4. Sebagai dasar pelatihan bagi mahasiswa dalam menyusun skirpsi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 ILMU KEPERAWATAN DAN KEMAJUAN IPTEK

Perubahan sosial ekonomi dan politik,kedudukan, dan IPTEK akan berdampak


terhadap perubahan penetapan perawat, yang meliputi bentuk praktik keperawatan,
pendidikan keperawatan dan perkembangan IPTEK keperawatan, perawat pada
abad mendatang akan menghadapi suatu kesepakatan dan tantangan yang sangat luas
sekaligus suatu ancaman.
Penguasaan dan keterlibatan dalam perkembangan IPTEK dalam praktik
keperawatan bagi perawat Indonesia merupakan suatu keharusan. Penguasaan IPTEK juga
akan berperan dalam menapis dan menseleksi IPTEK yang sesuai dengan kebutuhan dan
social budaya masyarakat Indonesia yang akan diadopsi.
Saat ini berbagai sistem teknologi untuk merawat pasien dilapangan mulai
berkembang, dan perawat mulsi memikirkan bagaimana teknologi dapat mempengaruhi
praktek keperawatan, meningkatkan praktek keperawatan serta mutu asuhan
keperawatan.Dalam hal ini perawat mampu sebagai pendidik, analis sistem, seorang analis
web, koordinator keamanan dan administrator sistem yang fokus adalah untuk meningkatkan
praktek keperawatan melalui penggunaan kreatif teknologi, memaksimalkan produktivitas
perawatan, perbaikan infrastruktur dan lingkungan kerja lebih mendukung dunia kelas Clinic
keunggulan dalam perawatan pasien.Perawat diharapkan dapat member inovasi bersama
untuk memperbaiki cara perawat berkomunikasi dengan satu sama lain, dengan profesi lain
dan dengan pasien.perawat harus melihat teknologi sebagai alat untuk mendukung, bukan
menghambat, serta memberi dampak positif bagi praktek keperawatan di masa depan
(Briggs,2006).
Berkaitan dengan penguasaan teknologi oleh perawat dilakukan Analis Klinis di
Departemen Informatika Keperawatan Cleveland klinik Amerika bahwa Perawat memiliki
peluang untuk melakukan teknologi inovatif dalam rangka meningkatkan praktek klinis
dengan terlebih dahulu menganalisis alur kerja praktek klinis pada saat ini. Berdasarkan
pengamatan ini, mereka memfasilitasi desain dan pengembangan, pengujian, implementasi,
pelatihan dan evaluasi sistem klinis otomatis. Informatika klinis analis memfasilitasi
kelompok kerja dari staf perawat untuk memvalidasi desain aplikasi dan untuk mempelajari
dan mengukur dampak teknologi pada peningkatan praktek keperawatan tertentu dan proses
(Boodman, 2005).
Pendekatan kolaboratif Keperawatan, Kualitas Pendidikan dan
Penelitian Instruktur Klinis di Departemen Keperawatan Informatika juga perawat
menyediakan pelatihan aplikasi terpusat untuk tenaga perawat untuk mendukung aplikasi
klinis baru atau revisi diimplementasikan pada unit keperawatan. Bekerja bersama-sama
dengan para manajer perawat, staf keperawatan, dan Departemen Pendidikan Keperawatan &
Professional Development - NI Klinis Instruktur memberikan dukungan instruksi dan
pengguna untuk mempermudah pengenalan teknologi baru ke dalam keperawatan
(Bluementhal,2006).
Sistem teknologi dalam keperawatan akan menyebabkan biaya yang dikeluarkan
menjadi lebih besar atau berkurang, apakah membantu mencapai tujuan yang diharapkan,
apakah jumlah SDM keperawatan dapat dikurangi serta apakah akan berkesinambungan dan
secara terus-menerus akan dipergunakan. Secara rinci Uli Agustine (2008) dalam artikelnya
menuliskan bahwa kecenderungan issue yang berkembang adalah sebagai berikut :
1. Semakin tingginya beban kerja perawat di rumah sakit menuntut adanya suatu sistem
teknologi informasi yang mampu mengatasinya. Tuntutan adanya dokumentasi keperawatan
yang lengkap dengan hanya menggunakan cara manual tulisan tangan selama ini hanya
menambah beban kerja perawat dan semakin mengurangi jumlah waktu perawat bersama
pasien
2. Sistem informasi keperawatan di luar negeri sudah modern dan canggih dengan
memanfaatkan sistem teknologi informatika, sehingga perawat di luar negeri mampu bekerja
secara efisien dan dan berkualitas tinggi. Kondisi tersebut diharapkan mampu diikuti oleh
perawat di Indonesia.
3. Perlunya keperawatan di Indonesia memiliki sistem informasi manajemen keperawatan
dalam melakukan pelayanan kepada pasien di rumah sakit, sehingga perawat bisa bekerja
lebih efektif dan efisien.
4. Pelaksanaan proses asuhan keperawatan akan lebih cepat, efektif dan efisien dengan
menggunakan teknologi
5. Diharapkan hari rawat pasien lebih cepat karena interaksi pasien-perawat lebih banyak
sehingga tujuan asuhan keperawatan lebih cepat tercapai
6. Profesionalisme perawat akan semakin meningkat dan pengakuan kesetaraan antara profesi
perawat dengan medis akan lebih baik.
7. Citra perawat di masyarakat dan diantara profesi lain akan semakin baik.
8. Penggunaan SIM keperawatan akan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit
9. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) mulai tahun 2001 telah
mengembangkan suatu sistem asuhan keperawatan yang berbasis dengan komputer. Sampai
saat ini sistem ini baru digunakan untuk proses akademik pembelajaran komputer
keperawatan. Sistem informasi asuhan keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan masih dalam
tahap awal dan masih memerlukan penyempurnaan (Haryati, 2001). Diharapkan sistem
informasi asuhan keperawatan FIK-UI di masa datang dapat mempercepat perkembangan
sistem informasi yang dapat diaplikasikan di rumah sakit maupun pelayanan keperawatan
yang lain.
Keperawatan sebagai suatu pekerjaan sudah ada sejak manusia ada di bumi ini,
keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan keperadaban teknologi dan
kebudayaan. Konsep keperawatan dari abad ke abad terus berkembang, berikut adalah
perkembangan keperawatan di dunia:
1)Mother Instink

Pekerjaan keperawatan sudah ada sejak manusia diciptakan, keperawatan ada sebagai
suatu naluri (instink). Setiap manusia pada tahap ini menggunakan akal pikirannya untuk
manjaga kesehatan, mengurangi stimulus kurang menyenangkan, merawat anak, menyusui
anak dan perilaku masih banyak perilaku lainnya.

2)Animisme

Manusia pada tahap ini memiliki keyakinan bahwa keadaan sakit adalah disebabkan
oleh arwah/roh halus yang ada pada manusia yang telah meninggal atau pada manusia yang
hidup atau pada alam (batu besar,pohon,gunung,sungai,api,dll).Untuk mengupayakan
penyembuhan atau perawatan bagi manusia yang sakit maka roh jahat harus diusir,para dukun
mengupayakan proses penyembuhan dengan berusaha mencari pengetahuan tentang roh dari
sesuatu yang mempengaruhi kesehatan orang yang sakit. Setelah dirasa mendapat kemmpuan
para dukun berupaya mengusir roh dengan menggunakan mantra-mantra atau obat-obatan
yang berasal dari alam.

3)Keperawatan penyakit akibat kemarahan para dewa

Pada tahap ini manusia memilki kepercayaan tentang adanya dewa-dewa, manusia
yang sakit akibat kemarahan para dewa. Untuk membantu penyembuhan orang yang sakit
dilakukan pemujaan kepada para dewa di tempat pemujaan (kuil), dengan demikian dapat
dikatakan kuil adalah tempat pelayanan kesehatan.

4)Ketabiban

Mulai berkembang kemungkinan sejak 14 abad SM, pada masa ini telah dikenal
teknik pembidanan, hygiene umum, anatomi manusia.

5)Diaknoses dan Philantrop

Berkembang sejak 400 SM, para diaknoses memberikan pelayanan perawatan yang
diberikan dari rumah ke rumah, tugas mereka adalah membantu pendeta memberikan
pelayanan kepada masyarakat dan pada masa ini merupakan cikal bakal berkembangnya ilmu
keperawatan kesehatan masyarakat. Philantop adalah kelompok yang mengasingkan diri dari
keramaian dunia, dimana mereka merupakan tenaga inti yang memberikan pelayanan dipusat
pelayanan kesehatan (RS) pada masa itu.

6)Perkembangan Ilmu kedokteran Islam

Pada tahun 632 Masehi, Agama Islam melalui Nabi Muhammad SAW dan para
pengikutnya menyebarkan agama Islam seluruh pelosok dunia. Selain menyebarkan ajaran
agama beliau juga menyebarkan ilmu pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan
pengobatan terhadap penyakit (kedokteran)

7)Perawat terdidik (600-1583)

Pada masa ini pendidikan keperawatan mulai muncul, dimana perogram itu
menghasilkan perawat-perawat terdidik. Pendidikan keperawatan diawali di Hotel Dien dan
Lion Prancis yang kemudian berkembang menjadi rumah sakit terbesar disana. Pada awalnya
perawat terdidik diseleksi dari para pengikut agama dimana tenaga mereka diperbantukan
dalam kegiatan keperawatan paska terjadinya perang salib. Tokoh perawat yang terkenal pada
saat (1182-1226) itu adalah St Fransiscas dari Asisi Italia.
8)Perawat Profesional (abad 18-19)

Perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat sejak abad ini termasuk ilmu
kedokteran dan keperawatan. Florence Nightingale (1820-1910) adalah tokoh yang berjasa
dalam pengembangan ilmu keperawatan, beliau mendirikan sekolah keperawatan modern
pada tahun 1960 di RS St. Thomas di London.
Sejarah & Perkembangan Keperawatan di Dunia
Sejarah keperawatan di dunia diawali pada zaman purbakala (Primitive Culture)
sampai pada munculnya Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan yang berasal dari
Inggris. Perkembangan keperwatan sangat dipengaruhi oleh perkembangan struktur dan
kemajuan peradaban manusia.
Perkembangan keperawatan diawali pada :
1. Zaman Purbakala (Primitive Culture)
Manusia diciptakan memiliki naluri untuk merawat diri sendiri (tercermin pada seorang
ibu). Harapan pada awal perkembangan keperawatan adalah perawat harus memiliki naluri
keibuan (Mother Instinc). Dari masa Mother Instic kemudian bergeser ke zaman dimana
orang masih percaya pada sesuatu tentang adanya kekuatan mistic yang dapat mempengaruhi
kehidupan manusia. Kepercayaan ini dikenal dengan nama Animisme. Mereka meyakini
bahwa sakitnya seseorang disebabkan karena kekuatan alam/pengaruh gaib seperti batu-batu,
pohon-pohon besar dan gunung-gunung tinggi.
Kemudian dilanjutkan dengan kepercayaan pada dewa-dewa dimana pada masa itu
mereka menganggap bahwa penyakit disebabkan karena kemarahan dewa, sehingga kuil-kuil
didirikan sebagai tempat pemujaan dan orang yang sakit meminta kesembuhan di kuil
tersebut. Setelah itu perkembangan keperawatan terus berubah dengan adanya Diakones &
Philantrop, yaitu suatu kelompok wanita tua dan janda yang membantu pendeta dalam
merawat orang sakit, sejak itu mulai berkembanglah ilmu keperawatan.
2. Zaman Keagamaan
Perkembangan keperawatan mulai bergeser kearah spiritual dimana seseorang yang sakit
dapat disebabkan karena adanya dosa/kutukan Tuhan. Pusat perawatan adalah tempat-tempat
ibadah sehingga pada waktu itu pemimpin agama disebut sebagai tabib yang mengobati
pasien. Perawat dianggap sebagai budak dan yang hanya membantu dan bekerja atas perintah
pemimpin agama.
3. Zaman Masehi
Keperawatan dimulai pada saat perkembangan agama Nasrani, dimana pada saat itu
banyak terbentuk Diakones yaitu suatu organisasi wanita yang bertujuan untuk
mengunjungiorang sakit sedangkan laki-laki diberi tugas dalam memberikan perawatan untuk
mengubur bagi yang meninggal.
Pada zaman pemerintahan Lord-Constantine, ia mendirikan Xenodhoecim atau hospes
yaitu tempat penampungan orang-orang sakit yang membutuhkan pertolongan. Pada zaman
ini berdirilah Rumah Sakit di Roma yaitu Monastic Hospital.
4. Pertengahan abad VI Masehi
Pada abad ini keperawatan berkembang di Asia Barat Daya yaitu Timur Tengah, seiring
dengan perkembangan agama Islam. Pengaruh agama Islam terhadap perkembangan
keperawatan tidak lepas dari keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam.
Abad VII Masehi, di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti Ilmu
Pasti, Kimia, Hygiene dan obat-obatan. Pada masa ini mulai muncul prinsip-prinsip dasar
keperawatan kesehatan seperti pentingnya kebersihan diri, kebersihan makanan dan
lingkungan. Tokoh keperawatan yang terkenal dari Arab adalah Rufaidah.
5. Permulaan abad XVI
Pada masa ini, struktur dan orientasi masyarakat berubah dari agama menjadi kekuasaan,
yaitu perang, eksplorasi kekayaan dan semangat kolonial. Gereja dan tempat-tempat ibadah
ditutup, padahal tempat ini digunakan oleh orde-orde agama untuk merawat orang sakit.
Dengan adanya perubahan ini, sebagai dampak negatifnya bagi keperawatan adalah
berkurangnya tenaga perawat. Untuk memenuhi kurangnya perawat, bekas wanita tuna susila
yang sudah bertobat bekerja sebagai perawat. Dampak positif pada masa ini, dengan adanya
perang salib, untuk menolong korban perang dibutuhkan banyak tenaga sukarela sebagai
perawat, mereka terdiri dari orde-orde agama, wanita-wanita yang mengikuti suami
berperang dan tentara (pria) yang bertugas rangkap sebagai perawat.
Pengaruh perang salib terhadap keperawatan :
a. Mulai dikenal konsep P3K
b. Perawat mulai dibutuhkan dalam ketentaraan sehingga timbul peluang kerja bagi perawat
dibidang sosial.
Ada 3 Rumah Sakit yang berperan besar pada masa itu terhadap perkembangan keperawatan :
1. Hotel Dieu di Lion
Awalnya pekerjaan perawat dilakukan oleh bekas WTS yang telah bertobat.
Selanjutnya pekerjaan perawat digantikan oleh perawat terdidik melalui pendidikan
keperawatan di RS ini.

2. Hotel Dieu di Paris


Pekerjaan perawat dilakukan oleh orde agama. Sesudah Revolusi Perancis, orde agama
dihapuskan dan pekerjaan perawat dilakukan oleh orang-orang bebas. Pelopor perawat di RS
ini adalah Genevieve Bouquet.
3. ST. Thomas Hospital (1123 M)
Pelopor perawat di RS ini adalah Florence Nightingale (1820). Pada masa ini perawat
mulai dipercaya banyak orang. Pada saat perang Crimean War, Florence ditunjuk oleh negara
Inggris untuk menata asuhan keperawatan di RS Militer di Turki. Hal tersebut memberi
peluang bagi Florence untuk meraih prestasi dan sekaligus meningkatkan status perawat.
Kemudian Florence dijuluki dengan nama The Lady of the Lamp.
6. Perkembangan keperawatan di Inggris
Florence kembali ke Inggris setelah perang Crimean. Pada tahun 1840 Inggris
mengalami perubahan besar dimana sekolah-sekolah perawat mulai bermunculan dan
Florence membuka sekolah perawat modern. Konsep pendidikan Florence ini mempengaruhi
pendidikan keperawatan di dunia.
Kontribusi Florence bagi perkembangan keperawatan adalah :
a. Nutrisi merupakan bagian terpenting dari asuhan keperawatan.
b. Okupasi dan rekreasi merupakan terapi bagi orang sakit
c. Manajemen RS
d. Mengembangkan pendidikan keperawatan
e. Perawatan berdiri sendiri berbeda dengan profesi kedokteran
f. Pendidikan berlanjut bagi perawat.
Sejarah dan Perkembangan Keperawatan di
Indonesia
Sejarah dan perkembangan keperawatan di Indonesia dimulai pada masa penjajahan
Belanda sampai pada masa kemerdekaan.
1. Masa Penjajahan Belanda
Perkembangam keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi yaitu
pada saat penjajahan kolonial Belanda, Inggris dan Jepang. Pada masa pemerintahan kolonial
Belanda, perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut Velpeger dengan dibantu
Zieken Oppaser sebagai penjaga orang sakit.
Tahun 1799 didirikan rumah sakit Binen Hospital di Jakarta untuk memelihara kesehatan
staf dan tentara Belanda. Usaha pemerintah kolonial Belanda pada masa ini adalah
membentuk Dinas Kesehatan Tentara dan Dinas Kesehatan Rakyat. Daendels mendirikan
rumah sakit di Jakarta, Surabaya dan Semarang, tetapi tidak diikuti perkembangan profesi
keperawatan, karena tujuannya hanya untuk kepentingan tentara Belanda.
2. Masa Penjajahan Inggris (1812 1816)
Gurbernur Jenderal Inggris ketika VOC berkuasa yaitu Raffles sangat memperhatikan
kesehatan rakyat. Berangkat dari semboyannya yaitu kesehatan adalah milik manusia, ia
melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki derajat kesehatan penduduk pribumi antara
lain :
- pencacaran umum
- cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
- kesehatan para tahanan
Setelah pemerintahan kolonial kembali ke tangan Belanda, kesehatan penduduk lebih
maju. Pada tahun 1819 didirikan RS. Stadverband di Glodok Jakarta dan pada tahun 1919
dipindahkan ke Salemba yaitu RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Tahun 1816 1942 berdiri
rumah sakit rumah sakit hampir bersamaan yaitu RS. PGI Cikini Jakarta, RS. ST Carollus
Jakarta, RS. ST. Boromeus di Bandung, RS Elizabeth di Semarang. Bersamaan dengan itu
berdiri pula sekolah-sekolah perawat.
3. Zaman Penjajahan Jepang (1942 1945)
Pada masa ini perkembangan keperawatan mengalami kemunduran, dan dunia
keperawatan di Indonesia mengalami zaman kegelapan. Tugas keperawatan dilakukan oleh
orang-orang tidak terdidik, pimpinan rumah sakit diambil alih oleh Jepang, akhirnya terjadi
kekurangan obat sehingga timbul wabah.
4. Zaman Kemerdekaan
Tahun 1949 mulai adanya pembangunan dibidang kesehatan yaitu rumah sakit dan
balai pengobatan. Tahun 1952 didirikan Sekolah Guru Perawat dan sekolah perawat setimgkat
SMP. Pendidikan keperawatan profesional mulai didirikan tahun 1962 yaitu Akper milik
Departemen Kesehatan di Jakarta untuk menghasilkan perawat profesional pemula. Pendirian
Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) mulai bermunculan, tahun 1985 didirikan PSIK ( Program
Studi Ilmu Keperawatan ) yang merupakan momentum kebangkitan keperawatan di
Indonesia. Tahun 1995 PSIK FK UI berubah status menjadi FIK UI. Kemudian muncul PSIK-PSIK
baru seperti di Undip, UGM, UNHAS dll.

2.2 APLIKASI ILMU KEPERAWATAN DALAM KEHIDUPAN


MASYARAKAT

Dalam persiapan ke arah profesional perawat merupakan bagian integral pelayanan


kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan dan didalam aplikasinya terhadap
masyarakat perawat menerapkan prinsip serta kode etik yang berstandar internasional.
A. Prinsip dasar dalam praktek perawatan kesehatan masyarakat adalah sebagai
berikut:
1. Keluarga adalah unit utama dalam pelayanan kesehatan
masyarakat
2. Sasaran terdiri dari, individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
3. Perawat kesehatan bekerja dengan masyarakat bukan bkerja
untuk masyarakat.
4. Pelayanan keperawatan yang diberikan lebih menekankan pada
upaya pomotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif
dan rehabilitatif.
5. Dasar utama dalam peayanan perawatan kesehatan masyarakat
adalah menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang
dituangkan dalam proses keperawatan.
6. kegiatan utama perawatan kesehatan mayarakat adalah
di masyarakat dan bukan di rumah sakit.
7. Pasien adalah masyarakat secara keseluruhan baik yang sakit
maupun yang sehat.
8. Perawatan kesehatan masyarakat ditkankan kepada pembinaan
perilaku hidup sehat masyarakat.
9. Tujuan perawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan
fungsi kehidupan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan
seoptimal mungkin.
10. Perawat kesehatan masyarakat tidak bekerja secara sendiri tetapi
bekerja secara team.
11. Sebagian besar waktu dari seorang perawat kesehatan
masyarakat digunakan untuk kegiatan meningkatkan kesehatan,
pencegahan penyakit, melayani masyarakat yang sehat atau yang
sakit, penduduk sakit yang tidak berobat ke puskesmas, pasien
yang baru kembali dari rumah sakit.
12.Home visite sangat penting.
13. Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan utama.
14. Pelayanan perawatan kesehatan masyarakan harus mengacu
pada sistem pelayanan kesehatan yang ada.
15. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan di institusi
pelayanan kesehatan yaitu puskesmas, institusi seperti sekolah,
panti, dan lainnya dimana keluarga sebagai unit pelayanan.

B. Pendekatan
Contoh pendekatan yang dapat digunakan:
1. Problem solving approach
Pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dengan menggunakan proses
keperawatan.
2. Family approach
Pendekatan terhadap keluarga binaan.
3. Case Approach
Pembinaan dilakukan berdasar kasus yang datang ke puskesmas yang dinilai
memerlukan tindak lanjut.
4. Community approach
Pendekatan dilakukan terhadap masyarakat daerah binaan melalui survey mawas diri
dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
C. Peran perawat komunitas dalam asuhan keperawatan
Komunitas adalah kelompok sosial yang tingga dalam suatu tempat, saling
berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama.
(WHO).
Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama
dengan dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mesekak
tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama (Linda Jarvis)
Komunitas dipandang sebagai target pelayanan kesehatan sehingga diperlukan suatu
kerjasama yang melibatkan secara aktif masyarakat untuk mencapai peningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang optimal, untuk itu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan yang
diberikan perawat komunitas merupakan suatu upaya yang esensial atau sangat dibutuhkan
oleh komunitas, mudah dijangkau, dengan pembiayaan yang murah, lebih ditekankan pada
penggunaan teknologi tepat guna.

Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dimana individu, keluarga maupun


masyarakat sebagai pelaku kegiatan upaya peningkatan kesehatan serta bertanggung jawab
atas kesehatannya sendiri berdasrkan azas kebersamaan dan kemandirian.

Perawatan Kesehatan Masyarakat merupakan sintesa dari praktek keperawatan dan


praktek kesehatan masyarakat yang diaplikasikan untuk meningkatkan kesehatan dan
pemeliharaan kesehatan dari masyarakat. Perawatan Kesehatan Masyarakat mempunyai
tujuan membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan dan pencegahan terhadap
penyakit melalui:

1. Pemberian asuhan keperawatan secara langsung kepada individu, keluarga, dan kelompok
dalam masyarakat, dengan strategi intervensi, yaitu proses kelompok, pendidikan kesehatan
serta kerjasama
(partnership).
2. Memperhatikan secara langsung terhadap status kesehatan seluruh
masyarakat secara komprehensive.

Pada Perawatan Kesehatan Masyarakat harus mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu:


1. Kemanfaatan
Semua tindakan dalam asuhan keperawatan harus memberikan manfaat yang besar bagi
komunitas.

2. Kerjasama
Kerjasaman dengan klien dalam waktu yang panjang dan bersifat berkelanjutan serta
melakukan kerja sama lintas program dan lintas sektoral.

3. Secara langsung
Asuhan keperawatan diberikan secara langsung mengkaji dan intervensi, klien dan
lingkunganya termasuk lingkungan sosial, ekonomi serta fisik mempunyai tujuan utama
peningkatan kesehatan.
4. Keadilan
Tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan atau kapasitas dari komunitas itu
sendiri.

5. Otonomi
Klien atau komunitas diberi kebebasan dalam memilih atau melaksanakan beberapa alternatif
terbaik dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada.

Perawat komunitas dapat bekerja diberbagai tatanan:


1. Klinik rawat jalan
2. Kantor kesehatan
3. Kesehatan kerja
4. Sekolah
5. Rumah
6. Perkemahan
7. Institusi pemeliharaan kesehatan
8. Tempat pengungsian

Perawat di komunitas dapat bekerja sebagai:


1. Perawat keluarga
2. Perawat sekolah
3. perawat kesehatan kerja
4. perawat gerontologi

Perawat Keluarga
Keperawatan kesehatan keluarga adalah tingkat keperawatan tingkat kesehatan
masyarakat yang dipusatkan pada keluarga sebagai satu kesatuan yang dirawat dengan sehat
sebagai tujuan pelayanan dan perawatan sebagai upaya (Bailon dan Maglaya, 1978).
Perawat keluarga adalah :
Perawat teregistrasi dan telah lulus dalam bidang keperawatan yang dipersiapkan
untuk praktek memberikan pelayanan individu dan keluarga disepanjang rentang sehat sakit.
Praktek ini mencakup pengambilan keputusan independen dan interdependen dan secara
langsung bertanggung gugat terhadap keputusan klinis.
Peran perawat keluarga adalah melaksanakan asuhan keperawatan keluarga,
berpartisipasi dan menggunakan hasil riset, mengembangkan dan melaksanakan kebijakan di
bidang kesehatan, kepemimpinan, pendidikan, case managemen dan konsultasi.

Perawat kesehatan sekolah


Keperawatan sekolah adalah: keperawatan yang difokuskan pada anak ditatanan
pendidikan guna memenuhi kebutuhan anak dengan mengikutsertakan keluarga maupun
masyarakat sekolah dalam perencanaan pelayanan (Logan, BB, 1986)
Perawatan kesehatan sekolah mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi
kebutuhan unit individu, kelompok dan masyarakat sekolah.
Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang
ditujukan untuk mewujudkan dan menumbuhkan kemandirian siswa untuk hidup sehat,
menciptakan lingkungan dan suasana sekolah yang sehat. Fokus utama perawat kesehatan
sekolah adalah siswa dan lingkunganya dan sasaran penunjang adalah guru dan kader.
Perawat kesehatan kerja
Perawatan kesehatan kerja adalah penerapan prinsip-prinsip keperawatan dalam
memelihara kelestarian kesehatan tenaga kerja dalam segala bidang pekerjaan (American
Asociation of Occupational Health Nursing).
Perawat kesehatan kerja mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi
kebutuhan unik individu, kelompok dan masyarakat di tatanan industri, pabrik, tempat kerja,
tempak konstruksi, universitas dan lain-lain.
Lingkup praktek keperawatan kesehatan kerja mencakup pengkajian riwayat
kesehatan, pengamatan, memberikan pelayanan kesehatan primer konseling, promosi
kesehatan, administrasi management quality asurance, peneliti dan kolaburasi dengan
komunitas.

Perawat gerontology
Perawatan gerontologi atau gerontik adalah ilmu yang mempelajari dan memberikan
pelayanan kepada orang lanjut usia yang dapat terjadi di berbagai tatanan dan membantu
orang lanjut usia tersebut untuk mencapai dan mempertahankan fungsi yang optimal.
Perawat gerontologi mengaplikasikan dan ahli dalam memberikan pelayanan
kesehatan utama pada lanjut usia dank keluarganya dalam berbagai tatanan pelayanan. Peran
lanjut perawat tersebut independen dan kolaburasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Lingkup praktek keperawatan gerontologi adalah memberikan asuhan keperawatan,
malaksanakan advokasi dan bekerja untuk memaksimalkan kemampuan atau kemandirian
lanjuy usia, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan, mencegah dan meminimalkan
kecacatan dan menunjang proses kematian yang bermartabat.
Perawat gerontologi dalam prakteknya menggunakan managemen kasus, pendidikan,
konsultasi , penelitian dan administrasi.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio, psiko,
sosio, spiritual yang komprehensif ditunjukan kepada individu, kelompok dan masyarakat
baik sakit maupun sehat.
Teknologi dalam keperawatan memegang peranan penting dalam menjawab tantangan
era globalisasi dan perubahan paradigma kesehatan yang ada saat ini, menjadi asset penting
suatu organisasi karena sebagai dasar untuk perkembangan suatu organisasi.
Hal diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas asuhan dengan menerapkan sebuah
system berhubungan juga dengan organisasi dan manusia pengolahnya. Oleh karena itu ada
beberapa konsep yang harus dipahami dalam menyelenggarakan sistem ini diantaranya:
informasi , manusia sebagai pengolah data, konsep sistem, konsep organisasi dan manajemen,
konsep pengambilan keputusan dan nilai informasi.
Sedangkan dalam sejarah keperawatan di dunia diawali pada zaman purbakala
(Primitive Culture) sampai pada munculnya Florence Nightingale sebagai pelopor
keperawatan dan perkembangan keperwatan sangat dipengaruhi oleh perkembangan struktur
dan kemajuan peradaban manusia.

3.2 SARAN
Bagi mahasiswa keperawatan diharapkan selalu dapat mengikuti kemajuan dan perkembangan
ilmu keperawatan maupun teknologi.
Bagi perawat diharapkan dapat memberikan pelayanan keperawatan kepada masyarakat yang
bermutu dan professional.

DAFTAR PUSTAKA
1. Blumenthal, D., DesRoches, C., Donelan,K., Ferris, T.,Jha, A.,Kaushal, R., Rao,S.,
Rosenbaum, S., and Shield, A. ( 2006). Health information technology in theUnited States:
The information base for progress. Executive Summary. RobertWood Johnson Foundation,
Princeton, NJ. Available at:http://www.rwjf.org/programareas/grant.jsp?
id=51912&pid=1142&gsa=1
2. Boodman, S. (2005). Not quite fail-safe: computerizing isnt a panacea fordangerous drug
errors, study shows. Washington Post, March 22.Availableonline
at: http://www.washingtonpost.com/ac2/wp-dyn/A55829-2005Mar22.
3. Briggs, B. (2006). Nursing I.T.: From stations to beside. Health DataManagement, 7 (1), 28-
37. Available online at:http://www.healthdatamanagement.com/portals/article.cfm?
type=nursing&articleId=13631
4. _______2009. Sejarah & Perkembangan Keperawatan di Dunia.www.wordpress.com
5. Alimul, A.H. (2002), Pengantar Pendidikan Kerawatan. Sagung Seto: Jakarta
6. Effendy, N. (1995), Pengantar Proses Keperawatan. EGC: Jakarta
7. Gaffar, L.O.J. (1999), Pengantar Praktik Keperawatan Professional. EGC: Jakarta
8. Stevens, P.J.M, et al. (1999), Ilmu Keperawatan. Jilid 1, Ed. 2. EGC:Jakarta
9. _______2009. Konsep Dasar Keperawatan.http://stikeskabmalang.wordpress.com//

Diposkan oleh ahmad riyadi di 10.01


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)
MENGENAI SAYA

ahmad riyadi
Lihat profil lengkapku

ARSIP BLOG

2014 (9)
o M
ei (9)

HIPEROSMOLAR
HIPERGLIKEMI

KOMA DIBETIKUM

MALARIA

PERTUMBUHAN
DAN
PERKEMBANGA
N SISTEM IMUN
PADA MASA...

LUKA BAKAR

ILMU
KEPERAWATAN
DAN
KEMAJUAN
IPTEK

ANEMIA

makalah hipnoterapy

Template Jendela Gambar. Gambar template oleh dem10. Diberdayakan oleh Blogger.