Anda di halaman 1dari 1

Sumber Fungisida

Sumber fungisida terdapat beberapa jenis yaitu fungisida anorganik, fungisida organik, fungisida
nabati

1. Fungisida anorganik
Dengan menggunakan logam berat seperti Tembaga (Cu) dapat menyebabkan koagulasi
protoplas pathogen dan punya daya oligodinamik yaitu proses penghambatan ion logam
terhadap pertumbuhan mikroba khususnya jamur akan tetapi sumber fungisida dari logam
berat sudah ditinggalkan karena dampak yang besar bagi tumbuhan dan pekerja
2. Fungisida organik
Dengan menggunakan belerang dan klor. Fungsida organik lebih tidak toksik daripada
fungsisida anorganik dan lebih manjur karena aman bagi lingkungan, sifat toksik rendah.
Belerang dicampur dengan kapur akan menghasilkan bubur kalifornia sebagai fungisida.
Dalm penggunaan belerang terbanyak adalah golongan fungisida karbamat. Mekanisme
karbamat yaitu Gugus C=S ditiokarbamat oleh jamur diubah menjadi isotiosianat
( N=C=S), dan senyawa ini akan menginaktifasi gugus SH asam amino pada jamur. Untu
penggunaan klor dapat menghambat -NH2 dan SH pada asam amina jamur
3. Fungsisida nabati
Dibuat dari menggunakan ekstrak dari tanaman seperti daun mindi, daun sirih, daun
cengkeh, dan batang serai. Fungisida ini sangatlah terjangkau dan dapat diapplikasikan
langsung oleh petani maupun bidang pertanian.