Anda di halaman 1dari 98

AZAS-AZAS MANAJEMEN

Published : 9:17 PM Author : Dzulkiflie SN

RESUME AZAS-AZAS MANAJEMEN

1. Pengertian Manajemen (Definition of Management).


Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum
ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka
akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu:
a. Manajemen sebagai suatu proses.
b. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas
manajemen.
c. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan
(Science).
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses ,
berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata
warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga
buah definisi. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa
manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu
diselenggarakan dan diawasi. Selanjutnya, Hilmanmengatakan bahwa manajemen
adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi
usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang
melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang
melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu
pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat,
segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain
mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu
sama mengandung kebenarannya.
Menurut G.R. Terry, manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-
tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga adalah

1
suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana
mencapai hasil yang diinginkan atau dalam kata lain seni adalah kecakapan yang
diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk
menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan
suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian
pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara
mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang perlu dalam
pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi
sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal.
Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan
menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Jadi, dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan
terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana
keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai
suatu tujuan organisasi.
2. Tingkatan dalam Manajemen.
Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional,
berdasarkan tingkatannya. Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering
dikelompokkan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer
lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, dimana jumlah
karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). Berikut ini adalah
tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:
a. Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan
istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah
yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat
dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia ( supervisor), manajer shift,
manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor ( foreman).
b. Manajemen tingkat menengah ( middle management), mencakup semua
manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan
bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer

2
menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau
manajer divisi.
c. Manajemen puncak ( top management), dikenal pula dengan istilah
executive officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara
umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO
(Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief
Financial Officer).
Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya
dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi
yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim
karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya
sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.
3. Fungsi Manajemen (Management Functions)
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di
antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula
disebut unsur-unsur manajemen. Berbagai pendapat mengenai fungsi-fungsi
manajemen akan tampak jelas dengan dikemukakannya pendapat beberapa penulis
sebagai berikut:
Louis A.Allen : Leading, Planning, Organizing, Controlling.
Prajudi Atmosudirdjo : Planning, Organizing, Directing, atau Actuating
and Controlling.
John Robert B., Ph.D : Planning, Organizing, Command -ing, and
Controlling.
Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating,
Controlling.
Luther Gullich : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating,
Repor-ting, Budgeting.
Koontz dan ODonnel : Organizing, Staffing, Directing, Planning,
Controlling.
William H. Newman : Planning, Organizing, Assem-bling, Resources,
Directing, Controlling.
Dr. S.P. Siagian., M.P : Planning, Organizing, motivating and Controlling.
William Spriegel: Planning, organizing, Controlling
Lyndak F. Urwick : Forecasting, Planning Orga-nizing, Commanding,
Coordina-ting, Controlling.

3
Dr. Winardi, S.E : Planning, Organizing, Coordi-nating, Actuating,
Leading, Co-mmunication, Controlling
The Liang Gie : Planning, Decision making, Directing, Coordinating,
Control-ling, Improving.
James A.F.Stoner : Planning, Organizing, Leading, and Controlling.
George R. Terry : Planning, Organizing, Staffing, Motivating, and
Controlling.
Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan, fungsi-fungsi
manajemen adalah sebagai berikut:
a. Planning (Perencanaan)
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang
sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan
adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang
diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan
penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan?
4. Kapankah tindakan itu harus dikerjakan?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu?

b. Organizing (Pengelompokan)
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara
yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
c. Directing/Commanding (Komando/Bimbingan)
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan
usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan
dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan
baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.

d. Motivating (Motivasi)
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen
berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar
bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh
atasan.
4
e. Coordinating (Koordinasi)
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk
melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan,
kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan
menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam
upaya mencapai tujuan organisasi.

f. Controlling (Pengawasan)
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu
fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan
koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar
dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.

g. Reporting (Laporan)
Reporting adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan
atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian
dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
h. Staffing (Penyusunan)
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia
pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai
dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
i. Forecasting (Prediksi)
Forecasting adalah meramalkan, memproyeksikan, atau mengadakan taksiran
terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang
lebih pasti dapat dilakukan.

j. Evaluating (Evaluasi)
Evaluating adalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan
untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam
operasional perusahaan kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi
semakin besar.

4. Manajemen Sebagai Ilmu, Seni, dan Profesi

5
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-
sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan (James A.F Stoner, Management, Prentice/ Hall International, Inc.,
Englewood Cliffs, New York, 1982, halaman 8).
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno mnagement, yang memiliki
arti seni melaksanakan dan mengatur . Manajemen belum memiliki definisi yang
mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya,
mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Sementara itu, Ricky
W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk
mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien.
Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara
efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan
sesuai dengan jadwal; dalam berbagai bidang seperti industri, pendidikan,
kesehatan, bisnis, finansial dan sebagainya. Dengan kata lain efektif menyangkut
tujuan dan efisien menyangkut cara dan lamanya suatu proses mencapai tujuan
tersebut. Ilmu manajemenmerupakan suatu kumpulan pengetahuan yang di
sistemisasi, dikumpulkan dan diterima kebenarannya. Hal ini dibuktikan dengan
adanya metode ilmiah yang dapat digunakan dalam setiap penyelesaian masalah
dalam manajemen.
a. Manajemen sebagai ilmu (science)
Manajemen sebagai ilmu (science) yang obyektif-rasional, bisa dipelajari oleh
siapa pun. Bahkan para ilmuwan dengan sangat fasih menguraikan teori-teori
manajemen yang dikembangkannya. Tetapi apakah mereka mampu menerapkan
dalam lingkup organisasi terkecil, minimal di lingkungan kerjanya, itu soal lain.
Teori-teori manajemen hanya memberi sejumlah peluang, atau kemungkinan-
kemungkinan, tanpa ada kepastian keberhasilan. Teori manajemen hanya dapat
membimbing kepada prestasi dan hasil yang lebih baik. Sebagai ilmu, manajemen
dengan sangat sistematis merupakan suatu uraian menyeluruh mengenai konsep-
konsep dan langkah-langkah praktis yang siap implimentasi. Manajemen sebagai
ilmu karena manajemen bisa dipelajari seperti halnya ilmu pengetahuan. Seni
karena keragaman. Manajemen sebagai profesi karena manajemen bias digunakan
sebagai batu pijak dan karir.
6
b. Manajemen sebagai seni
Selain sebagai ilmu, manajemen juga dianggap sebagai seni. Hal ini disebabkan
oleh kepemiminan memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran,
kemampuan menjalin hubungan antaramanusia yang semuanya itu banyak
ditentukan oleh bakat seseorang dan aga susah untuk dipelajari. Manajemen
sebagai ilmu karena manajemen bisa dipelajari seperti halnya ilmu pengetahuan.
Seni karena keragaman. Manajemen sebagai profesi karena manajemen bias
digunakan sebagai batu pijak dan karir.
Luther Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan
yang berusaha secara sistematis untuk memahai mengapa dan bagaimana manusia
berkerjasama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih
bermanfaat bagi kemanusiaan. Manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni,
tetapi kombinasi dari keduanya. Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang tetap,
tetapi dalam prporsi yang bermacam-macam. Dengan mengandalkan manajemen
sebagai seni (art), sementara seni berhubungan dengan bakat, dan karenanya
bersifat alamiah, maka pengetrapan manajemen hanya mungkin bagi mereka yang
terlahir memang berbakat. Dengan cara pandang ini, teori manajemen hanya
memberikan sejumlah prosedur, atau sebagai pengetahuan yang sulit diterapkan.
Karena proses manajamen ditentukan oleh subyektivitas, atau style.
Selain itu juga, beberapa ahli seperti Follet menganggap manajemen adalah sebuah
seni. Hal ini disebabkan oleh kepemimpinan memerlukan kharisma, stabilitas
emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan antaramanusia
yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang dan sulit dipelajari.

c. Manajemen sebagai Profesi.


Banyak usaha telah dilakukan untuk mengaplikasikan menajemen sebagai suatu
profesi. Edgar H. Schein telah menguraikan kriteria-kriteria untuk menentukan
sesuatu sebagai profesi yang dapat diperinci sebagai berikut:
Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip- prinsip umum.
Adanya pendidikan, dan program-program latihan formal menunjukkan bahwa ada
prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan.
Para profesional mendapatkan status tertentu, bukan karena favoritisme
atau karena suku bangsa atau agamanya dan kriteria politik atau sosial budayanya.
Para profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan
disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya.

7
Manajemen telah berkembang menjadi bidang yang semakin profesional melalui
perkembangan yang menyolok program-program latihan manajemen di universitas
maupun diberbagai lembaga manajemen swasta, dan melalui pengembangan para
eksekutif organisasi (perusahaan).

5. Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen.


Pada perkembangan peradaban rnanusia, ilmu terbagi dalam tiga kelompok besar,
yaitu :
1. Ilmu yang mempelajari setia/seluruh gejala, bentuk dan eksistensinya yang
erat hubungannya dengan alam beserta isinya dan secara universal mempunyai
sifat yang pasti dan sarna serta tidak dipisahkan oleh ruang dan waktu, disebut
ilmu eksakta, contoh : fisika, kimia dan biologi.
2. IImu yang mempelajari seluruh gejala rnanusia dan eksistensinya dalam
hubungannya pada setiap aspek kehidupan yang terjadi dalam kehidupan
masyarakat dinamakan ilmu sosial/non eksakta, misalnya : ekonomi, politik,
psikologi, sosiologi, hukum, administrasi dan lain-lain.
3. IImu humaniora, kumpulan pengetahuan yang erat hubungannya dengan seni,
misalnya : seni tari, seni lukis, seni sastra, dan seni suara. IImu manajemen
merupakan salah satu disiplin ilmu sosial. Pada tahun 1886 Frederick W. Taylor
melakukan suatu percobaan time and motion study dengan teorinya ban berjalan.
Dari sini lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas. Kemudian Taylor menulis
buku berjudul The Principle of Scientific Management (1911) yang merupakan
awal dari lahirnya manajemen sebagai ilmu. Di samping itu ilmu manajemen
sebagai ilmu penegtahuan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri atas dua orang atau
lebih.
2. Adanya kerjasama dari kelompok tersebut.
3. Adanya kegiatan Iproses/usaha.
4. Adanya tujuan
Selanjutnya ilmu manajemen merupakan kumpulan disiplin ilmu sosial yang
mempelajari dan melihat manajemen sebagai fenomena dari masyarakat modem.
Dimana fenomena masyarakat modem itu merupakan gejala sosial yang membawa
perubahan terhadap organisasi. Ada beberapa adalah faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi kehidupan suatu organisasi, yaitu : Tekanan pemilik perusahaan,
Kemajuan teknologi, Saingan baru, Tuntutan masyarakat, Kebijaksanaan
pemerintah, dan Pengaruh dunia Internasional.
8
Pada kenyataannya manajemen sulit dedifenisikan karena tidak ada defenisi
manajemen yang diterima secara universal. Mary Parker Follet mendefenisikan
manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Defenisi ini rnengandung arti bahwa para manajer untuk mencapai tujuan
organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang
mungkin dilakukan.
Manajemen memang bisa berarti seperti itu, tetapi bisa juga mempunyai pengertian
lebih dari pada itu. Sehingga dalam kenyataannya tidak ada defenisi yang
digunakan secara konsisten oleh semua orang. Stoner mengemukakan suatu
defenisi yang lebih kompleks yaitu sebagai berikut : "Manajemen adalah suatu
proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha
para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya - sumber daya organisasi
lainnya agar rnencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan".
Dari defenisi di atas terlihat bahwa Stoner telah rnenggunakan kata "proses",
bukan "seni". Mengartikan manajernen sebagai "seni" mengandung arti bahwa hal
itu adalah kemampuan atau ketrampilan pribadi. Sedangkan suatu "proses" adalah
cara sistematis untuk rnelakukan pekerjaan. Manajemen didefenisikan sebagai
proses karena semua manajer tanpa harus rnemperhatikan kecakapan atau
ketrampilan khusus, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan
dalam pencapaian tujuan yang diinginkan.
Berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen
merupakan kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan
dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating),
dan pengawasan (controlling). Sampai sekarang belum ada suatu teori manajernen
dapat diterapkan pada semua situasi. Seorang manajer akan menjumpai banyak
pandangan tentang manajemen. Setiap pandangan mungkin berguna untuk berbagai
masalah yang berbeda-beda.
Ada tiga aliran pemikiran manajemen yaitu :
a Aliran klasik.
b Aliran hubungan manusiawi
c Aliran manajemen modem
Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manajer menjadi tiga
golongan yang berbeda :
1. Manajer lini pertama

9
Tingkat paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan menagwasi
tenaga-tenaga operasional disebut manajemen lini (garis) pertama.
2. Manajer menengah
Manajemen menengah dapat meliputi bebrapa tingkatan dalam suatu organisasi.
Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para
manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.
3. Manajer puncak
Klasifikasi manajer training pada suatu organisasi. Manajemen puncak
bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi.
Prinsip Teori Manajemen Aliran Klasik
Awal sekali ilmu manajemen timbul akibat terjadinya revolusi industri di Inggris
pada abad 18. Para pemikir tersebut rnemberikan pematian temadap masalah-
masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri maupun
masyarakat. Para pemikir itu yang terkenaI antara lain, Robert Owen, Henry Fayol,
Frederick W Taylor dan lainnya.
1. Robert Owen (1771 -1858)
Robert Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek memperkerjakan anak-
anak usia 5 atau 6 tahun dan standar kerja 13 jam per hari. Tersentuh dengan
kondisi kerja yang amat menyedihkan itu, beliau mengajukan adanya perbaikan
temadap kondisi kerja ini. Pada tahun-tahun awal revolusi industri, ketika para
pekerja dianggap instrumen yang tidak berdaya, Owen melihat rneningkatkan
kondisi kerja di pabrik, rnenaikkan usia minimum kerja bagi anak-anak,
mengurangi jam kerja karyawan, menyediakan makanan bagi karyawan pabrik,
mendirikan toko-toko untuk menjual keperluan hidup karyawan dengan harga yang
layak, dan berusaha memperbaiki lingkungan hidup tempat karyawan tinggal,
dengan membangun rumah-rumah dan membuat jalan, sehingga lingkungan hidup
dan pabrik rnenjadi menarik. Sebab itu, beliau disebut "Bapak Personal
Manajemen Modem".
Selain itu, Owen lebih banyak memperhatikan pekerja, karena menurutnya,
investasi yang penting bagi manajer adalah sumber daya manusia. Selain mengenai
perbaikan kondisi kerja, beliau juga rnembuat prosedur untuk meningkatkan
produktivitas, seperti prosedur penilaian kerja dan bersaing juga secara terbuka.
2. Charles Babbage (1792 -1871)
Charles Babbage adalah seorang guru besar matematika yang tertarik pada usaha
penilaian efisiensi pada operasional suatu pabrik, dengan menerapkan prinsip-
prinsip ilmiah agar terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan biaya.
10
Beliau pertarna kali mengusulkan adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi
pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan tertentu, sehingga pekerjaan dibuat
rutin dan lebih mudah dapat dikendalikan dengan alat kalkulator. Babbage
merupakan penemu kalkulator mekanis pada tahun 1822, yang disebut "rnesin
penambah dan pengurang (Difference Machine)", Prinsip - prinsip dasamya
digunakan pada mesin-mesin hitung hampir seabad kemudian. Pada tahun 1833
beliau menyusun sebuah Mesin analitis (Analysical Machine), yaitu sebuah
komputer otomatis dan merupakan dasar computer modern, sehingga beliau sering
dinamakan Bapak Komputer". Tulisannya dituangkan dalam bukunya yang beljudul
"On the Economy Of Machinery and Manufactures" (1832).
Beliau juga tertarik pada prinsip efisiensi dalam pembagian tugas dan
perkembangan prinsip-prinsip ilmiah, untuk menentukan seorang manajer harus
memakai fasilitas, bahan, dan tenaga kerja supaya rnendapatkan hasil yang sebaik-
baiknya. Disamping itu Babbage sangat memperhatikan faktor manusia, dia
menyarankan sebaiknya ada semacam sistem pembagian keuntungan antara pekerja
dan pemilik pabrik, sehingga para pekerja memperoleh bagian keuntungan pabrik,
apabila mereka ikut menyumbang dalam peningkatan produktivitas. Beliau
menyarankan para pekerja selayaknya menerirna pembayaran tetap atas dasar sifat
pekerjaan mereka, ditambahkan dengan pembagian keuntungan, dan bonus untuk
setiap saran yang mereka berikan dalam peningkatkan produktivitas.
3. Frederick W. Taylor (1856 -1915)
Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya
meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi
kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah
yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan
meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerjaan dan semangat kerja
karyawan. Adapun filsafat Taylor memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu :
1. Pengembangan manajemen ilmiah secara benar.
2. Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan rnenempatkan pekerjaan yang cocok
untuk satu pekerjaan.
3. Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.
4. Kerjasama yang baik antara manajernen dengan pekerja.
Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya revolusi
mental di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip-prinsip dasar menurut
Taylor mendekati ilmiah adalah :
1. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.
11
2. Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.
3. Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.
4. Bekerja untuk hasil yang maksimal.
5. Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya, untuk
tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan perusahaan. Buku-
buku Taylor yang terkenal adalah "Shop management (1930)", Principles Of
Scientific Management (1911)", dan "Testimory Before Special House Comittee
(1912)". Dan pada tahun 1947, ketiga buku tersebut digabungkan dalam 1 (satu)
buku dengan judul "Scientific Management.
4. HenryL Gant (1861 -1919)
Sumbangan Henay L. Grant yang terkenal adalah sistem bonus harian dan bonus
ekstra untuk para mandor. Beliau juga memperkenalkan sistem "Charting" yang
terkenal dengan "Gant Chart". Ia menekankan pentingnya mengembangkan minat
hubungan timbal balik antara manajernen dan para karyawan, yaitu kerja sarna
yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga
menggarisbawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang
sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam
segala masalah manajemen. Metodenya yang terkenal adalah rnetode grafis dalam
menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian
manajerial yang lebih baik. Dengan rnenekankan pentingnya waktu maupun biaya
dalam merencanakan dan rnengendalikan pekerjaan. Hal ini yang menghasilkan
terciptanya "Gantt Chart" yang terkenal tersebut. Teknik ini pelopor teknikteknik
modern seperti PERT (Program Evaluation and Review Techique).
5. The Gilbreths (Frank B. Gilbreth : 1868 -1924 dan Lilian Gilbreth : 1878-1972)
Suami istri ini selain rnempelajari masalah gerak dan kelelahan, juga tertarik
dengan usaha membantu pekerja menampilkan potensinya secara penuhsebagai
makhluk manusia. Setiap langkah yang dapat rnenghasilkan gerak dapat
mengurangi kelelahan. Mereka juga terkenaI dengan tiga peran dari setiap pekerja
yaitu sebagai pelaku, pelajar dan pelatihan yang senantiasa mencari kesempatan
baru, atau terkenal dengan konsep "three position plan of promotion". Banyak
manfaat dan jasa yang diberikan oleh manajemen ilmiah, namun satu hal penting
dilupakan oleh manajemen ini, yaitu kebutuhan sosial manusia dalam
berkelompok, karena terlalu mengutamakan keuntungan dan kebutuhan ekonomis
dan fisik perusahaan dan pekerjaan. Aliran ini melupakan kepuasan pekerjaan
pekerja sebagai manusia biasa. Perhatian Lilian Gilbreth tertuju pada aspek
manusia dari kerja dan perhatian suamianya pada efisiensi -yaitu usaha untuk
12
menemukan cara satu-satunya yang terbaik dalam melaksanakan tugas tertentu.
Dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah, harus memandang para
pekerja dan mengert kepribadian serta kebutuhan mereka. Ketidakpuasan di antara
pekerja karena kurang adanya perhatian dari pihak manajemen terhadap pekerja.
6. Henry Fayol (1841 -1925)
Henry Fayol mengarang buku "General and Industrial management". Pada tahun
1916, dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat memperhatikan
produktivitas pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan manajemen bagi satu
organisasi yang kompleks, sehingga beliau menampilkan satu metode ajaran
manajemen yang lebih utuh dalam bentuk cetak biru. Fayol berkeyakinan
keberhasilan para manajer tidak hanya ditentukan oleh mutu pribadinya, tetapi
karena adanya penggunaan metode manajemen yang tepat. Sumbangan terbesar
dari Fayol berupa pandangannya tentang manajemen yang bukanlah semata
kecerdasan pribadi, tetapi lebih merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan
dari dipahami prinsip-prinsip pokok dan teori umumnya yang telah dirumuskan.
Fayol membagi kegiatan dan operasi perusahaan ke dalam 6 macam kegiatan :
a. Teknis (produksi) yaitu berusaha menghasilkan dan membuat barang-barang
produksi.
b. Dagang (Beli, Jual, Pertukaran) dengan tara mengadakan pembelian bahan
mentah dan menjual hasil produksi.
c. Keuangan (pencarian dan penggunaan optimum atas modal) berusaha
mendapatkan dan menggunakan modal.
d. Keamanan (perlindungan harga milik dan manusia) berupa melindungi
pekerja dan barang-barang kekayaan perusahaan.
e. Akuntansi dengan adanya pencatatan dan pembukuan biaya, utang,
keuntungan dan neraca, serta berbagai data statistik.
f. Manajerial yang terdiri dari 5 fungsi :
1) Perencanaan (planning) berupa penentuan langkah-langkah yang
memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya.
2) Pengorganisasian dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan
sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.
3) Memerintah (Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan agar
dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka.
4) Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber daya
dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.

13
5) Pengendalian (Controlling) dengan memantau rencana untuk membuktikan
apakah rencana itu sudah dilaskanakan sebagaimana mestinya.
Selain hal-hal pokok diatas, masih ada beberapa ajaran Fayol lainnya yaitu :
1. Keterampilan yang dibutuhkan oleh manajer tergantung kepada tempat pada
tingkatan organisasi, yang rendah lebih membutuhkan keterampilan dan
kemampuan teknis dibandingkan dengan keterampilan manajerial pada manajer
tingkat atas.
2. Kemampuan dan ketrampilan manajemen harus diajarkan dan dipelajari,
sehingga tidak mungkin hanya diperoleh melalui praktek, timbul tenggelam seperti
orang belajar menyelam tanpa guru.
3. Kernampuan dan keterampilan manajemen dapat diterapkan pada segala
bentuk dan jenis organisasi, seperti rumah tangga, pemerintah, partai, industri dan
lainlain.
4. Prinsip-prinsip manajemen lebih baik daripada hukum manajemen, karena
hukum bersifat kaku, sedang prinsip bersifat lebih luwes, sehingga dapat
disesuaikan pada keadaan yang dihadapi.
5. Ada 14 macam prinsip manajemen dari Fayol, yaitu :
a. Pembagian kerja (Division of labor), yaitu sernakin mengkhusus manusia
dalam pekerjaannya, semakin efisien kerjanya, seperti terdapat pada ban berjalan.
b. Otoritas dan tanggung jawab (Authority and Responsibility) diperoleh
melalui perintah dan untuk dapat memberi perintah haruslah dengan wewenang
formil. Walaupun demikian wewenang pribadi dapat mernaksa kepatuhan orang
lain.
c. Disiplin (discipline), dalam arti kepatuhan anggota organisasi terhadap
aturan dan kesempatan. Kepemimpinan yang baik berperan penting bagi kepatuhan
ini dan juga kesepakatan yang ad ii, seperti penghargaan terhadap prestasi serta
penerapan sangsi hukum secara adil terhadap yang menyimpang.
d. Kesatuan komando (Unity of commad), yang berarti setiap karyawan hanya
menerima perintah kerja dari satu orang dan apabila perintah itu datangnya dari
dua orang atasan atau lebih akan timbul pertentangan perintah dan kerancuan
wewenang yang harus dipatuhi.
e. Kesatuan pengarahan (unity of Direction), dalam arti sekelompok kegiatan
yang mempunyai tujuan yang sarna yang harus dipimpin oleh seorang manajer
dengan satu rencana kerja.

14
f. Menomorduakan kepentingan perorangan terhadap terhadap kepentingan
umum (Subordination of Individual interest to general interes), yaitu kepentingan
perorangan dikalahkan terhadap kepentingan organisasi sebagai satu keseluruhan.
g. Renumerasi Personil (Renumeration of personnel), dalam arti imbalan yang
adil bagi karyawan dan pengusaha.
h. Sentralsiasi (Centralisation), dalam arti bahwa tanggung jawab akhir terletak
pada atasan dengan tetap memberi wewenang memutuskan kepada bawahan sesuai
kebutuhan, sehingga kemungkinan adanya desentralisasi.
i. Rantai Skalar (Scalar Chain), dalam arti adanya garis kewenangan yang
tersusun dari tingkat atas sampai ke tingkat terendah seperti tergambar pada bagan
organisasi.
j. Tata-tertib (Order), dalam arti terbitnya penempatan barang dan orang pada
tempat dan waktu yang tepat.
k. Keadilan (Equity), yaitu adanya sikap persaudaraan keadilan para manajer
terhadap bawahannya.
l. Stabilitas masa jabatan (Stability of Penure of Personal) dalam arti tidak
banyak pergantian karyawan yang ke luar masuk organisasi.
m. Inisiatif (Initiative), dengan memberi kebebasan kepada bawahan untuk
berprakarsa dalam menyelesaikan pekerjaannya walaupun akan terjadi kesalahan-
kesalahan.
n. Semangat Korps (Esprit de Corps), dalam arti meningkatkan semangat
berkelompok dan bersatu dengan lebih banyak menggunakan komunikasi langsung
daripada komunikasi formal dan tertulis.
Banyak kritik yang dilemparkan kepada teori organisasi dan peranannya terhadap
prilaku manajer yang efektif. Juga keyakinannya bahwa prinsip-prinsip manajemen
itu dapat diajarkan dan dipelajari. Kritik terhadap teori salah satu datang dari
Henry Mintzberg yang menyatakan bahwa teori ini hanya sesuai untuk organisasi
masa lampau yang lebih stabil dengan lingkungan yang lebih mudah diramalkan.
Teori ini juga terlalu berpegang kepada kewenangan formil dan sering antara satu
prinsip tidak sejalan dengan prinsip lainnya, seperti antara prinsip Division of
Labor dengan Unity of Command. Teori peralihan dari teori organisasi klasik
dilanjutkan oleh periode peralihan yang diwakili antara lain oleh 3 (tiga) orang
tokoh manajemen yaitu:
7. Mary Parker Folett (1868-1933)
Mari percaya bahwa adanya hubungan yang harmonis antara karyawan dan
manajemen brdasar persamaan tujuan, namun tidak sepenuhnya benar untu
15
memisahkan atasan sebagai pemberi perintah dengan bawahan sebagai penerima
perintah. Beliau menganjurkan kedudukan kepemimpinan dalam organisasi, bukan
hanya karena kekuasaan yang bersumber dari kewenangan formil, tapi haruslah
berasal dari pada pengetahuan dan keahliannya sebagai manajer.
8. Oliver Sheldon (1894 -1951)
Filsafat rnanajemen yang pertama kali ditulis dalam bukunya pada tahun 1923,
yang menekankan tentang adanya tanggung jawab sosial dalam dunia , usaha,
sehingga etika sarna pentingnya dengan ekonomi alam manajemen, dalam arti
melakukan pelayanan barang dan jasa yang tepat dengan harga yang wajar kepada
masyarakat. Manajemen juga harus memperlakukan pekerja dengan adil dan jujur.
Beliau menggabungkan nilai-nilai efisiensi manajemen ilmiah dengan etika
pelayanan kepada masyarakat. Ada 3 prinsip dari Oliver, yaitu :
a. Kebijakan, keadaan dan metoda industri haruslah sejalan dengan
kesejahteraan masyarakat.
b. Manajemen seharusnyalah mampu menafsirkan sangsi moral tertinggi
masyarakat sebagai keseluruhan yang memberi makna praktis terhadap gagasan
keadilan sosial yang diterima tanpa prasangka oleh masyarakat.
c. Manajemen dapat mengambil prakarsa guna meningkatkan standar etika
yang umum dan konsep keadilan sosial.
9. ChesterL. Barnard (1886 -1961)
Berdasarkan kesukaannya dalam bacaan-bacaan sosiologi dan filsafat, kemudian
Bernard merumuskan berbagai teori tentang kehidupan organsasi. Menurut dia
rnanusia itu masuk organisasi karena ingin mencapai tujuan pribadinya melalui
pencapaian tujuan organisasi yang tak mungkin dapat dicapainya sendiri. Chester
L. Bernard beasumsi bahwa perusahaan akan berjalan efisien dan hidup terus,
apabila dapat menyeimbangkan antara pencapaian tujuan dan kebutuhan individu.
Beliau juga menyatakan peranan organisasi informal sangat menentukan suksesnya
suatu tujuan perusahaan. Bukunya yang terkenal berjudul "The Functions of the
Executive" (1983). Yang menulis tentang rnanajer berdasarkan suatu pendekatan
sistem sosial, untuk mengerti dan menganalisis fungsi-fungsi eksekutif. Ia juga
memperhatikan tugas-tugas utama eksekutif dalam kegiatan beroperasi perusahaan.
Adapun tugas eksekutif adalah memelihara suatu sistem usaha kerja sarna dalam
organisasi formal.
6. Perkembangan Manajemen di Negara Maju dan Negara Berkembang.
Perkembangan industri Negara maju dapat kita lihat diindustri barat. Industri Barat
maju pesat sejak revolusi industri, kualitas hidup makin membaik dengan
16
munculnya jasa pelayanan kereta api, listrik, kapal api, pabrik gula dan
sebagainya. Kemajuan industri makin cepat dengan revolusi mekanisasi ini.
Konsep manajemen perbengkelan dari F.W. Taylor (1895), salah seorang
anggota American Society of Mechanical Engineers , menandai munculnya
metoda Scientific Management yang kemudian aplikasinya diperluas, me-
rasionalisasi berbagai dasar pemikiran manajemen, menjadi sistem manajemen
ilmiah rasional Taylor yang dikenal di industri dan dunia birokrasi sampai saat ini.
Perkembangan Manajemen Industri Amerika sebelum 1970-an
Pengembangan dasar pemikiran manajemen itu lebih didasari oleh budaya Barat
yang berciri menonjol dalam kompetisi, sifat individu dan peran rasional otak kiri
manusia. Perkembangan itu demikian sukses sehingga industri-industri Barat maju
cepat, makin canggih dan membesar skalanya. Puncak industri mobil di Amerika
misalnya, ditandai dengan penerapan konsep assembly line atau lini perakitan dari
Ford. Dalam hal ini ciri-ciri pengembangan atas dasar karakter individual-rasional
otak kiri dalam industri manufaktur sangat menonjol.
Teori X dan Teori Y
Teori X beranggapan bahwa sikap manusia terhadap pekerjaan sangat pasif, oleh
karena itu perlu penerapan standarisasi pekerjaan, pengawasan, serta sistem
penggajian berdasarkan prestasi. Sedangkan teori Y beranggapan bahwa jika
manusia diberi motivasi yang cukup, mereka cenderung menikmati pekerjaan
mereka secara aktif dan kreatif. Oleh karena itu manajer cukup memberi motivasi
dan menciptakan suasana lingkungan kerja yang baik serta otonomi kepada
karyawan maka produktivitas akan meningkat. Teori Y merupakan motor
pendorong dalam perencanaan program ruang angkasa pada tahun 1970 dan
komunikasi komputer pada tahun 1980 di Amerika.
Design Based Industry
Menjadi ciri industri Barat, sebelum suatu industri didirikan, perancangan dan
perencanaan telah dilakukan secara rinci, layout pabrik, fasilitas, mesin, aliran
produk dan bahan, hubungan aktivitas, serta prosedur kerja standar telah ditulis
dan didokumentasikan dengan lengkap. Tidak mengherankan bila 25 tahun
kemudian industri tersebut cenderung tidak mengalami perubahan yang berarti.
Memang manajemen industri Barat ini terstruktur rapi dan rinci sehingga
pengelolaannya terkesan sistematis, akan tetapi struktur ini cenderung kaku,
karena memang tidak dirancang untuk mengadaptasi dan mengakomodasi
perubahan lingkungan yang mungkin akan timbul.
Dari MRP hingga CIM

17
Dalam merancang sistem produksi, suplai komponen dan bahan memerlukan
kecanggihan teknologi, yang mencakup sebagian besar hingga keseluruhan aspek
industri. Dengan sesedikit mungkin intervensi manusia, kecanggihan komputer
diperlukan untuk perancangan ini, mulai dari MRP (Material Requirement
Planning), MRP II (Manufacturing Resource Planning) hingga CIM (Computer
Integrated Manufacturing).
Biaya investasi yang cukup besar diperlukan untuk mendirikan perusahaan yang
akan menuntut komitmen jangka panjang ini.
Assembly Line dari Ford
Sistem Ford adalah suatu sistem produksi masal yang didasarkan pada aliran kerja,
yang kadang-kadang disebut sistem otomasi. Ini adalah sistern produksi masal
sejati di mana bahan mentah diolah dengan mesin dan dibawa di sepanjang ban
berjalan untuk diubah menjadi suku cadang rakitan. Dengan lini rakit yang
bergerak dengan kecepatan tetap, komponen dari berbagai jenis kemudian dipasok
ke setiap proses perakitan akhir, sehingga akhirnya menjadi mobil rakitan lengkap
yang keluar satu persatu dari lini.
Metode produksi ini mencerminkan falsafah manajemen bisnis, individualitas
orang yang memimpin pabrik dan membentuk budaya hidup karyawan industri.
Sistem assembly line ini sekarang sudah diadopsi di berbagai sistem produksi pada
umumnya.
Spe sialisasi
Spesialisasi merupakan inti pembagian kerja manajemen industri Barat.
Keunggulan spesialisasi antara lain bahwa tenaga kerja yang memenuhi syarat
mudah didapatkan karena hanya dipersyaratkan memiliki ketrampilan terbatas saja,
untuk itu keperluan training yang dibutuhkan bisa lebih cepat. Upah karyawan
tentunya bisa lebih rendah dan untuk instruksi maupun kendalinya lebih sederhana.
Dengan demikian tingkat mekanisasi dan otomatisasinya bisa menjadi tinggi.
Kebangkitan Manajemen Industri Amerika.
Pukulan balasan dari kemajuan industri Jepang yang mendasari diri dengan filosofi
industri Just-In-Time sangat berat dirasakan oleh industri Amerika pada tahun
1980-an. Harley Davidson yang telah memasuki usia 80 tahun, antara tahun 1981-
82 menderita rugi demikian parah karena datangnya empat pesaing industri Jepang,
yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Kerugian ini akibat dari kekecewaan
pelanggan sebelumnya pada produk Harley Davidson yang dianggap terlalu mahal,
dan juga pelayanan purna jual yang dikenal tidak memuaskan.

18
Penerapan JIT membuat perusahaan ini sehat kembali. Antara tahun 1982-86
terjadi perbaikan kinerja, produktivitas karyawan naik 50 %, pengerjaan ulang
turun 80 %, biaya garansi turun 46 %. Perusahaan sepeda motor ini mulai untung
kembali sejak 1983 (Dilworth, 1989). Pada perusahaan-perusahaan yang lain
terjadi pula perubahan yang spektakuler. Rangkuman dari lima perusahaan
Amerika ditampilkan pada Tabel 6.
Tabel 6 Perbaikan spektakuler karena JIT di Amerika

Average lead time


reduction 90 %
35 - 79
Inventory turun %
Change-over time turun 75-94 %
Harga material yang dibeli
turun 6-11 %
Cost of quality turun 26-63 %
Sumber : Dilworth, 1989.

Antara tahun 1993-1995, pada kebanyakan industri Amerika Serikat, penurunan


pemborosan waktu disampaikan pada Tabel 7 (Imai, 1997).
Tabel 7 Penurunan Pemborosan Waktu Karena JIT

Penuruna Penuruna
Kegiatan n Kegiatan n
Jarak lintasan
Waktu setup 66,4 gerak benda kerja 54,1
Waktu tempuh
produksi 55,7 Luas tempat kerja 29,4
Jumlah
Waktu siklus komponen per
kerja 17,9 unit 57,0
Penghentian Biaya cacat
jalur produksi 52,1 produksi 95,0
Kebutuhan
tenaga kerja 32,0 Pengerjaan ulang 71,7
Barang dalam 59,3 Gagal produksi 45,9

19
proses
Persediaan Kebutuhan
barang jadi 43,5 jumlah mesin 34,0
Sumber : Imai, 1977.

Reliability Beyonds Quality Control


Tahun 1980-an industri Amerika banyak menderita kerugian karena produk-produk
Jepang banyak merebut pasar industri Amerika. Meskipun sebagian industri
kembali sehat setelah menerapkan filosofi JIT kedalam sistem produksinya, tetapi
tentu saja konsep manajemen JIT yang bercorak budaya Timur ini tidak dengan
mudah diterima masyarakat Barat. Oleh karenanya konsep nilai atau corak
manajemen yang lebih sesuai dengan budaya Amerika perlu dicari.
Sejarah perkembangan industri Amerika terkait dengan politik luar negeri negara
adi daya ini. Dari perkembangan industri teknologi tinggi yang dimotori oleh
ancaman perang nuklir antar benua tahun 1960-an, yang setelah memasuki abad
ruang angkasa bergeser menjadi perlombaan pendaratan manusia di bulan,
muncullah Amerika dengan teknologi-teknologi yang berisiko tinggi. Kegagalan
misi Apollo-13 dan kecelakaan pesawat ulang alik Chalenger memberikan
pelajaran yang sangat pahit bagi sejarah pengembangan teknologi Amerika. Dari
pengalaman ini kemudian muncul konsep tentang kehandalan atau reliability (Cox
dan Tait, 1993).
Konsep kehandalan ini melengkapi konsep Quality Control Amerika. Memang
waktu itu produk Amerika, yang hanya lolos Quality Control, kurang bisa
berkompetisi menghadapi produk Jepang yang menggunakan label TQC, yang
memang benar-benar terbebas dari cacat. Dengan pengembangan konsep
kehandalan ini, yang menuntut penelusuran langkah-langkah proses dan menekan
tingkat probabilitas cacat sampai tingkat yang dikehendaki, akhirnya kualitas
produk Amerika mulai diyakini pelanggan dan costumer satisfaction pun
meningkat. Konsep ini sebenarnya hanyalah bentuk lain dari TQC dan Quality
Circles industri Jepang.
2. Manajemen Six Sigma dari Motorola.
Pelajaran saat Motorola diambil alih oleh industri Jepang meripakan pengalaman
berharga. Perusahaan Motorola dibawah manajemen Jepang, segera memproduksi
televisi dengan jumlah kerusakan satu dibanding dua puluh dari yang pernah
diproduksi di bawah manajemen Motorola. Sejak saat itu Motorola memutuskan

20
untuk menekuni kualitas dengan serius. Kualitas itu dipandang identik dengan
kepuasan pelanggan.
Untuk pencapaian kualitas dan pemenuhan kepuasan pelanggan, Motorola
berkonsentrasi pada beberapa inisiatif operasional kunci. Pertama "Kualitas Six
Sigma", yaitu suatu pengukuran statistik variasi hasil yang diharapkan Six Sigma,
berupa penurunan cacat tidak lebih dari 3,4 per juta produk, termasuk pelayanan
pelanggan. Kedua, pengurangan siklus waktu total atau delivery time, yaitu mulai
dari saat pelanggan menempatkan pesanan sampai barang dikirim. Hal ini
memerlukan pemeriksaan sistem total, termasuk desain, produksi, pemasaran, dan
administrasi. Dengan JIT, yang diterapkan sebelumnya guna pengurangan
pemborosan, lengkap sudah konsep QCD sebagai definisi dari kualitas.
Karyawan seluruh tingkat terlibat. Karyawan yang bukan eksekutif berpartisipasi
melalui Participative Management Program Motorola. Tim sering bertemu untuk
menilai kemajuan pemenuhan tujuan kualitas, identifikasi inisiatif baru dan
penyelesaian permasalahan. Imbalan bagi pekerjaan kualitas tinggi diperoleh dari
pembagian hasil penghematan rekomendasi tim. Motorola selalu mengukur tingkat
kualitas untuk dapat konsisten melebihi pesaingnya. Setiap enam kelompok utama
memiliki program patokan yang menganalisis semua aspek dari produk pesaing
untuk menilai kemampuan produksi, kehandalan, biaya produksi dan kinerja.
Kesadaran baru dari konsep ini adalah berlakunya Paradoks Manajemen. Artinya,
untuk mencapai tingkat kinerja Six Sigma, harus dikurangi ketidakpastian (variasi)
dengan cara membangun kemampuan fleksibilitas, yaitu mampu mengakomodasi
ketidakpastian. Revolusi penting dari manajemen baru ini salah satunya adalah
diperbolehkannya tim dan individu untuk mencoba hal baru. Hal ini berarti bahwa
manajemen Motorola mulai memahami nonlinieritas hubungan antar-manusia dan
pengembangan teknologi. Pemborosan harus dikurangi untuk mendapatkan kinerja
optimum, untuk itu diperlukan proses mencoba hal-hal baru meskipun itu juga
sebuah pemborosan. Pemimpin harus waspada untuk meyakinkan bahwa paradoks
ini dimengerti. Dengan tuntutan kualitas seperti diatas, diperlukan kemampuan tim
dan individual yang memahami gabungan konsep manajemen otak kiri dan otak
kanan yang tergabung secara sinerji.
Dengan demikian manajemen Six Sigma ini dalam banyak sudut memiliki
kemiripan dengan kerangka dasar manajemen industri Jepang, hanya saja hubungan
sebab-akibatnya agak terbalik. Manajemen ini berawal dari tujuan memuaskan
pelanggan, sehingga diperlukan penekanan cacat dan kegagalan yang terukur agar
tetap rendah. Untuk itu diperlukan kerja tim yang sangat sinergi, banyak
21
berkomunikasi, selalu rajin mencari peluang perbaikan dan berani mencoba hal-hal
baru.
Melalui produksi massal khusus, perusahaan dapat memenuhi pesanan pager atau
seluler yang tepat dalam beberapa menit setelah pesanan diterima. Motorola kini
dapat membangun pager dan telepon seluler dalam satuan berkisar dari satu unit
sampai 100.000(Pyzdek, 2002).

7. Hal Yang Mempengaruhi Perkembangan Manajemen


Pada hakekatnya ada factor-faktor yang mempengaruhi manajemen laba. Menurut
Watt dan Zimmerman, (1986) ada tiga hipotesis yang melatarbelakangi terjadinya
manajemen laba, antara lain :
(1) Bonus plan hypothesis. Manajemen akan memilih metode akuntansi yang
memaksimalkan utilitasnya yaitu bonus yang tinggi. Manajer perusahaan akan
memberikan bonus besar berdasarkan earnings lebih banyak menggunakan metode
akuntansi yang meningkatkan laba yang dilaporkan.
(2) Debt covenant hypothesis. Manajemen yang melakukan pelanggaran perjanjian
kredit cenderung memilih. metode akuntansi yang memiliki dampak meningkatkan
laba. Ini untuk menjelaskan reputasi mereka dalam pandangan pihak eksternal.
(3) Political cost hypothesis. Semakin besar perusahaan, semakin besar pula
kemungkinan perusahaan tersebut memilih metode akuntansi yang menurunkan
laba. Hal tersebut dikarenakan dengan laba yang tinggi pemerintah akan segera
mengambil tindakan, misalnya: mengenakan peraturan anti trust, menaikkan pajak
pendapatan perusahaan, dan lain-lain.
Menurut Scott (2000) motivasi terjadinya manajemen laba, antara lain :
(1). Bonus Purposes. Manajemen yang memiliki informasi atas laba bersih
perusahaan akan bertindak secara oportunistic untuk melakukan menajemen laba
dengan memaksimalkan laba dengan memaksimalkan laba saat ini.
(2) Political Motivations. Manajemen laba digunakan untuk mengurangi laba yang
dilaporkan pada perusahaan publik. Perusahaan cenderung mengurangi laba yang
dilaporkan karena adanya tekanan publik yang mengakibatkan pemerintah
menetapkan peraturan yang lebih ketat.
(3) Taxation motivations. Motivasi penghematan pajak menjadi motivasi
manajemn laba yang paling nyata berbagai metode akuntansi digunakan dengan
tujuan penghematan pajak pendapatan.

22
(4). Pergantian CEO. CEO yang mendekati masa pensiun akan cenderung
menaikkan pendapatan untuk meningkatkan bonus mereka. Jika kinerja perusahaan
buruk, mereka akan memaksimalkan pendapatan agar tidak diberhentikan.
(5) Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang akan go public belum memiliki
nilai pasar, dan menyebabkan manajer perusahaan yang akan go public melakukan
manajemen laba dalam prospektus mereka dengan harapan dapat menaikkan harga
saham perusahaan.
(6) Pentingnya Memberi Informasi Kepada Investor. Informasi mengenai kinerja
perusahaan harus disampaikan kepada investor sehingga pelaporan laba perlu
disajikan agar investor tetap menilai bahwa perusahaan tersebut dalam kinerja
yang baik.

8. Manajemen Perubahan
Perubahan adalah respon terencana atau tak terencana terhadap tekanan-tekanan
dan desakan-desakan yang ada. Manajemen Perubahan adalah upaya yang
dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena terjadinya
perubahan dalam organisasi. Perubahan mempunyai manfaat bagi kelangsungan
hidup suatu organisasi, tanpa adanya perubahan maka dapat dipastikan bahwa usia
organisasi tidak akan bertahan lama. Perubahan dapat terjadi karena sebab-sebab
yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut.
Perubahan bertujuan agar organisasi tidak menjadi statis melainkan tetap dinamis
dalam menghadapi perkembangan jaman, kemajuan teknologi dan dibidang
pelayanan masyarakat adalah peningkatan kesadaran masyarakat akan pelayanan
yang berkualitas. Perubahan terdiri dari 3 tipe yang berbeda, dimana setiap tipe
memerlukan strategi manajemen perubahan yang berbeda pula. Tiga macam
perubahan tersebut adalah:
a. Perubahan Rutin, dimana telah direncanakan dan dibangun melalui proses
organisasi;
b. Perubahan Peningkatan, yang mencakup keuntungan atau nilai yang telah
dicapai organisasi;
c. Perubahan Inovatif, yang mencakup cara bagaimana organisasi memberikan
pelayanannya.

Tahap-Tahap Manajemen Perubahan


Suatu perubahan terjadi melalui tahap-tahapnya. Pertama-tama adanya dorongan
dari dalam (dorongan internal), kemudian ada dorongan dari luar (dorongan
23
eksternal). Untuk manajemen perubahan perlu diketahui adanya tahapan
perubahan. Tahap-tahap manajemen perubahan ada empat, yaitu:
Tahap 1, yang merupakan tahap identifikasi perubahan, diharapkan
seseorang dapat mengenal perubahan apa yang akan dilakukan /terjadi. Dalam
tahap ini seseorang atau kelompok dapat mengenal kebutuhan perubahan dan
mengidentifikasi tipe perubahan.
Tahap 2, adalah tahap perencanaan perubahan. Pada tahap ini harus dianalisis
mengenai diagnostik situasional tehnik, pemilihan strategi umum, dan
pemilihan. Dalam proses ini perlu dipertimbangkan adanya faktor pendukung
sehingga perubahan dapat terjadi dengan baik.
Tahap 3, merupakan tahap implementasi perubahan dimana terjadi proses
pencairan, perubahan dan pembekuan yang diharapkan. Apabila suatu perubahan
sedang terjadi kemungkinan timbul masalah. Untuk itu perlu dilakukan monitoring
perubahan.
Tahap 4, adalah tahap evaluasi dan umpan balik. Untuk melakukan evaluaasi
diperlukan data, oleh karena itu dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data dan
evaluasi data tersebut. Hasil evaluasi ini dapat di umpan balik kepada tahap 1
sehingga memberi dampak pada perubahan yang diinginkan berikutnya.
Sasaran-Sasaran Perubahan
Dalam menganalisa sasaran-sasaran perubahan yang sifatnya organisasional,
hendaknya selalu diperhatikan kaitan antara sasaran-sasaran yang ingin dicapai itu
dengan tujuan yang hendak dicapai, sepanjang tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya tidak turut diubah. Memang bukan hal yang mustahil terjadi bahwa
tujuan organisasi pun dirasakan memerlukan perubahan, baik dalam arti
keseluruhan, maupun komponen tertentu dari tujuan tersebut.
Berikut adalah sasaran-sasaran perubahan tersebut:
a. Perubahan dalam struktur organisasi
Komponen organisasi yang amat sering dijadikan sebagai salah satu sasaran
perubahan organisasional adalah stuktur organisasi. Perubahan dalam struktur
organisasi meliputi :
1. Perumusan dalam rumusan atau segi-segi tertentu pada tujuan yang telah
ditetapkan.
2. Perubahan dalam mision yang hendak diemban. Seperti
misalnya mission suatu Angkatan Bersenjata yang dirumuskan dengan gaya
tertentu dalam suasana damai yang perlu diubah apabila negara dalam keadaan
perang.
24
3. Perubahan dalam rumusan, sifat dan jenis tugas pokok, tugas dan kegiatan
operasional.
4. Perubahan dalam beban kerja yang dipikul oleh organisasi sebagai
keseluruhan atau komponen-komponen tertentu dari organisasi.
b. Perubahan prosedur kerja.
Perubahan dalam bidang prosedur kerja dapat saja terjadi dengan atau tanpa
perubahan dalam struktur organisasi. Perubahan dalam prosedur kerja dapat terjadi
secara menyeluruh dan mencakup seluruh peroses administrasi, ataupun terjadi
secara inkeremental artinya hanya mencakup sebagian proses administrasi.
Perubahan prosedur kerja meliputi:
1. Perubahan prosedur kerja dalam kegiatan investigatif dalam rangka analisa dan
perumusan kebijaksanaan. Dalam rangka analisa san perumusan kebijaksanaan,
organisasi-organisasi modern melakukan kegiatan investigatif atau dengan kata
lain usaha pengumpulan informasi. Jika misalnya suatu organisasi mengambil
keputusan untuk mengubah strategi dan caranya memperoleh informasi, keputusan
tersebut tentunya mempunyai implikasi dalam bentuk perubahan dalam prosedur
kerja untuk memenuhi kebutuhan organisasi akan informasi tertentu.
2. Perubahan prosedur kerja dalam perumusan kebijaksanaan. Hal ini berkaitan
dengan manajemen dan gaya kepemimpinan para pemimpin organisasi. Artinya,
jika seorang pemimipin menerapkan manajemen terbuka dan sifatnya partisipatif,
ia akan mengajak bawahannya untuk berperan aktif dalam perumusan
kebijaksanaan. Cara dan pendekatan seperti ini mungkin terasa berbelit-belit dan
rumit, akan tetapi dipandang dari segi perilaku administratif, jalan inilah
merupakan cara yang terbaik. Atau sebaliknya ketika seorang pemimpin
menjalankan manajemen yang sifatnya otoriter ia akan menutup partisipasi
bawahannya dalam proses perumusan kebijaksanaan tersebut
3. Perubahan prosedur kerja dalam proses pengambilan keputusan. Sebagaimana
halnya dengan proses perumusan kebijaksanaan, proses pengambilan keputusan
juga berkaitan dengan manajemen dan gaya kepemimpinan para pemimpin
organisasi. Dalam proses pengambilan keputusan perlu dirumuskan secara tegas
dan jelas sifat dan bentuk keterlibatan berbagai pihak, termasuk segala perubahan
yang dianggap perlu untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas kerja baik di
tingkat individual maupun pada tingkat organisasional.
4. Perubahan prosedur dalam perencanaan. Hal ini berkaitan dengan kepekaan
dan sikap tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam berbagai
bidang diluar organisasi yang pengaruhnya dirasakan dalam pelaksanaan tugas
25
fungsional organisasi. Perubahan-perubahan tersebut berimplikasi terhadap
kualitas, jenis dan bentuk informasi yang diperlukan dalam menyusun rencana
yang pada gilirannya mungkin menuntut perubahan dalam prosedur kerja.
Misalnya, suatu organisasi niaga yang memproduksi mobil mewah. Tiba-tiba
terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan harga-harga kebutuhan pokok naik.
Sehingga orang-orang terpaksa mempertimbangkan kembali niatnya untuk membeli
mobil mewah dan lebih banyak memikirkan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya
yang lebih mendesak. Hal ini mengakibatkan organisasi niaga tersebut harus
mengadakan penyesuaian tertentu dalam menyusun rencana kerjanya baik dalam
rencana produksi, penggudangan, pemasaran dan sebagainya.
5. Perubahan prosedur kerja dalam pengorganisasian. Hal ini berkaitan dengan
perubahan yang bersifat struktural dalam organisasi.
6. Perubahan perubahan prosedur kerja dalam pergerakan bawahan. Hal ini
berkaitan dengan faktor motivasional yang bersifat kebendaan dan non-kebendaan
dari para anggota organisasi. Para anggota organisasi akan menerima perubahan
yang akan terjadi apabila dalam diri mereka timbul keyakinan bahwa perubahan
yang terjadi itu akan menguntungkan atau bahkan merugikannya. Disamping itu
pimpinan organisasi memang perlu untuk selalu mencari dan menemukan prosedur
baru yang dapat menguntungkan bagi organisasi dan yang memberi kemudahan
bagi para anggotanya. Misalnya pada prosedur pembayaran gaji dan upah.
Pembayaran gaji dengan cara yang konvensional dengan cara antri di depan loket
pembayaran gaji mungkin lebih efisien dan lebih mudah apabila diganti dengan
sistem pembayaran transfer via rekening. Hal tersebut diatas dapat mempunyai
efek motivasional yang tidak kecil artinya.
7. Perubahan prosedur kerja dalam melaksanakan tugas operasional. Hal ini
berkaitan dengan kebiasaan, cara kerja dan prosedur kerja operasional yang sudah
biasa dipergunakan oleh para petugas operasional yang yang tidak mudah untuk
diubah. Masalahnya sering berubah dari masalah yang bersifat teknis menjadi
masalah sikap. Contohnya para petani yang tinggal di daerah pedesaan dan hidup
dalam lingkungan yan dapat dikatakan tradisional, sudah mempunyai persepsi dan
kebiasaan tertentu tentang cara bercocok tanam atau bertani. Persepsi dan
kebiasaan tertentu itu bahkan mungkin sudah dianggap sebagai satu-satunya
persepsi dan kebiasaan yang benar dan oleh karena itu tidak perlu diubah lagi.
Apalagi kalau mengingat bahwa persepsi dan kebiasaan itu telah berlaku turun-
temurun di masyarakat. Apabila ada usaha dari pemerintah misalnya untuk
mengubah persepsi dan kebiasaan itu tidak mudah dan memerlukan kesabaran,
26
tenaga, biaya, waktu yang tidak sedikit. Umpamanya kebiasaan dalam
menyuburkan tanah dengan cara lama yang menggunakan pupuk kimiawi diganti
dengan cara menggunakan pupuk organik. Jelaslah bahwa mengubah prosedur
kerja operasional tidak tepat apabila hanya dipandang sebagai masalah teknis saja,
karena sering yang menjadi penghalang adalah justru sikap mental yang
mengakibatkan orang tidak mau atau enggan menerima perubahan. Kareanya,
pendekatan yang diperlukan tidak hanya pendekatan teknis, melainkan juga
pendekatan psikologis dan perilaku.
8. Perubahan prosedur kerja dalam hal melakukan pengawasan. Pengawasan
merupakan fungsi manajemen yang sangat penting artinya dalam meningkatkan
efisiensi, efektifitas dan produktifitas kerja. Dengan kata lain, pengawasan amat
penting peranannya dalam menghilangkan atau mengurangi pemborosan dan
penyimpangan dari rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya, dalam
usaha pengumpulan fakta dan data operasional dengan teknologi informasi dapat
meningkatkan efisiensi pengawasan yang nantinya akan meningkatkan efisiensi
organisasi.

c. Perubahan Dalam Hubungan Kerja Antar Personal.


Hubungan yang serasi antara semua orang dalam organisasi adalah suatu hal yang
sangat penting, oleh karena itu suasana demokratis dan partisipatif perlu
dikembangkan dan dipelihara dalam organisasi. Jika organisasi dikelola dengan
cara-cara yang otoriter, diktatorial, tertutup dan melalui "tangan besi", organisasi
demikian diperkirakan akan gagal dalam pencapaian tujuannya. Oleh karena itu
hubungan kerja harus disoroti. Hubungan kerja adalah segala bentuk interaksi
personal yang terjadi dalam rangka pelaksanaan tugas baik vertikal maupun
horizontal antara anggota organisasi. Hubungan kerja yang serasi itu hendaknya
ditumbuhkan dan dipelihara secara melembaga sehingga bentuk dan sifatnya tidak
tergantung kepada selera individu tertentu.
Dibawah ini adalah hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam hal perubahan
dalam hubungan kerja antar personal:
1. Loyalitas kelembagaan. Yang perlu ditumbuhkan dalam organisasi adalah
loyalitas para anggotanya kepada organisasi bukan kepada orang tertentu, misalnya
jika pada waktu tertentu si A menjadi direktur utama perusahaan X, loyalitas yang
melembaga adalah loyalitas kepada perusahaan X dan kepada direktur utama,
bukan kepada si A secara pribadi. Dengan demikian, apabila terjadi pergantian
jabatan direktur utama, dari si A ke si B, tidak sulit bagi anggota organisasi
27
mempertahankan loyalitasnya yang sejak semula memang tidak ditujukan kepada si
A secara pribadi.
2. Kebijaksanaan tentang sifat hubungan kerja hendaknya dinyatakan secara
tertulis. Pentingnnya kebijaksaaan tentang hubungan kerja itu dinyatakan secara
tertulis terlihat bukan saja dalam rangka kontinuitas, akan tetapi juga agar tidak
mudah diubah-ubah untuk memenuhi selera manajerial dari orang-orang tertentu.
Misalnya perlu diatur secara tertulis siapa yang berhubungan dengan siapa dan
dalam hal apa, mekanisme koordinasi yang berlaku dalam organisasi, cara dan
teknik pendelegasian wewenang serta pengaturan hubungan pertanggungjawaban.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan


Setiap perubahan akan memengaruhi siapapun; apakah dia pihak manajemen
ataukah anggota organisasi. Perubahan bisa ditanggapi secara positif ataukah
negatif bergantung pada jenis dan derajat perubahan itu sendiri. Ditanggapi secara
negatif atau dalam bentuk penolakan kalau perubahan yang terjadi dinilai
merugikan diri manajemen dan anggota organisasi. Misalnya yang menyangkut
penurunan kompensasi, pembatasan karir, dan rasionalisasi anggota organisasi.
Sementara kalau perubahan itu terjadi pada inovasi proses perbaikan mutu maka
perubahan yang timbul pada manajemen dan anggota organisasi adalah dalam hal
pengetahuan, sikap dan ketrampilan mengoperasikan teknologi baru. Kalau itu
terjadi pada perubahan motivasi anggota organisasi staf dalam suatu tim kerja
maka perubahan yang semestinya terjadi adalah terjadinya perubahan manajemen
mutu sumberdaya manusia. Itu semua tanggapan positif atas terjadinya perubahan.
Untuk mencapai keberhasilan suatu program perubahan maka setiap orang harus
siap dan mampu merubah perilakunya. Hal ini sangat bergantung pada apa yang
mempengaruhi perilaku dan apa pula yang mendorong seseorang untuk berubah.
Faktor-faktor internal yang diduga mempengaruhi perilaku meliputi pengetahuan,
ketrampilan, kepercayaan/keyakinan, lingkungan dan visi organisasi. Sementara
faktor-faktor pendorong seseorang untuk berubah adalah kesempatan memperoleh
keuntungan nyata atau menghindari terjadinya kerugian pribadi. Beragam Faktor
Mempengaruhi Perubahan perilaku dimaksud diuraikan sebagai berikut.
(1) Pengetahuan
Pengetahuan merupakan unsur pokok bagi setiap anggota organisasi untuk
merubah perilakunya dalam mengerjakan sesuatu. Semakin tinggi tingkat
pengetahuan anggota organisasi semakin mudah dia untuk mengikuti perubahan
sesuai dengan tugasnya. Karena itu pengetahuan ditempatkan secara strategis
28
sebagai salah satu syarat penting bagi kemajuan perilaku anggota organisasi.
Anggota organisasi yang hanya menggunakan pengetahuan yang sekedarnya akan
semakin tertinggal kinerjanya dibanding anggota organisasi yang selalu menambah
pengetahuannya yang baru.
2) Ketrampilan
Ketrampilan, baik fisik maupun non-fisik, merupakan kemampuan seseorang yang
diperlukan untuk melaksanakan suatu pekerjaan baru. Ketrampilan fisik
dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan fisik, misalnya mengoperasikan komputer,
mesin produksi dsb. Ketrampilan non-fisik dibutuhkan untuk mendapatkan sesuatu
yang sudah jadi. Misalnya kemampuan memimpin rapat, membangun komunikasi,
dan mengelola hubungan dengan para pelanggan secara efektif. Jadi disitu terdapat
hubungan antara proses dan ketrampilan komunikasi antarpersonal. Ketrampilan
lebih sulit untuk diubah atau dikembangkan ketimbang pengetahuan. Perubahan
ketrampilan sangat terkait dengan pola perilaku naluri (instink). Proses perubahan
respon instink anggota organisasi membutuhkan waktu relatif cukup panjang
karena faktor kebiasaan apalagi budaya tidak mudah untuk diubah. Misalnya
anggota organisasi yang biasanya bertanya pada anggota organisasi dengan ucapan
apa yang manajer inginkan (kurang sopan) sulit untuk segera berubah menjadi
ucapanapa yang dapat saya kerjakan untuk manajer atau bolehkah saya
membantu manajer (lebih sopan).
(3) Kepercayaan
Kepercayaan anggota organisasi menentukan sikapnya dalam menggunakan
pengetahuan dan ketrampilannya untuk mengerjakan sesuatu. Boleh jadi anggota
organisasi diberikan pengetahuan dan ketrampilan baru dengan cara berbeda.
Namun hal itu dipengaruhi oleh kepercayaan yang dimilikinya apakah pengetahuan
dan ketrampilan yang diterimanya akan berguna atau tidak. Dengan kata lain suatu
kepercayaan relatif sulit untuk diubah. Jadi kalau ingin melatih anggota
organisasi harus diketahui dahulu kepercayaan yang dimiliki anggota organisasi
sekurang-kurangnya tentang aspek persepsi dari kegunaan suatu pelatihan.
(4) Lingkungan
Suatu lingkungan organisasi mempengaruhi perilaku anggota organisasi apakah
melalui pemberian penghargaan atas perilaku yang diinginkan ataukah dengan
mengoreksi perilaku yang tidak diinginkan. Lingkungan organisasi seperti
keteladanan pimpinan dan model kepemimpinan serta masa depan organisasi yang
cerah akan berpengaruh pada derajat dan mutu perubahan perilaku anggota
organisasi. Apa yang organisasi berikan pada anggota organisasi dan apa pula
29
yang organisasi dapatkan. Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh apa
yang bisa diberikan organisasi kepada anggota organisasinya. Semakin tinggi
kadar insentif yang diberikan semakin efektif terjadinya perubahan perilaku
anggota organisasinya. Sebaliknya organisasi yang tidak efektif atau gagal
cenderung akan menciptakan perubahan perilaku yang juga tidak efektif.
(5) Tujuan organisasi
Tujuan organisasi ditentukan oleh kepercayan kolektif dari para pimpinan
organisasi dan ini menciptakan lingkungan tertentu. Selain itu tujuan merupakan
turunan dari visi masa depan dan sistem nilai organisasi. Pemimpin organisasi
yang memiliki visi dan tujuan yang jelas akan menciptakan lingkungan yang
mendorong perilaku produktif. Sebaliknya hanya akan menciptakan kebingungan
di kalangan anggota organisasi.
Kombinasi dari lima faktor di atas menentukan keefektifan suatu perubahan
perilaku anggota organisasi. Dengan pengembangan pengetahuan yang ada anggota
organisasi semakin mengetahui atau memahami apa yang dibutuhkan untuk mampu
mengerjakan pekerjaannya. Ketrampilan dalam bentuk kemampuan fisik dan non-
fisik dibutuhkan agar anggota organisasi mampu mengerjakan pekerjaan yang baru.
Kepercayaan menentukan apakah anggota organisasi akan menggunakan
ketrampilan dan teknik barunya dalam praktek. Sementara lingkungan organisasi
akan menciptakan tujuan organisasi dalam merumuskan standar apa yang bisa
diterimanya. Tujuan organisasi itu sendiri ditentukan oleh visi organisasi dan
dapat menciptakan lingkungan baru. Selain itu bisa jadi faktor pengaruh
menguatnya kecerdasan emosional dan spiritual dari anggota organisasi akan
membantu organisasi lebih siap dalam mengelola perubahan.

Pelaku Perubahan
Setidak-tidaknya ada tiga pelaku perubahan yang bisa berperan dalam setiap
proses perubahan, diantaranya adalah:
1. Para pelaku perubahan dengan kekuasaan resmi ( legitimacy of change)
adalah mereka yang memiliki kekuasaan yang diakui secara formal dan dianggap
sah.
2. Para pendorong dan penganjur timbulnya perubahan ( instigators of change)
adalah mereka yang memandang perlunya perubahan karena telah membandingkan
dan melihat sesuatu yang baik di tempat lain, seperti mereka yang baru kembali
dari studi banding.

30
3. Para fasilitator perubahan ( facilitator of change) adalah mereka yang
memiliki kewibawaan dan diakui serta dikenal sebagai pemimpin informal yang
memudahkan serta melicinkan proses timbulnya perubahan.
Para pelaku perubahan tersebut diatas memiliki karakteristik dan cirri-ciri sebagai
berikut :
1. Memiliki pemikiran dan ide inovatif, bersemangat dan berani.
2. Selalu mencari hal-hal baru yang menantang dengan mempertimbangkan
resiko yang tidak terlalu tinggi.
3. Ingin selalu melihat organisasi, masyarakat atau institusinya berkembang
maju dan memilii loyalitas yang tinggi serta komitmen yang kuat
4. Pandai berorganisasi, cerdik dalam berpolitik, mengerti sistem kekuasaan
serta batas-batas perubahan yang ingin dilakukan tetapi tidak terkalahkan oleh
rintangan dan keterbatasan yang ada.
5. Dapat menjadi anggota dan pemain tim yang efektif serta gampang dan
senang berkawan.
Masalah dalam Perubahan
Tidak banyak orang yang suka akan perubahan, namun walau begitu perubahan
tidak bisa dihindarkan. Harus dihadapi. Karena hakikatnya memang seperti itu
maka diperlukan satu manajemen perubahan agar proses dan dampak dari
perubahan tersebut mengarah pada titik positif.
Banyak masalah yang bisa terjadi ketika perubahan akan dilakukan. Masalah yang
paling sering dan menonjol adalah penolakan atas perubahan itu sendiri. Istilah
yang sangat populer dalam manajemen adalah resistensi perubahan ( resistance to
change). Penolakan atas perubahan tidak selalu negatif karena justru karena
adanya penolakan tersebut maka perubahan tidak bisa dilakukan secara
sembarangan.
Penolakan atas perubahan tidak selalu muncul dipermukaan dalam bentuk yang
standar. Penolakan bisa jelas kelihatan (eksplisit) dan segera, misalnya
mengajukan protes, mengancam mogok, demonstrasi, dan sejenisnya; atau bisa
juga tersirat (implisit), dan lambat laun, misalnya loyalitas pada organisasi
berkurang, motivasi kerja menurun, kesalahan kerja meningkat, tingkat absensi
meningkat, dan lain sebagainya.
Untuk keperluan analitis, dapat dikategorikan sumber penolakan atas perubahan,
yaitu penolakan yang dilakukan oleh individual dan yang dilakukan oleh kelompok
atau organisasional.
a. Penolakan individual
31
Karena persoalan kepribadian, persepsi, dan kebutuhan, maka individu punya
potensi sebagai sumber penolakan atas perubahan. Penolakan individual dapat
terjadi karena hal-hal dibawah ini :
1. Kebiasaan. Kebiasaan merupakan pola tingkah laku yang kita tampilkan secara
berulang-ulang sepanjang hidup kita. Kita lakukan itu, karena kita merasa nyaman,
menyenangkan. Bangun pukul 5 pagi, ke kantor pukul 7, bekerja, dan pulang pukul
4 sore. Istirahat, nonton TV, dan tidur pukul 10 malam. Begitu terus kita lakukan
sehingga terbentuk satu pola kehidupan sehari-hari. Jika perubahan berpengaruh
besar terhadap pola kehidupan tadi maka muncul mekanisme diri, yaitu penolakan.
2. Rasa aman. Jika kondisi sekarang sudah memberikan rasa aman, dan kita
memiliki kebutuhan akan rasa aman relatif tinggi, maka potensi menolak
perubahan pun besar. Mengubah cara kerja padat karya ke padat modal
memunculkan rasa tidak aman bagi para pegawai.
3. Faktor ekonomi. Faktor lain sebagai sumber penolakan atas perubahan adalah
soal menurun-nya pendapatan. Pegawai menolak konsep 5 hari kerja karena akan
kehilangan upah lembur.
4. Takut akan sesuatu yang tidak diketahui . Sebagian besar perubahan tidak mudah
diprediksi hasilnya. Oleh karena itu muncul ketidak pastian dan keraguraguan.
Kalau kondisi sekarang sudah pasti dan kondisi nanti setelah perubahan belum
pasti, maka orang akan cenderung memilih kondisi sekarang dan menolak
perubahan.
5. Persepsi. Persepsi cara pandang individu terhadap dunia sekitarnya. Cara
pandang ini mempengaruhi sikap. Pada awalnya program keluarga berencana
banyak ditolak oleh masyarakat, karena banyak yang memandang program ini
bertentangan dengan ajaran agama, sehingga menimbulkan sikap negatif.
b. Penolakan Organisasional
Organisasi, pada hakekatnya memang konservatif. Secara aktif mereka menolak
perubahan. Misalnya saja, organisasi pendidikan yang mengenal-kan doktrin
keterbukaan dalam menghadapi tantangan ternyata merupakan lembaga yang paling
sulit berubah. Sistem pendidikan yang sekarang berjalan di sekolah-sekolah
hampir dipastikan relatif sama dengan apa yang terjadi dua puluh lima tahun yang
lalu, atau bahkan lebih. Begitu pula sebagian besar organisasi bisnis. Terdapat
enam sumber penolakan atas perubahan yaitu:
1. Inersia struktural. Artinya penolakan yang terstrukur. Organisasi, lengkap
dengan tujuan, struktur, aturan main, uraian tugas, disiplin, dan lain sebagainya

32
menghasil- kan stabilitas. Jika perubahan dilakukan, maka besar kemungkinan
stabilitas terganggu.
2. Fokus perubahan berdampak luas . Perubahan dalam organisasi tidak mungkin
terjadi hanya difokuskan pada satu bagian saja karena organisasi merupakan suatu
sistem. Jika satu bagian dubah maka bagian lain pun terpengaruh olehnya. Jika
manajemen mengubah proses kerja dengan teknologi baru tanpa mengubah struktur
organisasinya, maka perubahan sulit berjalan lancar.
3. Inersia kelompok kerja. Walau ketika individu mau mengubah perilakunya,
norma kelompok punya potensi untuk menghalanginya. Sebagai anggota serikat
pekerja, walau sebagai pribadi kita setuju atas suatu perubahan, namun jika
perubahan itu tidak sesuai dengan norma serikat kerja, maka dukungan individual
menjadi lemah.
4. Ancaman terhadap keahlian. Perubahan dalam pola organisasional bisa
mengancam keakhlian kelompok kerja tertentu. Misalnya, penggunaan komputer
untuk merancang suatu desain, mengancam kedudukan para juru gambar.
5. Ancaman terhadap hubungan kekuasaan yang telah mapan . Mengintroduksi
sistem pengambilan keputusan partisipatif seringkali bisa dipandang sebagai
ancaman kewenangan para penyelia dan manajer tingkat menengah.
6. Ancaman terhadap alokasi sumberdaya . Kelompok-kelompok dalam organisasi
yang mengendalikan sumber daya dengan jumlah relatif besar sering melihat
perubahan organisasi sebagai ancaman bagi mereka. Apakah perubahan akan
mengurangi anggaran atau pegawai kelompok kerjanya?.

Strategi Mengatasi Penolakan


Coch dan French Jr. mengusulkan ada enam taktik yang bisa dipakai untuk
mengatasi resistensi perubahan yaitu:
1. Pendidikan dan Komunikasi . Berikan penjelasan secara tuntas tentang latar
belakang, tujuan, akibat, dari diadakannya perubahan kepada semua pihak.
Komunikasikan dalam berbagai macam bentuk. Ceramah, diskusi, laporan,
presentasi, dan bentuk-bentuk lainnya.
2. Partisipasi. Ajak serta semua pihak untuk mengambil keputusan. Pimpinan
hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator. Biarkan anggota organisasi yang
mengambil keputusan
3. Memberikan kemudahan dan dukungan . Jika pegawai takut atau cemas, lakukan
konsultasi atau bahkan terapi. Beri pelatihan-pelatihan. Memang memakan waktu,
namun akan mengurangi tingkat penolakan.
33
4. Negosiasi. Cara lain yang juga bisa dilakukan adalah melakukan negosiasi
dengan pihak-pihak yang menentang perubahan. Cara ini bisa dilakukan jika yang
menentang mempunyai kekuatan yang tidak kecil. Misalnya dengan serikat
pekerja. Tawarkan alternatif yang bisa memenuhi keinginan mereka
5. Manipulasi dan Kooptasi . Manipulasi adalah menutupi kondisi yang
sesungguhnya. Misalnya memlintir (twisting) fakta agar tampak lebih menarik,
tidak mengutarakan hal yang negatif, sebarkan rumor, dan lain sebagainya.
Kooptasi dilakukan dengan cara memberikan kedudukan penting kepada pimpinan
penentang perubahan dalam mengambil keputusan.
6. Paksaan. Taktik terakhir adalah paksaan. Berikan ancaman dan jatuhkan
hukuman bagi siapapun yang menentang dilakukannya perubahan.

9. Fungsi Perencanaan
A. Definisi Perencanaan :
Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance what is to be
done. Sedangkan menurut A.Allen planning is the determination of a course of
action to achieve a desired result. Pada dasarnya yang dimaksud dengan
perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa
( Who ) kapan (When) dimana ( When ) mengapa ( why ) dan bagaimana ( How )
jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan
pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan,
kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan.

B. Macam-macam Perencanaan
Ada beberapa macam perencanaan yang ditinjau dari beberapa segi,yaitu:
a) Jenis perencanaan menurut prosesnya :
(1) Policy Planning, suatu rencana yang memuat kebiajkankebijakansaja, tentang
garis besar atau pokok dan bersifatumum. Mengenai apa dan bagaimana
melaksanakan kebijakanitu tidak dirumuskan. Contohnya ada pada GBHN.
(2) Program Planning, merupakan perincian dan penjelasandaripada policy
planning. Dalam perencanaan ini biasanya memuat hal-hal berikut:
(a) Ikhtisar tugas-tugas yang harus dikerjakan
(b) Sumber-sumber dan bahan-bahan yang dapat digunakan
(c) Biaya, personalia, situasi dan kondisi pekerjaan(
d) Prosedur kerja yang harus dipatuhi(e) Struktur organisasi yang harus dipenuhi

34
(3) Operational Planning (perencanaan kerja), yakni suatuperencanaan yang
memuat hal- hal yang bersifat teknis seperticara-cara pelaksanaan tugas agar
berhasil mencapai tujuanyang lebih tinggi. Hal-hal yang seringkali dimuat
dalamperencanaan ini adalah: Analisa daripada program perencanaan.
(a) Penetapan prosedur kerja
(b) Metode-metode kerja
(c) Tenaga-tenaga pelaksana
(d) Waktu, dan sebagainya

b) Jenis perencanaan menurut jangka waktunya :


(1) Long Range Planning, yaitu perencanaan jangka panjang yangdalam
pelaksanaannya membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun
(2) Intermediate Planning, yaitu perencanaan jangka menengahyang waktu
pelaksanaanya membutuhkan waktu antara 1hingga tiga tahun
(3) Short Range Planning, yaitu perencanaan jangka pendek yangpelaksanaannya
membutuhkan waktu kurang dari 1 tahun

c) Jenis perencanaan menurut wilayah pelaksanaannya :


(1) National Planning, yakni rencana yang diperuntukkan bagiseluruh wilayah
Negara
(2) Regional Planning, yakni rencana untuk suatu daerah
(3) Local Planning, yakni rencana untuk suatu daerah yang sangatterbatas.

d) Jenis perencanaan menurut penggunaannya :


(1) Single Use Planning, yaitu suatu perencanaan hanya untuksekali pakai saja.
Dalam artian jika rencana tersebut telahtercapai, maka tidak akan digunakan lagi
(2) Repeats Planning, yaitu perencanaan yang dipakai secaraberulang-ulang,
walaupun sudah dilaksanakan berkali-kalie) Jenis perencanaan dilihat dari segi
luasnya usaha kegiatan
(1) General Planning, suatu rencana yang dibuat secara garis besardan menyeluruh
untuk kegiatan kerja sama yang lebih luas.Misalnya rencana Kepala Bidang
Kanwil untuk satu tahun pelajaran
(2) Special (Concentrated) Planning, suatu rencana mengenaikeegiatan khusus,
misalnya perencanaan yang dilakukan olehkepala sekolah untuk mengatasi
kesulitan belajar dikelas IPA.

35
C. Proses Perencanaan (Proses Pembuatan Rencana)
1. Menetapkan tugas dan tujuan
Antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan, suatu rencana tidak dapat
difrmulir tanpa ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya.
Tugas diartikan sebagai apa yang harus dilakukan, sedang tujuan yaitu suatu atau
nilai yang akan diperoleh.
2. Observasi dan analisa
Menentukan factor-faktor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan
(Observasi) bila sudah diketahui dan terkumpul, maka dilakukan analisa
terhadapnya untuk ditentukan mana yang digunakan.
3. Mengadakan kemungkinan-kemungkina.
Faktor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan
dalam pencapaian tujuan. Dimana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut
atas dasar tertentu, misalnya lamanya penyelesian, besarbya biaya yang
dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dan lain sebagainya.
4. Membuat sintesa
Sintesa yaitu alternatif yang akan dipilih dari kemungkinan-kemungkinan yang ada
dengan cara mengawinkan sitesa dari kemungkinan-kemungkinan tersebut.
Kemungkinan-kemungkinan yang ada mempunyai kelemahan-kelemahan.

D. Rencana Efektif dan Efisien.


Rencana yang efektif adalah perencanaan dalam pencapaian tujuan secara tepat
atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara
dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Bisa juga diartikan sebagai
pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
Sedangkan Rencana yang efisien adalah perencanaan dalam penggunaan sumber
daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap
bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-
cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat
dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan
keluaran yang diterima.
10. Kaitan Perencanaan dalam Pembuatan Keputusan
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi
untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena

36
tanpa perencanaan fungsi-fungsi lainpengorganisasian, pengarahan, dan
pengontrolantak akan dapat berjalan.
Pengambilan keputusan yaitu dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari
proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di
antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan
selalu menghasilkan satu pilihan final. Jadi kaitannya pengambilan keputusan
merupakan bagian dari perencanaan yang telah terencana untuk mencapai suatu
tujuan.

11. Perbedaan Organisasi dan Pengorganisasian


Organisasi (organization) dan pengorganisasion (organizing) memiliki hubungan
yang erat dengan manajemen. Organisasi merupakan alat dan wadah atau tempat
manejer melakukan kegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Sedangkan pengorganisasian merupakan salah satu fungsi organik dari manajemen
dan ditempatkan sebagai fungsi kedua setelah perencanaan (planning). Dengan
demikian, antara organisasi dan pengorganisasian memiliki pengertian yang
berbeda.

12. Pengertian Kepegawaian


Pada umuMnya yang dimaksud dengan kepegawaian adalah segala hal mengenai
kedudukan, kewajiban, hak dan pembinaan pegawai. Pegawai merupakan tenaga
kerja manusia, jasmaniah maupun rohaniah (mental dan fikran), yang senantiasa di
butuhkan dan karena itu menjadi salah satu modal pokok dalam badan usaha kerja
sama untuk mencapai tujuan tertentu (organisasi).
13. Tipe-tipe Pengawasan
Donnelly, et al. (dalam Zuhad, 1996:302) mengelompokkan pengawasan menjadi 3
Tipe pengawasan yaitu :
1. Pengawasan Pendahuluan (preliminary control).
Pengawasan yang terjadi sebelum kerja dilakukan. Pengawasan Pendahuluan
menghilangkan penyimpangan penting pada kerja yang diinginkan yang dihasilkan
sebelum penyimpangan tersebut terjadi. Pengawasan Pendahuluan mencakup
semua upaya manajerial guna memperbesar kemungkinan bahwa hasil-hasil aktual
akan berdekatan hasilnya dibandingkan dengan hasil-hasil yang direncanakan.
Memusatkan perhatian pada masalah mencegah timbulnya deviasi-deviasi pada
kualitas serta kuantitas sumber-sumber daya yang digunakan pada organisasi-

37
organisasi. Sumber-sumber daya ini harus memenuhi syarat-syarat pekerjaan yang
ditetapkan oleh struktur organisasi yang bersangkutan.
Dengan ini, manajemen menciptakan kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-
prosedur dan aturan-aturan yang ditujukan pada hilangnya perilaku yang
menyebabkan hasil kerja yang tidak diinginkan di masa depan. Dipandang dari
sudut prespektif demikian, maka kebijaksanaan-kebijaksanaan merupakan
pedoman-pedoman yang baik untuk tindakan masa mendatang. Pengawasan
pendahuluan meliputi; Pengawasan pendahuluan sumber daya manusia,
Pengawasan pendahuluan bahan-bahan, Pengawasan pendahuluan modal dan
Pengawasan pendahuluan sumber-sumber daya financial.
2. Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control)
Pengawasan yang terjadi ketika pekerjaan dilaksanakan. Memonitor pekerjaan
yang berlangsung guna memastikan bahwa sasaran-sasaran telah dicapai.
Concurrent control terutama terdiri dari tindakan-tindakan para supervisor yang
mengarahkan pekerjaan para bawahan mereka. Direction berhubungan dengan
tindakan-tindakan para manajer sewaktu mereka berupaya untuk:
- Mengajarkan para bawahan mereka bagaimana cara penerapan metode-
metode serta prosedur-prsedur yang tepat.
- Mengawasi pekerjaan mereka agar pekerjaan dilaksanakan sebagaimana
mestinya.

3. Pengawasan Feed Back (feed back control)


Pengawasan Feed Back yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksakan,
guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan
standar.
Pengawasan yang dipusatkan pada kinerja organisasional dimasa lalu. Tindakan
korektif ditujukan ke arah proses pembelian sumber daya atau operasi-operasi
aktual. Sifat kas dari metode-metode pengawasan feed back (umpan balik) adalah
bahwa dipusatkan perhatian pada hasil-hasil historikal, sebagai landasan untuk
mengoreksi tindakan-tindakan masa mendatang.
Adapun sejumlah metode pengawasan feed back yang banyak dilakukan oleh dunia
bisnis yaitu:
- Analysis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis)
- Analisis Biaya Standar (Standard Cost Analysis)
- Pengawasan Kualitas (Quality Control)
- Evaluasi Hasil Pekerjaan Pekerja (Employee Performance Evaluation)
38
14. Tahap-tahap Proses Pengawasan
Tahap Proses Pengawasan, yaitu :
1. Tahap Penetapan Standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang
digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang
umum yaitu :
- standar phisik.
- standar moneter
- standar waktu
2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat.
3. Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue, yang berupa atas, pengamatan,
laporan, metode, pengujian, dan sampel.
4. Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa
Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan
menganalisanya mengapa bisa terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat
pengambilan keputusan bagai manajer.
5. Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi
Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada
perbaikan dalam pelaksanaan.

15. Pengertian Pembuatan Keputusan


Pengambilan keputusan adalah pekerjaan sehari-hari dari manajemen. Seorang
eksekutif, manajer, kepala bagian, direktur, presiden, rektor, dekan, dan pejabat
apapun, kehidupan mereka dalam organisasi selalu bergumul dengan keputusan.
Sebagian waktu mereka harus dicurahkan pada penyelesaian masalah dan
pengambilan keputusan.
Berikut ini beberapa pendapat ahli mengenai pengertian pembuatan keputusan atau
pengambilan keputusan.
1. Handoko (1998), pembuatan keputusan didefenisikan sebagai penentuan
kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
2. Usman (2009), pengambilan keputusan ialah proses memilih sejumlah
alternatif.

39
3. Salusu (2006), Pengambilan keputusan adalah proses memilih suatu
alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi. Proses itu
untuk menemukan dan menyelesaikan masalah organisasi.
Dari beberapa pendapat ahli di atas, ada beberapa kata kunci yang perlu
diperhatikan:
1. Ada permasalahan
2. Proses pemilihan alternatif
3. Pencapaian tujuan (penyelesaian masalah)

Tipe Tipe Pembuatan Keputusan


1. Keputusan terprogram (programmed decision)
Keputusan yang dibuat untuk menangani situasi / masalah yang cukup sering
terjadi, sehinnga pembuat keputusan dapat membuat aturan-aturan pembuatan
keputusan untuk diterapkan di masa depan. Misalnya keputusan untuk memesan
persediaan ketika persediaan berada pada level tertentu.
2. Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision)
Keputusan yang dibuat dalam menanggapi situasi yang unik, tidak familier dan
tidak terstruktur serta menimbulkan konsekuensi-konsekuensi penting bagi
organisasi.banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis,
karena ketidakpastiannya begitu besar dan keputusan merupakan hal yang sangat
kompleks.
3. Keputusan setengah terprogram
Keputusan yang sebagian dapat deprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan
sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini bersifat rumit dan membutuhkan
perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci.

Proses Pengambilan Keputusan


Menurut Handoko (1998), ada tujuh tahap dalam pengambilan keputusan, yaitu:
1. Pemahaman dan perumusan masalah
Sering kali manajer menghadapi kenyataan bahwa masalah yang sebenarnya sulit
ditemukan. Bahkan hanya mengidentifikasikan gejala masalah, bukan penyebab
yang mendasar. Untuk mempermudah identifikasi masalah, manajer dapat
melakukan beberapa cara. Pertama, manajer secara sistematik menguji hubungan-
hubungan sebab akibat. Kedua, manajer mencari penyimpangan-penyimpangan
atau perubahan-perubahan dari situasi normal. Ketiga, berkonsultasi dengan

40
pihak lain yang mampu memberikan pandangan dan wawasan yang berbeda tentang
masalah.
2. Pengumpulan dan analisa data yang relevan
Para manajer harus menentukan data-data apa yang akan dibutuhkan untuk
membuat keputusan yang tepat, dan kemudian mendapatkan informasi tersebut.
3. Pengembangan alternatif-alternatif
Pengembangan sejumlah alternatif penyelesaian masalah, memungkinkan manajer
menolak kecenderungan untuk membuat keputusan terlalu cepat dan membuat
lebih mungkin pencapaian keputusan yang efektif. Dalam tahap ini, manajer harus
berupaya untuk memunculkan alternatif penyelesaian masalah sebanyak mungkin,
yang dirasa cocok dengan permasalahan yang ada.
4. Evaluasi alternatif-alternatif
Setelah mengumpulkan berbagai alternatif, manajer harus mengevaluasi satu
persatu efektivitas alternatif-alternatif yang ada terhadap penyelesaian masalah.
Efektivitas dapat diukur dengan dua kriteria: apakah alternatif realistik bila
dihubungkan dengan tujuan dan sumber daya organisasi, dam seberapa baik
alternatif akan membantu penyelesaian masalah.
5. Pemilihan alternatif terbaik
Dalam tahap ini, manajer memilih satu dari beberpa alternatif yang telah
dievaluasi. Pilihan alternatif terbaik sering juga merupakan kompromi di antara
berbagai faktor yang telah dipertimbangkan
6. Implementasi keputusan
Implementasi keputusan menyangkut lebih dari sekedar pemberian perintah.
Manajer harus menetapkan anggaran, jadwal kegiatan, mengadakan dan
mengalokasikan sumber-sumber daya yang diperlukan, serta menugaskan tanggung
jawab dan wewenang pelaksanaan tugas-tugas tertentu. Selain itu, pada tahap ini
manajer juga perlu menetapkan prosedur laporan kemajuan periodik dan
mempersiapkan tindakan korektif bila masalah baru muncul dalam pelaksanaan
keputusan.
7. Evaluasi hasil keputusan
Implementasi keputusan harus dimonitor terus menerus. Manajer harus
mengevaluasi apakah implementasi dilakukan dengan lancar dan keputusan yang
diambil memberikan hasil-hasil yang diinginkan.

16. Fungsi Pemimpin Dan Kepemimpinan Serta Kaitannya Dengan Fungsi-


Fungsi Manajemen Lainnya.
41
Dalam bahasa pemimpin sering disebut penghulu, pemuka, ketua dan
sebagainya.Sedangkan istilah memimpin digunakan dalam konteks hasil
penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi
orang lain dengan berbagai cara. Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang
memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang
sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama
melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan -
khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang ,sehingga dia mampu
mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas
tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 :
181).Dengan ini seorang pemimpin juga harus dapat memberi sebuah motivasi
kepada orang lain .
Dimana motivasi merupakan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong,
merangsang atau menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan
yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuan.Jadi dapat kita ambil
kesimpulan mengenai kaitan kepemimpinan dengan motivasi adalah seorang
pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memotivasi orang lain.agar orang-
orang yang dibawah kepimpinannya dapat bekerja dengan maksimal.
Di dalam sebuah kepemimpinan, seorang pemimpin memiliki gaya yang berbeda
dalam kepemimpinannya,terdapat beberapa gaya kepemimpinan,yaitu:
1. Gaya kepemimpinan autokratis
Menurut Rivai (2003), kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang
menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan
pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam
organisasi. Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis
mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya
sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara
sepihak dan meminimalis partisipasi karyawan.Adapun cirri-ciri kepemimpinan
autokratis adalah:
1. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin.
2. Teknik dan langkah-langkah kegiatan didikte oleh atasan setiap waktu.
3. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap
anggota.

2. Gaya kepimipinan demokratis atau partisipatif


42
Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu struktur yang
pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang
kooperatif. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral
tinggi,dapat bekerja sama,mengutamakan mutu kerja,dan dapat mengarahkan diri
sendiri (Rivai,2006,p.61).Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukaanto),
1. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil
dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan
kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin
menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih
3. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan
pembagian tugas ditentukan oleh kelompok.

3. Gaya kepemimpianan Laissez-faire (Kendali Bebas)


Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara
keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan
keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya
paling sesuai (Robbins dan coulter),dan menurut Sukanto cirri-ciri kepemimpinan
kendali bebas,yaitu :
1. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi
minimal dari pemimpin.
2. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang
membuat orang selalu siap bila dia akan memberi informasi pada saat ditanya.
3. Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
4. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau
pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian.

Teori kepemimpinan
1. Great man theory
Setiap jaman memiliki pemimpin besar. Perubahan sosial terjadi karena para
pemimpin besar memulai dan memimpin perubahan dan menghalangi orang lain
yang berusaha membawa masyarakat kearah yang berlawanan (James, 1980).
2. Situational theory
Kepemimpian dipengaruhi oleh situasi dimana faktor-faktor tertentu dari situasi
menentukan ciri-ciri pemimpin yang sesuai untuk situasi tersebut.Munculnya
pemimpin dalam suatu organisasi tergantung pada aspek karakteristik birokrasi,
43
organisasi informal, karakteristik hubungan antara atasan bawahan, rancangan
tugas yang memungkinkan individu mencapai aktualisasi diri dan aspek kesesuaian
antara sasaran organisasi dengan sasaran individual para anggotanya(Bennis,
1981).
3. Psikoanalysis Approach
Pemimpin kharismatik muncul karena disamping kebesaran mereka pada saat yang
tepat orang-orang di sekelilingnya sedang membutuhkan pertolongan dan atau
tempat bergantung (Kets de Vries, 1980).

Mengatasi konflik Organisasi dengan teori kepemimpinan


Robbin (1996: 431) mengatakan konflik dalam organisasi disebut sebagai The
Conflict Paradoks, yaitu pandangan bahwa di sisi konflik dianggap dapat
meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan
organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik. Pandangan ini dibagi
menjadi tiga bagian, antara lain:
1. Pandangan tradisional (The Traditional View). Pandangan ini menyatakan
bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus
dihindari. Konflik disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan
irrationality. Konflik ini merupakan suatu hasil disfungsional akibat komunikasi
yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang orang, dan
kegagalaan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.
2. Pandangan hubungan manusia (The Human Relation View. Pandangan ini
menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar terjadi di
dalam kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang tidak
dapat dihindari karena di dalam kelompok atau organisasi pasti terjadi perbedaan
pandangan atau pendapat antar anggota. Oleh karena itu, konflik harus dijadikan
sebagai suatu hal yang bermanfaat guna mendorong peningkatan kinerja
organisasi. Dengan kata lain, konflik harus dijadikan sebagai motivasi untuk
melakukan inovasi atau perubahan di dalam tubuh kelompok atau organisasi.
3. Pandangan interaksionis (The Interactionist View). Pandangan ini cenderung
mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik. Hal ini disebabkan
suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan serasi cenderung menjadi
statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, menurut
pandangan ini, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara
berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat,
kritis diri, dan kreatif.
44
Dapat kita simpulkan konflik dalam sebuah organisasi perlu sedikit
dipertahankan,karen dengan adanya konflik dapat berdampak positif,yaitu dengan
adanya kedinamisan dan inovatif dalam lingkungan organisasi .Konflik dalam
organisasi merupakan tipe yang banyak terjadi di dalam organisasi-
organisasi.Contohnya konflik antar lini dan staf atau peekerja dengan
pekerja.Dalam hal ini seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang
baik dapat menengahi konflik dengan memutuskan atau menyelesaikan konflik
tersebut dengan bijaksana dan adil,lalu seorang pemimpin harus bisa mengarahkan
sebuah konflik menjadi konflik yang berdampak positif.
Fungsi-fungsi Manajemen
1. Fungsi perencanaan atau planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti
dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
tersebut.
2. Fungsi Pengorganisasian atau Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya
manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan
rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
3. Fungsi Pengarahan atau Directing atau Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk
meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan
lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian atau Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar
yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika
diperlukan.
Fungsi Kepemimpinan Kaitannya dengan fungsi-fungsi manajemen
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu
fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang
bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :

1. Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan


administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
2. Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing,
staffing, directing, commanding, controling, d an sebagainya.

45
Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan
tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan dengan hal
tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan berhubungn
langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok masing-masing yang
mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan berada diluar
situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian didalam situasi sosial
keiompok atau organisasinya. Dapat disimpulkan bahwa kaitan fungsi
kepemimpinan dan fungsi-fungsi manajemen adalah seorang pemimpin harus bisa
menjalankan dengan baik kepemimpinannya agar terwujudnya atau terlaksanannya
fungsi-fungsi manajemen dengan baik juga.

Referensi :
- Wijayanto. 2012. Pengantar Manajemen. PT Gramedia Pustaka Utama :
Jakarta.
- Wijayanto. D. 2008. Dasar-dasar Manajemen. Badan Penerbit Undip.
Semarang.
- Hasibuan, M.S. 1989. Manajemen : Dasar, Pengertian, dan Masalah. CV
Haji Maagung : Jakarta.
- Griffin, R. W. 2004. Manajemen. Jilid 1. Edisi 7. Penerbit Erlangga :
Jakarta.
- www.wikipedia_indonesia.co.id
- www.google.com
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

46
Asas - Asas Manajemen

6 Unsur Manajemen :

1. Money

2. Market

3. Metode

4. Material

5. Main

6. Mechine

POACH + 6 M + TIME + INFORMASI


-. Manajemen ilmu,sains,art
-.Sejarah perkembangan manajemen
Pendekatan Dalam Manajemen

Manajemen = Manas = Tangan " Bahasa Itali " Etimologi to Control by Hand.

Secara terminologi dikategorikan dalam 2 kelompok :

1. Pendefinisian manajemen : Penekanan optimasi dan koordinasi,pemanfaatan


sumber-sumber/tugas-tugas pencapaian tujuan

2. Penekanan fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan.

Kritik
Prinsip umum Manajemen

Latar belakang

47
. Empat belas Prinsip Manajemen yang dikembangkan oleh Henri Fayol (1841-1925) dan telah
dianggap sebagai salah satu organisasi klasik teori yang secara universal berlaku untuk setiap
jenis organisasi.

Teori organisasi klasik adalah teori tradisional dan tetap menjadi fondasi yang lainnya teori
organisasi sekolah telah dibangun. Oleh karena itu banyak analisis berikutnya menganggap
pemahaman itu.

Dipengaruhi oleh revolusi industri di tahun 1700-an dan terkait dengan profesi mekanik dan
teknik industri, prinsip-prinsip mendasar dikembangkan berdasarkan asumsi-asumsi sebagai
berikut:

1. Organisasi dan individu berperilaku sesuai dengan prinsip-prinsip


ekonomi yang rasional.

2. Salah satu cara terbaik untuk mengatur produksi adalah melalui


penyelidikan yang sistematis dan ilmiah.

3. Organisasi ini didirikan untuk memenuhi produksi dan ekonomi


yang berhubungan dengan tujuan.

Kita juga harus ingat bahwa kepercayaan awal teori manajemen, termasuk Henri Fayol, tentang
bagaimana organisasi bekerja atau harus bekerja adalah refleksi langsung dari nilai-nilai sosial
periode itu. Evolusi teori ini di era pekerja yang dipandang sebagai bagian dari mesin, bukan
sebagai individu. . Selain itu, peralatan yang mahal dan sulit terjangkau. Sebagai
konsekuensinya, penggunaan tenaga kerja dengan alat mereka sendiri untuk menggantikan mesin
yang digerakkan oleh kekuasaan yang berlaku.

Henri Fayol, seorang eksekutif Perancis engineer dan Managing Director perancis besar
perusahaan pertambangan lokal, mengembangkan komprehensif pertama teori
manajemen, Administrasi Industrielle et Generale (diterbitkan di Perancis pada tahun 1916),
hampir diabaikan di Amerika Serikat sampai terjemahan bahasa Inggris, umum dan industri
Manajemen, muncul pada tahun 1949. Sejak itu, sumbangannya telah diakui secara luas sebagai
landasan dan karya signifikan.

48
Tema Utama

Fayol mengusulkan bahwa manajemen adalah sebuah kegiatan umum bagi semua manusia yang
terlibat dalam organisasi. Prinsip-prinsip-Nya terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:

1. Pembagian kerja. Output dapat ditingkatkan dengan spesialisasi,


membuat karyawan menjadi lebih efisien.

2. Otoritas. Hak atau kekuasaan untuk memberi perintah kepada


bawahan adalah otoritas. Dimanapun otoritas ada, tanggung jawab
muncul.

3. . Disiplin. Karyawan harus mematuhi aturan organisasi. Disiplin yang


baik harus berasal dari perjanjian antara perusahaan dan karyawan
dengan keadilan dan pemahaman yang jelas tentang kedua belah
pihak. Hukuman dapat diterapkan untuk pelanggaran aturan.

4. Kesatuan Komando. Setiap bawahan harus menerima pesanan dari


satu lebih unggul.

5. Kesatuan Arah. Organisasi kegiatan yang memiliki tujuan yang sama


harus dibimbing oleh seorang manajer, dengan menggunakan satu
rencana.

6. Interests subordinasi individu untuk Kepentingan


Umum.Kepentingan satu karyawan (atau kelompok karyawan) tidak
boleh mendahului atas kepentingan organisasi secara keseluruhan.

7. . Remunerasi. Para karyawan harus dibayar upah yang adil. Hadiah


harus digunakan sebagai alat dorongan.

8. Sentralisasi. Tingkatan yang bawahan terlibat dalam pengambilan


keputusan. Apakah keputusan yang terpusat atau terdesentralisasi
adalah soal proporsi.

49
9. Rantai skalar. Garis kewenangan dari atas ke terendah jajaran
manajemen.

Untuk menghindari keterlambatan, komunikasi lintas dapat diperbolehkan apabila


disetujui oleh semua pihak yang terlibat.

10. Order. Bahan dan orang harus berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.

11.Ekuitas. Para manajer harus menjadi baik dan adil kepada bawahan
mereka

12.Periode Jabatan stabilitas Personnel. Perputaran karyawan tinggi


menjadi sumber inefisiensi. Para manajer harus memastikan pengganti
di tangan ketika kekosongan muncul.

13.Inisiatif. Kekuatan berpikir keluar, mengusulkan dan


mengeksekusi.Manajemen harus mendorong karyawan untuk berasal
dan melaksanakan rencana. Mendesak ini cenderung untuk
meningkatkan tingkat usaha.

14.Esprit de Corps. Menumbuhkan semangat tim adalah cara untuk


membangun harmoni dan persatuan di antara karyawan.

Perbandingan Henri Fayol kepada Frederick Taylor

Henri Fayol Frederick W. Taylor

1841-1925 1841- 1856-1915 1856-


1925 1915

Administrasi Ahli teori


umum teoretisi manajemen ilmiah

1916 1916 1911 1911

50
Prinsip umum Management Prinsip
Manajemen Manajemen Ilmiah

Menggarisbawahi EMenekankan pada


semua elemen teknologi dan
yang diperlukan prosedur yang
untuk mengatur digunakan oleh
dan mengelola pekerja
perusahaan individu meningkat
secara kan efisiensi.
keseluruhan.

Top down Bottom up

Kesimpulan
Berbeda dengan The Principles of Scientific Management, yang diperkenalkan pada tahun 1911
oleh Frederick Winslow Taylor, salah satu dari teori klasik yang menonjol dalam periode
bersamaan, yang menekankan pada teknologi yang digunakan oleh individu pekerja dalam
rangka meningkatkan efisiensi produksi; Fayol menggarisbawahi semua elemen diperlukan
untuk mengatur dan mengelola sebuah perusahaan besar secara keseluruhan.

Kontribusi utamanya adalah pada titik bahwa ia adalah penganut teori administrasi umum
pertama yang mengembangkan teori lengkap penuh dengan menyarankan para manajer apa yang
harus dilakukan dan apa yang merupakan praktek-praktek manajemen yang baik. Lebih dari
delapan dekade telah berlalu sejak prinsip-prinsip ini diusulkan. Seperti kita bergerak ke usia
industri yang pesat dan perkembangan teknologi, Anda mungkin berpikir prinsip-prinsip ini
hanya akal sehat saat ini. Penting untuk memahami bahwa hal itu benar-benar membutuhkan
intuisi untuk mengusulkan gagasan seperti yang signifikan dalam lingkungan di mana tidak ada
batas yang jelas pekerja dan tanggung jawab pengelolaan, tidak adanya standar kerja yang
efektif, dan tidak ada konsep yang jelas tentang bagaimana organisasi bekerja dan bagaimana
mereka harus terstruktur atau dikelola.

51
Namun demikian, ada beberapa keterbatasan dan argumen pada unsur-unsur tertentu dari prinsip-
prinsip yang diusulkan. Sebagai contoh, Pembagian kerja / spesialisasi, yang berarti membagi
pekerjaan ke dalam tugas-tugas khusus dan berulang-ulang agar mereka sesederhana
mungkin. Argumen adalah pekerjaan yang dapat menjadi terlalu khusus. Ketika ini terjadi,
karyawan mengungkapkan rasa frustrasi dan bosan dengan mengambil hari libur, bersosialisasi
sekitar daripada berkonsentrasi dalam pekerjaan mereka sendiri, dan mengabaikan kualitas
pekerjaan. Akhirnya, efisiensi menurun.

Kontroversi lain adalah pada prinsip Komando Kesatuan. Sementara Fayol dan banyak ahli teori
klasik percaya bahwa seorang bawahan harus mempunyai satu lebih unggul daripada yang ia
atau dia langsung bertanggung jawab, teoretisi kontemporer melihat prinsip ini logis hanya
ketika organisasi relatif sederhana.Namun dalam beberapa keadaan, Kesatuan Komando
menyebabkan kaku seperti yang kita lihat dari struktur matriks, yang menciptakan rantai
komando ganda dan benar-benar melanggar aturan Fayol.

Contoh terakhir saya kontroversi terkait dengan Otoritas. Fayol diasumsikan otoritas adalah
kekuasaan yang berasal dari posisi manajerial.Kekuatan ini adalah satu-satunya sumber pengaruh
terhadap bawahannya.Oleh karena itu, manajer semua kuat dalam setiap aspek.

Ini bisa jadi benar lima puluh tahun yang lalu ketika staf yang kurang penting. Saat ini, kondisi
sebelumnya tidak lagi ada. Otoritas dari hak yang sah tidak sama dengan kekuasaan, yang dapat
disebut kapasitas seorang individu untuk mempengaruhi keputusan. Akibatnya, sebuah fokus
eksklusif pada otoritas menghasilkan sempit, tidak realistis melihat pengaruh dalam organisasi.

Mengingat fakta bahwa semua perubahan yang telah terjadi di lingkungan selama lebih dari
delapan puluh tahun, beberapa unsur prinsip-prinsip Fayol pasti menjadi terbatas. TPadahal,
untuk sebagian besar, mereka masih memberikan wawasan berharga mengelola organisasi yang
efektif dan efisien.

Bagaimana artikel ini dapat memberikan kontribusi kepada studi lebih lanjut tentang
"Manajer dan Mengelola"?

Seperti disebutkan sebelumnya, unsur-unsur tertentu mungkin tidak sesuai dengan zaman
sekarang. Dengan meninjau semua elemen, memeriksa dampak pada manajemen prinsip-prinsip
ini di era teknologi informasi saat ini, dan menyelidiki secara mendalam mengapa unsur-unsur

52
tertentu yang tidak bisa diterapkan dalam lingkungan yang berubah cepat ini; ini prinsip-prinsip
empat belas manajemen dapat berkontribusi sebagai alat untuk penelitian lebih lanjut.

A. ASAS - ASAS MANAJEMEN

Istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yaitu :


1. manajemen sebagai proses
2. manajemen sebagai kolektifitas orang-orang yang melakukan manajemen
3. manajemen sebgai suatu seni dan ilmu

Beberapa pengertian manajemen :


Menurut Ensiklopedia of the social science :
Manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan
tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Menurut Haiman :
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain
dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut George R. Terry :
Manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan
mempergunakan kegiatan orang lain.

Manajer pada umumnya mempunyai kegiatan antara lain :


Planning, organizing, staffing, directing, dan controlling, hal ini pun dapat kita
kenali sebagai proses manajemen, fungsi manajemen bahkan unsur
manajemen.

Para ahli manajemen seperti ;

Chaster I Barnard
Henry Fayol Mereka beranggapan bahwa manajemen
Alfin Brown adalah ilmu sekaligus seni.
Horald Kontz
Cyrl
George R Terry
53
Manajemen sebagai seni = Berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata
mendatangkan hasil atau manfaat (dengan pemakaian pengetahuan manajemen
pada situasi tertentu).

Manajemen sebagai Ilmu = Berfungsi menerangkan fenomena-fenomena,


keadaan, penjelasan tentang manajemen itu sendiri (yang melahirkan teori,
pendapat, statemen yang dapat dipertahankan, teruji dan terbukti).

Enam M yang digunakan manajer :


Man = Manusia dengan kata lain sumber daya manusia
Money = Modal / investor
Material = Bahan baku
Machine = Mesin / alat
Methode = Cara / Sistem
Market = Pasar / Konsumen

Manajemen dari sudut proses


Planning = perencanaan
Organizing = pengorganisasisan, pembagian kerja/wewenang, tanggung jawab
Staffing = penyusunan personalia, sesuai kemampuan dan pendidikan
Directing = pemberian bimbingan, arahan, perintah kepada bawahan
Controlling = pengawasan atau pengendalian kerja sesuai arah tujuan organisasi

Fungsi-fungsi manajemen
Loise A. allen = Leading, planning, organizing, controlling
Prajudi Atmosudirjo = planning, organizing, directing/actuating, controlling
Henry Fayol = planning, organizing, commanding, coordinating,
controlling.
Luther Gullich = planning, organizing, staffing, directing, coordinting,

54
reporting, budgetting.
Dr. S.P. Siagian, MPA = planning, organizing, motivating, controlling.
George R. Terry = planning, organizing, actuating, controlling.

Dr. Winardi, SE = planning, organizing, coordinating, actuating, leading,


communication, controlling.
The Liang Gie = planning, decission making, directing, coordinating,
controlling, improving.

(dapat ditambahkan perbandingan masing-masing pendapat tersebut,


kelebihan, dan kekurangan).
Kombinasi dari masing-masing penulis diatas adalah :
(Dikenal juga dengan istilah 10 fungsi-fungsi manajemen)
a. Forcasting
b. Planning
c. Organizing
d. Staffing/ assembling resources
e. Directing / Commanding
f. Leading
g. Coordinating
h. Motivating
i. Controlling
j. Reporting
1
Definisi Manajemen

Dari literature yang ada, manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian,
yaitu :

A. Manajemen sebagai suatu proses :

a. yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu


dilaksanakan dan diawasi (menurut Encyclopedia of Social Science)

b. yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain,
mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan
(menurut Haiman)

55
c. yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu
dengan melalui kegiatan orang lain (menurut George R.Terry)

B. Manajemen sebagai suatu kolektivitas, yaitu merupakan suatu kumpulan dari


orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Kolektivitas
atau kumpulan inilah yang disebut manajemen. Sedangkan orang yang
bertanggung jawab terhadap berjalannya suatu tujuan atau berjalannya
aktivitas manajemen disebut manajer.

C. Manajemen sebagai suatu ilmu atau seni, melihat bagaimana aktivitas


manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. (Menurut
Henry Fayol, Alvin Brown Harold, George R.Terry, dan Koontz Cyrill ODonnel).
2
Fungsi-fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen menurut beberapa penulis, antara lain :

Loise A. Allen = Leading, planning, organizing, controlling


Prajudi Atmosudirjo = planning, organizing, directing/actuating, controlling
Henry Fayol = planning, organizing, commanding, coordinating, controlling.
Luther Gullich = planning, organizing, staffing, directing, coordinating,
reporting, budgetting.
Dr. S.P. Siagian, MPA = planning, organizing, motivating, controlling.
George R. Terry = planning, organizing, actuating, controlling.
Dr. Winardi, SE = planning, organizing, coordinating, actuating, leading,
communication, controlling.
The Liang Gie = planning, decission making, directing, coordinating,
controlling, improving.
Pada hakekatnya fungsi-fungsi di atas dapat dikombinasikan menjadi 10
fungsi, yaitu :

A. Forcasting (ramalan), yaitu kegiatan meramalkan, memproyeksikan tehadap


kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.

B. Planning (perencanaan) yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan


untuk mencapai hasil yang diharapkan.

C. Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai


tujuan,termasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi,tugas dan
fungsinya.

D. Staffing/ assembling resources (penyusunan personalia) yaitu penyusunan


personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru,latihan dan pengembangan

56
sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada
organisasi.

E. Directing / Commanding ( pengarahan atau mengkomando ) yaitu usaha


memberi bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-
masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan
benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

F. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

G. Coordinating (koordinasi) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaanagar tidak


terjadi kekacauan dan saling lempar tanggung jawab dengan jalan
menghubungkan menyatu-padukandan menyelaraskan pekerjaan bawahan.

H. Motivating (motivasi) yaitu pemberian semangat,inspirasi dan dorongan kepada


bawahan agar mengerjakankegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.

I. Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan


untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.

J. Reporting (pelaporan) yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis


maupun lisan.
1
Definisi Efektif

yaitu kemampuan guna memilih berbagai alternative yang ada untuk


mencapai tujuan yang diinginkan.
1
Definisi Efisien

Yaitu kemampuan menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar,dicapai dengan


menghitung tingkat ratio dari keluaran (output) dan masukan (input).berapa besar
biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan dibandingkan dengan hasil atau
pendapatan yang diterima dari tercapainya tujuan tersebut.

Manajemen adalah sebuah proses

Fungsi-fungsi manajemen

Sumber-sumber manajemen

57
Tugas-tugas manajemen

Tujuan dan sasaran

Tujuan Manajemen : Efektivitas dan Efisiensi

Administrasi

Organisasi

Manajemen

Keputusan

Pengambil Keputusan

Human Resource

Manusia

Manajemen sebagai profesi : pengambil keputusan dengan melihat situasi dan kondisi
Manajer : Keterampilan : Generalis

Teknis

Administratif

Hubungan Kemanusiaan

Konseptual

Diagnosa

Penilaian Seorang Manajer :

Keterampilan manajemen dari seorang manajer

Motivasi

58
Pengetahuan manajemen

Pendekatan manajemen : pemikiran manajemen yaitu yang menunjuk pada teori dan
prinsip-prinsip yang menuntun orang di dalam organisasi.
Seseorang harus memahami teori manajemen secara hakekat
5 Pendekatan utama di dalam teori manajemen :

1. Pendekatan Pra Klasik :

Robert Owen : Manusia adalah aset yang paling penting di dalam manajemen
sehingga perlu adanya perbaikan kondisi pekerjaan dan kehidupan pekerja.

Charles Babbage : Didalam proses pelaksanaan tugas-tugas dan sumber daya


organisasi di dalam proses pencapaian tujuan harus ada pembagian kerja dan
spesialisasi.

2. Pendekatan Klasik :

Pendekatan manajemen birokrasi,Mark Webber : Ada sebuah bentuk organisasi


yang memburuhkan manajemen khusus.

Dasole : Tidak sesuai harapan dengan kenyataan


Pendekatan Prilaku

Pendekatan hubungan kemanusiaan

Tingkat produktivitas organisasi tanpa di manage.

"Abraham Maslow dan Douglas Mc Gregor"


Abraham Maslow : Teori Motivasi

Kebutuhan Dasar

Kebutuhan Keamanan

Kebutuhan sosial

59
Kebutuhan Harga Diri

Kebutuhan Aktualisasi Diri

Douglas Mc Gregor : Teori X dan Y


" Sifat manusia ada 2 yang saling bertentangan"
teori x manusia memiliki sifat negatif.
teori y pada dasarnya manusia itu bersifat positif,memandang manajemen sebagai
manusia sosial.
Pendekatan Manajemen yang di sebut dengan Pendekatan Kontemporer

Teori Manajemen Kontemporer.

Beberapa pendekatan sudah dibicarakan dimuka, dimana pendekatan-pendekatan


tersebut mengalami perkembangan. Ada beberapa perkembangan yang cenderung
mengintegrasikan pendekatan-pendekatan sebelumnya, menjadikan batas-batas
pendekatan yang telah dibicarakan menjadi tidak jelas. Namun demikian ada
pendekatan yang tetap berakar pada pendekatan-pendekatan tertentu. Bagian berikut
ini akan membicarakan pendekatan baru dalam manajemen :

1) Pendekatan Sistem

Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan.
Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan, terdiri dari
bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem), dan sistem/organisasi tersebut akan
berinteraksi dengan lingkungan.

Pada proses selanjutnya pendekatan inilah yang selama ini digunakan dalam sistem
manajemen pendidikan di indonesia. Sebelum munculnya sistem pendekatan-
pendekatan yang baru.

Manajemen Teori & Praktek (Pendekatan Kontemporer)

Meskipun Taylor memperkenalkan penggunaan ilmu pengetahuan sebagai


alat manajemen, tetapi kebanyakan organisasi tidak mengadopsi
penggunaan kuantitatif manajemen hingga Perang Dunia - II dengan

60
perencana militer untuk pertahanan & masalah-masalah logistik.

Pendekatan membantu manajer membuat keputusan dengan


mengembangkan model matematika formal di tangan dari
masalah. Computers have facilitated the development of scientific
quantitative methods. Komputer telah memfasilitasi pengembangan ilmiah
metode kuantitatif.
CONTOH: - Statistik teori keputusan, analisis titik impas, simulasi, untuk
casting model persediaan, dll.
- Manajer tidak tergantung pada teknik & menggunakannya hanya sebagai
suplemen & alat dalam pengambilan keputusan & alasan adalah:
- Banyak manajer akan menggunakan hasil yang konsisten dengan
pengalaman mereka, intuisi (indra keenam), dan penilaian dan mereka
mungkin menolak hasil yang bertentangan dengan kepercayaan mereka.
- Kebanyakan manajer tidak pernah dilatih untuk menggunakan alat
manajemen kuantitatif.
- Akhirnya banyak keputusan-keputusan manajerial non - rutin & tidak
terduga.

KONSEP KUNCI
- Aplikasi analisis kuantitatif untuk keputusan manajemen.

MASUKAN
- Mengembangkan metode-metode matematis tertentu analisis masalah.
- Membantu manajer memilih alternatif terbaik di antara himpunan.

PEMBATASAN
- Models mengabaikan faktor non diukur.
- Manajer tidak terlatih dalam teknik-teknik & mungkin tidak percaya atau
memahami teknik, hasil.
- Tidak cocok untuk non rutin atau tak terduga keputusan manajemen.

II. PERILAKU ORGANISASI

61
Selama tahun 1950 transisi [sunting] terjadi pada pendekatan hubungan
manusia. Sarjana mulai mengenali bahwa produktivitas pekerja &
keberhasilan organisasi didasarkan pada lebih maka kepuasan ekonomi atau
kebutuhan sosial. Calon yang telah direvisi, yang dikenal sebagai perilaku
organisasi, studi & mengidentifikasi kegiatan-kegiatan manajemen yang
mempromosikan efektivitas karyawan melalui pemahaman sifat yang
kompleks ...

Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Organisasi

Faktor eksternal organisasi terdiri atas unsure-unsur yang berada di luar


organisasi, dimana unsure ini tidak dapat dikendalikan dan diketahui terlebih
dahulu oleh manajer, tapi mempengaruhi manajer dalam mengambil
keputusan.

Faktor Eksternal organisasi terbagi menjadi dua, yaitu :

a. lingkungan mikro, yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung


terhadap kegiatan manajemen yang terdiri atas, penyedia, langganan, para
pesaing, lembaga perbankan, dan bukan bank, dll.

b. Lingkungan makro, yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh tidak langsung,


seperti kondisi perekonomian, perubahan teknologi, politik, social, dsb.

Faktor internal yaitu unsur-unsur yang terdapat di dalam lingkungan


organisasi, antara lain :

a. Sumber Daya, yaitu input-input dalam proses produksi. Adayang berwujud


(antara lain sumber daya keuangan, organisasi, fisik, dan teknologi), dan ada
yang tak berwujud (yaitu sumber daya manusia, organisasi, dan reputasi)

b. Financial (uang)

c. Management (manajemen)

Pengantar Manajemen dan Bisnis

62
Manajemen :
Suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau
pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau
maksud-maksud yang nyata.
SENI
Daya cipta yang timbul dari dalam diri seseorang untuk mewujudkan sesuatu
Kemahiran yang diperoleh dari praktik atau pengalaman
DIDASARKAN ATAS
Perasaan
Terkaan
Diuraikan
opini
DIKEMBANGKAN DENGAN
Latihan
ILMU
Adanya objek pengenal
Disusun secara sistematis
Menggunakan metode keilmuan
Bebas dari prasangka
Dapat dipelajari dan diajarkan
DIDASARKAN ATAS
Pembuktian
Diramalkan
Dirumuskan
Diukur dan dibandingkan
DIKEMBANGKAN DENGAN
pengetahuan
George R Terry
Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta
menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dengan ujalan
menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai
hasil yang diinginkan
Rencana sejumlah kputusan yang menjadi pedoman untuk mencapai pedoman
untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Jadi , setiap rencana mengandung dua unsur yaitu tujuan dan pedoman
Kegiatan dari Fungsi Perencanaan
1. Meramalkan
2. Menetapkan maksud tujuan
3. Mengacarakan
4. Menyusun tata waktu
5. Menyusun anggaran belanja
6. Memperkembangkan prosedur
7. Menetapkan dan menafsirkan

63
Keuntungan dan Kerugian Perencanaan
Keuntungan
1. Teratur dan bertujuan
2. Meminimalisir pekerjaan yang tidak produktif
3. Menggunakan alat pengukur yang dicapai
4. Menggunakan fasilitas yang tersedia
5. Pedoman tentang arah, motif, komunikatif (efektif)
6. Melihat hubungan-hubungan aktivitas
7. Landasan pengawasan
Kelemahan
1. Tidak dapat menentukan terjadinya sesuatu dengan pasti
2. Membutuhkan biaya besar
3. Merupakan penghalang psikologis
4. Sebagai suatu cara kerja dengan paksaan tentang apa yang telah digariskan
5. Menitik beratkan perhatian pada masalah yang dihadapi menurut kenyataan dari
pada pemikiran yang jelas
Konsep Nilai/ Laba
Nilai ekonomis diciptakan oleh kegiatan yang terjadi dalam mekanisme pasar antara
pembeli dan penjual.
Laba Kelebihan nilai antara yang diterima dengan yang diberikan oleh suatu
perusahaan.
Utility Kelebihn nilai yang diperoleh oleh pembeli.
Strategi :
Pedoman arah dan kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi kekuatan dan
kelemahan perusahaan.
Strategi Perusahaan :
Sebuah rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan
keterbatasan faktor-faktor produksinya.
Etika Bisnis
Hubungan dengan konsumen
Hubungan dengan karyawan
Hubungan antar bisnis
Hubungan dengan investor
Hubungan dengan lembaga keuangan
Bentuk-Bentuk Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis
Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila
Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Perkebunan Inti Rakyat (PIR)
Sistem Bapak Angkat-Anak Angkat

Diposkan oleh Ria Ariska di 18.25

64
CONTOH SOAL PENGANTAR ILMU ADMINISTRASI DAN
MANAJEMEN
1. Pengertian administrasi dalam artian luas dan sempit !

Penjelasan :

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia,

Administrasi adalah usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan


penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan.

Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi: catat-


mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan
sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan.

Sedangkan, Administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama
antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan
sarana prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.

2. Membedakan administrasi dalam dua golongan (Administrasi


Negara dan Administrasi niaga )!

Penjelasan :

Administrasi Negara :

Menurut John M. Pfiffner and Robert V. Presthus dalam bukunya yang


berjudul Public Administration mengemukakan:

Administrsi Negara adalah pelaksanaan kebijaksanaan Negara yang telah


digariskan oleh badan-badan politik yang representative (Public Adminiration
involve the implementation of public wich has been outlined by
representative political bodies).

Menurut Leonard D. White dalam bukunya yang berjudul Introduction tot


the study of public Administration mengemukakan :

Adminitrasi Negara terdiri atas semua/seluruh aktivitas/kegiatan yang


bertujuan pemenuhan atau pelaksanaan kebijaksanaan Negara (public
administration concists of all these operation having for their purpose the
fulfillment or enforcement of public policy)

Dari uraian dua pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan


bahwa Administrasi Negara adalah proses kerjasama dari seluruh
aparatur Negara berdasarkan garis-garis besar yang telah
disepakati bersama untuk tujuan Negara.

65
Administrasi Niaga :

Prof. dr. Mr. S. Srajudi Admosudidjo dalam bukunya yang berjudul


Administrasi Negara atau Business Administration adalah suatu pengertian
yang mencakup dua pengertian menjadi satu, yaitu :

Administrsi Niaga adalah adminitrasi dari pada suatu organisasi niaga secara
keseluruhan, bilamana organisasi niaga tersebut merupakan perusahaan,
maka administrasi niaga tersebut dijalankan oleh Direksi dari pada
perusahaan.

Administrasi Niaga adalah administrasi yang mengejar tercapainya tujuan-


tujuan yang bersifat kewniagaan (business objective), dalam pengertian ini,
administrasi niaga tersebut dijalnkan oleh setiap manager dalam suatu
organisasi niaga.

Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Administrsi Niaga


adalah proses kerjasama dari kelompok orang untuk mencapai keuntungan /
laba yang sebesar-besarnya.

Berdasar uraian-uraian tersebut diatas, maka perbedaan Administrasi


Negara dengan Administrasi Niaga, terletak pada bidang usaha atau
aktivitas bersama untuk mencapai tujuan Negara, sedangkan Administrasi
Niaga untuk mencapai keuntungan/laba yang sebesar-besarnya.

3. Unsur-unsur administrasi Negara !

Penjelasan :

a. Organisasi

Organisasi adalah kerjasama antara dua orang atau lebih untuk mencapai
tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang
ada. Pengertian organisasi menurut para ahli yaitu:

- James D. Mooney, organisasi adalah sebagai bentuk setiap perserikatan


orang-orang untuk mencapai tujuan bersama.

- Luther Gulick, organisasi adalah sebagai suatu alat saling hubungan


satuan-satuan kerja yang memberikan mereka kepada-kepada orang-orang
yang ditempatkan dalam struktur kewenangan. Dengan demikian pekerjaan
dapat dikoordanisikan oleh perintah para atasan kepada para bawahan yang
menjangkau dari puncak sampai ke dasar dari seluruh badan usaha.

- Schein, organisasi merupakan suatu system terbuka, yang memiliki


interaksi konstan dengan lingkungannya, serta terdiri dari banyak sub-grup,

66
unit-unit jabatan, susunan hierarki serta segmen yang tersebar secara
geografis.

b. Manajemen

Manajemen adalah suatu cara menggerakkan orang lain untuk melakukan


suatu tujuan. Pengertian Manajemen menurut para ahli yaitu:

- Koontz and Donnel, manajemen adalah terlaksananya pekerjaan melalui


orang-orang lain.

- Kimball and Kimball, manajemen terdiri dari semua tugas dan fungsi yang
meliputi penyusunan sebuah perusahaan, pembiayaan, penetapan garis-
garis besar kebijaksanaa,penyediaan semua peralatan yang diperlukan dan
penyusunan kerangka organisasi serta pemilihan para pejabat terasnya.

c. Komunikasi

Komunikasi adalah proses yang menyampaikan warta dari seseorang kepada


pihak lain dalam usaha kerja sama. Pengertian komunikasi menurut
beberapa ahli yaitu:

- Lexicographer, komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk


mencapai kebersamaan.

- Websters New Colligiate Dictionary, komunikasi adalah suatu proses


pertukaran informasi diantara individu melalui system lambang-lambang,
tanda-tanda atau tingkah laku.

d. Informasi

Informasi adalah rangkaian kegiatan penataan yang berupa penghimpun,


pencatat, pengolah, penggadaan pengiriman, penyimpanan, pemeliharaan,
penyusutan dan pemusnahan informasi. Administrasi informasi mempunyai
tujuan yaitu untuk keperluan membuat keputusan maka dapat pula
dipandang sebagai cabang dari ilmu manajemen.. Informasi pemerintah
yang benar (valid dan shahih) dapat digunakan untuk membantu
pengambilan keputusan dalam mengurangi ketidakpastian serta
mengantisipasi kendala yang akan diperkirakan terjadi. Jadi informasi bukan
sekadar data mentah yang lalu asal disampaikan apa adanya. Tetapi
haruslah sudah diproses, diolah dan disaring mana yang baik dan benar dan
perlu disampaikan kepada pihak tertentu. Sebagai abdi masyarakat maka
para administrator dan sumber informasi bagi masyarakatnya.

67
e. Adm. Kepegawaian

Kepegawaian adalah proses yang menyangkut pencarian, pelamaran,


pengujian, penerimaan, pengangkatan, pengembangan, kesejahteraan,
pemutasian dan pemberhentian tenaga kerja dalam usaha kerja sama untuk
mencapai tujuan. Berikut ini adalah beberapa definisi kepegawaian yaitu

- Kepegawaian sebagai ilmu yaitu mempelajari segenap proses penggunaan


tenaga manusia sejak penerimaan hingga pemberhentiannya.

- Kepegawaian sebagai proses yaitu proses penyelenggaraan politik


kepegawaian atau program kerja/tujuan yang berhubungan dengan tenaga
kerja manusia yang digunakan dalam usaha kerjasama untuk mencapai
tujuan tyertentu.

- Kepegawaian sebagai fungsi yaitu mengatur dan mengurus penggunaan


tenaga kerja manusia dalam suatu usaha kerjasama sekelompok manusia
untuk mencapai tujuan tertentu.

- Kepegawaian sebagai seni yaitu seni memilih pegawai baru serta


menggunakan pegawai-pegawai lama dengan cara sedemikian rupa,
sehingga dari segenap tenaga kerja manusia itu diperoleh hasil dan jasa
yang maksimal baik mengenai jumlah maupun tujuannya.

f. Adm. Keuangan

Keuangan adalah rangkaian kegiatan penataan yang berupa pengadaan,


pencatatan, pengaturan, pemakaian, pemeliharaan, dan penyingkiran benda
dalam kerjasama mencapai tujuan tertentu. Suatu segi lain dari administrasi
keuangan ialah pencatatan segenap penerimaan dan pengeluaran biaya
dalam kerjasama itu. Penelaahan terhadap segi ini menumbuhkan
sekelompok pengetahuan yang cukup luas dan penting dengan nama
pembukuan. Pembukuan adalah seni untuk mencatat, mengumpulkan dan
akhirnya meringkaskan dalam bentuk laporan keuangan akibat keuangan
dari tindakan eksekutif. Administrasi keuangan terdiri dari serangkaian
langkah-langkah dimana dana-dana disediakan bagi pejabat-pejabat tertentu
dibawah prosedur-prosedur yang akan menjamin sah dan berdaya gunanya
pemakaian dana-dana itu.

g. Adm. Perbekalan

Perbekalan adalah rangkaian perbuatan mengadakan, mengatur, pemakaian,


mendaftar, memelihara, sampai menyingkirkan segenap perlengkapan
dalam usaha kerja. Beberapa pokok yang perlu dipersoalkan dalam
administrasi perbekalan ialah: Penelitian dan penentuan kebutuhan
perbekalan kerja, pembakuan dan perincian keja-kerja, proses pembelian
barang, pencatatan dan pengurusan harta benda, teknik penyimpanan dan

68
perawatan barang, prosedur penyingkiran benda yang tak diperlukan lagi,
pengurusan dan pemeliharaan gedung, penyusunan tata ruang kantor.
Dalam hal ini pengetahuan ini mempergunakan hasil-hasil dari ilmu-ilmu
kealaman.

h. Hubungan Masyarakat

Hubungan masyarakat yaitu rangkaian kegiatan penataan yang berupa


usaha pengenalan organisasi kepada lingkungan dan penangkapan hasrat
serta suasana lingkungan dalam kerjasama mencapai tujuan. Perincian isi
kelompok pengetahuan ini antara lain, organisasi dan bidang kerja hubungan
masyarakat Asas-asas pekerjaan hubungan masyarakat, alat-alat hubungan
masyarakat, proses kegiatan hubungan masyarakat, analisis pendapat
umum, teknik propaganda, hal-hal mengenai penyiaran warkat. Ketiga pokok
yang terakhir ini dapat dianggap telah berkembang menjadi cabang-cabang
pengetahuan yang lebih khusus dalam ilmu hubungan masyarakat.

Hubungan 8 Unsur Administrasi

Masing-masing konsep bersifat statis, sedangkan dalam kenyataan ditempat


kerja yang didalamnya sedang berlangsung rangkaian kegiatan penataan
akan tampak adanya unsur umum sebagai suatu proses yang bersifat
dinamis semua unsur seringkali langsung secara bersamaan. Juga urut-
urutan pelaksanaan dan pentingnya suatu unsur dapat berubah-ubah.
Bergantung pula pada orang-orang dan corak kerjasama, peranan yang
dititik beratkan dari sesuatu unsur dapat berbeda-beda dalam suatu
kerjasama tertentu. Jadi hubungan setiap delapan unsur ini saling
berhubungan secara erat. Apabila rangkaian ini berputar artinya rangkaian
kegiatan penataan itu sedang berlangsung, maka kedelapan unsur itu
merupakan kesatuan yang tidak mungkin dipisah-pisahkan dan sukar dibeda-
bedakan dengan tegas.

4. Sebutkan dan Jelaskan tiga kepemimpinan menurut Henry


Fayol !

Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu


melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian,
serta penyusunan staf namun dari sisi tingkat atau level manajemen dapat
dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni :

1. Manajer Puncak / Top Manager


Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan
keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat
kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu

69
perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan
perusahaan lain dan pemerintah.

2. Manajer Menegah / Middle Manager


Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer
lini pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan
serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak.

3. Manajer bawah / low manager


Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau
supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan
yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan
dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam
proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.

Tambahan Hierarki Manajemen :


Dari sisi jumlah, jumlah dari atas ke bawah berbentuk kerucut atau piramida,
yaitu semakin tinggi level atau tingkatan seorang manajer, maka semakin
sedikit jumlah manajer pada tingkatan tersebut.

Berikut ini adalah tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:

Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah


manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah
yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang
terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor),
manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau
mandor (foreman).

Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua


manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen
puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang
termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek,
manajer pabrik, atau manajer divisi.

Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive


officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara
umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top
manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information
Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan


pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini.
Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan
pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah

70
dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan
pekerjaan.

5. Siapa Bapak administrasi dan manajemen?

Penjelasan :

Peter Ferdinand Drucker

lahir di Kaasgraben, Vienna, Austria, 19 November 1909 meninggal di


Claremont, California, Amerika Serikat, 11 November 2005 pada umur 95
tahun) adalah seorang penulis, konsultan manajemen, dan "ekolog sosial." Ia
sering disebut sebagai bapak "manajamen modern." Ratusan artikel ilmiah
dan populer serta 39 bukunya menjelaskan bagaimana manusia diorganisir
pada setiap sektor masyarakatbisnis, pemerintah, maupun organisasi non-
profit. Tulisan-tulisannya juga berhasil memprediksi berbagai peristiwa yang
terjadi pada abad ke-20 seperti privatisasi dan desentralisasi; kebangkitan
Jepang sebagai kekuatan ekonomi dunia; peran pemasaran yang semakin
meningkat; dan kebutuhan akan sebuah masyarakat informasi.Pada tahun
1959, Drucker memperkenalkan istilah "Pekerja pikiran" (knowledge worker)

Frederick W. Taylor (1856 -1915)

Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya


meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan
efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya
manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang
menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu,

pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Adapun


filsafat Taylor memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu :

1. Pengembangan manajemen ilmiah secara benar.

2. Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan rnenempatkan pekerjaan yang


cocok untuk satu pekerjaan.

3. Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.

4. Kerjasama yang baik antara manajernen dengan pekerja.

Dalam menerapkan keempat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya


revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip-prinsip
dasar menurut Taylor mendekati ilmiah adalah :

1. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-


asalan.

71
2. Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.

3. Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.

4. Bekerja untuk hasil yang maksimal.

5. Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya,


untuk tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan
perusahaan.

Buku-buku Taylor yang terkenal adalah "Shop


management (1930)", Principles Of Scientific Management (1911)",
dan "Testimory Before Special House Comittee (1912)". Dan pada tahun
1947, ketiga buku tersebut digabungkan dalam 1 (satu) buku dengan
judul"Scientific Management.

2. Henry Fayol (1841 -1925)

Henry Fayol mengarang buku "General and Industrial management". Pada


tahun 1916, dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat
memperhatikan produktivitas pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan
manajemen bagi satu organisasi yang kompleks, sehingga beliau
menampilkan satu metode ajaran manajemen yang lebih utuh dalam bentuk
cetak baru.

Fayol berkeyakinan keberhasilan para manajer tidak hanya ditentukan oleh


mutu pribadinya, tetapi karena adanya penggunaan metode manajemen
yang tepat. Sumbangan terbesar dari Fayol berupa pandangannya tentang
manajemen yang bukanlah semata kecerdasan pribadi, tetapi lebih
merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan dari dipahami prinsip-
prinsip pokok dan teori umumnya yang telah dirumuskan. Fayol membagi
kegiatan dan operasi perusahaan ke dalam 6 macam kegiatan :

a. Teknis (produksi) yaitu berusaha menghasilkan dan membuat


barangbarang produksi.

b. Dagang (Beli, Jual, Pertukaran) dengan tara mengadakan pembelian


bahan mentah dan menjual hasil produksi.

c. Keuangan (pencarian dan penggunaan optimum atas modal) berusaha


mendapatkan dan menggunakan modal.

d. Keamanan (perlindungan harga milik dan manusia) berupa melindungi


pekerja dan barang-barang kekayaan perusahaan.

e. Akuntansi dengan adanya pencatatan dan pembukuan biaya, utang,


keuntungan dan neraca, serta berbagai data statistik.

72
f. Manajerial yang terdiri dari 5 fungsi :

1) Perencanaan (planning) berupa penentuan langkah-langkah yang


memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya.

2) Pengorganisasian dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil


dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.

3) Memerintah (Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan


agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka

4) Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber


daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai
tujuannya.

5) Pengendalian (Controlling) dengan memantau rencana untuk


membuktikan apakah rencana itu sudah dilaskanakan sebagaimana
mestinya.

Selain hal-hal pokok diatas, masih ada beberapa ajaran Fayol lainnya yaitu :

1. Keterampilan yang dibutuhkan oleh manajer tergantung kepada tempat


pada tingkatan organisasi, yang rendah lebih membutuhkan keterampilan
dan

2. Kemampuan teknis dibandingkan dengan keterampilan manajerial pada


manajer tingkat atas.

3. Kemampuan dan ketrampilan manajemen harus diajarkan dan dipelajari,


sehingga tidak mungkin hanya diperoleh melalui praktek, timbul tenggelam
sepertl orang belajar menyelam tanpa guru.

4. Kernampuan dan keterampilan manajemen dapat diterapkan pada segala


bentuk dan jenis organisasi, seperti rumah tangga, pemerintah, partai,
industri dan lainlain.

5. Prinsip-prinsip manajemen lebih baik daripada hukum manajemen, karena


hukum bersifat kaku, sedang prinsip bersifat lebih luwes, sehingga dapat
disesuaikan pada keadaan yang dihadapi.

6. Ada 14 macam prinsip manajemen dari Fayol, yaitu :

a) Pembagian kerja (Division of labor), yaitu sernakin mengkhusus manusia


dalam pekerjaannya, semakin efisien kerjanya, seperti terdapat pada ban
berjalan.

b) Otoritas dan tanggung jawab (Authority and Responsibility) diperoleh


melalui perintah dan untuk dapat memberi perintah haruslah dengan

73
wewenang formil. Walaupun demikian wewenang pribadi dapat mernaksa
kepatuhan orang lain.

c) Disiplin (discipline), dalam arti kepatuhan anggota organisasi terhadap


aturan dan kesempatan. Kepemimpinan yang baik berperan penting bagi
kepatuhan ini dan juga kesepakatan yang ad ii, seperti penghargaan
terhadap prestasi serta penerapan sangsi hukum secara adil terhadap yang
menyimpang.

d) Kesatuan komando (Unity of commad), yang berarti setiap karyawan


hanya menerima perintah kerja dari satu orang dan apabila perintah itu
datangnya dari dua orang atasan atau lebih akan timbul pertentangan
perintah dan kerancuan wewenang yang harus dipatuhi.

e) Kesatuan pengarahan (unity of Direction), dalam arti sekelompok kegiatan


yang mempunyai tujuan yang sarna yang harus dipimpin oleh seorang
manajer dengan satu rencana kerja.

f) Menomorduakan kepentingan perorangan terhadap terhadap kepentingan


umum (Subordination of Individual interest to general interes), yaitu
kepentingan perorangan dikalahkan terhadap kepentingan organisasi
sebagai satu keseluruhan.

g) Renumerasi Personil (Renumeration of personnel), dalam arti imbalan


yang adil bagi karyawan dan pengusaha.

h) Sentralsiasi (Centralisation), dalam arti bahwa tanggung jawab akhir


terletak pada atasan dengan tetap memberi wewenang memutuskan kepada
bawahan sesuai kebutuhan, sehingga kemungkinan adanya desentralisasi.

i) Rantai Skalar (Scalar Chain), dalam arti adanya garis kewenangan yang
tersusun dari tingkat atas sampai ke tingkat terendah seperti tergambar
pada bagan organisasi.

j) Tata-tertib (Order), dalam arti terbitnya penempatan barang dan orang


pada tempat dan waktu yang tepat.

k) Keadilan (Equity), yaitu adanya sikap persaudaraan keadilan para manajer


terhadap bawahannya.

l) Stabilitas masa jabatan (Stability of Penure of Personal) dalam arti tidak


banyak pergantian karyawan yang ke luar masuk organisasi.

m) Inisiatif (Initiative), dengan memberi kebebasan kepada bawahan untuk


berprakarsa dalam menyelesaikan pekerjaannya walaupun akan terjadi
kesalahan-kesalahan.

74
n) Semangat Korps (Esprit de Corps), dalam arti meningkatkan semangat
berkelompok dan bersatu dengan lebih banyak menggunakan komunikasi
langsung daripada komunikasi formal dan tertulis.

6. Fungsi administrasi dan manajemen !

Penjelasan :

Fungsi manajemen menurut pendapat para ahli

Louis A. Allen: Leading, Planning, Organizing, Controlling.

Prajudi Atmosudirdjo: Planning, Organizing, Directing, atau Actuating


andControlling.

John Robert B., Ph.D : Planning, Organizing, Command -ing, and Controlling.

Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.

Luther Gullich : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating,


Repor-ting,Budgeting.

Koontz dan ODonnel : Organizing, Staffing, Directing, Planning, Controlling.

William H. Newman : Planning, Organizing, Assem-bling, Resources,


Directing,Controlling.

Dr. S.P. Siagian., M.P.A : Planning, Organizing, motivating and Controlling.

William Spriegel : Planning, organizing, Controlling

Lyndak F. Urwick : Forecasting, Planning Orga-nizing, Commanding,


Coordina-ting, Controlling.

Dr. Winardi, S.E : Planning, Organizing, Coordi-nating, Actuating, Leading,


Co-mmunication, Controlling

The Liang Gie : Planning, Decision making, Directing, Coordinating, Control-


ling,Improving.

James A.F.Stoner : Planning, Organizing, Leading, and Controlling.

George R. Terry : Planning, Organizing, Staffing, Motivating, and Controlling.

Pemaparan secara garis besar:

Planning

75
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai
dengan yang sangat rumit.Misalnya yang sederhana saja merumuskan
bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakanuntuk mencapai
suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan
perencaanmerupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :

1.Tindakan apa yang harus dikerjakan ?

2.Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?

3.Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?

4.Kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?

5.Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?

6.Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

Menurut Stoner

Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk
mencapaisasaran tadi.Organizing

Organizing

organisasi adalah wadah atau wacana untuk dua orang atau lebih yang
bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai tujuan.

Leading

Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :

Mengambil keputusan

Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan


bawahan.

Memeberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya


mereka bertindak.Memeilih orang-orang yang menjadi anggota
kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuandan sikap-sikap bawahan
agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

Directing/Commanding

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan


dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi
kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas
dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang
telahditetapkan semula.

76
Motivating

Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi


manajemen berupa pemberianinspirasi, semangat dan dorongan kepada
bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka relasesuai apa
yang diinginkan oleh atasan.

Coordinating

Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi


manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi
kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan
jalanmenghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan
sehingga terdapat kerja samayang terarahdalam upaya mencapai tujuan
organisasi.

Controlling

Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah


satu fungsi manajemenyang berupa mengadakan penilaian, bila perlu
mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan
ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah
digariskansemula.

Reporting

Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan


atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang
bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

Staffing

Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan


personalia pada suatu organisasisejak dari merekrut tenaga kerja,
pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberidaya
guna maksimal kepada organisasi.

Forecasting

Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan


taksiran terhadap berbagaikemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu
rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.

Actuating

Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota


kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan
perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya

77
menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau
dengan kesadaran secarabersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki
secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah
kepemimpinan. Actuating adalah Pelaksanaan untuk bekerja.
Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tesebut,
maka manajer mengambil tindakan-tindakannya kearah itu. Seperti :
Leadership ( pimpinan ), perintah, komunikasi dan conseling ( nasehat).
Actuating disebut juga gerakan aksi mencakup kegiatan yang dilakukan
seorang manager untuk mengawali dan melanjutkan kegiatan yang
ditetapkan oleh unsur-unsur perencanaan dan pengorganisasian agar tujuan-
tujuan dapat tercapai. Dari seluruh rangkaian proses manajemen,
pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama.
Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak
berhubungandengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan
fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang
berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Dalam hal
ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating
merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian
rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai
sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut
oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran tersebut. Dari
pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya
untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai
pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan
kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung
jawabnya.

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah
bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika :
a. Merasa yakin akan mampu mengerjakan
b. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya
c. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yanglebih
penting, atau

mendesak
d. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan.

Fungsi dari Pelaksanaan (actuating) adalah sebagai berikut:


1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan
pemberian motivasi

kepada tenagakerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien


dalam pencapaian

78
tujuan.
2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.
3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan.
4. Proses implementasi program agar dapat dijalankan olehseluruh pihak
dalam organisasi

serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan


tanggungjawab.

Innovating

mencakup pengembangan gagasan-gagasan baru,mengkombinasikan


pemikiran baru dengan yang lama, mencari gagasan-gagasan dari kegiatan
lain dan melaksanakannya.

Representing

mencakup pelaksanaan tugas pegawai sebagai anggota resmidari sebuah


perusahaan dalam urusannya dengan pihak pemerintah, kalanganswasta,
bank, penjual, langganan dan kalangan luar lainnya

PREDIKSI UAS DAN PENGANTAR ILMU ADMINISTRASI


NEGARA
Pengertian Administrasi

79
Pengaturan yang rapi, sistematis dan penataan fakta secara tertulis.

Alat untuk menjamin kelancaran & keberesan dalam melakukan perhubungan,


persetujuan dan perjanjian secara tertulis.

Pengaturan tulis menulis, surat menyurat dan mencatat segala perubahan /


kejadian dalam organisasi.
Proses kerjasama dua orang atau lebih rasionalitas
tujuan yang telah ditentukan

Administrasi dalam arti luas

Suatu proses

Kerangka kerjasama

Dilakukan sekelompok orang

Untuk mencapai tujuan.

Administrasi dalam arti sempit TATA USAHA :


Penyediaan, penyimpanan dan penyampaian informasi
diperlukan pimpinan mengelola kegiatan kerjasama.
Administrasi sebagai ADM. NEGARA
Legislatif,eksekutif,judikatif

( Dwight Waldo )

Suatu seni dan ilmu tentang manajemen yang dipergunakan untuk mengatur urusan
negara.

ILMU bidang studi lapangan penelitian ilmiah.

SENI fungsi praktis adm publik/negara.

8 unsur administrasi Negara ( The Liang Gie )

- ORGANISASI - KOMUNIKASI

- PERSONALIA/KEPEGAWAIAN - KEUANGAN/PENDANAAN

- PERBEKALAN/PERALATAN - HUBUNGAN MASYARAKAT

80
- MANAJEMEN - TATA USAHA

ORGANISASI :

Kolektivitas yang mempunyai lingkungan tertentu dan aturan normatif, jenjang


otorita, sistem komunikasi dan sistem koordinasi keanggotaan yang secara relatif
bersifat kontinyu dan melakukan aktivitas yang dihubungkan dengan tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.(M. HALL).

(Spesialisasi, tujuan, dan koordinasi)

MANAJEMEN

Usaha untuk mendapatkan hal-hal yang dikerjakan melalui usaha orang


lain. (KOONTZ & ODONNEL).

FUNGSI :

POAC ( Planning, Organizing, Actuating,

Controlling ) G.R. TERRY

POCCC ( Planning, Organizing, Commanding

Coordinating, Controlling) H. FAYOL

POSDCORB ( Planning, Organizing, Staffing,

Directing, Coordinating,

Reporting, Budgeting). L.M. GULLICK

POMC ( Planning, Organizing, Motivating,

Controlling). PAUL HERSEY

FUNGSI :

PERENCANAAN (PLANNING)

81
penyusunan garis besar yang memuat sesuatu yang harus dikerjakan dan metoda
untuk melaksanakannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi

Macam perencanaan : perencanaan jangka panjang, menengah dan pendek

Kualifikasi rencana yang baik:

- Tujuan jelas

- Meliputi seluruh tindakan yang diperlukan

- Fleksibel untuk penyesuaian

- Berisi rencana yang luas wilayah kerjanya

- Memungkinkan pengecekan

- Sudah disebarluaskan

- Keseimbangan antara sumber dan kegiatan

- Pekerjaan tulis menulis berkurang (Henry Fayol)

PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)

Aktivitas yang berhubungan dengan penyusunan struktur yang dirancang untuk


membantu pencapaian tujuan yang telah ditentukan

PENYEDIAAN STAF (STAFFING)

Pengarahan dan latihan sekelompok orang yang mengerjakan suatu tugas dan
memelihara kondisi kerja yang menyenangkan

Upaya yang biasa dilakukan : latihan jabatan, penugasan khusus, simulasi,


permainan peranan, pengembangan diri dsb

PENGARAHAN (DIRECTING)

Pembuatan keputusan dan penyatuan dalam aturan yang bersifat khusus dan umum

82
Fungsi pengarahan melibatkan pembimbingan dan supervisi terhadap usaha bawahan
dalam rangka pencapaian sasaran organisasi

PENGKOORDINASIAN (COORDINATING)

Kegiatan yang mempertalikan berbagai bagian pekerjaan dalam suatu organisasi

Keberhasilan koordinasi dapat dipengaruhi oleh keberhasilan/ efektivitas fungsi


perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan

PELAPORAN (REPORTING)

Fungsi yang berkaitan dengan pemberian informasi kepada manajer sehingga dia dapat
mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja

Penting dalam system informasi manajemen yang digunakan untuk pembuatan


keputusan oleh manajer

PENGANGGARAN (BUDGETING)

Fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan fiskal


dan akutansi

Tiga tujuan anggaran : pengawasan, manajemen, dan perencanaan

Empat fungsi anggaran : kontrol, manajemen, perencanaan dan evaluasi

ADMINISTRASI NEGARA / PUBLIC

Dwight Waldo :

Organisasi dan manajemen dari manusia dan benda guna mencapai tujuan
pemerintah.

Peranan administrasi Negara

83
Gerald E Caiden :

STABILISATOR MASYARAKAT

PERUBAHAN SOSIAL

KUNCI MENUJU MASYARAKAT MODERN

7 KEKHUSUSAN ADMINISTRASI PUBLIK/NEGARA (Gerald E Caiden)

o Kehadirannya tidak bisa dihindari

o Mengharapkan kepatuhan

o Mempunyai prioritas

o Mempunyai ukuran yang tidak terbatas karena cakupan wilayah yang luas

o Manajemen puncaknya adalah politik

o Penampilan sulit diukur

o Lebih banyak harapan diletakkan padanya

5 IDENTIFIKASI ADMINISTRASI PUBLIK/NEGARA (Gerald E Caiden)

o ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

o ORGANISASI PUBLIK

o ORIENTASI SIKAP ADMINISTRASI

o PROSES YANG BERSIFAT KHUSUS

o ASPEK PUBLIK

ADMINSTRASI NEGARA dan ORGANISASI SWASTA / PRIVAT

(Glenn O Stahl)

o Pelayanan Negara lebih Urgen / Mendesak

84
o Pelayanan Neg bersifat Monopoli /Semi Monopoli

o Hubungan Hukum Publik

o Perbuatan diamati Masyarakat

o Tidak terikat pada Harga Pasar

o Melayani Semua orang secara Sama

o Tidak Memihak dalam Pertentangan Masyarakat

o Bersifat Anonim (yang penting Instansi)

o Karya Perseorangan tidak nampak

ILMU YANG DEKAT DENGAN ADMINISTRASI NEGARA

Ilmu Sejarah

digunakan untuk melihat fakta masa kini dan memberikan perspektif masa depan.

Tiga kegunaan analisis sejarah ( Dwight Waldo ):

- Observasi filosofis yang dapat mengungkap keajegan administrasi

- Teknik analisis pemecahan masalah lewat keberlangsungan proses


administrasi bersama-sama dengan aspek kehidupan masyarakat lainnya

- Teknik administrasi dalam melihat keberhasilan suatu administrasi.

Antropologi Budaya

Antropologi Budaya (yang lekat dengan aspek geografis) menjadi pelengkap ilmu
sejarah (yang bertolak dari sifat kronologis)

Ilmu Ekonomi

Dimensi ekonomi banyak digunakan dalam administrasi yang berkaitan dengan


studi kebijakan publik

85
Banyak istilah ekonomi dipakai dalam AN

Ekonomi membuat keputusan untuk memajukan efisiensi, sedang manajemen


pemerintah untuk menyelenggarakan pemerintahan secara efisien

Psikologi

Sangat dekat dengan AN jika sebagai proses pembuatan keputusan

Studi yang berkembang antara lain tentang kepuasan kerja, produktivitas, motivasi
dan partisipasi dalam organisasi, perilaku rasional, kohesi kelompok, kepemimpinan,
pemilihan alternatif dsb

Sosiologi

Sosiologi mempelajari norma/kaidah sosial, lembaga sosial, kelompok sosial dan


lapisan sosial yang telah memberikan warna pada administrasi negara

Konsep sosiologis yang dipakai misalnya kajian tentang birokrasi dan kooptasi

Ilmu Administrasi

Munculnya Gerakan Manajemen Ilmiah yg mengejar pencapaian efisiensi dengan


teknik tertentu analisis waktu dan gerak

Kajian/studi tentang manajer, manajemen dan administrasi, perkembangan personil,


organisasi dsb merupakan pengaruh dari administrasi

Penerapan PPBS (Planning Programming Budgeting System) dalam administrasi


negara yaitu programme-oriented administration merupakan bentuk nyata yang lain dari
hubungan diantara keduanya

Ilmu Politik

Orientasi politik dalam studi administrasi negara meletakkan AN sebagai satu elemen
dalam proses politik pemerintahan

86
ORGANISASI DALAM ADMINISTRASI NEGARA

Model organisasi (Nicholas Henry)

MODEL TERTUTUP (CLOSED MODEL)

Model teori organisasi yang paling berpengaruh dalam pemikiran administrasi


negara

Istilah yg dikenal : birokratik, hirarki, formasi, rasional, dan mekanistik

Model teori yg berkembang : Teori Birokratik, Manajemen Ilmiah, dan


Manajemen Administrasi/generik

MODEL TERBUKA (OPEN MODEL)

Secara tradisional berpengaruh besar pada administrasi niaga/bisnis

Istilah yg lekat : kolegial, kompetitif, pasar bebas, natural, informal, dan organik

Model teori yang berkembang : Hubungan Manusia, Perkembangan Organisasi,


dan Lingkungan Organisasi

MODEL SINTESIS (THE NEWER TRADITION)

menjelaskan organisasi sebagai kondisi yg dimotivasi oleh kebutuhan untuk


merutinkan dan merasionalkan kerja internal organisasi dan hubungannya dengan
lingkungan

Ada 3 asumsi :

a) Organisasi & lingkungan dpt melakukan perubahan;

b) Organisasi & anggotanya bertindak untuk mempertahankan hidupnya;

c) Organisasi & anggotanya dapat membuat dan belajar dari kesalahan

MODEL ORGANISASI

Unit lini berkaitan dengan kegiatan implementasi organisasi

87
Unit staf mempunyai aktivitas memberikan nasihat kepada pimpinan

KOORDINASI

Konsekuensi adanya pembagian tugas atau spesialisasi

Kegiatan untuk menyatukan semua aktivitas organisasi menuju tujuan yang


sama

Koordinasi dapat efektif jika : pembagian kerja jelas; pengembangan


semangat kerjasama yang besar; tersedia fasilitas kontak & tata hubungan; ciptakan
tahap-tahap kegiatan.

PENGENDALIAN / PENGAWASAN

AKTIVITAS UNTUK MEMBUAT KEGIATAN UNIT-UNIT KERJA SESUAI


RENCANA

DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH PENYIMPANGAN

TIGA MACAM ORIENTASI PENGAWASAN :

MASUKAN (INPUT) : ditekankan pada masukan fisik / finansial

HASIL (OUTPUT) : ditekankan pada angka pencapaian hasil

PENAMPILAN (PERFORMANCE) : ditekankan pada kualitas pelaksanaan kegiatan

PARADIGMA ADMINISTRASI NEGARA

Pengertian (Robert T Golembiewski)

Kajian keilmuan/akademis untuk melihat dan menganalisis perkembangan ilmu


berdasarkan locus dan focus

Locus tempat/lokasi dari bidang studi ( AN = birokrasi


pemerintahan)

88
Focus sasaran spesialisasi dari bidang studi

5 PARADIGMA ADMINISTRASI NEGARA

1. Dikotomi Politik Administrasi ( 1900 1926 )

Frank J Goodnow dan Leonard D White :

Dua fungsi pokok pemerintahan

a. Politik ( legislative )

b. Administrasi ( eksekutif )

Empat dorongan munculnya administrasi:

a) Politik seharusnya tidak usah mengganggu lagi administrasi

b) Manajemen memberikan sumbangan analisisnya terhadap administrasi

c) Administrasi negara mampu menjadikan dirinya sebagai ilmu pengetahuan


yang value free

d) Misi dari ilmu administrasi adalah ekonomis dan efisiensi

2 Prinsip-prinsip Administrasi, ( 1927 1937 )

WF Willoughby Principles of Public Administration

Prinsip administrasi dapat diterapkan dan diikuti di bidang apapun tanpa


terkecuali

Luther Gulick dan Lyndal Urwick mementingkan focus daripada locus lewat
POSDCORB

3 Administrasi Negara sebagai Ilmu Politik, ( 1950 1970 )

4 Administrasi Negara sebagai Ilmu Administrasi, (1956 1970 )

89
5 Administrasi Negara sebagai Ilmu Administrasi Negara,( 1970 )

ILMU ADMINISTRASI NEGARA

1. PARADIGMA ( PARADIGM )

2. PENDEKATAN (APPROACH)

3. TEORI ( THEORY)

4. MASHAB ( SCHOOL OF THOUGHT)

MASA TANTANGAN / KRISIS IDENTITAS ( 1937 1947 )

Karena ketidak percayaan, kritik, serangan

PENDEKATAN ADMINISTRASI NEGARA

Robert B Presthus Felix A Nigro

Institusional Awal

Struktural Pasca PD II

Behavioral Adm. Publik Baru

J.C Buecher Maurice Spiers

Tradisional Matematika

Behavioral Sumber Daya Manusia

Desisional Sumber Daya Umum

Ekologis

90
Thomas J. Davy C.L. Sharma

Manajerial Proses Administrasi

Psikologis Empiris

Politis Perilaku Manusia

Sosiologis Sistem Sosial

Matematik

Pembuatan Keputusan

RANGKUMAN PENDEKATAN C.L. SHARMA

Pendekatan Proses administrasi (pendekatan operasional),

Administrasi adalah proses kerja yang dipergunakan untuk mencapai tujuan organisasi

Pendekatan Empiris (pendekatan pengalaman)

Melakukan generalisasi atas kasus-kasus yang telah terjadi dengan sukses

Pendekatan Perilaku manusia,

Untuk encapai tujuan organisasi tergantung pada penerapan prinsip-prinsip psikologis.


Manusia sebagai elemen utama administrasi

Pendekatan Sistem sosial,

Administrasi sebagai satu sistem sosial. Kesadaran akan berbagai keterbatasan


organisasi dapat menumbuhkan semangat kerjasama di antara anggota-anggota
organisasi

Pendekatan Matematik,

Model-model matematik dapat diterapkan pada administrasi, dengan tujuan untuk


melakukan peramalan

Pendekatan Teori keputusan,

Pembuatan keputusan sebagai fungsi utama administrasi.

91
TEORI ADMINISTRASI NEGARA

William L Morrow Stephen P Robbins

Teori Deskriptif Teori Hubungan Manusia

Teori Preskriptif Teori Pengambilan Keputusan

Teori Normatif Teori Perilaku

Teori Asumtif Teori Sistem

Teori Instrumental Teori Kontingensi

Stephen K Bailey

Teori Deskriptif Eksplanatori

Teori Normatif

Teori Asumtif

Teori Instrumental

MASHAB TEORI ADMINISTRASI NEGARA

C. L. Sharma

Proses Administrasi

92
Empirik

Perilaku Manusia

Sistem Sosial

Pembuatan Keputusan

Matematika

Gerald E Caiden

Sama dengan yang diatas tapi di tambahi lagi yang ini;

Analisis Birokratik

Integrasi

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

10.57 NO COM

TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR ILMU ADMINISTRASI NEGARA

NAMA : SALWA DAMAYANTI


NIM : F1B010049

PERTANYAAN

1. Carilah 5 definisi tentang administrasi lalu buatlah definisi menurut saudara!


2. Carilah 5 definisi tentang administrasi Negara lalu buatlah definisi menurut
saudara!
3. Apa perbedaan administrasi dalam arti luas dengan administrasi dalam arti
sempit ( tata usaha )?
4. Apakah administrasi sebagai ilmu atau seni?
5. Mengapa administraasi Negara itu penting?

JAWABAN

1. DEFINISI ADMINISTRASI
a.Siagian (1992:2) mengemukakan administrasi adalah keseluruhan proses

93
kerjasama dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
b.Wayong yang dikutip The Liang Gie (1992:15)mengemukakan bahwa administrasi
adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan suatu usaha.Kegiatan itu
bersifat merencanakan,mengorganisir,dan memimpin.
c.Simon sebagaimana dikutip Handayaningrat (1996:2)mengemukakan
administration is the activities of groups cooperating to accomplish common goals
( administrasi sebagai kegiatan daripada kelompok yang mengadakan kerjasama
untuk mencapai tujuan bersama).
d.Menurut BPA (Balai Pembinaan Administrasi) administrasi merupakan segenap
proses penyelenggaraan atau penataan tugas tugas pokok sesuatu usaha
kerjasama sekelompok orang dalam mencapai tujuan bersama.
e.Ordway Tead (1951) Administrasi meliputi kegiatan-kegiatan yang harus
dilakukan oleh pejabat-pejabat eksekutif dalam suatu organisasi, yang bertugas
mengatur, memajukan dan melengkapi usaha kerjasama sekumpulan orang yang
sengaja dihimpun untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut pendapat saya,administrasi adalah sekelompok orang yang melakukan
penataan kegiatan dalam usaha yang dijalankan untuk mencapai suatu tujuan
bersama yang telah ditentukan sebelumnya.

2.DEFINISI ADMINISTRASI NEGARA


a. Menurut Prof. Dr. Prajudi Atmosudirdjo mengatakan bahwa : Administrasi Negara
adalah fungsi bantuan penyelenggaraan dari pemerintah artinya pemerintah
(pejabat) tidak dapat menunaikan tugas tugas kewajibannya tanpa Administrasi
Neagra.
b. Menurut Utrechterheidstak) fungsi administrasi yang tidak ditugaskan kepada
badanbadan pengadilan, badan legeslatif (pusat) dan badan pemerintah
(overheidsorganen) dari persekutuan persekutuan hukum
(rechtsgemeenschappen dalam bukunya Pengantar Hukum Administrasi Negara
mengatakan bahwa : Administrasi Negara adalah gabungan jabatan (compleks van
kambten) Apparaat (alat) Administrasi yang dibawah pimpinan Pemerintah
(Presiden yang dibantu oleh Menteri) melakukan sebagian dari pekerjaan
Pemerintah (tugas pemerintah, ov) yang lebih rendah dari Negara (sebagai
persekutuan hukum tertinggi) yaitu badan badan pemerintah (bestuurorganeen)
dari persekutuan hukum Daerah Swantatra I dan II dan Daerah istimewa, yang
masing masing diberi kekuasaan untuk berdasarkan suatu delegasi dari
Pemerintah Pusat (Medebewind) memerintah sendiri daerahnya.
c. Dwight Waldo:Public Administration is the organization and management of men
and materials to achieve the purposes of government (Administrasi Publik adalah
organisasi dan manajemen dari orang-orang dan bahan-bahan untuk mencapai

94
tujuan pemerintah)
d. Gerald Caiden:Administrasi negara meliputi setiap bidang dan aktifitas yang
menjadi sasaran kebijaksanaan pemerintah; termasuk proses formal dan kegiatan-
kegiatan DPR, fungsi-fungsi yang berlaku dalam lingkungan pengadilan dan
kegiatan-kegiatan dari lembaga militer.
e. Administrasi Negara adalah segenap proses penyelenggaraan yang dilakukan oleh
aparatur pemerintah suatu Negara, untuk mengatur dan menjalankan kekuasaan
Negara, guna menyelenggarakan kepentingan umum.
Menurut pendapat saya,administrasi Negara merupakan gabungan kerjasama
antara aparatur Negara untuk mencapai tujuan Negara.

3.PERBEDAAN ADMINISTRASI DALAM ARTI LUAS DAN SEMPIT


Administrasi dalam arti luas meliputi pengendalian organisasi yang telah hidup jadi
organisasi yang telah diarahkan kepada maksud dan tujuan yang hendak dicapai.
Administrasi dalam arti sempit meliputi semua penataan dan penertiban secara
tertulis,teratur dan berketentuan yaitu usaha usaha yang lazim disebut tata
usaha.
Jadi administrasi dalam Arti sempit sering disamakan dengan kegiatan
ketatausahaan.Sedangkan dalam Arti luas mencakup seluruh aspek kehidupan
dalam suatu organisasi yaitu aspek organisasi, manajemen, komunikasi, informasi,
personalia, keuangan, perlengkapan dan hubungan publik.

4. ADMINISTRASI SEBAGAI ILMU DAN SEBAGAI SENI


Administrasi sebagai ilmu
Pengertian Ilmu Administrasi Terkumpulnya sekelompok pengetahuan teratur yang
mengandung sistem, asas, prosedur, teknik, dan pedeoman kerjasama itu.
Pengetahuan teratur yang berasaskan administrasi ini disebut Ilmu administrasi
Sarjana Luther Gulick memberi ketegasan mengenai ilmu administrasi sebagai
berikut ilmu administrasi adalah sistem pengetahuan, dengan pengetahuan
tersebut manusia dapat mengerti hubungan-hubungan, meramalkan akibat-akibat,
dan mempengaruhi hasil-hasil pada sesuatu keadaan dimana orang-orang secara
teratur kerjasama untuk tujuan bersama. Ilmu administrasi adalah bagian dari ilmu
sosial. Ilmu sosial dalam kuantitatif jarang diterima, karena ilmu administrasi tidak
mempunyai hukum-hukum eksakta maka ditolak sebagai ilmu. Maka dari itu ilmu
sosial membuat seperti A = 4 B = 3 C = 2 D = 1 Jadi sama seperti ilmu-ilmu eksakta
bisa dimegerti atau dipahami banyak orang. Maka kuntitatif dirubah menjadi
kualitatif. Mosher memberi pendapat bahwa pengetahuan tentang administrasi
merupakan bidang yang berhak mendapat pengakuan tersendiri karena
mempunyai kegunaan, cara-cara penelahaan ilmiah, titik tinjauan, dan kebulatan
yang cukup. Penjelasan dari beberapa pendapat para ahli tersebut membuktikan

95
administrasi adalah sebagai berikut: Penelahaan terhadap administrasi mengenal
cara-cara yang secara ilmiah dapat dipertanggung jawabkan. Pengetahuan pada
dasarnya yang paling sederhana berarti sesuatu yang diketahui. Pokok soal saja
tidak memadai untuk menjelaskan selengkapnya pengertia ilmu, apalagi untuk
membahas perbedaan antara ilmu-ilmu khusus yang satu dengan yang lainnya.
Lebih lanjut ilmu bercirikan empiris, sistematis, objektif, dan analistis.
Menurut Seligman, ilmu-ilmu yang benar-benar tergolong sebagai ilmu sosial ada 7
macam, yaitu ilmu politik, ilmu ekonomi, ilmu sejarah, ilmu hokum,Antropologi,
ilmu tentang kejahatan, dan sosiologi. Karena ilmu administrasi juga berkenaan
dengan kegiatan-kegiatan manusia dalam hidup berkelompok, maka ilmu ini juga
tergolong sebagai ilmu sosial. Karerna itu adalah mengherankan bahwa Seligman
dalam ensiklopedianya sampai cetakan ke-12 tahun 1957 belum mencantumkan
ilmu administrasi sebagai salah satu cabang tersendiri dalam ilmu sosial. Ilmu
administrasi sebagai cabang ilmu sosial yang kedudukanya setaraf dengan cabang-
cabang ilmu sosial lainya telah dikembangkan sejak beberapa puluh tahun yang
lampau. Sasaran ilmu administrasi sangat luas. Kerjasama sekelompok menusia
dapat mempunyai ciri-ciri yang bermacam-macam. Segenap metode ilmiah yang
dikenal dalam ilmu-ilmu sosial dapat dipergunakan untuk ilmu administrsi sesuai
dengan kebutuhannya pada sesuatu waktu. Metodemetode ini antaras lain ialah
metode pengamatan, metode statistik, metode perbandingan, metode
perbandingan, metode pemeriksaan, dan metode kasus.
Administrasi Sebagai Seni
Administrasi sebagai ilmu (Science) atau ilmu terapan, karena kemanfaatannya
dapat dirasakan apabila prinsip-prinsip, rumus-rumus, dalil-dalil diterapkan untuk
meningkatkan mutu pelbagai kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
Sedangkan administrasi sebagai seni (Art) merupakan karya seseorang yang
dipraktekkannya dengan baik yang diperolehnya dari pengalaman tanpa
sebelumnya mempelajari teori-teori administrasi. la berhasil dan sukses
melaksanakan tugasnya tanpa memperoleh pendidikan tentang teori-teori dan
asas-asas yang berkenaan dengan administrasi. Walaupun demikian ia memperoleh
kemahiran di dalam bidang administrasi berdasarkan pengalaman di dalam
melaksanakan tugasnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Administrasi itu sebagai Ilmu dan juga sebagai
Seni.Administrasi merupakan seni yang memerlukan bakat, dan Administrasi juga
merupakan ilmu yang memerlukan pengetahuan ataupun pengalaman.

5. PENTINGNYA ADMINISTRASI NEGARA


Seperti yang telah kita ketahui, bahwa Administrasi Negara adalah segenap proses
penyelenggaraan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah suatu Negara, untuk
mengatur dan menjalankan kekuasaan Negara, guna menyelenggarakan

96
kepentingan umum. Jadi administrasi Negara adalah kunci dari suatu Negara.Bila
proses Administrasi Negara Dalam proses pemerintahan suatu Negara itu baik,
maka bisa dipastikan kinerja aparatur Negara baik dan tujuan Negara bisa tercapai
dengan baik. Begitu pula sebaliknya.
Charles A.Beard pernah membuat pernyataan yang menggegerkan.Beliau
mengatakan bahwa Tak ada subyek lain yang lebih penting daripada
aministrasi.Beliau juga mengatakan bahwa masa depan masyarakat beradab
bahkan peradaban itu sendiri tergantung pada kemampuan untuk
memperkembangkan ilmu dan filosofi serta praktek administrasi yang kompeten
untuk membawa fungsi-fungsi public. Untuk itu, ilmu dan teknologi yang
diadaptasi oleh administrasi Negara dimaksudkan semata-mata untuk memberikan
kemudahan hidup dan untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan kata
lain,administrasi Negara merupakan penyelenggaraan dalam cita-cita suatu
masyarakat modern.Eksistensi Administrasi Negara dalam kehidupan masyarakat
modernterlihat dalam dua hal, yaitu :
1.Dalam masyarakat modernsetiap orang selalu dipengaruhi oleh keputusan dalam
Administrasi negara.
2.Tersedianya berbagai macam kontrol social terhadap penampilan Administasi
Negara.
Jadi sudah jelaslah Administrasi Negara itu penting dalam kehidupan
bermasyarakat,berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan yang telah ada.

Diposkan oleh al di Sunday, September

Soal Final Mata Kuliah PENGANTAR ILMU ADMINISTRASI NEGARA

1. Jelaskan ruang lingkup administrasi menurut S.P. SIAGIAN !


2. Jelaskan pengertian administrasi negara/publik !
3. Jelaskan tentang paradigma administrasi publik !
4. Sebutkan dan jelaskan teori-teori administrasi publik !
5. Jelaskan tentang Good Governance dan bagaimana realitanya di Indonesia !

97
Soal Final Mata Kuliah ASAS-ASAS MANAJEMEN

1. Ada 6 langkah/tindakan dalam membuat perencanaan, jelaskan !


2. Salah satu asas organisasi adalah : Delegation of Authority, Jelaskan !
3. Actuating adalah salah satu fungsi fundamental dalam management. Ada istilah-
istilah dalam actuating :
a. Directing
b. Commanding
c. Motivating
d. Staffing
e. Leading
4. Leadership adalah salah satu alat actuating. Ada 2 tipe bagi seorang pemimpin
dalam mempengaruhi kepemimpinannya, yaitu :
Terdapat prestasi pemimpin itu sendiri dan
Terdapat kelakuan pemimpin guna mempengaruhi kehidupan kelompok dan
kepuasan anggotanya.
Jelaskan masing-masing tipe tersebut !

98