Anda di halaman 1dari 3

STUDI KASUS DMG-SHANGHAI

Pertanyaan:
1. Mengapa anda berpikir bahwa untuk menumbuhkan guanxi dan guanxiwang sangat
penting?
2. Pengalaman DMG apakah yang diceritakan kepada kita tentang cara kerja di cina? Apa
yang mungkin terjadi pada bisnis yang mematuhi semua aturan dan regulasi daripada
mencoba untuk menemukan jalan memutar seperti yang Dan Mintz lakukan?
3. Apa isu-isu etis yang muncul ketika menggunakan guanxiwang untuk melakukan bisnis
di cina? Apa yang anda sarankan tentang batas-batas menggunakan guaxiwang untuk
bisnis Barat yang berkomitmen pada standar etis yang tinggi?

Jawaban:
1. Guanxi secara harfiah berarti hubungan berarti hubungan meskipun dalam lingkup bisnis
dapat disebut juga koneksi. Guanxi memiliki akar dalam filsafat konfusianisme yang
menghargai hirarki sosial dan kewajiban timbal balik. Konfusianisme ini menekankan
pentingnya hubungan, baik dalam keluarga maupun antara tuan dan hamba.
Konfusianisme mengajarkan bahwa orang tidak diciptakan sama. Loyalitas dengan
kewajiban yang terkait kepada atasan atau keluarga dianggap sebagai tugas suci. Tetapi
pada saat yang sama loyalitas ini memiliki harga. Atasan berkewajiban untuk menghargai
loyalitas tersebut. Dengan menghubungan bisnis dengan guanxi dan guanxiwang
tentunya sangat menentukan keberhasilan dalam dunia bisnis di cina.
Dari sini dapat kita lihat bahwa kekuatan sosiokultural sangat penting dalam keberhasilan
bisnis global. Buktinya, New Yorker Dan Mintz yang pada mulanya tidak memiliki
koneksi, tidak ada pengalaman, dan tidak mengerti mandarin. Mintz berusaha mencari
relasi. Dengan kerja kerasnya akhirnya menemukan dua orang koneksi yaitu Bing Wu
dan Peter Xiao. Akhirnya bisa membangun perusahaan tersebut berkat koneksi-koneksi
yang mereka miliki baik dengan tetua-tetua maupun pejabat tinggi di China.

2. Telah dijelaskan pada kasus diatas bahwa koneksi/ hubungan tetua ataupun orang-orang
berkedudukan tinggi di Cina sangat berpengaruh dalam membangun sebuah bisnis,
apalagi bisnis tersebut tidak sesuai dengan keadaan sosiobudaya di China. Maka dari
dengan membangun hubungan yang baik dengan orang-orang berpengaruh dan bisa
meyakinkan mereka bahwa yang mereka lakukan ini tidak melanggar nilai-nilai
kebudayaan mereka, melainkan adalah sebuah seni.
Di Cina, memang mematuhi aturan dan regulasi itu penting. Namun kelihatannya bahwa
koneksi juga sangat diperlukan untuk membangun sebuah bisnis disana. Tanpa koneksi
yang baik dengan orang-orang Cina tentunya menjadi hambatan untuk kemajuan bisnis.
Di China, Guanxi berpengaruh besar terhadap sukses bisnis. Dengan menerapkan Guanxi
secara benar, organisasi dapat meminimalkan resiko, frsutasi dan ketidaknyamanan ketika
melakukan bisnis. Dengan filosofi Guanxi, pengusaha berupaya menjalin hubungan
dengan pejabat pemerintahan yang dimaksudkan untuk mendapatkan posisi bisnis yang
lebih baik, meretas hambatan, memudahkan dalam segala urusan perizinan maupun
operasional perusahaan yang ada hubungannya dengan pemerintah.
Meskipun membangun dan mempertahankan Guanxi di China sangat membutuhkan
waktu dan sumber daya, namun semuanya itu merupakan investasi yang akan sepadan
dengan hasil yang akan diperoleh.

3. Isu-isu etis:
Pentingnya memiliki hubungan dengan orang-orang cina, tentunya orang yang
memiliki pengaruh.
Bahwa hukum di Cina dapat diperlonggar jika memiliki koneksi dengan petinggi-
petinggi di Cina.
Untuk bisnis barat, yang berkomitmen pada standar etis yang tinggi guanxiwang hanya
dapat dilakukan hanya sebatas partner bisnis tidak lebih dari itu. Pandangan orang barat
tentunya berbeda dengan orang cina. Di cina nampaknya lebih mengutamakan perjanjian
lisan daripada tertulis

STUDI KASUS GOOGLE DI CHINA


SOAL:
1. Apakah prinsip falsafah yang diadopsi manajer google ketika memutuskan bahwa
manfaat dari operasi di Cina melebihi biayanya?
2. Apakah Anda berfikir Google seharusnya memasuki Cina dan terlibat dalam penyensoran
diri mengingat mantra perusahaan jangan jadi jahat apakah lebih baik terlibat dalam
penyensoran diri daripada pemerintah yang menyensor untuk anda?
3. Jika semua perusahaan mesin pencari asing menolak melakukan berinvestasi langsung di
Cina karena kekhawatiran atas sensor, apa yang Anda piker mengenai hasilnya? Siapa
yang mendapat manfaat besar dari tindakan ini? Siapa yang mendapati kehilangan yang
paling besar.

JAWABAN:
1. China merupakan Negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Tidak dapat dipungkiri
bahwa di Cina 100 juta lebih pengguna internet dan tentunya semakin bertambah.
Disamping itu China sudah berjanji untuk menjadi pasar internet terbesar didunia dan
menjadi sumber utama pendapatan iklan Google. Disamping itu google memiliki
kelemahan relative kompetitif dengan pesaingnya di AS yakni Yahoo dan Microsoft
MSN. Maka dari itu, ini merupakan peluang bagi google untuk mendapatkan keuntungan
yang lebih besar.
2. Google merupakan perusaahaan yang berorientasi pada laba. Tentunya perusahaan akan
terus berusaha mencari cara untuk meningkatkan keuntungannya, apalagi sebagaimana
kita ketahui potensi pengguna internet di China sangat tinggi. Hal inilah yang menjadi
alasan utama kenapa google ngotot untuk investasi di Cina. Sebaiknya google lebih baik
terlibat dalam penyensoran diri karena dengan melakukan hal itu, pengguna bisa
mengetahui bahwa apakah hasil pencarian mereka disensor apa tidak dan ini merupakan
satu-satunya mesin pencari di Cina yang membiarkan pengguna untuk mengetahui hasil
pencariannya disensor atau tidak. Ini merupakan kelebihan tersendiri bagi google.
3. Jika semua perusaahan menolak untuk berinvestasi langsung di China maka perusahaan
local yang akan menguasai pasar cina. Perusahaan tersebut adalah Baidu. Dapat dilihat
bahwa baidu memiliki pangsa pasar sebesar 40 persen pada tahun 2006. Jika tidak ada
pesaing tentunya akan terus meningkat secara terus menerus. Jika perusaahan asing akan
sangat rugi karena tidak mau berinvestasi di pasar cina. Sekali lagi cina merupakan pasar
yang besar, pengguna internetnya lebih dari seratus juta dan terus meningkat terleibh lagi
cina telah mengatakan bahwa mereka akan menjadi pasar pengguna internet terbesar di
dunia. Sangat di sayangkan jika perusahaan-perusahaan luar tersebut tidak mau
berinvestasi langsung di cina.