Anda di halaman 1dari 6

1

LEMBAR KERJA SISWA

Ketua Kelompok : __________________________


Kelompok 1 : __________________________
Kelas : __________________________
Hari/Tgl. : __________________________

1. Judul : Pembagian kekuasaan lembaga tinggi negara


2. Mata Pelajaran : PPKn
3. Kelas/Smt. : X/1
4. Tahun Pelajaran : 2016/2017
5. Waktu : 4 x 45
6. Pengajar : Drs. WIDODO, M.Pd

A. Standar Kompetensi :
Menganalisis kewenangan-kewenangan lembaga negara menurut UUD Negara Republik Indonesia 1945
B. Tujuan pembelajaran :
Menyebutkan lembaga-lembaga negara menurut UUD 1945 sebelum dan sesudah UUD 1945 yang anda
ketahui
Menjelaskan tugas dan wewenang lembaga-lembaga menurut UUD Negara Republik Indonesia 1945

C. Petunjuk :
1. Baca secara cermat materi pembelajaran sebelum Anda mengerjakan tugas
2. Baca literatur lain untuk memperkuat pemahaman Anda
3. Kerjakan soal-soal yang ada pada LKS ini
4. Jika tidak paham, tanyakan pada pasangan dalam kelompokmu
5. Diskusikan jawaban dari soal yang diberikan dalam satu kelompok.
6. Persiapkan diri masing-masing untuk mempresentasikan hasil kerjanya.
7. Ingat! Semakin banyak berdiskusi akan semakin banyak ide yang muncul.

D. Materi Pembelajaran :
TUGAS DAN WEWENANG LEMBAGA EKSEKUTIF, LEGISLATIF DAN YUDIKATIF DI
IMDONESIA
Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi yang menerapkan teori trias politika, yaitu pemisahan
kekuasaan pemerintahan menjadi tiga bidang yang memiliki kedudukan sejajar Pemisahan kekuasaan ini tidak
bersifat kaku, namun ada koordinasi yang satu dengan yang lain. Pemisahan kekuasan pemerintahan
diIndonesia meliputi :

http://sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id/2016/02/tugas-dan-wewenang-lembaga-eksekutif.html
2

Lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif di Indonesia


Legislatif yang bertugas membuat undang undang. Lembaga legislatif meliputi Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR),DPD, MPR.
Eksekutif yang bertugas menerapkan atau melaksanakan undang-undang. Lembaga eksekutif meliputi
presiden dan wakil presiden beserta menteri-menteri yang membantunya.
Yudikatif yang bertugas mempertahankan pelaksanaan undang-undang. Lembaga yudikatif terdiri atas
Mahkamah Agung(MA), Mahkamah Konstitusi (MK), dan Komisi Yudisial.
Tugas dan Fungsi Lembaga Legislatif
Lembaga Legislatif di Indonesia ini meliputi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). DPR merupakan lembaga
perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara. Anggota DPR berasal dari anggota partai politik
peserta pemilu yang dipilih berdasarkan hasil pemilu. DPR berkedudukan di tingkat pusat, sedangkan yang
berada di tingkat provinsi disebut DPRD provinsi dan yang berada di kabupaten/kota disebut DPRD
kabupaten/kota.
Keanggotaan DPR diresmikan dengan keputusan presiden. Anggota DPR berdomisili di ibu kota negara. Masa
jabatan anggota DPR adalah lima tahun dan berakhir pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan
sumpah/janji yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung dalam sidang paripurna DPR.
Jumlah Anggota DPR/DPRD Berdasarkan UU Pemilu N0. 10 Tahun 2008 ditetapkan sebagai berikut:
jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang;
jumlah anggota DPRD provinsi sekurang-kurangnya 35 orang dan sebanyak- banyak 100 orang;
jumlah anggota DPRD kabupaten/kota sedikitnya 20 orang dan sebanyak- banyaknya 50 orang.
Fungsi Lembaga DPR
Lembaga negara DPR yang bertindak sebagai lembaga legislatif mempunyai fungsi berikut ini :
Fungsi legislasi, artinya DPR berfungsi sebagai lembaga pembuat undang-undang.
Fungsi anggaran, artinya DPR berfungsi sebagai lembaga yang berhak untuk menetapkan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Fungsi pengawasan, artinya DPR sebagai lembaga yang melakukan pengawasan terhadap pemerintahan
yang menjalankan undang-undang.
Hak-Hak DPR
DPR sebagai lembaga negara mempunyai hak-hak, antara lain sebagai berikut.
Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan
pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas bagi kehidupan masyarakat.
Hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu kebijakan tertentu pemerintah
yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Hak menyatakan pendapat adalah hak DR untuk menyatakan pendapat terhadap kebijakan pemerintah
mengenai kejadian yang luar biasa yang terdapat di dalam negeri disertai dengan rekomendasi
penyelesaiannya atau sebagai tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket. Untuk memudahkan
tugas anggota DPR maka dibentuk komisi-komisi yang bekerja sama dengan pemerintah sebagai mitra kerja.
Dewan Perwakilan Daerah
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan lembaga perwakilan daerah yang berkedudukan sebagai lembaga
negara. DPD terdiri atas wakil-wakil dari provinsi yang dipilih melalui pemilihan umum. Jumlah anggota DPD
dari setiap provinsi tidak sama, tetapi ditetapkan sebanyak-banyaknya empat orang. Jumlah seluruh anggota
DPD tidak lebih dari 1/3 jumlah anggota DPR. Masa jabatan anggota DPD adalah lima tahun.
Tugas dan Wewenang DPD
Berdasarkan Pasal 22 D UUD 1945 kewenangan DPD sebagai berikut.
Dapat mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR yang berkaitan dengan otonomi daerah,
hubungan pusat dengan daerah, pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah, pengelolaan
sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, perimbangan keuangan pusat dan daerah.
Ikut merancang undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dengan daerah,
pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya
ekonomi lainnya, perimbangan keuangan pusat dan daerah.
http://sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id/2016/02/tugas-dan-wewenang-lembaga-eksekutif.html
3

Memberi pertimbangan kepada DPR yang berkaitan dengan rancangan undang-undang, RAPBN, pajak,
pendidikan, dan agama.
Melakukan pengawasan yang berkaitan dengan pelaksanaan undang-undang otonomi daerah, hubungan
pusat dengan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya
alam dan sumber daya ekonomi lainnya, perimbangan keuangan pusat dengan daerah, pajak, pendidikan, dan
agama.
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Lembaga MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum untuk masa
jabatan selama lima tahun dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR yang baru mengucapkan
sumpah/janji yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung dalam sidang paripurna MPR. Sebelum UUD 1945
diamandemen, MPR berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara. Namun, setelah UUD 1945 istilah
lembaga tertinggi negara tidak ada yang ada hanya lembaga negara.
Tugas dan Wewenang MPR
Berdasarkan Pasal 3 Ayat 1 UUD 1945 , MPR mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :
Mengubah dan menetapkan undang-undang dasar;
Melantik presiden dan wakil presiden;
Memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya menurut undang-undang dasar.
Anggota MPR mempunyai hak berikut ini dalam menjalankan tugasnya:
Mengajukan usul perubahan pasal-pasal undang-undang dasar;
Menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan;
Memilih dan dipilih;
Membela diri;
Imunitas;
Protokoler;
Keuangan dan administratif.
Tugas dan Fungsi Lembaga Eksekutif
Lembaga Eksekutif di Indonesia meliputi presiden dan wakil presiden beserta menteri-menteri yang
membantunya. Presiden adalah lembaga negara yang memegang kekuasaan eksekutif yaitu mempunyai
kekuasaan untuk menjalankan pemerintahan. Di Indonesia, Presiden mempunyai kedudukan sebagai kepala
pemerintahan dan sekaligus sebagai kepala negara. Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima
tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. Presiden dan wakil presiden
sebelum menjalankan tugasnya bersumpah atau mengucapkan janji dan dilantik oleh ketua MPR dalam sidang
MPR. Setelah dilantik, presiden dan wakil presiden menjalankan pemerintahan sesuai dengan program yang
telah ditetapkan sendiri. Dalam menjalankan pemerintahan, presiden dan wakil presiden tidak boleh
bertentangan dengan UUD 1945. Presiden dan wakil presiden menjalankan pemerintahan sesuai dengan tujuan
negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Tugas dan Wewenang Presiden
Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Presiden sebagai kepala negara
mempunyai wewenang sebagai berikut:
Membuat perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan dewan perwakilan rakyat.
Mengangkat duta dan konsul. Duta adalah perwakilan negara indonesia di negara sahabat. Duta bertugas di
kedutaan besar yang ditempatkan di ibu kota negara sahabat itu. Sedangkan konsul adalah lembaga yang
mewakili negara Indonesia di kota tertentu di bawah kedutaan besar kita.
Menerima duta dari negara lain
Memberi gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan lainnya kepada warga negara indonesia atau warga negara
asing yang telah berjasa mengharumkan nama baik Indonesia.
Sebagai seorang kepala pemerintahan, presiden mempunyai kekuasaan tertinggi untuk menyelenggarakan
pemerintahan negara Indonesia.
Wewenang, hak dan kewajiban Presiden sebagai kepala pemerintahan, diantaranya:
Memegang kekuasaan pemerintah menurut Undang-Undang Dasar
http://sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id/2016/02/tugas-dan-wewenang-lembaga-eksekutif.html
4

Berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada DPR


Menetapkan peraturan pemerintah
Memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala Undang- Undang dan peraturannya
dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa
Memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung. Grasi adalah
pengampunan yang diberikan oleh kepala negara kepada orang yang dijatuhi hukuman. Sedangkan
rehabilitasi adalah pemulihan nama baik atau kehormatan seseorang yang telah dituduh secara tidak sah atau
dilanggar kehormatannya.
Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR. Amnesti adalah pengampunan
atau pengurangan hukuman yang diberikan oleh negara kepada tahanan-tahanan, terutama tahanan politik.
Sedangkan abolisi adalah pembatalan tuntutan pidana.
Presiden juga merupakan panglima tertinggi angkatan perang.
Wewenang presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang adalah sebagai berikut:
Menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR
Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR
Menyatakan keadaan bahaya.

E. Soal-Soal :
1. Jelaskan pengertian pemerintah dalam arti sempit dan luas!
2. Sebutkan ciri-ciri sistem pemerintahan presidensial!
3. Sebut dan jelaskan lembaga-lembaga negara menurut UUD 1945!
4. Sebutkan tugas dan wewenang presiden sebagai kepala pemerintahan!
5. Jelaskan pengertian Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Komisi
Yudisial!
6. Jelaskan hubungan antara MPR dengan DPR, DPD, dan Mahkamah Konstitusi!
7. Sebutkan tugas DPR dan Presiden sebagai sesama lembaga dan sesama badan legislatif!
8. Jelaskan hubungan antara MPR dengan Presiden!
9. Jelaskan isi Undang-Undang No. 5 tahun 1973 tentang BPK!
10. Jelaskan hubungan Komisi Yudisial dengan MK !
Jawaban:
1. Dalam arti luas, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislatif,
eksekutif, dan yudikatif di satu negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara, sedangkan
dalam arti sempit, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan badan eksekutif beserta
jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara.
2. Ciri-ciri pemerintahan presidensial
a. Presiden memainkan peran utama dalam pengelolaan kekuasaan eksekutif.
b. Keseimbangan antara kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif saling mengawasi dan
menyeimbangkan.
c. Adanya pembagian kekuasaan negara, yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
d. Presiden tidak berada di bawah pengawasan langsung parlemen karena presiden tidak dipilih oleh
parlemen.
e. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan karena anggota parlemen
dipilih oleh rakyat.
3. Lembaga-lembaga negara menurut UUD 1945
a. Legislatif, yang termasuk dalam lembaga ini adalah MPR, DPR, dan DPD.
b. Eksekutif, yang termasuk dalam lembaga ini adalah Presiden dan Wakil Presiden.
c. Yudikatif, yakni kekuasaan kehakiman. Lembaga yudikatif meliputi Mahkamah Agung (MA),
Mahkamah Konstitusi (MK), dan Komisi Yudisial (KY).
4. Tugas dan Wewenang Presiden sebagai kepala pemerintahan
a. Memimpin kabinet
b. Mengangkat dan melantik menteri-menteri
c. Memberhentikan menteri-menteri
d. Mengawasi jalannya pembangunan
e. Memegang kekuasaan pemerintah menurut UUD

http://sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id/2016/02/tugas-dan-wewenang-lembaga-eksekutif.html
5

f. Berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang kepada DPR


5.
a. Mahkamah Agung merupakan pemegang kekuasaan kehakiman.
b. Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dan
pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung.
c. Badan Pemeriksa Keuangan merupakan lembaga yang bebas dan mandiri untuk memeriksa pengelolaan
dan tanggung jawab tentang keuangan negara. Hasil pemeriksaan tersebut diserahkan kepada DPR,
DPD, dan DPRD.
d. Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 2 Tahun 2004
yang berfungsi mengawasi perilaku hakim dan mengusulkan nama calon hakim agung.
6. Hubungan MPR dengan DPR dan DPD: keangotaan MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD.
Hubungan MPR dengan Mahkamah Konstitusi: Mahkamah Konstitusi menangani sengketa yang terjadi
antara MPR dengan lembaga negara tinggi lainnya.
7. Tugas DPR dan Presiden sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif secara bersama,
yaitu
a. Membuat Undang-undang (pasal 5 ayat (1), 20 dan 21). Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran
pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)).
b. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang dislenggarakan oleh Presiden
(Pemerintah).
c. Menetapkan budjet negara pada hakekatkanya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. DPR melalui
anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi perintah dengan efektif. Di dalam pekerjaan
membuat UU, maka lembaga-lembaga negara lainnya dapat diminta pendapatannya.
8. Majelis Permusyawaratan Rakyat merupakan pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat, bersama
dengan DPR dan Presiden. MPR dapat memberhentikan Presiden sebelum masa jabatannya berhenti pada
kondisi tertentu.
9. Undang-Undang No. 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan bahwa BPK adalah
lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaannya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah, akan
tetapi tidak berdiri di atas pemerintah.
10. Pada pasal 24 A ayat (3) dan pasal 24 B ayat (1) menegaskan bahwacalon hakim agung diusulkan Komisi
Yudisial kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan. Keberadaan Komisi Yudisial tidak bisa dipisahkan
dari kekuasaan kehakiman. Dalam hubungannya dengan MA, tugas Ky hanya dikaitkan dengan fungsi
pengusulan pengangkatan Hakim agung, sedangkan pengusulan pengangkatan hakim lainnya, seperti
hakim MK tidak dikaitkan dengan KY.

http://sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id/2016/02/tugas-dan-wewenang-lembaga-eksekutif.html
6

1. Penilaian
LEMBAR PENILAIAN
Aspek : Kognitif
Indikator :
Kelas :X
No Nama No. Soal Skor Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Keterangan :

Aspek yang dinilai Skor


a. Jawaban siswa kurang tepat 0 25
b. Jawaban siswa tidak lengkap tapi benar 26 75
c. Jawaban siswa lengkap dan benar 76 - 100

Penilaian Afektif
LEMBAR PENILAIAN PENGAMATAN
Aspek : Afektif
Indikator :
Kelas :X
Skala
No Pernyataan
Sl Sr Jr Tp
1 Siswa mengikuti pelajaran ekonomi.
2 Siswa tidak mengikuti pelajaran ekonomi.
3 Siswa merasa pelajaran ekonomi bermanfaat.
4 Siswa berusaha menyerahkan tugas tepat waktu.
5 Siswa berusaha memahami pelajaran ekonomi.
6 Siswa bertanya pada guru bila ada yang tidak jelas.
7 Siswa selalu mengerjakan soal-soal latihan di rumah.
8 Siswa selalu mendiskusikan materi bagaimana cara memproduksi barang/jasa
9 Siswa berusaha memiliki buku pelajaran ekonomi.
10 Siswa berusaha mencari referensi di perpustakaan.

Jumlah
Keterangan :
Aspek yang dinilai Skor pernyataan positif Skor pernyataan negatif
1. Sl = selalu 4 1
2. Sr = sering 3 2
3. Jr = Jarang 2 3
4. Tp = Tidak pernah 1 4

2. Tindak Lanjut
Jika Anda dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan langkah kerja di atas diperbolehkan untuk melanjutkan
pada kegiatan berikutnya (sebagai pengayaan), jika belum pelajari kembali (sebagai remedial)

http://sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id/2016/02/tugas-dan-wewenang-lembaga-eksekutif.html