Anda di halaman 1dari 11

PULVERES

Dasar Teori
Pulveres adalah campuran kering bahan obat / zat kimia yang
dihaluskan, terbagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus
dengan kertas perkamen atau bahan pengemas lain yang cocok.
(Anief, 1997).
Dokter dapat menuliskan resep pulveres dengan dua cara:
1. Ditulis jumlah obat untuk seluruh serbuk, lalu dibagi menjadi
beberapa bungkus
2. Ditulis jumlah obat untuk setiap bungkus serbuk, dan berapa
banyak bungkus serbuk yang harus dibuat
Pulveres diracik dengan mencampur bahan satu per satu,
sedikit demi sedikit, dimulai dari bahan yang jumlahnya sedikit. Jika
bahan obat bobotnya kurang dari 50 mg atau jumlahnya tidak dapat
ditimbang, maka dilakukan pengenceran menggunakan zat tambahan
yang cocok. Jika bahan berupa serbuk kasar, terutama simplisia
nabati, digerus terlebih dahulu hingga derajat halus sesuai yang
tertera pada pengayak dan derajat halus serbuk, setelah itu
dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 50C. Untuk bahan berupa
cairan seperti tingtur dan ekstrak cair, pelarutnya diuapkan hingga
hampir kering, lalu diserbukkan dengan zat tambahan yang cocok.
Untuk bahan bermassa lembek, seperti ekstrak kental, dilarutkan
dalam pelarut yang sesuai, secukupnya, lalu diserbukkan dengan zat
tambahan yang cocok.
Cara mencampur bahan obat untuk serbuk antara lain
(Syamsuni, 2006):
1. Trituration, bahan obat dicampurkan dalam mortir dengan
stamper
2. Spatulation, bahan obat dicampurkan langsung di atas kertas
3. Sifting, bahan obat dicampurkan dalam suatu ayakan tertutup
4. Tumbling, bahan obat dicampurkan dalam tempat tertutup yang
dilengkapi bola logam sebagai penggiling kemudian digoyang-
goyangkan.
Pulveres harus memenuhi uji keseragaman bobot, caranya dengan
menimbang isi dari 20 bungkus satu per satu, kemudian dicampur isi
ke-20 bungkus tersebut dan ditimbang sekaligus, lalu dihitung rata-
ratanya. Penyimpangan yang diperbolehkan antara penimbangan
satu per satu terhadap bobot isi rata-rata tidak lebih dari 15% untuk 2
bungkus dan tidak lebih dari 10% untuk 18 bungkus.
Agar pulveres dapat terbagi tepat, digunnakn zat tambahan yang
bersifat netral, seperti Saccharum lactis hingga berat serbuk tiap
bungkusnya 500 mg (Anief, 1997). Selain itu pembagian pulveres
tanpa penimbangan paling banyak hanya 20 bungkus, apabila harus
dibagi lebih dari 20 bungkus maka serbuk dibagi jadi beberapa bagian
dengan penimbangan, lalu masing-masing bagian dapat dibagi hanya
dengan penglihatan paling banyak 20 bungkus.
Keuntungan bentuk pulveres yaitu:
1. Lebih mudah terdispersi dan lebih larut daripada sediaan yang
dipadatkan.
2. Lebih mudah pemakaiannya bagi anak-anak atau orang tua yang
sukar menelan kapsul atau tablet
3. Obat yang tidak stabil dalam suspensi atau larutan air dapat
dibuat serbuk.
4. Obat yang terlalu besar volumenya untuk dibuat tablet atau
kapsul dapat dibuat serbuk.
5. Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan
keadaan penderita.
Kerugian bentuk pulveres yaitu:
1. Tidak tertutupnya rasa dan bau yang tidak enak (pahit, sepat,
lengket di lidah, dll.)
2. Pada penyimpanan kadang terjadi lembab atau basah.

Uraian Bahan
AMINOFILIN
Teofilin Etilendiamin
Aminophyline
Senyawa teofilin dengan etilendiamina (2:1) [31777-34-0]
C16H24N10O4 BM 420,43
C16H24N10O4.2H2O[49746-06-7] BM 456,46
Aminofilin adalah senyawa anhidrat atau mengandung tidak lebih dari
2 molekul hidrat. Mengandung tidak
kurang dari 84,0% dan tidak lebih dari 87,4% teofilin
anhidrat, C7H8N4O2, dihitung terhadap zat anhidrat.
Pemerian Butir atau serbuk; putih atau agak kekuningan; bau
amonia lemah, rasa pahit. Jika dibiarkan di udara terbuka, perlahan-
lahan kehilangan etilendiamin dan menyerap karbon dioksida dengan
melepaskan teofilin. Larutan bersifat basa terhadap kertas lakmus.
Kelarutan Tidak larut dalam etanoldan dalam eter Larutan 1 g dalam
25 ml air menghasilkan larutan jernih;larutan 1 g dalam 5 ml air
menghablur jika didiamkan dan larut kembali jika ditambah sedikit
etilendiamin.
Wadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat. (Anonim,
2014, hal. 104)
CTM
KLORFENIRAMINMALEAT
Chlorpheniramine Maleate
2-[p-Kloro--[dimetilamino)etil]benzil]
Piridin malet (1:1) [113-92-8]
C16H19CIN2 .C4H4O4 BM 390,87
Klorfeniramin Maleat mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak
lebih dari 100,5% C16H19ClN2 .C4H4O4, dihitung terhadap zat yang
telah dikeringkan.
Pemerian Serbuk hablur, putih; tidak berbau. Larutan mempunyai pH
antara 4 dan 5.
Kelarutan Mudah larut dalam air; larut dalam etanol dan dalam
kloroform; sukar larut dalam eter dan dalam benzen.
Wadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat, tidak
tembus cahaya. (Anonim, 2014, hal. 688)
EKSTRAK BELADON
Belladonna Extract
Ekstrak Beladona mengandung tidak kurang dari 1,15 g dan tidak
lebih dari 1,35 g alkaloid Herba Beladonadalam setiap 100 g ekstrak.
Wadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat, pada suhu
tidak lebih dari 30. (Anonim,2014, hal. 204)
LAKTOSA
LAKTOSA ANHIDRAT
Anhydrous Lactose
Laktosa [63-42-3]
C12H22O11 BM 342,30
Laktosa Anhidrat terutama adalah beta laktosa ata campuran dari alfa
dan beta laktosa.
Pemerian Serbuk putih atau hampir putih.
Kelarutan Mudah larut dalam air; praktis tidak larut dalam etanol.
(Anonim,2014, hal. 741)
PASTA
Dasar Teori
Pasta adalah sediaan semipadat yang mengandung satu atau
lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal. (Anonim,
2014) Pasta mengandung bahan padat dalam jumlah tinggi, membuat
sediaan jadi kaku karena interaksi langsung dari partikel yang
terdispersi dan oleh adsorpsi fraksi hidrokarbon cair dari pembawa
pada permukaan partikel (Dash, A.K., Singh, S. & Tolman, J., 2014,
PHARMACEUTICS Basic Principles and Application to Pharmacy
Practice, Academic Presss, USA) Sifat kaku ini membuat pasta tidak
menyebar setelah diaplikasikan pada tempat yang diinginkan,
sehingga penyerapannya di bagian yang luka akan lebih efektif dan
tidak merusak jaringan kulit yang sehat. Selain itu, pasta juga
berguna sebagai penutup kulit dan untuk menyerap cairan yang
keluar dari luka (Marriott dkk., 2010)
Bahan dasar pasta yang sering dipakai antara lain: vaselin,
lanolin, adeps lanae, unguentum simplex, minyak lemak dan paraffin
cair yang sudah atau belum bercampur dengan sabun.
Syamsuni (2006) mengelompokkan pasta sebagai berikut:
1. Kelompok pertama, dibuat dari gel fase tunggal mengandung air,
misalnya pasta Natrium karboksimetilselulosa (Na-CMC)
2. Kelompok lain, adalah pasta berlemak, merupakan salep yang
padat, kaku, tidak meleleh pada suhu tubuh, berfungsi sebagai
lapisan pelindung pada bagian yang diolesi. Contoh pasta dari
kelompok ini adalah pasta Zink Oksida.
Pasta gigi digunakan untuk pelekatan pada selaput lendir untuk
memperoleh efek lokal (misal pasta gigi Triamsinolon Asetonida).
Uraian Bahan
PATI GANDUM
Wheat Starch
Amylum tritici
Pati Gandum adalah pati yang diperoleh dari biji Triticum aestivum L
(T vulgare Vill.) (Familia Poaceae).
Pemerian Serbuk sangat halus; putih.
Mikroskopik Butir, bentuk cakram besar atau seperti ginjal ukuran
10 - 45 m; bentuk bulat telur, terbelah sepanjang poros utama; butir
bersegi banyak atau bulatan kecil, ukuran 2 - 10 m. Jarang
ditemukan butiran dengan ukuran sedang. Hilus dan lamela sukar
terlihat. Amati di bawah cahaya terpolarisasi, tampak bentuk silang
berwarna hitam, memotong pada hilus.
Kelarutan Praktis tidak larut dalam air dingin dan dalam etanol.
Wadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat. (Anonim,
2014, hal. 989)
VASELIN KUNING
VASELINUM FLAVUM
Vaselin Kuning adalah campuran yang dimurnikan dari hidrokarbon
setengah padat yang diperoleh dari minyak bumi. Dapat mengandung
zat penstabil yang sesuai.
Pemerian Massa seperti lemak, kekuningan hingga amber lemah,
berfluoresensi sangat lemah walaupun setelah melebur. Dalam
lapisan tipis transparan. Tidak atau hampir tidak berbau dan berasa.
Kelarutan Tidak larut dalam air; mudah larut dalam benzena, dalam
karbon disulfida, dalam kloroform dan dalam minyak terpentin; larut
dalam eter, dalam heksana dan umumnya dalam minyak lemak dan
minyak atsiri; praktis tidak larut dalam etanol dingin dan etanol panas
dan dalam etanol mutlak dingin.
Wadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup baik. (Anonim,
1995, hal. 823)
ZINK OKSIDA
ZINCI OXYDUM
ZnO BM 81,38
Pemerian Serbuk amorf, sangat halus, putih atau putih kekuningan;
tidak berbau; lambat laun menyerap karbon dioksida dari udara.
Kelarutan Tidak larut dalam air dan dalam etanol; larut dalam asam
encer.
Wadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup baik. (Anonim,
1995, hal. 835)