Anda di halaman 1dari 1

Judul : Korban Salah Obat Didampingi Puskesmas

Media : tribunlampung.com Wartawan :


25
Tanggal : Feb Nada Pemberitaan : Negatif
2016
Halaman : Lihat

BANDAR LAMPUNG -- Kepala Puskesmas Way Kandis, Bandar Lampung, Intan menjelaskan pihaknya akan
mendampingi pengobatan pasien yang salah obat, Elisa Santika (19), ke rumah sakit. Tindak lanjut tidak
hanya masalah penyakit, pasien akan kami dampingi, kata Intan di kantornya, Rabu (24/2/2016).

Menurut dia, terkait salah obat yang telah diberikan kepada pasien, pihaknya akan berkoordinasi dengan
kolegium spesialis mata untuk mengetahui dampak dari kesalahan pemberian obat tersebut terhadap mata
pasien.
Kami juga koordinasi dengan kolegium spesialis mata untuk minta pendapat, analisis mereka apakah ada
dampak dari obat yang kami berikan, dan bagaimana penanganan selanjutnya, kata dia.

Terkait bagaimana bisa terjadi salah pemberian obat, yang seharusnya obat tetes mata, tetapi diberikan obat
tetes telinga, Intan mengaku belum mengetahui di mana letak kesalahannya. Kenapa bisa tertukar,
banyak faktor, SDM bisa, lingkungan, kelalaian bisa, ke depan akan dilihat kesalahan dalam hal apa, kami
akan cari permasalahannya, ujarnya.

Penelusuran Lampung Post, dokter yang bertugas di Puskesmas Way Kandis sudah memberikan resep obat
berupa tetes mata klorampenikol 0,5%. Namun, pihak apoteker memberikan obat tetes telinga klorampenikol
1%.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Asnah mengatakan
kandungan di dalam obat tetes telinga yang telah diberikan kepada pasien memiliki komposisi sama. Menurut
dia, obat tetes telinga yang kandungan klorampenikol 1% tidak bermasalah jika digunakan untuk tetes mata.

Dengan kata lain kebutaan mata pasien bukan disebabkan obat yang telah diberikan. Komposisi sama,
antibiotik sama-sama obat tetes berisi klorampenikol. Untuk telinga dosis 1%, untuk mata 0,5%, tetapi secara
umum untuk tetes mata diizinkan 0,5% sampai 1% tidak bermasalah, kata Asnah di Puskesmas Way
Kandis.

Kategori : 5.3 BUK , 5.9 Dirjen Pelayanan Kesehatan